JAKARTA, Bidik-kasusnews.com — Kasus dugaan peluru nyasar yang melukai seorang siswa di Gresik, Jawa Timur, masih terus bergulir. Pihak Marinir TNI AL menyatakan sejak awal telah menempuh langkah penanganan secara kemanusiaan sekaligus mendukung proses hukum yang saat ini masih berlangsung. Peristiwa tersebut terjadi pada 17 Desember 2025 dan diduga berkaitan dengan aktivitas latihan menembak di Lapangan Tembak FX Soepramono, Karangpilang, Surabaya. Insiden itu menyebabkan dua siswa mengalami luka, salah satunya Darrell Fausta Hamdani (14). Awalnya, penanganan terhadap korban disebut berjalan secara kooperatif. Namun dalam perkembangannya, keluarga korban melayangkan surat somasi yang ditujukan kepada Kolonel Marinir Rizal Ikhwan Nusofa, yang saat itu menjabat sebagai Danmenbanpur 2 Mar. Kondisi tersebut dinilai membuat proses penyelesaian perkara menjadi lebih kompleks. Pada Jumat malam (17/04/2026) di kawasan Jakarta Selatan, Letkol Laut (PM) Reza Ali Aksha menyampaikan bahwa sejak awal fokus utama institusi adalah keselamatan korban, pendampingan keluarga, tanggung jawab institusi, serta penyelesaian terbaik bagi seluruh pihak. Menurut Reza, kegiatan latihan menembak yang dilaksanakan saat itu merupakan bagian dari program rutin pembinaan kemampuan prajurit guna meningkatkan profesionalisme, kesiapsiagaan, dan keterampilan personel. Ia juga menjelaskan bahwa lokasi latihan tersebut telah digunakan selama puluhan tahun. Namun, perkembangan kawasan pemukiman warga di sekitar area menjadi faktor yang perlu mendapat perhatian ke depan. “Dulu kawasan itu relatif kosong. Seiring waktu, mulai muncul permukiman. Setiap latihan tetap dilakukan dengan prosedur pengamanan, termasuk pemberitahuan kepada warga dan pemasangan tanda larangan,” ujarnya. Sementara itu, kuasa hukum Ninayanti menilai somasi yang dilayangkan kepada perwira tersebut tidak tepat sasaran. “Somasi itu kami nilai error in persona atau salah alamat, karena seharusnya ditujukan kepada pejabat yang berwenang secara institusional,” katanya. Ia menambahkan bahwa pihak TNI AL tetap menunjukkan empati kepada korban melalui pembiayaan operasi, perawatan medis, hingga pendampingan lanjutan. Namun, sebagian bentuk bantuan lanjutan dan santunan disebut tidak diterima pihak keluarga korban. Reza kemudian menjelaskan sejumlah langkah yang telah dilakukan institusi, antara lain: * Penanganan medis penuh terhadap korban serta pemberian santunan awal. * Mediasi berulang dengan melibatkan unsur LBH, tokoh masyarakat, dan keluarga korban. * Salah satu korban telah selesai melalui jalur kekeluargaan. * Upaya pendekatan lanjutan berupa silaturahmi dan santunan Rp50 juta telah dilakukan, namun belum diterima pihak keluarga korban lainnya. * Penanganan komunikasi publik melalui kanal resmi secara terukur. * Koordinasi intensif dengan Polisi Militer Angkatan Laut guna penguatan aspek hukum. Di sisi lain, proses hukum disebut masih berjalan. Hingga saat ini, sekitar 119 personel yang terlibat dalam kegiatan latihan telah dimintai keterangan sebagai bagian dari penyelidikan. “Ini menunjukkan proses hukum berjalan,” ujar Reza. Ninayanti juga meminta publik tidak terburu-buru menyimpulkan insiden tersebut sebagai kesalahan tembak dari pihak Marinir, karena penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan resmi. “Jangan sampai ini menjadi bola liar di masyarakat. Apakah benar peluru berasal dari Marinir atau tidak, itu masih berproses,” ujarnya. Selain itu, ia menyinggung adanya tuntutan ganti rugi dari pihak keluarga korban sebesar sekitar Rp340 juta untuk kerugian material dan Rp1,5 miliar untuk kerugian immaterial. Menurutnya, tuntutan tersebut masih perlu dibahas sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Pihak Marinir menegaskan bahwa fokus utama saat ini tetap pada pemulihan korban agar dapat kembali beraktivitas normal. Menurut Reza, korban diketahui telah kembali bersekolah sejak awal Januari 2026. Menutup keterangannya, Reza menyampaikan bahwa pihaknya tetap membuka ruang komunikasi dan menerima masukan konstruktif dari berbagai pihak demi mendukung pengungkapan perkara secara akuntabel, akurat, dan kredibel.
