Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com    Dalam rangka menyambut Tahun Ajaran 2026/2027, Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polres Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar penyuluhan kepada siswa-siswi SDN Murung Sari 1. Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai kedisiplinan serta mencegah terjadinya perundungan (bullying) sejak usia dini. Penyuluhan dilaksanakan pada Rabu (15/7/2026) mulai pukul 09.00 Wita di halaman SDN Murung Sari 1. Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif dan diikuti antusias oleh para peserta didik. Tim penyuluh dari Satbinmas Polres HSU terdiri atas Kanit Binkamsa AIPTU Padillah Ridani, Kanit Bhabinkamtibmas AIPDA Sugeng, Bamin Urmintu Satbinmas Brigadir Della Asmi Triana, serta Banit Binpolmas Briptu M. Ahlun Nazhar, S.Pd., M.M. Dalam penyampaiannya, personel Satbinmas memberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun karakter positif sejak dini. Para siswa diajak untuk saling menghormati, menjaga sikap terhadap teman, serta menghindari segala bentuk perundungan, baik secara fisik, verbal, maupun melalui tindakan yang dapat menyakiti perasaan orang lain. Selain materi pencegahan bullying, petugas juga menekankan pentingnya disiplin sebagai bekal dalam meraih prestasi. Para siswa diingatkan untuk mematuhi tata tertib sekolah, menghormati guru dan orang tua, serta membiasakan perilaku jujur, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif Polres Hulu Sungai Utara dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif. Melalui edukasi sejak awal tahun ajaran, diharapkan para pelajar memiliki kesadaran untuk membangun budaya sekolah yang positif dan bebas dari tindakan perundungan. Selama kegiatan berlangsung, suasana tetap aman, tertib, dan lancar. Polres HSU menegaskan komitmennya untuk terus hadir di lingkungan pendidikan melalui penyuluhan dan pembinaan sebagai bentuk dukungan terhadap pembentukan karakter generasi muda yang disiplin, berakhlak, dan taat hukum. (Agus)

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com    Sebuah gudang rongsok di Jalan Singosari, RT 18/LK 2, Kelurahan Gedong Air, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Kota Bandar Lampung, terbakar pada Selasa (14/7/2026) petang. Berkat respons cepat Babinsa Kelurahan Gedong Air bersama warga, kobaran api berhasil dikendalikan sebelum meluas sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Peristiwa terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Seorang warga, Rido Sandi (25), mengaku pertama kali mendengar suara ledakan dari gudang milik Sugianto (43) yang berada tepat di seberang rumahnya. “Saya sedang makan malam ketika terdengar suara ledakan. Saat keluar rumah, api sudah membesar dari dalam gudang,” ujar Rido. Menyadari adanya kebakaran, Rido segera meminta pertolongan warga sekitar. Tak lama kemudian, warga berdatangan membawa ember dan peralatan seadanya untuk membantu proses pemadaman. Di tengah situasi tersebut, Babinsa Kelurahan Gedong Air, Serka Mari Untung, yang sedang melakukan pemantauan wilayah langsung menuju lokasi dan mengoordinasikan warga agar proses pemadaman berjalan lebih efektif. Warga kemudian bergotong royong menarik selang air serta membentuk rantai ember untuk mempercepat upaya pemadaman. Berkat kerja sama antara Babinsa dan masyarakat, kobaran api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar 10 menit sebelum menjalar ke bangunan di sekitarnya. Tidak lama berselang, dua unit mobil pemadam kebakaran dari Kecamatan Tanjungkarang Barat tiba di lokasi untuk melakukan proses pendinginan dan memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Pemilik gudang, Sugianto, bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Ia memperkirakan kerugian material akibat kebakaran mencapai sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta, terutama pada bagian bangunan dan barang-barang rongsokan yang tersimpan di dalam gudang. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Saya mengucapkan terima kasih kepada Babinsa, warga, dan petugas pemadam kebakaran yang bergerak cepat membantu memadamkan api,” ungkapnya. Dalam penanganan kebakaran tersebut turut hadir Lurah Gedong Air, Bhabinkamtibmas, petugas pemadam kebakaran, Ketua RT, serta anggota Linmas yang bersama-sama melakukan pengamanan dan membantu proses penanganan di lokasi. Berdasarkan informasi awal, penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting arus listrik di dalam gudang. Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Kejadian ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama pada bangunan yang menyimpan material mudah terbakar. Respons cepat aparat kewilayahan bersama masyarakat dinilai berhasil meminimalkan dampak kebakaran dan mencegah timbulnya korban jiwa maupun kerugian yang lebih besar. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com    Polres Hulu Sungai Utara (HSU) terus memperkuat upaya pencegahan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah. Melalui Polsek Sungai Pandan, kepolisian memberikan sosialisasi anti-bullying kepada siswa baru SMAN 1 Sungai Pandan pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027, Selasa (14/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Musholla SMAN 1 Sungai Pandan, Kecamatan Sungai Pandan, itu dipimpin langsung oleh Kapolsek Sungai Pandan IPDA M. Rusdi, S.Sos., didampingi Bhabinkamtibmas BRIGPOL Ismail, S.H. Puluhan peserta didik baru mengikuti kegiatan dengan antusias sebagai bagian dari pembentukan karakter sejak awal memasuki lingkungan sekolah. Dalam sosialisasi tersebut, personel Polsek Sungai Pandan menjelaskan bahwa bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga mencakup perundungan verbal, intimidasi, pengucilan, hingga cyber bullying atau perundungan melalui media sosial. Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai penyebab, dampak, serta cara mencegah terjadinya perundungan di lingkungan pendidikan. Selain itu, para peserta memperoleh penjelasan mengenai konsekuensi hukum yang dapat dikenakan apabila tindakan perundungan telah memenuhi unsur tindak pidana. Mereka juga diimbau untuk berani melapor kepada guru, orang tua, maupun pihak kepolisian apabila menjadi korban atau mengetahui adanya praktik bullying. Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si., melalui Kasi Humas IPTU Asep Hudzainur, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah preventif Polri dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif. “Melalui edukasi sejak dini ini, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa bullying bukanlah candaan ataupun tradisi senioritas. Setiap bentuk perundungan dapat menimbulkan dampak serius bagi korban, bahkan memiliki konsekuensi hukum bagi pelakunya. Kami mengajak seluruh pelajar untuk membangun budaya saling menghormati, peduli, dan menciptakan lingkungan belajar yang aman serta nyaman,” ujar IPTU Asep. Ia menambahkan, Polres HSU bersama jajaran Polsek akan terus hadir di lingkungan pendidikan melalui kegiatan penyuluhan hukum, pembinaan karakter, dan edukasi kamtibmas sebagai bentuk dukungan terhadap terciptanya generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak baik. Melalui sosialisasi ini, Polres HSU berharap para siswa baru SMAN 1 Sungai Pandan dapat menjadi pelopor budaya anti-bullying di sekolah. Dengan menjunjung tinggi nilai toleransi, empati, dan saling menghargai, lingkungan pendidikan diharapkan menjadi tempat yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik untuk meraih prestasi serta menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas. (Agus)

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com    Semangat gotong royong kembali terlihat di Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Selasa (14/7/2026). Babinsa Koramil 410-02/TBS, Sertu Pungut Supratman, turun langsung membantu warga melaksanakan pengecoran jalan lingkungan di Jalan Alpukat 02, RT 03, Lingkungan 03. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut menjadi wujud nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah binaan. Tidak hanya melakukan pemantauan, Sertu Pungut Supratman juga terlibat langsung dalam proses pengerjaan, mulai dari mengaduk campuran semen dan pasir hingga meratakan rabat beton bersama warga. Pengerjaan jalan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan Ketua RT, personel TNI AD, anggota Linmas, serta puluhan warga yang antusias bergabung demi mempercepat penyelesaian pembangunan akses lingkungan. Menurut warga, kehadiran Babinsa memberikan motivasi tersendiri dalam pelaksanaan kegiatan. Sosok aparat kewilayahan yang ikut bekerja bersama masyarakat dinilai mampu menumbuhkan semangat kebersamaan sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan warga. “Kehadiran Pak Babinsa sangat membantu. Beliau tidak hanya mengawasi, tetapi ikut bekerja bersama masyarakat sehingga semangat gotong royong semakin terasa,” ujar salah seorang warga di lokasi kegiatan. Pembangunan rabat beton ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas infrastruktur lingkungan, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mempermudah akses menuju kawasan permukiman dan aktivitas ekonomi warga. Melalui keterlibatan aktif Babinsa dalam setiap kegiatan kemasyarakatan, Koramil 410-02/TBS terus menunjukkan komitmennya untuk mendukung pembangunan di wilayah binaan. Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga menjadi penggerak kebersamaan dan pembangunan demi meningkatkan kesejahteraan warga. (Agus)

