JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 01 Oktober 2025 – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara menerima kegiatan Pembinaan dan Koordinasi Kepolisian Khusus (Binkorpolsus) dari jajaran Satbinmas Polres Jepara. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Rapat Rutan Jepara pada Rabu pagi (01/10), mulai pukul 09.30 WIB hingga selesai. Acara diikuti oleh Kepala Rutan Jepara, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR), serta staf pegawai Rutan Kelas IIB Jepara. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, yang menekankan pentingnya sinergi antara jajaran pemasyarakatan dengan aparat kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Rutan. Sambutan dilanjutkan oleh Kanit Satbinmas Polres Jepara, yang memberikan arahan mengenai tugas kepolisian khusus serta dukungan terhadap pelaksanaan fungsi pemasyarakatan. Selanjutnya, anggota Satbinmas Polres Jepara memaparkan materi pembinaan yang berfokus pada koordinasi tugas, kedisiplinan pegawai, serta strategi pencegahan potensi gangguan keamanan. Kegiatan berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan kondusif. Melalui pembinaan ini diharapkan seluruh pegawai Rutan Jepara semakin memahami peran dan fungsi koordinasi dengan aparat kepolisian, sehingga pengamanan di lingkungan pemasyarakatan dapat berjalan lebih optimal. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Polres Jepara. > “Kerja sama dengan pihak kepolisian sangat penting untuk memperkuat pengamanan di Rutan. Dengan adanya pembinaan ini, kami berharap pegawai dapat lebih siap, sigap, dan profesional dalam menjalankan tugas, sehingga tercipta suasana kerja yang aman, tertib, dan kondusif,” ujarnya. Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan koordinasi teknis, yang semakin mempererat sinergi antara Rutan Jepara dan Polres Jepara dalam menjaga keamanan serta integritas pelayanan pemasyarakatan.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Upaya Pemerintah Kabupaten Jepara dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu kini diwujudkan melalui peresmian Sekolah Rakyat Dasar 1 Kabupaten Jepara, Selasa (30/9/2025). Sekolah rintisan ini berlokasi di kompleks Balai Latihan Kerja (BLK) Pecangaan dan untuk tahap awal menampung 75 murid dengan tiga kelas. Kehadiran sekolah ini tidak sekadar memberikan pendidikan formal, tetapi juga dirancang sebagai pusat pembinaan karakter dan penguatan nilai keagamaan. Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo, menegaskan bahwa sekolah rakyat bukan hanya tempat belajar biasa. “Di sini anak-anak akan merasa seperti di rumah, mendapatkan ilmu, sekaligus bimbingan rohani. Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi beriman, berkarakter, dan siap bersaing,” kata Bupati yang akrab disapa Mas Wiwit. Setiap siswa mendapatkan fasilitas lengkap, mulai dari seragam hingga kebutuhan sehari-hari seperti tempat tidur dan lemari pribadi. Hal itu menurut Mas Wiwit adalah bentuk keseriusan pemerintah melaksanakan arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk menghadirkan pendidikan yang layak bagi kelompok rentan. “Kami ingin memastikan tidak ada lagi anak Jepara yang kehilangan kesempatan sekolah hanya karena faktor ekonomi,” ujarnya. Program Sekolah Rakyat dirancang bertahap hingga jenjang SMA. Bahkan, pemerintah daerah sudah menyiapkan lahan seluas 10 hektare di Pakisaji yang akan dibangun menjadi kompleks sekolah permanen pada 2026. Kepala Sekolah Rakyat Jepara, Asri Linda Listyaningrum, menambahkan, siswa yang lulus dapat melanjutkan ke jenjang lebih tinggi baik di sekolah rakyat, sekolah formal, maupun sekolah unggulan bila memenuhi syarat. Untuk lulusan SMA, tersedia jalur kuliah di perguruan tinggi negeri mitra atau diarahkan ke dunia kerja sesuai minat dengan metode pemetaan bakat berbasis DNA Talent. “Dengan sistem ini, kami berharap setiap anak menemukan jalannya masing-masing, baik akademik maupun non-akademik,” jelasnya. Peresmian sekolah turut disaksikan jajaran perangkat daerah, perwakilan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Sentra Margo Laras Pati, camat se-Kabupaten Jepara, serta orang tua murid. Dengan langkah ini, Pemkab Jepara meneguhkan komitmennya menghadirkan pendidikan inklusif dan berkualitas, sekaligus menjadikan Sekolah Rakyat sebagai jembatan menuju masa depan.(Wely-jateng) Sumber: Diskominfo jepara
