Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com  Kepedulian TNI terhadap masyarakat kembali diwujudkan melalui kegiatan Karya Bakti Satkowil Semester I Tahun Anggaran 2026 yang digelar Koramil 410-01/Panjang Kodim 0410/Kota Bandar Lampung di Panti Asuhan Qoroba Mulya, Jalan Penghijauan RT 01/02 Lingkungan I, Kelurahan Way Dadi Baru, Kecamatan Sukarame, Sabtu (23/5/2026). Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Koramil 410-01/PJG, Serka Riyatno, tampil aktif memimpin sekaligus menggerakkan masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Kehadiran Babinsa di tengah warga menjadi simbol nyata kedekatan TNI dengan rakyat dalam membantu mengatasi berbagai kebutuhan masyarakat di wilayah binaan. Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan apel dan pengecekan personel, dilanjutkan registrasi peserta serta penyuluhan Bela Negara, Wawasan Kebangsaan, dan cinta tanah air kepada masyarakat sekitar. Dalam penyuluhan tersebut, Babinsa mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat rasa nasionalisme, serta menumbuhkan kembali budaya gotong royong sebagai bagian dari upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selain pembinaan wawasan kebangsaan, kegiatan karya bakti juga diwujudkan melalui rehabilitasi fasilitas sosial berupa pengecatan Masjid Al Hary Makmur yang berada di lingkungan Panti Asuhan Qoroba Mulya. Personel TNI bersama masyarakat tampak kompak bergotong royong mempercantik tempat ibadah agar lebih nyaman digunakan warga untuk beraktivitas dan beribadah. Tak hanya fokus pada kegiatan sosial dan pembangunan fasilitas umum, kepedulian terhadap kesehatan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Babinsa bersama unsur terkait turut melaksanakan bakti sosial kesehatan di Puskesmas Sukarame sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Kegiatan ini turut dihadiri Danramil 410-01/PJG, Lurah Way Dadi Baru, anggota Koramil, anggota Pendim, personel Linmas Kelurahan Way Dadi Baru, serta masyarakat sekitar yang terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Suasana kebersamaan dan kekompakan antara TNI dan warga tampak begitu kuat selama kegiatan berlangsung. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat mendapat apresiasi positif karena dinilai mampu membangun semangat gotong royong serta mempererat hubungan sosial di lingkungan masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Kegiatan karya bakti ini sekaligus menjadi momentum memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat dalam menciptakan lingkungan yang harmonis, peduli, dan penuh kebersamaan. (Agus)

BALI, Bidik-kasusnews.com — Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., melaksanakan rangkaian kegiatan peninjauan dan koordinasi terkait pengelolaan sampah terpadu dan pengembangan energi baru terbarukan di Provinsi Bali, Jumat (22/5/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan TNI AD terhadap program pemerintah dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan sampah menjadi sumber energi alternatif. Dalam kunjungannya, Kasad melaksanakan pertemuan dengan Gubernur Bali I Wayan Koster guna membahas sinergi pemerintah daerah bersama berbagai pihak dalam mempercepat penanganan persoalan sampah di Bali. Kasad bersama Gubernur Bali juga meninjau calon lokasi pengembangan teknologi pirolisis, yaitu teknologi pengolahan sampah menjadi energi berupa Bahan Bakar Minyak (BBM) terbarukan. Peninjauan tersebut dilakukan sebagai langkah awal mendukung pemanfaatan teknologi ramah lingkungan yang mampu mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan energi bernilai ekonomis. Pengembangan fasilitas tersebut diharapkan mampu membantu mengatasi persoalan sampah sekaligus mendukung penyediaan energi alternatif bagi masyarakat. Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Bali, Kasad juga melaksanakan pertemuan dengan para stakeholder untuk membahas langkah strategis pengembangan energi berbasis pengolahan sampah serta peluang kolaborasi lintas sektor dalam mendukung ketahanan energi nasional yang juga dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan Dr. Ir. Nani Hendiarti, M.Sc. Melalui kegiatan tersebut, TNI AD menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program-program strategis pemerintah, khususnya di bidang pelestarian lingkungan, pengelolaan sampah terpadu, dan pengembangan energi baru terbarukan sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan nasional yang berkelanjutan. (Agus)

Jakarta, Bidik-kasusnews.com – Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Jakarta kembali melakukan penyegaran organisasi melalui pelantikan tiga Hakim Tinggi dan sejumlah Ketua Pengadilan Agama (PA) di wilayah hukum DKI Jakarta, Rabu (20/5/2026). Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat reformasi birokrasi serta meningkatkan kualitas pelayanan hukum kepada masyarakat. Tiga Hakim Tinggi yang resmi dilantik yakni Drs. Hikmat Mulyana, M.H., Drs. Taufik, S.H., M.H., dan Dr. M. Zakaria, M.H.. Selain itu, PTA Jakarta juga mengambil sumpah jabatan dan melantik sejumlah Ketua Pengadilan Agama di lima wilayah kota administrasi Jakarta. Pejabat yang dilantik antara lain Dra. Siti Salbiah, S.H., M.S.I. sebagai Ketua PA Jakarta Selatan, Muhamad Shalahudin Hamdayani, S.H., M.A. sebagai Ketua PA Jakarta Barat, Dr. Sugiri Permana, S.Ag. sebagai Ketua PA Jakarta Timur, Muhammad Aliyuddin, S.Ag., M.H. sebagai Ketua PA Jakarta Pusat, serta Dr. Khoiriyah Roihan, S.Ag., M.H.. Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri hakim tinggi, pejabat struktural, aparatur peradilan, hingga tamu undangan dari berbagai daerah. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari penguatan sistem peradilan agama agar semakin profesional, modern, dan transparan. Ketua PA Jakarta Pusat yang baru dilantik, Muhammad Aliyuddin, S.Ag., M.H., menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan kepadanya. Ia berharap dapat memberikan kontribusi terbaik dalam mendukung visi Mahkamah Agung Republik Indonesia. Dalam sambutannya, Aliyuddin juga menceritakan perjalanan pengabdiannya sejak tahun 1999 di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Belitung, Lubuklinggau, Sekayu, Aceh Tenggara, Jambi, Bengkulu, Kalimantan Tengah, Bangka hingga Palembang. “Pengalaman bertugas di berbagai wilayah menjadi bekal penting bagi kami untuk menjalankan amanah baru di Jakarta Pusat. Kami mohon arahan dan dukungan dari seluruh keluarga besar PTA Jakarta,” ujarnya. Sementara itu, Ketua PTA Jakarta, Dr. Muhammad Abduh Sulaeman, S.H., M.H., menegaskan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas peradilan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pejabat yang baru dilantik maupun pejabat yang mendapatkan amanah baru di tempat lain. “Kami berharap para pejabat yang baru dilantik mampu memperkuat pelayanan peradilan agama di wilayah PTA Jakarta serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan,” katanya. Selain pelantikan, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pengantar alih tugas dan pelepasan pejabat. Di antaranya, Dr. Siti Zurbaniyah, S.H., M.H. yang mendapat amanah baru sebagai Ketua PTA Bengkulu, serta dua hakim tinggi PTA DKI Jakarta yang dimutasi ke PTA Bandung, yakni Drs. Mahmud HD., S.H., M.H. dan Dra. Syamsidar, S.H., M.H.. Sementara itu, Drs. Baharuddin, S.H. resmi memasuki masa purnatugas. Melalui pelantikan dan rotasi jabatan tersebut, PTA Jakarta menegaskan komitmennya dalam mendukung reformasi birokrasi dan menghadirkan pelayanan hukum yang berkeadilan, profesional, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (Heri)

