MAJALENGKA,Bidik-kasusnews.com,.Fajar belum sepenuhnya merekah di langit Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Suasana pagi yang biasanya tenang, tiba-tiba berubah tegang saat teriakan ‘maling!’ memecah kesunyian. Di momen ketika banyak orang bersiap menyambut hari raya, seorang pria justru memilih jalan nekat mencuri sepeda motor milik warga. Peristiwa itu terjadi di Blok Pos, Desa Sindangwasa, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, Selasa (17/3/2026) sekira pukul 05.30 WIB. Target pelaku adalah sepeda motor milik seorang ibu rumah tangga, Eem Karnesah yang saat itu tengah lengah. Hanya karena jeda lima menit, waktu yang terasa sekejap motor Honda Scoopy berwarna putih yang terparkir di halaman rumah, tiba-tiba raib. Kunci yang masih menempel dan stang yang tak terkunci menjadi celah yang dimanfaatkan pelaku. Saat korban kembali, pandangannya langsung tertuju pada sosok pria yang membawa kabur motornya ke arah timur. Tanpa ragu, korban berteriak meminta pertolongan. Teriakan itu menjadi pemantik reaksi cepat warga sekitar. Dua warga, Warhadi dan Narma, yang mendengar suara tersebut, langsung bergerak. Tanpa pikir panjang, mereka melakukan pengejaran.Temukan lebih banyakBerita ekonomiPerlengkapan olahragaLangganan Koran Digital Ketegangan terjadi di jalanan desa, namun keberanian warga akhirnya membuahkan hasil, pelaku berhasil dihentikan dan diamankan bersama barang bukti.Baca jugaDi Tengah Arus Mudik, Dokkes Polres Majalengka Siaga Jaga Kesehatan Pemudik di Tol Cipali Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, melalui Kapolsek Palasah AKP Yuda Irawan, membenarkan kejadian tersebut. Pelaku berinisial W (33), warga Astanajapura, Cirebon, kini telah diamankan di Mapolsek Palasah untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.Baca jugaKecamatan Kertajati Majalengka Juarai Lomba Kreasi Takjil Lokal di Festival Ramadan FESyar Dari tangan pelaku, polisi mengamankan satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna putih, lengkap dengan STNK, BPKB, serta kunci asli kendaraan. Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Di balik kejadian ini, ada satu hal yang menonjol : solidaritas warga Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi memberikan apresiasi atas tindakan cepat masyarakat yang berhasil menggagalkan aksi kejahatan tanpa melakukan tindakan main hakim sendiri. “Kami sangat mengapresiasi peran aktif masyarakat. Namun kami juga mengimbau agar warga tetap waspada dan tidak ceroboh. Pastikan kendaraan dalam keadaan terkunci stang atau menggunakan kunci ganda, meskipun hanya ditinggalkan sebentar,” tegasnya. Peristiwa ini menjadi pengingat keras, terutama menjelang Lebaran, saat mobilitas meningkat dan kelengahan sering terjadi. Di tengah euforia pulang kampung, kejahatan bisa datang dalam hitungan detik. Namun di Kabupaten Majalengka, pagi itu, keberanian warga membuktikan satu hal: ketika masyarakat sigap dan peduli, kejahatan tak punya banyak ruang untuk bergerak. (Asep Rusliman)
Kota Cirebon,Bidik-kasusnews.com,.(Selasa, 17/3/2026), – Dimulai dari depan Kantor Balaikota Cirebon, Jl. Siliwangi No. 84, Kelurahan Kebonbaru, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Dandim 0614/Kota Cirebon bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cirebon melaksanakan kegiatan monitoring Pos Pengamanan (Pos PAM) arus mudik Idul Fitri 1447 H/2026 M untuk wilayah Kota Cirebon dan sekitarnya. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan aparat dalam memastikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan masyarakat selama periode arus mudik Lebaran. Monitoring dilakukan di sejumlah titik strategis yang menjadi jalur utama pergerakan pemudik, guna memastikan seluruh personel gabungan dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta instansi terkait lainnya menjalankan tugas sesuai prosedur. Dandim 0614/Kota Cirebon, Ketkol Arm Drajat Santoso, S.Kom., M.Han. menyampaikan bahwa sinergitas antar instansi menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas wilayah selama arus mudik berlangsung. Ia juga menekankan pentingnya pelayanan yang humanis kepada masyarakat, serta kesiapan dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Letkol Arm Drajat Santoso juga mengapresiasi kerja keras seluruh petugas di lapangan yang tetap siaga demi kelancaran arus mudik. Diharapkan dengan adanya monitoring ini, koordinasi antar instansi semakin solid dan respons terhadap situasi di lapangan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. Setelah kegiatan monitoring selesai, rangkaian acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama Forkopimda Kota Cirebon yang bertempat di Gedung Setda Kota Cirebon. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan sinergi antar pimpinan daerah dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pelaksanaan arus mudik Idul Fitri 1447 H tahun 2026 di wilayah Kota Cirebon dapat berjalan aman, tertib, dan lancar. (pendim0614) (Asep Rusliman)
MAJALENGKA,Bidik-kasusnews.com,. Di tengah riuhnya arus kendaraan yang mengalir tanpa henti di jalur mudik wilayah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, ada satu titik yang menghadirkan ketenangan bagi para pelintas lelah. Di Rest Area KM 166 Tol Cipali, sentuhan kemanusiaan itu hadir melalui pelayanan kesehatan yang diberikan oleh anggota Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sie Dokkes) Polres Majalengka, Selasa (17/3/2026). Di bawah langit yang menaungi perjalanan panjang ribuan pemudik, tim medis berseragam cokelat itu berdiri sigap. Dipimpin langsung oleh Kasi Dokkes Polres Majalengka, Ipda Dony Arivanto, mereka menyambut para pemudik dengan layanan kesehatan yang hangat, cepat, dan penuh kepedulian. Satu per satu pemudik datang. Ada yang sekadar memeriksakan tekanan darah, ada pula yang membutuhkan konsultasi kesehatan setelah berjam-jam duduk di balik kemudi. Di sisi lain, petugas juga memberikan obat-obatan ringan hingga penanganan awal bagi mereka yang mulai merasakan kelelahan di tengah perjalanan panjang Di balik setiap pemeriksaan, terselip pesan sederhana namun penting: perjalanan bukan sekadar sampai tujuan, tetapi juga tentang menjaga keselamatan diri. “Kami hadir untuk memastikan para pemudik tetap dalam kondisi sehat dan prima selama perjalanan. Jika merasa lelah atau kurang sehat, kami imbau untuk beristirahat dan memanfaatkan layanan kesehatan yang telah kami siapkan,” ujar Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi melalui Ipda Dony Arivanto Rest area yang biasanya hanya menjadi tempat singgah sejenak, hari itu berubah menjadi ruang perlindungan. Para pemudik yang datang tampak lega. Wajah-wajah lelah perlahan berubah menjadi senyum setelah mendapatkan pemeriksaan gratis yang membantu mereka memastikan kondisi tubuh tetap aman untuk melanjutkan perjalanan. Tak sedikit dari mereka yang mengapresiasi kehadiran layanan ini. Bagi para pemudik, keberadaan tim Dokkes bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan penyelamat di tengah padatnya arus mudik yang melelahkan. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polres Majalengka dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama musim mudik Lebaran. Lebih dari sekadar pengamanan lalu lintas, kehadiran aparat juga menjangkau sisi kemanusiaan yang paling mendasar: kesehatan dan keselamatan. Di tengah derasnya arus kendaraan yang terus bergerak menuju kampung halaman, layanan kesehatan di Rest Area KM 166 Tol Cipali menjadi pengingat bahwa di balik perjalanan panjang, selalu ada tangan-tangan yang siap menjaga. Sebab pada akhirnya, mudik bukan hanya tentang tiba, tetapi tentang pulang dengan selamat, sehat, dan penuh cerita. (Asep Rusliman)
