JAKARTA, BIDIK-KASUSNEWS.COM  — Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa menghadiri upacara pelantikan 51 perwira muda lulusan Pendidikan Pertama Perwira Prajurit Karir (Dikmapa PK) TNI keahlian khusus yang berlangsung di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Kamis (27/11/2025). Upacara ini dipimpin langsung oleh Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, dan dihadiri oleh pejabat dari ketiga matra TNI. Pelantikan tersebut menjadi langkah strategis TNI dalam memperkuat pertahanan negara, khususnya di bidang siber, seiring meningkatnya ancaman digital yang semakin kompleks dan dinamis. Para perwira muda ini disiapkan untuk mengisi kebutuhan organisasi serta memperkuat kemampuan pertahanan siber lintas matra. Dalam amanatnya, Panglima TNI menegaskan pentingnya kesiapan sumber daya manusia yang profesional dan adaptif dalam menghadapi ancaman multidimensi di era teknologi modern. “Para perwira dengan keahlian siber ini adalah bukti bahwa TNI tidak tinggal diam menghadapi dinamika ancaman digital. Kalian adalah garda terdepan pertahanan siber bangsa,” ujar Jenderal Agus. Ia juga menekankan bahwa kompetensi yang diperoleh selama pendidikan harus diwujudkan dalam pengabdian yang menjaga integritas serta memperkokoh kedaulatan negara di ruang siber. “Gunakan keahlian kalian bukan hanya untuk modernisasi teknologi, tetapi untuk memastikan ruang siber Indonesia tetap aman, kuat, dan berdaulat,” tegasnya. Adapun total 51 perwira yang dilantik terdiri dari 25 personel TNI AD, 16 personel TNI AL, dan 10 personel TNI AU. Seluruhnya merupakan lulusan pendidikan khusus siber yang ditujukan untuk menjawab tantangan pertahanan masa depan. Pada pelantikan ini, atlet angkat besi nasional Rizki Juniansyah turut dilantik sebagai Perwira Dikmapa PK TNI AL, menandai hadirnya atlet berprestasi di jajaran perwira muda TNI. Selain itu, tiga lulusan terbaik Dikmapa PK TNI Siber TA 2025 diumumkan, yakni: Letda Cke Ones Sanjerico Sitanggang, S.T. (TNI AD) Letda Laut (E/W) Pramudhavardani Khansaraswati, S.Kom. (TNI AL) Letda Sus Nurrun Muchammad Shiddieqy Hadna, S.Kom., M.Eng. (TNI AU) Melalui pelantikan ini, TNI menegaskan komitmennya dalam membangun postur pertahanan yang modern, adaptif, dan siap menghadapi tantangan siber di masa mendatang. (Agus)

BANDA ACEH, BIDIK-KASUSNEWS.COM Kodam Iskandar Muda mengerahkan Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) untuk memperkuat upaya penanganan banjir yang melanda sembilan kabupaten/kota di Provinsi Aceh sejak 18 November 2025. Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., memastikan bahwa pasukan tersebut berada dalam kondisi siaga penuh dan siap bergerak cepat untuk membantu warga terdampak. Dalam keterangannya pada Kamis (27/11/2025), Pangdam menjelaskan bahwa pengerahan PRCPB difokuskan pada percepatan evakuasi dan pemenuhan kebutuhan mendesak di lokasi yang terdampak paling serius. Ia menegaskan bahwa penanggulangan bencana merupakan bagian dari tugas pokok TNI dalam mendukung pemerintah daerah menghadapi keadaan darurat akibat cuaca ekstrem. “Penanganan bencana tidak dapat dilakukan TNI secara tunggal. Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBA, Basarnas, dan elemen masyarakat sangat menentukan keberhasilan penanganan. Prajurit harus selalu bergerak cepat, terukur, dan tetap mengedepankan sikap humanis,” ujar Pangdam. Pangdam juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh instansi mengingat potensi perubahan cuaca yang dapat memperburuk situasi. Ia meminta seluruh unsur terkait meningkatkan koordinasi, mempercepat langkah darurat, dan memprioritaskan keselamatan masyarakat dalam setiap tindakan. “Koordinasi harus terus diperkuat untuk meminimalisir dampak dan mempercepat pemulihan. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” tegasnya. Prajurit Kodam Iskandar Muda pun ditugaskan berada di garis terdepan untuk mendukung evakuasi, distribusi logistik, hingga pengamanan lokasi bencana. Dukungan penuh diberikan hingga kondisi di seluruh wilayah kembali stabil. Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan bahwa banjir, tanah bergerak, dan longsor berdampak pada 14.235 kepala keluarga atau 46.893 jiwa di sembilan kabupaten/kota. Sebanyak 455 kepala keluarga atau 1.497 jiwa terpaksa mengungsi akibat bencana hidrometeorologi yang dipicu hujan deras, angin kencang, serta kondisi geologi yang labil. Wilayah yang terdampak banjir meliputi Kabupaten Bireuen, Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Timur, Kota Langsa, Kabupaten Bener Meriah, Aceh Singkil, Kabupaten Aceh Utara, serta sejumlah daerah lain yang masih tergenang hingga hari ini. Pemerintah daerah bersama BPBA terus melakukan upaya darurat untuk membantu warga. Plt. Kepala Pelaksana BPBA, Fadmi Ridwan, menyampaikan bahwa seluruh daerah terdampak telah menetapkan status darurat bencana hidrometeorologi berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Penetapan status ini memungkinkan percepatan penanganan melalui mobilisasi sumber daya secara lebih cepat dan terkoordinasi. Dengan dukungan penuh dari PRCPB Kodam Iskandar Muda dan seluruh unsur terkait, penanganan bencana di Aceh diharapkan berjalan lebih efektif, terutama dalam penyelamatan warga dan percepatan pemulihan wilayah terdampak. (Agus)

TAPANULI TENGAH, BIDIK-KASUSNEWS.COM Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) meningkatkan langkah tanggap darurat dalam penanganan banjir, tanah longsor, dan putusnya jembatan yang melanda wilayah Tapanuli Tengah dan Sibolga menyusul cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Kolonel Inf Donny Pramono, S.E., M.Han., pada Kamis (27/11/2025). Kadispenad mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem yang terjadi di sejumlah daerah Indonesia, termasuk Sumatera Utara, memicu bencana alam di banyak titik. Menindaklanjuti laporan dari satuan kewilayahan, TNI AD segera mengaktifkan langkah tanggap darurat dan memperkuat pengerahan personel serta perlengkapan operasional. “Pengerahan pasukan dari Kodam I/Bukit Barisan sudah dilakukan sejak awal kejadian. Total yang diberangkatkan sekitar 200 lebih personel, lengkap dengan alat berat, tim kesehatan, tim perbekalan, dan dapur umum,” jelas Kolonel Donny. Respons serupa juga dilakukan di wilayah Mandailing Natal. Kodim 0212/Tapanuli Selatan mengerahkan prajurit untuk menangani banjir, longsor, serta putusnya Jembatan Hutaborgot di Kecamatan Panyabungan. Hujan lebat yang berlangsung berhari-hari menyebabkan luapan sungai dan pergerakan tanah, sehingga mengganggu permukiman serta akses transportasi warga. Personel Kodim 0212/TS turut membantu evakuasi warga terdampak, membersihkan material longsor, dan mengamankan jalur vital, termasuk areal jembatan yang terputus akibat derasnya arus sungai. Berbagai langkah penanganan dilakukan melalui koordinasi dengan BPBD serta pemerintah daerah untuk memastikan pemulihan berlangsung cepat dan efektif. Komandan Kodim 0212/Tapanuli Selatan, Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo, S.E., M.M., menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap upaya tanggap darurat di lapangan. “Kami fokus pada evakuasi warga, pendataan kerusakan, dan pemulihan akses yang terputus. Respons cepat dilakukan untuk memastikan masyarakat dalam kondisi aman,” ujarnya. Data terbaru melaporkan bahwa bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah Sumatera Utara mengakibatkan 34 orang meninggal dunia dan 52 orang masih dalam pencarian. TNI AD memastikan akan terus memperkuat dukungan, baik personel maupun fasilitas, guna membantu percepatan penanganan dan pemulihan bagi masyarakat terdampak bencana. (Agus)

