Indramayu,Bidik-kasus.com,. Menandai dimulainya Operasi Ketupat Lodaya 2026, personel Polres Indramayu Polda Jabar mulai menempati pos-pos strategis di sepanjang jalur Pantura. Salah satunya terlihat di titik krusial Pasar Patrol, di mana petugas gabungan melakukan pengaturan lalu lintas (Gatur Lalin) secara intensif, Jumat (13/03/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran arus mudik dini serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polsek Patrol. Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, melalui Ka Pos Pam Pasar Patrol, Kompol H. Saripudin, menyampaikan personel telah diinstruksikan untuk memberikan pelayanan prima sekaligus meningkatkan kewaspadaan. “Ini merupakan hari pertama pelaksanaan Ops Ketupat Lodaya 2026. Kami menekankan kepada seluruh personel untuk waspada terhadap potensi gangguan kamtibmas, mulai dari kejahatan konvensional, aksi premanisme, hingga balap liar yang dapat mengganggu kenyamanan pemudik,” ujar Kompol H. Saripudin. Selain aspek keamanan, petugas juga bersiap mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi yang diprediksi masih mungkin terjadi selama periode libur Lebaran tahun ini. Pengaturan lalu lintas di depan Pasar Patrol menjadi prioritas mengingat area tersebut merupakan titik pertemuan aktivitas warga lokal dan arus kendaraan dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah. “Kami akan terus memberikan pelayanan terbaik agar masyarakat yang melaksanakan mudik maupun libur Lebaran merasa aman dan nyaman saat melintasi wilayah Indramayu,” tambahnya. Pantauan di lokasi menunjukkan personel dengan sigap membantu penyeberangan warga dan mengatur ritme kendaraan guna mencegah terjadinya penumpukan arus. “Situasi di jalur Pantura Patrol pada hari pertama operasi ini terpantau ramai lancar dan kondusif,” kata Kapolsek. Sementara itu, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno kembali mengajak masyarakat untuk terus menjadi mitra Polri dalam menjaga keamanan dan menjaga lingkungan. “Apabila masyarakat menemukan potensi gangguan kamtibmas, kami imbau untuk segera melaporkannya melalui layanan Lapor Pak Polisi – SIAP MAS INDRAMAYU di WhatsApp 0819-9970-0110 atau melalui Call Center Polri 110,” ujar AKP Tarno. (Asep Rusliman)

Cirebon Bidik-kasusnews.com,.Polresta Cirebon menggelar Gerakan Pangan Murah Polri Untuk Indonesia), Jumat (13/3/2026). Kegiatan tersebut bertempat di halaman Mapolresta Cirebon termasuk Jl.Raden Dewi Sartika No.1 Sumber Kab.Cirebon. Kegiatan dilaksanakan melalui sarana zoom meeting dipimpin Wakapolri KOMJEN POL Prof. Dr. DEDY PRASETYO, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., dan diikuti oleh seluruh Polda/Polres/Ta/Tabes jajaran secara virtual di wilayah masing – masing. Dalam kegiatan tersebut dihadiri langsung Kapolresta Cirebon KOMBES POL IMARA UTAMA,S.H.,S.I.K.,M.H., didampingi Wakapolresta Cirebon AKBP EKO MUNARIANTO, S.I.K.,M.H., dan lainnya. Adapun Jenis Kepokmas dan harga dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah Polresta Cirebon tersebut antara lain Beras SPHP Berat 5 kg Harga Rp. 58.000, Minyak Goreng Harga Rp.15.000/Liter, Cabai Merah besar Rp.4.000/ons, Cabai Rawit Merah Rp.5.000/ons, Cabai Rawit Hijau Rp.4.500/ons, Cabai Merah Kriting Rp.3.500/ons, Daging Sapi Harga Rp. 45.000 s.d Rp.125.000/kg, Telur Ayam Harga Rp. 28.500, Bawang Putih Harga Rp. 3.000/ons, dan Bawang Merah Rp. 3.000/ons. Adapun jumlah bahan pokok yang terdistribusi Telur 100 kg, Minyak kita 600 liter, Beras Sphp 8 Ton, Daging Sapi No.1 120 kg, Daging Sapi No. 2 60 Kg, Tulang Iga 50 Kg, Ati Sapi 18 Kg, Baso Kecil 37 Pcs, Baso Besar 37 Pcs, Cabe Rawit Merah 100 Kg, Cabe Merah Keriting 100 Kg, Bawang Merah 100 Kg, Bawang Putih 100 Kg, dan Dengan Total penerima manfaat 1567 orang. “Gerakan Pangan Murah merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap