JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Kepolisian Resor Jepara berhasil mengungkap dan mengamankan sembilan orang yang terlibat dalam aksi penjarahan di Gedung DPRD Jepara, menyusul kericuhan pada Minggu dini hari (31/8/2025). Dari jumlah tersebut, empat orang telah resmi ditetapkan sebagai tersangka, sementara lima lainnya yang masih berstatus anak di bawah umur ditangani dengan prosedur khusus. Wakapolres Jepara Kompol Edy Sutrisno menjelaskan, demonstrasi yang digelar sejak sore hari sebenarnya berlangsung tertib hingga malam. Namun situasi berubah drastis setelah sejumlah pemuda yang bukan bagian dari peserta aksi mendatangi lokasi dan memicu kerusuhan. “Mereka menutup jalan, melemparkan batu, hingga membakar ban. Petugas berusaha membubarkan hingga akhirnya massa terdorong ke arah Gedung DPRD Jepara sekitar pukul 23.00 WIB,” kata Kompol Edy saat konferensi pers, Selasa (2/9/2025). Kerusuhan makin meluas ketika massa menjebol gerbang kantor dewan. Api mulai membakar halaman gedung, pintu utama dirusak, lalu sebagian massa masuk ke dalam dan melakukan penjarahan. Barang-barang inventaris kantor seperti komputer, televisi, printer, proyektor, hingga sepeda motor raib dibawa kabur oleh para pelaku. “Sebagian dari barang itu kini sudah diamankan sebagai barang bukti,” tambahnya. Polres Jepara kini menggandeng Brimob, TNI, Satpol PP, hingga pemangku kepentingan lainnya untuk memperketat keamanan. Patroli skala besar terus dilakukan di titik-titik rawan sebagai langkah pencegahan. Kompol Edy juga mengingatkan masyarakat agar turut serta menjaga situasi tetap kondusif. “Laporkan segera ke nomor darurat 110 atau WhatsApp Siraju 08112894040 bila melihat ada potensi kerawanan,” tegasnya. Para pelaku penjarahan kini dijerat Pasal 363 ayat 2 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara. Insiden di Gedung DPRD Jepara ini menjadi catatan penting bahwa aksi massa yang awalnya damai bisa berubah anarkis bila ada provokasi dari pihak-pihak tak bertanggung jawab.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Suasana berbeda terasa di halaman pertanian Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara. Bukan sekadar aktivitas pengamanan, melainkan pemandangan hijau penuh hasil bumi. Ratusan terong segar dipetik dalam sebuah panen raya yang digelar oleh warga binaan, Selasa (2/9/2025). Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembinaan kemandirian di dalam rutan tidak berhenti pada teori semata. Dengan pendampingan petugas, warga binaan berhasil mengelola lahan pertanian hingga membuahkan hasil. Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, Benny Apridona, yang memimpin langsung jalannya panen, menyebut keberhasilan ini sebagai simbol semangat kerja keras warga binaan. “Di balik jeruji, mereka tetap bisa berdaya. Panen ini adalah bukti bahwa pembinaan kemandirian berjalan baik, menanamkan nilai-nilai disiplin, kerja sama, sekaligus keterampilan yang berguna,” jelas Benny. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menambahkan bahwa program pertanian tersebut merupakan bagian dari akselerasi pembinaan produktif yang menjadi arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Menurutnya, setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan harus mampu menghadirkan kegiatan yang adaptif dan memberi dampak nyata, termasuk dalam mendukung ketahanan pangan nasional. “Program ini bukan hanya memberi pengalaman bertani kepada warga binaan, tapi juga menghadirkan manfaat nyata. Kami ingin agar hasil dari panen ini bisa menjadi nilai tambah, baik bagi mereka sendiri maupun masyarakat luas,” ujar Renza. Tak hanya menghasilkan terong segar, panen ini juga menumbuhkan