HSU, Bidik-kasusnews.com – Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui pendampingan dan monitoring lahan pertanian di wilayah pedesaan. Kali ini, personel Polsek Banjang melakukan pemantauan perkembangan tanaman jagung pada lahan swasembada pangan di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kamis (18/6/2026). Kegiatan monitoring tersebut dilaksanakan oleh Aipda Herry S, Aipda Sukadi, dan Aipda Robby sebagai bagian dari upaya pengawasan sekaligus pendampingan terhadap kelompok tani binaan Polri dalam mendukung program swasembada jagung. Kapolsek Banjang menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan perkembangan tanaman jagung berjalan sesuai target, sekaligus memberikan motivasi kepada petani agar terus meningkatkan produktivitas pertanian. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, lahan jagung yang dikelola oleh Sadikin selaku pemilik lahan memiliki luas sekitar 4 hektare atau 40.000 meter persegi. Lahan tersebut tergabung dalam Kelompok Tani Mandiri yang merupakan binaan Polri di wilayah Kecamatan Banjang. Tanaman jagung yang ditanam pada 12 Mei 2026 tersebut kini memasuki usia 38 hari dengan tinggi tanaman berkisar antara 42 hingga 55 sentimeter. Kondisi tanaman terpantau tumbuh dengan baik dan menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Petani menggunakan benih jagung hibrida Bisi 18 sebanyak 100 kilogram atau setara 100 bungkus untuk mendukung produktivitas lahan. Sementara untuk pemupukan digunakan pupuk NPK 16-16-16 serta dolomit guna menjaga kesuburan tanah. Pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang. Seluruh proses budidaya masih dilakukan secara manual dengan memanfaatkan peralatan pertanian sederhana. Meski demikian, petani optimistis hasil panen dapat memenuhi target produksi yang diharapkan. Jika tidak mengalami kendala cuaca maupun serangan hama, tanaman jagung pakan tersebut diperkirakan akan memasuki masa panen pada 10 Oktober 2026 mendatang. Kapolsek Banjang menegaskan bahwa Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga aktif mendukung program pemerintah di sektor pertanian sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. “Monitoring ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program swasembada pangan. Kami berharap para petani terus semangat mengelola lahannya sehingga mampu meningkatkan hasil produksi dan mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional,” ujarnya. Kegiatan berlangsung aman, lancar, dan mendapat respons positif dari petani setempat. Kehadiran personel Polsek di tengah aktivitas pertanian diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri di bidang pangan. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, Polsek Banjang optimistis sektor pertanian, khususnya komoditas jagung, dapat menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung program swasembada pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com Suasana penuh antusiasme mewarnai Markas Kodim 0410/Kota Bandar Lampung, Kamis (18/6/2026) pagi WIB. Ribuan pasang mata larut dalam euforia kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Bola Gembira Piala Dunia 2026 saat menyaksikan duel sengit antara Ghana dan Panama yang berakhir dengan kemenangan dramatis Ghana 1-0. Sorak-sorai penonton pecah ketika Ghana mencetak gol penentu kemenangan pada masa injury time babak kedua. Gol tersebut sekaligus menjadi penutup laga penuh tensi dalam pertandingan perdana Grup L yang digelar di BMO Field, Toronto, Kanada. Kegiatan nobar yang berlangsung di Markas Kodim 0410/KBL, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Langkapura, Bandar Lampung, tidak hanya menjadi tontonan olahraga semata, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan antara prajurit TNI dan masyarakat yang hadir dari berbagai wilayah di Kota Bandar Lampung. Sejak peluit awal dibunyikan, pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi. Panama tampil agresif dan langsung mengancam pertahanan Ghana melalui beberapa