MEDAN, Bidik-kasusnews.com– Kepolisian Daerah Sumatera Utara mengamankan 2 alat berat ekskavator yang diduga akan digunakan untuk menambang emas ilegal di wilayah Kabupaten Mandailing Natal. Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan, Ditreskrimsus Polda Sumut, Satuan Brimob Polda Sumut, Senin (2/3/2026) pagi ini, sekira pukul 06:00 WIB. Adapun 2 alat berat ini diduga akan dibawa masuk ke 2 titik tambang ilegal yang ada di Desa Muara Batang Angkola dan Huta Godang Muda, Kecamatan Siabu, Madina. Menurut informasi yang diperoleh, ketika penangkapan alat berat, Polisi dikabarkan sempat mendapat intervensi dari pihak lainnya. Sehingga, upaya penindakan, dan membawa alat bukti sedikit terhambat. “Iya, benar personel berada di lokasi. Namun kami mendapat upaya-upaya intervensi,”kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan, Senin (2/3/2026). Diketahui, lokasi pertambangan ilegal ini masuk ke kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) wilayah KPH 8, Kabupaten Mandailing Natal. Berdasarkan informasi yang dihimpun, praktik pengerukan hutan terdeteksi telah berlangsung selama kurang lebih dua pekan. Pada awalnya, warga hanya memantau keberadaan lima ekskavator yang bekerja di lokasi. Namun, dalam waktu singkat jumlah alat berat dikabarkan terus bertambah. (Red)
Mandailing Natal, Bidik-kasusnews.com, Tim gabungan Brimob bersama Ditreskrimsus Polda Sumut menyita 14 ekskavator di lokasi tambang emas ilegal di Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. Tujuh orang turut ditangkap dalam operasi tersebut. Dansat Brimob Polda Sumut Kombes Rantau Isnur Eka mengatakan 12 ekskavator ditemukan di lokasi tambang. Sementara dua unit lainnya disita saat hendak menuju area pertambangan. “Alhamdulillah, 12 ekskavator kami amankan di lokasi tambang ilegal,” kata Rantau, Senin (2/3/2026). Rantau menyebut, ada tujuh orang yang ditangkap dan diduga sebagai pekerja tambang ilegal. Namun, peran masing-masing masih didalami oleh tim Ditreskrimsus. “Ada beberapa tersangka dengan perannya masing-masing. Nanti akan didalami tim Krimsus,” ujarnya. Ia mengungkapkan, saat penyergapan sempat terjadi kebocoran informasi sehingga sebagian pelaku melarikan diri. “Ketika penyergapan, informasi sudah sedikit bocor. Mereka bubar dan berhamburan ke seberang. Kami mendapatkan 12 ekskavator di sana,” jelasnya. Rantau menambahkan, lokasi tambang tersebut tergolong sulit dijangkau. Dari permukiman warga, perjalanan memakan waktu sekitar 12 jam jika ditempuh dengan berjalan kaki. Sementara menggunakan sepeda motor modifikasi membutuhkan waktu lebih dari tiga jam. “Kurang lebih 12 jam berjalan kaki. Kalau tim pendobrak menggunakan roda dua sekitar tiga setengah jam,” katanya. Ia pun mengimbau masyarakat untuk menjaga kelestarian alam guna mencegah banjir dan bencana lainnya. (Red)
JAKARTA, Bidik-kasusnews.com – Seorang perempuan bernama Meity Jayasari alias Suri diduga melakukan serangkaian penipuan dan penggelapan dana dengan nilai kerugian mencapai miliaran rupiah. Dalam menjalankan aksinya, Suri disebut tidak sendiri. Ia diduga dibantu oleh kakaknya, Suryani alias Ani, serta masing-masing suami mereka, Hadi dan Ummang. Kasus ini mencuat setelah sejumlah korban yang mayoritas masih memiliki hubungan kekerabatan dengan terduga pelaku mulai membuka suara dan menghimpun bukti untuk rencana pelaporan resmi ke aparat penegak hukum. Berdasarkan keterangan sejumlah korban, Suri menawarkan kerja sama investasi dan pinjaman dana dengan iming-iming keuntungan tetap dari usaha makanan ringan miliknya bernama Berkah Jaya Snack. Usaha tersebut diklaim memiliki pabrik produksi di Tasikmalaya, Jawa Barat. Dengan dalih pengembangan usaha dan perputaran modal, Suri menawarkan keuntungan bulanan yang disebut mencapai Rp10 juta per bulan untuk setiap dana Rp250 juta yang disetorkan. Pada tahap awal, pembayaran keuntungan disebut berjalan lancar sehingga menumbuhkan kepercayaan korban. Namun, seiring waktu, pembayaran mulai tersendat hingga akhirnya berhenti total. Salah satu korban, Suryati, yang merupakan sepupu dua kali dari Suri, mengungkapkan kronologi kejadian saat ditemui di Jakarta, Minggu (1/3/2026). Ia menjelaskan telah meminjamkan dana sebesar Rp250 juta dengan