Cirebon Bidik-kasusnews.com,. Polemik dalam media sosial terkait ada pemberitaan yang terbit pada hari Rabu, 21/1 oleh media Bidik-kasusnews.com, judul “Nobar CYBER BULLYING diduga ajang pungli SMPN 2 Sumber pungut 50rb/siswa” Mendapat reaksi cepat dari pihak sekolah dan langsung menghubungi Masto entah apa poksi nya dengan SMPN 2 Sumber. Masto menghubungi awak media yang memberitakan SMPN 2 Sumber di hari esok nya agar bisa bertemu dan ngobrol bersama, tanpa ada maksud lain awak media bertiga menemuinya . Kamis, 22/1/2026. Masto yang datang mempertanyakan adanya berita SMPN 2 Sumber yang di muat media Bidik-kasusnews.com kenapa wartawan hanya itu itu lagi, ketegang berseteru ketika menanyakan dasar undangan yang menjadi acuan pemberitaan, jelas awak media merasa keberatan karena foksi sebagai apa dan himbau Nobar di kirim melalui wa group masing masing wali murid. Dalam obrolannya Masto mengungkapkan pesan jika ada temuan di SMPN 2 Sumber tolong di bicarakan dengan dirinya untuk di fasilitasi dan wartawan nya jangan itu lagi itu lagi karena wartawan Asep sudah berapa kali menyikapi SMPN 2 Sumber ini sehingga dirinya merasa tidak enak sebagai sesama wartawan tidak bisai persoalan soudara nya. Ucap Masto Lanjut, dari mengaku sebagai soudara kepsek SMPN 2 Sumber sampai teman dekat sejak kecil, minta tolong kepada wartawan boleh menyikapi kepsek lain, asal kan jangan kepsek SMPN 2 Sumber saja (ada apa) dan bukan gak boleh silakan jika ada temuan main cantik dengan ganti wartawannya jangan Asep agar diri dalam mediasi tetep di anggap soudara oleh kepsek. Hal ini tidak hanya sampai di sini awak media menemui Kabid PLT SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon “Zen” obrol terkaitan berita Nobar, dan Kabid pun memanggil kepsek SMPN 2 Sumber agar bisa duduk bersama dan persoalan salah paham bisa di selesaikan dengan kepal dinginj, masing masing baik dari kepsek maupun media menyampaikan hal hal dalam obrolan bahwa SMPN 2 Sumber mengirim pemberitahuan Nobar “Sehubungan dengan sedikitnya siswa yg berminat dalam kegiatan nonton maka nonton sementara dipending atau tdk jadi sabtu besok bagi ank yg sdh menitipkan uang akan dikembalikan hari ini. hingga menemui titik Adem dan karena ada tamu DPRD kepsek pamit minta awak media datang ke SMPN 2 Sumber di tunggu. Mendapat tawar itu awak media menjumpai kepek di ruangannya, dalam ruangan kepsek tidak banyak berkata hanya satu kata kami akan melayangkan sanggahan ke media lain, sempat kami menawarkan agar sanggahan kami yang buat kembali karena berita awal nya dari kami, kepsek menolak dan muncul Masto sebelum di TLP sudah datang. Ujar kepsek. Hal itu benar ada berita sanggah terbit di salah satu media online “AKJII Sesalkan Tiket Nobar Film “CYBER BULLYING” Di SMPN2 Di Beritakan Sebagai Dugaan Pungli”. Ada apa dengan kepsek SMPN 2 Sumber yang adanya dugaan pungli namun di buat sanggah. Di tempat terpisah ketua GPAB kabupaten Cirebon M. Maulana sangat menyayangkan ada debat kusir antara media yang satu menemukan ada temuan temuan pungli bukan hanya terkait Nobar tapi di sisi lain malah terkesan membek up karena soudara hingga teman sejak kecil, jelas hal ini sangat di sayangkan kenapa harus terjadi bahkan menurut ucapan media mengatakan hal ini sudah di obrolkan dengan baik, memas karena ada pemberitahuan sanggahan yang di duga sanggah terkesan membela dan membenarkan kepala sekolah. (Asep.R)
