Jakarta Timur, Bidik-kasusnews.com – Dugaan kasus Demam Berdarah Dengue di wilayah Jl. Sejahtera Kampung Sawah Indah RT 01/05 langsung ditindaklanjuti cepat oleh tim kesehatan dari Puskesmas Cakung, Senin (13/04/2026). Langkah cepat ini dilakukan sebagai bentuk respons terhadap laporan masyarakat sekaligus upaya pencegahan penyebaran penyakit. Tim kesehatan yang turun ke lokasi terdiri dari Dodi Rudiansyah dan Dewi Sabria, didampingi kader Jumantik, Dasa Wisma, serta unsur masyarakat setempat. Petugas melakukan pemeriksaan terhadap seorang anak berinisial M yang diduga mengalami gejala DBD dan meninjau kondisi lingkungan sekitar rumah pasien. Dari hasil pemeriksaan lapangan, ditemukan beberapa titik yang berpotensi menjadi tempat berkembangnya nyamuk Aedes aegypti. Menyikapi hal tersebut, tim langsung memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya penerapan gerakan 3M Plus sebagai langkah pencegahan. Kepala Puskesmas Cakung, Melda Gloria Manullang, juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila terdapat indikasi kasus DBD di lingkungan masing-masing sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Di sela kunjungan, tim turut menyampaikan imbauan agar warga aktif menjaga kebersihan lingkungan. Pencegahan DBD, menurut petugas, memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar penyebaran dapat ditekan secara maksimal. Sementara itu, keluarga pasien melalui ayah pasien, Sukaya, menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan quick respon berbagai pihak. Apresiasi disampaikan kepada Walikota Jakarta Timur Munjirin serta anggota DPRD Jakarta dari fraksi PAN Syahroni yang dinilai cepat menindaklanjuti laporan masyarakat. “Kami dari keluarga pasien mengucapkan terima kasih atas respon cepat yang diberikan, sehingga penanganan dapat segera dilakukan dan kami mendapat pendampingan,” ungkap Sukaya. Dengan adanya langkah cepat ini, diharapkan potensi penyebaran DBD dapat dicegah serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama. (Heri)
Balangan, Bidik-kasusnews.com – Polsek Banjang terus berinovasi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan menghadirkan sistem pengaduan online berbasis QR Code. Sosialisasi layanan tersebut digelar pada Senin, 13 April 2026, bertempat di Kantor Kecamatan Banjang dan Mapolsek Banjang. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 11.30 Wita ini dipimpin oleh personel Polsek Banjang, yakni AIPTU Sueyatmin, S.H. dan AIPDA Dedy S, dengan fokus memperkenalkan kemudahan akses pelaporan bagi masyarakat secara digital. Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemasangan stiker layanan pengaduan (Yanduan) berbasis QR Code di sejumlah titik strategis, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait tata cara penggunaannya. Kapolsek Banjang melalui keterangannya menyampaikan bahwa layanan ini bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat masyarakat dalam menyampaikan laporan, khususnya terkait dugaan pelanggaran oleh anggota Polri. “Melalui QR Code ini, masyarakat tidak perlu lagi datang langsung ke kantor polisi. Cukup menggunakan ponsel, laporan bisa disampaikan kapan saja dan dari mana saja secara aman dan transparan,” ujarnya. Selain itu, seluruh laporan yang masuk akan tercatat secara sistem dan ditindaklanjuti oleh Bagian Pelayanan Pengaduan Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri sesuai prosedur yang berlaku. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan pengawasan terhadap kinerja anggota Polri sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan mendapat respons positif dari masyarakat yang antusias memanfaatkan layanan digital tersebut. (Agus)
