SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Peristiwa kebakaran menghanguskan satu unit rumah warga di wilayah Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Selasa (17/3/2026) pagi. Insiden terjadi di Kampung Cimahi, RT 003 RW 004, Desa Citanglar, sekitar pukul 07.05 WIB. Bangunan semi permanen seluas kurang lebih 13 x 9 meter milik Idim (73) tidak dapat diselamatkan setelah api dengan cepat membesar dan merusak sebagian besar struktur rumah. Dugaan awal, kebakaran dipicu oleh gangguan instalasi listrik. Salah seorang warga, Ade Priatna, menuturkan bahwa api pertama kali terlihat di bagian atas rumah. Kepulan asap segera disusul kobaran api yang membesar, sehingga warga berinisiatif melakukan pemadaman menggunakan alat seadanya sambil meminta bantuan petugas. Petugas pemadam kebakaran dari Pos Surade tiba di lokasi dan langsung melakukan penanganan bersama unsur TNI-Polri serta masyarakat setempat. Setelah hampir satu jam berjibaku, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.00 WIB. Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp100 juta. Seluruh bagian rumah mengalami kerusakan berat. Usai kejadian, tim gabungan dari Forkopimcam Surade, BPBD, P2BK, pihak PLN, serta pemerintah desa melakukan pendataan dan penanganan awal di lokasi. Korban saat ini diketahui mengungsi sementara ke rumah keluarga terdekat. Petugas juga mengingatkan masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi instalasi listrik guna menghindari kejadian serupa. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,2 mengguncang wilayah Sukabumi dan sekitarnya pada Minggu 15 Maret 2026 sekitar pukul 00.36,13 WIB. Getaran gempa yang berasal dari wilayah laut selatan tersebut sempat dirasakan warga selama beberapa detik. Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyebutkan bahwa pusat gempa berada di laut selatan Sukabumi dengan kedalaman relatif dangkal. Kondisi ini membuat getaran gempa masih terasa di sejumlah wilayah daratan, termasuk sebagian daerah di Bogor dan Jakarta. M. Ikram warga Tegalwangi RT 03 RW 02 Kelurahan Sukakarya Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi, mengaku sempat merasakan guncangan yang berlangsung singkat. “Saya kebetulan masih melek belum tidur. Goncangan lumayan besar dan saya sangat panik. Sementara warga lain sepertinya terlelap tidur,” ujarnya, Minggu (15/3/2026). Meski demikian, hingga laporan ini disusun belum ada informasi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut. BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Warga juga diminta untuk mengikuti perkembangan informasi resmi yang disampaikan melalui kanal resmi BMKG. Secara geologis, wilayah selatan Jawa, termasuk Sukabumi, berada di kawasan pertemuan lempeng aktif atau zona Subduksi Lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Kondisi tersebut menyebabkan kawasan ini cukup sering mengalami aktivitas gempa bumi. Meski magnitudo gempa relatif kecil, BMKG tetap mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan serta selalu siap menghadapi situasi darurat kebencanaan. (Usep)
BIDIK-KASUSNEWS.COM Bandar Lampung, 11 Maret 2026 – Angin kencang yang melanda wilayah Bandar Lampung siang hari tadi mengakibatkan sebuah pohon besar tumbang dan menimpa pagar Gereja HKBP Tanjung Karang di Jalan Nusa Indah, Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Teluk Betung Utara. Beruntung, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.30 WIB itu tidak menimbulkan korban jiwa, meski kerugian material diperkirakan mencapai Rp 2.000.000. Kecepatan respons aparat kewilayahan menjadi kunci utama dalam penanganan musibah ini. Babinsa Kelurahan Sumur Batu, Pelda Enang Kamaludin dari Koramil 410-03/TBU, adalah orang pertama dari unsur TNI yang