Semarang, Bidik-kasusnews.com – Praktik produksi pita cukai ilegal berskala besar di Jawa Tengah akhirnya terbongkar. Bea Cukai bersama BAIS TNI menggelar operasi gabungan di Kabupaten Jepara dan Kota Semarang yang berhasil mengungkap jaringan pembuat pita cukai palsu serta mengamankan belasan orang yang diduga terlibat. Operasi penindakan dilakukan pada Selasa (19/5/2026) oleh Tim Satgas Bea Cukai yang terdiri dari Direktorat Penindakan dan Penyidikan, Kanwil Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY, Bea Cukai Kudus, serta BAIS TNI. Penindakan ini dilakukan setelah petugas melakukan penyelidikan mendalam terkait aktivitas produksi barang kena cukai ilegal di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Di Kabupaten Jepara, aparat menggerebek lima lokasi yang digunakan sebagai tempat penimbunan dan pelekatan hologram pita cukai ilegal. Lokasi tersebut tersebar di Kecamatan Mayong, Batealit, dan Pecangaan. Dari lokasi itu, petugas berhasil menyita 71 koli pita cukai diduga palsu, tiga koli pita cukai yang belum dipasangi hologram, serta dua unit mesin stamping foil. Sementara itu, di Kota Semarang, penggerebekan dilakukan di tiga bangunan dan kamar kos di wilayah Kecamatan Gunungpati yang diduga menjadi pusat percetakan pita cukai palsu. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan dua mesin cetak jenis OLIVER 66 EZ dan OLIVER 258 E2Z, plat cetak pita cukai, mesin pemotong kertas, 22 roll stiker hologram, hingga dokumen pemesanan pita cukai ilegal. Petugas juga mengamankan 19 orang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sebanyak 15 orang diamankan di Jepara saat melakukan pelekatan hologram, sedangkan empat orang lainnya diamankan di Semarang yang terdiri dari satu pengendali percetakan, dua karyawan, dan seorang sopir. Aparat turut menyita satu unit mobil Innova Zenix bernomor polisi K1704Q. Seluruh barang bukti dan para terperiksa kini dibawa ke Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY guna proses pemeriksaan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budi Utama mengatakan pengungkapan kasus ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam menindak tegas peredaran barang kena cukai ilegal yang merugikan negara dan masyarakat. Menurutnya, dari operasi tersebut negara berhasil diselamatkan dari potensi kerugian yang ditaksir mencapai Rp570 miliar. Selain menyelamatkan penerimaan negara, penindakan ini juga dinilai penting untuk menjaga persaingan usaha tetap sehat dan melindungi masyarakat dari produk ilegal yang tidak memenuhi standar. Bea Cukai menegaskan akan terus memperkuat pengawasan serta meningkatkan sinergi dengan aparat penegak hukum dan masyarakat dalam memberantas jaringan pita cukai ilegal di Indonesia. (Heri)

BEKASI KOTA, Bidik-kasusnews.com — Sekitar pukul 13.00 WIB hingga selesai, halaman Polres Metro Bekasi Kota menjadi saksi kegiatan Jumat Berkah. Kegiatan yang mengedepankan nilai empati dan kepedulian ini dipimpin langsung Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, S.H., S.IK., M.H., didampingi Wakapolres AKBP Davis Busin Siswara, S.IK., M.I.Kom, serta dihadiri para Pejabat Utama (PJU). Kehadiran para sahabat, tokoh, dan warga memperlihatkan bahwa sinergi untuk keamanan lingkungan dapat tumbuh dari hal-hal sederhana namun bermakna.