perjanjian keuntungan Rp10 juta per bulan. “Awalnya lancar, tapi kemudian macet. Selain uang, BPKB mobil juga diambil dengan janji akan diberi hasil bulanan. Sekarang sudah tidak ada kabar,” ujarnya. Menurut Suryati, tidak hanya dirinya yang menjadi korban. Sejumlah anggota keluarga lainnya juga mengaku menyerahkan BPKB kendaraan dan bahkan perhiasan emas untuk digadaikan atas bujuk rayu terduga pelaku. Data sementara yang dihimpun keluarga menyebutkan sedikitnya 14 unit kendaraan milik keluarga telah dijadikan jaminan, terdiri dari berbagai jenis mobil seperti Fortuner, Triton, Avanza, hingga kendaraan lain. Beberapa di antaranya disebut kini berada di wilayah Kalimantan Timur, sementara dokumen kendaraan telah masuk ke perbankan di Samarinda. Selain keluarga inti, sejumlah korban lain juga berasal dari kalangan karyawan swasta dan pegawai bank yang disebut diajak mengajukan pinjaman online (pinjol) atas nama pribadi, dengan dana diserahkan kepada Suri dan Ani. Berdasarkan rekapitulasi yang beredar di grup WhatsApp korban, total kerugian sementara mencapai miliaran rupiah. Di antaranya: • Flora: Rp295,8 juta • Dewy: Rp95 juta • Ria: Rp103 juta • Heny: Rp53 juta (pinjol) • Upik: Rp317 juta (pinjol) • Indra: Rp83 juta (pinjol) • Billy: Rp105 juta (pinjol) • Ana: Rp197 juta (pinjol dan angsuran bank) • Utari: Rp64 juta (pinjol) • Icha: Rp160 juta (reseller, BPKB motor dan mobil, pinjaman bank) • Eka: Rp4,3 miliar (7 kontrak perjanjian dan reseller 7 ton) Para korban kini tengah mengumpulkan bukti berupa perjanjian tertulis, bukti transfer, serta cetak rekening koran sebagai dasar pelaporan ke kepolisian. Keluarga korban di Samarinda sempat mendatangi alamat kediaman terduga pelaku di Jalan Adam Malik, Komplek Citra Griya, Blok E/41, RT 024, Kelurahan Karang Asam Ilir, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, Kalimantan Timur. Namun saat didatangi, rumah tersebut dalam keadaan kosong dan tidak ada aktivitas penghuni. Kondisi ini menimbulkan dugaan bahwa terduga pelaku telah meninggalkan lokasi. Ayu Andriani, anak Suryati yang berprofesi sebagai jurnalis media online di Jakarta, menyatakan keluarga akan menempuh jalur hukum. Ia bersama suaminya, Fahmy Nurdin, yang juga seorang jurnalis media nasional, memastikan akan membantu mengawal proses hukum hingga tuntas. “Kami akan mengumpulkan seluruh bukti dan membawa perkara ini ke ranah hukum agar ada kejelasan dan pertanggungjawaban,” ujar Ayu. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Meity Jayasari alias Suri, Suryani alias Ani, maupun suami mereka terkait tudingan tersebut. Upaya konfirmasi masih terus diupayakan. Kasus ini masih bersifat dugaan. Penetapan status hukum dan unsur pidana sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum setelah melalui proses penyelidikan dan penyidikan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Para korban berharap laporan resmi yang segera diajukan dapat menjadi pintu masuk pengungkapan kasus secara transparan dan akuntabel, serta memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak yang dirugikan. (Heri)
JAKARTA, Bidik-kasusnews.com – Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan pernyataan keras terkait eskalasi konflik yang melibatkan negaranya dalam konferensi pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026). Dalam keterangannya, Boroujerdi menuding adanya serangan terhadap berbagai fasilitas sipil di Iran serta menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional. Konferensi pers tersebut dihadiri sejumlah awak media nasional dan internasional. Dalam pernyataannya, Boroujerdi menyoroti peran media global, situasi kemanusiaan, posisi hukum Iran berdasarkan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), serta dinamika hubungan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Tuduhan Serangan terhadap Fasilitas Sipil Boroujerdi menyatakan bahwa negaranya mengalami serangan yang menyasar fasilitas sipil, termasuk rumah sakit dan sekolah. Ia menyebut lebih dari 555 warga sipil menjadi korban, dengan sebagian besar di antaranya anak-anak dan perempuan. Ia juga mengklaim lebih dari 200 anak meninggal dunia akibat serangan tersebut. “Rumah sakit, sekolah, dan berbagai fasilitas sipil menjadi sasaran. Korbannya adalah masyarakat biasa yang sedang menjalankan aktivitas, termasuk ibadah puasa Ramadan,” ujarnya. Pernyataan ini belum disertai data independen yang dapat diverifikasi secara terpisah oleh media internasional. Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak yang dituduh melakukan serangan terkait angka korban tersebut. Klaim Pelanggaran Piagam PBB Dalam penjelasannya, Boroujerdi menyebut tindakan yang dialami Iran sebagai bentuk agresi yang melanggar Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB mengenai larangan penggunaan kekuatan terhadap integritas teritorial negara lain. Ia juga merujuk Pasal 51 Piagam PBB yang mengatur hak suatu negara untuk melakukan pembelaan diri. Menurutnya, Iran telah menggunakan hak tersebut untuk merespons sumber serangan yang diklaim berasal dari fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan. “Iran memiliki hak sah untuk membela diri sesuai hukum internasional,” tegasnya. Ia juga menyayangkan penggunaan wilayah negara-negara tetangga sebagai lokasi pangkalan militer yang disebut menjadi titik awal serangan. Namun demikian, ia menegaskan Iran tetap menjaga hubungan baik dengan negara-negara kawasan. Kritik terhadap Amerika Serikat dan Israel Boroujerdi secara terbuka mengkritik Amerika Serikat dan Israel. Ia menuding kedua pihak tidak konsisten dalam pendekatan terhadap hak asasi manusia, terutama dengan membandingkan situasi di Iran dan konflik di Gaza. Dalam konteks sejarah hubungan kedua negara, ia menyinggung peristiwa kudeta tahun 1953 terhadap Perdana Menteri Iran saat itu, Mohammad Mosaddegh, yang dalam berbagai catatan sejarah melibatkan dukungan intelijen Amerika Serikat dan Inggris. Ia juga menyinggung Revolusi Iran 1979 yang menggulingkan pemerintahan Syah. Boroujerdi turut mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan Amerika Serikat. Menurutnya, serangan terjadi di tengah upaya perundingan yang dimediasi Oman dan disebut telah mencapai indikasi kesepahaman awal. “Kami telah menjalani beberapa putaran negosiasi dan menunggu putaran berikutnya, tetapi di tengah proses itu justru terjadi serangan,” ujarnya. Isu Nuklir dan Fatwa Ulama Dalam kesempatan tersebut, Dubes Iran menegaskan bahwa fasilitas nuklir Iran berada di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Ia juga menyebut adanya fatwa dari otoritas keagamaan Iran yang menyatakan produksi dan penggunaan senjata pemusnah massal, termasuk senjata nuklir, sebagai haram. Namun demikian, hingga kini program nuklir Iran tetap menjadi perhatian komunitas internasional dan menjadi bagian dari perundingan yang kompleks antara Teheran dan negara-negara Barat. Seruan kepada Media dan Negara-negara Islam Boroujerdi meminta media, khususnya di Indonesia, untuk melakukan verifikasi terhadap informasi yang bersumber dari media internasional yang dinilai berafiliasi dengan kepentingan tertentu. Ia menegaskan tidak meminta dukungan politik, melainkan pemberitaan yang adil dan profesional. Ia juga mengapresiasi dukungan masyarakat Indonesia, termasuk organisasi masyarakat dan tokoh agama, yang disebutnya telah menyampaikan solidaritas kepada Iran. Lebih lanjut, ia menyerukan negara-negara Islam untuk: Mengecam tindakan yang disebutnya sebagai serangan ilegal. Menggunakan forum Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan PBB untuk memberikan dukungan diplomatik. Mengampanyekan penolakan terhadap perang. Dampak Regional dan Global Boroujerdi mengingatkan bahwa eskalasi konflik berpotensi mengganggu stabilitas kawasan, termasuk jalur strategis seperti Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur utama distribusi energi dunia. Ia menegaskan Iran selama ini berperan dalam menjaga keamanan jalur tersebut, namun menekankan bahwa stabilitas hanya dapat terwujud apabila tidak ada ancaman terhadap kedaulatan negaranya. Perspektif Berimbang Konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel merupakan bagian dari dinamika geopolitik yang panjang dan kompleks. Di sisi lain, Amerika Serikat dan Israel selama ini menyatakan bahwa langkah-langkah yang mereka ambil bertujuan menjaga keamanan nasional serta mencegah ancaman yang dianggap membahayakan kawasan dan komunitas internasional. Hingga