SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Sebuah bengkel kendaraan bermotor di Kampung Ciawitali, RT 026/009, Kelurahan Jampangkulon, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, terbakar pada Rabu (24/9/2025) sekitar pukul 10.45 WIB. Menurut keterangan Kasi Pem Kecamatan Jampangkulon, Rusmaya, kebakaran terjadi saat Ibrahim Afandi sedang melakukan pengelasan besi. ”Percikan api mula-mula mengenai motor dengan tangki bensin bocor, sehingga api cepat merambat dan membakar bengkel,” ujarnya. Pemilik bengkel diketahui bernama Depik Hidayat (46), warga setempat. Peristiwa ini juga disaksikan Rizky (25) dari Kecamatan Surade dan Abom (32) dari Desa Ciparay. Akibat kebakaran, dua unit sepeda motor Honda Beat dan Honda CB – ludes terbakar. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 60 juta. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Petugas telah mendatangi lokasi, menghubungi pemadam kebakaran, serta membuat laporan untuk disampaikan kepada pimpinan. Situasi saat ini dilaporkan aman. Warga sekitar yang mengetahui kejadian sempat berusaha membantu memadamkan api menggunakan alat seadanya sebelum petugas datang. Namun karena api sudah membesar, sebagian warga hanya bisa menyelamatkan barang-barang yang ada di sekitar bengkel agar tidak ikut terbakar. Pihak kecamatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan pekerjaan yang berpotensi memicu percikan api di sekitar bahan mudah terbakar. Edukasi keselamatan kerja disebut penting agar kejadian serupa tidak terulang. Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan pendataan lebih lanjut terkait kerugian dan memastikan tidak ada dampak lanjutan dari kebakaran tersebut. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Hujan deras disertai angin kencang melanda Kampung Ciburial RT 01/01, Desa Babakan Jaya, Kecamatan Parungkuda, Senin (23/9/2025) sore. Sejumlah bangunan rusak parah, termasuk Pesantren Tanwirul Qulub. Atap ruang belajar pesantren terlepas dan terbawa angin. Kitab kuning serta mushaf Alquran berserakan dan basah terendam air hujan. Beruntung, pengasuh pesantren Ustadz Sahroni tidak sedang mengajar sehingga tidak ada korban jiwa. Puluhan rumah warga juga mengalami kerusakan. Atap yang beterbangan menimpa sejumlah bangunan di sekitarnya. “Kerusakannya cukup berat, kami berharap ada bantuan dari pemerintah agar meringankan beban warga,” ujar Ketua RT, Dadeng. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Warga bersama pengurus pesantren kini bergotong royong membersihkan puing-puing dan menyelamatkan kitab yang masih bisa digunakan. Pemerintah daerah diharapkan segera menyalurkan bantuan darurat agar aktivitas warga dan kegiatan belajar mengaji di pesantren bisa kembali berjalan normal. Pemerintah lewat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mengimbau agar warga lebih meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem seperti sekarang ini. (Reno)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Pasar Surade, Kelurahan/Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (17/9/2025) sekira pukul 01.00 WIB alami kebakaran hebat. Sedikitnya 15 kios terdampak. Saat peristiwa terjadi dan para pemiliknya berusaha menyelamatkan barang dagangannya. Akibat kebakaran tersebut pada pedangang ditaksir mengalami sekitar Rp 5 miliar. Satu unit gudang sembako Mandiri Jaya tidak luput dari musibah kebakaran tersebut. Peristiwa itu sempat menimbulkan kepanikan pemilik kios lainnya. Beruntung kobaran api tak merambat ke kios lainnya. Namun sedikitnya 15 kios terdampak, dan para pemiliknya berusaha menyelamatkan barang dagangannya. Empat unit mobil Damkar dari Pos I Palabuhanratu, Pos X Jampangkulon, Pos