peluang berbahaya. Namun solidnya lini belakang Ghana serta penampilan disiplin penjaga gawang membuat skor tetap bertahan imbang sepanjang babak pertama. Memasuki babak kedua, Panama kembali menekan dan sempat memperoleh sejumlah peluang emas. Namun ketidakmampuan menyelesaikan peluang menjadi gol membuat mereka gagal memanfaatkan dominasi permainan. Di sisi lain, Ghana perlahan meningkatkan intensitas serangan. Pergantian pemain yang dilakukan pelatih Ghana terbukti membawa perubahan signifikan terhadap pola serangan tim berjuluk Black Stars tersebut. Puncak ketegangan terjadi pada masa tambahan waktu. Umpan matang dari sisi kiri yang dikirim pemain pengganti Brandon Thomas-Asante berhasil dimanfaatkan dengan sempurna oleh gelandang Ghana, Caleb Yirenkyi. Tanpa pengawalan berarti, ia menceploskan bola ke gawang Panama dan mengubah skor menjadi 1-0. Gol tersebut sontak memicu ledakan kegembiraan para penonton yang memadati area nobar di Markas Kodim 0410/KBL. Hingga peluit panjang dibunyikan, Panama gagal membalas dan Ghana sukses mengamankan tiga poin penting pada laga pembuka Grup L. Komandan Kodim 0410/Kota Bandar Lampung, Kolonel Arm Roni Hermawan, mengatakan kegiatan nobar Piala Dunia 2026 merupakan salah satu upaya mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat melalui olahraga yang memiliki daya tarik besar bagi semua kalangan. Menurutnya, sepak bola memiliki kekuatan menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam suasana yang positif dan penuh semangat kebersamaan. “Melalui kegiatan nonton bareng ini, kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat. Selain menikmati pertandingan sepak bola dunia, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, menumbuhkan sportivitas, serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat,” ujar Dandim. Program Nonton Bareng Bola Gembira Piala Dunia 2026 yang berada di bawah naungan Korem 043/Garuda Hitam dan didukung TVRI sebagai mitra penyiaran tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat Bandar Lampung. Kodim 0410/KBL pun membuka kesempatan bagi masyarakat untuk terus hadir dan meramaikan setiap pertandingan Piala Dunia 2026 yang ditayangkan di markas Kodim. Kehadiran ribuan warga dalam laga Ghana kontra Panama menjadi bukti bahwa sepak bola masih menjadi olahraga pemersatu yang mampu menghadirkan kebersamaan lintas usia, profesi, dan latar belakang. Dengan atmosfer meriah dan penuh keakraban, nobar Piala Dunia di Kodim 0410/Kota Bandar Lampung tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat kedekatan TNI dengan masyarakat melalui semangat sportivitas dan persatuan. (Agus)
Pagar Alam | Bidik-kasusnews.com – Gejolak internal mengguncang tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan. Sejumlah pengurus dan kader secara terbuka menyatakan kekecewaannya atas penunjukan Ludi Oliansyah sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kota Pagar Alam. Kekecewaan tersebut bahkan berkembang menjadi ancaman pengunduran diri dari sejumlah pengurus dan kader yang merasa proses penetapan pimpinan partai di tingkat daerah tidak berjalan sesuai mekanisme organisasi yang selama ini menjadi tradisi di PKB. Sejumlah nama yang menyuarakan keberatan antara lain Sekretaris DPC Dempo Tengah M. Sa’an, Ketua PAC Dempo Selatan Darul Qutni, serta beberapa kader senior yang menilai keputusan tersebut telah menimbulkan keresahan di tingkat bawah. Menurut mereka, penetapan Ketua DPC seharusnya dilakukan melalui proses yang lebih terbuka dan melibatkan aspirasi kader serta pengurus di berbagai tingkatan organisasi. “Kami mempertanyakan keputusan tersebut karena dianggap tidak melalui proses musyawarah cabang sebagaimana yang selama ini menjadi mekanisme organisasi,” ujar kader senior PKB Kota Pagar Alam, Chandra, kepada wartawan, Senin (16/6/2026). Chandra menilai keputusan yang diambil tanpa melibatkan suara kader berpotensi menimbulkan jarak antara pengurus pusat dan struktur partai di daerah. Ia menyebut banyak kader merasa