CIREBON KOTA,Bidik-kasusnews.com,. Pelarian pasangan suami istri (pasutri) berinisial LH (26) dan RK (41) berakhir di tangan jajaran Satreskrim Polres Cirebon Kota. Keduanya diringkus petugas saat mencoba melarikan diri menggunakan bus antarkota di wilayah Kabupaten Majalengka, tak lama setelah identitas mereka terungkap sebagai pelaku di balik pembunuhan keji seorang perempuan di sebuah rumah indekos. Kasus yang menggegerkan warga Jalan Dukuh Semar, Kelurahan Kecapi, Kota Cirebon ini bermula dari penemuan jasad seorang perempuan di dalam kamar kos. Berdasarkan hasil penyelidikan intensif, polisi menemukan bukti kuat yang mengarah pada keterlibatan pasutri tersebut sebagai eksekutor tunggal dalam aksi kriminal yang terencana. Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, mengonfirmasi bahwa penangkapan dilakukan dengan cepat guna mencegah pelaku menghilangkan jejak lebih jauh. Saat ini, kedua tersangka telah mendekam di sel tahanan Polres Cirebon Kota untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. “Kami mengonfirmasi telah terjadi tindak pidana kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seorang perempuan. Berdasarkan hasil penyidikan mendalam, perbuatan kriminal ini dilakukan secara bersama-sama oleh sepasang suami istri di sebuah rumah indekos di kawasan Dukuh Semar. Saat ini, keduanya sudah kami amankan untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar AKBP Eko Iskandar kepada awak media, Selasa (17/3/2026). Modus Pijat Lewat Aplikasi Motif di balik aksi nekat pasutri ini tergolong sangat ironis. Berdasarkan keterangan kepolisian, kedua pelaku sengaja mengincar harta benda korban dengan modus berpura-pura memesan jasa pijat urut melalui sebuah aplikasi layanan daring. Korban yang tidak menaruh curiga kemudian datang ke kamar kos pelaku sebelum akhirnya dihabisi dengan kejam. Setelah memastikan korban tak bernyawa, pelaku menggasak seluruh barang berharga milik korban yang ternyata nilainya sangat kontras dengan nyawa yang telah dihilangkan. “Motif utamanya adalah ekonomi, pelaku ingin menguasai harta milik korban. Mirisnya, dari pengakuan tersangka, mereka membunuh korban hanya untuk mengambil uang di dalam dompet sebesar Rp83 ribu dan sebuah ponsel, yang kemudian dijual seharga Rp73 ribu. Total hasil kejahatan mereka tidak lebih dari 160 ribu rupiah,” jelas Eko Iskandar. (Asep Rusliman)
Cirebon,Bidik-kasusnews.com,.Polresta Cirebon berhasil mengungkap kasus tindak pidana peredaran uang palsu menjelang Lebaran dengan nilai barang bukti yang diperkirakan mencapai Rp12 miliar. Selasa (17/3/2026). Dalam Pengungkapan Kasus Tindak Pidana Pemalsuan Mata Uang dan Uang Kertas tersebut, petugas mengamankan tersangka berinisial S (52) warga Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon. Kapolresta Cirebon KOMBES POL.IMARA UTAMA, S.H.,S.I.K.,M.H, mengatakan, modus operandi tersangka adalah Memproduksi Mata Uang Palsu Sendiri Yang Dilakukan Di Rumahnya Dengan Cara Mendesain Ulang Uang Pecahan 100 ribuan. Selanjutnya Dicetak Dan Dipotong Hingga Menyerupai Mata Uang Asli dan rencananya Diedarkan Di Wilayah Jawa Barat Dan Wilayah Bali, Ntb Dan Yogyakarta Sebelum Perayaan Hari Raya Nyepi Dan Hari Idul Fitri Tahun 2026. “Pengungkapan kasus ini Berawal