AMUNTAI, BIDIK-KASUSNEWS.COM  — Polres Hulu Sungai Utara (HSU) kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui kegiatan Asistensi Pemantauan Penyelenggaraan Pelayanan Publik Ramah Kelompok Rentan yang digelar pada Kamis, 27 November 2025, di Rupatama 1 dan Ruang Pelayanan Publik Polres HSU. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 Wita tersebut berjalan dengan tertib dan lancar. Asistensi dipimpin oleh Tim Asistensi yang terdiri dari KOMPOL Muhammad Andriyan Noya, S.Sos., BRIGADIR Trisna Aditya P, S.H., BRIPTU Muhammad Rizky Ananda, dan BRIPDA Ahmad Denny Maulana. Mereka memberikan pendampingan serta evaluasi terhadap penyelenggaraan pelayanan publik, khususnya yang berorientasi pada kelompok rentan seperti perempuan, anak, lansia, penyandang disabilitas, serta masyarakat berkebutuhan khusus lainnya. Kegiatan turut dihadiri Wakapolres HSU, para Pejabat Utama (PJU), Kapolsek jajaran, serta operator pelayanan publik (Yanlik) Polres HSU. Kehadiran seluruh unsur pelaksana layanan menegaskan keseriusan Polres HSU dalam memastikan standar pelayanan yang humanis, mudah diakses, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat rentan benar-benar diterapkan di setiap unit pelayanan. Selama asistensi, tim melakukan pengecekan langsung ke fasilitas pelayanan, mulai dari area tunggu, loket layanan, aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, hingga efektivitas jalur pengaduan masyarakat. Selain itu, Tim Asistensi memberikan sejumlah masukan teknis mengenai optimalisasi prosedur layanan yang lebih adaptif, modern, dan sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri PAN-RB tentang pelayanan publik inklusif. Tidak hanya melakukan evaluasi, kegiatan ini juga diisi diskusi bersama operator pelayanan guna membahas kendala lapangan serta langkah-langkah strategis untuk peningkatan mutu layanan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Fokus pembahasan mengarah pada penyempurnaan tata cara penanganan kelompok rentan agar mereka mendapat pelayanan cepat, mudah, dan tanpa hambatan. Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si melalui PS. Kasi Humas Polres HSU IPTU Asep Hudzainur menjelaskan bahwa asistensi tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polres HSU untuk menghadirkan layanan terbaik bagi masyarakat. “Polres HSU berkomitmen menghadirkan layanan publik yang ramah, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat. Terlebih bagi kelompok rentan, pelayanan harus benar-benar mudah diakses, humanis, serta memenuhi standar yang telah ditetapkan pemerintah. Kegiatan asistensi ini menjadi bahan evaluasi penting untuk terus meningkatkan mutu layanan kami,” ujarnya. Melalui kegiatan asistensi ini, Polres HSU berharap dapat semakin memperkuat kepercayaan masyarakat dengan menghadirkan pelayanan publik yang modern, responsif, dan konsisten dalam memberikan keadilan bagi seluruh warga. Polres HSU juga menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi tim asistensi sebagai bagian dari proses pembenahan berkelanjutan. (Agus)