DEPOK – BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kejuaraan menembak bergengsi bertaraf internasional Brimob Xtreme 2026 resmi ditutup Dankorbrimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat pada Minggu (12/4/2026) di Lapangan Tembak Presisi Hoegeng Iman Santoso, Mako Korbrimob Polri, Kelapadua, Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Kegiatan yang berlangsung selama enam hari, sejak 7 hingga 12 April 2026 ini, sukses menjadi panggung kompetitif bagi para atlet menembak dari dalam dan luar negeri. Turur hadir pada acara penutupan yakni Wadankorbrimob Polri Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, Karorenminops Korbrimob Polri Brigjen Pol. Yuri Karsono, Para Danpas Korbrimob, Para Teknisi Utama Tk. I dan Tk. II Korbrimob, Para Pejabat Utama Korbrimob, Para Danmen/Dansat Korbrimob serta Para Teknisi Madya jajaran Korbrimob. Diselenggarakan oleh Korbrimob Polri dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Korps Brimob Polri, kejuaraan ini mengusung tema “Legacy of Valor, Precision for the Extreme” dengan mempertandingkan sejumlah divisi bergengsi, di antaranya IPSC (International Practical Shooting Confederation) Handgun Level III dan PCC Optic Level II, serta berbagai divisi lainnya. Sebanyak 475 penembak dari berbagai instansi dan klub menembak yang terdiri dari kalangan TNI, Polri, hingga masyarakat sipil. Tidak hanya itu, kejuaraan ini juga diikuti oleh peserta internasional dari beberapa negara sahabat seperti Malaysia, China, dan Korea Selatan. Para peserta diuji melalui 20 stage menantang yang dirancang sesuai standar internasional IPSC. Dalam sambutannya Dankorbrimob Polri mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh panitia, Range Officer (RO), serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan Kejuaraan Menembak Brimob Xtreme 2026. “Kami sampaikan terimakasih kepada para peserta, baik dari instansi pemerintahan maupun rekan-rekan dari negara sahabat yang telah berpartisipasi, berbagai saran dan masukan yang diberikan menjadi bahan evaluasi penting bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan ke depan agar semakin profesional dan inovatif”, pernyataan Dankorbrimob Polri. Adapun perolehan hasil juara dari 16 divisi, sebagai berikut: * *_Handgun Revolver – Overall_* 1. Ciciota, Surbakti (INA) 2. Muh. Alfath Yasin, DK (INA) 3. Tukiman (INA) * *_Handgun Classic – Overall_* 1. Daniel, Lee (INA) 2. Aziz, Fernanda (INA) 3. Agus, Sutrisno (INA) * *_Handgun Production – Lady_* 1. Missy, Binti Jaafar (MAS) 2. Azlina, Binti Azizan (MAS) 3. Zurieaty, Binti Mohamad (MAS) * *_Handgun Production – Junior_* 1. Krisna Abiyu Arma, Putra (INA) 2. Muhammad Owen Zainal, Rahadiansyah (INA) 3. Dafa Renaldy, Saputra (INA) * *_Handgun Production – Overall_* 1. Vincentius, Djajadiningrat (INA) 2. Makruf, Handoko (INA) 3. Muhammad Sahrulloh, Bin Syahrizal (MAS) * *_Handgun Production Optics – Overall_* 1. Muhammad Awaludin, Ilham (INA) 2. Sultan Omar, Ali (INA) 3. Li, Jiayun (CHN) * *_Handgun Standard – Junior_* 1. Yudistira Aulia, Lutfie (INA) 2. Dennis Muhammad Putra, Budiman (INA) 3. Naufal Randi, Adhitya (INA) * *_Handgun Standard – Overall_* 1. Hans Christian PT, Manihuruk (INA) 2. Khalil Gibran M, Harahap (INA) 3. Rama, Tribudiman (INA) * *_Handgun Optics – Overall_* 1. Prabu Rakyan Raka, Nalyndra (INA) 2. Muh. Syafi Malik ABD, Aziz (INA) 3. Roy, Harianto (INA) * *_Handgun Open – Junior_* 1. Athala Mohan, Ussuri (INA) 2. Ayra Mabelle, Ussuri (INA) 3. Ardhito Geraldy, Sitinjak (INA) * *_Handgun Open – Overall_* 1. Nico, Santoso (INA) 2. Fitri Rahman, Bin Sumpa (MAS) 3. Sarah Ayu, Tamalea (INA) * *_PCC PC Optics – Overall_* 1. Daniel, Loekman (INA) 2. Muhammad Araf, Habibi (INA) 3. Nadif Janitra, Airlangga (INA) * *Non PCC Putra – Overall_* 1. Alvin Nasution, (PCC) (INA) 2. Krisdiyanto, (PCC) (INA) 3. Khintesa Nur Wibowo, (PCC) (INA) * *_Non PCC Putri – Overall_* 1. Eunike Jhon, (PCC) (INA) 2. Dinda Charelina Tahir Saputri, (PCC) (INA) 3. Lorenia Permata Runtuwene, (PCC) (INA) * *_Non Pistol Putra – Overall_* 1. Yusuf Abdul, Syukron (INA) 2. Ilham Dwi, Shandya (INA) 3. Nederlan, Hulopi (INA) * *_Non Pistol Putri – Overall_* 1. Diah, Ayuningrum (INA) 2. Vereena Shaneisha, Putri (INA) 3. Lucky, Juane (INA) (Red)
JATIM, BIDIK-KASUSNEWS.COM– Menyebut anaknya menjadi korban peluru nyasar dari anggota Marinir Karang Pilang Surabaya yang sedang berlatih menembak, Dewi Murniati orang tua dari DFH siswa SMP Negeri 33 Gresik mengajukan tuntutan kompensasi materiil sebesar Rp 334 juta dan Immateriil Rp 1,5 miliar. Tuntutan kompensasi tersebut bukan ditujukan kepada satuan Marinir, namun langsung secara personal ke Kolonel (Mar) Rizal Ikqwan Nusofa, S.H., MTr., Hanla. Selaku Komandan Resimen bantuan tempur 2 (Danbanpur 2). Ninayanti, S.H., S.Sos., M.Si, kuasa hukum Kolonel (Mar) Rizal Ikqwan Nusofa, S.H., MTr., Hanla menegaskan, tuntutan hukum dan ganti rugi tersebut merupakan Error In Persona. “Somasi tersebut mengandung error in persona. Jika ingin menuntut pertanggungjawaban, harus ditujukan kepada pejabat yang menjabat ketika peristiwa itu terjadi,” ujar Ninayanti saat memberikan keterangan, Minggu 12 April 2026. Untuk tuntutan ganti rugi materiil senilai Rp 334 juta dan Immateriil Rp 1,5 miliar, menurut Ninayanti merupakan langkah yang gegabah dimana orang tua siswa yang menjadi korban peluru nyasar, hingga saat ini belum ada pembuktian berasal dari Anggota Marinir yang sedang latihan menembak. “Sebelumnya orang tua korban menyebutkan peluru itu berasal dari Anggota Marinir yang sedang berlatih menembak, sehingga sebelum dilakukan pembuktiian itu, pihak kesatuan (Marinir) sudah melakukan langkah kemanusiaan dengan menanggung biaya pengobatan hingga korban sembuh dan melakukan aktivitasnya,” terangnya. “Adapun somasi dan tuntutan ganti rugi sebesar itu, seharusnya masuk pada ranah gugatan perdata sehingga dibuktikan di pengadilan dan menjadi kewenangan hakim untuk menilainya.”ujar Ninayanti lebih lanjut. Dari sisi yang menggelitik nilai ganti rugi itu, menurut Ninayanti, Dewi Murniati menuangkan angka Rp 75 juta sebagai transportasi. “Ini jadi sangat lucu ya, Rp 75 juta itu transportasi kemana, dan tidak bisa ” paparnya. Sementra, Komandan Batalyon Polisi Militer 2 Marinir, Letkol (Mar) Reza Ali Aksha menyebutkan tuntutan Immateriil yang diajukan oleh orang tua DFH sebagai pengobatan dari anak perempuannya yang mempunyai kebutuhan khusus. “Jadi saat saya menanyakan tuntutan Immateriil itu, Ibu Dewi mengaku untuk pengobatan anak perempuannya yang mempunyai kebutuhan khusus akibat sering melihat KDRT yang dilakukan oleh mantan suaminya. Saat memberikan pernyataan itu ada 2 orang yang menjadi saksi. Jadi tidak bisa satu kasus dibebankan pada kasus yang lain, dan menjadi tumpang tindih,” ungkapnya (Red)