Kubu Raya, Bidik-kasusnews.com – TNI AD melalui Kodam XII/Tanjungpura mengerahkan 209 personel untuk mendukung operasi pencarian dan evakuasi helikopter Airbus H130 dengan nomor registrasi PK-CFX yang dilaporkan hilang kontak dan diduga jatuh di kawasan hutan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Kamis (16/4/2026). Asops Kasdam XII/Tpr Kolonel Inf Ahmad Daud Harahap menegaskan bahwa TNI AD berkomitmen penuh dalam mendukung misi kemanusiaan ini, dan pengerahan tersebut merupakan respons cepat Kodam XII/Tanjungpura untuk mempercepat proses pencarian dan evakuasi tim SAR gabungan di lokasi kejadian. “Atas perintah Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., dan hasil koordinasi dengan tim SAR gabungan, jajaran telah diarahkan untuk membantu secara maksimal pelaksanaan operasi pencarian dan evakuasi,” ujarnya. Operasi di lapangan dipimpin langsung oleh Danrem 121/Alambhana Wanawai Brigjen TNI Purnomosidi, dengan mengerahkan personel dari Kodim 1204/Sanggau, Yonif TP 833/Bumi Daranante, dan Yonif 642/Kapuas yang bergerak menuju titik lokasi di medan hutan yang sulit dijangkau. Upaya pencarian intensif itu pun akhirnya membuahkan hasil. Tim Yonif TP 833/BD yang dipimpin Mayor Inf Ikhwan berhasil menemukan titik jatuh helikopter di tengah kondisi medan yang menantang. Dengan mempertimbangkan faktor cuaca ekstrem dan kondisi medan, proses evakuasi terhadap kru dan badan helikopter dijadwalkan dilaksanakan pada Jumat pagi (17/4/2026). Saat ini, personel di lapangan telah mengamankan lokasi guna memastikan proses evakuasi berjalan aman dan lancar. Keterlibatan TNI AD dalam operasi ini merupakan wujud nyata komitmen dalam mendukung penanganan situasi darurat serta misi kemanusiaan, sekaligus memperkuat sinergi dengan seluruh unsur terkait di wilayah. (Agus)
BANDAR LAMPUNG, Bidik-kasusnews.com Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat kembali terbukti vital dalam upaya penanggulangan bencana dan pemulihan pasca banjir. Jumat (17/4/2026) sore, Babinsa Kelurahan Garuntang, Pelda Sulindra dari Koramil 410-02/Teluk betung selatan (TBS), menunjukkan peran strategisnya dengan memonitoring langsung kegiatan survei yang dipimpin Dandim 0410/Kota Bandar Lampung (KBL) di lokasi bencana, Jalan Pandawa RT. 06 LK. 1, Kelurahan Garuntang, Kecamatan Bumi Waras. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 17.30 WIB hingga selesai ini merupakan tindak lanjut dari bencana banjir yang melanda wilayah tersebut pada Selasa (15/4/2025). Saat itu, derasnya aliran sungai Kuala menyebabkan tembok penahan air setinggi tiga meter roboh, memicu banjir yang merendam puluhan rumah warga. Pelda Sulindra tidak hanya sekadar hadir. Sebagai Babinsa, ia berperan aktif dalam memonitoring seluruh rangkaian survei, mulai dari pendampingan Dandim dan rombongan menyusuri bantaran sungai, hingga memastikan data kerusakan TPA dan dampak banjir tercatat secara akurat. Kehadirannya menjadi jembatan komunikasi antara aparat kewilayahan, pemerintah kelurahan, dan warga. “Babinsa adalah mata dan telinga satuan kewilayahan di lapangan. Saya memastikan setiap detail kerusakan dan kebutuhan warga tersampaikan kepada pimpinan dan dinas terkait,” ujar Pelda Sulindra di sela-sela kegiatan. Monitoring yang dilakukan Babinsa ini menjadi kunci kelancaran survei. Berkat informasi terkini dari Pelda Sulindra, Dandim 0410/KBL bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) dapat langsung memetakan titik kritis dan mendiskusikan skema perbaikan TPA yang roboh, guna mencegah banjir susulan. Kegiatan survei tersebut dihadiri oleh unsur penting, antara lain Dandim 0410/KBL, Danramil 410-02/TBS, Pasiter Kodim 0410/KBL, perwakilan Dinas PU, Lurah Garuntang, para Babinsa se-Kecamatan Bumi Waras, serta tokoh masyarakat dan Linmas setempat. Suasana kegiatan berlangsung aman, kondusif, dan penuh kebersamaan. Dandim 0410/KBL dalam arahannya mengapresiasi kinerja Babinsa yang sigap. “Kecepatan dan ketepatan laporan Babinsa Pelda Sulindra sangat membantu kami dalam mengambil