saat ini, belum terdapat pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat maupun Israel yang secara langsung menanggapi tudingan terbaru tersebut dalam forum yang sama. Situasi ini menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah dan berpotensi berdampak pada stabilitas ekonomi global, termasuk harga energi dan perdagangan internasional. Konferensi pers Dubes Iran di Jakarta menjadi salah satu bentuk diplomasi publik yang dilakukan Teheran untuk menyampaikan versinya kepada masyarakat internasional, khususnya di Indonesia. Ke depan, perkembangan konflik ini masih akan sangat bergantung pada jalur diplomasi, dinamika militer di lapangan, serta respons komunitas internasional. (Heri)
JAKARTA, Bidik-kasusnews.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral dalam rangka pengamanan dan pelayanan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Rapat digelar di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026). Salah satu yang menjadi perhatian dalam pengamanan dan pelayanan arus mudik dan balik adalah wilayah Banten. Wilayah ini nantinya akan menjadi para pemudik dari pulau Jawa menyebrang ke pulau Sumatera. Sigit menuturkan, rekayasa lalu lintas dan pemanfaatan tiga pelabuhan yang ada akan dilakukan dalam arus mudik dan balik Lebaran 2026. “Pada situasi hijau di Pelabuhan Merak ada 7 dermaga yang dimanfaatkan, ada jalan kaki, roda 4 penumpang, dan seterusnya. Situasi hijau antrean dalam keadaan normal. Kemudian situasi kuning, antrean kendaraan sampai dengan SPBU Cikuasa Atas. Dan situasi merah manakala antrean kendaraan sampai dengan Gerbang Tol Merak,” kata Sigit. Kemudian untuk di 3 dermaga di wilayah Pelabuhan Ciwandan, kata Sigit, pengaturan juga sama saat situasi hijau, kuning, dan merah. Kemudian di Pelabuhan BBJ, khusus untuk truk tangki, truk tronton dan alat berat, pihaknya juga membagi situasi yang sama. Ada situasi hijau pada saat arus lancar, situasi kuning pada saat kendaraan sampai dengan pintu masuk pelabuhan, dan situasi merah pada saat buffer zone di PT SMI dan di Jalan Lingkar sudah tidak bisa menampung. Dalam kesempatan ini, mantan Kabareskrim Polri ini menyampaikan khususnya pada puncak arus mudik, ia menyarankan menggunakan metode first come first in. Sebab, lanjutnya, kalau melihat dari kapan para pemudik membeli tiket kapal dan kemudian harus masuk sesuai dengan tanggal yang ada di tiket kapal, akan mengakibatkan terjadinya potensi penumpukan. “Jadi di puncak arus mudik, kami mohon izin kepada stakeholder terkait, siapa yang datang duluan dia langsung masuk kapal. Oleh karena itu mohon juga ada kebijakan-kebijakan terkait dengan hal-hal yang menyangkut penyeberangan,” ujarnya. Untuk diketahui, Polri bakal menggelar Operasi Ketupat mulai tanggal 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Ratusan ribu personel gabungan dikerahkan untuk pengamanan dan pelayanan bagi masyarakat yang melaksanakan mudik Lebaran. Sigit memaparkan, tagline pada tahun ini adalah, ‘Mudik Aman dan Keluarga Bahagia’. Dalam pelaksanaannya, kata Sigit, akan dikedepankan langkah preemptive dan preventive, penegakan hukum. (Agung)
Jakarta, Bidik-kasusnews.com – Polres Pelabuhan Tanjung Priok menggelar Upacara Laporan Kenaikan Pangkat Pengabdian, personel Polri atas nama KOMPOL Kholik, S.H., di Lapangan Presisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Senin (02/02/2026) Upacara Kenaikan Pangkat dipimpin Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Aris Wibowo, S.I.K., M.H., selaku Inspektur Upacara, serta dihadiri oleh para Pejabat Utama (PJU) Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Kenaikan pangkat pengabdian yang diterima KOMPOL Kholik, S.H. berdasarkan Keputusan Kapolri tanggal 19 Desember 2025. Dalam keputusan tersebut, yang bersangkutan dinaikkan pangkatnya setingkat lebih tinggi dari AKP menjadi KOMPOL, terhitung mulai tanggal 01 Maret 2026. Kenaikan pangkat pengabdian ini merupakan bentuk penghargaan institusi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian yang telah diberikan selama berdinas di Kepolisian Negara Republik Indonesia. Rangkaian upacara berlangsung dengan khidmat, diawali dengan masuknya Inspektur Upacara ke lapangan, penghormatan pasukan, laporan Komandan Upacara, hingga prosesi penyematan tanda pangkat oleh Inspektur Upacara. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan laporan resmi, pembacaan doa, serta penutupan upacara. Suasana penuh rasa bangga dan haru menyertai prosesi penyematan tanda pangkat. Momentum ini menjadi wujud apresiasi atas perjalanan panjang pengabdian yang telah dilalui, sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan profesionalisme dan integritas dalam pelaksanaan tugas. Kegiatan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat kepada personel yang naik pangkat pengabdian, sebagai bentuk solidaritas, penghargaan, penghormatan dan kebersamaan keluarga besar Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat pengabdian dan dedikasi seluruh personel Polres Pelabuhan Tanjung Priok semakin meningkat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara. (Agus)
HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dalam rangka meningkatkan kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat di bulan suci Ramadhan, jajaran Polsek Danau Panggang menggelar kegiatan pembagian takjil kepada warga yang melintas di depan Mapolsek Danau Panggang, Senin (2/3/2026) sore. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 17.00 Wita tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Danau Panggang bersama personel kepolisian serta Bhayangkari Ranting Polsek Danau Panggang. Aksi sosial ini menyasar para pengendara dan masyarakat yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa. Sebanyak 50 paket takjil dibagikan secara langsung kepada warga sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya bagi mereka yang belum sempat menyiapkan makanan berbuka di rumah. Kapolsek Danau Panggang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat, tidak hanya dalam tugas menjaga keamanan, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung. “Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan di bulan Ramadhan sekaligus mempererat tali silaturahmi antara Polri dan masyarakat,” ujarnya. Selain membantu warga, kegiatan berbagi takjil juga menjadi momentum menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Kegiatan pembagian takjil berlangsung hingga pukul 17.30 Wita dan berjalan dengan aman, tertib, serta lancar. Situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Danau Panggang selama kegiatan terpantau kondusif. Melalui kegiatan sosial seperti ini, Polsek Danau Panggang berharap nilai kebersamaan dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat, sejalan dengan semangat Ramadhan yang penuh berkah. (Agus)
Jakarta, Bidik-kasusnews.com – Keluarga besar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya salah satu putra terbaik bangsa sekaligus prajurit terbaik TNI, Jenderal TNI (Purn) H. Try Sutrisno, yang tutup usia pada Senin, (2/3/2026) pukul 06.58 WIB di RSPAD Gatot Soebroto. Kepergian almarhum menjadi kehilangan mendalam bagi TNI AD, mengingat beliau adalah tokoh prajurit senior yang dihormati dan merupakan bagian dari keluarga besar TNI, khususnya Angkatan Darat. Sepanjang hidupnya, beliau mendedikasikan dirinya untuk kepentingan bangsa dan negara melalui pengabdian panjang, baik di dunia militer maupun pemerintahan. Almarhum adalah lulusan Akademi Teknik Angkatan Darat tahun 1959 yang menapaki karier militer dari berbagai penugasan operasional hingga jabatan strategis. Dalam perjalanan pengabdiannya, beliau dipercaya menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat pada periode 1986–1988. Di bawah kepemimpinannya, Angkatan Darat terus memperkuat profesionalisme, disiplin, serta soliditas satuannya, guna menjaga stabilitas dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selanjutnya, beliau mengemban amanah sebagai Panglima ABRI periode 1988–1993, sebelum akhirnya diberikan kepercayaan oleh Bangsa Indonesia sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6 di periode 1993–1998. Dalam kiprahnya di militer dan pemerintahan tersebut, beliau secara konsisten menunjukkan komitmen dan loyalitas tinggi terhadap negara, serta konsistensi dalam menjaga persatuan dan kepentingan nasional. Bagi prajurit TNI AD, almarhum dikenal sebagai sosok pemimpin yang tegas, sederhana, dan berintegritas. Keteladanan, semangat pengabdian, serta dedikasi beliau akan senantiasa menjadi bagian dari nilai-nilai yang hidup dalam jiwa korsa Angkatan Darat. TNI Angkatan Darat mendoakan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta keikhlasan. Kepergian beliau meninggalkan jejak pengabdian yang akan selalu dikenang dalam sejarah TNI dan perjalanan bangsa Indonesia. (Agus)
