CIREBON,-Bidik-kasusnews.com,.Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., melaksanakan kegiatan Sholat Jumat Keliling yang dilanjutkan dengan silaturahmi bersama Pengasuh Pondok Pesantren Al-Khairiyah Cirebon di Masjid Jami’ Nurul Huda, Kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (17/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., Dir Intelkam Polda Jabar Kombes Pol. Sukendar Eka Ristyan Putra, S.I.K., Dir Polairud Polda Jabar Kombes Pol. Edward Indharmawan E.C., S.I.K., M.H., Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., Wakil Bupati Cirebon H. Agus Kurniawan Budiman, Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K., M.H., Wakapolres Cirebon Kota Kompol Ari Nugroho, S.I.K., M.Si., para Pejabat Utama Polresta Cirebon, serta Kapolsek Sumber AKP Afandi, S.H., M.H. Kehadiran Kapolda Jawa Barat beserta rombongan disambut hangat oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Khairiyah Cirebon, Alhabib Miqdad bin Gasim Baharun dan Habib Alwi bin Abdurrahman Al-Habsy. Setelah melaksanakan Sholat Jumat berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan silaturahmi dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Pada kesempatan tersebut, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kegiatan Sholat Jumat Keliling merupakan salah satu upaya mempererat hubungan emosional antara Polri dengan para ulama, tokoh agama, pondok pesantren, dan masyarakat. “Ulama dan pondok pesantren adalah mitra strategis Polri dalam menjaga persatuan dan membangun kesejukan di tengah masyarakat. Melalui silaturahmi seperti ini, kami ingin terus memperkuat kolaborasi untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, serta merawat persatuan melalui semangat Jaga Rawat Jawa Barat. Keamanan bukan hanya tanggung jawab Polri, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujar Irjen Pol. Pipit Rismanto. Sementara itu, Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kedekatan Polri dengan ulama dan masyarakat serta menjadi penguat sinergitas dalam menjaga kondusivitas wilayah. “Kunjungan dan silaturahmi Bapak Kapolda Jawa Barat menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Sinergitas antara Polri, ulama, pondok pesantren, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif, khususnya di wilayah hukum Polresta Cirebon,” kata Kombes Pol. Imara Utama. Ia menambahkan, Polresta Cirebon akan terus mendukung kebijakan dan program Polda Jawa Barat dengan memperkuat kemitraan bersama seluruh elemen masyarakat melalui pendekatan yang humanis, dialogis, dan Presisi, sehingga kehadiran Polri benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar serta menjadi wujud komitmen Polda Jawa Barat bersama Polresta Cirebon dalam membangun komunikasi yang harmonis dengan para ulama dan pondok pesantren sebagai mitra strategis untuk mewujudkan Jawa Barat yang aman, damai, dan semakin solid. (Asep Rusliman)

Bidik-kasusnews.com,.Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto menegaskan Bhabinkamtibmas menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan di Jawa Barat yang memiliki dinamika sosial, ekonomi, hingga investasi sangat tinggi. Hal itu disampaikan Pipit saat memimpin Apel Gelar Bhabinkamtibmas dan Sabuk Kamtibmas di Lapangan Apel Mapolda Jabar, Jumat (17/7/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema Bersama Kita Jaga dan Rawat Jawa Barat Istimewa. Menurut Irjen Pol. Pipit, Jawa Barat merupakan Provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia sekaligus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, kawasan industri, sentra pangan, pusat pendidikan, dan tujuan investasi nasional. “Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan jumlah penduduk terbesar serta dinamika yang tinggi di Indonesia. Jawa Barat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, kawasan industri, sentra pangan, pusat pendidikan, tujuan investasi, sekaligus