keputusan. Perannya di lapangan tidak tergantikan,” tegas Dandim. Dari hasil survei, disepakati bahwa perbaikan tembok penahan air yang roboh menjadi prioritas utama. Dinas PU berjanji akan segera menurunkan tim teknis, sementara Babinsa Garuntang akan terus memantau perkembangan dan mendampingi warga selama proses rehabilitasi. Warga RT. 06 LK. 1 menyampaikan rasa terima kasihnya. “Kami sangat terbantu dengan kehadiran Pak Babinsa. Beliau selalu ada saat kami butuh, dari saat banjir hingga sekarang pendampingan survei,” ungkap salah satu Ketua RT setempat. Kegiatan yang selesai dalam keadaan aman ini menjadi bukti nyata bahwa kewaspadaan dan kolaborasi yang solid antara Babinsa, jajaran Kodim, pemerintah daerah, dan masyarakat adalah kunci utama dalam mitigasi bencana dan penanganan infrastruktur publik.
HSU – BIDIK-KASUSNEWS.COM – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Hulu Sungai Utara (HSU) menyerahkan seorang terduga pelaku tindak pidana pencurian sepeda motor (curanmor) beserta barang bukti kepada Satreskrim Polres Hulu Sungai Tengah (HST), Jumat (17/4/2026) malam. Penyerahan dilakukan sekitar pukul 19.30 WITA sebagai tindak lanjut penanganan perkara lintas wilayah hukum, yakni dugaan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor di wilayah HST serta perkara kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah hukum Polres HSU. Terduga pelaku yang diserahkan diketahui berinisial AMIR alias AMIR bin Saifudin (32), warga Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, yang saat ini berdomisili di wilayah Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Selain pelaku, petugas juga menyerahkan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Yamaha Aerox dengan nomor polisi DA 6073 DAX yang diduga terkait dengan tindak pidana tersebut. Kasat Lantas Polres HSU dalam laporannya menyampaikan bahwa proses penyerahan telah dilakukan sesuai prosedur, disertai pembuatan berita acara serah terima kepada pihak Satreskrim Polres HST. “Penyerahan ini merupakan bagian dari koordinasi antar satuan dan wilayah hukum guna memastikan penanganan perkara berjalan optimal dan sesuai ketentuan,” ujar perwakilan kepolisian. Kasus ini tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP/A/17/IV/2026/SPKT.SAT LANTAS/POLRES HULU SUNGAI UTARA/POLDA KALIMANTAN SELATAN, tertanggal 16 April 2026. Dengan adanya penyerahan tersebut, proses penyidikan lebih lanjut kini menjadi kewenangan Satreskrim Polres HST, mengingat locus delicti tindak pidana pencurian berada di wilayah tersebut. Polres HSU menegaskan komitmennya dalam mendukung penegakan hukum secara profesional dan sinergis antarwilayah, guna memberikan kepastian hukum serta rasa aman bagi masyarakat. (Agus)
JAKARTA, Bidik-kasusnews.com – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., mendorong prajurit TNI AD untuk terus menguasai kemampuan siber sebagai bagian dari kesiapan menghadapi tantangan perang modern. Hal tersebut disampaikannya saat meninjau langsung babak final Waskita Manunggal Siber (WMS) Tournament 2026 yang digelar Pusat Siber TNI Angkatan Darat (Pussiberad), Kamis (16/4/2026). Ajang WMS 2026 menjadi wadah strategis untuk mengukur sekaligus membuktikan kemampuan talenta siber, baik dari kalangan prajurit TNI AD maupun peserta umum dari berbagai latar belakang. Turnamen ini juga merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-6 Pussiberad. Dalam kesempatan tersebut, Kasad menegaskan bahwa penguasaan ruang siber tidak bisa dilakukan secara instan. “Jika kita baru belajar siber saat menghadapi penugasan, maka itu sudah terlambat. Dibutuhkan keahlian nyata untuk memenangkan pertempuran di ruang digital,” tegasnya. Kompetisi ini diikuti oleh 18 tim pada kategori TNI AD Plus dan 244 tim pada kategori umum yang berasal dari kementerian/lembaga, profesional, mahasiswa, hingga pelajar. Babak penyisihan dilaksanakan secara daring dengan format _Capture The Flag_ (CTF) yang menguji kemampuan teknis peserta di berbagai bidang keamanan siber, seperti _Web