KUNINGAN,-Bidik-kasusnews.com,. Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional, jajaran Satlantas Polres Kuningan melakukan kunjungan kerja sekaligus monitoring hasil penanaman jagung di Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, Kamis (18/06/2026). Dalam kegiatan tersebut, personel Satlantas Polres Kuningan didampingi langsung oleh Kepala Desa Cibulan beserta seluruh perangkat desa setempat. Mereka meninjau langsung area lahan pertanian jagung yang dikelola oleh kelompok tani desa guna memastikan perkembangan tanaman berjalan dengan optimal. Kepala Desa Cibulan menyampaikan apresiasi atas kehadiran pihak kepolisian yang tidak hanya berfokus pada ketertiban lalu lintas, namun juga aktif terjun ke lapangan membantu sektor pertanian. Sinergi ini diharapkan mampu membangkitkan semangat para petani dalam meningkatkan produktivitas hasil panen. Lebih lanjut, Satlantas Polres Kuningan menegaskan bahwa pihaknya telah menjalin koordinasi intensif dengan pemerintah Desa Cibulan untuk terus memberikan pendampingan dan dukungan moril bagi kelompok tani setempat. Kolaborasi ini dirancang sebagai program berkelanjutan untuk memastikan ketersediaan pangan di wilayah Kabupaten Kuningan tetap terjaga. “Kegiatan monitoring ini adalah bagian dari komitmen kami dalam mendukung penuh program ketahanan pangan nasional. Kami ingin memastikan sektor pertanian, khususnya tanaman jagung, mendapatkan perhatian dan dukungan agar hasilnya dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya para petani di Desa Cibulan,” ujar perwakilan Satlantas Polres Kuningan di sela-sela kegiatan. Diharapkan, dengan adanya sinergi antara kepolisian dan perangkat desa ini, sektor pertanian di Desa Cibulan semakin maju, sekaligus menjadi contoh bagi desa-desa lainnya dalam memperkuat swasembada pangan di Kabupaten Kuningan. (Asep Rusliman)
Indramayu,-Bidik-kasusnwws.com,. Kasus pembunuhan di Paoman, Indramayu yang merenggut nyawa lima orang korban, kembali menjadi perbincangan hangat usai sidang yang dijadwalkan pada Rabu, 17 Juni 2026 lalu terpaksa ditunda. Penundaan ini mengundang berbagai tanggapan dan sorotan luas, terutama di media sosial.(18/06/2026) Berbagai komentar bermunculan dari warga dan netizen. Ada yang menyebut proses persidangan akan ditunda hingga tahun depan, tidak sedikit pula yang mempertanyakan jalannya proses hukum, bahkan ada dugaan yang beredar bahwa majelis hakim sedang di permainkan langkah Jaksa Penuntut Umum. Di tengah berkembangnya pendapat tersebut, harapan masyarakat tetap satu: kasus ini segera mendapatkan kepastian hukum yang jelas. Mereka berharap pihak yang terbukti bersalah dihukum setimpal sesuai perbuatannya, sementara pihak yang tidak bersalah segera dibebaskan dari segala tuduhan. Masyarakat juga mendesak agar jika masih ditemukan kejanggalan dalam perkara, segera ditelusuri dan digali lebih dalam untuk dilengkapi sebagai barang bukti yang sah. Tak kalah penting, publik menuntut agar pernyataan para terduga pelaku yang menyebutkan bahwa orang yang digembor-gemborkan sebagai dalang utama masih hidup, segera ditindaklanjuti. Pihak penegak hukum diminta terus melakukan pencarian, baik dalam keadaan hidup maupun meninggal dunia, agar kebenaran dapat terungkap sepenuhnya. Masyarakat berpesan agar proses hukum berjalan transparan, adil, dan tidak berlarut-larut, sehingga rasa keadilan dapat dirasakan oleh semua pihak, terutama keluarga korban. (Asep.R)
Kuningan,-Bidik-kasusnews.com,. Kasus penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar kembali menjadi sorotan. Kali ini, Satuan Reserse Narkoba Polres Kuningan berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis tembakau sintetis yang melibatkan empat pelajar sekolah menengah atas (SMA) negeri di Kabupaten Kuningan. Keempat pelaku diketahui masih berstatus sebagai siswa aktif di tiga SMA negeri berbeda. Mereka diduga terlibat dalam jaringan peredaran tembakau sintetis yang beroperasi dengan memanfaatkan sistem tempel hingga transaksi secara langsung atau cash on delivery (COD). Kasat Narkoba Polres Kuningan, AKP Jojo Sutarjo, didampingi Kasi Humas AKP Mugiyono, mengungkapkan bahwa kasus ini bermula dari penangkapan salah seorang pelaku di wilayah Kecamatan Kuningan pada Rabu, 17 Juni 2026. Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan enam paket tembakau sintetis yang dikemas menggunakan plastik klip bening. Penemuan tersebut kemudian menjadi pintu masuk bagi polisi untuk membongkar jaringan yang melibatkan pelajar lainnya. “Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku masih menyimpan sejumlah paket narkotika di beberapa lokasi dengan metode tempel,” ujar AKP Jojo. Berbekal informasi tersebut, tim Satres Narkoba bergerak cepat melakukan pengembangan ke sejumlah titik di wilayah Kelurahan Sukamulya, Kelurahan Cigadung, dan Kelurahan Cirendang. Hasilnya, petugas kembali menemukan lima paket tembakau sintetis yang sebelumnya telah disembunyikan. Tak berhenti sampai di situ, pengembangan kasus terus dilakukan hingga akhirnya polisi berhasil mengamankan tiga pelajar lainnya sekitar pukul 20.10 WIB di wilayah Kecamatan Kuningan. (Asep Rusliman)
Majalengka,-Bidik-kasusnews.com,.Di tengah hamparan hijau ladang jagung yang membentang di wilayah Sindangkasih, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, langkah nyata mendukung ketahanan pangan nasional kembali ditunjukkan jajaran Polres Majalengka. Kaur Min Satnarkoba IPDA Dodo Suhada bersama anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Majalengka turun langsung melakukan pengecekan dan pendampingan kepada petani jagung setempat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program strategis pemerintah di sektor pangan, sekaligus memastikan produktivitas pertanian berjalan optimal di tingkat daerah. Di sela kunjungan, IPDA Dodo tampak berdialog langsung dengan para petani di tengah area pertanian. Suasana hangat terjalin saat ia menanyakan perkembangan tanaman, estimasi masa panen, hingga berbagai kendala yang dihadapi petani selama proses budidaya jagung. Pendampingan ini tidak hanya sebatas monitoring lapangan, namun juga menjadi upaya membangun kepastian ekonomi bagi petani melalui akses pasar yang lebih terjamin “Kami ingin memastikan hasil panen petani memiliki kepastian harga dan daya serap pasar. Untuk itu, kami juga memberikan edukasi agar hasil panen jagung dapat disalurkan ke Bulog. Ini penting untuk menjaga stabilitas harga dan menguatkan ketahanan pangan kita bersama,” ujar Ipda Dodo Suhada. Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi melalui Kasat Narkoba AKP Sigit Purnomo menjelaskan, langkah edukatif tersebut mendapat respons positif dari para petani. “Mereka menyambut baik pendampingan yang dilakukan jajaran Satresnarkoba Polres Majalengka dan menyatakan kesiapan menjalin kemitraan strategis dengan Perum Bulog guna memperluas akses distribusi hasil panen,” katanya. Sinergi antara aparat kepolisian dan petani ini menjadi gambaran bahwa ketahanan pangan bukan hanya soal hasil panen, tetapi juga tentang kepastian distribusi, stabilitas harga, dan keberlanjutan kesejahteraan petani. Dari ladang jagung di Sindangkasih, semangat membangun kemandirian pangan nasional terus tumbuh dan mengakar. (Asep Rusliman)
Majalengka,-Bidik-kasusnews.com,.Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Majalengka Polda Jabar bersama Tim Ketahanan Pangan Bagian SDM Polres Majalengka melaksanakan pengecekan lahan yang akan ditanami jagung di wilayah Kelurahan Babakan Jawa, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Rabu (17/6/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan Polri terhadap upaya peningkatan ketahanan pangan serta pemanfaatan lahan produktif yang ada di wilayah Kabupaten Majalengka. Dalam pengecekan tersebut, petugas melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi lahan, kesiapan area tanam, serta berbagai faktor pendukung yang diperlukan untuk keberhasilan budidaya jagung. Tim juga berkoordinasi dengan pihak terkait dan masyarakat setempat guna memastikan proses penanaman dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Program penanaman jagung ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus mendukung ketersediaan pangan di daerah. Kasat Lantas Polres Majalengka menyampaikan bahwa keterlibatan personel Polri dalam program ketahanan pangan merupakan bentuk kepedulian dan kontribusi nyata dalam mendukung program pemerintah. “Kami siap mendukung program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan produktif. Kegiatan pengecekan ini merupakan langkah awal untuk memastikan lahan yang akan ditanami jagung berada dalam kondisi yang layak dan siap untuk dikelola,” ujarnya. Sementara itu, Tim Ketahanan Pangan SDM Polres Majalengka menegaskan bahwa sinergi antara kepolisian dan masyarakat sangat penting dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat serta mendukung ketahanan pangan nasional. Kegiatan pengecekan berlangsung dengan aman, lancar, dan penuh semangat kebersamaan sebagai wujud komitmen Polres Majalengka dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. (Asep Rusliman)