kondisi ekonomi masyarakat, khususnya dalam menghadapi potensi kenaikan harga bahan pokok,” kata Kapolresta Cirebon KOMBES POL IMARA UTAMA,S.H.,S.I.K.,M.H. Ia mengatakan, Program itunhadir sebagai upaya membantu meringankan beban masyarakat, menjaga daya beli, serta mendukung stabilitas harga di pasaran. Selain itu, masyarakat juga diajak untuk memanfaatkan program ini secara positif guna memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. “Melalui Gerakan Pangan Murah ini diharapkan mampu menjadi solusi konkret dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Cirebon,” pungkasnya. (Asep Rusliman)

Majalengka,Bidik-kasusnews.com,.Segera setelah pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2026, Polres Majalengka melanjutkan agenda penting berupa pemusnahan ribuan botol minuman keras (miras) berbagai merk di halaman Mapolres Majalengka pada Kamis (12/3/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., dengan didampingi oleh Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M., Dandim 0617/Majalengka Letkol Inf. Fahmi Guruh Rahayu, S.I.P., M.I.P., serta unsur Forkopimda Kabupaten Majalengka lainnya yang turut hadir dalam rangkaian acara tersebut. Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., melalui Kasat Reserse Narkoba AKP Sigit Purnomo, S.H., menjelaskan bahwa seluruh barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil dari Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Lodaya 2026 yang dilaksanakan secara intensif menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H. Operasi ini menyasar para penjual miras serta jamu tradisional tanpa izin edar yang beroperasi di kios-kios maupun warung di seluruh wilayah Kabupaten Majalengka. Langkah tegas ini diambil untuk meminimalisir gangguan kamtibmas yang kerap dipicu oleh konsumsi alkohol, sekaligus memastikan kekhusyukan masyarakat dalam beribadah di penghujung bulan suci Ramadan. Adapun jumlah total barang bukti yang dimusnahkan mencapai 4.281 botol minuman keras. Jumlah tersebut terdiri dari 4.031 botol miras pabrikan berbagai merk serta 250 botol minuman keras tradisional jenis ciu dan arak. Keberhasilan penyitaan ini merupakan hasil kerja keras kolektif dari Sat Res Narkoba yang menyita 3.120 botol miras pabrikan dan 129 botol ciu, Sat Samapta sebanyak 350 botol miras pabrikan, serta kontribusi Polsek jajaran yang berhasil mengamankan 561 botol miras pabrikan dan 121 botol ciu dari berbagai titik di wilayah hukum Polres Majalengka. Pemusnahan ini menjadi peringatan keras bagi para pelaku peredaran miras ilegal di Majalengka. Secara hukum, para pelaku telah melanggar Pasal 9 Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 06 Tahun 2011 tentang larangan, pengawasan, pengedaran, dan penjualan minuman beralkohol. Pelanggaran tersebut dikategorikan sebagai tindak pidana ringan dengan ancaman hukuman kurungan paling lama tiga bulan atau denda maksimal sebesar Rp5.000.000. Dengan pemusnahan ini, Polres Majalengka menegaskan komitmennya untuk terus memberantas peredaran miras demi mewujudkan situasi daerah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat. (Asep Rusliman)

Kuningan,Bidik-kasusnews.com,.Kepolisian Resor Kuningan menyiapkan berbagai langkah strategis, untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas masyarakat selama arus mudik hingga libur Lebaran 2026. Salah satunya dengan menyiapkan skema rekayasa lalu lintas di sejumlah titik rawan kemacetan, terutama kawasan wisata. Kapolres Kuningan, M Ali Akbar mengatakan, pengamanan akan dilaksanakan melalui Operasi Ketupat Lodaya 2026 dengan melibatkan ratusan personel gabungan. “Pada Operasi Ketupat Lodaya 2026 ini kami dari Polres Kuningan menerjunkan sebanyak 417 personel. Selain itu kami juga akan dibantu oleh personel gabungan dari TNI, Dishub, Satpol