JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Sabtu, 28 Februari 2026 Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesinambungan organisasi melalui kegiatan pisah sambut pejabat manajerial yang dirangkaikan dengan pelepasan pegawai purna bakti. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana hangat, penuh kebersamaan, sekaligus sarat makna penghargaan terhadap pengabdian. Pergantian jabatan menjadi bagian dari langkah strategis dalam memperkuat kinerja organisasi. Mono Puswanto yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Sub Seksi Pengelolaan kini mengemban tugas baru di Lapas Barang. Tongkat estafet kepemimpinan selanjutnya diberikan kepada Moh Riza Aliyafi yang dipercaya mengisi posisi tersebut. Di sisi lain, rotasi juga terjadi pada sektor pengamanan. Benny Apridona kini menjabat sebagai Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan setelah sebelumnya mengemban amanah sebagai Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan. Sementara itu, posisi strategis tersebut kini dipercayakan kepada Bachtiar Oktaffiandi. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, dalam sambutannya menegaskan bahwa rotasi jabatan merupakan bagian dari pembinaan karier sekaligus upaya meningkatkan profesionalitas aparatur. “Pergantian ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah untuk memperkuat organisasi agar semakin adaptif dan profesional dalam memberikan pelayanan,” ujarnya. Tak hanya itu, suasana haru juga menyelimuti prosesi pelepasan Ahmad Syaifudin Anif yang telah memasuki masa purna bakti. Dedikasi dan loyalitasnya selama bertugas menjadi teladan bagi seluruh jajaran. Renza menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi yang telah diberikan. Ia berharap nilai-nilai pengabdian yang ditinggalkan dapat terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus di lingkungan rutan. Kegiatan ini menjadi simbol kuat bahwa regenerasi dan penghargaan terhadap pengabdian berjalan beriringan. Dengan semangat kebersamaan, Rutan Jepara terus berupaya menjaga integritas, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperkuat solidaritas dalam menjalankan tugas pemasyarakatan. (Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com PATI — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dalam proses pengisian jabatan calon perangkat desa di Kabupaten Pati. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa pada Jumat (27/2/2026), penyidik melakukan penggeledahan di rumah RYS yang merupakan mantan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Pati. “Dalam lanjutan penyidikan perkara ini, penyidik melakukan penggeledahan dan mengamankan sejumlah dokumen serta barang bukti elektronik yang diduga berkaitan dengan perkara,” ujar Budi kepada Bidik-kasusnews via WhatsApp, Sabtu (28/2/2026). Menurutnya, barang bukti yang disita tersebut akan digunakan untuk memperkuat pembuktian terhadap pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. KPK menegaskan bahwa langkah penggeledahan ini merupakan bagian dari upaya mendalami aliran dana dan peran masing-masing pihak dalam praktik dugaan pemerasan terkait pengisian perangkat desa di wilayah Pati. Lebih lanjut, Budi juga membuka kemungkinan adanya pengembangan perkara apabila dari hasil penggeledahan maupun pemeriksaan ditemukan bukti baru. “Tidak menutup kemungkinan, jika dalam proses penyidikan ditemukan bukti tambahan, maka perkara ini akan terus dikembangkan,” tegasnya. KPK memastikan akan terus menelusuri seluruh pihak yang diduga terlibat guna menuntaskan perkara dan memberikan kepastian hukum. Kasus ini menjadi sorotan publik karena menyangkut proses pengisian jabatan di tingkat desa yang seharusnya berjalan transparan dan bebas dari praktik korupsi. (Wely)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Jumat, 27 Februari 2026 Komitmen menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan pidana kembali ditunjukkan melalui kegiatan Pengawasan dan Pengamatan (Wasmat) yang dilakukan hakim dari Pengadilan Negeri Jepara di Rutan Kelas IIB Jepara. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09.00 WIB ini menjadi bagian dari mekanisme kontrol yudisial terhadap pelaksanaan putusan pengadilan. Melalui Wasmat, hakim dapat memastikan bahwa proses pembinaan berjalan sesuai aturan serta hak-hak warga binaan tetap terlindungi. Dalam pelaksanaannya, sebanyak 15 warga binaan laki-laki turut dilibatkan. Mereka mengikuti sesi dialog bersama hakim untuk menyampaikan pengalaman selama menjalani masa pidana, termasuk aspek pembinaan, pelayanan, hingga kondisi keseharian di dalam rutan. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar lembaga penegak hukum. “Pengawasan dari hakim merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas pelaksanaan pemasyarakatan. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan serta memastikan hak-hak warga binaan terpenuhi secara optimal,” ungkapnya. Selain melakukan pengamatan langsung, hakim juga menilai kesesuaian antara putusan pengadilan dengan pelaksanaan di lapangan. Hal ini penting guna menjamin tidak adanya penyimpangan dalam proses pembinaan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan kondusif. Kehadiran hakim di lingkungan rutan diharapkan mampu memberikan dampak positif, baik bagi petugas maupun warga binaan, dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang lebih humanis dan berkeadilan. Sebagai tindak lanjut, hasil kegiatan Wasmat akan dilaporkan kepada jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan sebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap pelaksanaan sistem pemasyarakatan di wilayah Jawa Tengah. (Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Dalam rangka mewujudkan tata kelola administrasi yang tertib dan transparan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara melaksanakan kegiatan inventarisasi menyeluruh terhadap Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan rutan pada hari Jumat (27/02/2026). Kegiatan ini berfokus pada pembuatan dan penempelan nomor inventarisasi pada setiap aset negara. Proses inventarisasi BMN ini dilakukan melalui serangkaian tahapan yang sistematis. Langkah-langkah tersebut meliputi pendataan awal seluruh aset yang ada, pencatatan rincian dan kondisi fisik barang, hingga tahap akhir berupa penyusunan pelaporan hasil pendataan BMN secara komprehensif. Menariknya, kelancaran kegiatan pencatatan dan pelabelan aset ini tidak lepas dari kolaborasi yang solid. Jajaran petugas rutan dibantu secara aktif oleh para peserta program magang Batch 2 dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang tengah bertugas di Rutan Jepara. Muh. Tegar Arif Budiman, selaku Staff Pengelolaan Rutan Jepara, menjelaskan bahwa ketelitian tinggi sangat dibutuhkan dalam setiap tahapan inventarisasi agar tidak terjadi selisih antara data dan fisik barang di lapangan. “Setiap BMN wajib memiliki identitas yang jelas. Kami memastikan proses pendataan, pencatatan, dan penempelan nomor inventaris ini berjalan sesuai prosedur agar pelaporan ke depannya akurat. Keterlibatan dan bantuan dari teman-teman peserta magang Kemnaker ini sangat efisien dalam mempercepat penyelesaian tugas di lapangan,” jelas Tegar. Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, menegaskan bahwa kegiatan inventarisasi ini merupakan bentuk pertanggungjawaban mutlak instansi terhadap perawatan dan pengelolaan kekayaan negara. “Ini adalah wujud komitmen nyata kami dalam menjaga akuntabilitas Rutan Jepara. Melalui proses pendataan, pencatatan, dan pelaporan BMN yang terstruktur, kita ingin memastikan seluruh aset negara terdata dengan baik, terawat, dan terhindar dari potensi penyalahgunaan atau kehilangan,” tegas Renza Maisetyo. Melalui sinergi antara staf pengelolaan Rutan Jepara dan dukungan penuh dari tenaga magang Kemnaker, seluruh rangkaian kegiatan inventarisasi BMN pada hari itu dapat berjalan lancar, aman, dan terkendali. (Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Jumat, 27 Februari 2026 Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara melaksanakan kegiatan Pesantren Ramadan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian di bulan suci Ramadan. Kegiatan berlangsung pada pukul 08.00–09.00 WIB dan dilaksanakan dengan tertib serta penuh kekhusyukan. Rangkaian kegiatan meliputi pembacaan shalawat, dzikir bersama, serta ceramah agama yang disampaikan oleh M. Idlom Dzulqornain, Lc., M.Ag. dari Kementerian Agama Kabupaten Jepara dan Hj. Nuril Sa’adah, Ketua PAC Fatayat Kecamatan Mayong. Kegiatan untuk warga binaan laki-laki dilaksanakan di Masjid At-Taubah Rutan Jepara, sedangkan warga binaan perempuan mengikuti kegiatan di Musala Blok W dengan pendampingan petugas serta peserta magang formasi Pembinaan Kepribadian. Dalam