Bidik-kasusnews.com Jakarta – Penyelidikan kasus dugaan korupsi di BPR Bank Jepara Artha memasuki babak baru. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini menyoroti data baki debet, yakni sisa pinjaman pokok debitur yang belum dilunasi. Langkah ini diambil setelah pemeriksaan terhadap Rina Kristinawatty, Ketua Tim Likuidasi BPR Bank Jepara Artha, pada Senin (29/9/2025) di jakarta. “Saksi diminta menjelaskan detail mengenai data baki debet terkait para tersangka,” terang Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada Bidik-kasusnews via WhatsApp 30/9/2025. Kasus bermula dari temuan penyidik pada 24 September 2024, yang mengindikasikan adanya penyimpangan dalam penyaluran kredit usaha periode 2022–2024. Dua hari berselang, KPK mengeluarkan surat pencegahan bepergian ke luar negeri terhadap lima pihak berinisial JH, IN, AN, AS, dan MIA. Setelah setahun penyidikan, pada 18 September 2025, KPK resmi menahan lima orang tersebut. Mereka adalah: Jhendik Handoko, Direktur Utama BPR Bank Jepara Artha Iwan Nursusetyo, Direktur Bisnis dan Operasional Ahmad Nasir, Kepala Divisi Bisnis, Literasi, dan Inklusi Keuangan Ariyanto Sulistiyono, Kepala Bagian Kredit Mohammad Ibrahim Al’Asyari, Direktur PT Bumi Manfaat Gemilang KPK menegaskan pengusutan belum berhenti. Pemeriksaan saksi-saksi tambahan akan terus dilakukan untuk menelusuri aliran dana dan menghitung potensi kerugian negara yang ditimbulkan. Kasus ini menjadi perhatian lantaran menyangkut lembaga keuangan daerah yang seharusnya menopang perekonomian masyarakat kecil.(Wely)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Pemalang – Upaya memperkuat pembangunan Zona Integritas terus digencarkan Rutan Kelas IIB Jepara. Pada Sabtu, 27 September 2025, jajaran Rutan Jepara melaksanakan kunjungan studi tiru ke Rutan Kelas IIB Pemalang sebagai langkah nyata percepatan menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Rombongan yang dipimpin Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, disambut hangat oleh Karutan Pemalang, Nur Febrianto, beserta jajaran. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak berbagi pengalaman dan berdiskusi mengenai inovasi, strategi pelayanan, serta langkah-langkah konsisten dalam membangun budaya kerja yang berintegritas. Selain sesi diskusi, rombongan juga diajak meninjau fasilitas utama Rutan Pemalang, mulai dari layanan publik hingga sarana pembinaan warga binaan. Setiap area memberikan gambaran nyata tentang bagaimana penerapan standar pelayanan yang profesional dapat diwujudkan dalam keseharian. Menurut Renza, kunjungan ini bukan sekadar melihat praktik baik, melainkan juga sebagai penguat tekad seluruh jajaran Rutan Jepara untuk terus berbenah. “Kita belajar banyak dari Pemalang, bukan hanya soal inovasi, tetapi juga tentang komitmen dan konsistensi. Semoga semangat ini bisa kita tularkan di Rutan Jepara demi pelayanan yang bersih dan akuntabel,” ujarnya. Kegiatan studi tiru ini menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas tidak bisa berjalan sendiri, melainkan perlu sinergi, keterbukaan, dan semangat berbagi pengalaman antar-unit pemasyarakatan.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 29 September 2025 – Beredar kabar adanya dugaan keracunan makanan yang menimpa puluhan siswa di SDN 1 Banjaran, Kecamatan Bangsri Kab Jepara. Informasi awal menyebutkan sebanyak 35 siswa mengalami sakit usai mengikuti kegiatan belajar, namun pihak terkait memberikan klarifikasi resmi. Kepala SPPG Desa Banjaran, Bagus Furqon Alfansyah, menjelaskan bahwa jumlah siswa yang benar-benar dilaporkan sakit sebanyak 25 anak pada Selasa (23/9/2025) sepulang sekolah dengan gejala muntah-muntah. Sementara itu, terdapat 10 siswa lain yang tidak hadir keesokan harinya, Rabu (24/9/2025), namun penyebab ketidakhadiran mereka belum dapat dipastikan. “Jadi dari 35 anak yang disebutkan, sebenarnya hanya 25 anak yang mengalami muntah-muntah. Sedangkan 10 lainnya tidak masuk sekolah di hari Rabu, tetapi belum diketahui penyebab pastinya,” ungkap Bagus saat dikonfirmasi Bidik-kasusnews, Senin (29/9/2025). Lebih lanjut, Bagus memaparkan bahwa ada 5 siswa yang sempat diperiksakan ke Puskesmas Bangsri. Hal ini bermula dari salah satu wali murid yang membuat status di media sosial dan menuntut pertanggungjawaban pihak sekolah. Menanggapi hal itu, pihak Sppg membawa pemeriksaan kesehatan di Puskesmas. “Wali murid tersebut kemudian bersedia, dan