PP serta unsur lainnya, dengan dukungan masyarakat agar tetap tertib dalam berlalu lintas,” ujarnya, Kamis (12/3). Untuk mendukung kelancaran arus mudik dan aktivitas masyarakat selama Lebaran, Polres Kuningan juga menyiapkan tujuh pos pengamanan yang terdiri dari pos pelayanan, pos terpadu, serta pos pengamanan di sejumlah titik keramaian dan wilayah yang dianggap rawan. Selain penjagaan di pos-pos tersebut, patroli rutin juga akan ditingkatkan, terutama di kawasan yang diprediksi mengalami lonjakan aktivitas masyarakat seperti pusat perbelanjaan menjelang hari raya hingga destinasi wisata setelah Lebaran. Menurut AKBP M Ali Akbar, kepadatan lalu lintas diperkirakan juga terjadi di kawasan wisata unggulan Kuningan, salah satunya di kawasan Palutungan. Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas apabila terjadi kepadatan kendaraan. “Untuk lalu lintas sendiri, rekayasa jalur akan kami lakukan dengan melihat situasi dan perkembangan di lapangan. Kami sudah menyiapkan planning B, yakni rekayasa lalu lintas apabila terjadi kemacetan, khususnya di wilayah pariwisata seperti Palutungan. Jika terjadi kepadatan arus dari bawah, kami bisa menerapkan sistem one way,”jelasnya. Lebih lanjut ia menambahkan, berdasarkan prediksi dari Kementerian Perhubungan sebagaimana disampaikan dalam amanat Kapolri, jumlah pemudik pada tahun 2026 diperkirakan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, Polres Kuningan tetap menyiapkan langkah antisipasi secara maksimal agar arus lalu lintas selama periode mudik hingga libur Lebaran tetap aman, lancar, dan kondusif. (Asep Rusliman)

Cirebon,Bidik-kasusnews.com,.Polresta Cirebon menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat KETUPAT LODAYA 2026 dalam rangka Pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H Tahun 2026, Kamis (12/3/2026). Kegiatan tersebut bertempat di Lapangan Stadion Ranggajati, Kec. Sumber, Kab. Cirebon. Apel tersebut dipimpin Bupati Cirebon Drs. H. IMRON ROSYADI, M.Ag., didampingi Kapolresta Cirebon KOMBES POL IMARA UTAMA, S.H., S.I.K., M.H., Dandim 0620 Kab. Cirebon LETKOL INF NIZAR BACHTIAR, S.H., M.I.P., dan Wakapolresta Cirebon AKBP EKO MUNARIANTO, S.I.K.,M.H., serta dihadiri unsur Forkopimda Kab. Cirebon. Kegiatan tersebut disertai pengecekan kelengkapan perorangan Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang meliputi tas/ransel, baju PDL twotone, kaos Polisi, senter Lantas, borgol, jas hujan, HT/Alkom, peluit, alat tulis, buku saku/catatan, sepatu PDL, kopel, rompi, field cap/baret, perlengkapan mandi, bekal kesehatan, serta underwear. “Pada pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di wilayah hukum Polresta Cirebon, telah didirikan sejumlah pos yang tersebar di berbagai titik, terdiri dari 11 Pos Pengamanan (Pos Pam), 3 Pos Pelayanan (Pos Yan), 1 Pos Terpadu, dan 1 Posko Utama. Keberadaan pos-pos tersebut diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik serta rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” kata Kapolresta Cirebon KOMBES POL IMARA UTAMA, S.H., S.I.K., M.H. Ia mengatakan, dukungan respon cepat terhadap berbagai situasi di lapangan juga menjadi bagian penting dalam pelayanan Operasi Ketupat. Dalam hal ini, layanan Kepolisian 110 dan Pelayanan Informasi serta pengaduan Polresta Cirebon di nomor WhatsApp 08112497497, diharapkan dapat menjadi sarana utama dalam menerima laporan serta permintaan bantuan masyarakat, untuk ditindaklanjuti secara cepat, tepat dan tuntas. “Operasi Ketupat Lodaya 2026 di gelar Selama 13 Hari dimulai dari tanggal 12 Maret 2026 – 25 Maret 2026. Kami berharap, seluruh personel dapat memberikan pelayanan maksimal dan rasa aman serta nyaman kepada masyarakat yang melaksanakan mudik,” ujarnya. (Asep Rusliman)

