JAKARTA, BIDIK-KASUSNEWS.COM — Upaya pembenahan pelayanan di Samsat Jakarta Selatan kembali mendapat sorotan positif. Di bawah kepemimpinan Kanit Samsat AKP Kharisma Arbita Bangsa, S.I.K., M.Si., berbagai terobosan yang diterapkan terbukti meningkatkan kualitas layanan, mempercepat proses administrasi, serta menekan praktik percaloan. Warga yang datang untuk mengurus pajak kendaraan hingga perpanjangan STNK mengaku merasakan perubahan signifikan. Mulai dari alur pelayanan yang semakin ringkas, pendekatan petugas yang lebih humanis, hingga penataan ruangan yang lebih nyaman dan ramah keluarga. Layanan Digital Diperkuat, Warga Tak Perlu Selalu Datang ke Kantor Salah satu inovasi utama adalah optimalisasi layanan daring yang memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran kewajiban pajak maupun pengesahan STNK secara online. Kehadiran sistem ini dinilai mempermudah wajib pajak, terutama yang memiliki mobilitas tinggi. Selain itu, Samsat Keliling (Samling) digiatkan di sejumlah lokasi strategis untuk menjangkau warga yang tinggal jauh dari kantor induk. Kehadiran Samling terbukti efektif mengurangi antrean sekaligus memperluas akses pelayanan. Program Pemutihan Pajak Disambut Antusias Program pemutihan pajak kendaraan bermotor yang memberikan keringanan denda tunggakan juga mendapat respons positif dari masyarakat. Program ini tidak hanya meningkatkan kepatuhan pajak, tetapi juga membantu mendongkrak penerimaan daerah. Komitmen Tegas Berantas Calo dan Pungli AKP Kharisma menegaskan bahwa seluruh bentuk pungutan liar dan praktik percaloan tidak akan ditoleransi. Seluruh layanan harus dilaksanakan sesuai prosedur resmi agar masyarakat memperoleh pelayanan yang aman, adil, dan transparan. Sebagai bentuk kontrol, Samsat Jakarta Selatan menyediakan mekanisme pengaduan serta memastikan setiap petugas menjalankan tugas sesuai SOP. Ruang Pelayanan Diperbarui, Ramah Warga dan Anak Untuk kenyamanan pemohon, ruang pelayanan kini dilengkapi dengan pendingin ruangan, sistem antrean elektronik, serta area bermain anak. Selain itu, tersedia biro jasa resmi terdaftar bagi warga yang membutuhkan bantuan tanpa melanggar ketentuan. Samsat Menyapa dan Layanan Humanis Setiap Jumat Melalui program “Samsat Menyapa”, petugas turun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya membayar pajak tepat waktu dan manfaatnya bagi pembangunan daerah. Setiap hari Jumat, Samsat Jakarta Selatan juga menyediakan konsumsi gratis pada waktu makan siang sebagai bentuk pelayanan humanis dan kedekatan dengan masyarakat. Informasi Layanan Mudah Diakses Masyarakat dapat memantau jadwal Samsat Keliling, informasi pemutihan pajak, serta layanan lainnya melalui kanal resmi Samsat Jakarta Selatan atau langsung mendatangi kantor layanan terdekat. ( Agus )

JAKARTA, BIDIK-KASUSNEWS.COM — Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) sekaligus Wakil Ketua Badan Pertimbangan Aparatur Sipil Negara (BPASN), Prof. Zudan, mengetuk palu pemberhentian terhadap 13 Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam sidang banding administratif yang digelar di Jakarta, Kamis (27/11/2025). Sidang tersebut menguji 16 kasus pelanggaran disiplin yang diajukan oleh ASN dari berbagai instansi. Dalam keterangan resmi, Prof. Zudan menjelaskan bahwa ragam pelanggaran yang dibawa ke meja sidang kali ini cukup beragam, mulai dari tidak masuk kerja, pemalsuan dokumen, pernikahan kedua tanpa izin, hidup bersama tanpa ikatan pernikahan, perceraian tanpa izin, pelanggaran integritas, hingga penyalahgunaan wewenang dan pungutan liar. “Dari total 16 kasus yang disidangkan, BPASN memperkuat keputusan