wilayah yang memiliki posisi strategis secara nasional,” kata Kapolda Jabar. “Menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Jawa Barat bukan sekadar kepentingan daerah, tetapi juga menjadi fondasi stabilitas nasional.” ungkapnya. Namun tantangan yang dihadapi juga semakin kompleks. Mulai dari perubahan sosial, perkembangan teknologi digital, tekanan ekonomi, bencana, konflik sosial hingga kriminalitas menuntut pola kerja kepolisian terus beradaptasi. “Dalam konteks inilah saya menaruh harapan besar kepada saudara- saudara sekalian yang hadir di hadapan saya hari ini. Saudara-saudara adalah bagian dari garda terdepan. Saudara-saudaralah yang pertama mendengar dan menjawab harapan masyarakat,” ujarnya. Irjen Pol. Pipit mengajak seluruh Bhabinkamtibmas dan elemen masyarakat memperkuat kolaborasi agar keamanan di Jawa Barat tetap terjaga. Bandung, 17 Juli 2026 Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

KUNINGAN,-Bidik-kasusnews.com,. Guna menjaga kondusivitas dan stabilitas keamanan di tingkat wilayah, para Kapolsek beserta seluruh jajaran di bawah naungan Polres Kuningan secara masif mengintensifkan jalinan koordinasi dan komunikasi ke markas Komando Rayon Militer (Koramil) di wilayah hukum masing-masing. Langkah taktis ini diambil sebagai bentuk implementasi nyata dalam menyamakan persepsi serta memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas di tengah masyarakat. Rabu (15/07/26). Kapolres Kuningan, AKBP Muhammad Ali Akbar, S.I.K., M.Si., melalui Kasi Humas Polres Kuningan, AKP Mugiyono, S.E., M.M., menegaskan bahwa komunikasi dua arah antara kepolisian sektor dan satuan TNI di tingkat kecamatan merupakan pilar utama dalam menghadirkan rasa aman bagi warga. Hubungan emosional dan kerja sama yang erat ini diwujudkan melalui berbagai kegiatan bersama, mulai dari patroli gabungan berskala mikro, pemetaan titik rawan, hingga penyelesaian berbagai persoalan sosial secara humanis di tingkat desa. Melalui instruksi langsung dari pimpinan, seluruh jajaran Kapolsek bergerak aktif menyambangi Koramil di tiap-tiap kecamatan untuk berdialog dan menyusun strategi pengamanan wilayah. Sinergi ini tidak hanya terbatas pada level perwira, namun juga diturunkan secara konkret oleh para personel Bhabinkamtibmas yang berkolaborasi bahu-membahu bersama Babinsa di lapangan dalam mengawal berbagai program pembangunan serta menjaga ketenteraman lingkungan. Jalinan komunikasi yang solid ini mendapat respons positif dari jajaran TNI di tingkat Koramil. Kehadiran personel Polri yang proaktif dalam berkoordinasi dinilai mampu mempercepat alur informasi dan penanganan perdana jika sewaktu-waktu terjadi dinamika sosial atau bencana alam di kewilayahan, sehingga pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat dapat berjalan jauh lebih optimal serta tepat sasaran. Komitmen kebersamaan ini menjadi bukti nyata bahwa di Kabupaten Kuningan, jajaran TNI dan Polri berdiri tegak di barisan depan dengan soliditas yang tidak tergoyahkan. Semangat kebersamaan ini selaras dengan jargon yang terus digaungkan di lapangan, yakni TNI-Polri Solid, Bersama Rakyat TNI-Polri Kuat, demi mewujudkan wilayah hukum Kuningan yang aman, damai, dan kondusif. (Asep Rusliman)

INDRAMAYU,-Bidik-kasusnews.com,.17 Juli 2026 – Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) PETANI, Hery Reang, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K. sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusinya dalam bidang bantuan hukum, pendampingan masyarakat, serta sinergi dalam mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Penghargaan tersebut menjadi simbol penghormatan atas peran aktif YLBH PETANI dalam memberikan edukasi hukum, pendampingan kepada masyarakat, serta membangun kolaborasi yang konstruktif dengan aparat penegak hukum demi mewujudkan keadilan yang berkeadaban. Dalam keterangannya, Hery Reang mengungkapkan bahwa penghargaan tersebut merupakan amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. “Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K. atas penghargaan yang diberikan kepada saya. Penghargaan ini bukan semata-mata untuk pribadi, melainkan menjadi motivasi bagi seluruh keluarga besar YLBH PETANI agar terus memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat,” ujar Hery Reang. Ia juga memanjatkan doa agar penghargaan tersebut membawa keberkahan dan menjadi penyemangat untuk terus berbuat kebaikan. “Alhamdulillah, Barakallah atas penghargaan yang saya terima. Semoga pencapaian ini menjadi berkah, membawa manfaat bagi banyak orang, serta menjadi ladang amal kebaikan. Aamiin Ya Rabbal Alamin,” tuturnya. Hery Reang menegaskan bahwa YLBH PETANI akan terus berkomitmen menjalankan tugasnya sebagai lembaga bantuan hukum yang profesional, independen, serta berpihak kepada kepentingan masyarakat sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Menurutnya, sinergi antara lembaga bantuan hukum dan institusi kepolisian merupakan bagian penting dalam menciptakan sistem penegakan hukum yang humanis, transparan, dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh lapisan masyarakat. Sementara itu, penghargaan yang diberikan Kapolres Indramayu mencerminkan komitmen Polri dalam memberikan apresiasi kepada individu maupun lembaga yang telah berkontribusi positif dalam mendukung tugas-tugas kepolisian, khususnya dalam membangun kesadaran hukum, menjaga kondusivitas daerah, serta memperkuat kemitraan dengan masyarakat. Momentum ini diharapkan semakin mempererat hubungan antara aparat penegak hukum dengan organisasi bantuan hukum, sehingga kolaborasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan. Dengan penghargaan tersebut, Hery Reang berharap semangat pengabdian dan nilai-nilai keadilan terus tumbuh, sehingga kehadiran YLBH PETANI dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pencari keadilan serta turut mendukung terciptanya Indonesia yang aman, tertib, dan berkeadilan. (Asep Rusliman)

KOTA CIREBON,-Bidik-kasusnews.com,.17 Juli 2026 – Hari ini, Kapolsek Cirebon Selatan Timur AKP Juntar Hutasoit, S.H., M.H., bersama jajaran melaksanakan kegiatan pembinaan dan penyuluhan kepada para siswa-siswi SMAN 3 Kota Cirebon, Jawa Barat. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam membina generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, berkarakter, berakhlak mulia, serta memiliki kesadaran hukum yang tinggi. Dalam kesempatan itu, AKP Juntar Hutasoit menegaskan bahwa anak-anak merupakan aset sekaligus penerus bangsa yang kelak akan menentukan masa depan Indonesia. Oleh karena itu, mereka harus dijaga, dibimbing, dan diberikan pendidikan karakter agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, perundungan (bullying), tawuran, geng motor, maupun berbagai bentuk kenakalan remaja lainnya. “Anak-anak adalah harapan dan penerus bangsa. Masa depan Indonesia ada di tangan kalian. Karena itu, manfaatkan masa sekolah untuk belajar dengan sungguh-sungguh, hormati orang tua dan guru, jauhi narkoba, jangan melakukan bullying, jangan ikut tawuran, serta bangun karakter yang baik demi meraih cita-cita,” pesan AKP Juntar Hutasoit di hadapan para pelajar. Selain memberikan edukasi tentang bahaya kenakalan remaja, Kapolsek juga mengajak para siswa agar bijak menggunakan media sosial, tidak mudah terprovokasi informasi yang belum tentu benar, serta selalu mematuhi aturan hukum dan tata tertib sekolah. Kegiatan berlangsung penuh semangat dan interaktif. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan serta aktif berdiskusi mengenai pentingnya menjaga masa depan dengan menjauhi perilaku yang melanggar hukum. Melalui kegiatan ini, Polsek Cirebon Selatan Timur berharap seluruh pelajar dapat menjadi generasi yang unggul, cerdas, disiplin, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Polri meyakini bahwa pembinaan sejak usia sekolah merupakan investasi penting dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas. Dengan sinergi antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat, diharapkan lahir generasi penerus bangsa yang tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga memiliki integritas, jiwa nasionalisme, serta menjadi pelopor dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan persatuan demi terwujudnya Indonesia yang lebih maju. (Asep Rusliman)