Cirebon,Bidik-kasusnews.com,.Polresta Cirebon memusnahkan ribuan barang bukti minuman keras (miras) dan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis hasil Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dan Operasi Pekat menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 serta pengamanan perayaan Idul Fitri 1447 H. Kegiatan pemusnahan tersebut dilaksanakan pada Kamis (12/3/2026) di Lapangan Stadion Ranggajati Sumber, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag., Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K., M.H., Dandim 0620/Kabupaten Cirebon Letkol Inf. Nizar Bachtiar, S.H., M.IP., Ketua MUI Kabupaten Cirebon KH. Zam Zami Amien, perwakilan Kejaksaan Negeri Sumber, perwakilan Pengadilan Negeri Sumber, para pejabat utama Polresta Cirebon, para Kapolsek jajaran, unsur perangkat daerah Kabupaten Cirebon, serta awak media. Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama mengatakan, pemusnahan barang bukti tersebut merupakan hasil penindakan dari Operasi Pekat dan KRYD yang dilaksanakan sejak Januari hingga Maret 2026. Pemusnahan dilakukan berdasarkan keputusan Pengadilan Negeri Sumber. “Pemusnahan barang bukti ini merupakan hasil dari Operasi Pekat yang dilaksanakan sejak Januari hingga Maret 2026. Seluruh barang bukti dimusnahkan berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Sumber sebagai bentuk komitmen kami dalam memberantas peredaran miras serta penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis di wilayah hukum Polresta Cirebon,” ujar Kapolresta Cirebon. Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Polresta Cirebon untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif selama bulan suci Ramadhan hingga menjelang perayaan Idul Fitri. “Kami ingin memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman, nyaman, dan khusyuk tanpa gangguan dari peredaran miras maupun penggunaan knalpot brong yang meresahkan masyarakat,” katanya. Sementara itu, Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag., mengapresiasi langkah Polresta Cirebon dalam memberantas peredaran minuman keras dan knalpot brong yang dinilai sering menimbulkan gangguan ketertiban masyarakat. Ia menilai masih banyak permasalahan sosial yang dipicu oleh konsumsi minuman keras sehingga diperlukan upaya bersama untuk menekan peredarannya. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Polresta Cirebon yang telah bekerja keras melakukan razia miras dan knalpot brong. Diharapkan upaya ini dapat menekan peredarannya sehingga situasi di Kabupaten Cirebon tetap aman dan kondusif,” ujarnya. Dalam kegiatan tersebut, barang bukti yang dimusnahkan di antaranya minuman keras pabrikan berbagai merek sebanyak 2.673 botol, minuman keras tradisional jenis ciu sebanyak 7.010 botol, minuman keras tradisional jenis tuak sebanyak 469 liter, serta knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis sebanyak 2.633 buah. Seluruh barang bukti tersebut merupakan hasil penindakan Polresta Cirebon dan jajaran dalam pelaksanaan KRYD serta Operasi Pekat yang digelar untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 dan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H di wilayah hukum Polresta Cirebon. (Asep Rusliman)

Indramayu,Bidik-kasusnews.com,.Satu tahun sudah Lucky Hakim menakhodai Kabupaten Indramayu sejak dilantik pada 20 Februari 2025. Mengusung visi Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong), periode pertama kepemimpinan Bupati Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin ditandai dengan gerak cepat melalui 14 Program Percepatan. Program-program ini dirancang bukan sekadar sebagai slogan, melainkan instrumen konkret untuk menjawab jeritan masyarakat di akar rumput. Menanam Nilai Religius melalui Indramayu Mengaji dan Berzakat Di bawah komando Lucky Hakim, aspek spiritualitas menjadi fondasi pembangunan. Melalui program Indramayu Mengaji, Pemkab menggalakkan kegiatan