MAJALENGKA,-Bidik-kasusnews.com,.Kemitraan strategis dan soliditas antarsatuan TNI-Polri di Kabupaten Majalengka terus diperkuat. Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Majalengka AKBP M Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si., menggelar kunjungan silaturahmi ke Markas Komando (Mako) Lanud Sugiri Sukani, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Rabu (26/8/2026). Dalam kunjungan resmi namun penuh kekeluargaan tersebut, Kapolres Majalengka didampingi Wakapolres Majalengka, serta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Majalengka. Setibanya di Mako Lanud Sugiri Sukani, kedatangan rombongan Polres Majalengka disambut langsung secara hangat oleh Komandan Lanud (Danlanud) Sugiri Sukani Letkol Pnb Kadeck Dwi Indira Mawan, S.I.P., bersama jajaran Pejabat Utama Lanud Sugiri Sukani. Kapolres Majalengka AKBP M Aldy Sulaiman menyampaikan bahwa silaturahmi ini merupakan bagian dari komitmen Polres Majalengka untuk senantiasa mempererat tali persaudaraan serta memantapkan koordinasi lintas matra di wilayah hukum Kabupaten Majalengka. “Sinergitas antara TNI dan Polri adalah pilar utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, serta kolaborasi yang selama ini sudah terjalin sangat baik antara Polres Majalengka dan Lanud Sugiri Sukani,” ujar AKBP M Aldy Sulaiman. Ia berharap hubungan harmonis antarnstitusi ini dapat terus terjaga secara berkelanjutan, khususnya dalam mengawal berbagai agenda kemasyarakatan serta menjaga kondusifitas daerah. Sementara itu, Danlanud Sugiri Sukani Letkol Pnb Kadeck Dwi Indira Mawan, S.I.P., mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih atas kunjungan Kapolres Majalengka beserta jajaran Pejabat Utama Polres. “Kami merasa terhormat dan menyambut baik kedatangan Kapolres Majalengka beserta rombongan. Lanud Sugiri Sukani siap terus bersinergi dan berjalan berdampingan dengan Polres Majalengka untuk mendukung terciptanya situasi keamanan yang kondusif, aman, dan nyaman bagi warga Majalengka,” tutur Letkol Pnb Kadeck Dwi Indira (Asep Rusliman)

CIREBON KOTA,-Bidik-kasusnews.com,- Respons cepat Polres Cirebon Kota bersama Den C Brimobda Jabar dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon menangani kebakaran lahan kosong di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, RW 05, Desa Kedungdawa, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Kamis (27/8/2026) malam. Penanganan dilakukan setelah informasi kebakaran diterima dari masyarakat sehingga personel segera bergerak ke lokasi untuk mencegah api meluas. Kebakaran diketahui sekitar pukul 20.45 WIB pada lahan kosong seluas kurang lebih 1,7 hektare yang berada di pinggir Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, tepatnya di depan Perum Griya Caraka. Kondisi lahan yang banyak ditumbuhi rumpun kering serta hembusan angin menyebabkan api dengan cepat membesar dan membakar sekitar 80 persen area lahan. Saksi pertama, Heriawan (56), pekerjaan Polri selaku Ketua RW 05, beralamat di Griyamukti RW 05, Desa Kedungdawa, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, menerangkan bahwa dirinya melihat api berasal dari samping jalan di depan Klinik Mata Perum Griya Caraka. Setelah mengetahui adanya kebakaran tersebut, Heriawan kemudian menghubungi Layanan Polisi 110 untuk menyampaikan informasi agar petugas segera datang ke lokasi. Saksi kedua, Yadi Supriyadi (50), Ketua RW 08 Desa Kalikoa, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, beralamat di Perumahan Griya Caraka RW 08, Desa Kalikoa, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, menerangkan bahwa dirinya awalnya mendapat informasi dari Sdr. Otong selaku petugas keamanan Perum Griya Caraka mengenai adanya kebakaran lahan di seberang perumahan. Berdasarkan keterangan yang diterima dari Sdr. Otong, api diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang oleh orang yang melintas di sekitar lokasi. Setelah menerima informasi melalui Layanan Polisi 110, personel Polsek Kedawung segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengamanan area. Petugas kemudian berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon dan Den C Brimobda Jabar guna mempercepat penanganan kobaran api. Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran untuk melakukan penyemprotan pada titik-titik api. Sementara itu, Den C Brimobda Jabar turut mengerahkan satu unit water cannon untuk membantu proses pemadaman, terutama pada bagian lahan yang masih terdapat bara dan material kering. Sinergi personel Polres Cirebon Kota, Den C Brimobda Jabar dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. Petugas juga memastikan area sekitar lokasi tidak membahayakan masyarakat serta melakukan pemantauan terhadap titik-titik yang berpotensi kembali terbakar. Sekitar pukul 21.30 WIB, api berhasil dipadamkan setelah kurang lebih 45 menit dilakukan penanganan. Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas melakukan pengecekan kembali di sekitar lahan untuk memastikan tidak terdapat titik api yang masih menyala atau bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka serta tidak ditemukan kerugian materiil. Berdasarkan keterangan saksi dan informasi awal yang diperoleh di lokasi, kebakaran diduga dipicu oleh puntung rokok yang dibuang oleh pengguna atau pengendara yang melintas di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, namun penyebab tersebut masih merupakan dugaan awal. Kapolsek Kedawung Kompol Ahmad Nasori, S.H., mengatakan bahwa respons cepat dan koordinasi bersama unsur terkait sangat membantu proses penanganan kebakaran sehingga api dapat segera dikendalikan. “Begitu informasi diterima, personel langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan Damkar Kabupaten Cirebon serta Den C Brimobda Jabar untuk melakukan pemadaman. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.30 WIB, dan kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan karena pada kondisi lahan kering, sumber api kecil sekalipun dapat dengan cepat memicu kebakaran,” ujarnya. (Asep Rusliman)

Cirebon Kota,-Bidik-kasusnews.com,.Polres Cirebon Kota mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, Kamis (27/08/2026), khususnya ketika terdapat kegiatan penyampaian aspirasi yang berpotensi menimbulkan kericuhan. Imbauan tersebut menjadi langkah preventif untuk melindungi keselamatan anak agar tidak berada dalam situasi yang dapat membahayakan diri maupun masa depan mereka. Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengatakan, perhatian dan pengawasan orang tua sangat diperlukan untuk memastikan anak-anak tidak ikut berada di lokasi kegiatan yang memiliki potensi terjadi kericuhan atau gangguan keamanan. Menurutnya, anak-anak perlu mendapatkan pemahaman yang tepat mengenai risiko serta pentingnya menjaga keselamatan diri dalam setiap keadaan. Ia menjelaskan, penyampaian pendapat di muka umum merupakan bagian dari hak masyarakat yang harus dihormati, namun anak-anak tetap perlu mendapatkan pendampingan dan edukasi dari keluarga agar memahami batasan serta risiko ketika berada di lingkungan yang tidak sesuai dengan usia dan kebutuhannya. “Orang tua memiliki peran penting dalam memastikan anak-anak tidak berada di lokasi aksi yang berpotensi terjadi kericuhan. Keselamatan mereka merupakan tanggung jawab kita bersama, sehingga anak perlu dibimbing dan diberikan pemahaman agar tidak mudah terpengaruh untuk ikut dalam situasi yang dapat membahayakan dirinya,” ujar AKP M. Aris Hermanto. Menurutnya, masa anak-anak merupakan periode penting dalam membangun pendidikan, karakter dan kemampuan untuk meraih cita-cita, sehingga setiap aktivitas yang berpotensi mengganggu keselamatan maupun proses tumbuh kembang mereka perlu menjadi perhatian bersama. Kasi Humas juga mengajak para orang tua untuk membangun komunikasi terbuka dengan anak, termasuk mengetahui