Balangan, Bidik-kasusnews.com – Aparat kepolisian dari Polsek Banjang meningkatkan pemantauan terhadap kondisi Sungai Balangan yang mengalami kenaikan debit air hingga meluap ke badan jalan pada Minggu pagi, 12 April 2026. Kegiatan monitoring dilakukan sejak pukul 08.00 hingga 09.00 Wita guna memastikan situasi di wilayah hukum Polsek Banjang tetap terkendali di tengah meningkatnya curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan hasil pantauan di pintu air Desa Beringin, ketinggian air tercatat mencapai 2,80 meter dengan kenaikan signifikan sekitar 2,80 sentimeter. Kondisi tersebut saat ini berada pada status waspada. Meski terjadi peningkatan debit air, hingga saat ini belum ditemukan adanya dampak banjir yang menggenangi permukiman warga, fasilitas pendidikan, maupun tempat ibadah di wilayah tersebut. Namun demikian, luapan air terpantau terjadi di Desa Kaludan Kecil, di mana air telah menggenangi badan jalan dengan ketinggian sekitar 5 sentimeter sepanjang kurang lebih 50 meter. Kondisi ini masih dapat dilalui kendaraan, namun pengguna jalan diminta tetap berhati-hati. Kapolsek Banjang melalui laporan resminya menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan langkah antisipatif guna mencegah dampak yang lebih luas. Di antaranya dengan memberikan imbauan kepada warga yang tinggal di bantaran sungai agar selalu waspada terhadap potensi banjir bandang. Selain itu, koordinasi dengan pemerintah desa juga terus dilakukan untuk mempercepat penyampaian informasi apabila terjadi perkembangan situasi di lapangan. “Apabila curah hujan di Kabupaten Balangan masih tinggi dalam beberapa waktu ke depan, maka debit air Sungai Balangan berpotensi kembali meningkat,” demikian disampaikan dalam laporan tersebut. Polsek Banjang memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan siap mengambil langkah cepat apabila terjadi kondisi darurat, guna menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat. (Agus)
Jakarta Timur – Bidik-kasusnews.com Kekhawatiran warga Kampung Sawah Indah Blok E RT 01/005, Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, memuncak setelah seorang anak berusia tujuh tahun, Mutiara Melani Putri, terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan harus menjalani perawatan intensif di RS Resti. Kondisi tersebut memicu keresahan di tengah masyarakat yang khawatir penyebaran penyakit akan meluas jika tidak segera dilakukan langkah penanganan cepat.(Minggu,12/04/2026) Warga menilai, respons dari pihak pemerintah terkait dinilai lamban dalam melakukan tindakan pencegahan, khususnya penyemprotan atau fogging di lingkungan yang terindikasi rawan penyebaran nyamuk Aedes aegypti. Padahal, menurut warga, laporan mengenai adanya kasus DBD sudah disampaikan agar segera ditindaklanjuti demi mencegah munculnya korban berikutnya. Namun hingga kondisi semakin mengkhawatirkan, tindakan fogging belum juga dilakukan secara resmi. Merasa keselamatan lingkungan menjadi prioritas, warga akhirnya mengambil langkah tegas dengan melakukan fogging secara mandiri. Inisiatif ini dilakukan secara swadaya, mulai dari pengumpulan dana, penyediaan alat, hingga pelaksanaan penyemprotan di sejumlah titik yang dianggap berpotensi menjadi sarang nyamuk. Aksi gotong royong tersebut menunjukkan kepedulian tinggi masyarakat terhadap kesehatan lingkungan. Namun di sisi lain, langkah ini juga menjadi kritik terbuka terhadap lambannya penanganan yang seharusnya menjadi tanggung jawab pihak terkait. Warga berharap pemerintah tidak hanya menunggu laporan berulang, tetapi proaktif melakukan pemantauan dan tindakan cepat ketika ada kasus DBD yang muncul. Menurut sejumlah warga, kondisi lingkungan dengan genangan air di beberapa titik dan cuaca yang tidak menentu semakin meningkatkan risiko berkembangnya nyamuk penyebab DBD. Tanpa tindakan cepat seperti fogging dan edukasi intensif, dikhawatirkan kasus serupa akan kembali terjadi, terutama pada anak-anak yang lebih rentan terhadap penyakit tersebut. Selain melakukan