BANDAR LAMPUNG, BIDIK-KASUSNEWS.COM Kecepatan dan sinergi antara TNI, Polri, serta elemen masyarakat berhasil meredam aksi tawuran antar pelajar yang hampir pecah di kawasan Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Campang Raya, Kota Bandar Lampung, pada Rabu malam (26/11/2025). Aksi yang semula berpotensi menjadi kericuhan besar ini dapat digagalkan berkat laporan warga dan kewaspadaan aparat setempat. Kejadian tersebut bermula dari laporan warga yang melaporkan adanya rencana perkelahian massal antar kelompok pelajar. Menindaklanjuti informasi tersebut, Babinsa Kelurahan Campang Raya, Sertu Andreswan, bersama Bhabinkamtibmas, Ketua RT, dan Linmas segera terjun ke lokasi kejadian. Sesampainya di sana, mereka mendapati situasi yang sudah mulai ricuh. Aparat pun berhasil mengamankan tiga orang pelajar yang terlambat melarikan diri dari kerumunan. Ketiga remaja yang diamankan, yaitu Rehan (16), Akhtar Nabel (15), dan Rizki Khoirul Rizal (17), mengaku tidak berniat untuk terlibat dalam tawuran. Mereka menyatakan hanya ikut “nonton seru-seruan” dan terperangkap dalam situasi ketika kelompok lawan, yang diduga berasal dari SMP di Jati Mulyo, datang dengan membawa senjata tajam serta menyalakan kembang api ke arah mereka. “Kami mendapatkan informasi dan langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian. Kerja sama yang solid antara TNI, Polri, perangkat desa, serta kewaspadaan warga menjadi faktor utama dalam mencegah hal-hal yang lebih buruk,” ujar Sertu Andreswan, yang terlibat langsung dalam upaya pengendalian situasi tersebut. Aksi tawuran ini dipicu oleh sindiran dan tantangan antara dua kelompok pelajar, yakni rombongan dari SMPN 37 dan kelompok dari Jati Mulyo, yang telah berlangsung sebelumnya. Tawuran tersebut direncanakan berlangsung di kawasan Kampung Lebak Haur, namun berhasil digagalkan saat kedua kelompok bertemu di depan Solidaritas Mic (Solid Mix). Kondisi semakin memanas ketika kelompok dari Jati Mulyo membawa senjata tajam dan menyalakan kembang api, memicu kepanikan di antara para pelajar. Dalam kekacauan tersebut, tiga remaja yang diamankan terpisah dari kelompok mereka, jatuh dari motor, dan berlari menyelamatkan diri hingga akhirnya ditemukan oleh warga dan aparat. Setelah dilakukan pemeriksaan dan pendataan, ketiga remaja tersebut dibawa ke Polsek Sukarame untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Meskipun mereka terlibat dalam kericuhan, proses hukum yang akan dijalani difokuskan pada pembinaan untuk memberikan efek jera dan pendidikan. Upaya pencegahan tawuran ini mencerminkan pentingnya peran keamanan lingkungan yang proaktif. Babinsa dan Bhabinkamtibmas mengimbau kepada orang tua dan pihak sekolah untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama pada malam hari. Mereka juga menekankan pentingnya komunikasi yang lebih intens dengan remaja untuk menghindari pengaruh negatif dan mencegah terjadinya kekerasan. “Kami mengapresiasi kewaspadaan warga. Mari kita bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak kita,” tutup Sertu Andreswan. (Agus)

JAKARTA, BIDIK-KASUSNEWS.COM  — TNI Angkatan Darat menegaskan komitmennya dalam merespons cepat bencana alam yang melanda sejumlah wilayah Indonesia. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Kolonel Inf Donny Pramono, S.E., M.Han., menyampaikan bahwa satuan-satuan komando kewilayahan telah dikerahkan sejak menerima laporan banjir di Aceh dan tanah longsor di Sumatera Barat. Apa yang Terjadi? Dalam beberapa hari terakhir, cuaca ekstrem memicu naiknya debit air sungai dan pergerakan tanah di sejumlah daerah. Kondisi ini menyebabkan banjir di Desa Mutiara, Kecamatan Sawang, Aceh, serta longsor di Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Sumatera Barat. Siapa yang Terlibat? Menurut Kadispenad, aparat teritorial dari berbagai Kodam langsung mengaktifkan langkah