aktivitas, lingkungan pergaulan serta kegiatan yang akan diikuti oleh anak. Komunikasi yang baik dinilai dapat membantu orang tua memberikan arahan secara tepat tanpa menimbulkan jarak dengan anak. “Anak-anak kita memiliki masa depan yang panjang dan harus dijaga bersama. Jangan sampai karena rasa ingin tahu, ajakan teman atau sekadar ikut-ikutan, mereka justru berada di tengah situasi yang berisiko dan dapat merugikan diri sendiri,” katanya. Ia menambahkan, edukasi kepada anak perlu dilakukan secara terus-menerus dengan memberikan pemahaman bahwa menyampaikan aspirasi dapat dilakukan melalui cara yang baik, bertanggung jawab dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Orang tua juga diharapkan tidak hanya memberikan larangan, tetapi menjelaskan alasan keselamatan di balik setiap arahan yang diberikan kepada anak. Polres Cirebon Kota turut mengajak masyarakat dan seluruh pihak yang berada di lingkungan anak untuk bersama-sama menciptakan ruang yang mendukung tumbuh kembang generasi muda. Kepedulian dari keluarga, lingkungan pendidikan, masyarakat dan kepolisian diperlukan agar anak-anak tidak menjadi korban maupun terdampak oleh situasi yang sebenarnya belum menjadi tanggung jawab mereka. “Keselamatan anak bukan hanya menjadi perhatian kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Mari orang tua terus mendampingi, mengawasi dan mengedukasi anak-anak agar mereka fokus pada pendidikan, menjaga diri dan mempersiapkan masa depan dengan sebaik-baiknya,” pungkas AKP M. Aris Hermanto. (Asep Rusliman)

Kuningan,-Bidik-kasusnews.com,.Peredaran minuman keras (miras) kembali menjadi perhatian jajaran Polres Kuningan. Dalam razia yang digelar di sejumlah wilayah, polisi berhasil menyita 62 botol miras berbagai merek dari warung kelontong hingga ruko. Operasi penertiban tersebut dilakukan Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Kuningan, Kamis (27/8), menyusul adanya laporan masyarakat terkait dugaan peredaran minuman beralkohol di sejumlah titik. Petugas kemudian melakukan penyisiran di wilayah Kuningan, Kecamatan Kramatmulya, dan Cilimus. Dari hasil pemeriksaan di lapangan, puluhan botol miras ditemukan dan langsung diamankan sebagai barang bukti. Kasat Narkoba Polres Kuningan AKP Jojo Sutarjo didampingi Kasi Humas Polres Kuningan AKP Mugiyono mengatakan, laporan masyarakat menjadi salah satu dasar kepolisian melakukan penindakan. “Informasi dari masyarakat menyebutkan adanya peredaran miras di beberapa wilayah. Dari hasil penyisiran, kami menemukan berbagai merek minuman keras dan sebanyak 62 botol kami sita untuk proses lebih lanjut,” ujar Jojo. Menurutnya, seluruh barang bukti yang diamankan berasal dari sejumlah warung dan ruko yang diduga menjadi lokasi penyimpanan maupun penjualan miras. Jojo menegaskan, razia tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Penertiban akan terus dilakukan secara berkala, terutama terhadap lokasi yang berdasarkan informasi warga diduga menjadi tempat peredaran miras. “Tujuan kami menjaga ketertiban dan menciptakan kondisi yang aman. Kegiatan cipta kondisi akan terus kami tingkatkan dengan menyasar lokasi-lokasi yang diduga terdapat peredaran miras,” katanya. Selain menyisir warung dan ruko, sebelumnya Polres Kuningan juga melakukan razia di sejumlah tempat hiburan malam di kawasan Linggarjati. Dalam kegiatan tersebut, petugas turut menemukan dan mengamankan puluhan botol miras. Polres Kuningan mengimbau masyarakat agar ikut berperan aktif dalam menjaga lingkungan dengan melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas peredaran minuman keras. Laporan warga dinilai penting untuk mempercepat langkah penindakan di lapangan. (Asep Rusliman)

