BANDAR LAMPUNG, BIDIK-KASUSNEWS.COM Semangat heroik Pertempuran Ambarawa 1945 kembali bergema di Bumi Radin Inten. Lapangan Saburai Enggal, Senin pagi, menjadi lokasi pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Juang TNI Angkatan Darat (AD) Tahun 2025 yang berlangsung khidmat dengan mengusung tema “TNI AD Manunggal dengan Rakyat untuk Indonesia Bersatu, Berdaulat, Sejahtera, dan Maju.” Upacara dipimpin langsung Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, dan diikuti sekitar 700 peserta dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta para veteran. Turut hadir Komandan Kodim 0410/Kota Bandar Lampung (KBL), Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Dalam amanatnya, Pangdam XXI/Radin Inten menegaskan bahwa peringatan Hari Juang Kartika tidak sekadar mengenang sejarah kemenangan Tentara Keamanan Rakyat bersama rakyat dalam Pertempuran Ambarawa pada 15 Desember 1945, namun menjadi pengingat jati diri TNI AD sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, dan tentara nasional. Kekuatan TNI AD, kata Pangdam, bersumber dari kemanunggalan dengan rakyat. Kolonel Arm Roni Hermawan tampak menyimak amanat tersebut bersama para pejabat utama, di antaranya Danrem 043/Garuda Hitam Brigjen TNI Haryantama dan Kapolresta Bandar Lampung. Kehadirannya mencerminkan peran strategis Kodim 0410/KBL sebagai ujung tombak satuan teritorial dalam membangun sinergi lintas sektor demi stabilitas dan kemajuan daerah. Bagi Kodim 0410/KBL, Hari Juang TNI AD bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk menerjemahkan nilai perjuangan ke dalam aksi nyata. Hal itu telah diwujudkan melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan yang digelar secara berkelanjutan. Pada peringatan Hari Juang tahun 2022, Kodim 0410/KBL menginisiasi donor darah bekerja sama dengan PMI dan RS DKT, santunan anak yatim, serta sunatan massal bagi warga kurang mampu. Sementara menjelang peringatan ke-78 tahun 2023, personel Kodim bersama Polri, Pemda, dan masyarakat melaksanakan gotong royong membersihkan saluran air di Kelurahan Sukamaju sebagai langkah antisipasi banjir. Kegiatan tersebut mendapat apresiasi luas dari masyarakat setempat. Aksi-aksi tersebut menjadi cerminan tema kemanunggalan TNI AD dengan rakyat, di mana kehadiran prajurit tidak hanya dalam konteks pertahanan, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap kesejahteraan dan ketahanan sosial masyarakat. Sebagai pimpinan Kodim 0410/KBL, Kolonel Arm Roni Hermawan menilai sinergi dan kedekatan dengan rakyat merupakan kunci menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks di era globalisasi. Melalui koordinasi yang kuat dengan Forkopimda dan peningkatan kualitas sumber daya prajurit, ia berkomitmen menjaga kepercayaan masyarakat serta memperkokoh stabilitas wilayah Kota Bandar Lampung. Upacara peringatan Hari Juang TNI AD Tahun 2025 ditutup pada pukul 09.40 WIB. Seluruh peserta kemudian kembali ke satuan masing-masing dengan membawa semangat perjuangan para pendahulu untuk terus diwujudkan dalam pengabdian kepada rakyat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Agus)