tanggap darurat sesaat setelah laporan diterima. “Seluruh jajaran Kodam telah disiagakan dan responsif terhadap setiap kejadian bencana. Begitu informasi mengenai banjir dan longsor diterima, satuan terdekat langsung bergerak melakukan evakuasi, layanan kesehatan, distribusi logistik, hingga pembukaan akses yang tertutup material,” ujar Kolonel Donny. Penanganan di Aceh Kodam Iskandar Muda, melalui satuan Kodim, menurunkan puluhan personel untuk mengevakuasi warga ke tempat aman. Prajurit turut membantu pembersihan rumah, fasilitas umum, serta mendirikan dapur lapangan dan posko kesehatan yang dikoordinasikan bersama BPBD dan pemerintah daerah. Respons di Sumatera Barat Di wilayah Sumbar, prajurit Kodam I/Bukit Barisan dari Kodim dan Yonzipur dikerahkan untuk membuka akses jalan yang tertimbun material longsor. Selain itu, tim turut mendukung proses pencarian warga terdampak dan menyalurkan bantuan logistik ke daerah yang sulit dijangkau. Peralatan dan Metode Penanganan TNI AD juga mengerahkan alat berat untuk mempercepat pembersihan jalur vital masyarakat. Upaya ini ditujukan agar bantuan dapat segera masuk dan mobilitas warga pulih lebih cepat. Mengapa TNI AD Turun Langsung? Kadispenad menegaskan bahwa keberadaan aparat TNI AD dalam penanganan bencana merupakan bagian dari operasi militer selain perang (OMSP) yang berorientasi pada kemanusiaan. “Dalam situasi bencana, kami bekerja bersama pemerintah daerah, BNPB, Polri, dan para relawan. Prioritas utama kami adalah keselamatan warga dan percepatan pemulihan,” tegasnya. Imbauan dan Langkah ke Depan TNI AD mengimbau masyarakat tetap waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem. Satuan teritorial di berbagai wilayah terus meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi untuk meminimalkan dampak bencana lanjutan. Dengan koordinasi terpadu lintas instansi, TNI AD memastikan seluruh proses penanganan darurat dapat berlangsung efektif untuk membantu masyarakat yang terdampak. (Agus)

TAPANULI TENGAH, BIDIK-KASUSNEWS.COM Bencana banjir dan tanah longsor melanda Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah setelah hujan deras terus mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa malam (25/11/2025). Peristiwa ini tidak hanya merendam pemukiman dan memutus akses jalan, tetapi juga menimbulkan korban jiwa serta merusak berbagai fasilitas umum. Menanggapi kondisi darurat tersebut, Kodim 0211/Tapanuli Tengah langsung mengerahkan seluruh personel untuk membantu proses evakuasi warga. Bersama BPBD, Polri, Basarnas, dan pemerintah daerah, prajurit TNI bergerak menuju titik-titik terdampak dengan perahu karet dan kendaraan taktis. Proses penyelamatan difokuskan pada anak-anak, lansia, dan warga yang tinggal di wilayah berpotensi longsor. Tim kesehatan Kodim juga memberikan layanan pertolongan pertama bagi warga yang mengalami luka maupun kondisi gawat darurat. Sementara itu, petugas gabungan terus menyisir pemukiman yang terisolasi akibat tingginya genangan air dan material longsor. Berdasarkan data awal, Kota Sibolga mencatat lima korban meninggal dunia, tiga warga mengalami luka-luka, dan enam lainnya masih dalam pencarian. Di Kabupaten Tapanuli Tengah, empat warga dilaporkan meninggal dunia, meski tidak ada laporan warga hilang. Kerusakan bangunan juga cukup luas, di antaranya 72 rumah rusak, sebagian ruas jalan terputus, serta tiga kendaraan mengalami kerusakan. Di wilayah Tapteng, satu unit rumah juga terdampak. Upaya penanganan bencana menghadapi sejumlah kendala. Akses jalan menuju beberapa lokasi tertutup material longsor, sementara pasokan listrik, jaringan telepon, dan internet di beberapa