Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com  Polres Hulu Sungai Utara (HSU) mengikuti kegiatan Zoom Meeting Analisis dan Evaluasi (Anev) Quick Win yang diselenggarakan oleh Polda Kalimantan Selatan sebagai upaya memperkuat pelaksanaan program prioritas Polri yang berorientasi pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (23/6/2026) pukul 10.00 WITA tersebut digelar di Ruang Pertemuan Utama (Rupatama) II Polres HSU dan diikuti jajaran Polres Hulu Sungai Utara secara virtual. Zoom Meeting Anev Quick Win dipimpin langsung oleh Karorena Polda Kalimantan Selatan, Kombes Pol Dolly Gumara, S.I.K., M.H., yang memberikan arahan terkait evaluasi capaian program Quick Win serta langkah-langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program di seluruh satuan kewilayahan. Dari Polres HSU, kegiatan dihadiri oleh Wakapolres Hulu Sungai Utara, Kabagren Polres HSU, para operator Quick Win, serta personel Bagren Polres HSU yang terlibat dalam pengelolaan dan pelaporan program. Kegiatan ini menjadi sarana penting untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap berbagai program unggulan Polri, sekaligus memastikan implementasi kebijakan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan. Dalam forum tersebut, peserta mendapatkan arahan terkait peningkatan kualitas pelaporan, penguatan indikator kinerja, serta optimalisasi program Quick Win sebagai bagian dari transformasi Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan). Melalui evaluasi yang dilakukan secara berkala, diharapkan setiap satuan kerja mampu mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan sekaligus menyusun langkah perbaikan yang efektif guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. Polres Hulu Sungai Utara berkomitmen untuk terus mendukung kebijakan dan program strategis Polri dengan mengedepankan prinsip profesionalisme, akuntabilitas, dan pelayanan yang humanis kepada masyarakat. Selama pelaksanaan kegiatan Zoom Meeting Anev Quick Win, situasi berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa kendala berarti. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Polres HSU dalam mewujudkan institusi Polri yang modern, responsif, dan semakin dekat dengan masyarakat melalui implementasi program-program yang terukur dan berorientasi pada hasil. (Agus)      

Amuntai, Bidik-kasusnews.com – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar ziarah rombongan dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Tabur, Desa Tayur, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Selasa (23/6/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WITA tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Hulu Sungai Utara, AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si., sebagai Pimpinan Ziarah. Prosesi berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi bangsa dan negara. Ziarah rombongan ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan Polres HSU dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang diperingati setiap tanggal 1 Juli. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus menumbuhkan semangat pengabdian bagi seluruh personel Polri dalam menjalankan tugas melayani masyarakat. Peserta upacara terdiri dari satu pleton perwira Polres HSU, satu pleton staf Polres HSU, satu pleton bersenjata, satu pleton Aparatur Sipil Negara (ASN) Polres HSU, serta satu pleton Pengurus Cabang Bhayangkari Hulu Sungai Utara. Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara ziarah di area Taman Makam Pahlawan yang berlangsung penuh khidmat. Seluruh peserta memberikan penghormatan kepada arwah para pahlawan sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan dan pengorbanan mereka dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga di pusara para pahlawan. Tradisi tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus ungkapan rasa terima kasih atas jasa-jasa para pejuang yang telah mewariskan semangat patriotisme kepada generasi penerus bangsa. Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto mengatakan, ziarah rombongan bukan sekadar agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum refleksi bagi seluruh anggota Polri agar terus menjaga integritas, profesionalisme, dan semangat pengabdian kepada masyarakat. Melalui peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres HSU berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri. Seluruh rangkaian kegiatan ziarah dan tabur bunga berlangsung tertib, aman, dan lancar dengan situasi yang tetap kondusif. Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh personel Polri untuk terus melanjutkan nilai-nilai perjuangan para pahlawan melalui pelayanan terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara. (Agus)      