saat penjemputan ia mengajak 4 siswa lain di sekitar rumahnya untuk ikut dibawa. Sesampainya di Puskesmas, kelima siswa dalam kondisi baik dan tidak perlu rawat inap,” jelasnya. Bagus juga memastikan bahwa seluruh siswa kini sudah dalam keadaan sehat dan kembali bersekolah sejak beberapa hari terakhir. Terkait penyebab kejadian, ia menegaskan belum dapat dipastikan. Dugaan sempat mengarah pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan pada Selasa (23/9/2025). Namun, laporan baru diterima pihak sekolah pada Rabu (24/9/2025) pagi. “Sejauh ini kami belum bisa menyimpulkan penyebabnya. Dari pihak Puskesmas Bangsri juga menyatakan bahwa kondisi tersebut bisa terjadi karena banyak faktor. Kami masih menunggu hasil laboratorium,” pungkas Bagus. (Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 28 September 2025 – Kepedulian dan solidaritas kembali diwujudkan oleh keluarga besar Squad Nusantara. Pada Minggu (28/9), Srikandi Squad Nusantara mengadakan kunjungan sosial untuk menjenguk Niky, putra dari Bu Ton, salah satu anggota Squad Nusantara, yang saat ini tengah dirawat di RS Islam Jepara. Niky mengalami kecelakaan tunggal saat perjalanan pulang kerja di wilayah Selagi, Kecamatan Bangsri. Remaja yang tinggal di Krasak RT 01/15, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara ini mendapatkan perhatian khusus dari rekan-rekan ibunya di Squad Nusantara. Dalam kunjungan tersebut, hadir langsung Ketua Srikandi Squad Nusantara, Bu Riana Shofa, didampingi jajaran pengurus, antara lain Kabid Sosial, Bidang Perempuan dan Anak, Bapak Wahyudi, serta Ibu Ian. Mereka datang tidak hanya untuk memberi dukungan moril, tetapi juga menyampaikan doa dan semangat kepada Niky agar segera pulih dari musibah yang dialaminya. “Kami datang sebagai bentuk perhatian dan kebersamaan. Semoga ananda Niky segera diberikan kesembuhan dan dapat beraktivitas seperti sediakala. Kebersamaan ini adalah salah satu wujud nyata rasa persaudaraan di tubuh Squad Nusantara,” ujar Bu Riana Shofa. Kunjungan ini menjadi bukti bahwa Squad Nusantara tidak hanya fokus pada kegiatan sosial masyarakat, tetapi juga menjunjung tinggi rasa kekeluargaan dan solidaritas antaranggota. Ketika ada keluarga besar yang sedang tertimpa musibah, seluruh elemen organisasi saling bahu-membahu memberikan dukungan.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, Minggu 28 September 2025 – Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Bondo, RT 01 RW 03, Kecamatan Bangsri, memasuki hari ke-4. Pada kesempatan ini, Ketua DPC Squad Nusantara Kabupaten Jepara bersama Wakil Ketua DPC turun langsung ke lokasi untuk melakukan peninjauan dan memberikan dukungan moril kepada tim yang bertugas. Program renovasi RTLH ini menjadi salah satu agenda sosial Squad Nusantara yang fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi warga kurang mampu yang membutuhkan tempat tinggal layak huni. Kehadiran Ketua dan Wakil Ketua DPC di lapangan sekaligus menunjukkan komitmen pimpinan dalam memastikan program berjalan sesuai rencana. Dalam kunjungan tersebut, mereka juga berinteraksi dengan warga sekitar, mendengarkan masukan, serta memberikan apresiasi kepada para anggota Squad Nusantara yang setia mengawal proses renovasi sejak awal. “Gerakan ini bukan hanya sekadar membangun rumah, tapi juga membangun harapan dan kebersamaan. Kami ingin kehadiran Squad Nusantara benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Ketua DPC di sela kegiatan. Kegiatan ini dikawal langsung oleh sejumlah anggota Squad Nusantara yang bertugas memantau perkembangan renovasi sekaligus membantu kelancaran jalannya program. Kehadiran mereka menambah semangat kebersamaan serta memperkuat solidaritas antaranggota maupun dengan masyarakat setempat.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 28 September 2025 – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ormas Squad Nusantara Kabupaten Jepara menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) pada Minggu (28/9/2025) di Resto Maribu, Jalan Shima, Jepara. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai ini berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan. Rakercab yang mengusung tema “Kemandirian dalam Meningkatkan Kesosialan” tersebut dihadiri Ketua DPC Squad Nusantara Jepara, BPK Eko Basuki, beserta seluruh jajaran pengurus DPC dan Ketua Ranting se-Kabupaten Jepara. Dalam arahannya, Eko Basuki menekankan agar seluruh ranting fokus pada kegiatan sosial yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat di lingkungannya. Ia juga menegaskan bahwa ormas harus hadir di tengah masyarakat melalui aksi nyata yang berorientasi pada kepedulian sosial. “Rakercab ini menjadi momentum penting untuk mengarahkan langkah kita ke depan agar Squad Nusantara Jepara semakin solid, kompak, dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya. Selain menjadi forum evaluasi dan penyusunan program kerja, Rakercab juga memperkuat konsolidasi internal agar setiap ranting mampu mandiri dalam melaksanakan kegiatan sosial. Suasana rapat berlangsung kondusif dan penuh rasa persaudaraan, mencerminkan semangat kebersamaan dalam membangun ormas yang bermanfaat bagi masyarakat. (Wely-jateng)
Bidik-kasusnews.com JAKARTA – Kepolisian Republik Indonesia kembali melakukan perombakan di jajaran strategisnya. Sebanyak tujuh Perwira Tinggi (Pati) yang bertugas di Bareskrim Polri mendapatkan penugasan baru setelah Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan surat telegram mutasi pada September 2025. Mutasi tersebut tertuang dalam ST/2134/IX/KEP./2025 yang diterbitkan pada 19 September 2025 dan ST/2192/IX/KEP./2025 tertanggal 24 September 2025. Selain tujuh perwira Bareskrim, tercatat ada total 60 perwira Polri yang dimutasi bulan ini. Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menuturkan bahwa mutasi adalah kebutuhan organisasi. Menurutnya, Polri harus senantiasa menjaga kualitas sumber daya manusia agar mampu menjawab kebutuhan zaman. > “Rotasi jabatan merupakan bentuk penyegaran, pembinaan karier, dan upaya memperkuat struktur organisasi. Tantangan keamanan terus berubah, sehingga Polri juga harus adaptif dan responsif,” jelas Trunoyudo, dikutip dari SindoNews Sabtu (27/9/2025). Perwira yang Mengalami Perubahan Jabatan Brigjen Pol Nunung Syaifuddin: Dirtipidter Bareskrim → Wakabareskrim. Brigjen Pol Moh Irhami: Pati Bareskrim penugasan di PPATK → Dirtipidter Bareskrim. Brigjen Pol Helfi Assegaf: Dirtipideksus Bareskrim → Kapolda Lampung. Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak: Dirreskrimsus Polda Metro Jaya → Dirtipideksus Bareskrim. Kombes Pol Edy Suranta Sitepu: Kasubdit I Dittipideksus Bareskrim → Dirreskrimsus Polda Metro Jaya. Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro: Dirtipidum Bareskrim → Kapolda Sulawesi Selatan. Kombes Pol Wira Satya Triputra: Dirreskrimum Polda Metro Jaya → Dirtipidum Bareskrim. Dengan adanya mutasi ini, wajah kepemimpinan di Bareskrim maupun Polda ikut mengalami perubahan. Langkah tersebut sekaligus membuka peluang bagi perwira yang dipromosikan untuk menunjukkan kinerja terbaiknya di jabatan baru.(Wely)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Upaya memperkuat kemandirian pangan kembali ditunjukkan oleh Polres Jepara, Polda Jawa Tengah. Pada Sabtu (27/9/2025), Polres Jepara bersama masyarakat Desa Dorang, Kecamatan Nalumsari, menggelar Panen Raya Jagung Kuartal III di lahan seluas dua hektare. Kegiatan ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan Polri yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia. Panen raya dipantau langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melalui sambungan virtual dari Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan. Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian adalah wujud nyata sinergi dengan masyarakat. > “Kami ingin hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi ketersediaan pangan. Panen ini bukti komitmen Polri mendukung swasembada pangan nasional,” ujarnya. Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran Forkopimda Jepara, Kepala BPS Isnaini, Kepala Gudang Bulog Rengging Febriana, unsur TNI-Polri, perangkat desa, kelompok tani, dan masyarakat setempat. Selain panen jagung dengan hasil perkiraan 5 ton, Polres Jepara juga menyalurkan 30 paket sembako kepada warga sekitar. Momentum ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus mempererat komunikasi antara polisi dan masyarakat. AKBP Erick berharap kegiatan ini memberi motivasi bagi petani agar terus mengoptimalkan lahan produktif. “Jika pangan kita mandiri, bangsa ini akan lebih kuat menghadapi tantangan apa pun,” tegasnya. Melalui program ini, Polres Jepara ingin memastikan bahwa ketahanan pangan bukan hanya slogan, melainkan gerakan bersama demi kesejahteraan rakyat.(wely-jateng) Sumber:humas polres jepara