kontribusi dan pengabdian mereka selama ini seolah tidak menjadi pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan strategis. “Kami kecewa karena aspirasi kader di bawah tidak mendapatkan ruang yang cukup dalam menentukan arah kepemimpinan partai di daerah,” tegasnya. Senada dengan itu, M. Sa’an menegaskan bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan siapa pun yang dipercaya memimpin PKB Kota Pagar Alam. Namun, menurutnya, kepemimpinan partai semestinya diberikan kepada figur yang memiliki rekam jejak panjang, loyalitas, serta kontribusi nyata dalam membesarkan partai. “Kami berharap kepemimpinan partai diberikan kepada kader yang selama ini aktif berjuang dan memiliki kontribusi nyata terhadap perkembangan PKB di Kota Pagar Alam,” katanya. Sementara itu, Ketua PAC Dempo Selatan Darul Qutni mengungkapkan bahwa kekecewaan kader kini semakin meluas. Bahkan, sejumlah pengurus disebut tengah mempertimbangkan langkah pengunduran diri apabila aspirasi mereka tidak mendapat perhatian dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB. Menurutnya, para kader yang selama ini bekerja membangun basis dukungan partai di akar rumput merasa layak dilibatkan dalam setiap keputusan penting yang menyangkut masa depan organisasi. “Kami ingin ada ruang dialog yang terbuka. Pengurus dan kader yang selama ini berjuang membesarkan partai tentu berharap pendapat mereka juga menjadi bagian dari pertimbangan,” ujarnya. Darul juga mengingatkan bahwa capaian politik PKB di Kota Pagar Alam tidak terlepas dari kerja kolektif seluruh kader. Keberhasilan mengantarkan tiga kader PKB duduk di kursi DPRD, kata dia, merupakan hasil perjuangan panjang yang melibatkan seluruh struktur partai hingga tingkat kecamatan. Karena itu, ia berharap keputusan strategis yang menyangkut kepemimpinan partai dapat memperhatikan dinamika dan aspirasi yang berkembang di internal organisasi. Hingga berita ini diturunkan, sejumlah pengurus DPC maupun pengurus tingkat kecamatan masih menunggu respons resmi dari DPP PKB terkait tuntutan evaluasi atas penunjukan Ketua DPC yang baru. Situasi tersebut kini menjadi ujian serius bagi soliditas PKB Kota Pagar Alam. Pengamat politik menilai langkah komunikasi dan rekonsiliasi perlu segera dilakukan untuk meredam ketegangan internal agar tidak berdampak pada konsolidasi partai menjelang agenda politik mendatang. Jika polemik ini tidak segera menemukan titik temu, bukan hanya berpotensi memicu eksodus kader, tetapi juga dapat memengaruhi kekuatan politik PKB yang selama ini dibangun melalui kerja kolektif dan militansi kader di tingkat akar rumput. (Agus)
Kader Pertanyakan Pergantian Nahkoda Partai di Tengah Capaian Politik Terbaik PKB Lubuklinggau Lubuklinggau, Bidik-kasusnews.com Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Lubuklinggau periode 2026–2031 memunculkan dinamika yang cukup kuat di internal partai. Pergantian kepemimpinan dari Yulius, SE kepada Elvaria, SE memicu beragam respons dari kader, pengurus hingga simpatisan yang menilai perubahan tersebut terjadi setelah PKB mencatat prestasi politik terbaik sepanjang sejarah partai di daerah itu. Muscab yang berlangsung di Hotel Dwinda Lubuklinggau tersebut menetapkan Elvaria sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kota Lubuklinggau periode 2026–2031. Bersamaan dengan itu, Novita Angraini dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris DPC PKB. Namun, keputusan pergantian kepemimpinan tersebut menjadi sorotan karena terjadi setelah kepengurusan sebelumnya di bawah komando Yulius berhasil mendongkrak perolehan kursi legislatif secara signifikan pada Pemilu 2024. Dari sebelumnya hanya meraih dua kursi DPRD, PKB sukses menggandakan kekuatannya menjadi empat kursi atau meningkat hingga 100 persen. Tak hanya mencatat lonjakan kursi legislatif, PKB juga berhasil menembus jajaran tiga besar partai politik dengan perolehan suara terbanyak di Kota Lubuklinggau. Capaian itu dinilai menjadi tonggak penting dalam perjalanan politik