Hafidz Quran, Khataman 30 Juz, hingga pembangunan Rumah Tahfidz. Tak hanya itu, program Indramayu Berzakat yang diinisiasi hanya sebulan setelah menjabat, kini telah membuahkan hasil nyata. Dana zakat yang terkumpul disalurkan secara transparan untuk bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan beasiswa pendidikan bagi keluarga tidak mampu. Revolusi Pendidikan dan Kesehatan: Investasi Sumber Daya Manusia. Sektor pendidikan mendapatkan nafas baru melalui Indramayu Belajar. Kehadiran “Sekolah Rakyat” dan program “Sanggar Seni Masuk Sekolah (SSMS)” bertujuan menyeimbangkan kemampuan akademik dengan pelestarian budaya lokal. Di sisi kesehatan, terobosan besar dilakukan dengan rencana pengaktifan kembali eks bangunan RS Reysa di Cikedung Lor menjadi RSUD. Langkah ini diambil untuk memecah konsentrasi pasien di pusat kota dan mendekatkan layanan kesehatan kepada warga di wilayah Indramayu Barat. Selain itu, optimalisasi layanan BPJS, penurunan angka stunting, dan cek kesehatan gratis menjadi agenda rutin yang menyentuh ribuan warga. Sektor Agraria: Upaya Mewujudkan Petani Sejahtera Sebagai lumbung pangan nasional, Lucky Hakim memberikan perhatian khusus pada stabilitas harga gabah. Pemkab membangun 31 demplot pertanian di seluruh kecamatan sebagai pusat edukasi dan percontohan. Menariknya, pendekatan alami juga ditempuh dengan pelepasan predator alami seperti ular dan burung hantu untuk membasmi hama tikus, didukung dengan penguatan Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk melindungi petani dari gagal panen. “Jalan Mulus dan Aman”: Menjawab Keluhan Infrastruktur Infrastruktur jalan yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat mulai menunjukkan perubahan signifikan. Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tahun 2025, realisasi perbaikan mencakup: •Pemeliharaan Rutin: 74 ruas jalan sepanjang 270 kilometer. •Rekonstruksi Jalan: 32 ruas jalan kabupaten sepanjang 28 kilometer. •Rehabilitasi Jalan Desa: 349 titik sepanjang 75 kilometer. Beberapa proyek strategis seperti jalan beton sepanjang 2,6 km di Situraja–Kiarapayung dan perbaikan ruas jalan Pondoh telah rampung, memberikan dampak langsung pada kelancaran ekonomi warga. Transformasi Digital dan Respons Cepat “Wong Reang Wadul” Di era keterbukaan informasi, Lucky Hakim meluncurkan Super Apps Wong Reang dan kanal aduan Wong Reang Wadul. Komitmen ini bukan sekadar formalitas; data Diskominfo menunjukkan bahwa dalam 100 hari pertama, dari 929 aduan yang masuk, sebanyak 871 aduan (93 persen) berhasil diselesaikan oleh perangkat daerah terkait. Transparansi ini dibarengi dengan reformasi birokrasi, termasuk penandatanganan 1.000 izin usaha secara cepat dan pengisian kekosongan jabatan direksi di BUMD (PT. BWI dan Perumda Tirta Darma Ayu) melalui seleksi terbuka untuk memastikan profesionalisme. Pembangunan Berbasis Kepedulian Sosial dan Lingkungan Program “REANG EMAN NING SEMA” (Sayangi Ibu) hadir sebagai sentuhan humanis kepemimpinan Lucky Hakim. Program ini melibatkan ASN sebagai pendamping lansia, memastikan tidak ada orang tua yang terabaikan di Indramayu. Di bidang lingkungan dan pemukiman, Pemkab telah membangun: 1.SPAM (Sumur Bor): Di 16 desa untuk akses air bersih. 2.SPALD (MCK): 184 unit di 9 desa untuk sanitasi layak. 3.Normalisasi Sungai: Pengerukan di 13 muara sungai untuk mencegah banjir dan membantu akses nelayan. Tantangan Menuju Tahun Kedua, Satu (Asep Rusliman)

KOTA CIREBON,Bidik-kasusnews.com,. (Kamis, 12/3/2026), – Setelah lama terbengkalai dan tidak dapat digunakan oleh masyarakat, Jembatan Gantung Kriyan kini kembali beroperasi. Jembatan tersebut resmi diresmikan pada Senin (9/3/2026) dan diberi nama Jembatan Gantung Perintis Garuda, sebagai simbol kebangkitan konektivitas antarwilayah serta semangat pembangunan infrastruktur untuk masyarakat.