optimisme baru di kalangan warga binaan. Mereka menyadari bahwa masa pidana tidak menjadi penghalang untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan kontribusi positif. Dengan keberhasilan ini, Rutan Jepara sekaligus menunjukkan wajah baru pemasyarakatan: bahwa di tengah keterbatasan, selalu ada ruang untuk menanam, merawat, dan memanen harapan. (Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Jepara, khususnya Kecamatan Bangsri, terus menjadi perhatian aparat penegak hukum. Untuk mengantisipasi potensi gangguan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat, Polsek Bangsri bersama unsur TNI, Squat Nusantara, dan Banser menggelar apel siaga gabungan pada Senin (1/9/2025). Apel siaga yang berlangsung di halaman Polsek Bangsri ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Bangsri, IPTU Sukresno. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk memastikan kondisi wilayah tetap aman dan kondusif. “Dalam apel siaga kali ini, dari Polsek kita libatkan 20 personel, Koramil 5 personel, dari Squad Nusantara 15 orang, serta dari Banser 3 orang. Semua kekuatan ini disatukan dalam rangka cipta kondisi agar masyarakat merasa terlindungi dan terhindar dari potensi tindakan anarkis,” ungkap IPTU Sukresno kepada Bidik-kasusnews.com. Lebih lanjut, Kapolsek menekankan bahwa kekompakan lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks. Menurutnya, aparat kepolisian tidak bisa bekerja sendirian tanpa dukungan TNI maupun elemen masyarakat. “Sinergi ini penting, karena keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, tapi juga seluruh elemen bangsa,” tambahnya. Selain apel pasukan, kegiatan juga diisi dengan arahan dan penekanan kepada seluruh peserta agar mengedepankan langkah persuasif dalam menghadapi masyarakat. Peserta apel juga diingatkan untuk senantiasa siap siaga menghadapi segala kemungkinan di lapangan. Masyarakat yang menyaksikan kegiatan tersebut menyambut baik langkah aparat keamanan. Kehadiran aparat gabungan diharapkan mampu menumbuhkan rasa aman, terutama setelah sejumlah daerah di Jepara sempat diguncang aksi demonstrasi yang berujung ricuh beberapa waktu lalu. “Dengan adanya apel siaga seperti ini, kami jadi lebih tenang. Harapannya Bangsri tetap damai dan tidak ada keributan seperti di tempat lain,” ujar salah satu warga yang hadir di lokasi. Apel siaga gabungan ini sekaligus menjadi bentuk kesiapan nyata aparat dalam mengawal situasi keamanan di tingkat lokal. Polsek Bangsri berkomitmen untuk terus bersinergi dengan TNI, organisasi masyarakat, serta seluruh lapisan warga demi mewujudkan wilayah yang aman, damai, dan kondusif. (Wely-jateng)

Bidik-kasusnews.com Jakarta – Gelombang tekanan terhadap Bupati Pati, Sudewo (SDW), semakin menguat. Aliansi Masyarakat Pati Bersatu pada Senin (1/9/2025) mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. Mereka meminta KPK segera mengeluarkan rekomendasi resmi agar Sudewo dinonaktifkan dari jabatannya. Koordinator Aliansi, Supriyono alias Botok, menegaskan bahwa aspirasi masyarakat sudah disampaikan langsung kepada pejabat KPK. > “Intinya dari audiensi tersebut KPK akan berkoordinasi hari ini untuk menerbitkan surat rekomendasi penonaktifan Bapak Bupati Pati Sudewo,” kata Supriyono, dikutip dari inilah.com, Senin (1/9/2025). Menurutnya, langkah ini penting agar proses hukum bisa berjalan lebih transparan tanpa ada intervensi dari kepala daerah yang masih aktif. Aspirasi Massa di Depan KPK Sekitar 350 orang ikut dalam aksi damai di depan Gedung Merah Putih. Mereka menggelar doa bersama, melantunkan shalawat, sekaligus menyuarakan tuntutan tegas. Beberapa spanduk terbentang, salah satunya bertuliskan: “Pak Prabowo Tolong