Informasi Dari Masyarakat Tentang Adanya Orang Yang Diduga Memproduksi Mata Uang Rupiah Palsu, Selanjutnya Sat Reskrim Polresta Cirebon Melakukan Penyelidikan kemudian berhasil menangkap tangan tersangka uang Sedang Memproduksi Mata Uang Rupiah Palsu,” katanya. Ia mengatakan, dalam penangkapan tersebut petugas juga menemukan Sejumlah Barang Bukti Berupa Uang Palsu Hasil Produksi Siap Edar Dan Yang Dipersiapkan Untuk Produksi Uang Palsu. Selain Itu Ditemukan Juga Berbagai Peralatan Yang Digunakan Untuk Memproduksi Uang Palsu, sehingga Tersangka Berikut Barang Bukti Diamankan Dan Dibawa Ke Polresta cirebon Guna Proses Hukum Lebih Lanjut. Adapun barang bukti yang diamankan diantaranya 607 Lembar Uang Palsu Pecahan 100 ribuan, 100 Lembar Hasil Cetakan Uang Palsu Yang Belum Dipotong, 52 Rim Kertas Dusla Yang Sudah Mempunyai Watermark, 1 Dus Berisikan Uang Palsu Pecahan 100 ribuan Yang Baru Tercetak Sebelah, laptop, monitor, flashdisk, empat unit printer, Sembilan Gulung Pita Berwarna Emas, Mesin Hologram, Dua Unit Mesin Penghitung Uang, 67 Lembar Pengikat Uang Pecahan 100 ribuan yang terdapat Logo Bank, Alat Sensor Infrared, handphone, dan lainnya. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 37 Jo Pasal 27 Undang- undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang Jo Undang-undang Nomor 1 Tahun 2026 Tentang Penyesuaian Pidana dan atau pasal 374 dan Atau Pasal 375 Ayat (1) Undang-undang Nomor 1 TAHUN 2023 Tentang KUHP Jo Undang-undang Nomor 1 Tahun 2026 Tentang Penyesuaian Pidana. “Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka S diancam hukuman maksimal Penjara Seumur Hidup Atau Pidana Penjara Paling Lama 20 tahun Dan/atau Pidana Denda Paling Banyak Kategori VIII Rp 50 Miliar,” pungkasnya. Kapolresta Cirebon mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap peredaran uang palsu, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri yang identik dengan meningkatnya transaksi tunai. “Masyarakat kami imbau untuk lebih teliti saat menerima uang, terutama dalam transaksi jual beli. Kenali ciri-ciri keaslian uang rupiah dengan metode dilihat, diraba, dan diterawang. Apabila menemukan uang yang diduga palsu, segera laporkan kepada pihak kepolisian terdekat,” tegasnya. Sementara itu, Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon, Himawan menjelaskan, bahwa secara sekilas uang palsu tersebut memang terlihat menyerupai uang asli. “Kalau kita lihat secara sekilas atau kasat mata, ini menyerupai uang asli. Namun jika kita teliti lebih lanjut dari sisi bahan, ini menggunakan kertas yang berbeda dengan uang asli,” kata Himawan. Ia menjelaskan, uang asli dicetak menggunakan bahan khusus berbasis serat kapas, sedangkan uang palsu yang disita tersebut menggunakan kertas biasa yang diproses agar menyerupai ketebalan uang asli. “Uang asli menggunakan bahan serat kapas, sedangkan ini menggunakan kertas umum seperti kertas doorslag yang kemudian diproses sedemikian rupa sehingga memiliki ketebalan hampir mirip,” ujarnya. Menurut Himawan, pelaku juga berupaya meniru berbagai unsur pengaman pada uang asli, seperti benang pengaman hingga efek hologram. “Tersangka mencoba meniru unsur pengaman, termasuk membuat efek hologram menggunakan mesin cetak offset. Namun jika dilihat dari sudut pandang tertentu, warnanya tidak berubah seperti pada uang asli yang memiliki fitur optically variable ink,” ucap Himawan. Selain itu, perbedaan juga terlihat saat uang diperiksa menggunakan alat bantu seperti sinar ultraviolet. “Pada uang asli akan muncul pendaran cahaya pada nomor seri dan beberapa ornamen. Sedangkan pada uang palsu ini, meskipun ada upaya meniru, hasilnya tetap terlihat kasar dan tidak presisi,” jelas dia. Pihak Bank Indonesia pun mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati, terutama menjelang Idulfitri ketika transaksi uang tunai meningkat. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan selalu menerapkan metode 3D, yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang. Jika menemukan uang yang mencurigakan, segera laporkan ke pihak kepolisian atau bank terdekat,” katanya. Ia juga mengapresiasi langkah cepat Polresta Cirebon yang berhasil menggagalkan peredaran uang palsu dalam jumlah besar tersebut sebelum sempat beredar di masyarakat. “Kami sangat mengapresiasi kerja cepat Polresta Cirebon karena berhasil mencegah peredaran uang palsu dalam jumlah yang sangat besar ini sebelum masuk ke tangan masyarakat,” ujarnya. (Asep Rusliman)
Majalengka,Bidik-kasusnews.com,.Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Majalengka menunjukkan kekompakan dalam memastikan kesiapan pengamanan arus mudik Lebaran 1447 H. Pada Senin (16/3/2026), dilaksanakan peninjauan langsung ke sejumlah Pos Terpadu, Pos Pengamanan (Pospam), dan Pos Pelayanan (Posyan) dalam rangka Operasi Ketupat Lodaya 2026. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Majalengka H. Eman Suherman, M.M., Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., Dandim 0617/Majalengka Letkol Inf. Fahmi Guruh Rahayu, S.I.P., M.I.P., Wakil Bupati Dena Muhammad Ramdhan, Wakapolres Majalengka Kompol Dani Prasetya, S.H., M.H., CPHR., Sekda Aeron Randi, serta para Pejabat Utama (PJU) Polres Majalengka. Rombongan Forkopimda mengawali peninjauan di Pos Terpadu Alun-Alun Majalengka, yang disambut oleh Kapolsek Majalengka Kota Iptu Piki Krismanto, S.H., M.H. Di lokasi ini, tim mengecek kesiapan personel gabungan serta sarana pendukung pelayanan kesehatan dan informasi bagi masyarakat. Selanjutnya, peninjauan berlanjut ke Pos Pengamanan Kadipaten, salah satu titik krusial pertemuan arus kendaraan, yang disambut oleh Kapolsek Kadipaten AKP Budi Wardana, S.Pd. Forkopimda melakukan pengecekan terhadap pola pengaturan lalu lintas guna mengantisipasi kemacetan di jalur arteri penghubung antar kabupaten. Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., menyampaikan bahwa peninjauan ini bertujuan untuk memastikan seluruh personel di lapangan memiliki kesiapsiagaan tinggi dan fasilitas pos dapat berfungsi maksimal dalam melayani pemudik. “Sinergitas bersama Bapak Bupati, Bapak Dandim, dan unsur Forkopimda lainnya merupakan kunci keberhasilan Operasi Ketupat Lodaya 2026. Kami ingin memastikan kehadiran negara di tengah masyarakat melalui pos-pos ini dapat memberikan rasa aman, nyaman, dan tenang bagi seluruh pemudik yang melintasi Majalengka,” ujar AKBP Rita Suwadi. Selain mengecek administrasi dan ploting personel, rombongan juga memberikan motivasi serta bingkisan kepada petugas yang berjaga sebagai bentuk dukungan moral atas dedikasi mereka dalam menjaga Kamtibmas selama bulan suci Ramadan hingga menjelang Idulfitri. Bupati Majalengka H. Eman Suherman mengapresiasi kesiapan jajaran Polres Majalengka dan TNI yang telah memetakan titik-titik rawan secara detail. Seluruh rangkaian kegiatan peninjauan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif, mencerminkan kesiapan penuh Kabupaten Majalengka dalam menyambut arus mudik 2026. (Asep Rusliman)