terhadap 10 kasus pelanggaran, memperingan empat kasus, dan dua kasus dibatalkan keputusannya berdasarkan hasil kajian serta fakta persidangan,” tegas Prof. Zudan. Ia menekankan bahwa putusan-putusan tersebut menjadi pengingat keras bagi seluruh ASN agar menjalankan tugas sesuai koridor hukum dan etika profesi. “ASN harus patuh pada aturan. Semua wajib berpedoman pada UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, PP Nomor 11 Tahun 2017 jo. PP Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajemen PNS, serta PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS,” ujarnya. Seluruh sanksi yang dibahas dalam sidang ini merupakan keputusan awal dari Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di masing-masing instansi. BPASN memastikan bahwa setiap putusan telah melalui penelaahan mendalam dan sesuai ketentuan hukum. Hasil sidang banding ini nantinya akan dikirimkan kepada ASN yang mengajukan banding, PPK instansi terkait, serta pejabat berwenang lainnya. Prof. Zudan menegaskan, BPASN akan terus menjadi garda penjaga integritas birokrasi, sehingga kualitas pelayanan publik dan kepercayaan masyarakat terhadap ASN tetap terjaga. (Agus)

JAKARTA, BIDIK-KASUSNEWS.COM — Upaya percepatan penanganan bencana di Sumatera terus digencarkan. TNI Angkatan Darat melalui Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) kembali mengerahkan kekuatan udara untuk menyalurkan bantuan logistik bagi warga yang terisolasi di wilayah Sibolga, Sabtu (29/11/2025). Dua helikopter milik TNI AD, masing-masing Mi-17 dan Bell 412, menjalankan misi distribusi darurat setelah sebelumnya diberangkatkan menuju Pekanbaru. Akses darat yang masih terputus akibat bencana membuat proses penyaluran bantuan hanya memungkinkan dilakukan dari udara. Tim penerbang melaksanakan air dropping bantuan berupa makanan siap saji, beras, mie instan, biskuit, dan kebutuhan pokok lainnya. Seluruh paket bantuan dijatuhkan secara terukur di titik koordinat yang telah disurvei sebelumnya, mengingat kondisi medan dan cuaca tidak memungkinkan helikopter untuk melakukan pendaratan. Misi dimulai dari pergerakan helikopter dari Silangit menuju Sibolga. Setibanya di atas area terdampak, kedua heli melakukan beberapa putaran orbiting untuk memastikan titik penurunan bantuan aman, dapat dijangkau warga, dan tidak membahayakan masyarakat di bawah. Koordinasi antara awak udara, prajurit TNI AD di darat, pemerintah daerah, dan aparat lain menjadi faktor kunci keberhasilan distribusi tersebut. Selain menyalurkan logistik, tim Puspenerbad juga melakukan peninjauan udara untuk memetakan kondisi geografis sekaligus mengidentifikasi wilayah yang masih terisolasi. Data visual dari aerial survey ini akan menjadi dasar penentuan dukungan tahap berikutnya, terutama bagi daerah yang belum dapat ditembus jalur darat. TNI AD menegaskan bahwa dukungan udara ini akan dilanjutkan secara berkala untuk mempercepat pemulihan dan memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi. (Agus)

Jakarta, Bidik-kasusNews.com  — Polri memastikan kesiapan penuh dalam upaya membantu masyarakat yang terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pengiriman bantuan kemanusiaan dijadwalkan berlangsung besok, Sabtu (29/11/2025), setelah rangkaian koordinasi lintas satuan dan penyelarasan kebutuhan logistik rampung dilakukan. Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menjelaskan bahwa Polri menempatkan ketepatan sasaran dan kecepatan distribusi sebagai prioritas utama. Komunikasi intensif dengan jajaran Polda di wilayah terdampak terus dilakukan untuk memastikan setiap bantuan sesuai kebutuhan di lapangan. “Polri telah menyiapkan langkah percepatan penyaluran bantuan. Saat ini proses penyempurnaan kebutuhan dari wilayah terdampak terus berjalan, termasuk penyusunan manifest barang yang akan diberangkatkan,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo di Jakarta. Dari sektor transportasi udara, Ditpoludara Polri menyatakan bahwa beberapa pesawat telah disiagakan di Mako Ditpoludara Pondok Cabe. Armada tersebut siap diberangkatkan sesuai instruksi pimpinan, dengan titik pendaratan menyesuaikan situasi terkini di daerah bencana guna memastikan distribusi berjalan efektif dan aman. Selain kesiapan armada, sejumlah crew penerbangan Polri juga telah disiapkan untuk mendukung misi kemanusiaan ini. Mereka akan memastikan proses pengangkutan logistik berlangsung lancar, mulai dari keberangkatan hingga penyaluran ke lokasi paling membutuhkan. Dengan kesiapan personel serta sarana pendukung, Polri menegaskan komitmennya untuk hadir cepat dan responsif membantu pemulihan masyarakat di tiga provinsi yang sedang menghadapi dampak bencana. (Agus)

PADANG, BIDIK-KASUSNEWS.COM  — Bantuan logistik dari Mabes Polri untuk penanganan banjir dan longsor di Sumatera Barat resmi tiba di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Sabtu (29/11/2025) pukul 10.21 WIB. Bantuan tersebut langsung diserahkan kepada jajaran Polda Sumbar di Hangar BIM dan diterima oleh Kepala Biro Logistik Polda Sumbar, Direktur Polisi Perairan Polda Sumbar, serta Kabid Humas Polda Sumbar. Setibanya di Padang, seluruh bantuan kemudian dibawa ke Polda Sumbar untuk proses pendataan, pengecekan, dan konsolidasi sebelum didistribusikan ke daerah-daerah terdampak. Total bantuan yang diterima untuk wilayah Padang mencapai 2.507,5 kilogram, yang akan dikelola sesuai mekanisme penanganan bencana Polda Sumbar. Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa Polri bergerak cepat memastikan bantuan dari Mabes Polri tersalurkan secara tepat dan efektif. “Begitu bantuan tiba, seluruh rangkaian pengecekan dan konsolidasi langsung dilakukan agar proses distribusi berjalan optimal. Polri berkomitmen memastikan bantuan ini segera diterima masyarakat yang paling membutuhkan,” ujarnya. Wilayah Prioritas Distribusi Brigjen Trunoyudo menjelaskan bahwa pendistribusian bantuan akan dipusatkan pada wilayah yang mengalami dampak paling parah. “Prioritas utama diarahkan ke Kota Solok, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, dan Kota Padang. Daerah-daerah ini mengalami kerusakan signifikan, jumlah pengungsi tinggi, dan medan yang tidak mudah dijangkau,” terangnya. Penetapan wilayah prioritas dilakukan berdasarkan laporan jajaran Polres serta pemetaan terbaru kondisi di lapangan. “Kami memastikan bantuan menjangkau wilayah yang sulit sekalipun. Kebutuhan para pengungsi tetap menjadi fokus utama kami,” tambahnya. Wilayah Dampak Menengah Tetap Menjadi Perhatian Selain daerah prioritas, Polri juga menyiapkan distribusi ke wilayah terdampak menengah, di antaranya Kabupaten Pasaman, Pasaman Barat, Kabupaten Solok, Kota Padang Panjang, dan Kota Pariaman. “Meski tingkat pengungsian tidak sebesar wilayah prioritas utama, kebutuhan masyarakat di daerah ini tetap harus dipenuhi, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil,” kata Brigjen Trunoyudo. Di akhir keterangannya, ia menegaskan bahwa Polri akan terus memantau perkembangan situasi dan menyesuaikan pola distribusi sesuai dinamika kebutuhan di lapangan. “Kami terus berkoordinasi dengan seluruh jajaran agar bantuan ini benar-benar memberi manfaat dan meringankan beban warga terdampak,” pungkasnya. (Agus)