Kuningan Bidik-kasusnews.com,. Kepala Bidang (Kabid) SD baru di Kabupaten Kuningan Surya ,S.Pd.M.M.diharapkan dapat mengatasi peredaran Lembar Kerja Siswa (LKS) yang sering disalahgunakan sebagai bahan ajar. LKS seharusnya digunakan sebagai alat bantu pembelajaran, bukan sebagai pengganti buku teks Peran LKS dalam Pembelajaran: Bahan Ajar Pendukung: LKS dapat membantu siswa memahami materi pelajaran dengan lebih baik Alat Evaluasi: LKS dapat digunakan sebagai alat evaluasi untuk mengukur kemampuan siswa. Pengembangan Keterampilan: LKS dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan analitis Namun, peredaran LKS yang tidak terkontrol dapat menyebabkan beberapa masalah, seperti: Ketergantungan pada LKS: Siswa mungkin terlalu bergantung pada LKS dan tidak mengembangkan kemampuan berpikir kritis Kualitas LKS yang Buruk : LKS yang tidak berkualitas dapat memberikan informasi yang salah atau tidak akurat Untuk mengatasi masalah ini, Kabid SD baru diharapkan dapat: Mengawasi Penggunaan LKS : Mengawasi penggunaan LKS di sekolah-sekolah,Menyediakan Alternatif Bahan Ajar : Menyediakan alternatif bahan ajar yang lebih berkualitas. Meningkatkan Kualitas Guru_: Meningkatkan kualitas guru dalam mengembangkan bahan ajar Dengan demikian, diharapkan Kabid SD baru dapat mengatasi peredaran LKS yang tidak terkontrol dan meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Kuningan. (Asep.R)
Kuningan Bidik-kasusnews.com,.Komandan Kodim 0615/Kuningan Letkol Arh Hafda Prima Agung, S.I.P., M.Sc., M.Si., memberikan materi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada peserta Retret Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari 2026, pukul 14.00–15.00 WIB bertempat di Bumi Perkemahan Pasir Batang, Desa Karangsari, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan dr. Edi Martono, M.A.R.S., Pasi Ops Kodim 0615/Kuningan Kapten Kav Sutardi, serta 57 peserta yang merupakan Kepala UPTD Puskesmas se-Kabupaten Kuningan. Retret ini menjadi momentum pembinaan karakter bagi para pimpinan Puskesmas agar tampil sebagai pemimpin yang berwibawa, berintegritas, dan mampu menjadi teladan bagi jajarannya. Dalam penyampaian materinya, Dandim 0615/Kuningan menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah derasnya arus informasi dan potensi hasutan yang dapat memecah belah masyarakat. Ia mengutip pernyataan Bung Karno tentang beratnya perjuangan generasi saat ini yang harus menghadapi tantangan dari dalam bangsa sendiri, sehingga aparatur negara dituntut untuk memiliki sikap nasionalisme yang kuat. Letkol Hafda Prima Agung juga mengulas kondisi global yang penuh ketidakpastian, di mana konflik dan intervensi antarnegara masih menjadi ancaman nyata. Menurutnya, Indonesia sebagai negara yang kaya sumber daya alam harus mampu mempertahankan kedaulatan dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Oleh karena itu, kesiapsiagaan nasional, termasuk dalam hal ketahanan pangan, menjadi aspek yang sangat vital. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa meskipun semua pihak berharap tidak terjadi perang, namun bangsa ini harus selalu siap menghadapi berbagai kemungkinan. Ketahanan logistik dan pangan merupakan salah satu faktor penentu dalam menjaga keberlangsungan negara. Dalam konteks tersebut, ia juga menjelaskan peran TNI dalam mendukung percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai arahan Presiden RI, selama tetap berada dalam koridor Undang-Undang Dasar 1945. Pada kesempatan itu, Dandim 0615/Kuningan juga mengingatkan kembali Empat Pilar Kebangsaan yang harus menjadi pegangan setiap aparatur negara, yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat, termasuk di bidang kesehatan. Kegiatan pembukaan Retret Kepala UPTD Puskesmas se-Kabupaten Kuningan Tahun 2026 ini bertujuan membentuk karakter pemimpin tingkat Puskesmas agar lebih tangguh, berwibawa, dan mampu menjadi contoh positif bagi bawahannya. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. (Asep.R)