Majalengka,Bidik-kasusnews.com,.Kesiapsiagaan personel Satgas Kamseltibcar Lantas Polres Majalengka dalam menjaga keamanan jalur mudik kembali dibuktikan melalui aksi tanggap di lapangan. Pada Senin (16/3/2026), Tim Urai yang menggunakan kendaraan roda dua (Moge) berhasil mengamankan benda yang berpotensi membahayakan pengguna jalan di ruas Tol Cipali. Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., melalui Kasat Lantas AKP Pandu Renata Surya, S.T.K., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa temuan tersebut bermula saat personel sedang melaksanakan patroli rutin untuk memantau kelancaran arus lalu lintas dalam rangka Operasi Ketupat Lodaya 2026. Saat menyisir Jalur A KM 147 Tol Cipali, personel Tim Urai yang terdiri dari Aiptu Kamaludin Rahmat dan Brigadir Diki Julian menemukan sebuah benda berupa jeriken berukuran besar yang tergeletak tepat di tengah jalur. Keberadaan benda tersebut dinilai sangat berbahaya karena dapat memicu kecelakaan fatal, terutama bagi kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi. “Sesuai arahan Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., setiap personel di lapangan harus jeli dan responsif terhadap segala bentuk hambatan di jalan raya. Petugas kami langsung melakukan tindakan pengamanan dengan menepikan kendaraan patroli dan segera mengevakuasi jeriken tersebut ke lokasi yang aman di luar bahu jalan,” ujar AKP Pandu Renata Surya. Aksi cepat ini dilakukan guna memastikan tidak ada pengguna jalan yang melakukan pengereman mendadak atau manuver berbahaya saat menghindari benda tersebut, yang dapat berakibat pada tabrakan beruntun. Setelah memastikan jalur kembali bersih dan aman, personel Satgas Kamseltibcar Lantas melanjutkan patroli pemantauan arus mudik. Kapolres Majalengka mengapresiasi kesigapan anggota di lapangan yang telah meminimalisir risiko kecelakaan melalui tindakan preventif yang nyata. Polres Majalengka mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi angkutan barang, agar memastikan muatannya terikat dengan kuat dan rapi sebelum memasuki jalur tol. Selain itu, para pemudik diingatkan untuk tetap konsentrasi dan segera melaporkan kepada petugas jika melihat benda mencurigakan atau hambatan lain di badan jalan demi keselamatan bersama. (Asep Rusliman)
Cirebon,Bidik-kasusnews.com,. Polresta Cirebon menerima kunjungan kerja Kapolda Jawa Barat dalam rangka pengecekan kesiapan pengamanan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Pos Pelayanan Rest Area 228A wilayah hukum Polresta Cirebon, Senin (16/3/2026). Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Rudi Setiawan yang menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat, didampingi sejumlah Pejabat Utama Polda Jabar, di antaranya Karolog Polda Jabar Kombes Pol. Asep Akbar Hikmana, S.I.K., M.H., M.T., Dirintelkam Polda Jabar Kombes Pol. Sukendar Eka Ristyan, S.I.K., Dirreskrimum Polda Jabar Kombes Pol. Ade Saparo, S.I.K., M.H., Kabiddokkes Polda Jabar Kombes Pol. drg. Iwansyah, Sp.Ort., serta Kabid TIK Polda Jabar Kombes Pol. Parojahan Simanjuntak, S.I.K., M.E., M.H. Rombongan Kapolda Jabar disambut langsung oleh Kapolresta Cirebon, Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K., M.H. Turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut Danyon C Pelopor Sat Brimobda Jabar, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Kasat Pol PP Kabupaten Cirebon, para Pejabat Utama Polresta Cirebon, petugas gabungan Pos Pelayanan Rest Area 228A, serta stakeholder dan instansi terkait lainnya. Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengecek langsung kesiapan sarana dan prasarana pendukung pengamanan yang tersedia di Pos Pelayanan Rest Area 228A. Pemeriksaan meliputi kelengkapan administrasi, kesiapsiagaan personel, serta fasilitas pelayanan bagi masyarakat seperti ruang pelayanan kesehatan, ruang laktasi, taman bermain anak, hingga fasilitas istirahat bagi pemudik. Selain melakukan pengecekan, Kapolda Jawa Barat juga memberikan tali asih berupa bingkisan kepada para petugas yang berjaga di Pos Pelayanan Rest Area 228A sebagai bentuk perhatian dan apresiasi atas dedikasi mereka dalam memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026. Kapolresta Cirebon, Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pengecekan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Dengan adanya pengecekan langsung dari Kapolda Jawa Barat, kami memastikan seluruh personel dan fasilitas di Pos Pelayanan Rest Area 228A siap memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat, khususnya para pemudik yang melintas di wilayah hukum Polresta Cirebon,” ujarnya. Melalui kesiapan pos pengamanan dan pos pelayanan di berbagai titik strategis, termasuk di Rest Area 228A, diharapkan para pemudik dapat beristirahat dengan aman, nyaman, serta memperoleh pelayanan maksimal selama perjalanan menuju kampung halaman pada momentum arus mudik Lebaran tahun ini. (Asep Rusliman)
KUNINGAN,Bidik-kasusnews.com,. Menghadapi arus mudik Lebaran tahun ini, Polres Kuningan menghadirkan terobosan unik untuk melayani masyarakat. Tak sekadar tempat singgah, Pos Terpadu yang berlokasi di Taman Kota Kuningan disulap dengan konsep ramah anak yang menarik perhatian, lengkap dengan dekorasi ikonik gim video Mario Bros. Kapolres Kuningan, AKBP Muhamad Ali Akbar, menjelaskan bahwa inovasi ini bertujuan untuk menghilangkan kesan kaku pada pos polisi, sekaligus memberikan kenyamanan ekstra bagi pemudik yang membawa anak kecil. Kehadiran karakter Mario Bros, Luigi, dan elemen-elemen khas “Mushroom Kingdom” di dinding pos diharapkan dapat mereduksi stres dan rasa lelah husunya bagi anak-anak selama perjalanan jauh. Selain visual yang ceria, pos ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas unggulan antara lain disediakan minuman serta snack bagi anakn-anak, ada fasilitas pemeriksaan Kesehatan yang siap mengecek tensi darah, menyediakan obat-obatan ringan hingga vitamin bagi pemudik dan tersedia tempat istirahat yang nyaman. Kapolres Kuningan AKBP Muhamad Ali Akbar menyampaikan bahwa keselamatan pemudik adalah prioritas utama, dan faktor kelelahan seringkali menjadi pemicu kecelakaan di jalan raya. “Kami menyadari bahwa perjalanan jauh sangat menguras energi, terutama bagi anak-anak. Dengan konsep Mario Bros ini, kami ingin anak-anak merasa senang dan orang tua bisa beristirahat sejenak dengan tenang. Kami juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis guna memastikan fisik pemudik tetap prima sebelum melanjutkan perjalanan,” ujar AKBP M. Ali Akbar dalam keterangan persnya, Senin (16/3/2026). Kapolres juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang melintasi wilayah Kuningan agar tidak memaksakan diri jika merasa mengantuk. “Silakan mampir ke Pos Terpadu Taman Kota. Kami siapkan semuanya untuk kenyamanan masyarakat,” tambah Kapolres. Keunikan pos terpadu ini rupanya menarik perhatian penyanyi dangdut kenamaan asal Kuningan, Ega Noviantika atau yang akrab disapa Ega DA. Saat berada di Pos tersebut, pelantun tembang “Peluk Kasih” ini memberikan apresiasi langsung atas kreativitas Polres Kuningan. Ega menilai langkah ini sangat membantu para orang tua, terutama sesama ibu muda yang seringkali khawatir akan kenyamanan anak saat diperjalanan. “Luar biasa sekali inovasi dari Polres Kuningan. Sebagai warga Kuningan, Ega bangga banget! Posnya sangat kreatif, ada gambar Mario Bros yang bikin anak-anak nggak takut lagi sama polisi. Fasilitas kesehatannya juga lengkap, jadi pemudik bisa cek kesehatan dulu supaya tetap fit sampai tujuan,” ungkap Ega DA dengan antusias. Dengan berbagai fasilitas tersebut, Pos Terpadu Taman Kota Kuningan diharapkan dapat menjadi tempat singgah yang nyaman sekaligus membantu para pemudik menjaga kondisi tubuh agar tetap fit hingga sampai di tujuan. (Asep Rusliman)