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com — Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus diperkuat jajaran TNI AD di wilayah Kota Bandar Lampung. Sejumlah Bintara Pembina Desa (Babinsa) di bawah Komando Rayon Militer (Koramil) 410-01/Panjang Jaya, Kodim 0410/KBL, melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) secara intensif bersama elemen masyarakat dan perangkat kelurahan, Minggu (14/12/2025). Kegiatan Komsos yang digelar secara serentak di tiga kecamatan tersebut bertujuan membangun sinergi, meningkatkan kewaspadaan kolektif, serta menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif. Pendekatan dialogis ini menjadi bagian dari strategi pembinaan teritorial Babinsa dalam merespons dinamika keamanan di wilayah binaan. Di Kecamatan Panjang, Komsos dipimpin oleh Sertu Sepri Mulyadi selaku Babinsa Kelurahan Pidada. Ia berdialog bersama lurah, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat setempat dengan fokus pembahasan pada pencegahan tindak kriminalitas, khususnya kasus pencurian, guna menjaga stabilitas keamanan lingkungan. Sementara itu, di Kecamatan Sukabumi, Peltu Jajang selaku Babinsa Kelurahan Nusantara Permai menggelar komunikasi bersama ketua RT, anggota Linmas, serta warga. Dalam pertemuan tersebut ditekankan pentingnya memperkuat silaturahmi dan menjaga kerukunan antarwarga sebagai pondasi utama terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif. Adapun di Kecamatan Sukarame, Serka Riyatno selaku Babinsa Kelurahan Waydadi Baru melakukan koordinasi dengan lurah, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat. Diskusi difokuskan pada pentingnya koordinasi dan komunikasi berkelanjutan antarwarga dalam menjaga keamanan lingkungan tempat tinggal. Seluruh rangkaian kegiatan Komsos berlangsung tertib, aman, dan mendapat respons positif dari masyarakat. Melalui pendekatan yang humanis dan adaptif ini, Babinsa Koramil 410-01/Panjang Jaya tidak hanya menjalankan tugas pembinaan wilayah, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kegiatan tersebut sekaligus mencerminkan komitmen TNI AD, khususnya Koramil Panjang Jaya, dalam mengimplementasikan nilai-nilai PRIMA (Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Adaptif) sebagai landasan pengabdian kepada masyarakat serta wujud nyata kehadiran TNI di tengah rakyat. (Agus)

Bekasi, Bidik-kasusnews.com – Alih-alih menunjukkan tanggung jawab moral dan profesional, krisis yang membelit RS Karunia Kasih Jatiwaringin justru kian menampakkan wajah buramnya. Di tengah sorotan publik atas dugaan penolakan pasien wartawan Yusup Bahtiar, muncul seorang oknum yang mengaku dari FJR dan mengklaim sebagai utusan manajemen rumah sakit. Klaimnya mencengangkan: ia mengutus seorang dengan pesan ajakan “ngopi bareng”. Manuver ini dinilai bukan sekadar keliru, melainkan menghina akal sehat publik. Persoalan yang menyangkut nyawa manusia, etika pelayanan kesehatan, serta martabat profesi wartawan direduksi menjadi obrolan santai tanpa dasar kewenangan, tanpa dokumen resmi, dan tanpa keberanian manajemen tampil terbuka. Pertanyaan keras pun mengemuka: Siapa oknum ini sebenarnya? Atas mandat siapa ia berbicara? Apakah manajemen RS Karunia Kasih benar-benar bersembunyi di balik pihak ketiga untuk meredam badai kritik? Hingga berita ini diturunkan, manajemen RS Karunia Kasih belum memberikan pernyataan resmi yang mengonfirmasi ataupun membantah klaim oknum FJR tersebut. Tidak ada klarifikasi tertulis, tidak ada konferensi pers, dan tidak ada transparansi data terkait kondisi ketersediaan kamar saat insiden terjadi. Yang tersisa hanyalah klaim sepihak dan pendekatan informal yang sarat aroma pengaburan masalah. Jika klaim oknum tersebut tidak benar, maka publik dihadapkan pada dugaan pencatutan nama manajemen rumah sakit—sebuah persoalan serius yang tak kalah memalukan. Namun jika klaim itu benar, maka yang lebih mengkhawatirkan adalah cara berpikir manajemen RS Karunia Kasih sendiri, yang memilih jalur ngopi-ngopi ketimbang pertanggungjawaban institusional. “Ini bukan konflik