XI Surade, dan Pos XII Ciemas, yang tiba dilokasi kejadian sekitar pukul 01.15 WIB berhasil memadamkan api. Proses pemadaman berlangsung sekitar 4, 5 jam. Banyaknya material plastik dan barang mudah terbakar menyebabkan proses pendinginan berlangsung lama. Komandan Pos XI Damkar Surade, Widy Sukardi mengatakan, sekitar pukul 01.00 WIB titik api sudah membesar dari dalam gudang Sembako. Sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. ” Kami belum bisa memastikan penyebabnya, ” ujar Widy kepada BIDIK-KASUSNEWS.COM. Dikonfirmasi di lokasi terjadi pemilik gedung sembako, H. Supardi ( 41 ) menuturkan, musibah terjadi pada pukul 20.30 WIB dirinya sempat datang ke gudang sembako untuk memastikan keamanan gudang sembako miliknya. ”Saya rutin setiap malam selalu memeriksa ke sini. Dan listrik di gudang ini setiap malampun selalu saya matikan sebelum pergi ke acara pengajian saya pun sempat datang kesini, ” ujarnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Dua unit rumah milik Pupud dan Iceu Warga Jalan Pemuda Warkop 46 Gang M. Ojo RT 01 RW RW 07 Kelurahan Citamiang Kecamatan Cintamiang Kota Sukabumi ketiban longsor karena curah hujan tinggi. Lurah Citamiang Dorry menjelaskan, TPT yang ambrol yang menimpa rumah milik Pupud Budiman dan Itje Sukminaningrat terjadi pada Rabu (11/9/2025) sekitar pukul 12 siang. Beruntung saat kejadian penghuni rumah sedang tidak ada di tempat. Pasca kejadian, dia langsung bersurat ke dinas dan instansi terkait seperti ke Dinsos, BPBD dan PUTR. Dia menambahkan, koordinasi lintas lembaga untuk mempercepat proses evakuasi material longsor. ”Setelah cek lokasi, saya sampai surat ke sejumlah dinas terkait untuk mempermudah koordinasi. Hari ini semua stakeholder bahu membahu melakukan evakuasi material reruntuhan TPT,” kata dia, Selasa (16/9/2025). Lebih lanjut Dorry mengatakan, tanah TPT yang roboh merupakan milik perorangan. Kedua pihak baik pemilik lahan maupun rumah yang tertimpa longsor sepakat menempuh jalur mediasi. ” Hari itu juga kita melakukan mediasi antara kedua belah pihak. Alhamdulillah semua bisa diselesaikan secara musyawarah dan pemilik tanah bersedia untuk memperbaiki rumah yang terkena bencana,” tuturnya. Senada dengan Dorry Sekretaris RW 07 Sukma mengatakan, kejadian tersebut murni disebabkan faktor alam. Intensitas hujan yang cukup lama ujarnya, diduga menjadi penyebab tembok penahanan tebing itu ambrol. ”Ini murni semata-mata faktor alam. Jadi jangan saling menyalahkan satu sama lain. Sekarang kami bersama unsur pemerintah kelurahan, Forkopimcam bersama Tagana, PUTR dan BPBD fokus mengevakuasi marerial longsor,” kata dia. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Hujan deras yang mengguyur Kota Sukabumi pada Kamis siang (11/9/2025) memicu ambruknya Tembok Penahan Tanah (TPT) di RT 01/07, Gang Ojo, Kelurahan Citamiang, Kecamatan Citamiang. Peristiwa terjadi sekitar pukul 13.20 WIB dan menimpa dua rumah warga. Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Novian Rahmat, menuturkan pemilik lahan, Ibu Ida, mendengar dentuman keras sebelum melihat TPT sepanjang 15 meter, lebar 3 meter, dan tinggi 5 meter roboh. “Material longsoran merusak dinding rumah milik Pupud hingga jebol setinggi 3 meter dengan panjang 5 meter dan menghancurkan sejumlah perabot. Di rumah Gunawan, air dari saluran pembuangan merembes masuk hingga menggenangi ruang tamu dan kamar,” ungkap Novian. BPBD Kota Sukabumi langsung menurunkan regu piket sekitar pukul 13.40 WIB untuk melakukan assesmen di lokasi, mengevakuasi material longsoran, mendata korban terdampak, berkoordinasi dengan aparatur wilayah, serta menyalurkan bantuan darurat berupa terpal dan paket sembako. Novian menjelaskan, penyebab