KUNINGAN,-Bidik-kasusnews.com,. Rabu 17 Juni 2026* – Polres Kuningan, Polda Jawa Barat, menegaskan komitmennya mengawal program ketahanan pangan nasional dengan turun langsung ke lapangan setiap hari. Sehari setelah kegiatan peninjauan tanaman jagung bersama petani , Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar, S.I.K., M.Si. menyatakan seluruh jajaran akan ikut bertani dan mengawal hasil panen petani sampai proses pengiriman ke pabrik. “*Mulai hari ini Polres Kuningan tidak hanya monitoring. Anggota kami turun ke sawah setiap hari, ikut bertani bersama petani, dan kami kawal hasil panennya sampai masuk ke truk pengiriman menuju pabrik. Ini bentuk nyata Polri hadir untuk petani, bukan hanya di atas kertas*,” tegas AKBP Muhammad Ali Akbar. Wakapolres Kuningan Kompol Eryda Kusumah, S.I.K., M.H., http://C.PHR. bersama Kasat Reskrim AKP Abdul Azis sebelumnya telah meninjau langsung perkembangan komoditas jagung di wilayah Kabupaten Kuningan. Jagung dipilih karena menjadi pilar strategis pangan lokal dengan potensi ekonomi tinggi bagi masyarakat Kuningan. Dalam kegiatan tersebut Polres Kuningan menjalankan 3 pilar utama: 1. *Cek Lapangan*: Peninjauan langsung kondisi lahan, pola tanam, dan kendala teknis. 2. *Serap Aspirasi*: Dialog lesehan bersama petani untuk mendengar langsung keluhan hama, pupuk, air, hingga distribusi. 3. *Komitmen Monitoring Berkala*: Update progres harian dan pengawalan rantai pasok dari hulu ke hilir. Polres Kuningan juga menempatkan personel sebagai garda keamanan petani. Fokus pengawalan meliputi penguraian hambatan distribusi pupuk bersubsidi dan benih, pencegahan pungli serta praktik mafia pupuk, serta pendampingan intensif agar target kuantum panen daerah dapat menyokong stok pangan nasional. “Kami ingin para ‘pahlawan pangan’ ini bekerja tenang, aman, dan fokus. Polri akan terus memonitor dan meng-update setiap progres di lapangan secara konsisten, mulai dari lumpur sawah sampai roda truk pengiriman ke pabrik ,” tambah Kompol Eryda Kusumah. Dengan sinergi aparat keamanan dan kelompok tani yang dipantau harian, Kabupaten Kuningan optimis mampu meningkatkan produktivitas pertanian signifikan dan menjadi motor penggerak swasembada pangan nasional. (Asep Rusliman)
KUNINGAN,-Bidik-kasusnews.com,. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan nasional, jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kuningan berkolaborasi dengan Kelompok Tani Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, menggelar aksi gotong royong pemupukan tanaman jagung, Rabu (17/06/2026). Kegiatan yang berlangsung di lahan pertanian warga ini menjadi wujud kedekatan antara kepolisian dengan masyarakat, khususnya para petani. Anggota Satlantas Polres Kuningan tampak membaur bersama petani, menyusuri lahan untuk memastikan tanaman jagung mendapatkan asupan nutrisi yang tepat melalui proses pemupukan. Kasat Lantas Polres Kuningan menyampaikan bahwa keterlibatan anggotanya dalam sektor pertanian ini merupakan bagian dari komitmen Polres Kuningan dalam mendukung suksesnya swasembada pangan. Menurutnya, pendampingan tidak hanya dilakukan dalam bentuk pengawasan, tetapi juga terjun langsung membantu kendala yang dihadapi para petani di lapangan. ”Kami berkomitmen untuk terus memberikan dukungan penuh kepada Kelompok Tani, khususnya dalam upaya meningkatkan produktivitas hasil panen. Salah satunya melalui aksi penanaman dan pemupukan jagung ini. Kami ingin memastikan sektor ketahanan pangan di wilayah hukum Polres Kuningan terus berjalan dengan baik dan maksimal,” ujar Kasat Lantas di sela-sela kegiatan. Aksi ini disambut positif oleh warga Desa Cibulan. Para petani mengaku terbantu dengan kehadiran anggota Polri yang memberikan suntikan semangat serta tenaga ekstra dalam merawat tanaman jagung mereka. Diharapkan, sinergi antara kepolisian dan masyarakat ini dapat terus terjalin secara berkelanjutan. Polres Kuningan menegaskan akan terus memantau serta mendukung berbagai program pertanian lainnya sebagai upaya menjaga stabilitas ketersediaan pangan bagi masyarakat Kabupaten Kuningan. (Asep Rusliman)