tiba di lokasi. Dengan sigap, ia langsung memobilisasi tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung dan petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas) setempat untuk melakukan evakuasi. “Begitu menerima laporan dari warga, saya langsung menuju ke TKP. Prioritas utama kami adalah keselamatan warga dan membersihkan material pohon secepat mungkin agar aktivitas di gereja dan lalu lintas di sekitar Jalan Nusa Indah bisa segera pulih,” tegas Pelda Enang saat memimpin jalannya evakuasi. Di bawah komando Babinsa, proses pemotongan batang pohon menggunakan gergaji mesin serta pembersihan ranting-ranting dilakukan dengan gotong royong. Kehadirannya di tengah masyarakat menjadi bukti nyata bahwa TNI selalu siap siaga membantu kesulitan rakyat, termasuk dalam situasi darurat bencana. Sinergi yang solid antara Babinsa, BPBD, dan Linmas ini mendapat apresiasi langsung dari jajaran pemerintah kecamatan. Camat Teluk Betung Utara, Bapak Zolahuddin Al Zamzami, S.Sos., M.M., bersama Lurah Sumur Batu, Bapak Dede Suganda, turun langsung ke lokasi untuk memantau proses evakuasi dan memastikan penanganan berjalan lancar. “Kami bangga dengan kinerja Babinsa yang sangat responsif. Beliau adalah ujung tombak di lapangan yang mampu bergerak cepat dan menggerakkan unsur-unsur lainnya. Ini adalah contoh ideal sinergi kewilayahan antara TNI dan Pemerintah Daerah,” ujar Camat Zolahuddin di lokasi kejadian. Berkat kerja keras dan kekompakan tim yang dipimpin oleh Babinsa, pohon besar yang sempat menutupi sebagian area gereja berhasil dievakuasi. Proses pembersihan rampung pada pukul 15.45 WIB, lebih cepat dari perkiraan awal. Situasi di sekitar Gereja HKBP Tanjung Karang pun kembali kondusif, dan arus lalu lintas di Jalan Nusa Indah berangsur normal. Peristiwa ini kembali menegaskan peran sentral Babinsa sebagai aparat teritorial yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam penanggulangan bencana dan gotong royong di tengah masyarakat. (Agus)
SUKABUMI-BIDIKKASUSNEWS.COM – Suasana pagi yang semula tenang di Kampung Tegalwangi RT 04 RW 02, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi mendadak gempar. Sebuah rumah milik lansia, Atih Atikah (70), ludes dilalap si jago merah, Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. Ironisnya, kebakaran terjadi saat rumah dalam keadaan kosong. Atih tengah mengikuti tadarus Alquran di masjid tak jauh dari kediamannya ketika api mulai berkobar. “Alhamdulillah saya sedang tadarus di masjid saat kejadian,” ujarnya lirih, menahan kesedihan melihat rumahnya porak-poranda. Perempuan lanjut usia itu mengetahui musibah tersebut dari pengumuman melalui pengeras suara masjid. Warga mengabarkan bahwa rumah berukuran sekitar 4×3 meter miliknya terbakar hebat. Bangunan dua lantai itu tak mampu diselamatkan dari amukan api. Lantai pertama yang difungsikan sebagai ruang keluarga dan lantai dua atau loteng yang menjadi kamar anaknya hangus terbakar. Tak hanya bangunan, sejumlah dokumen penting ikut musnah. Surat rumah, KTP, KK hingga kartu BPJS tak tersisa. Kerugian material pun ditaksir cukup besar. Saksi mata di lokasi, Asep, menyebut api pertama kali terlihat dari bagian atap rumah. Ia menduga kebakaran dipicu korsleting listrik, mengingat kondisi atap dan instalasi yang sudah termakan usia. “Api cepat sekali membesar. Lokasinya di gang sempit, jadi warga sempat kesulitan membantu pemadaman,” katanya. Beberapa menit kemudian, tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung berjibaku memadamkan api serta melakukan sterilisasi untuk mencegah kebakaran merembet ke rumah lain. Kanit Binmas Polsek Warudoyong, Iptu Bambang Sujana, mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama dengan rutin memeriksa instalasi listrik. “Periksa kabel dan stop kontak secara berkala. Instalasi listrik juga ada masa pakainya,” tegasnya. Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya di bulan Ramadan, untuk lebih berhati-hati saat memasak sahur dan berbuka agar tidak lalai mematikan kompor setelah digunakan. (Usep)
