Kuningan,-Bidik-kasusnews.com,. Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Tahun 2026, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Kuningan bersama Kelompok Tani Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, melaksanakan kegiatan gotong royong mengolah lahan pertanian yang akan dijadikan area penanaman jagung. Kegiatan yang berlangsung di lahan pertanian Desa Cibulan tersebut diikuti oleh personel Sat Lantas Polres Kuningan dan para petani setempat. Dengan penuh semangat kebersamaan, para peserta bergotong royong membersihkan lahan, menggemburkan tanah, serta membuat bedengan sebagai persiapan penanaman bibit jagung. Kasat Lantas Polres Kuningan *AKP.AKTUIN MONIHARAPON,S.Tr.K.,S.I.K.* menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Selain menjalankan tugas menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, Polri juga hadir untuk mendukung berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat.“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri selalu hadir di tengah masyarakat. Bersama kelompok tani, kami turut berkontribusi dalam mempersiapkan lahan pertanian guna mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian,” ujarnya. Sementara itu, perwakilan Kelompok Tani Desa Cibulan mengapresiasi keterlibatan Sat Lantas Polres Kuningan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara kepolisian dan masyarakat menjadi motivasi tersendiri bagi para petani untuk terus mengembangkan sektor pertanian yang produktif dan berkelanjutan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan lahan yang telah diolah dapat segera ditanami jagung dan menghasilkan panen yang optimal. Kolaborasi antara Sat Lantas Polres Kuningan dan Kelompok Tani Desa Cibulan menjadi wujud nyata semangat gotong royong dalam mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kuningan. *”Polri Untuk Masyarakat, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional.”* (Asep Rusliman)
Kuningan,-Bidik-kasusnews.com,.Dalam rangka mendukung Program Swasembada Pangan Nasional, Satlantas Polres Kuningan melaksanakan kegiatan pemberian bantuan bibit jagung kepada Kelompok Tani Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan dukungan Polri terhadap peningkatan ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani di wilayah Kabupaten Kuningan. Penyerahan bantuan bibit jagung dilakukan secara langsung kepada perwakilan kelompok tani dengan harapan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Melalui bantuan tersebut, Satlantas Polres Kuningan berharap para petani semakin termotivasi dalam mengelola lahan pertanian sehingga mampu menghasilkan panen yang lebih baik dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, diharapkan upaya mewujudkan swasembada pangan dapat tercapai, sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat pedesaan. Satlantas Polres Kuningan berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, tetapi juga dalam mendukung berbagai program yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah. (Asep Rusliman)
Kuningan,-Bidik-kasusnews.com,.Sebagai bentuk dukungan terhadap program Swasembada Pangan dan penguatan Ketahanan Pangan nasional, Sat Lantas Polres Kuningan memberi bantuan berupa cairan pembasmi rumput untuk tahapan penanaman jagung kepada kelompok tani Desa.Cibulan Kec.Cidahu Kab.Kuningan guna mendukung aktivitas pertanian sebagai salah satu sektor strategis penopang kesejahteraan masyarakat. Kelompok Tani Desa.Cibulan Kec.Cidahu Kab.Kuningan mendukung dan merasa terbantu dengan adanya Program ketahanan pangan yang diadakan oleh Polri. Melalui sinergi antara Polri dan masyarakat, diharapkan produktivitas pertanian terus meningkat sehingga mampu mewujudkan kemandirian pangan yang berkelanjutan. Polda Jabar, Polres Kuningan, dan Sat Lantas Polres Kuningan berkomitmen mendukung setiap langkah positif dalam menjaga stabilitas dan ketahanan pangan demi Indonesia yang lebih kuat. *“Bersama Petani, Mewujudkan Swasembada Pangan dan Ketahanan Pangan untuk Masa Depan Bangsa.”* (Asep Rusliman)