fogging mandiri, warga juga mengimbau seluruh masyarakat untuk memperketat upaya pencegahan melalui gerakan 3M, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mengubur atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Langkah tersebut dinilai penting sebagai upaya jangka panjang dalam menekan angka penyebaran DBD. Warga Kampung Sawah Indah berharap kondisi Mutiara Melani Putri segera pulih dan tidak ada lagi korban berikutnya. Mereka juga mendesak agar pemerintah segera turun tangan secara serius, tidak hanya melakukan fogging, tetapi juga pemeriksaan jentik, sosialisasi kesehatan, serta pengawasan lingkungan secara berkala. “Keselamatan warga jangan sampai menunggu korban berikutnya. Kami bergerak karena kondisi sudah mendesak,” ungkap salah satu warga. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa penanganan DBD membutuhkan respons cepat, koordinasi, serta kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah. Tanpa langkah sigap, ancaman penyakit yang sebenarnya bisa dicegah ini berpotensi terus berulang dan menimbulkan korban baru. (Heri)
Bandar Lampung – Bidik-kasusnews.com Kecepatan dan ketanggapan seorang Babinsa dalam menangani musibah di wilayah binaannya kembali ditunjukkan oleh Koptu Romy, Babinsa Kelurahan Rajabasa Raya, Koramil 410-06/KDT. Saat terjadi kecelakaan truk bermuatan minyak sawit yang terguling di Jalan Bypass Raya, Sabtu pagi (11/4/2026), Koptu Romy langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian. Peristiwa nahas itu bermula sekitar pukul 09.30 WIB, ketika sebuah truk pengangkut minyak sawit milik PT BW yang dikemudikan oleh Usman (40), warga Gunung Sugih, Lampung Tengah, berusaha menghindari mobil colt diesel milik Indomart yang tengah berputar arah. Karena jarak terlalu dekat, terjadi senggolan yang menyebabkan truk bermuatan 27 ton minyak sawit itu kehilangan kendali dan akhirnya terguling di RT 09 LK 2, Kelurahan Rajabasa Raya, Kecamatan Rajabasa. Begitu menerima informasi, Babinsa Koptu Romy yang bertugas di wilayah tersebut langsung menuju lokasi. Tanpa menunggu lama, ia berkoordinasi dengan aparat terkaitdi wilayah Labuhan Ratu, membantu proses evakuasi korban, serta mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan panjang. “Kami datang ke lokasi secepat mungkin. Prioritas utama adalah menyelamatkan korban dan memastikan tidak ada korban jiwa lainnya. Alhamdulillah, sopir truk atas nama Usman segera kami evakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Kosasih Rajabasa untuk mendapatkan perawatan medis,” ujar Koptu Romy di lokasi kejadian. Berkat kecepatan tindakan Babinsa, proses evakuasi berjalan lancar. Tidak ada korban jiwa lainnya dalam musibah ini. Kerugian materil ditaksir mencapai sekitar Rp150 juta untuk satu unit truk beserta muatan minyak sawitnya. Aparat terkait yang di wilayah Labuhan Ratu yang turut menangani kejadian tersebut mengapresiasi kesigapan Babinsa. “Kolaborasi antara Babinsa dan aparat terkait tersebut sangat membantu. Kehadiran Babinsa di lapangan mempercepat koordinasi dan evakuasi,” ujarnya. Hingga pukul 10.30 WIB, situasi lalu lintas di Jalan Bypass Raya telah kembali lancar. Babinsa Koptu Romy tetap berada di lokasi hingga proses pembersihan selesai, memastikan keamanan dan kenyamanan warga sekitar. Danramil 410-06/KDT melalui jajaran, menyampaikan bahwa kesiapsiagaan Babinsa dalam setiap kejadian di wilayah merupakan bentuk nyata pengabdian TNI AD kepada masyarakat. “Kami akan terus menginformasikan perkembangan lebih lanjut,” (Agus)