Indramayu Bidik-kasusnews.com,.Home industry petasan Meledak di Desa Lohbener Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (31/01/2026) malam. Sebuah gudang dan pembuatan petasan meledak hingga menewaskan satu korban jiwa, polisi masih menyelidiki penyebab terjadinya ledakan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Peristiwa meledaknya gudang dan pembuatan petasan ini bermula saat pemilik, sekaligus korban tewas, yakni berinisial Car (35) diduga sedang meracik bahan kimia petasan, seketika ada percikan api dan seketika meledak hingga merusak beberapa bangunan dan menghanguskan bahan baku petasan yang mudah terbakar. Menurut salah satu warga yang enggan menyebutkan identitasnya, peristiwa itu terjadi pada pukul 17.00 WIB. Saat itu, sempat terdengar ledakan cukup keras dan warga setempat di sekitar lokasi kejadian langsung melakukan pemadaman serta evakuasi korban yang mengalami luka bakar 90 persen. Usai kejadian, petugas dari Polsek Jatibarang dan Satuan Reserse Kriminal Polres Indramayu mendatangi TKP langsung memasang garsi polisi, serta mengumpulkan keterangan (Pulbaket) dari sejumlah saksi serta barang bukti berupa bekas ledakan, sisa bahan baku petasan untuk diselidiki lebih lanjut. Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang S.I.K.,M.H.,M.I.K Melalui Kapolsek Jatibarang, Kompol Darli membenarkan terjadinya ledakan, bahkan pihaknya langsung bergerak cepat dengan menetralisir TKP agar menghindari hal yang tidak diinginkan terjadi. Darli juga mengimbau masyarakat agar masyarakat menghentikan sementara aktivitas terlarang tersebut. “Betul kemarin sore ada ledakan, ini masih kita selidiki penyebab pastinya, kita juga imbau agar masyarakat hentikan aktivitas terlarang agar dapat menghindari insiden buruk terulang” ungkap Darli, kepada Awak Media Minggu (1/2/2026). Peristiwa ledakan gudang petasan ini sudah berulang kali terjadi, mengingat beberapa desa di dua Kecamatan yakni di Kecamatan Jatibarang dan Kecamatan Indramayu belum dapat menghentikan produksi kembang api dan petasan, meski pemerintah daerah dan Polisi sudah melakukan imbauan hingga pencegahan. (Asep.R)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, imbau warga untuk mengambil pelajaran dari peristiwa ambruknya atap rumah warga akibat terjangan hujan lebat dan angin kencang. Demikian disampaikannya Kalak BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, saat meninjau peristiwa ambruknya bagian atap rumah warga di Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Jumat (23/1/2026). “Saya mengimbau masyarakat, khususnya pemilik rumah dengan kondisi bangunan lama, agar rutin melakukan pengecekan struktur bangunan,” kata Yoseph. Dia menjelaskan, dalam melakukan penanganan bencana BPBD selalu mengacu pada standar operasional prosedur (SOP). “Dalam proses penanganan bencana, BPBD telah melakukan seluruh prosedur penanganan awal sesuai standar operasional,” ucapnya. Tidak berhenti di situ, guna mengantisipasi bencana susulan, dia pihaknya terus menjalin berkoordinasi dengan unsur kewilayahan guna memastikan kondisi lokasi tetap aman serta memantau potensi risiko lanjutan. Upaya yang telah dilakukan BPBD Kota Sukabumi meliputi penerimaan laporan kejadian, koordinasi dengan aparat setempat, pelaksanaan assessment, serta pelaporan hasil kejadian kepada pimpinan. Unsur yang terlibat di lapangan antara lain BPBD Kota Sukabumi, unsur Kelurahan Karangtengah, Babinsa Kelurahan Karangtengah, PKK, serta