PKB di daerah tersebut. Kondisi inilah yang kemudian memunculkan pertanyaan dari sejumlah kader terkait alasan pergantian kepemimpinan di tengah tren positif yang sedang dialami partai. “Banyak kader merasa terkejut. Di bawah kepemimpinan Pak Yulius, PKB mampu mencetak sejarah dengan empat kursi DPRD. Prestasi itu tentu menjadi catatan penting dan menimbulkan pertanyaan ketika terjadi pergantian kepemimpinan,” ujar salah seorang kader yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Di tingkat akar rumput, sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) disebut mulai menyuarakan pentingnya komunikasi yang lebih terbuka antara kepengurusan baru dan seluruh elemen partai. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga soliditas organisasi sekaligus menghindari potensi friksi internal menjelang agenda politik mendatang. Sementara itu, Ketua Dewan Syuro PKB Kota Lubuklinggau, Drs. Abd Hafidz Noeh, menegaskan bahwa regenerasi kepemimpinan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang wajar. Meski demikian, ia menilai setiap proses pergantian kepemimpinan perlu memperhatikan aspirasi kader di berbagai tingkatan agar semangat demokrasi internal tetap terpelihara. Menurutnya, kekuatan utama partai terletak pada kebersamaan dan kemampuan merangkul seluruh kader tanpa terkecuali. “Harapan kita PKB tetap menjadi partai kader yang besar, kuat, dan mampu menampung aspirasi seluruh kader di semua tingkatan. Kekompakan harus tetap menjadi prioritas agar perjuangan politik partai dapat terus berjalan,” ujarnya. Pengamat politik lokal menilai situasi pasca-Muscab saat ini menjadi momentum penting bagi PKB Lubuklinggau. Kepengurusan baru dituntut tidak hanya menjaga capaian yang telah diraih, tetapi juga mampu membangun konsolidasi internal yang kuat. Menurut mereka, keberhasilan mengelola perbedaan pandangan melalui komunikasi dan rekonsiliasi akan menjadi kunci bagi PKB untuk mempertahankan eksistensinya sebagai salah satu kekuatan politik utama di Kota Lubuklinggau. Dengan berbagai respons yang muncul, hasil Muscab PKB Lubuklinggau kini tidak hanya menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan partai, tetapi juga menjadi ujian sejauh mana soliditas kader dapat dipertahankan di tengah perubahan arah kepemimpinan. Jika mampu dikelola dengan baik, dinamika tersebut justru dapat menjadi modal penting bagi PKB untuk menghadapi kontestasi politik di masa mendatang. (Agus)
HSU | Bidik-kasusnews.com – Tingginya debit air yang menggenangi sejumlah lahan pertanian menjadi perhatian serius dalam upaya menjaga program swasembada jagung dan ketahanan pangan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Untuk memantau kondisi tersebut, jajaran Polsek Amuntai Tengah melakukan monitoring perkembangan lahan jagung milik petani di Desa Palampitan Hilir, Kecamatan Amuntai Tengah, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 12.00 WITA tersebut merupakan bagian dari langkah pengawasan dan pendampingan terhadap sektor pertanian guna memastikan keberlanjutan program ketahanan pangan di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah. Monitoring dilakukan oleh AIPTU Eko Yuli Setyawan, BRIPKA Roy Hermawan, BRIGPOL M. Fajar Adha, BRIGPOL Juliansyah, dan BRIPDA M. Zainal Hilmi. Dengan menggunakan kendaraan patroli dan perangkat komunikasi lapangan, personel melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi lahan pertanian yang terdampak genangan air. Dari hasil pemantauan, sebagian besar lahan jagung milik petani di wilayah Amuntai Tengah saat ini masih berada dalam kondisi tergenang. Tingginya curah hujan dan lambatnya surut air menyebabkan aktivitas pertanian mengalami hambatan, terutama untuk penanaman jagung pada musim tanam berikutnya. Kondisi tersebut diperkirakan masih akan memengaruhi produktivitas lahan dalam beberapa bulan ke depan. Sejumlah area yang biasanya digunakan untuk budidaya jagung sementara waktu belum memungkinkan untuk dilakukan penanaman karena tingkat genangan