Padang Panjang, Bidik-kasusnews.com Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol menyampaikan perkembangan terbaru terkait operasi pencarian dua personel TNI AD dari Subdenpom XX/5 Padang Panjang yang hilang kontak pada Kamis lalu saat melaksanakan tugas kemanusiaan dalam evakuasi masyarakat terdampak longsor di Jembatan Kembar Silaiang Bawah, Padang Panjang. Pada Jumat, (28/11/2025) sekitar pukul 14.05 WIB, satu dari dua personel yang hilang tersebut berhasil ditemukan di sekitar aliran Sungai Batang Anai, tepatnya di wilayah Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Korban adalah Prada Zeni Marpaung, yang ditemukan dalam kondisi gugur. Proses identifikasi dilakukan oleh Tim Inafis Polda Sumatera Barat sebelum dinyatakan resmi sebagai Prada Zeni Marpaung dari Subdenpom XX/5 Padang Panjang. Prada Zeni Marpaung bersama rekannya, Pelda Yudi Gusnadi, sebelumnya hilang kontak saat tengah membantu evakuasi warga terdampak longsor. Sejak kejadian berlangsung, upaya pencarian dilakukan secara intensif oleh tim gabungan TNI, Polri, Basarnas, BPBD, dan unsur pemerintah daerah. Kapendam XX/Tuanku Imam Bonjol Letkol Kav Taufiq, S.Sos., M.M., mewakili Panglima dan keluarga besar Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas gugurnya prajurit terbaik TNI AD dalam menjalankan tugas kemanusiaan. “Musibah ini tidak hanya meninggalkan duka bagi masyarakat Sumbar, tetapi juga bagi keluarga besar Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol. Kami memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas pengabdian dan dedikasi Almarhum Prada Zeni Marpaung,” ujarnya. Saat ini, jenazah Almarhum Prada Zeni Sukma Marpaung telah berada di RST Dr. Reksodiwiryo untuk proses penyerahan kepada keluarga, sebelum dimakamkan secara militer di kampung halaman di Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Sementara itu, pencarian terhadap satu personel lainnya, Pelda Yudi Gusnadi, masih terus dilanjutkan oleh tim gabungan dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan mengingat kondisi medan yang masih labil. (Agus)

BANDAR LAMPUNG, BIDIK-KASUSNEWS.COM Semangat kolaborasi dan kepedulian warga kembali terlihat dalam kegiatan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di Kelurahan Perumnas Way Kandis, Kecamatan Tanjung Senang, Jumat (28/11/2025) malam. Babinsa setempat, Serka Supriyadi, memimpin langsung patroli rutin yang melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk memastikan keamanan wilayah tetap kondusif. Patroli dimulai pukul 21.00 WIB dari Pos Siskamling Perumnas Way Kandis. Meski kegiatan ini rutin dilaksanakan, kehadiran langsung Babinsa dalam mengoordinasikan jalannya patroli menegaskan komitmen TNI AD dalam memperkuat stabilitas keamanan di tingkat paling bawah. “Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Siskamling adalah benteng pertama kita. Dengan kebersamaan ini, potensi gangguan kamtibmas seperti pencurian bisa dicegah sejak dini,” ujar Serka Supriyadi kepada Harian Umum Nusantara usai memimpin apel persiapan sebelum patroli dimulai. Ia juga menekankan pentingnya rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi kewajiban seluruh warga agar aktivitas masyarakat dapat berlangsung aman dan nyaman. Kegiatan Siskamling kali ini semakin kuat dengan hadirnya berbagai organisasi kemasyarakatan (Ormas), seperti FKPPI dan Pemuda Pancasila, yang turut berjalan bersama Babinsa dan warga. Kepala Lingkungan, Ketua RT 02, Linmas, serta masyarakat setempat juga berada dalam barisan yang mengikuti jalannya patroli. “Keamanan adalah tugas bersama. TNI tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan Ormas, perangkat lingkungan, dan