Medan, Bidik-kasusnews.com – Dalam semangat mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi yang humanis bersama masyarakat, Satuan Brimob Polda Sumut menggelar kegiatan “Ngobrol Bareng Bang Ojol dan Komunitas Pecinta Lingkungan” pada Sabtu, 28 Februari 2026, bertempat di Mako Satuan Brimob Polda Sumut, Ksatriaan K.E. Lumi, Jalan Bhayangkara, Medan. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Komandan Satuan Brimob Polda Sumut, Rantau Isnur Eka ini berlangsung penuh keakraban dan suasana kekeluargaan. Turut hadir Danden Gegana, para Danyon jajaran, para Pejabat Utama Satuan Brimob Polda Sumut, komunitas ojek online, komunitas pecinta lingkungan, Sekolah Kebun Bunga Sport Climbing, serta pegiat media sosial. Dalam sambutannya, Dansat Brimob Polda Sumut menegaskan komitmen Satuan Brimob Polda Sumut dalam mendukung dan menegakkan kamtibmas secara profesional, humanis, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Melalui dialog terbuka, para peserta diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi, masukan, serta berdiskusi langsung terkait situasi keamanan dan peran masyarakat dalam menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing. Sebanyak 250 paket sembako dibagikan kepada 200 anggota komunitas ojek online dan 50 anggota komunitas pecinta lingkungan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moril dari Satuan Brimob Polda Sumut. Kegiatan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga wujud nyata hadirnya Brimob di tengah masyarakat dengan pendekatan yang bersahabat dan solutif. Antusiasme peserta terlihat dari sesi tanya jawab yang berlangsung dinamis dan penuh semangat. Interaksi hangat antara personel Brimob dan masyarakat semakin memperkuat sinergi serta rasa kebersamaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Sumatera Utara. Kegiatan “Ngobrol Bareng Bang Ojol” ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, serta menjadi momentum memperkokoh kolaborasi antara aparat kepolisian dan elemen masyarakat dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif. (Agus)
HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Momentum ibadah dimanfaatkan sebagai sarana mempererat hubungan antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat. Personel Sat Binmas Polres Hulu Sungai Utara melaksanakan Shalat Jumat berjamaah bersama warga di Masjid Raya At-Taqwa Amuntai, Kelurahan Murung Sari, Kecamatan Amuntai Tengah, Jumat (27/2/2026). Dalam kegiatan tersebut, Briptu M. Ahlun Najar, S.Pd., M.M., dipercaya bertindak sebagai imam Shalat Jumat. Pelaksanaan ibadah yang dimulai pukul 12.00 Wita berlangsung khusyuk dan diikuti alim ulama serta masyarakat setempat. Kegiatan turut dihadiri Bupati Hulu Sungai Utara Sahru Jani, Kapolres HSU Agus Nuryanto, serta Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Al-Habsyi, S.E. bersama para pejabat utama dan personel kepolisian. Kapolres HSU menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan keagamaan merupakan bagian dari pendekatan humanis guna memperkuat kedekatan dengan masyarakat. Selain menjalankan kewajiban ibadah, kegiatan ini juga menjadi wadah komunikasi yang efektif antara aparat dan warga. Menurutnya, kegiatan Shalat Jumat berjamaah menjadi salah satu langkah cooling system dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mempererat tali silaturahmi. “Kebersamaan seperti ini diharapkan mampu membangun rasa saling percaya serta menciptakan suasana yang aman dan kondusif di tengah masyarakat,” ujarnya. Dengan sinergi antara unsur pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat, kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat kolaborasi dalam menjaga keamanan wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh kebersamaan, mencerminkan komitmen Polri untuk hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam kehidupan sosial dan keagamaan. (Agus)