Semarang, Bidik-kasusnews.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah bersama Polda Jawa Tengah kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat sinergi antarpenegak hukum guna menciptakan penegakan hukum yang profesional, berintegritas, dan berkeadilan di wilayah Jawa Tengah. Komitmen tersebut tercermin dalam pertemuan silaturahmi dan koordinasi yang berlangsung di Kota Semarang. Pertemuan dihadiri Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Tengah Teguh Subroto bersama Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo, didampingi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jateng serta penyidik Polda Jateng. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat koordinasi sekaligus memperkuat kolaborasi kedua institusi dalam mengawal setiap tahapan proses penegakan hukum agar berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan, objektif, dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat. Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jawa Tengah, Arfan Triono, S.H., mengatakan bahwa hubungan yang harmonis antara kejaksaan dan kepolisian merupakan elemen penting dalam sistem peradilan pidana terpadu (integrated criminal justice system). Menurutnya, komunikasi yang efektif antara jaksa penuntut umum dan penyidik akan memperlancar penanganan perkara, mempercepat proses hukum, serta memastikan setiap tahapan berjalan secara profesional dan akuntabel. “Hubungan yang harmonis antara Jaksa Penuntut Umum dan penyidik menjadi kunci agar setiap proses penegakan hukum berjalan efektif, profesional, dan sesuai ketentuan hukum. Komunikasi, koordinasi, serta kolaborasi yang baik akan mempercepat penyelesaian perkara sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,” ujar Arfan. Ia menambahkan, sinergi yang terus dibangun antara Kejati Jawa Tengah dan Polda Jawa Tengah tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas penegakan hukum, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum. Arfan menegaskan, kedua institusi berkomitmen menjaga kerja sama yang solid dalam memberikan pelayanan hukum terbaik demi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara. Menurutnya, semangat kolaborasi yang terus dipelihara diharapkan mampu mendukung terciptanya aparat penegak hukum yang berintegritas, profesional, dan responsif terhadap berbagai tantangan penegakan hukum di masa mendatang. Melalui koordinasi yang berkelanjutan, Kejati Jawa Tengah dan Polda Jawa Tengah optimistis dapat terus menjaga stabilitas keamanan, memperkuat supremasi hukum, serta mewujudkan Jawa Tengah yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh masyarakat. (Agus)

Palembang, Bidik-kasusnews.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh personel Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan dalam ajang olahraga bela diri. Personel Satbrimob Polda Sumsel, Bripda Aria Mediansyah yang bertanding pada Kelas D Putra Dewasa dan Bripda Achmad Hudori, S.H. pada Kelas E Putra Dewasa, berhasil meraih Juara 1 dalam Kejuaraan Pencak Silat Kapolda Cup II Tahun 2026. Kejuaraan yang berlangsung pada 9 hingga 12 Juli 2026 tersebut diselenggarakan di GOR Dempo, Jakabaring Sport City, Palembang, dan diikuti oleh para atlet pencak silat terbaik dari berbagai kontingen di Sumatera Selatan. Dalam setiap pertandingan, kedua personel Satbrimob Polda Sumsel mampu menunjukkan kemampuan teknik, mental bertanding, serta sportivitas yang tinggi hingga berhasil keluar sebagai juara di kelas masing-masing. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa personel Satbrimob Polda Sumsel tidak hanya memiliki kemampuan dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tetapi juga mampu mengukir prestasi di bidang olahraga. Capaian tersebut merupakan hasil dari latihan yang disiplin, kerja keras, serta semangat pantang menyerah yang terus ditanamkan dalam setiap personel Korps Brimob Polri. Prestasi yang diraih Bripda Aria Mediansyah dan Bripda Achmad Hudori, S.H. diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel Satbrimob Polda Sumsel untuk terus meningkatkan kemampuan, mengharumkan nama satuan, serta memberikan kontribusi positif baik dalam pelaksanaan tugas maupun di berbagai ajang kompetisi. Dengan raihan dua gelar Juara 1 pada Kejuaraan Pencak Silat Kapolda Cup II Tahun 2026, Satbrimob Polda Sumsel kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak personel yang berprestasi, berkarakter, dan mampu membawa nama baik institusi Polri di tingkat regional maupun nasional. (Agus)

Tangerang, Bidik-kasusnews.com   Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Banten, menjadi sorotan setelah muncul dugaan ketidaksesuaian menu, pelanggaran standar operasional prosedur (SOP), serta kapasitas produksi dapur umum yang dinilai melebihi batas ideal. Informasi yang dihimpun menyebutkan, sistem distribusi logistik program MBG di wilayah tersebut tengah dievaluasi menyusul temuan yang disebut berasal dari hasil pengawasan lapangan. Salah satu persoalan yang mencuat adalah dugaan perbedaan antara dokumentasi menu yang dikirimkan pengelola kepada pihak pusat dengan makanan yang diterima para penerima manfaat. Dugaan tersebut turut mendapat perhatian Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Kampung Melayu Timur, M. Jalaludin. Ia meminta adanya klarifikasi resmi dari pihak pengelola maupun instansi terkait mengenai pelaksanaan program MBG di Teluknaga. Menurut Jalaludin, apabila tidak terdapat penjelasan yang memadai, pihaknya berencana menyampaikan laporan kepada instansi berwenang untuk meminta dilakukan pendalaman terhadap dugaan tersebut. Selain menyoroti dugaan ketidaksesuaian menu, Jalaludin juga mempertanyakan penggunaan menu telur olahan yang dinilainya berbeda dengan arahan yang selama ini disosialisasikan pemerintah. Menurutnya, evaluasi menyeluruh diperlukan agar kualitas makanan yang diterima masyarakat benar-benar sesuai standar gizi yang telah ditetapkan. Menanggapi hal itu, Koordinator Lapangan MBG Teluknaga, Ade Rahman Hakim, menjelaskan bahwa dapur umum sempat melakukan inovasi menu berupa “telur sate” yang dipadukan dengan daging dan sayuran. Namun, proses pembuatannya membutuhkan beberapa tahapan, mulai dari pengukusan, pemotongan, penusukan, hingga penggorengan. Ade menyebut, tingginya volume produksi menyebabkan sebagian tahapan tidak dapat dilaksanakan secara optimal sehingga hasil akhir menu tidak sesuai dengan standar yang telah direncanakan. Ia juga mengakui adanya penggunaan saus racikan yang dibuat secara mandiri oleh pihak dapur dan tidak sesuai dengan konsep awal. Menurut Ade, salah satu penyebab utama kendala tersebut adalah beban produksi yang melampaui kapasitas ideal dapur umum. Saat ini, jumlah penerima manfaat di wilayah Teluknaga mencapai sekitar 3.446 orang, sedangkan kapasitas efektif satu dapur diperkirakan hanya mampu memproduksi sekitar 2.500 porsi makanan per hari. Ia menjelaskan, pengelolaan program MBG di wilayah tersebut dilakukan oleh Yayasan Bahari Indonesia Emas. Untuk mengatasi persoalan kapasitas, saat ini telah beroperasi 13 dapur umum dan belasan dapur tambahan sedang dalam tahap pembangunan guna meningkatkan kemampuan produksi. Ade juga memaparkan skema pembiayaan program, yakni paket senilai Rp13.000 untuk balita, PAUD, TK, hingga siswa SD kelas 3, serta paket Rp15.000 bagi siswa SD kelas 4 hingga SMA dan ibu hamil. Dana tersebut dialokasikan untuk bahan baku, sewa fasilitas, dan biaya operasional. Di sisi lain, sejumlah warga juga berharap fungsi pengawasan terhadap kualitas gizi dapat ditingkatkan. Mereka menilai evaluasi menyeluruh diperlukan agar proses produksi, kualitas makanan, dan distribusi program MBG berjalan sesuai standar, transparan, serta mampu memenuhi tujuan pemerintah dalam meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat. Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak penyelenggara program MBG tingkat pusat maupun instansi pemerintah terkait mengenai dugaan ketidaksesuaian menu dan pelaksanaan program di Kecamatan Teluknaga. (Red)