Majalengka,-Bidik-kasusnews.com,.Polres Majalengka komitmen dalam menekan peredaran minuman keras di wilayah hukumnya. Penegakan hukum tersebut merupakan wujud nyata kerja jajaran kepolisian dan bukan sekadar pencitraan. Begitu disampaikan Kapolres Majalengka, AKBP M. Aldy Sulaiman saat kegiatan pemusnahan ribuan botol minuman keras di halaman Mapolres Majalengka, Kamis, 27 Agustus 2026. ‎Dalam kegiatan tersebut, Polres Majalengka memusnahkan 5.195 botol minuman keras hasil operasi penertiban dan penegakan hukum yang dilakukan selama dua minggu terakhir. Menurut Aldy, hasil operasi tersebut merupakan kerja bersama seluruh satuan di lingkungan Polres Majalengka, mulai dari Sat Samapta, Satresnarkoba, Satreskrim hingga jajaran Polsek. ‎”Mohon maaf sekali lagi, soal penegakan hukum miras ini bukan pencitraan. Kalau pencitraan itu dari yang tidak ada dibuat seolah-olah ada,” ujar Aldy. ‎Ia mengatakan, jumlah minuman keras yang berhasil diamankan pada operasi terbaru mengalami penurunan dibandingkan operasi sebelumnya yang mencapai sekitar 6.200 botol. ‎Menurutnya, penurunan jumlah barang bukti tersebut menjadi salah satu indikator bahwa upaya penertiban dan penegakan hukum terhadap peredaran miras terus dilakukan secara konsisten. ‎”Selama dua minggu, kami berhasil melakukan pengamanan terhadap 5.195 botol minuman keras. Di operasi pertama jumlahnya sekitar 6.200 botol. Tentunya kami bersyukur pada operasi pertama dan kedua ada angka penurunan. Yang menjadi permasalahan adalah ketika justru terjadi peningkatan,” katanya. Aldy menambahkan, keberhasilan operasi tersebut tidak terlepas dari soliditas dan kolaborasi antara Polri dengan berbagai unsur, mulai dari Pemkab Majalengka, TNI, DPRD, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, tokoh ulama hingga seluruh elemen masyarakat. ‎Ia menilai, sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang lebih kondusif di Kabupaten Majalengka. ‎”Kami yakin dan percaya, tanpa adanya soliditas, sinergitas dan kolaborasi, kegiatan seperti ini tidak akan berhasil,” ujarnya. ‎Polres Majalengka, lanjut Aldy, akan terus mendukung kebijakan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam upaya menciptakan Majalengka yang bebas dari peredaran minuman keras dan narkotika. ‎Upaya tersebut diharapkan dapat menekan berbagai potensi gangguan keamanan dan tindak kejahatan di tengah masyarakat, termasuk aksi kriminalitas seperti begal. ‎”Ini merupakan wujud nyata komitmen Polres Majalengka dan jajaran untuk mendukung terciptanya Majalengka yang zero miras dan zero narkotika,” pungkasnya. (Asep Rusliman)

Majalengka,-Bidik-kasusnews.com,.Polres Majalengka kembali menunjukkan keseriusannya dalam memerangi peredaran narkotika. Dalam operasi intensif selama 10 hari terakhir, jajaran Satres Narkoba berhasil menangkap lima tersangka yang diduga sebagai pengedar narkotika dan obat keras terbatas (OKT). Keberhasilan tersebut diungkap Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldi Sulaeman dalam konferensi pers di Aula Sindangkasih Polres Majalengka, Kamis (27/8/2026), didampingi unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen pemuda dan mahasiswa. Dari tangan para tersangka, polisi menyita 3.805 butir Obat Keras Terbatas (OKT) dan 51,05 gram sabu-sabu yang diduga siap diedarkan di wilayah Kabupaten Majalengka. Kapolres menegaskan, keberhasilan tersebut bukan akhir dari pemberantasan narkoba. Aparat masih memburu bandar besar yang diduga menjadi pemasok jaringan peredaran narkotika di Majalengka. “Kami tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi bandar maupun pengedar narkoba. Penindakan akan dilakukan secara tegas, terukur, dan tanpa pandang bulu,” tegas Kapolres. Menurutnya, strategi pemberantasan dilakukan melalui tiga pendekatan sekaligus, yakni preemtif melalui edukasi kepada masyarakat, preventif dengan pengawasan di wilayah rawan, serta represif melalui penindakan hukum terhadap pelaku. Kapolres juga mengungkapkan adanya tren positif. Penyitaan obat keras terbatas yang sebelumnya mencapai sekitar 26 ribu butir kini turun menjadi sekitar 3 ribu butir, yang menjadi indikasi menurunnya peredaran obat