Sudewo Segera Jadikan Tersangka.” Massa juga menegaskan, jika kasus ini berlarut-larut tanpa kepastian hukum, mereka siap melakukan aksi lanjutan yang lebih besar di Pati. Sudewo Pernah Diperiksa Nama Sudewo mencuat setelah ia diperiksa KPK pada Rabu (27/8/2025). Pemeriksaan berlangsung hampir tujuh jam terkait dugaan korupsi proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di Jawa Tengah. Menanggapi isu aliran dana, Sudewo membantah keras. > “Itu sudah dijelaskan dalam pemeriksaan kira-kira dua tahun yang lalu. Bahwa itu uang pendapatan dari DPR RI. Semua rinci, ada pemasukan, pendapatan, ada pengeluaran,” ujar Sudewo, sebagaimana dilansir inilah.com.(1/9/2025) Kasus Masih Berlanjut Kasus korupsi proyek jalur kereta api yang ditangani KPK sejak 2023 ini sudah menyeret 19 tersangka serta satu korporasi. Beberapa di antaranya telah menjalani proses persidangan. Namun, penyidik masih menelusuri dugaan keterlibatan pihak lain, termasuk Bupati Sudewo, yang kini menjadi sorotan masyarakat Pati.(Wely-jateng)

JATENG – Bidikkasusnews.com | PATI – Polresta Pati melalui Sat Samapta melaksanakan patroli Kamtibmas dalam rangka menciptakan situasi aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Pati, Senin (1/9/2025) pukul 10.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh KBO Sat Samapta, Ipda Priyono dan diikuti total 28 personel gabungan dari berbagai fungsi kepolisian. Apel persiapan kegiatan dipimpin oleh Wakapolresta Pati, AKBP Petrus P. Silalahi sebelum tim patroli bergerak menyasar sejumlah titik rawan. Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran antara lain warkop di wilayah perkotaan, seperti Warkop Mak Semi, Warkop Pojok Joyokusumo, Warkop Maswan, hingga Warkop BL Lima. Selain itu, petugas juga menyambangi sekolah menengah, seperti SMKN 2 Pati dan SMK Banimuslim, untuk memberikan imbauan kamtibmas. Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi, menyampaikan bahwa kegiatan patroli ini merupakan upaya cipta kondisi dalam menjaga stabilitas keamanan di tahun 2025. “Kami hadir di tengah masyarakat untuk mencegah potensi tindak kejahatan dan memastikan situasi di Kabupaten Pati tetap kondusif,” ujarnya. Lebih lanjut, Kapolresta menegaskan bahwa patroli tidak hanya menyasar pusat keramaian, namun juga institusi pendidikan. “Kami juga memberikan imbauan langsung kepada kepala sekolah atau yang mewakili, agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan sekolah,” tegasnya. Menurutnya, kolaborasi dengan warga menjadi kunci utama terciptanya rasa aman. “Kami mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungannya, apabila ada potensi gangguan segera melapor kepada kepolisian,” tambahnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat. “Dengan total 28 personel gabungan yang diturunkan, patroli dapat berjalan lancar dan maksimal. Alhamdulillah, selama kegiatan berlangsung situasi terpantau aman, tertib, dan terkendali,” kata Kapolresta. Sebagai penutup, Kombes Pol Jaka Wahyudi menegaskan komitmennya menjaga kamtibmas. “Kami akan terus melaksanakan patroli secara rutin agar masyarakat merasa nyaman dan kehadiran polisi benar-benar dirasakan,” pungkasnya.(Kasnadi) Sumber(Humas Resta Pati)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Kericuhan mewarnai aksi demonstrasi di depan Mapolres Jepara yang kemudian merembet hingga ke Gedung DPRD Kabupaten Jepara, Sabtu MlM minggu (30/8/2025). Aksi yang awalnya berlangsung tertib berujung pada penjarahan dan perusakan fasilitas negara. Pantauan dilapangan Bidik-kasusnews, massa bergerak dari arah Jalan Pemuda Jepara sekitar pukul 00.30 WIB.31/8/2025 Setibanya di depan Gedung DPRD, mereka langsung menyasar pos polisi. Tidak butuh waktu lama, pintu utama gedung berhasil dijebol dan ratusan orang masuk merangsek ke dalam. Kursi, meja, hingga televisi raib dibawa massa. Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP M. Faizal Wildan Umar Saat Dikonfirmasi Bidik-kasusnews via WhatsApp Senin 1/9/2025 menyampaikan bahwa aparat bertindak cepat dengan mengamankan puluhan orang. “Total ada 55 orang yang diamankan saat kerusuhan. Dari jumlah itu, 45 orang sudah dipulangkan. Sedangkan 10 orang masih menjalani proses hukum,” ujarnya Wildan. Faizal menambahkan, mayoritas massa yang terlibat dalam kericuhan berasal dari wilayah Kabupaten Jepara. Polisi kini fokus mendalami peran 10 orang yang diduga menjadi provokator sekaligus pelaku perusakan dan penjarahan. Situasi di Jepara saat ini berangsur kondusif. Meski begitu, aparat tetap meningkatkan pengamanan untuk mencegah kericuhan susulan. (Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 1 September 2025 – Di tengah hiruk pikuk situasi sosial politik tanah air, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara menghadirkan suasana teduh dengan menggelar doa bersama. Acara ini diikuti oleh Kepala Rutan Renza Maisetyo, jajaran pegawai, serta ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa rasa cinta tanah air tidak terhalang oleh dinding penjara. Justru, dari balik jeruji, suara doa bergema untuk keselamatan bangsa. Karutan Renza Maisetyo menekankan pentingnya menjaga persatuan melalui kekuatan spiritual. > “Indonesia sedang diuji dengan berbagai dinamika. Mari kita doakan agar negeri ini tetap aman, damai, dan rukun. Semoga para pemimpin diberi kebijaksanaan, dan masyarakat bisa kembali bersatu,” ungkapnya. Doa bersama berlangsung khusyuk, diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dzikir, dan istighosah. Selain mendoakan bangsa, doa juga dipanjatkan untuk kesehatan dan keselamatan seluruh pegawai Kementerian Hukum dan HAM, khususnya di bidang Imigrasi dan Pemasyarakatan. Bagi warga binaan, kegiatan ini menjadi ruang refleksi. Mereka merasa turut memiliki tanggung jawab moral terhadap kondisi tanah air. “Kami mungkin terbatas secara fisik, tapi doa kami untuk Indonesia tak pernah terbatas,” ucap seorang WBP. Doa dari balik jeruji Rutan Jepara ini menjadi pengingat bahwa cinta tanah air dapat diwujudkan dengan cara sederhana namun bermakna—yakni doa tulus untuk kedamaian negeri.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 1 September 2025 – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga binaan, Rutan Kelas IIB Jepara hari ini menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Puskesmas Jepara tentang pelayanan kesehatan. Penandatanganan PKS ini merupakan langkah konkret dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan warga binaan. Dengan adanya PKS ini, Puskesmas Jepara akan memberikan pelayanan kesehatan kepada warga binaan, termasuk pemeriksaan penyakit menular dan tidak menular, skrining kesehatan mental jiwa, edukasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat, serta pengobatan bagi warga binaan yang sakit. Pelayanan kesehatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup warga binaan dan membantu mereka dalam proses pembinaan. Kepala Rutan Jepara menyatakan bahwa penandatanganan PKS ini merupakan komitmen Rutan Jepara untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada warga binaan. “Kami berharap dengan adanya kerja sama ini, warga binaan dapat menerima pelayanan kesehatan yang optimal dan siap untuk kembali ke masyarakat dengan kondisi kesehatan yang baik,” ujarnya. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan warga binaan dapat menerima pelayanan kesehatan yang memadai dan dapat meningkatkan kualitas hidup mereka selama menjalani masa pidana.