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com – Di tengah teriknya matahari yang menyelimuti kawasan Sungai Way Betung, sosok Babinsa tampak tak hanya mengawasi jalannya pekerjaan, tetapi juga turut mengangkat material bangunan bersama warga. Pemandangan tersebut menjadi gambaran nyata kedekatan TNI dengan masyarakat dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang bermanfaat langsung bagi rakyat. Adalah Serka Nofriadi, Babinsa Kodim 0410/Kota Bandar Lampung (KBL), yang terus aktif mendampingi pembangunan Jembatan Beton Sungai Way Betung di Kelurahan Sukarame 2, Kecamatan Teluk Betung Barat, Bandar Lampung. Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari Program Jembatan Perintis Garuda Tahap V dan VI yang digagas untuk meningkatkan konektivitas wilayah dan kesejahteraan masyarakat. Memasuki hari ke-16 pelaksanaan pekerjaan atau H+16, Senin (22/6/2026), progres pembangunan terus menunjukkan perkembangan positif. Jembatan dengan panjang 23 meter dan lebar 2 meter tersebut nantinya akan menjadi akses penghubung vital antara Kelurahan Sukarame 2 dan Kelurahan Batu Putuk. Keberadaan jembatan ini sangat dinantikan warga karena akan mempermudah mobilitas sekitar 150 kepala keluarga atau lebih dari 360 jiwa yang selama ini harus menghadapi keterbatasan akses akibat terpisah oleh aliran Sungai Way Betung. Serka Nofriadi mengatakan, keterlibatannya dalam proyek tersebut merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab sebagai aparat teritorial yang selalu hadir di tengah masyarakat. “Jembatan ini dibangun untuk kepentingan warga. Kehadiran kami bukan hanya melakukan pengawasan, tetapi juga memberikan semangat agar budaya gotong royong tetap terjaga dan pekerjaan berjalan dengan aman serta lancar,” ujarnya di lokasi kegiatan. Sejak tahap survei lokasi pada 4 Juni 2026, peletakan batu pertama (ground breaking) pada 5 Juni 2026, hingga saat ini memasuki tahap mobilisasi material, Babinsa terus mendampingi warga dan tim teknis pelaksana pembangunan. Berdasarkan laporan lapangan, kegiatan hari itu melibatkan enam personel TNI dari Kodim 0410/KBL dan enam warga masyarakat yang bergotong royong menyiapkan berbagai kebutuhan pembangunan. Saat ini progres fisik jembatan telah mencapai sekitar enam persen dengan fokus pekerjaan pada distribusi dan penataan material konstruksi. Pembangunan jembatan tersebut berada di kawasan Kampung Pancasila, wilayah binaan Koramil 410-03/Teluk Betung Utara yang sejak tahun 2022 ditetapkan sebagai percontohan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Semangat toleransi, persatuan, dan gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat menjadi salah satu alasan Kelurahan Sukarame 2 dipilih sebagai Kampung Pancasila. Nilai-nilai tersebut terlihat nyata dari tingginya partisipasi warga yang secara sukarela terlibat dalam proses pembangunan jembatan. Tokoh masyarakat setempat mengapresiasi kehadiran Babinsa yang dinilai selalu hadir membantu dan menjadi penggerak kebersamaan warga. “Babinsa sudah seperti bagian dari keluarga masyarakat di sini. Beliau aktif mengajak warga bergotong royong, memberikan pemahaman terkait pembangunan, bahkan ikut bekerja bersama masyarakat,” ungkapnya. Program Jembatan Perintis Garuda Tahap V dan VI sendiri menargetkan pembangunan 30 titik jembatan di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Lampung. Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi TNI Angkatan Darat dalam mendukung pembangunan daerah, membuka akses wilayah yang terisolasi, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sebelumnya, Kepala Staf Korem 043/Garuda Hitam, Kolonel Kav Roli Dewanto, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bentuk nyata pengabdian TNI kepada masyarakat sekaligus dukungan terhadap percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Sementara itu, Danrem 043/Garuda Hitam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki menegaskan bahwa keberadaan jembatan tidak hanya berfungsi sebagai sarana penghubung fisik, tetapi juga menjadi jembatan harapan bagi masa depan masyarakat. Dengan akses yang lebih baik, masyarakat diharapkan lebih mudah menjangkau layanan pendidikan, kesehatan, distribusi hasil pertanian, aktivitas perdagangan, hingga berbagai kegiatan sosial lainnya. Didukung cuaca yang cerah dan kondisi keamanan yang kondusif, proses pembangunan terus berjalan sesuai rencana. Kehadiran Babinsa bersama masyarakat menjadi bukti bahwa semangat kemanunggalan TNI dan rakyat tetap menjadi kekuatan utama dalam membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Diharapkan, Jembatan Perintis Garuda di Sungai Way Betung dapat segera rampung dan memberikan manfaat nyata bagi warga, sekaligus menjadi simbol kebersamaan dalam membangun Indonesia dari wilayah-wilayah yang membutuhkan akses infrastruktur yang lebih baik. (Agus)      

Majalengka, Bidik-kasusnews.com, Menjelang puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus mematangkan berbagai persiapan melalui latihan intensif yang melibatkan personel terbaik dari berbagai satuan. Salah satu kegiatan yang menjadi sorotan adalah latihan terjun payung yang digelar di Bandara Internasional Kertajati, Jawa Barat, Senin (22/6/2026). Latihan yang telah berlangsung sejak pekan lalu dan dijadwalkan hingga 25 Juni 2026 tersebut bertujuan memastikan kesiapan personel serta perlengkapan dalam mendukung rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara ke-80. Sejak pukul 07.00 WIB, Tim Penerjun Polri menjalani serangkaian latihan udara dengan pendampingan dan pengawasan ketat. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan kemampuan operasional sekaligus memastikan seluruh personel siap menjalankan tugas pada acara puncak yang akan dihadiri berbagai unsur penting negara. Dalam latihan tersebut, personel diterjunkan menggunakan pesawat Polisi Udara jenis CN-295 dengan berbagai skenario operasi udara. Para peserta mengasah kemampuan teknis melalui latihan pada ketinggian yang bervariasi, mulai dari 5.000 hingga 14.000 kaki. Variasi ketinggian tersebut dirancang untuk meningkatkan keterampilan penerjunan, kesiapan fisik, ketahanan mental, serta profesionalisme personel dalam menghadapi berbagai kondisi operasi di lapangan. Sebanyak 118 personel dari berbagai satuan jajaran Polri ambil bagian dalam latihan ini. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan mengedepankan standar keselamatan penerbangan dan prosedur penerjunan yang berlaku guna meminimalkan risiko selama pelaksanaan latihan. Kegiatan ini turut mendapat perhatian langsung dari jajaran pimpinan Korps Brimob Polri. Hadir meninjau latihan antara lain Teknisi KBRN Utama Tk. I Korbrimob Irjen Pol. Almas Widodo Kolopaking, Irjen Pol. Rudy Harianto, serta Plt. Dansatlat Brimob Korbrimob Brigjen Pol. Deonijiu De Fatima. Kehadiran para pejabat tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus motivasi bagi seluruh personel agar tetap mengutamakan disiplin, profesionalisme, dan keselamatan dalam setiap tahapan latihan maupun saat pelaksanaan tugas nantinya. Melalui latihan yang terencana dan berkelanjutan ini, Polri berharap seluruh personel memiliki kesiapan maksimal untuk mendukung suksesnya peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Selain menampilkan kemampuan terbaik, kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Dengan persiapan yang matang, seluruh rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 diharapkan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar, sekaligus mencerminkan dedikasi serta profesionalisme Polri dalam mengabdi kepada bangsa dan negara. (Agus)