Cirebon Bidik-kasusnews.com,.Suasana penuh semangat dan kebersamaan tampak jelas saat ratusan iring-iringan anggota Organisasi Pemuda Pancasila menyambut kehadiran Suganda, calon Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Cirebon, di Sekretariat Organisasi Pemuda Pancasila (Gorda), Kabupaten Cirebon. Kehadiran Suganda disambut meriah dengan yel-yel khas organisasi, “Pancasila… Abadi! Merdeka! Merdeka!”, yang menggema dan mencerminkan soliditas serta semangat persatuan kader Pemuda Pancasila dalam mengawal proses organisasi. Dalam kesempatan tersebut, Suganda menjalani proses verifikasi pendaftaran sebagai calon Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Cirebon dengan menyerahkan serta melengkapi seluruh data dan berkas administrasi yang telah ditentukan oleh panitia pemilihan. Usai mengikuti tahapan verifikasi, Suganda secara khusus memohon doa restu kepada Bunda Rosita, istri dari almarhum R. Suma, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Cirebon terdahulu. Dalam suasana penuh haru, Suganda menyampaikan harapannya agar seluruh rangkaian pemilihan dapat berjalan dengan aman, damai, dan kondusif, serta dirinya siap melanjutkan nilai-nilai perjuangan almarhum R. Suma demi kemajuan organisasi. “Nak Ganda, Bunda berpesan agar organisasi Pemuda Pancasila terus berkembang dan semakin maju ke depannya,” tutur Bunda Rosita kepada Suganda. Menanggapi pesan tersebut, Suganda menunjukkan sikap kebesaran jiwa dan semangat persaudaraan dalam berorganisasi. Ia menegaskan bahwa seluruh calon Ketua MPC layak mendapatkan dukungan yang sama. “Bunda, dukung kami semua yang mencalonkan diri. Jangan hanya saya, tetapi calon Ketua MPC lainnya juga. Biarlah Allah SWT yang menentukan siapa yang terbaik untuk memimpin Pemuda Pancasila Kabupaten Cirebon ke depan,” tegas Suganda. Setelah memohon doa restu, Suganda melanjutkan agenda dengan berziarah ke makam R. Suma (Alm) untuk mendoakan serta mengenang jasa-jasa beliau yang selama ini dikenal sebagai guru, orang tua, pembimbing, kakak, bahkan sahabat bagi banyak kader Pemuda Pancasila. Ketua Panitia Pemilihan MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Cirebon, Dodik, menyampaikan bahwa proses verifikasi pendaftaran Suganda telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan mekanisme organisasi. “Alhamdulillah, calon Ketua MPC Bapak Suganda telah melengkapi dan memverifikasi data diri serta persyaratan administrasi. Seperti yang selalu kami sampaikan, kondusifitas menjadi hal utama karena kita semua satu organisasi dan bersaudara,” ujar Dodik. Lebih lanjut, Dodik menegaskan bahwa pelaksanaan pemilihan Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Cirebon dijadwalkan pada tanggal 29 Januari 2026, bertempat di Gedung PGRI Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Dengan rampungnya proses verifikasi pendaftaran tersebut, Suganda resmi dinyatakan mengikuti tahapan selanjutnya dalam kontestasi pemilihan Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Cirebon, dengan semangat persatuan dan komitmen membangun organisasi ke arah yang lebih baik. (Asep.R)
Cirebon Bidik-kasusnews.com,. Sejumlah orangtua siswa MTsN 2 Cirebon, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, mengeluhkan kegiatan Study Tour Ziarah yang laksanakan pihak sekolah pada 21–22 Januari 2026. Mereka menilai biaya yang ditetapkan terlalu memberatkan, terutama di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sedang sulit. Salah satu orangtua siswa yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kegiatan tersebut memang bukan hal baru. Sebelumnya, sekolah juga rutin menggelar kegiatan serupa dengan nama wisata religi. “Dulu namanya wisata religi, sekarang diganti jadi Ziarah+With Us, Tapi intinya sama saja. Bedanya hanya di nama,” ujarnya orang tua murid. Rabu, 21/1/2026. Saat mengantar anaknya terpaksa berangkat Study Tour Ziarah Menurutnya, meski pihak sekolah menyebut kegiatan itu sudah dibahas melalui musyawarah, namun penetapan biaya sebesar Rp600 ribu dilakukan tanpa persetujuan orangtua siswa. “Biayanya langsung ditetapkan. Kami