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 30 Agustus 2025 — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat sekitar melalui kegiatan bakti sosial. Dengan mengusung tema “Sinergi dan Empati”, kegiatan ini menjadi bentuk nyata peran aktif Rutan Jepara dalam membangun hubungan harmonis dengan lingkungan sekitar. Kegiatan bakti sosial ini melibatkan jajaran pegawai Rutan Jepara dan CPNS Rutan Jepara. Mereka bersama-sama menyalurkan bantuan berupa paket sembako kepada masyarakat yang tinggal di sekitar area Rutan, khususnya warga yang kurang mampu. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan komitmen sosial Rutan Jepara terhadap masyarakat. “Kami ingin menunjukkan bahwa keberadaan Rutan bukan hanya sebagai tempat pembinaan warga binaan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang turut peduli dan hadir di tengah-tengah mereka,” ujarnya. Sebanyak 40 (empat puluh) paket sembako dibagikan kepada warga, yang terdiri dari kebutuhan pokok seperti minyak goreng, gula, mie instan, dan bahan pokok lainnya. Proses penyaluran dilakukan secara langsung dengan pendekatan humanis dan penuh kehangatan. Salah satu warga penerima bantuan, Ibu Nur (56), mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas perhatian yang diberikan oleh Rutan Jepara. “Kami merasa sangat terbantu. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang cukup sulit saat ini,” tuturnya dengan haru. Selain sebagai bentuk tanggung jawab sosial, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat citra positif institusi pemasyarakatan serta mendekatkan hubungan antara petugas, warga binaan, dan masyarakat. Acara ditutup dengan doa bersama dan harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – 31 Agustus 2025 Situasi di Kabupaten Jepara dini hari tadi berubah mencekam. Dalam pantauan Bidik-kasusnews, ratusan massa yang sejak malam melakukan long march akhirnya mengarahkan aksi ke Gedung DPRD Jepara. Amarah yang tak terbendung membuat gedung wakil rakyat itu porak-poranda akibat dirusak, dijarah, bahkan dibakar. Pantauan di Lokasi Kerusuhan Sekitar pukul 01.00 WIB 31/8/2025, massa tiba dari arah Jalan Pemuda. Pos polisi yang berada tepat di depan gedung menjadi sasaran pertama. Petugas yang berjaga kalah jumlah dan tidak mampu membendung arus kerumunan. Pantauan Bidik-kasusnews menunjukkan, setelah pintu utama gedung jebol, ratusan orang langsung merangsek masuk. Sejumlah barang seperti kursi, meja, dan perangkat elektronik diangkut keluar, bahkan ada yang dilempar ke jalan. Beberapa menit kemudian, api terlihat berkobar dari lantai bawah dan sempat membesar. Begitu pintu roboh, orang langsung berebut masuk. Barang-barang dilempar ke luar, lalu ada api yang menyala cepat.” Pemadaman Api dan Aksi Aparat Tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Setelah hampir satu jam, api berhasil dijinakkan meski bagian dalam gedung rusak parah. Kaca pecah, peralatan kantor hancur, dan beberapa ruangan hangus terbakar. Aparat gabungan Polres Jepara dan TNI kemudian bergerak untuk membubarkan massa. Suasana baru mulai terkendali menjelang subuh, sementara penjagaan ketat masih dilakukan hingga Minggu pagi. Pemicu Amarah Warga Dalam catatan Bidik-kasusnews, kericuhan ini merupakan buntut dari tragedi di Jakarta dua hari lalu. Affan Kurniawan, pengemudi ojek online, tewas terlindas kendaraan taktis saat demonstrasi. Peristiwa itu memicu gelombang protes di sejumlah daerah, termasuk Jepara. Hingga berita ini diturunkan, akses menuju pusat kota Jepara masih ditutup sementara. Aparat berjaga penuh di sejumlah titik untuk mencegah terulangnya kericuhan. (Wely-jateng)