HSU, Bidik-kasusnews.com – Dalam upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan menekan angka kecelakaan lalu lintas, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar kegiatan Blue Light Patrol di sejumlah ruas jalan yang dinilai rawan kecelakaan, pelanggaran, dan kemacetan, Rabu (17/6/2026) malam. Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WITA tersebut menyasar sejumlah titik strategis di wilayah Amuntai dan sekitarnya, antara lain Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jalan Brigjen H. Hasan Baseri, Jalan Murung Sari, Jalan Rakha, Jalan Bayur Bypass, Jalan Pelampitan, hingga Jalan Jermani Husein di Kecamatan Banjang. Patroli malam ini dipimpin oleh personel Satlantas Polres HSU yang terdiri dari AIPDA Edi Hariono, S.H., BRIGADIR Ahmad Fikriyadi, BRIPDA Akmal Wira, BRIPDA M. Rio D, dan BRIPDA Riza Saputra. Selain melakukan patroli dan pengaturan lalu lintas di kawasan rawan kecelakaan, petugas juga memberikan teguran secara humanis kepada pengguna jalan yang berpotensi membahayakan keselamatan berlalu lintas. Sasaran penindakan meliputi pelanggaran penggunaan lampu strobo pada kendaraan pribadi yang dapat mengganggu pandangan pengendara lain, serta kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) yang berisiko menimbulkan kecelakaan dan kerusakan infrastruktur jalan. Kasat Lantas Polres HSU menegaskan bahwa kegiatan Blue Light Patrol merupakan langkah preventif yang rutin dilakukan guna menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar, khususnya pada malam hari ketika mobilitas masyarakat masih cukup tinggi. “Patroli ini tidak hanya bertujuan mengantisipasi kecelakaan dan pelanggaran, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang beraktivitas di jalan raya,” ujarnya. Dari hasil kegiatan, kehadiran personel di lapangan mampu meningkatkan kesadaran pengguna jalan terhadap pentingnya mematuhi aturan lalu lintas. Selain itu, patroli juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara. Melalui kegiatan ini, Satlantas Polres Hulu Sungai Utara berharap dapat menekan angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas, sekaligus mewujudkan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres HSU. Dengan mengusung semangat “Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk Kemanusiaan”, Satlantas Polres HSU terus berkomitmen menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat demi terciptanya budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan. (Agus)
HSU, Bidik-kasusnews.com – Jajaran Polsek Amuntai Utara terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan lahan swasembada jagung di wilayah binaannya. Pada Selasa (16/6/2026), anggota Polsek Amuntai Utara turun langsung ke Desa Panangkalaan, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), untuk memonitor kondisi tanaman jagung yang terdampak tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. Monitoring dilakukan sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus memastikan perkembangan tanaman jagung tetap terjaga meski menghadapi tantangan cuaca yang kurang bersahabat. Lahan yang dipantau merupakan milik Kelompok Tani (Poktan) Sungai Bayan yang berada di Desa Panangkalaan. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, tanaman jagung menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik dengan tinggi berkisar antara 90 hingga 110 sentimeter. Namun demikian, tingginya intensitas hujan menyebabkan sebagian area lahan mengalami genangan air. Kondisi tersebut berdampak pada tingkat kelembaban tanah yang meningkat dan mengakibatkan sejumlah tanaman menunjukkan gejala daun menguning. Situasi ini menjadi perhatian bersama karena dapat memengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman apabila tidak segera ditangani. Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Amuntai Utara yang terdiri dari AIPTU Ferry A.P dan BRIPKA Sri Sugiarto melakukan pemantauan langsung sekaligus berkoordinasi dengan kelompok tani terkait langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak genangan air terhadap tanaman jagung. Kapolsek Amuntai Utara menegaskan bahwa monitoring secara berkala akan terus dilakukan guna mengetahui perkembangan tanaman serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi petani di lapangan. Pendampingan ini merupakan bagian dari sinergi Polri dengan masyarakat dalam mendukung keberhasilan program swasembada pangan. Meski menghadapi tantangan cuaca, para petani tetap optimistis tanaman jagung dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik apabila kondisi lahan segera membaik. Dukungan berbagai pihak, termasuk kepolisian, diharapkan mampu membantu petani menjaga produktivitas lahan pertanian di tengah perubahan cuaca yang tidak menentu. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Amuntai Utara terpantau aman dan kondusif. Monitoring ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam mendukung sektor pertanian sebagai salah satu pilar penting ketahanan pangan daerah dan nasional. (Agus)