( 23/5/26 ) Dalam kesempatan tersebut, penerima santunan dan berbagi datang dari komunitas pengemudi ojol serta unsur ormas. Mereka di antaranya LMP (Laskar Merah Putih) Kota Bekasi dan Solidaritas Masyarakat Bekasi (Somasi). Melalui rangkaian kegiatan ini, Polres menegaskan komitmen untuk membangun rasa solidaritas, mempererat persaudaraan, serta menghadirkan dukungan nyata agar kondusivitas dan keamanan (kamtibmas) di Kota Bekasi tetap terjaga. Kapolres juga menyampaikan arahan yang humanis. Para pengemudi ojol dan perwakilan ormas diimbau untuk tidak ragu menyampaikan keluhan, masukan, dan saran agar pelayanan kepolisian semakin baik. Menanggapi kekhawatiran soal razia dan patroli, pihak kepolisian menegaskan bahwa upaya yang dilakukan berfokus pada pencegahan kejahatan. Bahkan ditegaskan bahwa patroli, razia, dan pemeriksaan dilakukan dengan sasaran pelaku kriminal, bukan sekadar pemeriksaan administrasi kendaraan—sehingga pengemudi ojol diharapkan lebih tenang. Terhadap informasi titik rawan yang disampaikan, seperti area Jalan Raya Legok—Jati Asih, Kapolres menegaskan selama tidak ada tindakan pidana, pihaknya belum bisa mengambil langkah penindakan. Suasana dialog berlangsung hangat. Salah satu pengemudi, Ibu Ari, menceritakan pengalaman membantu penanganan curanmor dan menanyakan alternatif bila layanan pengaduan 110 sedang sibuk. Kapolres dan pihak terkait merespons dengan menyediakan opsi nomor layanan pengaduan Polres 081326361995. Ada pula pertanyaan tentang sikap ketika menghadapi begal, dan dijelaskan bahwa tindakan membela diri pada prinsipnya adalah upaya mempertahankan keselamatan dan tidak semata-mata berujung pada Pelanggaran Hukum. Setelah diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian ratusan paket sembako kepada ojol dan ormas, disambut sukacita para penerima. Kegembiraan terlihat dari ekspresi wajah para pengemudi ojol dan ormas yang menerima bantuan. Ibu Ari menyampaikan terima kasih kepada Kapolres berharap Polres Metro Bekasi Kota semakin jaya. Sementara itu, Embay Eha, salah satu pengemudi ojol, mengungkapkan harapan agar ke depan semakin banyak kolaborasi antara ojol dan Polres dalam menjaga kamtibmas. Nuansa harmonis dan penuh keakraban pun menjadi penutup yang menegaskan: dengan empati, komunikasi, dan kebersamaan, keamanan Kota Bekasi dapat dipelihara bersama—adil, tegas, dan tetap manusiawi. (Agung)

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com  Respons cepat ditunjukkan oleh Babinsa Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Labuhan Ratu, Kopka Ferdi Sopyansah, saat menerima laporan penemuan jenazah seorang mahasiswa Universitas Lampung (Unila) di sebuah rumah kos, Jumat (22/5/2026) malam. Kehadiran Babinsa di lokasi kejadian menjadi bukti nyata kesiapsiagaan aparat kewilayahan dalam memberikan rasa aman dan membantu penanganan situasi darurat di tengah masyarakat. Bersama unsur aparat terkait, pemerintah kelurahan, dan Linmas, Kopka Ferdi bergerak cepat mengamankan lokasi sekaligus memastikan proses evakuasi berjalan tertib dan kondusif. Peristiwa tersebut terjadi di sebuah rumah kos yang berada di Jalan Bumi Manti 2, RT 01 Lingkungan I, Kelurahan Kampung Baru. Korban diketahui bernama Kristian Thomas Tefsele (24), mahasiswa asal Rawajitu Timur, Kabupaten Tulang Bawang. Berdasarkan informasi yang diterima Posko Koramil 410-06/Kedaton, penemuan jenazah bermula sekitar pukul 18.12 WIB. Salah seorang penghuni kos, Tazkii (22), merasa curiga karena pintu kamar korban tidak tertutup rapat. Setelah beberapa kali memanggil tanpa mendapat jawaban, saksi kemudian membuka pintu kamar dan mendapati korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Saksi segera melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar dan Ketua RT setempat. Informasi itu kemudian diteruskan kepada Babinsa dan aparat terkait lainnya. Tak berselang lama, sekitar pukul 19.00 WIB, Kopka Ferdi Sopyansah tiba di lokasi dan langsung melakukan langkah-langkah pengamanan. Bersama aparat terkait, Babinsa membantu pendataan awal, mengamankan area sekitar TKP, serta memastikan situasi tetap terkendali agar tidak menimbulkan kepanikan warga. “Kami langsung melakukan pengamanan lokasi, membantu proses koordinasi dengan aparat terkait, dan memastikan keluarga korban segera dihubungi melalui pihak kampus maupun kelurahan,” ujar Kopka Ferdi di lokasi kejadian. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Bandar Lampung guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kematian. Sementara itu, pihak kepolisian telah meminta keterangan dari dua orang saksi yang merupakan tetangga kamar korban, yakni Tazkii (22) dan Ahmad Irvandi (24). Tim Inafis Polresta Bandar Lampung juga masih melakukan olah tempat kejadian perkara guna mendalami penyebab kejadian tersebut. Komandan Koramil 410-06/Kedaton memberikan apresiasi atas respons cepat dan profesionalisme Kopka Ferdi Sopyansah dalam menangani situasi di lapangan. “Babinsa harus selalu hadir di tengah masyarakat, terutama dalam kondisi darurat. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam menjaga ketertiban dan memberikan rasa aman kepada warga,” ujarnya. Warga sekitar pun mengaku merasa terbantu dengan kehadiran aparat TNI di lokasi kejadian. Menurut mereka, situasi yang sempat menegangkan dapat dikendalikan dengan baik berkat koordinasi cepat yang dilakukan Babinsa bersama aparat terkait lainnya. Hingga malam hari, situasi di sekitar lokasi dilaporkan aman dan kondusif, sementara proses penyelidikan masih terus dilakukan oleh pihak berwenang. (Agus)

Sumsel, Bidik-kasusnews.com – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun 2026 di wilayah Sumatera Selatan, Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol. Susnadi, S.I.K. mengikuti kegiatan Apel Kesiapsiagaan dan Penutupan Pelatihan Pencegahan serta Penanggulangan Karhutla yang diselenggarakan oleh Polda Sumatera Selatan. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat sinergitas antarinstansi guna mengantisipasi dan menangani potensi kebakaran hutan dan lahan yang rawan terjadi saat musim kemarau di wilayah Sumatera Selatan. Apel kesiapsiagaan diikuti oleh personel gabungan dari unsur Polri, TNI, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah, serta berbagai stakeholder terkait lainnya. Dalam kegiatan tersebut, personel Satbrimob Polda Sumsel turut menunjukkan kesiapan peralatan dan kemampuan personel yang telah mengikuti pelatihan pencegahan serta penanggulangan Karhutla. Kehadiran Dansat Brimob Polda Sumsel menjadi wujud dukungan penuh terhadap upaya peningkatan kapasitas personel dalam menghadapi potensi bencana Karhutla tahun 2026. Satuan Brimob Polda Sumsel siap mendukung langkah-langkah preventif maupun penanganan cepat di lapangan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan, guna meminimalisir dampak terhadap masyarakat maupun lingkungan. Melalui kegiatan apel kesiapsiagaan dan penutupan pelatihan ini, diharapkan seluruh personel yang terlibat mampu meningkatkan koordinasi, profesionalisme, serta respons cepat dalam menghadapi situasi darurat Karhutla, sehingga tercipta situasi yang aman dan kondusif di wilayah Sumatera Selatan. (Agus)