ilegal di wilayah Majalengka. Dalam kesempatan tersebut, Polres Majalengka bersama Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, dan mahasiswa mendeklarasikan komitmen bersama mewujudkan Majalengka Zero Miras, Zero Narkotika, Zero Knalpot Brong, dan Zero Begal sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kapolres juga mengajak masyarakat berperan aktif dengan segera melaporkan setiap dugaan penyalahgunaan narkoba melalui Call Center 110 maupun media sosial resmi kepolisian. Sementara itu, Wakil Bupati Majalengka Dena M. Ramdhan memberikan apresiasi atas langkah cepat dan konsisten Polres Majalengka dalam menjawab keresahan masyarakat terhadap maraknya peredaran narkoba. Ia mengaku prihatin karena sebagian pelaku yang diamankan merupakan warga asli Majalengka. Karena itu, pemerintah daerah mendukung penuh langkah kepolisian agar jaringan peredaran narkotika dapat diputus hingga ke akar-akarnya. Pemerintah Kabupaten Majalengka berharap sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga mampu menciptakan lingkungan yang aman, bersih dari narkoba, serta melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika. (Asep Rusliman)

JAKARTA,-Bidik-kasusnews.com,.27 Agustus 2026 — Ketua Umum DPP Fast Respon Indonesia Center (FRIC), H. Dian Surahman, mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) bersama pemerintah mempercepat pembahasan dan pengesahan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset Tindak Pidana. Menurut H. Dian, keberadaan regulasi yang kuat mengenai perampasan aset menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat pemberantasan korupsi, khususnya dalam upaya memastikan hasil kejahatan tidak tetap dinikmati pelaku setelah proses hukum berjalan. “Korupsi bukan hanya persoalan menghukum pelakunya. Negara juga harus memastikan hasil kejahatan dapat dipulihkan dan dikembalikan untuk kepentingan masyarakat. Karena itu, pembahasan RUU Perampasan Aset jangan terus berlarut-larut,” tegas H. Dian Surahman di Jakarta, Kamis (27/8/2026). Ia menilai, pemberantasan korupsi harus diarahkan tidak hanya pada pemidanaan badan, tetapi juga pada asset recovery atau pemulihan aset yang berkaitan dengan tindak pidana sesuai mekanisme hukum dan pembuktian yang berlaku. “Jangan sampai seseorang menjalani hukuman, tetapi hasil kejahatannya tetap aman dan dapat dinikmati setelahnya. Prinsipnya sederhana: apabila aset terbukti berkaitan dengan tindak pidana, negara harus memiliki instrumen hukum yang kuat untuk memulihkannya,” ujarnya. “EMPAT ALASAN FRIC MENDORONG PERCEPATAN RUU PERAMPASAN ASET” “Pertama, memperkuat efek jera terhadap pelaku korupsi” H. Dian berpandangan bahwa pemberantasan korupsi membutuhkan pendekatan yang menyentuh keuntungan ekonomi dari tindak pidana tersebut. “Kalau korupsi hanya dipandang sebagai persoalan hukuman penjara, maka keuntungan ekonomi dari kejahatan tersebut tetap menjadi persoalan. Efek jera akan lebih kuat apabila pelaku mengetahui bahwa hasil kejahatannya dapat dipulihkan melalui mekanisme hukum,” katanya. “Kedua, memastikan kerugian negara dapat dipulihkan” Menurut FRIC, setiap upaya pemberantasan korupsi harus memiliki orientasi yang jelas terhadap pengembalian kerugian negara dan pemulihan aset. “Uang negara pada akhirnya adalah uang rakyat. Ketika terjadi tindak pidana korupsi, dampaknya dirasakan masyarakat. Karena itu, pemulihan aset harus menjadi bagian penting dari strategi pemberantasan korupsi,” tutur H. Dian. Ia mencontohkan, aset negara yang berhasil dipulihkan dapat kembali memberikan manfaat bagi masyarakat melalui berbagai program pembangunan dan pelayanan publik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. “Ketiga, memperkuat kepastian hukum dalam penelusuran dan pemulihan aset” FRIC menilai pembentukan undang-undang khusus harus tetap mengedepankan prinsip due process of law, perlindungan hak pihak yang beritikad baik, transparansi, serta