Banjarbaru, Bidik-kasusnews.com – Polres Hulu Sungai Utara (HSU) terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) guna menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional dan berintegritas. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengikuti kegiatan Konsultasi Hukum dan Manajemen yang digelar di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalimantan Selatan, Banjarbaru. Kegiatan tersebut diikuti sejumlah pejabat utama dan personel Polres HSU, di antaranya Kabag SDM, Kasat Reskrim, Kasat Lantas, KBO Satresnarkoba, serta anggota yang telah ditunjuk. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas personel dalam menghadapi dinamika tugas kepolisian yang terus berkembang. Konsultasi hukum dan manajemen ini difokuskan pada penguatan pemahaman terhadap regulasi, tata kelola organisasi, serta penerapan prinsip-prinsip hukum dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian. Materi yang disampaikan mencakup aspek penyelidikan dan penyidikan, penegakan hukum lalu lintas, penanganan tindak pidana, hingga pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan Polri. Selain itu, peserta juga memperoleh pembekalan mengenai pentingnya manajemen organisasi yang efektif agar setiap fungsi kepolisian mampu bekerja secara terarah, akuntabel, dan adaptif terhadap tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi. Kabag SDM Polres HSU menilai kegiatan tersebut memiliki peran strategis dalam meningkatkan kompetensi personel. Menurutnya, pemahaman yang kuat terhadap aspek hukum dan manajemen akan menjadi bekal penting bagi anggota dalam menjalankan tugas secara profesional sesuai ketentuan yang berlaku. “Melalui kegiatan konsultasi ini diharapkan personel semakin memahami regulasi, meningkatkan kompetensi, serta mampu menerapkan prinsip manajemen yang baik dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ujarnya. Partisipasi Kasat Reskrim, Kasat Lantas, KBO Satresnarkoba, dan personel lainnya juga menjadi bentuk penguatan fungsi teknis di masing-masing satuan. Dengan kompetensi yang terus ditingkatkan, diharapkan setiap personel mampu menjawab tantangan penegakan hukum dan pelayanan masyarakat secara lebih efektif, transparan, dan berkeadilan. Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Polres Hulu Sungai Utara menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program peningkatan kualitas SDM Polri. Penguatan kapasitas melalui konsultasi, diskusi, dan pembelajaran menjadi langkah nyata dalam mewujudkan personel Polri yang Presisi, profesional, serta semakin dipercaya masyarakat. (Agus)

Banjarbaru, Bidik-kasusnews.com – Estafet kepemimpinan di lingkungan Satuan Brimob Polda Kalimantan Selatan ditandai dengan Upacara Serah Terima Dhuaja Satya Bajra Tiksna yang berlangsung khidmat di Lapangan Mako Satbrimob Polda Kalimantan Selatan, Senin (13/7/2026). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari Upacara Serah Terima Jabatan pejabat utama Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan yang sebelumnya digelar di Auditorium Polda Kalimantan Selatan. Prosesi serah terima dhuaja dipimpin oleh Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan dan dihadiri Wakapolda Kalimantan Selatan Brigjen Pol. Noviar, Teknisi KBRN Utama Tk. II Korbrimob Polri Brigjen Pol. Pradah Pinunjul, para pejabat utama Polda Kalimantan Selatan, serta Pengurus Bhayangkari Daerah Kalimantan Selatan dan para tamu undangan. Serah terima Dhuaja Satya Bajra Tiksna dilaksanakan menyusul pergantian jabatan Komandan Satbrimob Polda Kalimantan Selatan dari Kombes Pol. Pria Premos kepada Kombes Pol. Boy Sutan Binanga Siregar. Penyerahan Dhuaja kebesaran satuan tersebut menjadi simbol beralihnya tongkat estafet kepemimpinan sekaligus kesinambungan nilai-nilai kehormatan, loyalitas, dan pengabdian di lingkungan Korps Brimob Polri. Sebelumnya, Kapolda Kalimantan Selatan memimpin Upacara Serah Terima Jabatan sejumlah pejabat di Auditorium Polda Kalimantan Selatan. Selain jabatan Dansatbrimob, serah terima juga dilaksanakan terhadap Karo SDM, Kabid Propam, Kabid Humas, Kabid Dokkes, Kapolres Kotabaru, Kapolres Barito Kuala, Kapolres Balangan, dan Kapolres Tanah Bumbu sebagai bagian dari pembinaan organisasi serta penyegaran di lingkungan Polda Kalimantan Selatan. Dalam amanatnya, Kapolda Kalimantan Selatan menegaskan bahwa pergantian jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan meningkatkan kinerja, regenerasi kepemimpinan, dan penguatan pelayanan Polri kepada masyarakat. Khusus di lingkungan Satbrimob, penyerahan Dhuaja Satya Bajra Tiksna menjadi tradisi yang sarat makna sebagai simbol kehormatan satuan sekaligus amanah untuk melanjutkan pengabdian kepada institusi, bangsa, dan negara. Kehadiran Teknisi KBRN Utama Tk. II Korbrimob Polri Brigjen Pol. Pradah Pinunjul pada prosesi tersebut mencerminkan dukungan Korps Brimob Polri terhadap pelestarian tradisi satuan sekaligus memperkuat nilai-nilai jiwa korsa, loyalitas, dan profesionalisme yang menjadi karakter utama insan Brimob. Melalui estafet kepemimpinan yang baru, Satbrimob Polda Kalimantan Selatan diharapkan semakin profesional, modern, dan adaptif dalam menghadapi tantangan tugas, serta terus memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Agus)