air yang masih cukup tinggi. Meski demikian, Polsek Amuntai Tengah menegaskan akan terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan lahan pertanian dan perubahan debit air di kawasan terdampak. Data hasil monitoring tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan laporan kepada pimpinan serta dasar dalam menentukan langkah-langkah pendampingan yang diperlukan bagi para petani. Kapolres Hulu Sungai Utara melalui jajaran Polsek Amuntai Tengah menyampaikan bahwa ketahanan pangan merupakan program strategis yang memerlukan dukungan seluruh pihak. Oleh karena itu, pengawasan terhadap kondisi lahan pertanian akan terus dilakukan agar potensi kendala dapat terdeteksi lebih dini dan solusi yang tepat dapat segera dirumuskan. Selain mendukung produksi jagung sebagai salah satu komoditas penting untuk kebutuhan pangan dan pakan ternak, kegiatan monitoring ini juga bertujuan menjaga keberlangsungan sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat di pedesaan. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah Desa Palampitan Hilir terpantau aman, tertib, dan kondusif. Polsek Amuntai Tengah berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat serta mengawal program ketahanan pangan demi mendukung kesejahteraan petani dan memperkuat swasembada pangan di Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)
HSU | Bidik-kasusnews.com – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 dengan tema “Polri Untuk Masyarakat”, Polres Hulu Sungai Utara melaksanakan kegiatan “Ground Breaking” Pembuatan dan Perbaikan Sumur Bor yang berlokasi di halaman TPA Sirajul Huda, Desa Banjang RT. 01, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Rabu (17/06/2026) pukul 13.30 Wita. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program sosial kemasyarakatan Polri yang dilaksanakan secara serentak di wilayah hukum Polda Kalimantan Selatan dan diawali dengan pelaksanaan Zoom Meeting pembukaan Ground Breaking yang dipimpin langsung oleh Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. sebagai simbol dimulainya pembangunan dan perbaikan sumur bor di seluruh jajaran Polda Kalsel. Acara di Kabupaten Hulu Sungai Utara dihadiri oleh Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si, Wakapolres HSU KOMPOL Sony F. L. Gaol, S.E., M.M, Bupati HSU yang diwakili Kepala Dinas PUPR Kabupaten HSU Ir. Amus Silitonga, S.T., M.T, Danramil Banjang PELTU Abdul Wahid, Kepala KUA Banjang Azhari Arsyad, S.Q., perwakilan Camat Banjang, perwakilan Puskesmas Banjang, Ketua Perkades Kecamatan Banjang Abdul Basit, Kepala Desa Banjang Yusni, Babinsa Desa Banjang SERTU Amrullah, para tokoh masyarakat, seluruh Pejabat Utama Polres HSU, para Kapolsek jajaran, serta pihak kontraktor dan konsultan pelaksana proyek. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa bersama yang dipimpin oleh Kepala KUA Kecamatan Banjang. Selanjutnya Kapolres Hulu Sungai Utara menyampaikan sambutan mengenai pentingnya penyediaan sarana air bersih bagi masyarakat sebagai bagian dari pengabdian Polri kepada masyarakat. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara yang diwakili Kepala Dinas PUPR serta penyerahan simbolis pipa, helm proyek, dan rompi kerja sebagai tanda dimulainya pekerjaan pembangunan dan perbaikan sumur bor. Program pembangunan sumur bor ini memiliki nilai strategis bagi masyarakat, khususnya dalam menjawab kebutuhan air bersih di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara yang sebagian besar memiliki karakteristik lahan rawa dan gambut. Pada musim kemarau, tidak sedikit masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh sumber air bersih yang layak untuk kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, keberadaan sumur bor diharapkan menjadi solusi jangka panjang yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Selain mendukung kebutuhan dasar masyarakat, penyediaan akses air bersih juga memiliki dampak besar terhadap aspek kesehatan. Ketersediaan air bersih dapat membantu mencegah berbagai penyakit yang disebabkan oleh sanitasi yang kurang baik, seperti diare, penyakit kulit, maupun penyakit berbasis lingkungan lainnya. Program ini juga selaras dengan upaya pemerintah dalam percepatan penurunan angka stunting melalui peningkatan kualitas kesehatan dan sanitasi masyarakat. Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si melalui Kasi Humas IPTU Asep Hudzainur menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian Polri kepada masyarakat dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80. “Melalui program pembangunan dan perbaikan sumur bor ini, Polri ingin hadir memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kehidupan. Oleh karena itu, kami berharap keberadaan sumur bor ini nantinya dapat membantu masyarakat memperoleh akses air bersih yang layak, meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan, serta menjadi sarana yang bermanfaat bagi warga dalam jangka panjang,” ujar IPTU Asep Hudzainur mewakili Kapolres HSU. Lebih lanjut, IPTU Asep Hudzainur menambahkan bahwa tema “Polri Untuk Masyarakat” bukan hanya sebuah slogan, melainkan diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Polres Hulu Sungai Utara berkomitmen untuk terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan sejahtera. Kegiatan “Ground Breaking”Pembuatan dan Perbaikan Sumur Bor Polres HSU dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 tersebut berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Diharapkan setelah selesai dibangun, fasilitas sumur bor ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat Desa Banjang dan sekitarnya, sekaligus menjadi wujud nyata pengabdian Polri dalam mendukung kesejahteraan masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)
HSU, Bidik-kasusnews.com – Tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menjadi tantangan bagi petani jagung di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Untuk memastikan perkembangan tanaman tetap terpantau, jajaran Polsek Amuntai Utara melakukan monitoring lahan swasembada jagung di Desa Panangkalaan, Kecamatan Amuntai Utara, Rabu (17/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus bentuk pendampingan kepada petani yang tengah menghadapi kendala akibat genangan air pada sebagian lahan pertanian. Lahan yang dipantau merupakan milik Kelompok Tani (Poktan) Sungai Bayan yang selama ini aktif mengembangkan budidaya jagung di wilayah Desa Panangkalaan. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, tanaman jagung menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik dengan tinggi berkisar antara 90 hingga 110 sentimeter. Namun, kondisi cuaca yang didominasi hujan menyebabkan beberapa bagian lahan terendam air. Akibatnya, tingkat kelembaban tanah meningkat dan berdampak pada perubahan kondisi tanaman, yang ditandai dengan menguningnya sebagian daun jagung. Personel Polsek Amuntai Utara yang terdiri dari AIPTU Ferry A.P dan BRIPDA Dio melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi tanaman sekaligus berkoordinasi dengan kelompok tani terkait langkah-langkah penanganan yang dapat dilakukan untuk meminimalkan dampak genangan terhadap pertumbuhan jagung. Kapolsek Amuntai Utara menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dilakukan secara berkala guna mengetahui perkembangan tanaman dan mengidentifikasi berbagai faktor yang dapat memengaruhi hasil panen. Pendampingan ini juga menjadi bentuk sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam mendukung keberhasilan program swasembada pangan. Menurut hasil pemantauan, meskipun sebagian tanaman mengalami gejala stres akibat tingginya kadar air di lahan, secara umum pertumbuhan jagung masih berada dalam kondisi yang cukup baik. Para petani diharapkan terus melakukan perawatan dan pengawasan agar tanaman dapat kembali tumbuh optimal ketika kondisi lahan mulai mengering. Melalui kegiatan monitoring ini, Polsek Amuntai Utara menegaskan komitmennya untuk terus mendukung sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama ketahanan pangan daerah. Kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan motivasi serta memperkuat kolaborasi dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Amuntai Utara terpantau aman, tertib, dan kondusif. Monitoring akan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak cuaca sekaligus memastikan program swasembada jagung di Kabupaten Hulu Sungai Utara berjalan sesuai harapan. (Agus)