Jakarta,-Bidik-kasusnews.com,.17 Juli 2026 – Di tengah derasnya arus digital, praktik judi online terus menjadi ancaman serius bagi masyarakat Indonesia. Berbagai iming-iming keuntungan instan, bonus besar, hingga janji cepat kaya hanyalah ilusi yang pada akhirnya lebih banyak meninggalkan kerugian daripada keuntungan. Pemerintah pun terus menggencarkan kampanye edukasi bahwa judi online pasti merugikan dan berdampak luas terhadap kondisi ekonomi, sosial, hingga masa depan generasi bangsa. Fenomena judi online bukan lagi sekadar persoalan pelanggaran hukum, tetapi telah berkembang menjadi persoalan sosial yang menggerus ketahanan keluarga. Banyak korban kehilangan tabungan, terlilit utang, mengalami gangguan mental akibat kecanduan, hingga kehilangan pekerjaan karena terus mengejar kemenangan yang tidak pernah benar-benar datang. “Judi online bukan side hustle, apalagi jalan cepat menjadi kaya. Yang ada justru dompet semakin tipis, pikiran dipenuhi tekanan, dan hubungan dengan keluarga maupun orang-orang terdekat ikut hancur. Jangan pernah menukar masa depan hanya demi sensasi kemenangan sesaat. Lebih baik bertumbuh perlahan dengan kerja keras daripada hancur karena mengejar keuntungan instan.” Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan sejati lahir dari kerja keras, kejujuran, disiplin, serta kesabaran, bukan dari permainan yang sejak awal dirancang untuk menguntungkan penyelenggara. Berbagai lembaga pemerintah juga terus mengingatkan bahwa judi online dapat memicu kemiskinan, konflik rumah tangga, tindak kriminal, hingga mengancam masa depan anak-anak dan remaja. Di era digital saat ini, masyarakat diimbau untuk lebih bijak menggunakan teknologi. Internet semestinya dimanfaatkan sebagai sarana belajar, berwirausaha, meningkatkan keterampilan, dan membuka peluang ekonomi yang produktif, bukan menjadi pintu masuk praktik perjudian yang merusak kehidupan. Seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pemerintah, diharapkan terus memperkuat edukasi dan pengawasan agar generasi muda tidak terjebak dalam lingkaran judi online. Membangun karakter yang kuat dan literasi digital menjadi benteng utama dalam menghadapi berbagai ancaman di ruang digital. Karena pada akhirnya, kesuksesan bukan ditentukan oleh keberuntungan sesaat, melainkan oleh usaha yang konsisten, integritas yang terjaga, dan keberanian untuk memilih jalan yang benar. Masa depan yang cerah tidak dibangun dengan berjudi, tetapi dengan bekerja, berkarya, dan terus belajar.

Majalengka,-Bidik-kasusnews.com,.Kepala Bagian Perencanaan (Kabag Ren) Polres Majalengka Polda Jabar , AKP Dede Darmawan, S.H., M.H., memimpin pelaksanaan apel pagi yang dilanjutkan dengan kegiatan olahraga bersama di lingkungan Polres Majalengka pada Jumat (17/7/2026). Kegiatan apel pagi diikuti oleh personel Polres Majalengka sebagai bentuk kedisiplinan dalam mengawali pelaksanaan tugas sekaligus sarana penyampaian arahan kepada seluruh anggota. Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan olahraga bersama yang diikuti secara antusias oleh seluruh personel. Olahraga bersama ini bertujuan untuk menjaga kebugaran jasmani, meningkatkan metabolisme tubuh, serta memperkuat daya tahan tubuh agar setiap personel senantiasa berada dalam kondisi sehat dan prima dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dalam arahannya, AKP Dede Darmawan, S.H., M.H., menekankan pentingnya menjaga kesehatan sebagai modal utama dalam menjalankan tugas kepolisian yang membutuhkan kesiapan fisik maupun mental. “Kesehatan merupakan aset penting bagi setiap anggota Polri. Dengan rutin berolahraga dan menerapkan pola hidup sehat, diharapkan seluruh personel dapat meningkatkan metabolisme tubuh, menjaga kebugaran, serta selalu siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya. Kegiatan apel pagi dan olahraga bersama berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh semangat. Selain memberikan manfaat bagi kesehatan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan soliditas antarpersonel di lingkungan Polres Majalengka. Melalui kegiatan rutin seperti ini, Polres Majalengka terus berkomitmen membangun personel yang sehat, disiplin, profesional, dan siap melaksanakan tugas dalam memberikan perlindungan, pengayoman, serta pelayanan kepada masyarakat. (Asep Rusliman)

Majalengka,-Bidik-kasusnews.com,.Dalam rangka mempererat sinergitas dan soliditas antarunsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wakapolres Majalengka KOMPOL Dani Prasetya, S.H., M.H. bersama unsur TNI, Kejaksaan, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka mengikuti kegiatan olahraga bersama yang dilaksanakan pada Rabu (15/7/2026). ‎ ‎Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, komunikasi, serta kebersamaan antarinstansi dalam mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. ‎ ‎Wakapolres Majalengka KOMPOL Dani Prasetya, S.H., M.H. menyampaikan bahwa olahraga bersama bukan hanya bertujuan menjaga kebugaran dan kesehatan, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi serta membangun kekompakan di antara unsur Forkopimda. ‎”Melalui kegiatan ini diharapkan sinergitas yang telah terjalin dengan baik antara Polri, TNI, Kejaksaan, dan Pemerintah Daerah semakin solid dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung pembangunan di Kabupaten Majalengka,” ujarnya. ‎ ‎Kegiatan olahraga bersama berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Diharapkan, hubungan harmonis antarinstansi yang telah terjalin dapat terus dipelihara sehingga kolaborasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat semakin optimal. ‎ ‎Apabila akan dipublikasikan sebagai rilis Humas Polres Majalengka, narasi ini juga dapat disesuaikan dengan gaya penulisan resmi Humas Polri beserta penambahan kutipan dari Kapolres atau pejabat terkait. (Asep Rusliman)

Majalengka,-Bidik-kasusnews.com,.Guna memastikan stabilitas keamanan, ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta melindungi secara masif generasi penerus bangsa dari bahaya laten peredaran gelap narkotika, Kepolisian Resor (Polres) Majalengka Polda Jabar bertindak tegas tanpa kompromi. Langkah represif yang dikemas dalam wujud pelayanan prima kepolisian di bidang penegakan hukum ini difokuskan pada pemutusan mata rantai peredaran zat adiktif berbahaya demi mewujudkan wilayah hukum Kabupaten Majalengka yang bersih dari narkoba, aman, sehat, dan kondusif, Kamis (16/07/2026). Keberhasilan pengungkapan kasus menonjol penyalahgunaan narkotika golongan I jenis sabu ini dilakukan di bawah pengawasan Kasat Narkoba Polres Majalengka AKP Sigit Purnomo, S.H., dan digawangi langsung oleh Unit I Sat Narkoba di bawah pimpinan Ipda Addi Junia Permana, S.Sos., M.H. Petugas kepolisian bergerak cepat mengamankan seorang tersangka pria berinisial TH (27), seorang wiraswasta asal Kelurahan Cicurug, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, yang diduga kuat berperan aktif sebagai pengedar sabu jaringan lokal. Kronologis penangkapan bermula pada hari Rabu tanggal 15 Juli 2026 sekira jam 13.30 WIB. Petugas yang telah mengantongi informasi lapangan bergerak melakukan pengintaian dan berhasil mencegat tersangka TH di pinggir jalan Emen Slamet, Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka. Saat dilakukan penggeledahan badan dan pakaian di lokasi tersebut, petugas berhasil menemukan barang bukti awal berupa 1 paket