Cirebon,Bidik-kasusnews.com,.Dalam rangka memastikan kesiapan angkutan umum menjelang arus mudik Lebaran Tahun 2026 / Idul Fitri 1447 H, Danramil 1402/Harjamukti Kapten Sugeng R dalam hal ini mewakili Dandim 0614/Kota Cirebon melaksanakan kegiatan Ramp Check (Ramcheck) kendaraan angkutan umum penumpang di Terminal Harjamukti Kota Cirebon. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kelayakan operasional kendaraan angkutan umum yang akan digunakan masyarakat selama masa mudik dan balik Lebaran, sehingga dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi para penumpang. Ramcheck tersebut dihadiri oleh Wali Kota Cirebon, Kapolres Cirebon Kota, Drs. Andy Armawan selaku Kepala Dinas Perhubungan Kota Cirebon, serta sejumlah perwakilan dari instansi terkait lainnya. Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan terhadap berbagai aspek kendaraan, mulai dari kondisi teknis kendaraan, kelengkapan administrasi, hingga kesiapan pengemudi. Pemeriksaan ini meliputi kondisi rem, lampu, ban, wiper, sabuk keselamatan, serta dokumen kendaraan dan surat izin operasional. Dandim 0614/Kota Cirebon melalui Danramil 1402/Harjamukti Kapten Sugeng R menyampaikan bahwa kegiatan Ramcheck ini merupakan bentuk sinergitas antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan instansi terkait dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi arus mudik Lebaran. “Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kendaraan angkutan umum yang beroperasi benar-benar dalam kondisi layak jalan sehingga dapat meminimalisir potensi terjadinya kecelakaan serta memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang akan melaksanakan mudik,” ujarnya. Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh kendaraan angkutan umum yang beroperasi selama masa angkutan Lebaran dapat memenuhi standar keselamatan, sehingga perjalanan masyarakat dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. (Asep Rusliman)

Majalengka,Bidik-kasusnews.com,.Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0617/Majalengka resmi ditutup. Upacara penutupan yang menandai selesainya pembangunan lintas sektoral tersebut digelar di Lapangan Sepak Bola Desa Sindangwangi, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, pada Rabu (11/3/2026) Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., melalui Kabag Log Polres Majalengka Kompol Endoy Sahru, S.Sos., M.M., hadir mewakili pimpinan Polri di daerah tersebut sebagai bentuk dukungan nyata atas terciptanya akselerasi pembangunan di wilayah pedesaan melalui kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kegiatan diawali dengan ramah tamah serta pemaparan hasil capaian pembangunan program TMMD di Kantor Pemerintahan Desa Sindangwangi. Setelah itu, rangkaian dilanjutkan dengan upacara yang dipimpin langsung oleh Danrem 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf. Hista Soleh Harahap, S.I.P., M.I.P., selaku Inspektur Upacara. Dalam pelaksanaannya, upacara turut dihadiri oleh Wakil Bupati Majalengka Dena Muhamad Ramdhan, Dandim 0617/Majalengka Letkol Inf. Fahmi Guruh Rahayu, S.I.P., M.I.P., Ketua DPRD Kabupaten Majalengka H. Didi Supriadi, S.H., serta jajaran Forkopimda dan tamu undangan lainnya. Kehadiran berbagai elemen ini menegaskan komitmen bersama dalam memajukan infrastruktur dan kesejahteraan warga Desa Sindangwangi. Peserta upacara terdiri dari gabungan personel lintas instansi, mulai dari jajaran Kodim jajaran Korem 063/SGJ, Yonif 321/GT, Lanud S. Sukani, hingga satu pleton Sat Samapta Polres Majalengka. Selain itu, unsur Dishub, Satpol PP, Tagana, Pramuka, serta pelajar SMK Karnas Sindangwangi turut berbaris rapi mengikuti jalannya upacara yang berlangsung khidmat. Penutupan TMMD ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol keberhasilan gotong royong dalam membangun sarana fisik dan non-fisik bagi masyarakat. Melalui program ini, diharapkan kemitraan antara Polri, TNI, dan instansi terkait semakin erat guna menjaga stabilitas keamanan serta mendukung roda pembangunan di Kabupaten Majalengka tetap berjalan optimal. (Asep Rusliman(