BANDUNG, Bidik-kasusnews.com – Sidang lanjutan perkara dugaan suap dan pengaturan proyek atau yang dikenal sebagai kasus “ijon proyek” di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi kembali digelar di Pengadilan Negeri Bandung, Senin (22/6/2026) pagi. Dalam persidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan tujuh orang saksi untuk memberikan keterangan terkait aliran uang yang dipersoalkan serta dugaan adanya pengaturan proyek di lingkungan Pemkab Bekasi. Kuasa hukum Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang, Dr. I Wayan Suka Wirawan, SH, MH, menilai keterangan para saksi justru menguatkan dalil pihaknya bahwa uang yang dipermasalahkan merupakan pinjaman dan bukan suap ataupun gratifikasi. “Terkait saksi, semuanya tadi membenarkan bahwa selama ini uang yang dipersoalkan merupakan pinjaman yang tidak ada hubungannya dengan proyek-proyek yang dimenangkan Sarjan. Hasil persidangan hari ini sudah sangat jelas,” kata Wayan usai sidang. Menurutnya, tema persidangan hari ini berfokus pada dua hal utama, yakni status hukum uang yang dipersoalkan oleh JPU dan dugaan adanya pengaturan proyek yang dikaitkan dengan Ade Kuswara Kunang. Ia menjelaskan, para saksi, mulai dari Sarjan, Riki Yuda Bahtiar, dan Sugiharto, telah mengakui bahwa uang tersebut merupakan pinjaman serta didukung oleh alat bukti tertulis yang sah seperti kuitansi. “Sudah tidak terbantahkan bahwa uang itu adalah pinjaman. Status hukum uang itu yang penting, karena dari sanalah nantinya dapat ditarik konstruksi hukum apakah peristiwa tersebut masuk kategori suap atau gratifikasi. Sekali lagi, status uang itu adalah pinjaman,” ujarnya. Selain itu, Wayan juga menyoroti keterangan Reza, ajudan Bupati Bekasi nonaktif, yang dihadirkan untuk mengklarifikasi dugaan adanya perintah dari Ade Kuswara Kunang terkait pengaturan proyek dan penentuan pemenang tender. Menurut Wayan, Reza dalam kesaksiannya menegaskan tidak pernah ada perintah dari Ade untuk menemui kepala dinas maupun mengarahkan pihak tertentu agar memenangkan perusahaan tertentu dalam proses tender. “Tadi Reza juga sudah memberikan kesaksian bahwa tidak pernah ada perintah dari Pak Bupati untuk menemui kadis-kadis, memerintahkan melalui yang bersangkutan untuk memenangkan pemenang tender tertentu,” katanya. Terkait daftar atau list proyek yang selama ini disebut-sebut dalam perkara tersebut, Wayan mengatakan pihaknya sempat meminta jaksa menunjukkan dokumen asli. Namun, menurut dia, dokumen yang dimaksud tidak dapat ditunjukkan dalam persidangan. Ia menegaskan, berdasarkan keterangan Reza, daftar tersebut bukan berisi nama-nama calon pemenang tender, melainkan aspirasi masyarakat yang diusulkan agar mendapatkan prioritas dalam penganggaran daerah. “Tidak ada yang namanya list itu berhubungan dengan pemenang tender, apalagi perintah dari Pak Bupati. List itu murni merupakan aspirasi warga yang kemudian direkomendasikan agar mendapatkan prioritas untuk dianggarkan,” tutup Wayan. “Isu hukum utama kasus ini adalah status hukum uang yang dipersoalkan, bukan soal aliran atau sumber uang itu sendiri, yang dalam kasus ini juga tidak terbukti tidak sah itu”. Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum, Ade Azharie, memberikan penilaian berbeda terhadap kesaksian yang disampaikan Sarjan. Menurut jaksa, keterangan tersebut memperjelas sumber dana yang diserahkan kepada Ade Kuswara Kunang. “Kalau ada uang atau keuntungan dari proyek diserahkan, kejelasan dari Sarjan seperti itu. Artinya, uang yang diberikan Sarjan kepada Ade Kuswara Kunang adalah uang hasil dari keuntungan-keuntungan proyek yang diperoleh dari ujarnya. Sidang perkara dugaan suap dan pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi akan kembali dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi lainnya guna mengungkap fakta-fakta hukum dalam perkara tersebut. (Agus)

JAKARTA, Bidik-kasusnews.com — Kontingen Pencak Silat Garuda TNI Angkatan Darat kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara Umum I pada Kejuaraan Nasional Pencak Silat Kasau Championship 2026 Tingkat Nasional yang berlangsung di Jakarta International Velodrome, Jakarta, 19–21 Juni 2026. Prestasi tersebut semakin lengkap dengan keberhasilan kontingen Yonif 201/Jaya Yudha Kodam Jaya/Jayakarta yang meraih Juara Umum III di kategori TNI/Polri. Kejuaraan yang diikuti lebih dari 1.000 atlet dari berbagai daerah dan instansi tersebut resmi ditutup pada Minggu (21/6/2026) oleh Kapuskesau Marsekal Muda TNI dr. M. Roikhan Harowi, Sp.THT-KL., M.Kes. Pada kategori TNI/Polri, Tim Pencak Silat Garuda TNI AD yang diperkuat 18 atlet, terdiri atas 14 atlet putra dan 4 atlet putri, tampil dominan sepanjang pertandingan. Berkat penampilan yang impresif, tim berhasil mengoleksi 16 medali emas dan mengantarkan TNI AD meraih gelar Juara Umum I. Sementara itu, Juara Umum II diraih oleh Tim Pencak Silat TNI Angkatan Udara dengan perolehan 2 medali emas, 2 