Jakarta, Bidik-kasusnews.com – Brand fashion Wastra Nusantara Juntai terus menunjukkan kiprahnya dalam memperkenalkan kekayaan kain tradisional Indonesia melalui desain modern yang chic dan berkarakter, sekaligus mendorong pemberdayaan perempuan. Juntai dipimpin oleh Creative Director dan Fashion Designer Ny. Derevanda Ryan Yustian, anggota Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 1 Cabang VI Srenaad PG Mabesad. Perjalanan brand ini dimulai pada tahun 2016 melalui lini pertama Juntai by Derevanda Maharani yang diperkenalkan dalam Last Collection Graduation Fashion Show ESMOD Jakarta. Koleksi tersebut menampilkan identitas desain yang mengusung kebebasan berekspresi, gaya asimetris, serta sentuhan feminine army look. Pada tahun 2019, Juntai menghadirkan konsep baru melalui Second Line Ready to Wear dengan konsep Wastra Nusantara modern. Koleksi ini tampil dengan gaya chic, colorful, dan youthful, serta memiliki ciri khas rumbai yang dipadukan dengan kain tradisional dari berbagai pengrajin di daerah pelosok Indonesia. Tidak hanya berkarya dalam dunia fashion, Juntai juga aktif dalam pemberdayaan perempuan dengan memberikan pelatihan keterampilan memayet kepada perempuan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), anggota Persit Kartika Chandra Kirana, serta perempuan di lingkungan masyarakat. Komitmen terhadap sustainable fashion juga menjadi bagian penting dalam perjalanan Juntai. Kain sisa produksi diolah kembali menjadi berbagai produk baru seperti patchwork waist corset, patchwork blouse, serta tali-temali untuk kancing simpul. Sementara sisa benang dimanfaatkan menjadi creative fabric timbul menyerupai kepompong yang ditenun ke dalam kain. Seiring berkembangnya brand tersebut, Juntai kini telah memperluas jangkauan hingga ke berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah negara seperti Italia, India, Malaysia, Jepang, Thailand (Bangkok), dan Singapura. Karya Juntai juga telah dikenakan dalam berbagai acara penting seperti Gala Premiere Film Gowok, pemutaran Film Allea, serta dikenakan oleh peserta Miss Universe, Puteri Indonesia, penyanyi, hingga pembawa acara di ibu kota. Selain itu, Juntai aktif mengikuti berbagai pameran, di antaranya Persit Bisa, pameran di Living World Bali, serta secara rutin mengikuti Pameran Inacraft setiap tahun. Juntai juga mendapat kesempatan dari Kementerian PPKUKM untuk mengikuti Pameran Entrepreneur Branda Jakarta di Grand Indonesia West Mall. Melalui berbagai karya dan aktivitasnya, Juntai terus berupaya memperkenalkan Wastra Nusantara kepada masyarakat luas sekaligus membawa kekayaan budaya Indonesia ke panggung dunia. (Agus)
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com, Hujan deras yang melanda Kota Bandar Lampung pada Jumat sore (10/4/2026) menyebabkan pondasi selokan di samping jembatan Jalan Pulau Morotai, Kelurahan Gunung Sula, Kecamatan Way Halim, ambrol sepanjang 10 meter. Material tanah longsor menutup total aliran selokan, berpotensi memicu banjir bandang. Namun, berkat gerak cepat jajaran TNI AD melalui program Kodim 0410/KBL yang digawangi oleh Babinsa, bencana lebih besar dapat dicegah. Dalam operasi cepat yang berlangsung dari pukul 15.15 hingga 17.45 WIB, Babinsa Jagabaya III tidak hanya hadir sebagai aparat kewilayahan, tetapi juga memimpin langsung aksi pembersihan material longsor. Dengan semangat kebersamaan, Babinsa turun ke selokan, mengangkut lumpur, dan membuka aliran air yang tersumbat. “Kami tidak bisa hanya memerintah. Kami harus turun, menyingsingkan lengan baju, dan menunjukkan kepada warga bahwa TNI hadir untuk mereka. Ini esensi dari Kodim 0410/KBL aksi nyata, bukan seremonial,” ujar Babinsa Jagabaya III di sela-sela membersihkan sisa