MAJALENGKA,-Bidik-kasusnews.com,.Menunjukkan peran yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat, jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Majalengka melangkah lebih jauh dari tugas pokoknya. Hari ini, mereka turun langsung melakukan pengecekan kesiapan lahan pertanian yang akan digunakan untuk budidaya jagung di Kelurahan Babakan Jawa, Kecamatan Majalengka. Kegiatan ini menjadi wujud nyata dukungan institusi kepolisian terhadap program ketahanan pangan nasional. Kehadiran personel di tengah lahan pertanian bukan sekadar kunjungan, melainkan bentuk sinergi strategis antara Polri dan warga. Dalam pengecekan tersebut, tim berkoordinasi dengan perangkat daerah dan kelompok tani setempat untuk menilai kondisi tanah, kesiapan pengolahan, serta potensi pengembangan komoditas jagung yang menjadi salah satu andalan pangan daerah. Kasat Lantas Polres Majalengka menegaskan bahwa peran kepolisian tidak terbatas pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban semata. “Polri hadir untuk menjadi mitra masyarakat dalam setiap aspek kehidupan, termasuk upaya mewujudkan kedaulatan pangan. Dengan memastikan lahan siap dimanfaatkan secara optimal, kami berharap hasil pertanian dapat meningkat dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi warga,” ungkapnya. Masyarakat setempat menyambut baik inisiatif tersebut dan mengapresiasi kepedulian aparat. Mereka menilai dukungan seperti ini memberikan semangat tersendiri bagi para petani untuk bekerja lebih giat. Dengan kolaborasi yang terjalin antara kepolisian, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat, diharapkan program pertanian ini dapat berjalan lancar, menghasilkan panen yang melimpah, serta turut memperkuat fondasi ketahanan pangan yang berkelanjutan bagi Kabupaten Majalengka dan bangsa pada umumnya. (Asep Rusliman)
Majalengka,-Bidik-kasusnews.com,. Menegakkan keadilan bukan sekadar profesi di atas kertas, melainkan sebuah panggilan jiwa. Prinsip itulah yang dipegang teguh oleh Rahmat Hidayat, SH.,. Seorang Advokat sekaligus Aktivis Hukum yang kini mendedikasikan hidupnya untuk membela masyarakat kecil di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan). Darah Pelayanan Publik dan Akar Pendidikan Lahir di Majalengka pada 1 Juli 1983, Rahmat merupakan anak ketiga dari pasangan (Alm) H. Usman Apandi, S.IP., dan Ibu Hj. E. Casnirah. Tumbuh besar di bawah asuhan seorang Ayah yang berlatar belakang Sarjana Ilmu Politik. Rahmat sejak dini sudah akrab dengan diskusi mengenai sistem pemerintahan, kebijakan, dan tanggung jawab besar dalam melayani publik. Nilai-nilai pengabdian itulah yang kemudian membentuk karakter dan arah hidupnya. Perjalanan Akademis Perjalanan Akademis Rahmat dimulai dari SDN Banjarsari. Kemudian berlanjut ke SLTPN 1 Sumberjaya, Majalengka. Memasuki usia remaja, ia mengambil langkah berani dengan menimba ilmu di SMKN 1 Mundu Cirebon, sebuah sekolah kejuruan yang berfokus pada bidang kelautan dengan kedisiplinan tinggi sebagai pondasi awal sekolah tersebut. Namun, ketertarikannya yang mendalam pada dunia Sosial, Politik dan Hukum, akhirnya menuntun Rahmat ke pendidikan yang berorientasi tentang Hukum. Pada akhirnya, Rahmat memutuskan masuk ke dunia Pendampingan Hukum dan resmi merengkuh gelar Sarjana Hukum (SH) dari Fakultas Hukum Universitas Majalengka. Jiwa Aktivis yang Mengakar Sejak Kecil Sifat kritis, berani bersuara, dan enggan tinggal diam melihat ketidakadilan ternyata sudah melekat pada diri Rahmat sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Karakter pemberani ini tidak luntur, melainkan makin matang seiring berjalannya waktu. Bagi Rahmat, Hukum bukanlah sekadar pasal-pasal kaku. Ketika resmi menyandang gelar Advokat dan bergabung dengan Organisasi Advokat (OA) Perhimpunan Advokat Indonesia – Peradi Nusantara, Ia membawa “roh” aktivisme tersebut ke dalam ruang sidang. Jiwa aktivisnya diwujudkan secara nyata melalui pendampingan hukum, khususnya bagi masyarakat kecil yang kerap kesulitan mendapatkan keadilan formal. Mimpi tanpa aksi hanya akan menjadi wacana Kalimat di atas merupakan kompas hidup yang selalu dipegang teguh oleh Rahmat. Baginya, memperjuangkan apa yang diimpikan harus dibuktikan dengan tindakan nyata di lapangan. Bergerak di Tiga Jalur Langkah Rahmat tidak berhenti setelah menjadi pengacara. Di tengah kesibukannya memberikan pendampingan hukum dan berorganisasi di Peradi Nusantara, ia tetap menaruh perhatian besar pada peningkatan kapasitas diri. Saat ini, Rahmat sedang menempuh studi S2 Magister Hukum di Fakultas Hukum Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon dan setelah lulus, dirinya berwacana untuk melanjutkan Doktoral atau S3 Hukum di Universitas Diponegoro Semarang. Kini, Rahmat Hidayat, S.H. terus bergerak secara konsisten di tiga jalur utama: mengabdi secara profesional sebagai Advokat Peradi Nusantara. Memperdalam khazanah keilmuan di bangku pascasarjana Unswagati, dan tetap setia pada khitah awalnya sebagai aktivis yang menyuarakan hak-hak masyarakat. Sinergi antara belajar, berjuang, dan membela masyarakat menjadi motor penggerak utamanya dalam memberi warna bagi dunia Penegakan Hukum di Indonesia. Biografi Rahmat Hidayat, SH., (Asep Rusliman)