medali perak, dan 3 medali perunggu. Sedangkan Juara Umum III diraih oleh Tim Pencak Silat Yonif 201/Jaya Yudha Kodam Jaya/Jayakarta dengan raihan 1 medali emas, 1 medali perak, dan 3 medali perunggu. Kasau Championship 2026 diikuti oleh 1.050 atlet yang terbagi dalam tiga kategori, yakni kategori TNI/Polri sebanyak 136 atlet, kategori umum dewasa sebanyak 117 atlet, serta kategori pemassalan yang terdiri atas pelajar dan usia dini sebanyak 797 atlet. Keberhasilan Kontingen Garuda TNI AD yang dipimpin Kolonel Inf M. Arief Gumelar, S.I.P., M.M., meraih Juara Umum I menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan olahraga prestasi di lingkungan TNI AD. Capaian tersebut tidak hanya menunjukkan kemampuan teknik, fisik, dan mental bertanding yang unggul, tetapi juga mencerminkan hasil pembinaan yang berkesinambungan terhadap para atlet pencak silat TNI AD. Penanggung Jawab Kontingen Pencak Silat Garuda TNI AD, Brigjen TNI Andri Amijaya Kusumah, S.H., M.H., M.Han., menyampaikan apresiasinya atas kerja keras seluruh atlet, pelatih, dan pendukung yang telah memberikan penampilan terbaik selama kejuaraan berlangsung. “Kejurnas Pencak Silat Kasau Cup 2026 merupakan salah satu tolok ukur keberhasilan pembinaan pencak silat di jajaran TNI AD. Kami bangga atas prestasi yang diraih para atlet dan berharap capaian ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi pada berbagai kejuaraan di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya. Selain berorientasi pada prestasi, TNI AD secara konsisten mengembangkan pencak silat sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya bangsa sekaligus sarana pembentukan karakter prajurit yang tangguh, disiplin, dan berjiwa ksatria. Prestasi yang diraih pada Kasau Championship 2026 semakin mempertegas komitmen TNI AD dalam membina olahraga prestasi sekaligus mengharumkan nama institusi dan bangsa Indonesia di berbagai ajang kompetisi. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com  Upaya mendukung program ketahanan pangan dan peningkatan produktivitas pertanian terus dilakukan jajaran Polsek Banjang, Polres Hulu Sungai Utara. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi dan penyuluhan pertanian jagung yang dilaksanakan di Desa Beringin, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Senin (22/6/2026). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.30 WITA tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat dan para petani mengenai teknik budidaya jagung yang baik, sehingga dapat meningkatkan hasil panen serta mendukung program swasembada pangan nasional. Dalam pelaksanaannya, personel Polsek Banjang yang terlibat yakni Kanit Provost Polsek Banjang Aipda Robbi Utama, Brigadir Fahmi Rachman, dan Bripda M. Alfito Gusna. Mereka memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan lahan pertanian secara optimal, pemilihan bibit unggul, hingga langkah-langkah perawatan tanaman jagung agar tumbuh maksimal. Kapolsek Banjang melalui personelnya menyampaikan bahwa kegiatan penyuluhan ini merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap sektor pertanian, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. “Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk mengembangkan budidaya jagung sebagai salah satu komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi dan mendukung ketersediaan pangan,” ujar salah satu petugas di lokasi kegiatan. Selain memberikan penyuluhan, personel Polsek Banjang juga menjalin komunikasi dengan warga untuk menyerap berbagai kendala yang dihadapi petani di lapangan. Langkah ini dilakukan agar program pertanian yang dijalankan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Hingga kegiatan berakhir, situasi keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polsek Banjang terpantau kondusif. Melalui sinergi antara kepolisian dan masyarakat, diharapkan sektor pertanian jagung di Kecamatan Banjang semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani serta terwujudnya ketahanan pangan menuju Indonesia Emas 2045. (Agus)