mekanisme pembuktian yang jelas. “Perampasan aset harus dilakukan secara profesional, transparan, akuntabel, dan berdasarkan hukum. Kita ingin pemberantasan korupsi semakin kuat, tetapi pada saat yang sama kepastian hukum dan hak-hak masyarakat juga harus tetap dijaga,” tegasnya. “Keempat, menjawab tuntutan publik terhadap pemberantasan korupsi” H. Dian mengatakan masyarakat membutuhkan langkah konkret negara dalam memastikan pemberantasan korupsi tidak berhenti pada proses penghukuman pelaku. “Rakyat ingin melihat negara hadir. Rakyat ingin melihat uang yang dirugikan dapat kembali. Karena itu, DPR dan pemerintah harus mendengarkan aspirasi publik dan memberikan kepastian mengenai arah penyelesaian RUU Perampasan Aset,” katanya. “FRIC SIAP KAWAL DAN EDUKASI MASYARAKAT” Sebagai organisasi yang bergerak dalam bidang respons cepat dan informasi publik, FRIC menyatakan akan terus mengawal perkembangan pembahasan RUU Perampasan Aset melalui pemberitaan dan edukasi kepada masyarakat. H. Dian juga mengingatkan seluruh jajaran FRIC agar menyampaikan informasi secara akurat, berimbang, dan tidak menghakimi, terutama ketika memberitakan perkara korupsi yang masih berada dalam proses hukum. “FRIC akan mengawal dari sisi informasi publik. Kami tidak ingin masyarakat hanya mendengar soal siapa yang ditangkap atau dihukum. Masyarakat juga perlu memahami bagaimana negara memulihkan aset hasil tindak pidana dan bagaimana mekanisme hukumnya,” jelasnya. Ia menegaskan, FRIC mendukung penguatan sinergi antarlembaga penegak hukum dan lembaga terkait dalam pemberantasan korupsi serta pemulihan aset negara, sepanjang seluruh proses berjalan berdasarkan kewenangan dan ketentuan hukum. SIKAP FRIC SE-INDONESIA FRIC menyampaikan sejumlah sikap terkait agenda RUU Perampasan Aset, yakni: Mendukung percepatan pembahasan dan pengesahan RUU Perampasan Aset dengan tetap mengedepankan kualitas substansi dan kepastian hukum. Mendorong DPR RI dan pemerintah memberikan kejelasan mengenai tahapan serta perkembangan pembahasan regulasi tersebut kepada publik. Mengawal pembahasan melalui pemberitaan dan edukasi publik agar masyarakat memahami tujuan, mekanisme, manfaat, serta konsekuensi hukum dari regulasi tersebut. Mendorong penguatan pemulihan aset hasil tindak pidana sebagai bagian dari strategi pemberantasan korupsi. Mendukung sinergi lembaga penegak hukum dan lembaga terkait dalam upaya pemberantasan korupsi serta asset recovery sesuai kewenangan masing-masing. Menutup pernyataannya, H. Dian Surahman menegaskan bahwa perang melawan korupsi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “FRIC berdiri bersama kepentingan rakyat. Kami mendukung pemberantasan korupsi yang tegas, profesional, transparan, dan berdasarkan hukum. Jangan hanya pelakunya yang dihukum, tetapi aset hasil tindak pidananya juga harus dipulihkan melalui mekanisme hukum yang jelas. Jika aset negara dapat kembali, maka manfaatnya kembali kepada rakyat,” pungkas H. Dian Surahman (Asep Rusliman)

Cirebon Kota,-Bidik-kasusnews.com,. Polsek Kapetakan, Polres Cirebon Kota, menangani penemuan jenazah seorang laki-laki di aliran Sungai Anak Winong (Karangsambung), Desa Surakarta, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Korban diketahui berinisial H.H.D.S., 71 tahun, laki-laki, warga Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, yang sebelumnya berangkat mencari ikan menggunakan sepeda motor pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB dan tidak kunjung kembali ke rumah. Penemuan bermula ketika Sutrisno, 39 tahun, buruh tani, beralamat di Blok Kamis RT 001 RW 004, Desa Surakulon, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, bersama Leman, 43 tahun, buruh, beralamat di Blok Kamis RT 001 RW 004, Desa Surakulon, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, hendak pulang setelah mengairi sawah dan melihat sepeda motor terparkir di pinggir tanggul Sungai Karangsambung. Karena