HSU, Bidik-kasusnews.com – Jajaran Polsek Banjang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program swasembada pangan nasional melalui pendampingan dan monitoring lahan pertanian jagung di wilayah binaan. Pada Selasa (16/6/2026), personel Polsek Banjang melakukan pemantauan perkembangan tanaman jagung di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Kegiatan monitoring tersebut dilakukan untuk memastikan pertumbuhan tanaman jagung berjalan optimal sekaligus memberikan dukungan kepada para petani yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan dan swasembada jagung. Lahan yang dipantau merupakan milik Sadikin dan dikelola secara perorangan bersama Kelompok Tani (Poktan) Mandiri yang menjadi binaan Polri. Dengan luas mencapai 4 hektare atau sekitar 40.000 meter persegi, lahan tersebut ditanami jagung pakan varietas hibrida Bisi 18 yang dikenal memiliki produktivitas tinggi. Berdasarkan hasil monitoring, tanaman jagung yang ditanam pada 12 Mei 2026 itu kini memasuki usia 35 hari dengan tinggi tanaman berkisar antara 40 hingga 50 sentimeter. Pertumbuhan tanaman dinilai cukup baik dan sesuai dengan target budidaya yang telah direncanakan. Dalam pengelolaannya, petani menggunakan pupuk NPK 16-16-16 dan dolomit untuk menjaga kesuburan tanah, sementara pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang. Sebanyak 100 kilogram benih atau setara 100 bungkus telah ditanam di lahan tersebut dengan sistem pengolahan yang masih menggunakan peralatan manual. Petugas memperkirakan masa panen akan berlangsung pada Oktober 2026 mendatang. Apabila kondisi cuaca dan perawatan tanaman tetap optimal, hasil panen diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan produksi jagung di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Monitoring lapangan dilaksanakan oleh AIPTU Noryadi selaku Kepala Jaga bersama BRIGADIR Fahmi Rachman dan BRIPDA M. Alfito Gusna. Selain memantau perkembangan tanaman, personel juga berdialog dengan petani guna mengetahui berbagai kendala yang dihadapi selama proses budidaya. Kapolsek Banjang menegaskan bahwa pendampingan terhadap petani akan terus dilakukan sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional. Kehadiran anggota kepolisian di sektor pertanian diharapkan dapat memberikan motivasi bagi masyarakat untuk terus mengembangkan lahan produktif dan meningkatkan hasil panen. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Banjang terpantau aman, tertib, dan kondusif. Sinergi antara petani dan kepolisian ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah serta mendukung terwujudnya swasembada jagung menuju Indonesia Emas 2045. (Agus)
HSU, Bidik-kasusnews.com – Upaya mendukung program ketahanan pangan dan swasembada jagung terus dilakukan jajaran Polres Hulu Sungai Utara (HSU). Melalui Polsek Banjang, kegiatan sosialisasi dan penyuluhan pertanian jagung digelar di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Selasa (16/6/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.30 WITA tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendukung sektor pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas lahan jagung di wilayah pedesaan. Dalam pelaksanaannya, personel Polsek Banjang memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya budidaya jagung sebagai salah satu komoditas strategis yang berperan dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Selain itu, warga juga mendapatkan pemahaman terkait teknik budidaya yang baik, pemanfaatan lahan produktif, serta pentingnya sinergi antara petani dan pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan. Kegiatan penyuluhan tersebut dipimpin oleh personel Polsek Banjang yang terdiri dari AIPTU Noryadi selaku Kepala Jaga, BRIGADIR Fahmi Rachman, dan BRIPDA M. Alfito Gusna. Kapolres Hulu Sungai Utara melalui jajaran Polsek Banjang menegaskan bahwa pendampingan dan penyuluhan kepada masyarakat akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu mendorong peningkatan hasil pertanian jagung sekaligus memberikan motivasi kepada warga untuk memanfaatkan lahan yang tersedia secara optimal. Selain mendukung program nasional di bidang ketahanan pangan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Kehadiran anggota kepolisian di tengah para petani diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus menjadi mitra dalam pembangunan sektor pertanian. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Masyarakat Desa Pulau Damar menyambut positif penyuluhan yang diberikan karena dinilai bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang pertanian jagung. Melalui kegiatan seperti ini, Polsek Banjang terus menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat serta mewujudkan Kabupaten Hulu Sungai Utara yang tangguh dalam sektor pangan menuju Indonesia Emas 2045. (Agus)
Cirebon, Bidik-kasusnews.com – Rencana penertiban sejumlah warung dan lapak usaha milik warga di kawasan depan Lapangan Sepak Bola Desa Kondangsari, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, memunculkan kegelisahan di tengah masyarakat. Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan, para pedagang berharap pemerintah tidak menjadikan penertiban sebagai tindakan yang berujung pada hilangnya mata pencaharian tanpa adanya solusi yang jelas. Bagi sebagian orang, bangunan sederhana tersebut mungkin hanya terlihat sebagai deretan warung di pinggir jalan. Namun bagi para pedagang, tempat itu adalah ruang perjuangan, tempat mereka menyambung hidup dan memenuhi kebutuhan keluarga setiap hari. Ade, salah satu pedagang yang terdampak, mengaku sangat berharap pemerintah dapat mempertimbangkan aspek kemanusiaan sebelum mengambil langkah yang berpotensi menghilangkan sumber penghasilan warga. “Kami tidak menolak aturan. Kami menghormati pemerintah dan siap mengikuti ketentuan yang berlaku. Namun kami berharap ada kebijaksanaan. Warung ini menjadi penopang hidup keluarga kami. Jika memang harus ditertibkan, setidaknya berikan solusi terlebih dahulu agar kami tetap bisa mencari nafkah,” ujarnya 16/06/2026. Menurut Ade, masyarakat kecil saat ini sudah menghadapi berbagai tekanan ekonomi. Kenaikan biaya hidup, menurunnya daya beli masyarakat, hingga sulitnya mencari pekerjaan menjadi kenyataan yang harus dihadapi setiap hari. Karena itu, kebijakan yang berdampak langsung terhadap sumber penghasilan warga harus dilakukan secara hati-hati dan penuh pertimbangan. Sorotan serupa disampaikan pengamat kebijakan publik Abdul Hadi. Menurutnya, pemerintah memiliki kewenangan untuk melakukan penataan kawasan dan menegakkan aturan. Namun kewenangan tersebut harus dijalankan dengan mengedepankan keadilan sosial dan tanggung jawab terhadap warga yang terdampak. “Perlu dipahami bahwa menertibkan bukan berarti menggusur tanpa solusi. Negara tidak boleh hadir hanya ketika ingin menegakkan aturan, tetapi juga harus hadir ketika masyarakat membutuhkan perlindungan dan kepastian hidup,” kata Abdul Hadi. Ia menilai pendekatan yang terlalu represif dalam penataan kawasan berpotensi menimbulkan persoalan sosial baru. Terlebih apabila masyarakat yang terdampak tidak diberikan alternatif yang layak untuk melanjutkan usahanya. “Rakyat kecil hari ini sudah menghadapi tekanan ekonomi yang tidak ringan. Mereka berjuang menghadapi kenaikan biaya hidup, keterbatasan lapangan pekerjaan, dan berbagai persoalan ekonomi lainnya. Jangan sampai kebijakan pemerintah justru menambah beban tanpa menghadirkan jalan keluar. Penertiban harus dibarengi solusi, bukan sekadar pembongkaran,” tegasnya. Abdul Hadi juga mengingatkan agar seluruh proses penertiban dilakukan secara transparan, objektif, dan bebas dari kepentingan pihak manapun. “Jangan ada kesan bahwa kebijakan publik dijalankan karena adanya dorongan kepentingan tertentu. Pemerintah harus mampu membuktikan bahwa setiap tindakan dilakukan murni demi kepentingan umum, berdasarkan aturan yang jelas, serta diterapkan secara adil kepada semua pihak tanpa pengecualian,” ujarnya. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa prinsip keadilan tidak boleh berhenti pada penegakan aturan semata, tetapi juga harus diwujudkan dalam bentuk perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak. “Penegakan hukum yang baik bukan yang paling keras, melainkan yang paling adil. Pemerintah harus menunjukkan bahwa negara memiliki hati. Jangan sampai masyarakat kecil merasa hanya menjadi objek penertiban, sementara hak mereka untuk memperoleh perlakuan yang manusiawi dan solusi yang layak justru diabaikan,” tambahnya. Masyarakat berharap Satpol PP dan Pemerintah Kabupaten Cirebon mengedepankan dialog, musyawarah, dan pendekatan persuasif sebelum mengambil langkah yang berpotensi menghilangkan mata pencaharian warga. Sebab pada akhirnya, tujuan penataan bukan hanya menciptakan ketertiban, tetapi juga memastikan bahwa tidak ada rakyat kecil yang menjadi korban dari kebijakan yang seharusnya hadir untuk melayani dan melindungi mereka. Di tengah tuntutan penegakan aturan, publik kini menunggu satu hal yang paling mendasar: apakah negara akan hadir membawa solusi, atau justru menambah kesulitan bagi mereka yang selama ini hanya berusaha bertahan hidup dengan cara yang sederhana dan jujur. Amin
Amuntai, HSU, Bidik-kasusnews.com – Jajaran Polsek Amuntai Tengah, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan program swasembada jagung di wilayah binaannya. Monitoring terbaru dilaksanakan di Desa Sungai Karias, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Senin (15/6/2026), guna memastikan kondisi lahan pertanian dan mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi petani. Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WITA tersebut melibatkan sejumlah personel Polsek Amuntai Tengah, yakni Aipda Dwi Hartono, Aipda Iwan Krisnawan, Bripka M. Rifqy Maulidin, Briptu Hendra, S.S.T. Ars, dan Bripda Ahmad Muzakkir. Monitoring dilakukan menggunakan kendaraan patroli serta didukung sarana komunikasi lapangan untuk memudahkan koordinasi dan pelaporan. Dalam pemantauan tersebut, petugas menemukan bahwa sebagian besar lahan jagung milik petani di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah masih dalam kondisi tergenang air. Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi keberlangsungan program swasembada jagung yang tengah digalakkan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah. Genangan air yang masih bertahan diperkirakan akan memengaruhi jadwal tanam pada beberapa bulan mendatang. Akibatnya, sebagian besar lahan belum dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan penanaman jagung hingga kondisi lahan kembali normal. Meski demikian, Polsek Amuntai Tengah menegaskan akan terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan lahan pertanian dan debit air yang menggenangi area perkebunan warga. Langkah tersebut dilakukan sebagai dasar dalam memberikan rekomendasi serta menentukan upaya yang diperlukan guna mendukung petani menghadapi kondisi alam yang terjadi. Kapolres Hulu Sungai Utara melalui laporan kegiatan menyampaikan bahwa monitoring ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Selain memastikan perkembangan sektor pertanian, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperoleh data lapangan yang akurat sebagai bahan evaluasi dan pelaporan kepada pimpinan. Program swasembada jagung sendiri diharapkan mampu meningkatkan kemandirian pangan, terutama dalam memenuhi kebutuhan pakan ternak dan bahan pangan melalui hasil produksi petani lokal. Oleh karena itu, pengawasan terhadap kondisi lahan dan faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas pertanian menjadi perhatian penting bagi seluruh pihak terkait. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah Desa Sungai Karias terpantau aman, tertib, dan kondusif. Polsek Amuntai Tengah memastikan akan terus bersinergi dengan masyarakat dan para petani untuk mendukung keberhasilan program ketahanan pangan di Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)