partisipasi warga sekitar. Situasi akhir di lokasi kejadian dilaporkan aman, assessment dinyatakan clear, dan BPBD Kota Sukabumi tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan kejadian serupa di wilayah lain. Salah satu faktor pemicu adalah cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir diperparah oleh tingginya intensitas hujan dalam beberapa bulan terakhir. Kejadian bencana non alam tersebut terjadi pada Kamis, 22 Januari 2026 sekitar pukul 04.00 WIB di Jl. Ciseurwuh RT 01 RW 05, Kelurahan Karangtengah. Bagian rumah yang ambruk memiliki luas terdampak kurang lebih panjang 6 meter, lebar 4 meter, dan tinggi sekitar 2,5 meter. Laporan kejadian diterima oleh Pusdalops-PB BPBD Kota Sukabumi pada Jumat, 23 Januari 2026 pukul 08.45 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim BPBD langsung melakukan assessment dan penanganan awal di lokasi kejadian pada pukul 09.45 WIB. Berdasarkan hasil assessment di lapangan, penyebab ambruknya atap rumah disebabkan oleh kondisi bahan bangunan yang telah mengalami pelapukan cukup lama dan diperburuk oleh curah hujan tinggi. Rumah terdampak diketahui milik Adie Syaripudin dengan jumlah penghuni satu kepala keluarga atau tiga jiwa. Dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi. Sedangkan kerugian materiil serta tafsiran tingkat kerusakan hingga saat ini masih dalam proses penghitungan. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dini hari tadi, beberapa orang personel BPBD kota Sukabumi diterjunkan ke lokasi pohon tumbang di Jalan Pemuda RT 05 RW 05, Kelurahan Citamiang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Kamis dini hari, (15/1/2026). Peristiwa tersebut menambah deretan bencana di Kota Sukabumi akibat hujan deras dan angin kencang yang terjadi beberapa hari terakhir. Tumbangnya pohon jenis kersen tersebut sempat mengganggu lalu lintas, karena posisi pohon yang menghalangi laju kendaraan terlebih roda empat. Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, menjelaskan peristiwa pohon tumbang terjadi sekitar pukul 00.00 WIB. Pohon kersen itu berdiameter 30 sentimeter dan tinggi tujuh meter tumbang dan menutup badan jalan menyebabkan lalu lintas terhambat. Yoseph menjelaskan, BPBD Kota Sukabumi menerima laporan dari masyarakat pada pukul 00.58 WIB dan segera mengerahkan personel ke lokasi. Proses asesmen dan penanganan dilakukan mulai pukul 01.10 WIB dengan melibatkan unsur terkait. “Begitu menerima laporan, tim langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pengecekan, asesmen, dan penanganan agar akses jalan dapat segera kembali normal,” ujar Yoseph Sabaruddin. Masih kata dia, dalam penanganan kejadian tersebut, BPBD Kota Sukabumi berkoordinasi dengan PLN Kota Sukabumi serta Babinsa Kelurahan Citamiang. ”Kami berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi pohon berjalan aman dan tidak menimbulkan risiko lanjutan,” tandasnya. Dia juga memastikan saat pohon tumbang tidak ada kendaraan atau warga yang sedang melintas sehingga tidak ada korban jiwa maupun korban terdampak dalam peristiwa tersebut. Kerugian material juga dilaporkan nihil, sementara akses jalan yang sempat terhambat kini telah dapat dilalui kembali oleh kendaraan. Ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi. (Usep)