kawasan dilaporkan padam. Operasional Bandara FL. Tobing Pinang Sori juga belum dapat dipastikan karena terganggunya komunikasi. Meski demikian, Kodim 0211/Tapteng terus memperluas penyisiran dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan longsor susulan. Koordinasi lintas instansi diperkuat untuk mempercepat proses evakuasi, pendistribusian logistik, serta operasi pencarian warga yang belum ditemukan. Kapendam I/BB, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, menegaskan komitmen Kodam I/BB dalam percepatan penanganan bencana di wilayah Sibolga dan Tapteng. “Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Seluruh satuan jajaran Kodam I/BB disiagakan untuk mendukung evakuasi, penanganan darurat, dan pemulihan wilayah terdampak,” ujarnya. Hingga berita ini diturunkan, personel TNI bersama BPBD, Basarnas, pemerintah daerah, dan para relawan masih terus melakukan evakuasi, pembersihan puing, serta membuka jalur yang tertutup material longsor. (Agus)  

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com – Aksi cepat Babinsa bersama petugas Pemadam Kebakaran dan warga berhasil mencegah jatuhnya korban jiwa dalam kebakaran rumah di Kelurahan Bumi Kedamaian, Kecamatan Kedamaian, Kota Bandar Lampung, pada Rabu siang (26/11/2025). Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB di kediaman Jumarni (60), warga yang tinggal di Jalan Am Mangun Diprojo, Gang Damai. Menurut laporan resmi Koramil 410-04/TKT kepada Kodim 0410/KBL, api dapat dipadamkan dalam waktu sekitar 30 menit setelah tim gabungan bergerak cepat ke lokasi. Kronologi Kejadian Kebakaran bermula ketika Jumarni sedang berbincang dengan cucunya, Fatih (15), di dalam rumah. Keduanya mendengar suara keras seperti benda jatuh. Saat mencari sumber suara, mereka melihat asap tebal muncul dari bagian atap, sebelum Fatih melihat kobaran api dari kamar belakang. Sadar rumah mulai terbakar, Jumarni dan keluarganya langsung meminta bantuan tetangga untuk menghubungi Damkar dan Babinsa. Tidak lama kemudian, Babinsa dari pos terdekat tiba dan melakukan pemadaman awal sambil menenangkan warga agar situasi tetap terkendali. Upaya Pemadaman Empat unit mobil Damkar Kota Bandar Lampung dikerahkan ke lokasi. Berkat kerja sama cepat antara Babinsa, petugas Damkar, dan warga, api berhasil dijinakkan sekitar pukul 15.00 WIB. Hasil penyelidikan sementara mengindikasikan bahwa kebakaran diduga akibat konsleting listrik dari salah satu ruangan di bagian belakang rumah. Kerugian dan Dampak Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, rumah mengalami kerusakan cukup parah dengan taksiran kerugian mencapai Rp 40 juta, mencakup kerusakan struktur bangunan dan barang-barang milik korban. Penegasan Aparat Dalam laporan tertulis, Koramil 410-04/TKT menyampaikan bahwa kejadian ini menjadi bukti kesiapsiagaan prajurit TNI di wilayah teritorial dalam memberikan perlindungan dan pertolongan cepat kepada masyarakat. (Agus)

Pondok Gede, Bidik-kasusnews.com — Aksi pencurian yang menyasar Klinik Kecantikan Evorieheal Tcare akhirnya berhasil diungkap dengan cepat oleh Unit Reserse Kriminal Polsek Pondok Gede. Dua pelaku berhasil diamankan hanya beberapa jam setelah laporan diterima, 26 November 2025. Kapolsek Pondok Gede, Kompol Bambang Sugiarto, SH., MH, bersama Kanit Reskrim AKP Slamet Hariyadi, SH, memastikan kasus ini ditangani serius karena meresahkan masyarakat, terlebih lokasi kejadian berada di area pelayanan publik. Kronologi Kejadian Pada pukul 09.00 WIB, pelapor tiba di Klinik Evorieheal Tcare dan mendapati rolling door depan sudah dalam keadaan terbuka. Saat memeriksa bagian dalam, ia terkejut melihat