Bogor, Bidik-kasusnews.com – Dalam upaya memperkuat kualitas kepemimpinan lapangan di lingkungan Pasukan Pelopor Korbrimob Polri, Komandan Pasukan Pelopor Korbrimob Polri Brigjen Pol. Gatot Mangkurat Putra P.J. memimpin Upacara Pembukaan Pelatihan Manajemen Taktis Danyon Pelopor Tahun Anggaran 2026 di Camp Hulu Cai, Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Senin (13/7/2026). Pelatihan yang diikuti para Komandan Batalyon (Danyon) Pelopor jajaran Pasukan Pelopor Korbrimob Polri ini merupakan bagian dari program pembinaan sumber daya manusia untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan, kemampuan manajerial, serta kecakapan taktis para komandan sebagai garda terdepan dalam pelaksanaan berbagai operasi Korps Brimob Polri. Kegiatan ini juga bertujuan menyamakan pola pikir, pola tindak, dan standar kepemimpinan di seluruh jajaran Danyon Pelopor dalam menghadapi dinamika tugas yang terus berkembang. Pelatihan dijadwalkan berlangsung hingga 16 Juli 2026 dengan rangkaian pembekalan, diskusi, simulasi, dan evaluasi yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam merencanakan, mengendalikan, serta mengevaluasi pelaksanaan operasi secara profesional, efektif, dan adaptif. Upacara pembukaan dihadiri oleh Danpas Gegana Korbrimob Polri Brigjen Pol. Mulyadi, para Komandan Resimen jajaran Pasukan Pelopor, Wakil Komandan Resimen jajaran Pasukan Pelopor, para Pejabat Utama Mako Pasukan Pelopor, serta seluruh panitia dan peserta pelatihan. Dalam amanatnya, Brigjen Pol. Gatot Mangkurat Putra P.J. menegaskan bahwa Danyon Pelopor memiliki peran strategis sebagai pemimpin lapangan yang menentukan arah, ritme, serta keberhasilan setiap operasi. Oleh karena itu, setiap komandan dituntut mampu berpikir lebih cepat dari perkembangan situasi, mengambil keputusan secara tepat, serta menggerakkan seluruh kekuatan secara efektif dan terukur. “Melalui pelatihan ini saya ingin membangun kesamaan cara berpikir dan cara bertindak di seluruh jajaran Danyon Pelopor. Setiap keputusan taktis harus dilandasi analisis yang matang, didukung informasi yang akurat, serta berorientasi pada keberhasilan misi dengan tetap mengutamakan keselamatan personel dan masyarakat,” tegas Danpas Pelopor. Lebih lanjut, Danpas Pelopor menekankan bahwa seorang komandan harus menguasai tiga kompetensi utama, yaitu kemampuan manajerial, kemampuan taktis, dan kepemimpinan lapangan. Ketiga kompetensi tersebut harus dibangun melalui latihan yang terstruktur, evaluasi yang berkesinambungan, serta kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan situasi. Menurutnya, karakter utama Pasukan Pelopor adalah kecepatan dalam bertindak. Namun, kecepatan tersebut harus selalu diiringi dengan perencanaan yang matang, disiplin dalam pelaksanaan, serta kepemimpinan yang kuat sehingga setiap keputusan dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan hasil terbaik dalam setiap penugasan. Mengakhiri amanatnya, Danpas Pelopor mengajak seluruh peserta menjadikan pelatihan ini sebagai momentum untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, menguji konsep operasi, serta memperkuat soliditas antarsatuan guna membangun kesamaan persepsi dalam menghadapi setiap kontinjensi. Pelatihan Manajemen Taktis Danyon Pelopor T.A. 2026 secara resmi dibuka oleh Danpas Pelopor dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim”, disertai pesan yang menjadi semangat pelatihan tahun ini, yakni “Berpikir Taktis, Bertindak Cepat, Memimpin dengan Keteladanan.” Melalui pelatihan ini diharapkan lahir para Danyon Pelopor yang memiliki kesamaan visi, ketajaman berpikir taktis, kepemimpinan yang adaptif, serta kemampuan mengendalikan operasi secara profesional sehingga mampu menjawab berbagai tantangan tugas Korps Brimob Polri secara cepat, tepat, dan bertanggung jawab. (Agus)