HSU, Bidik-kasusnews.com – Upaya mendukung program swasembada pangan nasional terus dilakukan jajaran Polsek Banjang, Polres Hulu Sungai Utara (HSU). Salah satunya melalui kegiatan monitoring perkembangan tanaman jagung di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Senin (15/6/2026). Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 12.30 WITA tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi tanaman jagung binaan Polri tumbuh optimal dan sesuai target produksi yang telah direncanakan. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, lahan jagung milik Sadikin yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Mandiri binaan Polri memiliki luas sekitar 4 hektare atau 40.000 meter persegi. Tanaman jagung pakan yang dibudidayakan menggunakan benih Hibrida Bisi 18 tersebut saat ini telah berusia 35 hari setelah tanam. Petugas mencatat tinggi tanaman berkisar antara 40 hingga 50 sentimeter dengan kondisi pertumbuhan yang cukup baik. Penanaman dilakukan sejak 12 Mei 2026 menggunakan sekitar 100 kilogram benih jagung, dengan dukungan pemupukan NPK 16.16.16 dan dolomit untuk menjaga kesuburan lahan. Selain itu, pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang, sementara proses budidaya masih memanfaatkan peralatan pertanian secara manual. Jika perkembangan tanaman terus berjalan sesuai harapan, panen diperkirakan akan berlangsung pada 10 Oktober 2026 mendatang. Monitoring lapangan dilaksanakan oleh Aipda Herry S., Aipda Sukadi, dan Aipda Robby. Selain melakukan pengecekan kondisi tanaman, personel juga memberikan motivasi dan pendampingan kepada petani agar terus menjaga kualitas perawatan tanaman hingga masa panen. Kapolsek Banjang menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan pemerintah sekaligus memperkuat sinergi dengan masyarakat di wilayah pedesaan. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan produktivitas pertanian jagung di Kecamatan Banjang dapat terus meningkat, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan daerah maupun nasional. Selama kegiatan berlangsung, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Banjang terpantau aman, lancar, dan kondusif. (Agus)
HSU, Bidik-kasusnews.com – Jajaran Polsek Banjang, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan monitoring perkembangan lahan swasembada jagung di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Senin (15/6/2026). Kegiatan pemantauan dilakukan oleh personel Polsek Banjang yang dipimpin langsung oleh anggota Bhabinkamtibmas dan personel terkait untuk memastikan pertumbuhan tanaman jagung berjalan optimal hingga masa panen mendatang. Kapolsek Banjang melalui laporan kegiatan menyampaikan bahwa lahan jagung yang dipantau merupakan milik Sadikin dengan luas sekitar 4 hektare atau 40.000 meter persegi. Lahan tersebut dikelola secara perorangan dan menjadi bagian dari Kelompok Tani (Poktan) Mandiri yang merupakan binaan Polri. Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, tanaman jagung pakan jenis Hibrida Bisi 18 yang ditanam pada 12 Mei 2026 kini telah memasuki usia 35 hari dengan tinggi tanaman berkisar antara 40 hingga 50 sentimeter. Kondisi tanaman terpantau tumbuh dengan baik dan menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Dalam pengelolaannya, petani menggunakan sekitar 100 kilogram benih jagung, pupuk NPK 16.16.16 serta dolomit untuk menjaga kesuburan tanah. Sementara pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang. Seluruh proses budidaya masih menggunakan peralatan pertanian manual. Apabila pertumbuhan tanaman tetap stabil, panen jagung diperkirakan akan dilaksanakan pada 10 Oktober 2026. Hasil panen nantinya diharapkan mampu mendukung kebutuhan pakan ternak sekaligus memperkuat program swasembada pangan di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kegiatan monitoring tersebut dilaksanakan oleh Aipda Herry S., Aipda Sukadi, dan Aipda Robby. Selain melakukan pemantauan perkembangan tanaman, personel juga memberikan motivasi kepada petani agar terus menjaga kualitas perawatan tanaman hingga masa panen. Polsek Banjang menegaskan bahwa pendampingan terhadap sektor pertanian merupakan salah satu bentuk sinergi Polri dengan masyarakat dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Hingga kegiatan berakhir, situasi di wilayah hukum Polsek Banjang dilaporkan aman, tertib, dan kondusif. Dengan keterlibatan aktif aparat kepolisian bersama kelompok tani, diharapkan produktivitas pertanian jagung di Kecamatan Banjang terus meningkat dan mampu memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat serta ketahanan pangan daerah. (Agus)