Situbondo, Bidik-kasusnews.com – Pantai Jangkar di Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menjadi saksi lahirnya ribuan prajurit infanteri baru TNI Angkatan Darat dalam tradisi pembaretan yang berlangsung penuh khidmat dan semangat juang, Sabtu (20/6/2026). Sebanyak 1.035 prajurit siswa yang terdiri dari 221 siswa Bintara dan 814 siswa Tamtama mengikuti upacara pembaretan sebagai tanda resmi bergabungnya mereka ke dalam Korps Infanteri TNI AD. Prosesi ini merupakan puncak dari rangkaian Pendidikan Kejuruan Bintara Infanteri (Dikjurbaif) dan Pendidikan Kejuruan Tamtama Infanteri Tahun Anggaran 2026. Pantai Jangkar yang selama ini dikenal sebagai kawasan strategis latihan militer sekaligus pelabuhan penyeberangan menuju Pulau Madura, kembali menjadi lokasi bersejarah bagi pembentukan karakter dan mental para calon prajurit infanteri. Upacara sakral tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Rindam V/Brawijaya, Brigadir Jenderal TNI Mukhamad Albar, S.E., M.M. Dalam prosesi itu, para siswa menerima penyematan simbol kehormatan Korps Infanteri, termasuk Brevet Yudha Wastu Pramuka yang menjadi lambang kebanggaan dan identitas prajurit infanteri TNI AD. Dalam amanat Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif) yang dibacakan Brigjen TNI Mukhamad Albar, para prajurit baru diingatkan pentingnya menjaga profesionalisme, meningkatkan kesiapsiagaan tempur, serta memelihara disiplin sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas negara. Selain kemampuan teknis dan taktis, prajurit infanteri juga dituntut memiliki integritas, loyalitas, tanggung jawab, serta komitmen tinggi terhadap pengabdian kepada bangsa dan negara. Nilai-nilai tersebut harus senantiasa berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI. Danpussenif juga menekankan agar seluruh ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama masa pendidikan tidak berhenti di lembaga pendidikan, tetapi terus diasah dan dikembangkan melalui latihan berkelanjutan di satuan masing-masing. “Pembaretan bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal pengabdian sebagai prajurit infanteri yang siap menghadapi berbagai tantangan tugas di masa depan,” demikian pesan yang disampaikan dalam amanat tersebut. Pada kesempatan itu, Danpussenif turut menyampaikan apresiasi kepada Komandan Rindam V/Brawijaya dan Komandan Dodiklatpur atas dedikasi dalam mendidik, melatih, dan membentuk prajurit infanteri yang profesional, tangguh, serta siap menjalankan tugas pertahanan negara. Tradisi pembaretan yang berlangsung di tepi Pantai Jangkar tersebut tidak hanya menjadi simbol kelulusan pendidikan, tetapi juga menandai lahirnya generasi baru prajurit infanteri TNI AD yang siap mengemban tugas menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan semangat juang yang telah ditempa selama pendidikan, para prajurit infanteri muda diharapkan mampu menjadi garda terdepan pertahanan negara serta menjaga kehormatan Korps Infanteri di setiap medan penugasan. (Agus)      

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com  Komitmen mendukung program swasembada pangan terus ditunjukkan jajaran Polsek Banjang, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), melalui kegiatan monitoring perkembangan tanaman jagung di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Minggu (21/6/2026).   Kegiatan pemantauan dilakukan sebagai bagian dari pendampingan terhadap kelompok tani binaan Polri guna memastikan pertumbuhan tanaman jagung berjalan optimal hingga masa panen. Monitoring lapangan dilaksanakan oleh personel Polsek Banjang yang secara rutin melakukan pengecekan kondisi lahan dan perkembangan tanaman.   Lahan yang dipantau merupakan milik Sadikin, anggota Kelompok Tani (Poktan) Mandiri yang menjadi salah satu kelompok tani binaan Polri di wilayah Kecamatan Banjang. Lahan seluas 4 hektare atau sekitar 40.000 meter persegi tersebut ditanami jagung pakan varietas hibrida Bisi 18 sejak 12 Mei 2026.   Berdasarkan hasil monitoring, tanaman jagung yang telah memasuki usia 41 hari menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik dengan tinggi rata-rata mencapai 45 hingga 55 sentimeter. Kondisi tersebut menjadi indikator positif bagi keberhasilan budidaya yang saat ini terus mendapatkan pendampingan dari berbagai pihak.   Dalam pengelolaannya, petani menggunakan sekitar 100 kilogram benih jagung hibrida Bisi 18 dengan dukungan pupuk NPK 16.16.16 dan dolomit untuk menjaga kesuburan tanah. Sementara pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang, dengan proses budidaya yang masih mengandalkan peralatan pertanian manual.   