sepeda motor tersebut diketahui telah berada di lokasi sejak sehari sebelumnya, kedua saksi kemudian mencari di sekitar tanggul. Sutrisno selanjutnya melihat sesosok tubuh berada di aliran sungai dalam posisi telungkup dan segera menghubungi Layanan Polisi 110 untuk melaporkan penemuan tersebut. Informasi dari masyarakat tersebut segera ditindaklanjuti personel Polsek Kapetakan dengan mendatangi lokasi. Petugas kemudian melakukan pengecekan TKP, meminta keterangan saksi, mengamankan lokasi serta berkoordinasi dengan unsur terkait untuk proses penanganan dan evakuasi jenazah. Saksi Wawan alias Godeg, 40 tahun, perangkat Desa Surakulon/juragan, beralamat di Blok Sabtu RT 003 RW 006, Desa Suranenggala Kulon, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, turut memberikan keterangan kepada petugas mengenai informasi awal penemuan jenazah tersebut. Kapolsek Kapetakan AKP Rudiana, S.H., M.H., C.P.H.R., bersama personel Polsek Kapetakan, Tim Inafis dan Pamapta 1 Polres Cirebon Kota kemudian melakukan pengecekan serta olah TKP. Jenazah dievakuasi dari aliran sungai dengan dibantu warga sekitar untuk selanjutnya dibawa ke rumah duka. Dari keterangan pihak keluarga, korban diketahui berangkat mencari ikan pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB dengan membawa jaring ikan menggunakan sepeda motor. Hingga sekitar pukul 19.00 WIB korban belum kembali, sehingga pihak keluarga melakukan pencarian di sejumlah lokasi sungai sebelum akhirnya menerima informasi bahwa korban telah ditemukan meninggal dunia. Sekitar pukul 20.20 WIB, jenazah berhasil dievakuasi dan dibawa ke rumah duka. Berdasarkan keterangan pihak Puskesmas Kapetakan, korban diduga meninggal dunia akibat terlalu banyak kemasukan air, sementara pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan visum luar maupun autopsi yang dituangkan dalam surat pernyataan. Kapolsek Kapetakan mengatakan, penanganan dilakukan setelah pihaknya menerima informasi masyarakat melalui Layanan Polisi 110 dan langsung menerjunkan personel untuk melakukan pengecekan serta penanganan di lokasi. “Kami mengapresiasi respons masyarakat yang segera menghubungi Layanan Polisi 110 sehingga informasi penemuan jenazah dapat dengan cepat diterima dan ditindaklanjuti oleh personel kepolisian,” ujar AKP Rudiana. “Setiap informasi dari masyarakat sangat penting bagi kepolisian, terutama dalam kondisi darurat. Kami mengimbau masyarakat untuk segera menghubungi Layanan Polisi 110 apabila menemukan kejadian yang membutuhkan kehadiran dan penanganan kepolisian,” tutupnya. (Asep Rusliman)

MAJALENGKA,-Bidik-kasusnews.com,. Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Ke 81 Republik Indonesia tahun 2026 sekaligus tanggung jawab sosial telah digelar pemeriksaan dan pengobatan gratis serta pemberian sembako bagi 1.000 orang yang meliputi 4 desa di Kecamatan Kertajati. Hal tersebut ditegaskan General Manager Metland Kertajati Dodo Eldi Utomo saat kegiatan berlangsung yang dihadiri langsung oleh Bupati Majalengka Eman Suherman pada Rabu, (26/08/26) bertempat di Galery Marketing Metland Kertajati. Nampak hadir pula Direktur PT. Metropolitan Land Tbk dan Yayasan Metropolitan Peduli, Camat Kertajati Fazri Pria Perdana dan jajaran Forkopincam, dan tamu undangan lainnya. Bupati Majalengka Eman Suherman mengatakan bahwa kegiatan yang hari ini dilaksanakan di Metland Kertajati dengan PT Metropolitan Land Tbk dan Yayasan Metropololitan Peduli sangat membahagiakan masyarakat. “Hari ini dilaksanakan bakti sosial bagi 1.000 masyarakat di empat desa se Kecamatan Kertajati di Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan jika didiagnosa ada penyakit langsung dikasih obat. Selain itu ada bakti sosial pemberian sembako kepada 1.000 orang masyarakat sekitarnya. Untuk itu saya menghaturkan penghargaan yang setinggi tingginya kepada jajaran Yayasan Metropilitan Peduli yang sudah melaksanakan tanggung