warga adalah kekuatan utama,” ujar salah satu perwakilan FKPPI yang ikut serta dalam kegiatan tersebut. Koramil 410-04/Tanjung Karang Timur (TKT) melaporkan bahwa seluruh rangkaian patroli malam itu berjalan aman, tertib, dan tanpa gangguan. Selain memperkuat keamanan, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi yang efektif untuk mempererat komunikasi antara warga dan aparat. Melalui gerakan bersama seperti Siskamling ini, masyarakat Perumnas Way Kandis menunjukkan bahwa persatuan dapat menjadi modal penting dalam menjaga ketertiban lingkungan. Keberhasilan patroli malam tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain untuk terus menghidupkan budaya gotong royong demi terciptanya keamanan yang berkelanjutan. (Agus)

PADANG PANJANG, BIDIK-KASUSNEWS.COM Tanah longsor melanda kawasan Jembatan Kembar Silaiang Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, sekitar pukul 10.00 WIB. Pergerakan material tanah dari tebing menyebabkan badan jalan tertimbun serta sejumlah rumah warga mengalami kerusakan. Pada saat proses penanganan dan evakuasi masyarakat berlangsung, longsor susulan kembali terjadi dan menimpa para petugas yang berada di lokasi. Tiga personel TNI AD yang saat itu tengah membantu evakuasi ikut terdampak material longsor. Kapendam XX/TIB Letkol Kav Taufiq, S.Sos., M.M., menjelaskan bahwa berdasarkan informasi awal, dua personel Subdenpom XX/5 Padang Panjang dinyatakan hilang kontak, yakni Pelda Yudi Gusnadi dan Prada Zeni Marpaung. Sementara itu, satu personel lainnya, Serda Robi, Babinsa Koramil X/Koto Kodim 0307/Tanah Datar, telah ditemukan dalam kondisi gugur dan jenazahnya telah berhasil dievakuasi. “Mereka adalah prajurit terbaik yang gugur saat menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara, khususnya di wilayah Sumbar yang kita cintai. Mari kita berdoa bersama agar bencana ini segera berakhir,” ujar Kapendam. Hingga saat ini, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, relawan, dan pemerintah daerah terus melanjutkan pencarian terhadap dua personel TNI yang masih hilang, serta melakukan pembersihan material longsor untuk membuka kembali akses yang tertutup. Upaya dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel, mengingat kondisi tanah yang masih labil. (Agus)

CIREBON, BIDIK-KASUSNEWS.COM Sidang sengketa konsumen antara Ariyanto dan PDAM Tirta Jati Kabupaten Cirebon kembali digelar di Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Cirebon, Jumat (28/11). Namun, seperti sidang sebelumnya, pihak PDAM kembali tidak hadir, memicu sorotan serius dari Majelis BPSK. Sidang yang dipimpin Ketua Majelis, Dr. H. Rodiya, ST., MM., mengagendakan pembacaan posisi perkara. Ketidakhadiran PDAM kian memperkuat dugaan publik bahwa perusahaan daerah tersebut tidak menunjukkan itikad baik dalam menghadapi keluhan masyarakat terkait lonjakan tagihan air. “Kami akan melayangkan pemanggilan kembali kepada PDAM Tirta Jati. Majelis butuh mendengar langsung alasan dan penjelasan resmi mereka agar putusan nantinya adil dan tidak merugikan pihak mana pun,” tegas Rodiya saat membuka sidang. BPSK: Lonjakan Tagihan Bukan Kasus Tunggal, Diduga Fenomena Gunung Es Dalam persidangan, Majelis mengungkapkan bahwa kasus Ariyanto bukan satu-satunya laporan terkait tagihan air melonjak drastis. BPSK menyebut persoalan ini sebagai indikasi masalah yang jauh lebih besar. “Lonjakan signifikan tagihan air ini harus dijelaskan secara terbuka. Jangan sampai masyarakat dibebani akibat kesalahan sistem atau kelalaian teknis, sementara pelaku usaha justru memilih bungkam,” kata Rodiya. Untuk memastikan penyelesaian cepat