Personel yang melaksanakan kegiatan monitoring terdiri dari Aipda Herry S., Aipda Sukadi, dan Aipda Robby. Selain melakukan pengecekan kondisi tanaman, petugas juga berdialog langsung dengan petani guna mengetahui perkembangan tanaman serta kendala yang dihadapi selama masa pemeliharaan.   Kapolsek Banjang menyampaikan bahwa kegiatan monitoring merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus upaya memperkuat kemitraan dengan masyarakat, khususnya para petani di wilayah hukum Polsek Banjang.   “Dengan pendampingan dan monitoring yang berkelanjutan, diharapkan produktivitas pertanian dapat meningkat sehingga mampu mendukung program swasembada pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.   Jika kondisi pertumbuhan tetap stabil, tanaman jagung di lahan tersebut diperkirakan akan memasuki masa panen pada 10 Oktober 2026 mendatang.   Selama kegiatan berlangsung, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Banjang terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat diharapkan semakin memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah. (Agus)      

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com  Komitmen memperkuat sinergi antara keluarga besar TNI Angkatan Darat dan masyarakat kembali ditegaskan melalui pelantikan Dewan Pengurus Cabang Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat (HIPAKAD) Kota Bandar Lampung masa bakti 2026-2031. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Aula Makodim 0410/Kota Bandar Lampung, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Gunung Agung, Kecamatan Langkapura, Sabtu (20/6/2026). Pelantikan dipimpin langsung oleh Dandim 0410/Kota Bandar Lampung, Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan peran HIPAKAD dalam mendukung berbagai program sosial, kebangsaan, dan pembangunan di tengah masyarakat. Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB tersebut dihadiri sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bandar Lampung serta tokoh organisasi keluarga besar TNI. Hadir di antaranya Ketua PPAD Kota Bandar Lampung Susanto, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra mewakili Wali Kota Bandar Lampung Wilson Faisol, S.E., M.M., Wakil Ketua II DPRD Kota Bandar Lampung Afrizal, serta Kapten Cpm Simanjuntak yang mewakili Danlanal Lampung. Turut hadir Ketua HIPAKAD Provinsi Lampung Wahyu, S.H., M.H., yang memberikan dukungan penuh terhadap kepengurusan baru HIPAKAD Kota Bandar Lampung. Kehadiran berbagai unsur pemerintahan dan organisasi tersebut menunjukkan kuatnya kolaborasi dalam membangun organisasi yang berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat. Dalam sambutannya, Kolonel Arm Roni Hermawan menegaskan bahwa HIPAKAD memiliki peran strategis sebagai mitra TNI AD dalam memperkuat semangat kebangsaan, menjaga persatuan, serta melaksanakan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Menurutnya, HIPAKAD tidak hanya menjadi wadah silaturahmi bagi putra-putri keluarga besar Angkatan Darat, tetapi juga diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam mendukung program pembangunan daerah dan membantu mengatasi berbagai persoalan sosial di lingkungan masyarakat. “HIPAKAD harus mampu menjadi organisasi yang solid, adaptif, dan hadir memberikan manfaat bagi masyarakat. Sinergi dengan TNI AD, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat perlu terus diperkuat demi mendukung pembangunan dan kesejahteraan bersama,” ujar Dandim. Pada kesempatan tersebut, Desrihariyadi resmi dilantik sebagai Ketua DPC HIPAKAD Kota Bandar Lampung bersama jajaran pengurus masa bakti 2026-2031. Kepengurusan baru ini diharapkan mampu membawa HIPAKAD semakin aktif, profesional, dan berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial maupun kebangsaan. Pelantikan HIPAKAD Kota Bandar Lampung juga menjadi momentum mempererat hubungan antara keluarga besar TNI AD, pemerintah daerah, dan masyarakat. Dengan semangat “Manunggal dengan Rakyat”, organisasi ini diharapkan dapat menjadi jembatan pengabdian yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Bandar Lampung. Rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 15.00 WIB dalam suasana tertib, aman, dan penuh semangat kebersamaan, menandai awal pengabdian pengurus baru HIPAKAD Kota Bandar Lampung untuk lima tahun ke depan. (Agus)