CIREBON,-Bidik-kasusnews.com,.Ditutupnya pelaksanaan Penerimaan Calon Murid Baru (PCMB) Tahun 2026 oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat pada 11 Juni 2026 pukul 23.59 WIB masih menyisakan berbagai persoalan dan keluhan dari masyarakat. Sejumlah orang tua siswa mengaku mengalami kesulitan saat proses pendaftaran akibat gangguan sistem yang dinilai kerap mengalami error dan sulit diakses. Kondisi tersebut menimbulkan keresahan karena para calon peserta didik dan orang tua tidak dapat memantau perkembangan pendaftaran secara maksimal. Menanggapi hal itu, Ketua Umum Biker Jurnalis Indonesia (BJI), Arief Yolando, menyampaikan keprihatinan sekaligus penyesalannya terhadap pelaksanaan PCMB tahun ini yang dinilai belum berjalan optimal. Menurut Arief, pihaknya menerima banyak laporan terkait aplikasi dan website PCMB yang sering mengalami gangguan, terutama pada saat-saat krusial menjelang penutupan pendaftaran. “Tujuan digitalisasi memang baik untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat. Namun apabila sistem yang digunakan justru sering mengalami gangguan dan sulit diakses, tentu akan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Apalagi ini menyangkut masa depan pendidikan anak-anak,” ujar Arief kepada awak media, Senin (15/6/2026). Selain persoalan teknis, Arief juga menyoroti adanya dugaan kejanggalan dalam proses seleksi di SMAN 3 Kota Cirebon. Ia menjelaskan, pihaknya menerima informasi mengenai seorang calon murid berinisial A, warga Kelurahan Larangan, yang mendaftar melalui jalur domisili. Berdasarkan data yang diterima, jarak rumah calon siswa tersebut dengan sekolah hanya sekitar 500 meter. Pada hasil seleksi yang diumumkan tanggal 8 Juni 2026, nama siswa tersebut tercatat berada di peringkat ke-122. Setelah Dinas Pendidikan Jawa Barat memperpanjang masa pendaftaran hingga 9 Juni 2026 pukul 21.00 WIB, posisi siswa tersebut turun ke peringkat 138, sesuai batas kuota jalur domisili yang tersedia. Namun, setelah kembali dilakukan perpanjangan pendaftaran hingga 11 Juni 2026 pukul 23.59 WIB, nama siswa tersebut justru tidak lagi muncul dalam daftar calon murid yang diterima. “Kondisi ini tentu menimbulkan tanda tanya besar bagi masyarakat. Bagaimana mungkin seorang calon peserta didik yang sebelumnya masih berada dalam kuota penerimaan tiba-tiba tidak lagi muncul dalam sistem. Hal seperti ini harus dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi dan menurunkan kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan,” tegasnya. Lebih lanjut, Arief mengungkapkan bahwa ketika pihak BJI bersama sejumlah anggotanya melakukan konfirmasi ke sekolah, pihak sekolah menyampaikan bahwa mereka hanya menjalankan mekanisme dan ketentuan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, kebijakan perpanjangan masa pendaftaran perlu dievaluasi secara serius, terutama di wilayah yang kuotanya telah terpenuhi sejak awal. “Seharusnya ada pertimbangan yang lebih matang. Untuk SMAN 3 Kota Cirebon misalnya, apabila kuota telah terpenuhi dan tidak terdapat kendala signifikan, perpanjangan justru berpotensi memunculkan polemik baru di kalangan wali murid. Kebijakan ini patut dievaluasi dan diuji efektivitasnya,” ujarnya. Atas berbagai persoalan tersebut, BJI mendorong Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan PCMB tahun ini, baik dari sisi teknis aplikasi, transparansi sistem seleksi, maupun mekanisme pengawasan agar kejadian serupa tidak kembali terulang pada tahun mendatang. “Kami meyakini Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat beserta jajarannya memiliki kemampuan dalam menyusun regulasi. Namun apabila dalam pelaksanaannya regulasi tersebut justru menimbulkan banyak persoalan dan keresahan di masyarakat, maka sudah sepatutnya dilakukan evaluasi secara menyeluruh,” kata Arief. Menurutnya, pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara yang harus dijamin melalui sistem yang adil, transparan, akuntabel, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat. “Harapan kami sederhana, yakni menghadirkan sistem penerimaan murid baru yang objektif, transparan, mudah diakses, dan memberikan rasa keadilan bagi seluruh calon peserta didik tanpa terkecuali. Yang lebih penting, jangan sampai aturan atau kebijakan yang dibuat justru menimbulkan trauma bagi anak-anak dan bahkan menjadi penyebab mereka kehilangan semangat untuk melanjutkan pendidikan hingga berujung putus sekolah,” pungkas Arief Yolando yang juga menjabat sebagai Sekretaris PWI Kota Cirebon. (Asep Rusliman) Kontak Pengaduan PCMB 2026: 0878-4888-8484.