pribadi yang bisa selesai dengan kopi. Ini soal hak pasien dan kebebasan pers. Cara seperti ini justru memperlihatkan krisis etika yang akut,” tegas salah satu insan pers yang mengikuti perkembangan kasus ini. Kasus RS Karunia Kasih kini telah melampaui dugaan penolakan pasien. Ia berubah menjadi potret kegagalan manajemen krisis, arogansi kekuasaan, dan ketidakmampuan menghadapi publik secara jujur dan terbuka. Desakan agar Dinas Kesehatan, organisasi profesi medis, dan aparat penegak hukum turun tangan secara tegas semakin menguat. Publik kini menunggu dengan nada murka: Apakah manajemen RS Karunia Kasih akan berani muncul ke hadapan publik dengan sikap ksatria, atau terus bersembunyi di balik oknum, klaim “mengaku”, dan ajakan “ngopi bareng” yang justru memperdalam luka dan kemarahan? Heri Ubay

Kota Bekasi, Bidik-kasusnews.com – Sudah satu minggu berlalu, kasus dugaan penolakan pasien gawat darurat terhadap wartawan Yusup Bahtiar oleh RS Karunia Kasih Jatiwaringin dengan alasan kamar penuh hingga kini masih belum menemukan kejelasan dan dinilai ambigu oleh insan pers. Belum adanya klarifikasi resmi yang transparan dari pihak rumah sakit menimbulkan kekecewaan di kalangan jurnalis, karena kasus tersebut menyangkut keselamatan nyawa manusia. Insan pers mengaku teriris atas peristiwa tersebut, terlebih jika dibandingkan dengan pelayanan RSUD Pondok Gede yang dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap keselamatan pasien, hingga berhasil menyelamatkan nyawa wartawan Yusup Bahtiar. Di sisi lain, bentuk kepedulian dan solidaritas juga ditunjukkan oleh jajaran Polsek Pondok Gede yang langsung menjenguk dan memberikan dukungan moral kepada wartawan Yusup Bahtiar agar tetap kuat dan segera pulih. Ucapan apresiasi disampaikan kepada Wakapolsek Pondok Gede AKP Kusnandar, Panit Binmas Iptu Supardi, Kanit Lantas Iptu Parlan, serta Kanit Samapta Iptu Slamet Riyadi, yang dinilai cepat tanggap dan peduli terhadap sahabat wartawan. Hingga berita ini diterbitkan, insan pers masih menunggu penjelasan resmi dari pihak RS Karunia Kasih Jatiwaringin, serta langkah tegas dari Dinas Kesehatan Kota Bekasi, agar persoalan ini tidak terus berlarut dan menjadi preseden buruk dalam pelayanan kesehatan, khususnya penanganan pasien gawat darurat. Heri

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com — Dalam rangka menyambut Hari Juang TNI Angkatan Darat (AD) Tahun 2025, Komando Distrik Militer (Kodim) 0410/Kota Bandar Lampung menggelar kegiatan bakti sosial bertajuk “Kodam XXI/RI Berbagi”, Sabtu (13/12/2025) pagi. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian TNI AD terhadap masyarakat di wilayah binaannya.(13/12/2025) Bakti sosial yang mengusung tema “TNI AD Manunggal dengan Rakyat untuk Indonesia Bersatu, Berdaulat, Sejahtera dan Maju” tersebut dipusatkan di Makodim 0410/KBL, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Gunung Agung, Kota Bandar Lampung. Kegiatan dipimpin langsung oleh Dandim 0410/KBL, Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., didampingi Mayor Inf H.G. Sinaga selaku Pgs Pasi Ter sekaligus Danramil 410-01/Panjang, Kapten Inf Sitorus selaku Wadanramil 410-03/Teluk Betung Utara, serta jajaran Babinsa. Turut hadir dan berpartisipasi perwakilan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Lampung, di antaranya Steven, Aliang, dan Andri, bersama warga masyarakat penerima bantuan. Rangkaian kegiatan diawali dengan penyerahan santunan secara simbolis kepada perwakilan warga pada pukul 09.30 WIB di halaman Makodim. Selanjutnya, rombongan yang dipimpin Dandim bergerak ke wilayah Kelurahan Susunan Baru untuk menyalurkan bantuan secara langsung dari rumah ke rumah (door-to-door) kepada warga yang membutuhkan. Menurut Kolonel Arm Roni Hermawan, kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk sinergi antara TNI AD dan elemen masyarakat dalam menumbuhkan rasa kepedulian sosial. “Momentum Hari Juang TNI AD kami maknai sebagai ajang untuk semakin mendekatkan diri kepada rakyat. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus mempererat kebersamaan,” ujarnya. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh keakraban hingga selesai pada pukul 10.40 WIB. Diharapkan, aksi sosial tersebut tidak hanya memberikan manfaat secara langsung bagi penerima, tetapi juga memperkuat hubungan emosional dan solidaritas antara TNI dan masyarakat di Kota Bandar Lampung. (Agus)

BANDAR LAMPUNG, BIDIK-KASUSNEWS.COM Upaya pembinaan karakter generasi muda terus dilakukan TNI melalui pendekatan edukatif dan persuasif. Babinsa Koramil 410-02/Teluk Betung Selatan, Kodim 0410/Kota Bandar Lampung, Sertu Hendri Yanto, memberikan materi Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) kepada puluhan siswa SMP Negeri 26 Bandar Lampung, Sabtu (13/12/2025). Kegiatan yang digelar di Lapangan SMPN 26, Kelurahan Kemiling Raya, Kecamatan Kemiling tersebut diikuti sebanyak 65 siswa, terdiri dari 30 siswa putra dan 35 siswa putri. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sejak dimulai pukul 09.30 WIB hingga menjelang siang. Dalam kegiatan tersebut, Sertu Hendri Yanto menyampaikan dua materi utama, yakni Wawasan Kebangsaan (Wasbang) dan Peraturan Baris Berbaris (PBB). Materi Wasbang diberikan untuk menanamkan rasa cinta tanah air, semangat bela negara, serta pemahaman nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, latihan PBB bertujuan membentuk sikap disiplin, kekompakan, dan tanggung jawab, baik secara individu maupun kelompok. “Kami ingin membentuk karakter siswa yang disiplin, berjiwa pemimpin, serta memiliki rasa nasionalisme yang kuat. Nilai-nilai ini penting sebagai bekal mereka di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat,” ujar Sertu Hendri Yanto di sela kegiatan. Kegiatan LDK ini turut dihadiri Pembina Pramuka SMPN 26 Bandar Lampung, Evan, S.Pd., serta guru pendamping Choiril Anuar, S.Pd.I., dan Triana, S.Pd. Pihak sekolah menyambut positif sinergi antara TNI dan dunia pendidikan yang dinilai efektif dalam membangun mental, moral, serta fisik peserta didik. Menurut perwakilan guru, kehadiran Babinsa memberikan motivasi tersendiri bagi siswa untuk belajar disiplin, menghargai kebersamaan, serta memiliki kepedulian terhadap bangsa dan negara. Kegiatan berlangsung tertib, aman, dan penuh semangat hingga berakhir sekitar pukul 11.50 WIB. Melalui kegiatan ini, Kodim 0410/KBL bersama jajaran Koramil menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam membina generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa yang berintegritas dan berkarakter kuat. (Agus)

JAKARTA, BIDIK-KASUSNEWS.COM — Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri menyimpulkan bahwa enam anggota kepolisian terbukti melakukan pelanggaran berat Kode Etik Profesi Polri. Kesimpulan tersebut diperoleh setelah gelar perkara yang dilaksanakan pada Jumat malam, sebagaimana diatur dalam Peraturan Polri (Perpol) Nomor 7 Tahun 2022. Sebagai tindak lanjut, Sidang Komisi Kode Etik Polri dijadwalkan akan digelar pada Rabu, 17 Desember 2025. Sidang ini akan menentukan sanksi etik terhadap para anggota yang terlibat, terpisah dari proses hukum pidana yang juga berjalan. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa institusinya berkomitmen menangani perkara tersebut secara profesional, transparan, dan tanpa perlakuan istimewa, meskipun yang terlibat adalah anggota Polri sendiri. “Polri tidak mentolerir tindakan melanggar hukum. Penegakan hukum dilakukan secara objektif, profesional, dan tanpa pandang bulu,” tegas Brigjen Trunoyudo dalam keterangannya. Ia menambahkan, setiap anggota yang terbukti bersalah akan dimintai pertanggungjawaban secara menyeluruh, baik dari sisi pidana maupun pelanggaran etik. “Setiap anggota yang terlibat akan mempertanggungjawabkan perbuatannya, baik secara pidana maupun etik,” ujarnya. Koordinasi dengan Korban dan Pengamanan Lokasi Terus Dilakukan Seiring dengan proses hukum yang berjalan, Polda Metro Jaya disebut terus melakukan koordinasi intensif dengan keluarga korban, pemilik fasilitas yang mengalami kerusakan, pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat setempat. Langkah ini dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif sekaligus memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik. “Kami terus melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian untuk mencegah potensi aksi lanjutan dan memastikan rasa aman bagi masyarakat,” kata Brigjen Trunoyudo. Kasus Debt Collector Masih Menunggu Laporan Resmi Terkait peristiwa terpisah yang melibatkan dua orang debt collector yang menghentikan kendaraan yang digunakan anggota Polri, Brigjen Trunoyudo menyampaikan bahwa penanganannya masih menunggu laporan resmi dari pihak terkait. “Apabila laporan sudah masuk, kami akan menindaklanjutinya secara profesional. Perkembangan penanganan akan kami sampaikan secara terbuka,” jelasnya. Komitmen Jaga Integritas Institusi Di akhir keterangannya, Brigjen Trunoyudo kembali menegaskan komitmen Polri dalam menjaga integritas institusi, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Penanganan kasus ini merupakan bentuk keseriusan Polri dalam menegakkan hukum dan menjaga kepercayaan publik,” pungkasnya. (Agus)

AMUNTAI, BIDIK-KASUSNEWS.COM — Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Hulu Sungai Utara (HSU) mengambil langkah sigap dengan melaksanakan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas di sekitar Jembatan Sungai Kuini, Kecamatan Amuntai Tengah, selama proses perbaikan struktur jembatan yang berada di ruas Jalan Nasional Amuntai–Ambawang. Kegiatan pengamanan berlangsung sejak Jumat malam, 12 Desember 2025, hingga Sabtu dini hari, 13 Desember 2025, mulai pukul 20.00 Wita sampai dengan 01.30 Wita. Pengaturan lalu lintas dilakukan untuk mengantisipasi potensi kemacetan dan memastikan keselamatan pengguna jalan selama pekerjaan perbaikan berlangsung. Pengamanan dipimpin oleh KBO Sat Lantas Polres HSU, IPDA Amin Mulyadi Jaya, S.H., M.A., bersama jajaran personel Sat Lantas Polres HSU. Petugas disiagakan di sejumlah titik strategis di sekitar jembatan guna mengatur arus kendaraan serta memberikan informasi langsung kepada pengendara. Kasat Lantas Polres HSU melalui keterangannya menyampaikan bahwa perbaikan Jembatan Sungai Kuini telah dimulai sejak Kamis, 11 Desember 2025, dan dinyatakan selesai sesuai jadwal pada Sabtu dini hari. Berdasarkan hasil pengecekan teknis, struktur lantai jembatan dinilai telah memenuhi standar kelayakan fungsi. “Arus lalu lintas telah kembali dibuka secara normal untuk seluruh jenis kendaraan sejak pukul 01.30 Wita. Rambu-rambu peringatan pekerjaan juga telah dicabut, dan jalur sudah dipastikan aman untuk dilalui,” ujar perwira Sat Lantas di lokasi kegiatan. Selama proses pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas berlangsung, tidak ditemukan hambatan signifikan yang berpotensi mengganggu kelancaran kendaraan. Situasi di lapangan terpantau aman, tertib, dan kondusif. Dengan selesainya perbaikan jembatan tersebut, Sat Lantas Polres HSU tetap akan melakukan pemantauan secara berkala guna memastikan kondisi Jembatan Sungai Kuini tetap aman dan nyaman bagi masyarakat. Langkah ini merupakan wujud komitmen Polres HSU dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat serta mendukung keselamatan berlalu lintas, sejalan dengan semangat “Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk Kemanusiaan” (Agus)

MAJALENGKA, BIDIK-KASUSNEWS.COM — Warga Kecamatan Banjaran digemparkan oleh tindakan kekerasan terhadap seorang pelajar SMP yang diduga dilakukan oleh kelompok pelajar lintas kecamatan. Aditya Yudistira (15), siswa SMP Negeri 2 Banjaran dan warga Blok Maranggi, Desa Sangiang, menjadi korban pengeroyokan brutal yang terjadi pada Selasa, 8 Desember 2025, sekitar pukul 11.33 WIB. Insiden itu terjadi saat Aditya berjalan pulang bersama rekannya usai UAS susulan. Ketika melintas di Blok Sangiang Rahayu, tiba-tiba muncul rombongan sekitar 13–14 pelajar yang mengendarai enam sepeda motor. Tanpa provokasi maupun alasan yang jelas, kelompok tersebut langsung menyerang korban secara membabi buta. Korban mengaku dipukul menggunakan tangan kosong, gesper, hingga diduga senjata tajam, menyebabkan luka cukup serius di bagian kepala dan punggung. Warga dan pihak sekolah bergerak cepat mengevakuasi korban ke Puskesmas Banjaran sebelum kasus dilaporkan ke Polsek Banjaran dan diteruskan ke Polres Majalengka. Saat ini, sejumlah terduga pelaku telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut. Diduga Bukan Aksi Pertama Temuan lapangan menunjukkan indikasi kuat bahwa kelompok pelajar tersebut kerap melakukan kekerasan terhadap siswa dari sekolah lain di wilayah Majalengka. Namun, banyak korban sebelumnya tidak berani melapor karena takut, trauma, dan minimnya pendampingan. Kasus yang menimpa Aditya menjadi laporan pertama yang berani menembus ranah hukum, membuka dugaan praktik kekerasan berulang yang selama ini tidak pernah ditangani secara serius. Desakan Publik: Polisi Harus Tegas dan Transparan Masyarakat Banjaran dan Sangiang mendesak Polres Majalengka menangani kasus ini secara cepat, profesional, dan transparan, mengingat korban adalah anak di bawah umur yang memiliki perlindungan hukum khusus. Penanganan yang setengah hati dikhawatirkan memperkuat budaya kekerasan antar pelajar dan mencederai rasa keadilan masyarakat. Pemerintah Desa Sangiang Disorot: Warga Ingin Pemdes Hadir Sorotan publik juga mengarah pada Pemerintah Desa Sangiang sebagai lokasi terjadinya pengeroyokan. Warga berharap PLT Kepala Desa Sangiang, Maman Badrujaman, hadir menunjukkan keberpihakan terhadap keselamatan warganya, terutama anak-anak. Masyarakat menilai pendampingan kepada keluarga korban serta kehadiran pemerintah desa sangat penting sebagai bentuk tanggung jawab moral dan administratif. “Keselamatan anak jauh lebih penting dari jabatan maupun alasan administratif,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebut namanya. Dasar Hukum yang Mengikat Kasus pengeroyokan terhadap anak ini memiliki landasan hukum kuat, di antaranya: UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Pasal 76C: Larangan kekerasan terhadap anak Pasal 80 ayat (1): Ancaman pidana hingga 3 tahun 6 bulan KUHP Pasal 170 tentang Pengeroyokan Ancaman pidana hingga 5 tahun 6 bulan jika menimbulkan luka UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah Kepala daerah dan kepala desa wajib menjaga ketertiban dan melindungi masyarakat UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian RI Pasal 13: Polri bertugas melindungi, mengayomi, serta menegakkan hukum Klarifikasi: Tidak Ada Tawuran Pihak sekolah korban memberikan klarifikasi untuk meluruskan informasi simpang-siur di media sosial. Mereka menegaskan bahwa: Tidak ada tawuran antar sekolah pada hari kejadian. Seluruh siswa SMPN 2 Banjaran telah dipulangkan pukul 11.00 WIB setelah UAS susulan. Korban diserang saat melintas di pemukiman warga. Pelaku diduga menggunakan gesper dan senjata tajam. Kasus langsung ditangani sekolah, warga, dan kemudian dilaporkan ke polisi. Kepala sekolah menyebutkan bahwa penanganan cepat dilakukan agar korban segera mendapatkan perawatan medis dan proses hukum berjalan tanpa hambatan. Alarm Keras untuk Semua Pihak Kasus ini menjadi peringatan serius bahwa kekerasan antar pelajar bukan fenomena sepele. Jika dibiarkan, kekerasan akan berkembang menjadi budaya yang merusak generasi muda. Masyarakat berharap Polres Majalengka menuntaskan kasus ini hingga tuntas dan pemerintah desa hadir secara nyata mendampingi warganya. Keadilan untuk anak adalah tanggung jawab bersama — dan tidak boleh ada satu pun yang dibiarkan menjadi korban berikutnya. (Amin)

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) bersenjata api rakitan berhasil digagalkan berkat kesigapan seorang Bintara Pembina Desa (Babinsa), Jumat (12/12) sore. Keberanian tersebut berujung pada tertangkapnya satu pelaku, sementara satu lainnya berhasil melarikan diri dan kini dalam pengejaran aparat. Peristiwa terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di wilayah Bukit Kemiling Raya. Sertu Edwin Agus Pratama, Babinsa Kelurahan Beringin Raya, yang tengah melintas, mendengar teriakan “maling” dari Ike Moulina (22). Motornya, Honda Beat, baru saja dibawa kabur oleh dua pelaku. “Saya langsung putar balik, tanya kronologis, lalu bonceng korban untuk kejar pelaku,” ujar Sertu Edwin menceritakan aksi cepatnya. Pengejaran berlangsung hingga Jalan Pendidikan, Kelurahan Sumberejo. Pelaku yang dikejar, Nacha Apriyansah (23), panik saat mengetahui dirinya dibuntuti. Ia menabrak mobil Toyota Innova, membuatnya terjatuh dan menjatuhkan barang bukti berupa senjata api rakitan. Nacha sempat mencoba kabur dengan berlari, namun warga yang melihat kejadian bergerak cepat dan berhasil menangkapnya di Jalan Imam Bonjol. Polisi yang tiba di lokasi kemudian mengamankan barang bukti: satu pucuk senjata api rakitan, dua butir munisi, satu unit motor Beat milik pelaku berpelat BE 2654 AIV, serta satu set kunci “L” yang diduga dipakai membobol kendaraan. “Menurut keterangan pelaku, motor korban sudah dibawa kabur rekannya bernama Heri. Saat ini kami terus melakukan pengejaran,” jelas Kanit Intel Polsek Kemiling di lokasi kejadian. Koordinasi antar Babinsa juga berjalan baik. Setelah menerima laporan dari Sertu Edwin, Babinsa Kelurahan Sumberejo, Serka Sutiono, segera menuju Polsek Kemiling untuk memastikan penanganan hukum berjalan lancar. Dandim 0410/KBL, Kolonel Arm Roni Hermawan, mengapresiasi keberanian aparat kewilayahan dan peran aktif masyarakat. “Kewaspadaan warga dan respons cepat Babinsa menjadi kunci utama dalam mencegah tindak kriminalitas. Kami sangat mengapresiasi sinergi ini,” ujarnya. Baik pelaku maupun korban saat ini masih menjalani pemeriksaan di Polsek Kemiling guna mengungkap lebih jauh jaringan dan modus operandi para pelaku. Situasi keamanan di wilayah setempat telah kembali kondusif pascakejadian. (Agus)