narkotika jenis sabu. Aparat bergerak melakukan pengembangan dengan melakukan penggeledahan di rumah tempat tinggal tersangka yang berada di Lingkungan Munjul, Kelurahan Munjul, Kecamatan Majalengka. Hasilnya, di lantai kamar tidur tersangka, petugas menemukan gudang penyimpanan sabu berukuran paket siap edar. Sebanyak 35 paket sabu berhasil disita dengan rincian akumulatif yang terbungkus rapi di dalam plastik klip bening dengan berat bruto keseluruhan mencapai 26.10 gram. Atas perbuatan melanggar hukum tersebut, tersangka TH kini mendekam di ruji besi dan dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan atau Pasal 609 ayat (2) huruf (a) KUHPidana sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 1 tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. Pihak Sat Narkoba kini tengah melengkapi administrasi penyidikan, melakukan pemeriksaan BAP saksi dan tersangka, gelar perkara awal, cek kesehatan, melakukan pengujian barang bukti ke Laboratorium Forensik (Labfor), serta melakukan pengembangan mendalam guna mengejar asal mula barang bukti dan jaringan pengedar di atasnya. (Asep Rusliman)

CIREBON,-Bidik-kasusunews.com,. Baru memasuki masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sejumlah wali murid di SMP Negeri 2 Jamblang, Kabupaten Cirebon, mulai mengeluhkan banyaknya pungutan yang berkedok sebagai sumbangan sukarela. Keluhan yang diterima tim investigasi media menyebutkan, orang tua siswa dimintai sejumlah uang dengan berbagai alasan. Antara lain sumbangan pembelian sapu sebesar Rp20.000 per siswa, iuran rutin setiap hari Senin sebesar Rp2.000 untuk keperluan kelas, serta iuran hari Jumat sebesar Rp2.000 untuk kebutuhan mushola termasuk biaya pencucian mukena dan sajadah. Perlu diketahui, SMPN 2 Jamblang pada tahun ajaran baru ini menerima sebanyak 320 siswa baru. Jika dikalikan dengan nominal yang diminta, potensi dana yang terkumpul cukup besar. Sumbangan sapu saja jika seluruh siswa membayar akan mencapai Rp6.400.000. Sementara itu, iuran Senin dan Jumat masing-masing sebesar Rp2.000 per siswa, jika dikumpulkan setiap minggu selama satu bulan, setiap pos akan meraup Rp2.560.000. Artinya, dalam satu bulan saja, pihak sekolah berpotensi menerima dana tambahan sebesar Rp5.120.000 dari dua jenis iuran rutin tersebut. Tim investigasi kemudian turun langsung ke lokasi untuk mengklarifikasi informasi tersebut dan mempertanyakan hal itu kepada Kepala SMPN 2 Jamblang, Bapak Nono. Menanggapi hal itu, Bapak Nono membantah keras adanya pungutan dengan nominal yang ditetapkan seperti yang dikeluhkan. Ia justru melempar balik pertanyaan tersebut agar dikonfirmasi langsung kepada wali kelas masing-masing. “Saya juga paham aturan yang berlaku. Yang namanya infaq itu tidak ada nominal yang ditentukan, melainkan seikhlasnya saja. Kalau soal sumbangan sapu itu tidak ada, bahkan kami pihak sekolah sudah membelinya sendiri,” pungkas Nono. Namun, pernyataan kepala sekolah ini ternyata berbanding terbalik dengan keterangan yang disampaikan sejumlah siswa yang sedang mengikuti MPLS saat diwawancarai secara terpisah. Beberapa siswa membenarkan adanya permintaan uang sumbangan untuk pembelian sapu sebesar Rp20.000. Ada siswa yang menyebut uang tersebut dikumpulkan kepada Ketua OSIS, sementara siswa lain menyatakan uang diserahkan langsung kepada wali kelas. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta aturan larangan pungutan di satuan pendidikan dasar dan menengah, sumbangan sukarela tidak boleh ditetapkan nominalnya, tidak boleh dipaksakan, dan tidak boleh dijadikan syarat bagi siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran maupun kegiatan sekolah lainnya. Hingga berita ini diturunkan, tim investigasi masih berupaya meminta keterangan lebih lanjut dari pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon serta menelusuri aliran dana yang diduga dikumpulkan tersebut guna mendapatkan kejelasan utuh. (Asep Rusliman)