Exploitation, Open-Source Intelligence (OSINT), Digital Forensic, Cryptography, dan AI Security_. Pada kategori TNI AD Plus, Tim Siber Kopassus berhasil meraih juara pertama, disusul Sansidam XII/Tanjungpura dan Sansidam IV/Diponegoro. Sementara pada kategori umum, 10 tim terbaik melaju ke babak final yang digelar secara luring di Gedung Siber Pussiberad dengan format _King of The Hill_ (KoTH) berbasis kemampuan serangan dan pertahanan secara _real-time_. Dari hasil akhir, Tim Institut Persandian Bogor keluar sebagai juara pertama kategori umum, diikuti Tim Siberian di posisi kedua dan Tim Telsec-86 di posisi ketiga. Para pemenang dijadwalkan menerima penghargaan pada puncak peringatan HUT ke-6 Pussiberad pada 21 April 2026 di Markas Pussiberad. Melalui ajang ini, TNI AD berharap semakin banyak talenta siber unggul yang dapat berkontribusi dalam memperkuat pertahanan negara, khususnya dalam menjaga kedaulatan digital Indonesia di tengah dinamika ancaman global yang semakin kompleks. (Agus)
Jakarta Selatan, Bidik-kasusnews.com, Dalam momentum Hari Bumi, Panglima Komando Daerah Militer Jaya/Jayakarta bersama influencer lingkungan Arif Kamarudin memimpin aksi bersih ikan sapu-sapu di kawasan Setu Babakan. Kegiatan ini merupakan lanjutan kedua dalam program Jaga Jakarta – Jaga Bumi, yang melibatkan sekitar 100 personel Koramil jajaran Kodim 0504/Jakarta Selatan, didampingi Danrem 051 dan seluruh jajaran terkait. Pada kegiatan hari ini, berhasil diangkat sekitar 200 kilogram ikan sapu-sapu, serta dilakukan pelepasan 500 bibit ikan ke perairan. Secara kumulatif dari dua kali kegiatan, lebih dari 400 kilogram ikan invasif telah berhasil dikendalikan dan lebih dari 1.000 bibit ikan telah ditebar untuk memperkuat populasi ikan lokal. Ikan sapu-sapu merupakan spesies invasif yang mampu berkembang biak dengan cepat dan mendominasi hingga lebih dari 70% populasi di suatu perairan. Keberadaannya tidak hanya menekan populasi ikan lokal, tetapi juga merusak struktur dasar perairan dengan mengikis sedimentasi, menyebabkan air keruh, menurunkan kadar oksigen, serta mengganggu siklus reproduksi biota lain. Sebagai bagian dari pengelolaan berkelanjutan, ikan sapu-sapu yang telah diangkat dalam kegiatan ini selanjutnya dikumpulkan dan dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak serta diolah oleh komunitas setempat, sehingga tidak menjadi limbah dan tetap memiliki nilai guna. Pangdam Jaya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan kolaboratif yang berkelanjutan. “Momentum Hari Bumi ini menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kami ingin Setu Babakan bukan sekadar objek wisata, tapi ekosistem yang sehat bagi ikan lokal dan nyaman bagi masyarakat Jakarta. Melalui Jaga Jayakarta – Jaga Bumi, kita bergerak bersama, dari aksi kecil yang berdampak besar,” ujar Pangdam. Kegiatan ini menunjukkan kuatnya sinergi antara TNI, pegiat lingkungan, dan masyarakat dalam menjaga ruang hidup bersama. Dampak awal mulai terlihat dari berkurangnya dominasi ikan invasif, meningkatnya peluang hidup ikan lokal, serta tumbuhnya kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan. Ke depan, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan di berbagai titik sebagai bagian dari komitmen menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan. (Agus)
HSU – BIDIK-KASUSNEWS.COM – Upaya peningkatan infrastruktur terus dilakukan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Salah satunya melalui dimulainya pekerjaan rehabilitasi Jembatan Merah Putih yang berada di Desa Jingah Bujur, Kecamatan Haur Gading, Jumat (17/4/2026). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WITA ini merupakan kolaborasi antara Polres HSU dan Pemerintah Kabupaten HSU, sebagai bentuk sinergi dalam mendukung kelancaran akses transportasi masyarakat di wilayah pedesaan. Pelaksanaan kegiatan dipimpin oleh Kapolsek Amuntai Utara, IPDA Ngatiman, S.H., bersama delapan personel Polres HSU dan enam tenaga tukang. Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh Kasat Intelkam Polres HSU AKP Agus Murti Widodo, perwakilan kontraktor pelaksana Irham Waladani, S.T., konsultan pengawas dari Dinas PUPR HSU Agam Kurnia, S.Ars., serta Kepala Desa dan aparat Desa Jingah Bujur. Rangkaian kegiatan diawali dengan tasyakuran dan doa bersama sebagai bentuk harapan agar proses rehabilitasi berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Selanjutnya, dilakukan pengangkutan material berupa kayu ulin serta pembongkaran bagian jembatan lama yang akan diperbaiki. Kapolres HSU melalui jajaran di lapangan menyampaikan bahwa keterlibatan kepolisian dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pembangunan daerah, sekaligus memperkuat kemitraan dengan pemerintah dan masyarakat. “Rehabilitasi jembatan ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan warga dalam beraktivitas, khususnya dalam mobilitas sehari-hari,” ujar salah satu petugas di lokasi. Dengan kondisi cuaca yang cerah, proses awal pekerjaan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Jembatan Merah Putih sendiri merupakan akses vital bagi masyarakat Desa Jingah Bujur dan sekitarnya, sehingga perbaikannya menjadi prioritas. Pemerintah daerah bersama pihak terkait berharap, setelah rehabilitasi selesai, jembatan tersebut dapat kembali berfungsi optimal dan mendukung pertumbuhan ekonomi serta aktivitas sosial warga. (Agus)
HSU- BIDIK-KASUSNEWS.COM – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Hulu Sungai Utara (HSU) berhasil mengungkap dugaan penyalahgunaan pengangkutan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite. Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan seorang pria beserta ratusan liter BBM yang diduga akan diperjualbelikan secara ilegal.(16/4/2026) Pengungkapan kasus ini bermula dari penangkapan terduga pelaku berinisial RAHIMI alias IMI pada Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 12.25 WITA di kawasan Desa Babirik Hilir, Kecamatan Babirik, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Saat diamankan, pelaku kedapatan mengangkut enam jeriken berisi Pertalite, masing-masing berkapasitas 35 liter. Selain itu, sepeda motor yang digunakan pelaku telah dimodifikasi dengan tangki tambahan yang mampu menampung hingga 35 liter BBM. “Dari hasil pemeriksaan di lokasi, total BBM yang dibawa pelaku mencapai 245 liter,” ungkap pihak kepolisian dalam laporannya. Pengembangan kemudian dilakukan ke rumah pelaku di Desa Hamayung Utara, Kecamatan Daha Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Di lokasi tersebut, petugas kembali menemukan sembilan jeriken berisi Pertalite dengan total 315 liter. Dengan demikian, total barang bukti BBM subsidi yang berhasil diamankan mencapai 560 liter. Selain BBM, petugas juga mengamankan satu unit sepeda motor yang telah dimodifikasi, keranjang besi, serta satu unit telepon genggam yang diduga berkaitan dengan aktivitas tersebut. Kasus ini ditangani berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/A/1/IV/2026/SPKT.SATRESKRIM/POLRES HSU/POLDA KALSEL tanggal 16 April 2026. Terduga pelaku dijerat dengan ketentuan hukum terkait penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga BBM subsidi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja. Saat ini, pelaku beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Hulu Sungai Utara guna menjalani proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Polres HSU menegaskan komitmennya untuk terus memberantas praktik penyalahgunaan BBM subsidi yang merugikan negara dan masyarakat. Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas ilegal tersebut serta turut berperan aktif dalam memberikan informasi kepada pihak berwajib. Upaya penegakan hukum ini diharapkan mampu menjaga distribusi BBM subsidi tetap tepat sasaran dan mendukung kesejahteraan masyarakat. (Agus)