KUNINGAN,Bidik-kssusnews.com,.Menjelang akhir bulan suci Ramadan 1447 H/2026, Bupati dan Wakil Bupati Kuningan menggelar kegiatan silaturahmi bersama insan pers di Kabupaten Kuningan. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan serta memperkuat kebersamaan antara pemerintah daerah dan para jurnalis. Dalam suasana penuh keakraban, Bupati Kuningan, Dian, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh insan pers yang selama ini turut berperan dalam perjalanan kariernya di pemerintahan. “Di pers jangan ada kelompok, semua sama. Ini adalah keguyuban,” ujar Bupati Dian dalam sambutannya. Ia mengungkapkan bahwa sejak awal merintis karier di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan, dirinya tidak pernah terlepas dari peran media dan insan pers yang selalu memberikan informasi, kritik, serta masukan konstruktif. “Saya merintis karier di pemerintahan daerah Kabupaten Kuningan dan tidak pernah lepas dari insan pers. Saya dibesarkan oleh insan pers,” ungkapnya. Menurutnya, berbagai pandangan, kritik, dan gagasan dari para jurnalis sering kali menjadi inspirasi yang kemudian melahirkan kebijakan-kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat. “Ada insan pers yang konstruktif, memberikan saran dan masukan kepada saya. Ada juga pemikiran-pemikiran yang keren sehingga menjadi sebuah kebijakan. Itu semua memberikan warna bagi saya,” katanya. Bupati Dian juga menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat hingga dirinya terpilih sebagai Bupati Kuningan tidak lepas dari dorongan dan peran media. “Saya dipercaya sebagai Bupati Kuningan juga didorong oleh insan pers. Bagi saya, teman-teman pers yang kritis justru menjadi penguat dan bagian yang tidak terpisahkan dari kita semua,” tambahnya. Dalam kesempatan tersebut, ia berharap hubungan sinergis antara pemerintah daerah dan media terus diperkuat. Menurutnya, pers dan pemerintah memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun optimisme masyarakat. “Pers butuh pemerintah dan pemerintah juga butuh pers. Kita harus saling melengkapi untuk membangun optimisme masyarakat,” ujarnya. Bupati Dian juga menyampaikan optimisme terhadap perkembangan Kabupaten Kuningan. Ia menilai berbagai perbaikan dan perubahan sudah mulai terlihat berdasarkan data yang ada saat ini. “Saya yakin teman-teman pers tidak ingin Kabupaten Kuningan terlihat buruk. Dengan data yang valid, sebenarnya sudah banyak perbaikan dan perubahan,” katanya. Ia juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat akan berdiri industri baru di Kabupaten Kuningan yang diproyeksikan mampu menyerap ribuan tenaga kerja. “Mohon doanya, tahun ini akan berdiri industri yang menyerap pekerja hingga ribuan orang. Mungkin ke depan anak cucu kita juga bisa bekerja di perusahaan tersebut,” ungkapnya. Di akhir sambutannya, Bupati Dian mengajak seluruh insan pers untuk bersama-sama membangun harapan dan menjaga keseimbangan informasi demi kemajuan daerah. “Saya mohon dukungan dari insan pers. Ayo kita bangun keseimbangan dan harapan agar Kuningan semakin melejit. Bantu kami agar Kuningan semakin membaik,” tuturnya. Menutup kegiatan silaturahmi tersebut, Bupati Dian atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Kuningan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri. “Di penghujung Ramadan ini, kami atas nama pribadi, keluarga, dan pemerintah daerah memohon maaf lahir dan batin sebesar-besarnya. Semoga silaturahmi kita semakin erat,” pungkasnya. (Asep Rusliman)