Bidik-kasusnews.com,Sintang kalimantan Barat Pada hari Kamis tanggal 9 Oktober 2025, sekitar jam 10.00 wib Polsek Sepauk telah melaksanakan pengecekan Jembatan gantung sungai sepauk yang roboh di dusun ensibau desa nanga libau,dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Jembatan panjang 150 Meter,Lebar 1,2 Senti Meter.Usia Jembatan Sudah Mencapai 25 tahun,Penghubung dari desa Nanga Libau ke desa sekujam Timbai kecamatan sepauk kabupaten Sintang kalbar. Dikarenakan termakan usia sabtu-08-Okt-2025 Ungkap Warga” Petrus warga desa nanga Libau yang lagi bersama kapolsek Sepauk Saat di TKP Petrus Warga desa Nanga Libau saat dikonfirmasi awak media,lewat Via Whatssap mengatakan ya pak betul,jembatan ini sudah lama sekitar 25 tahun dan panjang 150 meter,Jembatan tersebut di bangun Dana Swadaya,Oleh Pemgusaha Sukses Bernama pak Apui pangilan sehari harinya Alias pak rajali. Warga desa nanga libau mengatakan pada tahun 2015 jembatan tersebut sekarang sudah diserahkan ke Pemkab Sintang,sekarang menjadi wewenang pemkap sintang untuk membangun kembali,tuturnya”. Dalam hal ini jembatan tersebut akses utama perekonomian masyarakat setempat,akses utama masyarakat dalam ber’aktifitas sehari hari baik siang dan malam dan anak sekolah setiap harinya baik dari PAUD,SD,SMPN, Dan SMA Melalui jembatan tersebut.dengan robohnya jembatan tersebut kini aktifitas kami terhambat,dan bagi warga yang punya sampan kecil masih bisa melakukan berlalu lalang dari seberang,bagi yang ngak punya sampan harus keluarkan uang setiap hari untuk biaya nyebrang,”ungkapnya” Kami warga sekitar berharap kepada pemkap sintang untuk segera membangun jembatan tersebut dan harus di bangun dengan bahan permanen,tidak boleh pakai bahan material bekas ungkapnya dengan nada sedih. Hal senada diucapkan pak rajali alias Apui sapaan hari-hari,Mengatakan jembatan ini saya bangun Dana Swadaya dengan modal Sendiri dan sekarang sudah menjadi kewenangan Pemkap kabupaten Sintang kalbar,diserahkan pada tahun 2015 dan saya berharap jembatan tersebut segera di bangun lewat instansi terkait,dan jangan di tunda tunda lagi,tegasnya. Kapolsek Sepauk dalam Upaya ini yang telah dilakukan Mendatangi dan melakukan cek situasi sekitaran jembatan bersama forkopimcam dan staf unit kerja PPK DJBM kementrian PUPR perwakilan provinsi Kalbar. Peristiwa ambruknya jembatan gantung disebabkan faktor usia, Kapolsek melalui bhabinkamtibmas melakukan himbaun dan pemberitahuan kepada masyarakat yang biasa melintas melalui jembatan tersebut. Bhabinkamtibmas berkoordinasi dengan pihak desa dan memberi solusi supaya aktivitas masyarakat tidak terhambat. Bahwa dari pihak Unit kerja PPK DJBM perwakilan Kementrian PUPR sdr.Taufik menyampaikan akan dilakukan proses pengajuan pembangunan jembatan baru di lokasi yg sama pada tahun 2026. Wartawan Ridwan Sandra
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Hujan deras disertai butiran es dan angin kencang melanda Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, Selasa (7/10/2025) sekitar pukul 14.00 WIB. Hembusan angin yang tiba-tiba berubah ganas membuat warga di Desa Sindangresmi dan Desa Jampangtengah panik. Dalam hitungan menit, puluhan atap rumah beterbangan, pohon tumbang menimpa jalan, dan sejumlah fasilitas umum rusak berat. “Awalnya hanya mendung tebal dan hujan biasa, tapi tiba-tiba anginnya berputar kencang disertai es kecil-kecil. Suaranya keras sekali, warga langsung berlarian menyelamatkan diri,” tutur Dadi Supardi, Petugas P2BK Kecamatan Jampangtengah, Rabu pagi (8/10/2025). Menurut data awal P2BK, sedikitnya 65 rumah warga rusak akibat terjangan angin kencang 64 rumah di Desa Sindangresmi dan satu rumah di Desa Jampangtengah. Dari jumlah itu, tiga rumah mengalami rusak berat, enam rusak sedang, dan sisanya rusak ringan. Sebanyak 3 kepala keluarga atau 12 jiwa terpaksa mengungsi sementara di rumah kerabat. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Begitu menerima laporan, tim gabungan yang terdiri atas P2BK Jampangtengah, Forkopimcam, personel TNI–Polri, serta Dinas PU Provinsi langsung bergerak cepat ke lokasi. Mereka mengevakuasi pohon tumbang yang menutup akses jalan kabupaten dan provinsi di enam titik serta membantu warga memperbaiki rumah. “Begitu kondisi memungkinkan, kami langsung turun ke lapangan. Evakuasi kami lakukan bersama unsur Forkopimcam, PU Provinsi, dan warga setempat. Prioritas kami membuka akses jalan dan memastikan tidak ada warga yang terjebak,” ujar Dadi. Hingga malam hari, sebagian besar akses jalan yang sempat tertutup telah berhasil dibuka. Warga juga mulai memperbaiki rumah masing-masing dengan gotong royong. Meski demikian, P2BK tetap mengimbau agar masyarakat waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. “Cuaca akhir-akhir ini sulit diprediksi. Kami minta warga tetap waspada, apalagi di wilayah perbukitan seperti Jampangtengah yang rawan longsor dan angin puting beliung,” tambah Dadi. P2BK bersama pemerintah desa kini tengah melakukan pendataan lanjutan untuk memperbarui jumlah kerusakan dan kebutuhan bantuan darurat, termasuk material bangunan serta kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Peristiwa yang berlangsung singkat namun memporak-porandakan dua desa itu menjadi pengingat kuat bahwa kesiapsiagaan dan kerja cepat tim gabungan merupakan benteng pertama dalam menghadapi bencana alam di Sukabumi. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Kepanikan melanda SMK Doa Bangsa Palabuhanratu, Rabu (24/9/2025), setelah puluhan siswanya mendadak jatuh sakit usai menyantap paket Makanan Bergizi Gratis (MBG). Sedikitnya 32 siswa dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, pusing, hingga gatal-gatal. Enam di antaranya harus dirujuk ke RSUD Palabuhanratu, sementara dua lainnya ditangani di RS Polres Sukabumi. “Laporan pertama kami terima pukul 13.10 WIB. Tim kesehatan langsung turun ke lokasi. Jumlah siswa yang terdampak terus bertambah hingga malam hari,” ungkap Kepala Puskesmas Palabuhanratu, Ade Kartini Tresnawati. Insiden bermula ketika sekitar pukul 11.00 WIB, beberapa siswa mulai mengeluh sakit setelah menyantap menu MBG berisi spageti bumbu ikan laut, nugget, wortel, jagung rebus, dan jeruk. Awalnya hanya enam siswa diobservasi di UKS, sebelum akhirnya dilarikan ke Klinik Polres untuk penanganan lebih lanjut. “Tim Surveilans Dinas Kesehatan dan Puskesmas bergerak cepat melakukan koordinasi, observasi tanda vital, serta pemberian obat, termasuk terapi infus bagi korban,” tambah Ade. Sampel makanan telah diamankan untuk diperiksa lebih lanjut. Pihak terkait kini menelusuri sumber dugaan keracunan untuk mencegah kasus serupa terulang. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Sebuah bengkel kendaraan bermotor di Kampung Ciawitali, RT 026/009, Kelurahan Jampangkulon, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, terbakar pada Rabu (24/9/2025) sekitar pukul 10.45 WIB. Menurut keterangan Kasi Pem Kecamatan Jampangkulon, Rusmaya, kebakaran terjadi saat Ibrahim Afandi sedang melakukan pengelasan besi. ”Percikan api mula-mula mengenai motor dengan tangki bensin bocor, sehingga api cepat merambat dan membakar bengkel,” ujarnya. Pemilik bengkel diketahui bernama Depik Hidayat (46), warga setempat. Peristiwa ini juga disaksikan Rizky (25) dari Kecamatan Surade dan Abom (32) dari Desa Ciparay. Akibat kebakaran, dua unit sepeda motor Honda Beat dan Honda CB – ludes terbakar. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 60 juta. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Petugas telah mendatangi lokasi, menghubungi pemadam kebakaran, serta membuat laporan untuk disampaikan kepada pimpinan. Situasi saat ini dilaporkan aman. Warga sekitar yang mengetahui kejadian sempat berusaha membantu memadamkan api menggunakan alat seadanya sebelum petugas datang. Namun karena api sudah membesar, sebagian warga hanya bisa menyelamatkan barang-barang yang ada di sekitar bengkel agar tidak ikut terbakar. Pihak kecamatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan pekerjaan yang berpotensi memicu percikan api di sekitar bahan mudah terbakar. Edukasi keselamatan kerja disebut penting agar kejadian serupa tidak terulang. Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan pendataan lebih lanjut terkait kerugian dan memastikan tidak ada dampak lanjutan dari kebakaran tersebut. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Hujan deras disertai angin kencang melanda Kampung Ciburial RT 01/01, Desa Babakan Jaya, Kecamatan Parungkuda, Senin (23/9/2025) sore. Sejumlah bangunan rusak parah, termasuk Pesantren Tanwirul Qulub. Atap ruang belajar pesantren terlepas dan terbawa angin. Kitab kuning serta mushaf Alquran berserakan dan basah terendam air hujan. Beruntung, pengasuh pesantren Ustadz Sahroni tidak sedang mengajar sehingga tidak ada korban jiwa. Puluhan rumah warga juga mengalami kerusakan. Atap yang beterbangan menimpa sejumlah bangunan di sekitarnya. “Kerusakannya cukup berat, kami berharap ada bantuan dari pemerintah agar meringankan beban warga,” ujar Ketua RT, Dadeng. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Warga bersama pengurus pesantren kini bergotong royong membersihkan puing-puing dan menyelamatkan kitab yang masih bisa digunakan. Pemerintah daerah diharapkan segera menyalurkan bantuan darurat agar aktivitas warga dan kegiatan belajar mengaji di pesantren bisa kembali berjalan normal. Pemerintah lewat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mengimbau agar warga lebih meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem seperti sekarang ini. (Reno)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Pasar Surade, Kelurahan/Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (17/9/2025) sekira pukul 01.00 WIB alami kebakaran hebat. Sedikitnya 15 kios terdampak. Saat peristiwa terjadi dan para pemiliknya berusaha menyelamatkan barang dagangannya. Akibat kebakaran tersebut pada pedangang ditaksir mengalami sekitar Rp 5 miliar. Satu unit gudang sembako Mandiri Jaya tidak luput dari musibah kebakaran tersebut. Peristiwa itu sempat menimbulkan kepanikan pemilik kios lainnya. Beruntung kobaran api tak merambat ke kios lainnya. Namun sedikitnya 15 kios terdampak, dan para pemiliknya berusaha menyelamatkan barang dagangannya. Empat unit mobil Damkar dari Pos I Palabuhanratu, Pos X Jampangkulon, Pos XI Surade, dan Pos XII Ciemas, yang tiba dilokasi kejadian sekitar pukul 01.15 WIB berhasil memadamkan api. Proses pemadaman berlangsung sekitar 4, 5 jam. Banyaknya material plastik dan barang mudah terbakar menyebabkan proses pendinginan berlangsung lama. Komandan Pos XI Damkar Surade, Widy Sukardi mengatakan, sekitar pukul 01.00 WIB titik api sudah membesar dari dalam gudang Sembako. Sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. ” Kami belum bisa memastikan penyebabnya, ” ujar Widy kepada BIDIK-KASUSNEWS.COM. Dikonfirmasi di lokasi terjadi pemilik gedung sembako, H. Supardi ( 41 ) menuturkan, musibah terjadi pada pukul 20.30 WIB dirinya sempat datang ke gudang sembako untuk memastikan keamanan gudang sembako miliknya. ”Saya rutin setiap malam selalu memeriksa ke sini. Dan listrik di gudang ini setiap malampun selalu saya matikan sebelum pergi ke acara pengajian saya pun sempat datang kesini, ” ujarnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Dua unit rumah milik Pupud dan Iceu Warga Jalan Pemuda Warkop 46 Gang M. Ojo RT 01 RW RW 07 Kelurahan Citamiang Kecamatan Cintamiang Kota Sukabumi ketiban longsor karena curah hujan tinggi. Lurah Citamiang Dorry menjelaskan, TPT yang ambrol yang menimpa rumah milik Pupud Budiman dan Itje Sukminaningrat terjadi pada Rabu (11/9/2025) sekitar pukul 12 siang. Beruntung saat kejadian penghuni rumah sedang tidak ada di tempat. Pasca kejadian, dia langsung bersurat ke dinas dan instansi terkait seperti ke Dinsos, BPBD dan PUTR. Dia menambahkan, koordinasi lintas lembaga untuk mempercepat proses evakuasi material longsor. ”Setelah cek lokasi, saya sampai surat ke sejumlah dinas terkait untuk mempermudah koordinasi. Hari ini semua stakeholder bahu membahu melakukan evakuasi material reruntuhan TPT,” kata dia, Selasa (16/9/2025). Lebih lanjut Dorry mengatakan, tanah TPT yang roboh merupakan milik perorangan. Kedua pihak baik pemilik lahan maupun rumah yang tertimpa longsor sepakat menempuh jalur mediasi. ” Hari itu juga kita melakukan mediasi antara kedua belah pihak. Alhamdulillah semua bisa diselesaikan secara musyawarah dan pemilik tanah bersedia untuk memperbaiki rumah yang terkena bencana,” tuturnya. Senada dengan Dorry Sekretaris RW 07 Sukma mengatakan, kejadian tersebut murni disebabkan faktor alam. Intensitas hujan yang cukup lama ujarnya, diduga menjadi penyebab tembok penahanan tebing itu ambrol. ”Ini murni semata-mata faktor alam. Jadi jangan saling menyalahkan satu sama lain. Sekarang kami bersama unsur pemerintah kelurahan, Forkopimcam bersama Tagana, PUTR dan BPBD fokus mengevakuasi marerial longsor,” kata dia. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Hujan deras yang mengguyur Kota Sukabumi pada Kamis siang (11/9/2025) memicu ambruknya Tembok Penahan Tanah (TPT) di RT 01/07, Gang Ojo, Kelurahan Citamiang, Kecamatan Citamiang. Peristiwa terjadi sekitar pukul 13.20 WIB dan menimpa dua rumah warga. Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Novian Rahmat, menuturkan pemilik lahan, Ibu Ida, mendengar dentuman keras sebelum melihat TPT sepanjang 15 meter, lebar 3 meter, dan tinggi 5 meter roboh. “Material longsoran merusak dinding rumah milik Pupud hingga jebol setinggi 3 meter dengan panjang 5 meter dan menghancurkan sejumlah perabot. Di rumah Gunawan, air dari saluran pembuangan merembes masuk hingga menggenangi ruang tamu dan kamar,” ungkap Novian. BPBD Kota Sukabumi langsung menurunkan regu piket sekitar pukul 13.40 WIB untuk melakukan assesmen di lokasi, mengevakuasi material longsoran, mendata korban terdampak, berkoordinasi dengan aparatur wilayah, serta menyalurkan bantuan darurat berupa terpal dan paket sembako. Novian menjelaskan, penyebab longsor diduga akibat curah hujan yang cukup tinggi, kondisi TPT yang sudah lama mengalami retakan, serta konstruksi tembok yang tidak dilengkapi sloof sehingga mudah roboh. Akibat kejadian ini, dua kepala keluarga terdampak, yaitu keluarga Pupud (2 jiwa) dan keluarga Gunawan (4 jiwa). Nilai kerugian materil masih dalam proses perhitungan tim BPBD. BPBD Kota Sukabumi mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terutama saat hujan deras, mengingat potensi longsor masih mungkin terjadi di kawasan dengan kontur tanah rawan. (Usep)
Bidik-kasusNews.com,Bali Kamis-11-September-2025 Polri melalui Polda Bali menegaskan penanganan pascabencana banjir dan longsor tidak hanya fokus pada evakuasi korban, tetapi juga pemulihan masyarakat yang terdampak. Polri bersama instansi terkait menyalurkan bantuan logistik, mendirikan posko darurat, serta menyiapkan program trauma healing bagi para pengungsi, khususnya anak-anak dan keluarga korban. Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., menyatakan, trauma healing menjadi bagian penting karena bencana tidak hanya menimbulkan kerugian fisik, tetapi juga berdampak pada psikologis warga. Melalui tim psikolog Kepolisian, program pendampingan akan dilakukan berkelanjutan hingga kondisi masyarakat dinilai stabil. Polri berharap langkah ini dapat mempercepat pemulihan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang terdampak. Wartawan Basori
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Kebakaran hebat melanda Kampung Cisalak RT 002/006, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, Kamis (4/9/2025) malam. Dua unit rumah milik warga setempat rata dengan tanah setelah dilalap api sekitar pukul 23.30 WIB. Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Tegalbuleud, Noris, menjelaskan kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dari rumah Een (60). Saat kejadian, rumah tersebut dalam kondisi kosong lantaran pemiliknya sedang sakit dan tinggal bersama anaknya di kampung sebelah. Api kemudian merambat ke rumah semi permanen milik Aisah (45) yang berada persis di sampingnya. “Kobaran api sangat cepat membesar. Dalam waktu singkat, kedua rumah habis terbakar dan tidak ada barang yang bisa diselamatkan,” kata Noris, Jumat (5/9/2025). Warga bersama aparat setempat sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, upaya tersebut tak berhasil karena lokasi cukup jauh dari Pos Pemadam Kebakaran Surade. Akibat kejadian ini, dua kepala keluarga dengan total empat jiwa kehilangan tempat tinggal dan kini mengungsi di rumah kerabatnya. P2BK Tegalbuleud bersama perangkat desa, Tagana, Babinsa, Bhabinmas, Satpol PP, dan relawan telah melakukan assessment di lokasi. “Kebutuhan mendesak saat ini berupa sembako atau makanan siap saji, pakaian, selimut, alas tidur, serta material bangunan,” pungkas Noris. (Dicky)