Cirebon kota Bidik-kasusnews.com,.Polres Cirebon Kota melaksanakan apel pagi personel tingkat Polres yang berlangsung di halaman Mapolres Cirebon Kota, Jalan Veteran Nomor 05, Kota Cirebon, Selasa (06/01/2026) pagi. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si. Apel pagi yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB tersebut diikuti oleh seluruh jajaran personel Polres Cirebon Kota, mulai dari Pejabat Utama (PJU), perwira, bintara hingga ASN Polri. Kegiatan ini merupakan bagian dari rutinitas kedinasan sebagai sarana penyampaian arahan dan evaluasi kinerja personel. Dalam arahannya, Kabag SDM Polres Cirebon Kota KOMPOL Didi Wahyudi Sunansyah, S.H., M.H., menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh personel dalam mengantisipasi potensi bencana banjir, mengingat intensitas curah hujan yang cukup tinggi di wilayah Kota Cirebon dan sekitarnya . Ia juga mengingatkan agar personel yang melaksanakan piket maupun yang telah tersprint untuk tugas tertentu senantiasa siap apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk hadir di tengah masyarakat. Menurutnya, kehadiran polisi sangat dibutuhkan dalam memberikan pelayanan kepolisian, terutama pada situasi darurat. Sementara itu, Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar dalam amanatnya mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel atas pelaksanaan Operasi Lilin Nataru 2025 yang berjalan dengan aman, tertib dan lancar. Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh personel di lapangan. Pada kesempatan tersebut, Kapolres juga menyampaikan ucapan selamat Natal kepada personel Polres Cirebon Kota yang merayakan, serta memberikan apresiasi kepada anggota yang telah mendapatkan kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. AKBP Eko Iskandar menegaskan bahwa memasuki tahun 2026, seluruh personel diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Evaluasi terhadap pelaksanaan tugas di tahun sebelumnya menjadi bahan perbaikan agar pelayanan kepolisian semakin optimal dan profesional. Ia juga menyinggung terkait kondisi cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir, di mana curah hujan tinggi menyebabkan potensi banjir di sejumlah wilayah. Kapolres menyampaikan bahwa dirinya bersama PJU telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi serta memastikan adanya respons cepat dari jajaran Polres dalam memberikan bantuan dan pelayanan kepada masyarakat. Namun demikian, Kapolres tidak menutup mata terhadap adanya laporan masyarakat terkait pelayanan kepolisian yang dinilai kurang responsif. Ia menegaskan bahwa hal tersebut menjadi bahan evaluasi serius agar ke depan tidak terulang kembali dan citra pelayanan Polri dapat semakin baik. “Di tahun baru ini, saya berharap seluruh personel dapat bekerja lebih maksimal, meningkatkan disiplin serta memberikan pelayanan prima kepada masyarakat dengan penuh tanggung jawab,” tegas AKBP Eko Iskandar. Terpisah, Kasi Humas Polres Cirebon Kota menjelaskan bahwa apel pagi merupakan sarana penting untuk memperkuat kedisiplinan personel sekaligus sebagai media penyampaian arahan pimpinan kepada seluruh anggota. Selain itu, apel pagi juga dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas pelayanan kepolisian di lapangan. Menurutnya, Polres Cirebon Kota berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat, sejalan dengan semangat Presisi Polri dalam mewujudkan keamanan dan kenyamanan di wilayah hukum Polres Cirebon Kota. (Asep.R)
Bidik-kasusnews.com,Provinsi Aceh Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung tenda pengungsian korban bencana di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, pada Minggu, 7 Desember 2025. Sesaat setelah tiba, Presiden Prabowo bersama Gubernur Aceh langsung mengecek dapur umum bersama yang dimasak oleh Ibu-Ibu sekitar lokasi pengungsian. Kepala Negara turut mencicipi nasi dan ikan tongkol, menu makan siang yang disiapkan untuk para pengungsi. Kepala negara juga membawakan berbagai bentuk mainan anak-anak sebagai sedikit penghibur bagi generasi muda bangsa tersebut. Pemerintah menegaskan bahwa bantuan tambahan akan terus dikirim dan berbagai langkah pemulihan akan dipercepat hingga seluruh pengungsi dapat kembali ke rumah dengan aman dan layak. Wartawan Basori