tidak ikut musyawarah soal besarannya. Rp600 ribu itu besar “Cekik leher” bagi kami masyarakat kecil, apalagi rata-rata orangtua murid di sini Buruh Tani. Belum lagi uang jajan anak, bisa habis lebih dari satu juta,” katanya. Ia menyebut banyak orangtua yang sebenarnya keberatan, namun memilih diam karena khawatir berdampak pada anak mereka di sekolah. “Kami setuju kegiatan keagamaan, tapi jangan memberatkan. Kalau bisa ada keringanan atau alternatif lain,” ujar satu wali murid MtsN 2 Cirebon. Ziarah+ MTsN 2 Cirebon 2026. Berdasarkan hasil Polling orang tua kelas 8 MTsN 2 Cirebon, sebagian besar menyetujui pelaksanaan kegiatan Ziaroh+ MTsN 2 Cirebon yang diperuntukan “Kelas VIII MTsN 2 Cirebon” Kegiatan Ziaroh+, in syaa Allah akan dilaksanakan pada: 📅 Tanggal: 21 – 22 Januari 2026 ⏰ Pukul: 14.00 – selesai 📍 Tempat: Cirebon – Demak – The Jogja 💡 Fasilitas: ✅ Bus Pariwisata ✅ Kaos ✅ Snek ✅ Makan ✅ P3K 🏛️Lokasi Ziaroh+ : ✅. Maqbaro KH. Amin Sepuh ✅. Maqbaro KH. Hanan ✅. Maqbaro Sunan Gunung jati ✅. Maqbaro Sunan kali jaga ✅. Borobudur ✅. Museum Merapi ✅. Taman Pintar ✅. Malioboro 💲Biaya : Rp. 600.000 Wahh menarik dan bermanfaat sekali, “Joint With US”. (Sudrajat) Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi (KDM), bersikeras melarang study tour karena dianggap membebani ekonomi orang tua siswa, menjadikannya objek ekonomi, dan eksploitatif, Meskipun ziarah wali, bagian dari tradisi religius, jika dikemas dalam bentuk karyawisata sekolah yang memungut biaya, hal tersebut bertentangan dengan kebijakan larangan study tour yang dikeluarkan oleh KDM. Secara prinsip, jika MTs mengadakan ziarah yang dikategorikan sebagai study tour (terutama yang melibatkan biaya besar atau keluar kota), hal tersebut termasuk dalam aktivitas yang dilarang oleh KDM. Awak media melakukan kunjung ke MTsN 2 Cirebon gunakan melakukan klarifikasi atas kegiatan Study Tour Ziarah yang sedang berlangsung, namun sebagian guru panitia dan kepala sekolah sedang keluar dan awak media melakukan via wa Wakasek “Jaja” diri hanya berkata “Saya lagi ngurus ada anak kecelakaan”, ujarnya (Tim Infestigasi)
Cirebon Bidik-kasusnews.com,.Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan Sumber M. Toat resmi mendaftarkan diri sebagai Calon Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Cirebon. M. Toat menyatakan dirinya telah mendapatkan 27 dukungan dari Ketua PAC Pemuda Pancasila di Kabupaten Cirebon. Dimana total PAC Pemuda Pancasila di Kabupaten Cirebon berjumlah 38. “Alhamdulillah, untuk sementara kita mendapatkan 27 dukungan dari Ketua PAC Pemuda Pancasila,” ujarnya saat konferensi pers di Gorda, Kelurahan Tukmudal, Kecamatan Sumber, Rabu, 21 Januari 2026. Ia mengungkapkan, visi misinya maju sebagai calon Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Cirebon ingin membesarkan organisasi dan meningkatkan sinergi dengan TNI, Polri, dan pemerintah. Semua elemen Pemuda Pancasila diminta untuk menjaga kondusifitas wilayah dan bekerja sama membesarkan organisasi. “Tentunya kita akan membesarkan organisasi Pemuda Pancasila di Kabupaten Cirebon dan semoga kedepannya lebih maju. Ayo kita duduk bareng, tidak ada perbedaan,” katanya. Bagi M. Toat, tidak ada seorang pemimpin yang mampu berjuang sendiri melainkan tanpa adanya dukungan dari bawah. Ia juga mengingatkan bahwa semua yang ada didalam organisasi Pemuda Pancasila adalah saudara. “Dalam pemilihan ini secara sehat, PAC Pemuda Pancasila, Kecamatan Plumbon adalah saudara, dan PAC Pemuda Pancasila, Kecamatan Sumber adalah saudara Plumbon, dan kita sudah berkomitmen,” ucapnya. Sementara itu, Ketua Panitia Pendaftaran Dodik Sudiro, berharap calon-calon Ketua MPC Pemuda Pancasila dapat menjaga kondusifitas wilayah dan meningkatkan harkat martabat organisasi. “Kami ingin Pemuda Pancasila memiliki nilai positif yang lebih menonjol di masyarakat,” katanya. (Asep.R)