Indramayu,-Bidik-kasusnews.com,.Peningkatan infrastruktur jalan di wilayah perbatasan antarkecamatan di Kabupaten Indramayu kini memasuki babak baru. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Indramayu resmi memulai pengerjaan betonisasi jalan ruas Karangampel – Juntikebon, dengan titik awal pengerjaan yang dipusatkan tepat di tapal batas antara Desa Sendang Kecamatan Karangampel dan Desa Dadap Kecamatan Juntinyuat. Langkah taktis ini diambil untuk mengoptimalkan infrastruktur jalan yang sebelumnya masih berupa aspal hotmix. Pengecoran sepanjang 734 meter ini nantinya akan menyambung langsung dengan konstruksi coran lama yang sudah ada di ruas tersebut. Dengan demikian, setelah proyek ini rampung, seluruh akses jalan di jalur tersebut akan bertransformasi total menjadi konstruksi beton seutuhnya. Kehadiran proyek senilai Rp 1.453.855.000 dari APBD Kabupaten Indramayu TA 2026 yang dikerjakan oleh CV Elvirza Karya Utama ini, disambut dengan rasa optimis oleh warga di kedua wilayah perbatasan desa. Penyambungan jalur beton ini dinilai sangat krusial bagi mobilitas harian warga Desa Sendang dan Desa Dadap. Dengan spesifikasi lebar 4,5 meter dan tinggi ketebalan mencapai 20 centimeter, jalan ini diproyeksikan memiliki daya tahan yang jauh lebih kuat dalam menahan beban kendaraan. Arifin (45), warga Desa Sendang yang berada di sekitar area perbatasan, menyampaikan dampak positif dari realisasi proyek infrastruktur ini terhadap sektor ekonomi lokal. ”Sebagai warga yang tiap hari beraktivitas di sini, saya sangat berterima kasih kepada Pemkab Indramayu. Pengecoran ini sangat kami tunggu-tunggu karena jalur ini urat nadi perekonomian warga antar-kecamatan. Kalau jalannya sudah dibeton semua begini, angkut barang dagangan jadi lebih cepat dan tidak terkendala lagi,” ungkap Ahmad saat memantau jalannya proyek, Minggu, (14/06/2026). Kondisi jalur yang akan terintegrasi penuh menjadi beton seutuhnya juga mendapat apresiasi dari para pengguna jalan yang setiap hari menggantungkan aktivitasnya di rute tersebut. ”Alhamdulillah, akhirnya disambung juga dengan coran yang lama. Dulu pas lewat perbatasan ini sering kagok karena perbedaan kondisi jalan. Kalau sekarang dari batas Sendang sampai Dadap mau dijadikan beton semua, jelas kami sebagai pengendara merasa jauh lebih nyaman dan tenang saat melintas,” tutur Akhmad Mansyur (50), salah seorang pengguna jalan. Sementara itu, perwakilan CV Elvirza Karya Utama selaku kontraktor pelaksana menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan proyek ini tepat waktu dan sesuai spesifikasi teknis yang ditentukan. Pihaknya juga meminta pengertian dari warga sekitar dan pengguna jalan atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama proses pembetonan. (Asep Rusliman)
KUNINGAN,-Bidik-kasusnews.com,. Komitmen menyukseskan swasembada pangan nasional bukan cuma di atas kertas, Menunjukkan intensitas dan totalitas yang luar biasa dalam melaksanakan program pemerintah, Kapolres Kuningan, AKBP Muhammad Ali Akbar, S.I.K., M.Si., bersama Jajaran Polres Kuningan, Jawa Barat, membuktikannya dengan turun langsung ke sawah dan ladang untuk menemui para petani di wilayah Kabupaten Kuningan pada Selasa (16/6/2026). Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Polri untuk bersinergi erat dengan para petani hebat di daerah. Aksi jemput bola ini diambil untuk memastikan program strategis nasional terkait ketahanan pangan berjalan mulus tanpa hambatan di tingkat tapak melalui tiga pilar utama, Cek Lapangan, Serap Aspirasi, dan Komitmen Monitoring Berkala. Dalam kegiatan tersebut, Wakapolres Kuningan Kompol Eryda Kusumah, S.I.K., M.H., C.PHR., bersama Kasat Reskrim AKP Abdul Azis meninjau langsung perkembangan komoditas tanaman jagung, Jagung dipilih karena menjadi salah satu pilar strategis pangan lokal yang memiliki potensi ekonomi tinggi bagi warga Kuningan. Dialog Lesehan Serap Aspirasi dari Hulu ke Hilir Polisi tidak hanya datang untuk memantau, tetapi juga menggelar dialog lesehan yang hangat bersama para petani setempat. Langkah humanis ini dilakukan guna menyerap aspirasi dan memetakan masalah riil di lapangan—mulai dari kendala pola tanam, tantangan hama, hingga akses krusial terhadap pupuk dan air. Polres Kuningan menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar seremonial sesaat, Pihak kepolisian berkomitmen untuk melakukan update progres secara berkala dan monitoring ketat secara berkelanjutan, Setiap kendala yang ditemukan di lapangan akan terus dikawal perkembangannya hingga tuntas, memastikan tidak ada ruang bagi sumbatan birokrasi maupun gangguan teknis yang merugikan petani. Sinergi Taktis Lapangan, Polri Pengawal Utama Ketahanan Pangan Bagi kementerian terkait, aksi tegas Polres Kuningan ini mencerminkan bentuk manajemen risiko (risk management) yang konkret serta pengamanan jalur distribusi pangan dari hulu ke hilir, Polri berdiri di garda terdepan untuk memastikan stabilitas sektor agraris. * Fokus Pengawalan Ketat Kepolisian di Lapangan, Penyelesaian Kendala Teknis & Distribusi: Mengurai hambatan rantai pasok (seperti distribusi pupuk bersubsidi atau benih) agar tidak mengganggu kalender tanam. * Garda Keamanan Petani, Memastikan lingkungan pertanian kondusif dan bebas dari praktik pungli, mafia pupuk, atau spekulasi tengkulak nakal yang merugikan ekonomi petani. * Optimalisasi Hasil Panen, Mendorong produktivitas melalui pendampingan dan monitoring intensif agar target kuantum panen daerah dapat menyokong stok pangan nasional secara masif. Siap Siaga Jadi Pelindung “Pahlawan Pangan” Wakapolres Kuningan menegaskan bahwa kehadiran institusinya di sektor pertanian ini merupakan instruksi langsung dan tegas untuk mendukung penuh kedaulatan pangan mandiri, Polisi berkomitmen hadir dengan pendekatan yang humanis kepada petani, namun bertindak sangat tegas tanpa kompromi terhadap segala bentuk gangguan yang bisa menurunkan produktivitas lahan atau merusak rantai pasok. “Polres Kuningan selalu siap siaga, berdiri berdampingan dengan para petani. Kami tegaskan bahwa Polri mendukung penuh agenda ketahanan pangan ini, Kami akan terus memonitor dan meng-update setiap progres di lapangan secara konsisten,” ujar Kompol Eryda Kusumah dengan nada optimis. “Kami ingin memastikan para ‘pahlawan pangan’ ini bisa bekerja dengan tenang, fokus, dan aman tanpa perlu mengkhawatirkan gangguan keamanan atau permainan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tambahnya. Melalui sinergi yang kokoh, pengawasan yang ketat, serta monitoring yang kontinu antara aparat keamanan dan kelompok tani, Kabupaten Kuningan optimistis mampu mencetak lompatan produksi pertanian yang signifikan, Langkah totalitas ini sekaligus menjadi motor penggerak utama kesuksesan swasembada pangan nasional. (Asep Rusliman)