JAKARTA, BIDIK-KASUSNEWS.COM — TNI Angkatan Darat memperkuat respons cepat menghadapi bencana alam yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera. Hingga Minggu (30/11/2025), sebanyak 21.707 personel berikut alutsista pendukung telah diterjunkan ke wilayah terdampak banjir bandang, tanah longsor, dan cuaca ekstrem di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dukungan besar ini dikoordinasikan melalui jajaran Kodam dan satuan teritorial untuk memastikan percepatan penanganan darurat, mulai dari evakuasi warga, distribusi logistik, pembangunan dapur lapangan, pemulihan sarana publik, hingga pembukaan akses wilayah terisolasi. Materiel bantuan yang dikirim ke daerah terdampak mencakup obat-obatan, tenda pengungsian, makanan siap saji, perlengkapan sanitasi, LCR, alat penjernih air portable, selimut, tenda serbaguna, hingga alat rigging untuk mengangkat beban berat. Dukungan Tahap Awal dan Lanjutan Kadispenad Kolonel Inf Donny Pramono, S.E., M.Han. menegaskan bahwa pengerahan besar ini merupakan bentuk kehadiran TNI AD di tengah masyarakat. “TNI AD terus memantau perkembangan di tiga wilayah terdampak. Bantuan yang dikirim merupakan tahap awal dan akan ditambah sesuai kebutuhan di lapangan. Prajurit juga membantu evakuasi, pembukaan jalur, serta memastikan distribusi logistik berjalan lancar,” jelasnya. Di Aceh, personel Kodam Iskandar Muda bergerak melakukan evakuasi dan pembersihan material longsor. Kodam XX/TIB di Sumatera Barat memperkuat dukungan alat berat dan posko banjir bandang. Sementara Kodam I/BB fokus pada pemulihan fasilitas umum serta distribusi logistik ke wilayah terisolasi. Pengiriman Logistik Besar-Besaran Lewat Udara dan Laut Bantuan lanjutan diberangkatkan menggunakan pesawat Hercules dan Kapal KRI pada Minggu (30/11/2025), meliputi tenda serbaguna, velbed, genset, kompor lapangan, OBM, alat penjernih air, aki, ban truk, kantong jenazah, hingga perangkat komunikasi Starlink. Pengiriman tambahan melalui KRI pada Senin (1/12/2025) mengangkut mobil Reverse Osmosis, excavator, jembatan Bailey, dan buldoser. Selanjutnya pada Selasa (2/12/2025), Kapal ADRI membawa perlengkapan kesehatan, matras, pakaian layak pakai, perlengkapan bayi dan wanita, alat dapur lapangan, hingga kendaraan taktis Maung. Selain itu, Kepala Staf Angkatan Darat juga memberikan bantuan bahan makanan senilai Rp200 juta untuk Aceh, Rp250 juta untuk Sumatera Utara, dan Rp200 juta untuk Sumatera Barat. Pengerahan Alutsista dan Personel per Wilayah Untuk mendukung mobilitas dan percepatan operasi, TNI AD turut mengerahkan alutsista udara berupa 3 Heli Bell 412, 2 Heli Mi-17, dan 1 Pesawat CASA. Rincian pengerahan per Kodam sebagai berikut: • Kodam IM (Aceh): 6.922 personel, 36 truk, 150 SPM, 9 fiber boat, 10 LCR, serta 2 heli (Mi-17 dan Bell 412). • Kodam I/BB (Sumatera Utara): 7.529 personel, alat berat, dump truck, kendaraan single cabin, 30 SPM, 7 LCR, 4 heli (Mi-17 dan Bell 412 melalui BNPB), serta 1 CASA dan 1 Bell 412 di Lanud Suwondo. • Kodam XX/TIB (Sumatera Barat): 5.731 personel, 39 truk/strada, 7 ambulans, 6 LCR, 1 heli Caracal TNI AU, dan 1 heli Dauphin Basarnas. Operasi Kemanusiaan Berkelanjutan Kadispenad menegaskan bahwa seluruh langkah ini merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang dilakukan secara terpadu bersama pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, Polri, dan unsur terkait lainnya. “Prioritas kami adalah keselamatan warga. Gelombang bantuan berikutnya sudah disiapkan dan akan terus dikirim sesuai perkembangan situasi di lapangan,” tegasnya. TNI AD memastikan akan terus hadir dan bekerja tanpa henti untuk membantu masyarakat di wilayah bencana hingga kondisi pulih sepenuhnya. (Agus)