Amuntai, Bidik-kasusnews.com – Satuan Lalu Lintas Polres Hulu Sungai Utara (HSU) mengintensifkan patroli malam melalui kegiatan Blue Light Patrol di sejumlah ruas jalan utama Kota Amuntai, Kamis (16/4/2026) malam. Kegiatan ini difokuskan pada daerah rawan kecelakaan, pelanggaran, hingga potensi aksi balap liar.(16/4/2026) Patroli yang dimulai sekitar pukul 20.30 WITA tersebut menyasar sejumlah titik strategis, di antaranya Jalan Kuripan, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Jenderal A. Yani, Jalan Abdul Azis, Jalan Jermani Husein, Jalan Suwandi Sumarta, Jalan Brigjen H. Hasan Baseri, hingga Jalan Lambung Mangkurat. Kasat Lantas Polres HSU melalui laporan kegiatan menyampaikan bahwa patroli ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polres HSU. “Personel tidak hanya melakukan patroli, tetapi juga pengaturan arus lalu lintas serta memberikan teguran kepada pengendara yang berpotensi melakukan pelanggaran maupun terlibat dalam aksi balap liar,” ujarnya. Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah personel Satlantas, yakni BRIPKA Osman, Brigpol Widianto, Briptu M. Eko Rafli Maulana, Bripda M. Rudrigo Hansetiawan, dan Bripda Hendra Kirana. Dari hasil pelaksanaan patroli, situasi lalu lintas di wilayah Kota Amuntai terpantau aman, tertib, dan lancar. Kehadiran petugas di lapangan juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna jalan, khususnya pada malam hari. Selain itu, patroli ini dinilai efektif dalam menekan angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berkendara. Polres HSU menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan patroli rutin, guna menciptakan kondisi lalu lintas yang kondusif serta menekan potensi gangguan keamanan di jalan raya. Dengan semangat “Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk Kemanusiaan”, Satlantas Polres HSU mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.
JAKARTA, Bidik-kasusnews.com – Sebagai langkah strategis memantapkan koordinasi dan kesiapan pelaksanaan program di 47 kabupaten/kota, TNI AD menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Kamis (16/4/2026). Dengan mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, Rakornis ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi serta memperkuat sinergi antara TNI, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan komponen masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah pedesaan, khususnya daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Kegiatan ini dihadiri oleh pejabat TNI AD, perwakilan kementerian terkait, pemerintah daerah, serta unsur pelaksana di lapangan. Dalam forum tersebut dibahas secara komprehensif rencana sasaran fisik dan nonfisik, mekanisme pelaksanaan, strategi optimalisasi hasil program, hingga pemaparan Lomba Karya Jurnalistik (LKJ) TMMD ke-128. Dalam sambutan tertulis Asisten Teritorial (Aster) Kasad Mayjen TNI Rachmat Zulkarnaen selaku Perwira Tinggi Bidang Perencanaan Penanggung Jawab Operasi (PJO) TMMD, yang dibacakan Waaster Kasad Bidang Renjemen Teritorial Brigjen TNI Jamaluddin, S.I.P., M.I.P., ditegaskan bahwa TMMD merupakan program lintas sektoral yang menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “TMMD diharapkan mampu menjadi solusi dalam mengatasi kesulitan rakyat, mempercepat pembangunan infrastruktur, memberdayakan masyarakat desa, serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat guna meningkatkan ketahanan wilayah,” kutipnya. Adapun sasaran fisik TMMD ke-128 meliputi pembangunan dan perbaikan infrastruktur seperti jalan, jembatan, Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), sarana air bersih, serta fasilitas umum lainnya. Sementara sasaran nonfisik mencakup penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, kesehatan, pertanian, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Melalui Rakornis ini, diharapkan seluruh pihak yang terlibat dapat memahami peran dan tanggung jawab masing-masing sehingga pelaksanaan TMMD ke-128 dapat berjalan optimal, efektif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam membangun negeri dari desa. Pada kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan kepada para pemenang LKJ kategori Dansatgas serta insan media yang telah berkontribusi aktif dalam publikasi kegiatan TMMD ke-127. (Agus)