sejumlah barang elektronik hilang, di antaranya: 1 unit handphone Reno 5 1 unit laptop Axio 1 unit TV 32 inch Atas kejadian tersebut, korban kemudian melapor ke Polsek Pondok Gede. Penangkapan Para Pelaku Menindaklanjuti laporan, tim opsnal yang dipimpin AKP Slamet Hariyadi bergerak cepat melakukan penyelidikan. Hasil pengembangan mengarah ke kawasan Kampung Melayu, diduga sebagai tempat persembunyian pelaku. Tidak lama berselang, tim berhasil menangkap dua tersangka: 1. TEKAD, 48 tahun, buruh, warga Desa Tulung Rejo, Pare, Kediri – Jawa Timur. 2. KASTONO, pedagang, warga Rusun Cibesit Blok D, Cipinang Besar Utara, Jatinegara – Jakarta Timur. Keduanya langsung diamankan beserta barang bukti yang digunakan saat melakukan aksi pencurian. Barang Bukti yang Diamankan 2 buah linggis 2 buah obeng 3 buah kunci L 1 unit sepeda motor Honda Vario warna hitam Total kerugian korban ditaksir mencapai Rp 8.000.000. Kapolsek menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan patroli dan respons cepat terhadap laporan warga guna menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah Pondok Gede. (Heri)

MEDAN, BIDIK-KASUSNEWS.COM — Kodam I/Bukit Barisan kembali memperkuat operasi penanganan bencana di Tapanuli Tengah dengan memberangkatkan 204 personel gelombang kedua pada Rabu (26/11/2025). Pengiriman pasukan tambahan ini dipimpin langsung oleh Kasdam I/BB Brigjen TNI Deki Santoso Pattinaya melalui apel pemberangkatan di Lapangan Hijau Makodam I/BB, Medan. Penguatan Pasukan dan Logistik Darurat Menurut Brigjen TNI Deki, total 555 personel kini dikerahkan ke wilayah terdampak, termasuk 341 prajurit yang lebih dahulu berada di lokasi sejak awal kejadian. Penambahan kekuatan ini bertujuan mempercepat proses pencarian, evakuasi, dan pemulihan di berbagai titik yang masih sulit dijangkau. “Kodam I/BB akan terus membantu masyarakat yang terdampak bencana alam. Jaga kesehatan dalam melaksanakan kegiatan, serta jaga nama baik satuan,” kata Kasdam saat menyampaikan amanat Pangdam I/BB Mayjen TNI Rio Firdianto. Selain personel, Kodam I/BB juga mengirimkan peralatan berat dan perlengkapan penanggulangan darurat, seperti excavator, dump truck, dan ambulans. Mobilitas tim penyelamat turut diperkuat dengan 7 unit LCR, 80 life jacket, serta 25 dayung. Untuk mendukung kebutuhan prajurit di lapangan, Kodam I/BB memberangkatkan 10 tenda serbaguna, dua tenda dapur, 200 veldbed, kompor lapangan, serta logistik seperti beras, minyak goreng, air mineral, mi instan, dan sarung. Dramatis: Dua Prajurit Terseret Arus Di Desa Garoga, Kecamatan Batangtoru, personel Koramil 01/Batangtoru Kodim 0212/Tapsel terus membantu evakuasi warga yang terjebak banjir. Situasi sempat berubah dramatis ketika empat personel turun ke area banjir, dan dua di antaranya terseret arus deras akibat peningkatan debit air pada Selasa (25/11/2025). Kedua prajurit tersebut, Sertu Nelwan Abdi Negara dan Serda Dame Ginting, langsung dicari oleh tim gabungan. Sertu Nelwan ditemukan selamat pada pukul 16.35 WIB. Serda Dame Ginting baru ditemukan pada 19.30 WIB di Desa Batu Horing setelah terbawa arus cukup jauh dan berhasil menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi sebelum ditolong warga. Korban dan Kerusakan Masih Terus Didata Hingga kini, TNI bersama BPBD, Pemerintah Daerah, Polri, dan Basarnas masih melakukan pencarian korban serta evakuasi warga di titik-titik rawan. Laporan sementara mencatat: 5 warga meninggal dunia, 4 lainnya masih dalam pencarian, puluhan rumah rusak akibat banjir dan longsor. Operasi terpadu ini masih terus diperkuat seiring kondisi cuaca yang belum stabil dan medan yang sulit diakses. (Agus)