Kota Cirebon Bidik-kasusnews.com,., (Rabu, 21/1/2026), — Demi menjaga keamanan dan keselamatan para pengguna jalan raya, Babinsa Kelurahan Kalijaga Koramil 1402/Harjamukti Serka Nursupriyanto bersama warga RW 11 Permata dan sekitarnya melaksanakan kegiatan kerja bakti perbaikan jalan yang rusak dan berlubang akibat genangan air hujan yang terjadi secara terus-menerus. Kegiatan kerja bakti tersebut dilaksanakan di jalan tikungan RW 11 Permata, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Jalan yang berlubang dinilai berpotensi membahayakan pengendara, khususnya pengendara roda dua, terutama saat kondisi jalan licin setelah hujan. Dalam kegiatan tersebut, Babinsa bersama warga secara gotong royong menambal lubang-lubang jalan menggunakan material seadanya agar permukaan jalan kembali rata dan aman dilalui. Upaya ini dilakukan sebagai langkah sementara untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas dan memperlancar arus kendaraan warga. Serka Nursupriyanto menyampaikan bahwa kerja bakti ini merupakan bentuk kepedulian TNI bersama masyarakat terhadap keselamatan lingkungan sekitar. “Kami bersama warga berinisiatif melakukan perbaikan jalan agar tidak membahayakan pengguna jalan. Dengan adanya kerja bakti ini, diharapkan arus lalu lintas menjadi lebih aman dan lancar,” ujarnya. Warga RW 11 Permata mengapresiasi keterlibatan Babinsa yang selalu aktif hadir dan membantu setiap kegiatan kemasyarakatan. Mereka berharap, dengan adanya perbaikan sementara ini, risiko kecelakaan dapat diminimalisir sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak terkait. Melalui kegiatan kerja bakti ini, diharapkan terjalin semakin kuat sinergi antara Babinsa dan masyarakat dalam menjaga keamanan, kenyamanan, serta keselamatan lingkungan, khususnya bagi para pengguna jalan raya.(pendim0614)* (Asep.R)
Cirebon Bidik-kasusnews.com,. Beredar Surat Undangan Nonton Bareng Bayar Rp 50 Ribu SMP Negeri 2 Sumber Menjadi keluhan orang tua siswa, himbauan SMPN 2 Sumber yang berada d kelurahan Babakan berisi himbauan nonton bareng siswa diminta Rp 35rb tiket masuk dan Rp 15rb transportasi mendadak jadi sorotan. Rabu, 21/1/2026. Salah satu orang tua murid SMPN 2 Sumber mengungkapkan pada awak media bahwa Surat tersebut diduga menjadi bentuk pungutan liar (pungli) yang memicu protes dari para orang tua siswa, di mana isi surat menyebutkan, Jadwal Nobar Penguatan Pendidikan Karakter Sesuai Perpres No 87 Tahun 2017 Melalui media Film “*CYBER BULLYING*” Dimana Program PPK ini di Dukung dan Di Himbau Oleh Pejabat : – Kapolri – Mentri Komunikasi dan Digital – Wakil Mentri Ekonomi Kreatif – Wakil Mentri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, SMPN 2 SUMBER akan melaksanakan Nobar pada hari Sabtu, 24 Jan 2026, Jam Tayang 13:0, bioskop yang di pilih CGV TRANSMART, dengan Harga Tiket 35.000/siswa. Bahkan panitia nobar sudah menjadwalkan uang tiket H-2 akan datang ke sekolah untuk Pengambilan uang tiket (Barin Sudinta). Prihal Nobar Sifatnya tdk wajib, namun himbauan yg bersifat positif, ada beberapa orang tua siswa menilai kebijakan itu tidak tepat “Saya tidak setuju dan belum membayar. Lebih baik uangnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Kalau mau nonton bareng, seharusnya diadakan saja di sekolah,” ujar salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya. Sampai berita ini di terbitkan awak media belum bisa menemui kepala SMPN 2 Sumber, karena sedang tidak ada di sekolah. (Tim Infestigasi)