tausiyahnya, M. Idlom Dzulqornain menyampaikan bahwa esensi puasa adalah imsak atau menahan diri, tidak hanya dari makan dan minum, tetapi juga dari perilaku yang dapat mengurangi pahala seperti marah dan berkata kasar. Ia menekankan bahwa zikir dan pengendalian diri selama berpuasa merupakan bentuk detoksifikasi psikologis yang melatih kesabaran serta mempercepat proses pendewasaan karakter. Sementara itu, Hj. Nuril Sa’adah menyampaikan materi tentang keutamaan puasa di bulan Ramadan. Ia menjelaskan bahwa puasa merupakan ibadah wajib sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, yang bertujuan membentuk pribadi yang bertakwa. Puasa melatih kesabaran, menahan hawa nafsu, serta meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa kegiatan Pesantren Ramadan merupakan wujud komitmen Rutan Jepara dalam memperkuat pembinaan spiritual warga binaan. “Momentum Ramadan menjadi sarana refleksi dan pembentukan karakter. Melalui kegiatan pesantren ini, kami berharap warga binaan mampu memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, dan mempersiapkan diri kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik,” ujar Renza. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Para warga binaan mengikuti kegiatan dengan khusyuk dan penuh antusias. Melalui pelaksanaan Pesantren Ramadan ini, Rutan Jepara menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek spiritual, mental, dan moral sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial yang berkelanjutan. (Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mendalami kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dalam proses pengisian jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati tahun 2026. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan kepada Bidik-kasusnews pada Rabu (26/2/2026)via WhatsApp, penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi guna mengungkap alur dan mekanisme dugaan praktik tersebut. Pemeriksaan dilakukan di Polrestabes Semarang dengan menghadirkan 14 orang saksi yang terdiri dari kepala desa hingga calon perangkat desa dari berbagai wilayah di Kabupaten Pati. Para saksi yang diperiksa antara lain: ISM, Kepala Desa Purworejo, Kecamatan Margoyoso SUG, Kepala Desa Tambakharjo, Kecamatan Trangkil UNM, calon Sekretaris Desa Gadu, Kecamatan Gunungwungkal SR, calon Kasi Tata Usaha Desa Gadu KUN, calon Kasi Perencanaan Desa Gadu AF, calon Kaur Keuangan Desa Perdopo SEW, calon Kasi Perencanaan Desa Perdopo AU, Kepala Desa Sumbersari (Ketua Paguyuban Kades Kecamatan Kayen) EK, Kasi Pelayanan Desa Sumberejo WI, Kepala Desa Sekarjalak (Ketua Paguyuban) MZ, Kepala Desa Wonosekar (Ketua Paguyuban) SUK, Kepala Desa Sumberagung KUS, Kepala Desa Sumbersari SUG, Kepala Desa Banyuurip Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik mendalami keterangan para saksi terkait proses dan mekanisme pengisian jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati. Selain itu, KPK juga menelusuri adanya dugaan penyerahan sejumlah uang yang disebut dilakukan atas perintah Bupati melalui koordinator kepala desa. Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut integritas tata kelola pemerintahan desa. KPK menegaskan akan terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam praktik yang diduga merugikan masyarakat tersebut. KPK mengimbau seluruh pihak yang mengetahui informasi terkait kasus ini untuk bersikap kooperatif dan mendukung upaya pemberantasan korupsi di daerah. (Wely)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara — Upaya pembinaan berbasis psikologis terus dilakukan di Rutan Kelas IIB Jepara. Salah satunya melalui kegiatan Three Chairs Technique yang digelar pada Rabu, 25 Februari 2026, di ruang rapat rutan setempat oleh peserta magang. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana refleksi mendalam bagi warga binaan agar mampu memahami kondisi emosi, konflik batin, serta arah perubahan diri yang ingin dicapai. Dalam pelaksanaannya, peserta diajak mengeksplorasi pengalaman hidup melalui pendekatan tiga perspektif, yakni diri saat ini, sisi diri yang menyimpan luka atau konflik, dan gambaran diri di masa depan. Melalui simulasi yang dilakukan secara bergantian, warga binaan diberikan kesempatan untuk “berdialog” dengan dirinya sendiri. Pendekatan ini dinilai efektif membuka ruang kejujuran emosional yang selama ini mungkin terpendam, sekaligus membantu peserta melihat permasalahan secara lebih utuh. Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh keterbukaan. Banyak peserta tampak serius mengikuti setiap tahapan, bahkan tidak sedikit yang mampu mengungkapkan perasaan terdalamnya selama sesi berlangsung. Pendamping dari peserta magang turut memberikan arahan agar proses refleksi berjalan aman dan terarah. Tidak hanya berhenti pada sesi praktik, kegiatan juga dilanjutkan dengan diskusi bersama guna memperkuat pemaknaan dari pengalaman yang telah dilalui. Hal ini penting agar setiap warga binaan dapat mengambil pelajaran serta menyusun langkah nyata untuk perbaikan diri ke depan. Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga pada kesiapan mental dan emosional warga binaan. “Pembinaan yang menyentuh sisi psikologis seperti ini sangat penting. Kami berharap warga binaan dapat lebih mengenal dirinya, sehingga memiliki bekal yang kuat saat kembali ke masyarakat,” ungkapnya. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan warga binaan mampu meningkatkan kesadaran diri, mengelola emosi dengan lebih baik, serta memiliki motivasi kuat untuk menjalani perubahan positif. Program semacam ini juga menjadi bagian dari komitmen rutan dalam menciptakan pembinaan yang lebih humanis dan berkelanjutan. (Wely) Sumber:Humas Rutan Jepara
Amuntai, Bidik-kasusnews.com – Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, jajaran Polres Hulu Sungai Utara mengikuti kegiatan tadarus Al-Qur’an secara virtual yang terhubung langsung dengan Mabes Polri. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) yang dilaksanakan serentak oleh Polri di seluruh Indonesia. Pelaksanaan tadarus dipimpin oleh Iptu Asep HZ selaku KBO Sat Lantas yang juga menjabat Ps. Kasi Humas Polres Hulu Sungai Utara, didampingi Iptu Warsono, serta diikuti personel di lingkungan Mapolres. Program ini berlangsung setiap hari selama Ramadan melalui Zoom Meeting yang dipusatkan dari Bagbinreligi Rowatpers SSDM Polri. Mewakili Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto, AKP Misransyah menyampaikan bahwa kegiatan tadarus menjadi sarana penting dalam pembinaan spiritual anggota di tengah padatnya tugas pelayanan kepada masyarakat. “Selama bulan suci Ramadan, kegiatan tadarus dilaksanakan secara rutin agar personel tetap menjaga keseimbangan antara tanggung jawab kedinasan dan peningkatan keimanan,” ujarnya. Dalam pelaksanaannya, personel mengikuti pembacaan Al-Qur’an secara bergiliran per juz yang dipandu langsung oleh tim dari Mabes Polri. Kegiatan tersebut diikuti secara serentak oleh jajaran Polda maupun Polres di seluruh Indonesia. Di Mapolres Hulu Sungai Utara, suasana tadarus berlangsung khidmat di masjid setempat. Personel tampak menyimak lantunan ayat suci Al-Qur’an dengan penuh kekhusyukan, menciptakan nuansa religius sekaligus mempererat kebersamaan antaranggota selama Ramadan. Melalui program Binrohtal ini, diharapkan seluruh personel Polri tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat sehingga mampu memberikan pelayanan yang humanis dan terbaik kepada masyarakat. (Agus)
Bidik-kasusnews.com Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggelar kegiatan pembagian takjil hingga buka puasa bersama dengan insan pers. Acara ini merupakan bentuk silaturahmi sekaligus menguatkan sinergisitas antara Polri dengan media. “Dan ini tentunya bagian dari upaya kita untuk terus menjaga tali silaturahmi, yang tentunya ini juga menjadi salah satu kekuatan,” kata Sigit di Gedung Rupatama Polri, Jakarta Selatan, Rabu (25/2/2026). Acara dimulai dengan rangkaian berbagi takjil untuk masyarakat. Kapolri bersama pejabat utama dan para insan pers bersatu padu membagikan bingkisan sajian buka puasa untuk seluruh masyarakat yang melintas di jalan depan Kantor Mabes Polri. Masyarakat, pengendara hingga ojek online menyambut baik pembagian takjil tersebut. Kapolri dan insan pers bersatu padu membagikan bingkisan tersebut. Setelah membagikan takjil, Kapolri, PJU dan para jurnalis melanjutkan kegiatan berbuka puasa bersama. Acara ini berjalan hangat dan penuh kebersamaan. Menurut Sigit, Pers adalah mitra yang sangat strategis untuk institusi Korps Bhayangkara. Menurutnya, suara media adalah suara publik. “Dan oleh karena itu tentunya, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada teman-teman media yang terus menyampaikan informasi,” ujar