longsoran. Kegiatan yang merupakan bagian dari program Kodim 0410/KBL ini mendapat apresiasi luar biasa dari warga setempat. Ibu RT setempat, menyebutkan bahwa kehadiran Babinsa memberikan rasa aman dan mempercepat penanganan darurat. “Pak Babinsa langsung bergerak begitu tahu kejadian. Beliau bahkan yang pertama masuk ke selokan. Kami sangat terbantu,” tuturnya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Camat Way Halim Darwono, SH., MM., Lurah Gunung Sula Sofyan Ilyas Nyerupa, Lurah Jagabaya III Darwin, S.Sos., Tim BPBD, Dinas PU, Damkar, DLH, serta unsur Linmas setempat. Sinergi semua pihak berjalan mulus karena komando dan inisiasi dari Babinsa di lapangan. Hasilnya, pukul 17.45 WIB, aliran selokan kembali normal. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Material yang longsor berhasil dibersihkan, dan aliran air pun lancar kembali, mencegah genangan yang dapat melumpuhkan aktivitas warga. Dandim 0410/KBL melalui Pasi Intel menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Babinsa Jagabaya III atas inisiatif dan keteladanan dalam pelaksanaan Kodim 0410/KBL. “Babinsa adalah ujung tombak kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kodim 0410/KBL terbukti efektif karena didorong oleh kepedulian tulus dan aksi cepat di lapangan,” tegasnya. Kegiatan Kodim 0410/KBL akan terus digalakkan di seluruh wilayah Kodim 0410/KBL sebagai wujud komitmen TNI AD dalam membantu kesulitan rakyat dan menjaga lingkungan. (Agus)
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com Kecepatan dan kepedulian Babinsa Koramil jajaran Kodim 0410/KBL kembali terlihat dalam penanganan temuan mayat laki-laki tidak dikenal di sebuah rumah kosong di Jalan Indra Bangsawan, Kelurahan Rajabasa, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Jumat (10/4/2026) sore. Berdasarkan laporan yang dihimpun, peristiwa bermula sekitar pukul 16.30 WIB, ketika Lurah Rajabasa menerima informasi dari warga bernama Deni (43) yang mencium bau busuk menyengat dari rumah kosong tak berpenghuni dengan kondisi rusak berat. Menindaklanjuti hal tersebut, Lurah Rajabasa bersama Babinsa Pelda Merwansyah dan aparat terkait dari unsur kelurahan langsung bergerak menuju lokasi. Di tempat kejadian, Pelda Merwansyah bersama Linmas dan perangkat kelurahan melakukan pemantauan awal dan menemukan sesosok mayat laki-laki yang kondisi fisiknya sudah tinggal tengkorak, sementara bagian kaki masih utuh. Identitas korban belum dapat diketahui. Menonjolkan peran aktifnya, Babinsa Pelda Merwansyah segera berkoordinasi dengan aparat terkait untuk melaporkan temuan ini ke tim identifikasi forensik. Tidak butuh waktu lama, sekitar pukul 18.00 WIB, tim Inafis dari aparat terkait tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Setengah jam kemudian, tepatnya pukul 18.30 WIB, tim tersebut mengevakuasi jenazah ke rumah sakit guna proses lebih lanjut. Dalam seluruh rangkaian kegiatan, Pelda Merwansyah terus mendampingi dan memastikan situasi tetap kondusif, bekerja sama dengan Camat Rajabasa, Lurah, Ketua RT, Linmas, serta aparat terkait lainnya. Dandim 0410/KBL melalui keterangan terpisah mengapresiasi kesigapan Babinsa Rajabasa, Pelda Merwansyah, yang mampu menjadi ujung tombak di lapangan. “Ini bukti nyata bahwa kehadiran Babinsa sangat dirasakan masyarakat, terutama dalam situasi darurat seperti penemuan mayat. Sinergi dengan aparat terkait terus kami tingkatkan,” ujarnya. Hingga berita ini dirilis, proses identifikasi korban masih berlangsung. Masyarakat diimbau tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kepada aparat terkait yang telah bekerja profesional. (Agus)