MAJALENGKA Bidik-kasusnews.com,.Jagat media sosial diguncang oleh beredarnya sebuah video yang memperlihatkan seorang pria diduga tengah mengonsumsi narkotika jenis sabu. Tayangan singkat namun mengusik nurani itu sontak memantik keresahan publik, sekaligus memicu gerak cepat aparat kepolisian di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Satuan Reserse Narkoba Polres Majalengka langsung merespons laporan masyarakat terkait video tersebut yang diduga memperlihatkan penyalahgunaan narkotika golongan I jenis sabu oleh seorang pria yang diduga berdomisili di Desa Pagandon, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka. “Informasi awal diterima polisi pada Sabtu, 16 Januari 2026 sekitar pukul 11.00 WIB. Dari hasil penelusuran awal, pria dalam video itu diduga berinisial AWW (40) warga Desa Pagandon,” kata Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi melalui Kasat Narkoba, AKP Sigit Purnomo, Senin (19/1/2026). Tanpa menunggu waktu lama, Satresnarkoba Polres Majalengka segera bergerak. Sejumlah personel diterjunkan ke lapangan untuk melakukan penyelidikan dan penelusuran keberadaan terduga pelaku. Polisi bahkan mendatangi langsung kediaman yang bersangkutan. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Saat petugas tiba di rumah terduga, pria tersebut tidak berada di tempat. Tak berhenti di situ, polisi kemudian berkoordinasi dengan aparat desa setempat guna memperluas pencarian dan memperdalam penyelidikan. Ia menjelaskan, setiap informasi dari warga kini menjadi kepingan penting dalam upaya mengungkap kasus yang telah menyita perhatian publik tersebut. “Kami menindaklanjuti laporan masyarakat terkait video dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu yang beredar di media sosial. Saat ini, kami masih melakukan penyelidikan dan pencarian terhadap yang bersangkutan,” ungkapnya. Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa bahaya narkotika tidak hanya mengintai dalam senyap, tetapi kini juga tampil terang di ruang digital, meracuni generasi melalui layar ponsel. Polres Majalengka mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan terkait narkoba, demi menyelamatkan lingkungan dan masa depan generasi muda. Perburuan terhadap terduga pelaku terus berlangsung. Polisi memastikan, tidak ada ruang aman bagi pelaku penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Polres Majalengka. (Asep.R)
Cirebon kota Bidik-kasusnews.com,. Satuan Narkoba Polres Cirebon Kota mengungkap modus baru peredaran narkotika jenis sabu, dengan mengamankan seorang pemuda berusia 23 tahun yang mengedarkan sabu dalam kemasan permen. Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar menyatakan, tersangka berinisial AS (23) ditangkap di kawasan Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon pada Senin (12/1/2026) siang, setelah polisi menindaklanjuti laporan masyarakat. Dari penggeledahan, petugas menemukan 177 paket sabu siap edar dengan berat bruto 152 gram, yang dikemas dalam plastik kecil dan dimasukkan ke dalam bungkus permen. “Ini tergolong modus baru, kamuflase, jadi sabu tersebut dimasukkan ke dalam bungkus kemasan permen, ini sengaja untuk mengelabui hingga tidak terlihat itu adalah paket sabu,” kata Eko dalam konferensi pers di Mapolres Cirebon Kota, Selasa (20/1/2026) siang Selain ratusan paket sabu, polisi menyita satu unit timbangan digital. AS berperan sebagai kurir yang mengedarkan sabu dengan metode sistem tempel, di mana paket diletakkan pada titik yang ditentukan dan lokasinya dikirimkan kepada pembeli melalui aplikasi pesan singkat. Ancaman Hukuman Eko mengungkapkan, satu paket sabu kemasan permen dijual AS seharga Rp500.000 dengan berat 0,5 gram. Ia akan mendapatkan upah Rp1,5 juta apabila berhasil menjual 10 gram sabu atau 20 paket. Pengungkapan kasus ini merupakan hasil pengembangan dari kasus sebelumnya. AS diancam pasal berlapis tentang Undang-Undang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara enam tahun, 20 tahun, seumur hidup, hingga pidana mati. Polisi masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan peredaran narkotika yang lebih luas serta memburu pengendali utama. (Asep.R)