HSU, Bidik-kasusnews.com – Upaya mendukung program ketahanan pangan nasional terus dilakukan jajaran Polsek Amuntai Utara melalui kegiatan monitoring perkembangan lahan swasembada jagung di Desa Panangkalaan, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Senin (15/6/2026). Kegiatan pemantauan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WITA tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini pertumbuhan tanaman jagung sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi para petani di lapangan. Monitoring dilaksanakan oleh personel Polsek Amuntai Utara, yakni Aiptu Ferry A.P dan Bripka Eko P, yang turun langsung ke area pertanian milik Kelompok Tani (Poktan) Sungai Bayan di Desa Panangkalaan. Dari hasil pemantauan diketahui bahwa tanaman jagung di lahan tersebut menunjukkan perkembangan yang cukup baik dengan tinggi tanaman berkisar antara 90 hingga 110 sentimeter. Pertumbuhan tersebut menjadi indikator positif dalam mendukung target swasembada jagung yang tengah digalakkan pemerintah. Meski demikian, petugas juga menemukan adanya sejumlah area lahan yang tergenang air akibat tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. Genangan tersebut menyebabkan sebagian tanaman terdampak karena air masuk ke area persawahan dan lahan pertanian jagung. Kapolsek Amuntai Utara melalui laporan kegiatan menyampaikan bahwa monitoring dilakukan sebagai bentuk dukungan Polri terhadap sektor pertanian, khususnya dalam mengawal program ketahanan pangan dan swasembada komoditas strategis di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Selain melakukan pemantauan perkembangan tanaman, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat komunikasi dengan kelompok tani sehingga berbagai permasalahan yang muncul di lapangan dapat diketahui sejak dini dan dicarikan solusi bersama dengan instansi terkait. Program swasembada jagung menjadi salah satu fokus pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, sinergi antara petani, pemerintah, dan aparat kepolisian dinilai penting untuk memastikan keberhasilan program tersebut. Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi pemantauan terpantau aman dan kondusif. Polsek Amuntai Utara berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap perkembangan sektor pertanian guna mendukung kesejahteraan masyarakat serta keberhasilan program ketahanan pangan di wilayah hukum Polres Hulu Sungai Utara. (Agus)
Amuntai, Bidik-kasusnews.com – Dalam rangka memperkuat koordinasi internal dan memastikan kesiapan pelaksanaan berbagai program kerja, Kapolres Hulu Sungai Utara (HSU), AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.H., memimpin kegiatan coffee morning bersama para Pejabat Utama (PJU) dan Kapolsek jajaran Polres HSU, Senin (15/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di lobi Mapolres Hulu Sungai Utara mulai pukul 09.30 WITA tersebut menjadi forum komunikasi dan evaluasi untuk membahas sejumlah agenda strategis yang menjadi perhatian institusi menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Dalam arahannya, Kapolres HSU menekankan pentingnya kesiapan seluruh panitia dan personel yang terlibat dalam rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara. Menurutnya, setiap kegiatan harus dipersiapkan secara matang agar dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain membahas kesiapan peringatan Hari Bhayangkara, forum tersebut juga digunakan untuk melakukan analisis dan evaluasi (anev) terkait serapan anggaran di lingkungan Polres HSU. Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan program kerja berjalan efektif, transparan, dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. AKBP Agus Nuryanto juga memberikan penekanan kepada seluruh jajaran agar terus menjaga soliditas dan kekompakan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Ia mengingatkan seluruh personel untuk menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat mencoreng nama baik institusi serta mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap Polri. “Soliditas internal merupakan modal utama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Oleh karena itu, seluruh personel harus menjaga profesionalisme, disiplin, dan integritas dalam menjalankan tugas,” tegas Kapolres dalam arahannya. Selain itu, sejumlah isu dan hal penting lainnya turut dibahas dalam pertemuan tersebut guna menyamakan persepsi serta memperkuat sinergi antar satuan kerja dan jajaran Polsek di wilayah hukum Polres Hulu Sungai Utara. Kegiatan coffee morning berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan komunikasi yang konstruktif. Melalui forum ini, diharapkan koordinasi antar pimpinan dan jajaran semakin kuat sehingga pelaksanaan tugas kepolisian dapat berjalan optimal dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar hingga acara selesai. (Agus)