HSU, Bidik-kasusnews.com – Upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap akses permodalan usaha terus dilakukan jajaran Polsek Banjang. Melalui kegiatan sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan tabel rafaksi, masyarakat serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Beringin mendapatkan edukasi mengenai skema pembiayaan usaha yang legal, terjangkau, dan produktif. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (1/6/2026) pukul 17.00 WITA tersebut menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan sektor usaha kecil di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Sosialisasi dipimpin oleh personel Polsek Banjang, yakni AIPTU Soeyatmin, S.H., AIPDA Nasrullah, dan BRIPTU Zakir. Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan penjelasan mengenai program Kredit Usaha Rakyat, mekanisme pengajuan pinjaman, tabel rafaksi, hingga simulasi angsuran yang dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan usaha masyarakat. Melalui penyampaian materi yang komunikatif, masyarakat diberikan pemahaman tentang pentingnya memanfaatkan fasilitas pembiayaan resmi dari lembaga perbankan sebagai alternatif pengembangan usaha. Program KUR dinilai dapat menjadi solusi bagi pelaku UMKM yang membutuhkan tambahan modal untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas usaha. Selain menjelaskan manfaat KUR, petugas juga mengingatkan masyarakat agar bijak dalam mengelola pinjaman dan memastikan penggunaan dana benar-benar diarahkan untuk kegiatan usaha produktif. Langkah tersebut penting untuk menjaga keberlangsungan usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. Dari hasil kegiatan, masih ditemukan sejumlah warga yang memerlukan pendampingan terkait persyaratan administrasi pengajuan KUR. Oleh karena itu, Polsek Banjang berencana melanjutkan sosialisasi secara bertahap ke desa-desa lain agar informasi mengenai akses permodalan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan pelaku usaha. Polsek Banjang juga menilai perlunya sinergi yang lebih kuat dengan pihak perbankan guna memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat serta pelayanan yang mudah dalam proses pengajuan pembiayaan usaha. Melalui kegiatan ini, Polsek Banjang berharap masyarakat semakin memahami berbagai peluang akses modal yang tersedia dan mampu memanfaatkannya untuk mengembangkan usaha secara sehat, mandiri, dan berkelanjutan. Dengan demikian, program pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat berjalan optimal dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan warga di Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)
HSU, Bidik-kasusnews.com – Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan pendampingan di sektor pertanian. Salah satunya dilakukan oleh jajaran Polsek Banjang yang melaksanakan monitoring perkembangan lahan swasembada jagung di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Rabu (17/6/2026). Kegiatan monitoring dilakukan untuk memastikan pertumbuhan tanaman jagung binaan berjalan optimal sekaligus mengetahui kondisi terkini lahan yang menjadi bagian dari program swasembada pangan di wilayah hukum Polsek Banjang. Lahan yang dipantau merupakan milik Sadikin dan dikelola bersama Kelompok Tani (Poktan) Mandiri yang menjadi kelompok binaan Polri. Dengan luas mencapai 4 hektare atau sekitar 40.000 meter persegi, lahan tersebut ditanami jagung pakan varietas unggul Hibrida Bisi 18 yang dikenal memiliki produktivitas tinggi. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tanaman jagung yang ditanam pada 12 Mei 2026 kini telah berusia 37 hari dengan tinggi rata-rata berkisar antara 40 hingga 50 sentimeter. Pertumbuhan tanaman dinilai cukup baik dan menunjukkan perkembangan yang sesuai dengan fase pertumbuhannya. Dalam proses budidaya, petani memanfaatkan pupuk NPK 16-16-16 dan dolomit untuk menjaga kesuburan tanah. Sementara pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang. Pengolahan lahan hingga pemeliharaan tanaman masih dilakukan secara manual dengan melibatkan tenaga petani setempat. Personel Polsek Banjang yang terlibat dalam kegiatan monitoring terdiri dari AIPTU Soeyatmin, S.H., AIPDA Nasrullah, dan BRIPTU Zakir. Selain melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi tanaman, petugas juga berdialog dengan pengelola lahan untuk mengetahui perkembangan budidaya serta berbagai kendala yang dihadapi selama masa tanam. Berdasarkan estimasi yang telah disusun, tanaman jagung tersebut diperkirakan akan memasuki masa panen pada 10 Oktober 2026 mendatang. Dengan perawatan yang berkelanjutan dan kondisi cuaca yang mendukung, hasil panen diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi jagung di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kapolsek Banjang menegaskan bahwa kegiatan monitoring akan terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional. Pendampingan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian yang produktif dan berkelanjutan. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Banjang terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran anggota Polri di tengah para petani diharapkan dapat memberikan motivasi sekaligus mendorong keberhasilan program swasembada jagung menuju terwujudnya ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan. (Agus)
Cirebon, Bidik-kasusnews.com – Perpustakaan 400 Kota Cirebon menyelenggarakan kegiatan Lomba Bertutur Tingkat Sekolah Dasar (SD) yang berlangsung di Gedung Perpustakaan 400 Kota Cirebon, Jalan Brigjen Dharsono (Bypass), Cirebon. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata dalam meningkatkan budaya literasi sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi peserta didik sejak usia dini 17/06/2026. Lomba yang diikuti oleh perwakilan siswa dari berbagai sekolah dasar di Kota Cirebon tersebut berlangsung meriah dan penuh semangat. Para peserta menampilkan kemampuan bertutur dengan membawakan cerita yang sarat nilai pendidikan, budaya, serta pesan moral yang inspiratif. Salah satu pendamping peserta dari SDN Argasunya, Mamah, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, lomba bertutur bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah yang sangat positif untuk mengembangkan potensi anak-anak dalam bidang literasi dan public speaking. “Kami sangat mengapresiasi Dinas Pendidikan Kota Cirebon yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Lomba bertutur memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar tampil di depan umum, meningkatkan rasa percaya diri, sekaligus mengasah kemampuan berbahasa dan berkomunikasi dengan baik,” ujarnya. Ia berharap peserta didik yang didampinginya mampu memberikan penampilan terbaik dan meraih hasil yang membanggakan. Namun lebih dari itu, pengalaman mengikuti kompetisi dinilai menjadi bekal penting dalam membentuk karakter serta mental yang kuat bagi para siswa. “Kami tentu berharap anak didik kami dapat meraih prestasi terbaik dalam ajang ini. Namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana mereka mendapatkan pengalaman berharga, belajar berkompetisi secara sehat, serta memiliki mental yang tangguh untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” tambahnya. Melalui kegiatan Lomba Bertutur Tingkat SD ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu menyampaikan gagasan, pengetahuan, dan nilai-nilai positif kepada masyarakat dengan cara yang komunikatif dan inspiratif. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah sebagai fondasi penting dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Amin