Banjarbaru, Bidik-kasusnews.com – Dalam upaya meningkatkan profesionalisme dan akuntabilitas pelaksanaan operasi kepolisian, Tim Itwasda Polda Kalimantan Selatan melaksanakan Audit Dengan Tujuan Tertentu (ADTT) terhadap pengawasan Operasi Antik Intan Tahun Anggaran 2026. Kegiatan berlangsung pada Jumat (22/5/2026) mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai di Mapolres Tabalong. Audit tersebut dipimpin langsung oleh Kombes Pol Setiyo Hartono, S.I.K., selaku pengawas dari Itwasda Polda Kalsel. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan Operasi Antik Intan berjalan sesuai prosedur, transparan, serta tepat sasaran dalam mendukung pemberantasan peredaran narkoba di wilayah hukum Polda Kalimantan Selatan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabag Ops Polres Hulu Sungai Utara (HSU), para Kasatgas dan operator Polres HSU, serta perangkat Operasi Antik Intan Tahun Anggaran 2026. Adapun susunan Tim Audit Itwasda Polda Kalsel terdiri dari: 1.Kombes Pol Setiyo Hartono, S.I.K. – Pengawas 2.Kompol Trias Inanggara, S.Sos., M.A. – Ketua Tim 3.Edi Subagio, S.H., M.M. – Anggota 4.Doni Herawan, S.H. – Sekretaris 5.M. Rifqi Atqia – Operator 6.Satria Daha Samudra – Anggota Dalam pelaksanaannya, tim audit melakukan pengecekan administrasi, evaluasi pelaksanaan operasi, serta pengawasan terhadap penggunaan anggaran dan kinerja personel yang terlibat dalam Ops Antik Intan 2026. Kegiatan berlangsung dalam suasana tertib, aman, dan lancar. Audit ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengawasan internal sekaligus memperkuat integritas personel dalam menjalankan tugas kepolisian di lapangan. Polres HSU menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelaksanaan operasi kepolisian yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Agus)

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com  Sebuah peristiwa duka berupa tindakan bunuh diri terjadi di Kontrakan 12 Pintu, Jalan Sasonoloyo Gang Wiraswasta 1, Kelurahan Gunung Sulah, Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung, pada Kamis (21/5/2026) malam. Namun, di tengah musibah ini, kehadiran dan langkah cepat Babinsa Raden Intan dari Koramil 410-04/TKT menjadi sorotan utama. Babinsa tidak hanya sigap mengamankan lokasi, tetapi juga menunjukkan pendekatan humanis yang menenangkan warga. Kejadian bermula sekitar pukul 15.00 WIB, ketika korban bernama Diah Nor Indah Sari (25) warga Desa Bumi Sari, Kec. Natar, Lampung Selatan, ditemukan meninggal dunia di kamar kontrakannya. Berdasarkan keterangan saksi, korban diduga nekat mengakhiri hidup karena cekcok dengan pacarnya, Nauval, yang gagal mengantarnya menghadiri interview pekerjaan. Begitu menerima laporan, Babinsa Raden Intan bergerak cepat. Bersama unsur TNI lainnya dari Danpos Way Halim, beliau langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengambil langkah-langkah strategis: 1. Pengamanan TKP Secara Cepat: Babinsa langsung mengamankan lokasi untuk mencegah hal-hal tidak diinginkan serta menjaga keutuhan barang bukti sebelum tim Inafis Polresta Bandar Lampung tiba. 2. Koordinasi Lintas Sektor: Dengan sigap, Babinsa menghubungi dan berkoordinasi dengan aparat terkait, Camat Way Halim, Lurah Gunung Sulah, serta linmas setempat. Sinergi ini memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur. 3. Pendampingan Keluarga dan Saksi: Babinsa turut mendampingi penjaga kontrakan (M. Yusuf) dan pacar korban (Nauval) saat dimintai keterangan, memastikan mereka mendapatkan perlindungan dan tidak mengalami tekanan psikologis lebih lanjut. 