Sigit. “Dan tentunya hal-hal tersebut menjadi tolak ukur, begitu media menyuarakan suara publik, artinya di situ juga lah kami harus segera bergerak dan merespons cepat. Karena kita menyadari bahwa suara media adalah suara publik yang harus didengar,” tambah Sigit menegaskan. Sigit menekankan, institusi Polri memiliki kewajiban untuk melaksanakan apa yang terus disuarakan oleh media. Mengingat, hal itu mewakili kepentingan masyarakat. “Kekuatan kita, kekuatan bangsa kita yang selalu menjaga persatuan, menjaga kesatuan untuk menghadapi berbagai macam tantangan tugas, tantangan bangsa, dan tantangan negara,” tutur Sigit. Lebih dalam, Sigit memaparkan bahwa, perkembangan teknologi informasi dewasa ini berkembang sangat pesat. Perkembangan AI hingga Deepfake melahirkan tantangan tersendiri untuk Bangsa Indonesia. “Salah satunya adalah masalah misinformasi dan disinformasi. Salah satunya itu juga yang saat ini tidak hanya berada di dalam tataran global, namun juga masuk ke situasi dalam negeri, situasi kehidupan kita sehari-hari. Dan tentunya, ini menjadi tantangan kita semua,” papar Sigit. Karena itu, Sigit berharap, media bisa menjawab tantangan tersebut. Menurutnya, insan pers harus menyajikan informasi yang jujur, akurat dan dipercaya untuk masyarakat luas. “Harapan kita tentunya media, sebagai salah satu alat kontrol, alat komunikasi yang mewakili suara publik, tentunya terus bisa mewakili publik untuk menjadi alat penghubung, alat komunikasi, khususnya bagi kami-kami, ataupun bagi institusi untuk bisa terus mendengarkan apa yang menjadi harapan masyarakat yang disuarakan melalui media,” tutur Sigit. “Dan tentunya harapan kita, dan kami menyadari bahwa media memiliki peran yang sangat luar biasa untuk turut menjaga stabilitas keamanan nasional,” kata Sigit mengakhiri. (Agus)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Guna meningkatkan kualitas keimanan dan mental spiritual Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara kembali memfasilitasi kegiatan ibadah dan penyuluhan kerohanian Nasrani. Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat pada Rabu (25/02/2026) ini difokuskan pada perenungan mendalam mengenai kehidupan setelah kematian. Pelayanan kerohanian kali ini menghadirkan sinergi lintas instansi dan pemuka agama. Hadir memberikan pelayanan adalah Pendeta Utami dari wilayah Cepogo dan Pendeta Rina dari Pecangaan. Turut hadir pula Bapak Toni Riksen Tanjung, selaku Penyuluh Agama Kristen dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kudus. Kelancaran kegiatan ini juga tak lepas dari pendampingan aktif para peserta program Maganghub Batch 2 Kementerian Ketenagakerjaan. Fokus utama ibadah kali ini adalah mengajak warga binaan untuk merenungkan bekal apa yang harus dipersiapkan ketika kehidupan di dunia telah usai. Dalam penyampaian firman, jemaat ditekankan pada janji keselamatan, di mana siapa saja yang percaya dan menerima Yesus akan diberikan jalan untuk masuk ke dalam Firdaus (surga). Dalam khotbahnya, Pendeta Utami memberikan penguatan iman agar para warga binaan tidak putus asa dalam memperbaiki diri. “Kehidupan di dunia ini ada batasnya, dan kita harus memikirkan apa yang akan kita cari dan bawa setelah mati nanti. Kasih karunia Tuhan sangat besar; barangsiapa yang sungguh-sungguh percaya kepada Yesus, Ia akan memberikan jalan keselamatan untuk masuk ke dalam Firdaus. Jadikan waktu di tempat ini sebagai momen untuk mendekatkan diri dan mengumpulkan bekal rohani,” terang Pendeta Utami di hadapan para jemaat. Mewakili pihak Rutan Jepara, Renza Maisetyo menyambut positif kolaborasi pelayanan rohani ini. Ia menilai bahwa pemahaman eskatologis (akhirat) sangat efektif untuk menyentuh hati dan mengubah perilaku warga binaan menjadi lebih baik. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran Ibu Pendeta Utami, Ibu Pendeta Rina, dan Bapak Toni dari Kemenag Jepara. Tema tentang kehidupan setelah mati ini menjadi alarm pengingat yang sangat baik bagi kita semua, khususnya warga binaan. Kami berharap melalui pembinaan yang berkesinambungan ini, mereka memiliki fondasi iman yang kuat dan benar-benar siap menjadi pribadi yang baru saat kembali ke masyarakat,” tegas Renza Maisetyo. Kegiatan pembinaan rohani ini ditutup dengan doa bersama, memberikan harapan dan kedamaian bagi warga binaan dalam menjalani masa pidana mereka. (Wely) Sumber:Humas Rutan jepara