jawab sosialnya di wilayah Majalengka,” papar Bupati. Sambung Bupati Eman, semoga kegiatan ini tidak hanya sampai disini saja akan tetapi terus diagendakan pada setiap tahunnya. “Semoga semakin berkembang untuk bersama sama mensejahterakan masyarakat khususnya di Kecamatan Kertajati untuk Majalengka Langkung Sae,” ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, General Manager Metland Kertajati, Dodo Eldi Utomo mengatakan bahwa kegiatan ini berlangsung berkat dukungan dari semua terutama Bupati Majalengka. “Semoga bisa berdampak positif bagi warga sekitarmya,” seru Dodo. Sementara itu, Camat Kertajati, Fazri Pria Perdana mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada panitia penyelenggara khususnya Metland Kertajati. “Warga di empat desa se Kecamatan Kertajati bisa merasakan manfaat dari tanggung jawab sosial ini,” urainya. (Asep Rusliman)

Bandung,-Bidik-kasusnews.com,.26 Agustus 2026 , Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Satreskrim Polres Cirebon Kota mengungkap dugaan pencabulan terhadap tujuh anak perempuan yang diduga dilakukan seorang pedagang cimin keliling berinisial US (45), dengan penyidik masih mendalami kemungkinan adanya korban lain dalam perkara tersebut. Kasatreskrim Polres Cirebon Kota AKP M. Fadlillah menjelaskan, para korban yang telah terdata seluruhnya merupakan anak perempuan berusia antara 6 hingga 9 tahun, sementara dugaan perbuatan tersebut terjadi pada waktu dan lokasi berbeda ketika US berjualan cimin secara berpindah- pindah di sekitar lingkungan tempat tinggal para korban. “Perkara tersebut terungkap setelah salah seorang orang tua korban mencurigai perilaku US ketika berjualan di sekitar lingkungan tempat tinggalnya, kemudian informasi tersebut disampaikan kepada orang tua lainnya hingga ditemukan adanya beberapa anak yang mengaku mendapatkan perlakuan serupa dari terduga pelaku.” tutur Hendra, Rabu (26/8/2026) Menurut keterangan yang dihimpun penyidik, US diduga menggunakan modus dengan berpura-pura hendak menimbang atau mengangkat tubuh anak, kemudian memanfaatkan situasi tersebut untuk menyentuh bagian tubuh korban yang seharusnya tidak disentuh, sehingga dugaan perbuatan tersebut baru diketahui setelah orang tua melakukan komunikasi dan menggali keterangan dari anak-anak mereka. Pada 18 Agustus 2026, US kembali ditemukan warga dan diduga melakukan tindakan serupa terhadap seorang anak di bawah umur, sehingga warga yang berada di lokasi kemudian mengamankan terduga pelaku sebelum menyerahkannya kepada pihak kepolisian untuk mencegah terjadinya tindakan main hakim sendiri. Polisi selanjutnya membawa US ke kantor kepolisian untuk menjalani proses hukum dan pendalaman perkara, termasuk meminta keterangan yang diperlukan serta mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana tersebut, di antaranya potongan pakaian anak. AKP M. Fadlillah menjelaskan, penyidik masih melakukan pendalaman terhadap seluruh informasi yang diterima untuk memastikan rangkaian peristiwa serta mengidentifikasi kemungkinan adanya anak lain yang pernah mendapatkan perlakuan serupa dari terduga pelaku, sehingga masyarakat yang memiliki informasi penting diharapkan segera menyampaikannya kepada kepolisian. Dalam penanganan perkara tersebut, penyidik menerapkan ketentuan pidana terkait dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak sesuai peraturan perundang- undangan yang berlaku, sekaligus memberikan perhatian terhadap perlindungan dan pendampingan terhadap anak-anak yang diduga menjadi korban selama proses hukum berlangsung. “Untuk sementara anak yang sudah terdata sebanyak tujuh orang dan kami masih melakukan pendalaman untuk mengetahui kemungkinan adanya korban lain, sehingga kami mengimbau masyarakat yang mengetahui atau mengalami kejadian serupa agar segera menyampaikan informasi kepada kepolisian serta tidak melakukan tindakan main hakim sendiri,” ujar AKP M. Fadlillah. (Asep Rusliman)