longsor diduga akibat curah hujan yang cukup tinggi, kondisi TPT yang sudah lama mengalami retakan, serta konstruksi tembok yang tidak dilengkapi sloof sehingga mudah roboh. Akibat kejadian ini, dua kepala keluarga terdampak, yaitu keluarga Pupud (2 jiwa) dan keluarga Gunawan (4 jiwa). Nilai kerugian materil masih dalam proses perhitungan tim BPBD. BPBD Kota Sukabumi mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terutama saat hujan deras, mengingat potensi longsor masih mungkin terjadi di kawasan dengan kontur tanah rawan. (Usep)
Bidik-kasusNews.com,Bali Kamis-11-September-2025 Polri melalui Polda Bali menegaskan penanganan pascabencana banjir dan longsor tidak hanya fokus pada evakuasi korban, tetapi juga pemulihan masyarakat yang terdampak. Polri bersama instansi terkait menyalurkan bantuan logistik, mendirikan posko darurat, serta menyiapkan program trauma healing bagi para pengungsi, khususnya anak-anak dan keluarga korban. Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., menyatakan, trauma healing menjadi bagian penting karena bencana tidak hanya menimbulkan kerugian fisik, tetapi juga berdampak pada psikologis warga. Melalui tim psikolog Kepolisian, program pendampingan akan dilakukan berkelanjutan hingga kondisi masyarakat dinilai stabil. Polri berharap langkah ini dapat mempercepat pemulihan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang terdampak. Wartawan Basori
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Kebakaran hebat melanda Kampung Cisalak RT 002/006, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, Kamis (4/9/2025) malam. Dua unit rumah milik warga setempat rata dengan tanah setelah dilalap api sekitar pukul 23.30 WIB. Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Tegalbuleud, Noris, menjelaskan kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dari rumah Een (60). Saat kejadian, rumah tersebut dalam kondisi kosong lantaran pemiliknya sedang sakit dan tinggal bersama anaknya di kampung sebelah. Api kemudian merambat ke rumah semi permanen milik Aisah (45) yang berada persis di sampingnya. “Kobaran api sangat cepat membesar. Dalam waktu singkat, kedua rumah habis terbakar dan tidak ada barang yang bisa diselamatkan,” kata Noris, Jumat (5/9/2025). Warga bersama aparat setempat sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, upaya tersebut tak berhasil karena lokasi cukup jauh dari Pos Pemadam Kebakaran Surade. Akibat kejadian ini, dua kepala keluarga dengan total empat jiwa kehilangan tempat tinggal dan kini mengungsi di rumah kerabatnya. P2BK Tegalbuleud bersama perangkat desa, Tagana, Babinsa, Bhabinmas, Satpol PP, dan relawan telah melakukan assessment di lokasi. “Kebutuhan mendesak saat ini berupa sembako atau makanan siap saji, pakaian, selimut, alas tidur, serta material bangunan,” pungkas Noris. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Sebuah rumah permanen berukuran 12 x 8 meter di Kampung Cidodo RT 10/03, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, terbakar pada Minggu (24/8/2025) malam. Kebakaran yang sempat membuat panik warga berhasil dipadamkan oleh petugas Damkar Pos V Surade bersama Babinsa, Bhabinmas, dan warga sekitar, sehingga api tidak sempat merembet ke bangunan lain. Petugas Damkar Pos V Surade, Asep Sukarwan, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 20.05 WIB. Beruntung, lokasi rumah berada di tepi jalan sehingga mobilisasi berjalan cepat. “Api bisa segera kita atasi. Selain lokasinya strategis, kekompakan petugas dan warga sangat membantu. Kebetulan di halaman rumah juga ada saluran air, sehingga pemadaman lebih cepat,” ujar Asep di lokasi kejadian. Asep menjelaskan, kebakaran diduga berasal dari tungku yang berada di samping rumah dan apinya belum padam. Rambatan api mengenai material mudah terbakar hingga menjalar ke bangunan utama yang sudah cukup tua. Menurut keterangan warga, rumah tersebut dihuni dua bersaudara, Yuyun (52) dan Uus (70). Saat kejadian, Yuyun sedang berada di rumah, sementara Uus tengah mengikuti pengajian rutin di majelis. “Kemungkinan tadi siang Wak Uus sempat memasak air di tungku. Karena beliau sudah agak pikun, mungkin lupa mematikan api,” kata seorang warga. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Sebuah rumah tinggal milik Rustandi (23), warga Kampung Dangdeur RT 06/ RW 10, Kelurahan Surade, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, ludes dilalap api pada Rabu (20/8/2025) sore. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB ini diduga dipicu korsleting arus pendek listrik. Menurut laporan, api pertama kali terlihat membesar dari bagian atap rumah. Warga yang melihat kejadian itu langsung berteriak meminta pertolongan dan berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun kobaran api terus membesar hingga melahap hampir seluruh bangunan. Kemungkinan besar harta benda milik korban sulit diselamatkan. “Sekitar pukul 16.15 WIB, api baru berhasil dipadamkan oleh petugas Pos Damkar Surade dibantu warga. Kondisi rumah habis terbakar, hanya tersisa dinding tembok saja,” ujar Solih Sunarya, petugas P2BK Kecamatan Surade. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp100 juta. Seluruh isi rumah hangus, termasuk barang-barang berharga milik korban. Unsur pemerintahan Kecamatan Surade yang terdiri dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Tagana, Lurah Surade, P2BK, serta warga sekitar langsung turun ke lokasi membantu pemadaman api dan melakukan pendataan. Ade Budiman dari Tagana Kecamatan Surade menuturkan, pihaknya bersama relawan membantu proses evakuasi dan mendata kebutuhan mendesak korban. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, tapi korban mengalami kerugian besar. Kami masih melakukan asesmen untuk rencana bantuan,” jelasnya. Atas kejadian ini, aparat kecamatan mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap potensi korsleting listrik. Warga juga diingatkan untuk segera melapor ke petugas apabila terjadi kebakaran, agar penanganan bisa lebih cepat dan kerugian dapat diminimalisir. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, akan menerbitkan surat edaran kepada dinas terkait untuk mendorong pengolahan sampah sejak tingkat rumah tangga. Langkah tersebut diambil guna mencegah penumpukan di TPA yang berpotensi menimbulkan bencana. Dimana muaranya kata dia berasal dari sampah rumah tangga. Hal tersebut disampaikan Bobby saat meninjau Kampung Ciseureuh RT 01 RW 01, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, pascabencana, Sabtu malam (9/8/2025). Ia juga menyerahkan bantuan secara simbolis berupa bahan makanan, minuman, serta kebutuhan pokok untuk tujuh hari ke depan. “Atas nama wali kota, saya mengapresiasi warga, RT, RW, lurah, dan camat yang bergotong royong pascabencana. Terima kasih juga kepada anggota dewan yang standby sejak malam kejadian,” ujarnya Minggu (10/8/2025). Bobby turut menyampaikan duka cita mendalam dan salam dari Wali Kota yang sedang bertugas di Makassar. Dia berpesan agar masyarakat menjaga lingkungannya masing-masing terutama sampah. Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Sukabumi, Een Rukmini, menegaskan pihaknya tengah memetakan wilayah terdampak dan kebutuhan masyarakat bersama BPBD, kecamatan, dan Kesra Setda. Bantuan sementara yang telah disalurkan meliputi natura, kasur, selimut, dan beras untuk kebutuhan satu hingga dua hari ke depan. (Usep)