Kuningan,-Bidik-kasusnews.com,.Sebagai bentuk dukungan terhadap program Swasembada Pangan dan penguatan Ketahanan Pangan nasional, Sat Lantas Polres Kuningan memberi bantuan berupa cairan pembasmi rumput untuk tahapan penanaman jagung kepada kelompok tani Desa.Cibulan Kec.Cidahu Kab.Kuningan guna mendukung aktivitas pertanian sebagai salah satu sektor strategis penopang kesejahteraan masyarakat. Kelompok Tani Desa.Cibulan Kec.Cidahu Kab.Kuningan mendukung dan merasa terbantu dengan adanya Program ketahanan pangan yang diadakan oleh Polri. Melalui sinergi antara Polri dan masyarakat, diharapkan produktivitas pertanian terus meningkat sehingga mampu mewujudkan kemandirian pangan yang berkelanjutan. Polda Jabar, Polres Kuningan, dan Sat Lantas Polres Kuningan berkomitmen mendukung setiap langkah positif dalam menjaga stabilitas dan ketahanan pangan demi Indonesia yang lebih kuat. *“Bersama Petani, Mewujudkan Swasembada Pangan dan Ketahanan Pangan untuk Masa Depan Bangsa.”* (Asep Rusliman)
KUNINGAN,-Bidik-kasusnews.com,. Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional kembali ditunjukkan melalui kegiatan pengecekan lahan pertanian yang dilakukan Kapolres Kuningan, Muhammad Ali Akbar, di wilayah hukum Polres Kuningan, Jawa Barat, Kamis (11/6/2026). Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi Kasat Reserse Narkoba Polres Kuningan, Jojo, yang turut meninjau perkembangan tanaman jagung sebagai bagian dari program strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Kunjungan lapangan tersebut tidak hanya bertujuan memantau kondisi tanaman dan kesiapan lahan pertanian, tetapi juga sebagai bentuk dukungan nyata Polri kepada masyarakat petani yang selama ini menjadi ujung tombak produksi pangan. Kapolres dan Kasat Narkoba berdialog langsung dengan para petani untuk mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi, mulai dari proses penanaman hingga upaya peningkatan hasil panen. #SwasembadaPangan #KetahananPangan #PoldaJabar #PolresKuningan #SwasembadaPanganPolresKuninganPoldaJabar #KetahananPanganPolresKuninganPoldaJabar #SatResNarkobaPolresKuningan (Asep Rusliman)
Kuningan,-Bidik-kasusnews.com,.Sebagai bentuk dukungan terhadap program Swasembada Pangan dan penguatan Ketahanan Pangan nasional, Sat Lantas Polres Kuningan memantau dan mendukung aktivitas pertanian sebagai salah satu sektor strategis penopang kesejahteraan masyarakat. Melalui sinergi antara Polri dan masyarakat, diharapkan produktivitas pertanian terus meningkat sehingga mampu mewujudkan kemandirian pangan yang berkelanjutan. Polda Jabar, Polres Kuningan, dan Sat Lantas Polres Kuningan berkomitmen mendukung setiap langkah positif dalam menjaga stabilitas dan ketahanan pangan demi Indonesia yang lebih kuat. “Bersama Petani, Mewujudkan Swasembada Pangan dan Ketahanan Pangan untuk Masa Depan Bangsa.” (Asep Rusliman)
Kuningan,-Bidik-kasusnews.com,.Yayasan Jaya Artasena Keluarga yang beralamat di Kelurahan Cirendang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, resmi menjalin kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional dalam bidang rehabilitasi penyalahgunaan narkoba. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilaksanakan di Kantor BNN Kuningan, Jalan Aruji Kartawinata No. 27, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat pada Selasa ,09 Juni 2026. Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Ketua Yayasan Jaya Artasena Keluarga, Misbahul Anwar Harahap,.SH., dengan Kepala BNN Kuningan, Agus Mulya,.S.Pd.,M.Si. Kesepakatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sinergi antara Yayasan Jaya Artasena Keluarga dan BNN Kuningan dalam memberikan layanan rehabilitasi bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan pemulihan dari penyalahgunaan narkoba. Ketua Yayasan Jaya Artasena Keluarga, Misbahul Anwar Harahap, S.H., menyampaikan rasa syukur atas terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan BNN Kuningan merupakan bentuk komitmen bersama dalam mendukung upaya rehabilitasi dan pemulihan para korban penyalahgunaan narkoba agar dapat kembali menjalani kehidupan yang sehat, produktif, dan bermartabat. “Alhamdulillah, kerja sama ini dapat terlaksana dengan baik. Kami berharap rumah rehabilitasi yang dikelola Yayasan Jaya Artasena Keluarga dapat menjadi sarana pemulihan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung program pemerintah dalam penanganan penyalahgunaan narkoba,” ujarnya. Sementara itu, Kepala BNN Kuningan, Agus Mulya, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi atas komitmen Yayasan Jaya Artasena Keluarga dalam mendukung program rehabilitasi. Menurutnya, kolaborasi antara lembaga pemerintah dan yayasan rehabilitasi merupakan langkah strategis untuk memperluas akses layanan rehabilitasi yang berkualitas bagi masyarakat. Melalui kerja sama ini, kedua belah pihak berkomitmen untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi dalam pelaksanaan program rehabilitasi, pembinaan, edukasi, serta berbagai kegiatan pencegahan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Kuningan. Dengan ditandatanganinya MoU dan PKS tersebut, Yayasan Jaya Artasena Keluarga dan BNN Kuningan berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam membantu proses pemulihan para klien rehabilitasi, sekaligus mendukung program pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba ( P4GN) demi terwujudnya masyarakat Kabupaten Kuningan yang sehat, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. (Asep Rusliman)
Cirebon,-Bidik-kasusnews.com,.Polresta Cirebon, melalui Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) menggelar kegiatan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba di Desa Trusmi Kulon, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, pada Selasa (9/6/2026) malam. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menggalakkan program Kampung Tangguh Narkoba di wilayah hukum Polresta Cirebon. Kegiatan yang berlangsung di salah satu ketua RT tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba Polresta Cirebon, Kompol Heri Nurcahyo, S.H., M.H. Kehadiran jajaran Satresnarkoba disambut hangat oleh Kuwu (Kepala Desa) Trusmi Kulon, Abdul Tholib, serta dihadiri oleh Bhabinkamtibmas Bripka Soetani, Babinsa Sertu Fernando, perangkat desa, dan elemen masyarakat setempat. Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Narkoba Kompol Heri Nurcahyo, mengungkapkan bahwa Desa Trusmi Kulon dipilih sebagai pilot project (proyek percontohan) pertama di Kabupaten Cirebon. Pemilihan ini didasarkan pada hasil pemetaan berkala yang menunjukkan bahwa desa tersebut memiliki tingkat kerawanan peredaran narkoba yang rendah. ”Tujuan utama dari sosialisasi Kampung Tangguh Narkoba ini adalah untuk mencegah dan memutus mata rantai penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba. Kami ingin menciptakan lingkungan desa yang bersih, aman, dan sehat bagi generasi masa depan,” ujar Kompol Heri Nurcahyo. Melalui pembentukan satgas-satgas pencegahan yang melibatkan sinergitas Polri, TNI dan pemangku kepentingan desa, program terintegrasi ini terbukti memberikan dampak positif yang nyata bagi penguatan keamanan di tingkat desa. Pihak kepolisian memberikan beberapa materi krusial kepada warga terkait Poin Utama Edukasi Dalam sosialisasi yang dikemas interaktif tersebut. Diantaranya, Warga diberikan edukasi mendalam agar lebih mengenal jenis-jenis narkoba serta dampak negatif penyalahgunaannya, baik dari sisi kesehatan, ekonomi, sosial, budaya , maupun masa depan generasi muda, hingga Penjelasan mengenai risiko dan sanksi hukum yang tegas bagi siapa saja yang terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba. Selain itu, sosialisasi tersebut membuka Membuka ruang tanya jawab langsung bagi warga untuk berkonsultasi mengenai penanganan jika ada indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan keluarga atau tetangga, dan Edukasi mengenai tata cara pelaporan cepat dan aman melalui Call Center 110 Polresta Cirebon, sehingga masyarakat dapat berpartisipasi aktif memberikan informasi jika menemui aktivitas mencurigakan. “Rangkaian acara sosialisasi ini berjalan dengan interaktif, aman, dan kondusif dari awal hingga selesai. Ke depan, Polresta Cirebon berencana mereplikasi program Kampung Tangguh Narkoba ini ke desa-desa lain guna mempersempit ruang gerak peredaran narkoba di seluruh wilayah Kabupaten Cirebon,” pungkasnya. (Asep Rusliman)