dan akurat, Majelis menetapkan bahwa BPSK akan membuka waktu sidang khusus setiap hari Jumat bagi perkara-perkara serupa. Ancaman Tegas: Tiga Kali Dipanggil, PDAM Bisa Diajukan ke Pengadilan Ketua Majelis menegaskan bahwa BPSK hanya dapat memaksimalkan penyelesaian sengketa jika pelaku usaha hadir. Bila PDAM tetap mangkir hingga tiga kali pemanggilan resmi, BPSK akan menyerahkan jalur penyelesaian ke ranah peradilan. “Jika setelah tiga kali pemanggilan PDAM tetap tidak hadir, kami sarankan konsumen menempuh gugatan perdata di Pengadilan Negeri. Kewenangan kami terbatas apabila pelaku usaha tidak kooperatif,” ujarnya. Ketidakhadiran berulang dari PDAM Tirta Jati menambah daftar panjang keresahan masyarakat mengenai transparansi tagihan, akurasi pencatatan meteran, hingga dugaan kesalahan sistem distribusi air. Publik Mendesak: Transparansi dan Tanggung Jawab Kasus yang diajukan Ariyanto kini menjadi simbol perlawanan warga terhadap tagihan air yang melonjak tanpa penjelasan memadai. Publik menuntut PDAM Tirta Jati bersikap terbuka, menjelaskan data secara jujur, dan bertanggung jawab atas keluhan pelanggan. PDAM kini berada pada titik krusial: Hadir dan memberikan klarifikasi, atau bersiap menghadapi gugatan di meja hijau. Hingga saat ini, masyarakat masih menanti langkah konkret PDAM. Apakah perusahaan akan membuka data, menghadiri sidang, dan memberikan jawaban? Atau tetap memilih diam di tengah meningkatnya ketidakpercayaan publik? (Amin)

Padang Panjang, Bidik-kasusnews.com — TNI Angkatan Darat kembali menunjukkan respons cepat dalam membantu masyarakat terdampak bencana. Hujan deras berkepanjangan yang mengguyur Kota Padang Panjang sejak dini hari, Jumat (28/11/2025), memicu banjir serta longsor di sejumlah titik. Dalam situasi darurat tersebut, prajurit Yonif 131/Braja Sakti (BRS) Kodam XX/TIB dikerahkan untuk membantu evakuasi warga dan melaksanakan penanganan awal di lokasi terdampak. Curah hujan ekstrem membuat beberapa sungai meluap dan material longsor menutup akses jalan serta merusak rumah warga. Menyikapi kondisi yang berkembang cepat, prajurit TNI AD dari Yonif 131/BRS langsung bergerak menuju lokasi untuk membantu keluarga yang masih terjebak di rumah, mengevakuasi warga lansia dan anak-anak, serta memberikan pertolongan pertama kepada masyarakat yang mengalami luka ringan. Setibanya di lapangan, personel TNI AD bersama BPBD, Basarnas, dan aparat pemerintah daerah melakukan koordinasi untuk mempercepat proses penanganan. Para prajurit membantu membuka akses yang tertutup material longsor, mengevakuasi barang berharga milik warga, dan mendirikan titik pengungsian sementara untuk menampung masyarakat yang harus meninggalkan rumah mereka. Komandan Yonif 131/BRS, Letkol Inf Dedy Harnoto, menyampaikan bahwa seluruh upaya ini merupakan perintah langsung Pangdam XX/TIB Mayjen TNI Arief Gajah Mada, S.E., M.M., sebagai wujud kehadiran TNI AD dalam kondisi apa pun. “Prajurit kami bergerak cepat untuk membantu masyarakat yang tertimpa bencana. Saat ini fokus utama adalah menyelamatkan warga dan memastikan mereka berada di tempat aman. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk mempercepat pemulihan,” ujarnya. Hingga saat ini, prajurit Yonif 131/BRS masih berada di lapangan untuk memastikan jalur evakuasi tetap aman, membantu pendataan korban, serta memberikan dukungan logistik kepada warga yang mengungsi. Pemantauan terus dilakukan mengingat potensi hujan susulan masih mungkin terjadi. Pangdam XX/TIB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan aparat di lapangan demi mengurangi risiko tambahan akibat cuaca yang belum stabil. (Agus)