4. Pengumpulan Barang Bukti yang Tepat: Bersama aparat kepolisian, Babinsa membantu memastikan barang bukti berupa KTP, handphone korban, serta tali plastik yang digunakan dikelola dengan baik untuk proses hukum dan autopsi. Hingga pukul 20.45 WIB, situasi di lokasi kejadian dilaporkan aman dan kondusif. Jenazah korban saat ini berada di RS Bhayangkara menunggu kedatangan pihak keluarga untuk proses autopsi. Babinsa Raden Intan terus berada di lokasi hingga situasi benar-benar pulih, memberikan rasa aman bagi warga sekitar. “Kehadiran Babinsa sangat membantu. Beliau tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menenangkan warga yang kaget dan sedih. Kami melihat langsung profesionalisme TNI di lapangan,” ujar seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya. Komandan Kodim 0410/KBL melalui jajaran Koramil 410-04/TKT memberikan apresiasi tinggi kepada Babinsa Raden Intan. “Ini bukti nyata bahwa Babinsa adalah garda terdepan dalam memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat, bahkan dalam situasi darurat sekalipun. Cepat, tepat, dan humanis,” demikian isi apresiasi yang disampaikan secara internal. (Agus)      

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com, Aparat kewilayahan dari Koramil 410-04/TKT, Serma Selamet (Babinsa Kalibalau Kencana), menunjukkan peran aktifnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Pada Jumat dini hari (22/05/2026), Serma Selamet turut serta memonitoring langsung aksi penggerebekan tempat praktik prostitusi terselubung (open BO) oleh warga di wilayah Kelurahan Kalibalau Kencana, Kecamatan Kedamaian. Penggerebekan berlangsung sekitar pukul 01.00 WIB di sebuah rumah kos milik Bapak Izul, yang beralamat di Jalan P. Antasari Gang Waru 1, RT 01 LK 3, Kelurahan Kalibalau Kencana. Aksi warga ini dipicu oleh keresahan masyarakat terhadap aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut. Dalam kegiatan tersebut, Serma Selamet bertindak tidak hanya sebagai pengamat, tetapi juga sebagai pengendali lapangan yang memastikan proses penggerebekan berjalan tanpa anarkis. Kehadirannya memberikan rasa aman bagi warga yang bertindak, sekaligus mencegah terjadinya main hakim sendiri. Babinsa Serma Selamet juga aktif berkoordinasi langsung dengan aparat terkait lainnya di lokasi kejadian. Berkat kecepatan dan ketenangan Serma Selamet dalam memonitoring situasi, seluruh proses pengamanan dan evakuasi terduga pelaku dapat berlangsung kondusif. Tidak terjadi benturan berarti antara warga dan pihak yang digerebek. Dari penggerebekan tersebut, warga bersama aparat yang hadir berhasil mengamankan lima orang terduga, terdiri dari: · Empat orang perempuan yang diduga sebagai pekerja open BO. · Satu orang laki-laki yang diduga sebagai mucikari atau pelanggan. Kelima terduga berikut barang bukti langsung dibawa ke Polsek setempat (Polsek Tkt) untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Berikut identitas keempat wanita yang diamankan: 1. Aquila Rahma (TTL: Gisting, 01-11-2005), alamat Tanggamus. 2. Dewi Inriyani (TTL: Bakauheni, 03-05-1996), alamat Bakauheni, Lampung Selatan. 3. Sastri Hapsari (TTL: Kota Agung, 24-04-2003), alamat Desa Suoh, Kota Agung. 4. Liana Wati (TTL: Tanjung Karang, 05-10-1994), alamat Enggal, Bandar Lampung. Dalam kegiatan monitoring ini, Serma Selamet didampingi oleh unsur aparat terkait (sebagai pengganti istilah Bhabinkamtibmas), serta tokoh masyarakat setempat, yaitu: · Kepala Lingkungan (Kaling) 3 · Ketua RT 01 LK 3 · Warga setempat Kerja sama yang solid antara Babinsa, aparat terkait, dan warga menjadi kunci suksesnya penggerebekan ini tanpa menimbulkan korban maupun eskalasi konflik. Situasi Terkini Hingga berita ini dirilis, suasana di lokasi kejadian dilaporkan aman dan kondusif. Serma Selamet masih berada di lapangan bersama unsur terkait untuk memastikan tidak ada dampak lanjutan dari kejadian tersebut. Pihak kepolisian saat ini terus mendalami kasus ini lebih lanjut. Kodim 0410/KBL mengapresiasi langkah cepat dan sigap Serma Selamet beserta aparat terkait dan warga Kalibalau Kencana yang telah bahu-membahu menjaga lingkungan dari praktik maksiat dan gangguan ketertiban umum. (Agus)