JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Cerahnya cuaca menyatu dengan semangat gotong royong di halaman Rutan Kelas IIB Jepara. Pagi itu, Jumat (10/10), bukan sekadar rutinitas di balik jeruji. Ada yang istimewa: “Jumat Berkah”, sebuah gerakan sosial yang kini menjadi napas baru di lingkungan Rutan, diinisiasi langsung oleh Kepala Rutan, Renza Maisetyo. Di tengah keterbatasan ruang dan waktu, kegiatan yang sederhana ini justru menghadirkan makna yang besar baik bagi warga binaan, petugas, maupun masyarakat sekitar.. Kegiatan “Jumat Berkah” mencakup pembagian paket nasi kepada warga masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di sekitar Rutan. “Ini bukan soal jumlah yang dibagikan, tapi nilai yang ditanamkan. Bahwa hidup selalu punya ruang untuk peduli,” tambah Renza. Sejak menjabat sebagai Kepala Rutan, Renza Maisetyo dikenal sebagai figur pembina yang tegas namun humanis. Ia membawa pendekatan baru dalam pemasyarakatan bukan hanya penegakan aturan, tetapi juga penyembuhan jiwa. Program seperti pembinaan spiritual, pelatihan keterampilan, pendirian perpustakaan untuk warga binaan, hingga program Rutan Bersinar (Bersih dari Narkoba) terus digalakkan. Namun di antara semua itu, Jumat Berkah menjadi salah satu kegiatan yang paling menyentuh hati. “Kami ingin agar setiap Jumat jadi momentum untuk merenung, bersyukur, dan berbagi. Tidak hanya bagi yang di luar, tapi juga yang di dalam,” ungkapnya. Kehangatan yang tercipta setiap Jumat membuktikan bahwa lembaga pemasyarakatan tak melulu identik dengan dinding tinggi dan stigma kelam. Di tangan pemimpin seperti Renza, Rutan Jepara mulai menjadi rumah kedua yang menumbuhkan, bukan sekadar menghukum. “Jumat Berkah bukan hanya agenda. Ia adalah ruang harapan. Di tempat yang paling tidak diduga, ternyata masih banyak cinta yang tumbuh.”(Wely-jateng)
JATENG;Bidik-kasusnews.com Jepara – Persidangan kasus dugaan penipuan dengan terdakwa Supriyanto kembali mengalami penundaan. Agenda yang seharusnya digelar di Pengadilan Negeri Jepara, Kamis (9/10/2025), harus ditunda lantaran terdakwa kembali dikabarkan sakit. Sidang yang berlangsung di Ruang Cakra pukul 10.00 WIB itu tercatat dengan nomor perkara 82/Pid.B/2025/PN Jpa. Majelis hakim dipimpin Erven Langgeng Kasih, S.H., M.H. bersama hakim anggota Parlin Mangatas Bona Tua, S.H., M.H. dan Afrizal, S.H., M.Hum. Dalam persidangan, hadir Jaksa Penuntut Umum Dian Mario serta penasihat hukum terdakwa, Bambang Budiyanto, S.H.. Agenda kali ini sejatinya menjadwalkan pemeriksaan saksi a de charge, yaitu saksi yang diajukan pihak terdakwa untuk memberikan keterangan yang dapat meringankan. Namun, rencana tersebut urung terlaksana karena Supriyanto tidak hadir. Dari pihak Rutan Jepara disampaikan surat keterangan sakit yang menyebutkan bahwa kondisi terdakwa tidak memungkinkan mengikuti persidangan. Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Jepara, Dian Mario, mengungkapkan kekhawatirannya atas kondisi tersebut. Menurutnya, ini bukan kali pertama sidang ditunda dengan alasan sakit yang sama. > “Sudah dua kali sidang tidak bisa berjalan karena alasan kesehatan. Untuk memastikan kebenarannya, kami berencana menghadirkan dokter dari RSUD Kartini Jepara agar memeriksa kondisi terdakwa secara langsung,” ujar Dian Mario. Langkah itu diambil guna memastikan keabsahan keterangan medis dari pihak Rutan serta menjamin proses peradilan tetap berjalan sesuai ketentuan. Hingga kini, jadwal ulang persidangan pada hari Selasa 14/10/2025.(Wely-jateng) –
JATENG:Bidik-kasusnews.com Blora, Dalam semangat kebersamaan dan tekad kuat untuk mewujudkan lingkungan Pemasyarakatan yang bebas dari narkoba, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara turut serta dalam kegiatan Penandatanganan Komitmen Bersih dari Narkoba (Bersinar) bersama seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Karesidenan Pati, yang digelar di Aula Rutan Blora, Selasa (07/10/2025). Kegiatan bertajuk “Bersatu Lawan Narkoba: UPT se-Karesidenan Pati Teken Komitmen Bersinar” ini dihadiri oleh Kepala BNNP Jawa Tengah Brigjen Pol. H. Agus Rohmat, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Jawa Tengah Mardi Santoso, Wakil Bupati Blora, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Blora. Acara diawali dengan penayangan video deklarasi Bersinar yang menggambarkan komitmen dan langkah nyata jajaran Pemasyarakatan dalam memberantas peredaran narkoba di lingkungan Lapas dan Rutan. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar Bersinar dan penandatanganan komitmen oleh seluruh Kepala UPT Pemasyarakatan se-Karesidenan Pati, termasuk Rutan Jepara sebagai bagian aktif dari gerakan kolektif ini. Dalam arahannya, Kepala Kantor Wilayah Kemenimipas Jawa Tengah, Mardi Santoso, menyampaikan apresiasi atas kekompakan dan kesungguhan seluruh jajaran UPT Pemasyarakatan di wilayah Karesidenan Pati. > “Ini merupakan bukti nyata dari kesungguhan kita dalam memerangi peredaran narkoba. Kolaborasi dan konsistensi antarsatuan kerja menjadi kunci keberhasilan program Bersinar,” tegasnya. Sementara itu, Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Pol. H. Agus Rohmat, menegaskan bahwa Lapas dan Rutan memiliki peran strategis tidak hanya sebagai tempat menjalani hukuman, tetapi juga sebagai ruang pembinaan dan pemulihan. > “Petugas Pemasyarakatan adalah garda terdepan dalam menyukseskan Deklarasi Bersinar. BNN bersama Ditjen PAS akan terus bersinergi melakukan rehabilitasi dan pencegahan agar para pengguna dapat pulih dan kembali diterima di tengah masyarakat,” ujarnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari 13 Program Akselerasi Pemasyarakatan, salah satunya menciptakan satuan kerja yang Bersih dari Narkoba (Bersinar). Acara ditutup dengan penyerahan penghargaan oleh Kepala BNNP Jawa Tengah kepada UPT Pemasyarakatan se-Karesidenan Pati, diikuti dengan sesi foto bersama yang menandai komitmen bersama dalam menjaga integritas dan profesionalitas jajaran Pemasyarakatan. Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan ini, Rutan Jepara meneguhkan langkahnya sebagai bagian dari barisan garda terdepan dalam perang melawan narkoba — menjaga nilai kemanusiaan, memperkuat sinergi, dan menyalakan semangat Pemasyarakatan yang Bersinar.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara menerima penghargaan sebagai Satuan Kerja Terbaik dalam Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) tahun 2025 untuk pagu sedang dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kudus. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, dalam acara evaluasi kinerja anggaran yang digelar oleh KPPN Kudus pada awal Oktober 2025. Dalam kesempatan tersebut, KPPN Kudus memberikan apresiasi kepada satuan kerja mitra yang dinilai berhasil menunjukkan kinerja pengelolaan anggaran yang baik, transparan, dan akuntabel. Rutan Jepara dinilai unggul dalam beberapa aspek penilaian, antara lain: ketepatan waktu penyerapan anggaran, kepatuhan terhadap peraturan, serta kelengkapan pelaporan keuangan. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas penghargaan ini. “Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim di Rutan Jepara. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja, khususnya dalam tata kelola anggaran yang efisien dan akuntabel,” ujar Renza. Pencapaian ini sekaligus menjadi motivasi bagi jajaran Rutan Jepara untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas layanan, tidak hanya dalam bidang pengelolaan anggaran, tetapi juga dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan secara keseluruhan.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Perumda Kabupaten Jepara melakukan monitoring perkembangan budidaya tanaman cabai yang dilakukan oleh warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Jepara. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan keberhasilan program budidaya cabai dan memberikan dukungan kepada warga binaan dalam meningkatkan keterampilan dan kemandirian. Dalam kegiatan monitoring, tim dari Perumda Kabupaten Jepara melakukan pengecekan langsung ke lahan budidaya cabai di Rutan Jepara. Mereka memantau kondisi tanaman, memberikan saran dan bimbingan kepada warga binaan tentang cara budidaya cabai yang baik dan benar. Program budidaya cabai ini memiliki beberapa tujuan, untuk meningkatkan keterampilan, memberikan keterampilan kepada warga binaan tentang cara budidaya cabai yang baik dan benar, meningkatkan kemandirian, membantu warga binaan menjadi lebih mandiri dan memiliki kemampuan untuk meningkatkan taraf hidup, mendukung ketahanan pangan, meningkatkan produksi cabai dan mendukung ketahanan pangan di wilayah Jepara. Perumda Kabupaten Jepara berkomitmen untuk terus mendukung program budidaya cabai di Rutan Jepara. Mereka akan terus memantau perkembangan budidaya dan memberikan bantuan yang dibutuhkan untuk memastikan keberhasilan program. Dengan adanya program ini, diharapkan warga binaan Rutan Jepara dapat memiliki keterampilan dan pengetahuan yang cukup untuk menjadi mandiri dan produktif setelah bebas dari Rutan.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 8 Oktober 2025 — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara menerima kunjungan dari perwakilan Universitas Boyolali, Jawa Tengah, dalam rangka sosialisasi Program Pengembangan Karir bagi pegawai Rutan. Kegiatan berlangsung di ruang rapat Rutan Jepara dan dihadiri oleh sejumlah pegawai yang antusias menyimak paparan dari pihak universitas. Sosialisasi ini merupakan bagian dari kerja sama strategis antara Rutan Jepara dan institusi pendidikan tinggi, dengan tujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan pemasyarakatan. Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Jepara, Benny Apridona, bersama Kepala Subseksi Pengelolaan, Mono Puswanto, turut mendampingi jalannya kegiatan. Dalam sambutannya, Benny Apridona menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini dan berharap program ini dapat menjadi jembatan bagi para pegawai untuk terus berkembang secara profesional. “Ini merupakan peluang besar bagi pegawai kami untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan karier di tengah tuntutan tugas yang semakin kompleks,” ujarnya. Perwakilan dari Universitas Boyolali memaparkan berbagai program pendidikan lanjutan, termasuk jenjang D3, S1, hingga S2, yang dirancang fleksibel dan sesuai dengan jadwal kerja pegawai pemerintahan. Tak hanya itu, program RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) juga ditawarkan untuk mengakui pengalaman kerja sebagai bagian dari kredit akademik. Sosialisasi ini disambut positif oleh para pegawai yang hadir, dengan sejumlah peserta menyatakan minat untuk segera mendaftar dan melanjutkan studi. Diharapkan, melalui program ini, kualitas pelayanan di Rutan Jepara semakin meningkat seiring dengan peningkatan kompetensi para petugasnya. Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif serta pendataan awal bagi pegawai yang berminat mengikuti program pengembangan karir dari Universitas Boyolali.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 8 Oktober 2025 — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara menerima kunjungan dari perwakilan Universitas Boyolali, Jawa Tengah, dalam rangka sosialisasi Program Pengembangan Karir bagi pegawai Rutan. Kegiatan berlangsung di ruang rapat Rutan Jepara dan dihadiri oleh sejumlah pegawai yang antusias menyimak paparan dari pihak universitas. Sosialisasi ini merupakan bagian dari kerja sama strategis antara Rutan Jepara dan institusi pendidikan tinggi, dengan tujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan pemasyarakatan. Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Jepara, Benny Apridona, bersama Kepala Subseksi Pengelolaan, Mono Puswanto, turut mendampingi jalannya kegiatan. Dalam sambutannya, Benny Apridona menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini dan berharap program ini dapat menjadi jembatan bagi para pegawai untuk terus berkembang secara profesional. “Ini merupakan peluang besar bagi pegawai kami untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan karier di tengah tuntutan tugas yang semakin kompleks,” ujarnya. Perwakilan dari Universitas Boyolali memaparkan berbagai program pendidikan lanjutan, termasuk jenjang D3, S1, hingga S2, yang dirancang fleksibel dan sesuai dengan jadwal kerja pegawai pemerintahan. Tak hanya itu, program RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) juga ditawarkan untuk mengakui pengalaman kerja sebagai bagian dari kredit akademik. Sosialisasi ini disambut positif oleh para pegawai yang hadir, dengan sejumlah peserta menyatakan minat untuk segera mendaftar dan melanjutkan studi. Diharapkan, melalui program ini, kualitas pelayanan di Rutan Jepara semakin meningkat seiring dengan peningkatan kompetensi para petugasnya. Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif serta pendataan awal bagi pegawai yang berminat mengikuti program pengembangan karir dari Universitas Boyolali.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Rasa solidaritas dan kepedulian kembali diwujudkan oleh Squad Nusantara Ranting Keling. Pada Senin, 6 Oktober 2025, pukul 12.00 WIB, jajaran anggota bersama Ketua Ranting Bapak Teguh Setiawan melakukan kegiatan sosial dengan mengunjungi rumah salah satu anggota yang anaknya tengah mengalami sakit. Anak tersebut bernama Naela, yang beralamat di RT 01/RW 01, Desa Kunir, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Dalam kunjungan itu, rombongan Squad Nusantara menyerahkan bantuan dan dukungan moral kepada keluarga sebagai bentuk empati dan perhatian antaranggota. Ketua Ranting Squad Nusantara Keling, Teguh Setiawan, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari semangat kebersamaan dan kepedulian yang selalu dijunjung tinggi oleh organisasi. > “Kami hadir untuk memberikan semangat dan doa agar ananda Naela segera pulih. Squad Nusantara bukan hanya sekadar komunitas, tapi sudah menjadi keluarga besar yang selalu saling mendukung,” ujarnya. Kegiatan sosial seperti ini menjadi agenda rutin yang terus digalakkan oleh Squad Nusantara, terutama dalam membantu sesama anggota yang sedang menghadapi kesulitan. Selain membawa bantuan, kunjungan ini juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antaranggota dan masyarakat sekitar. Keluarga penerima bantuan mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan oleh Squad Nusantara Ranting Keling. Mereka mengaku terharu atas kehadiran para anggota yang datang langsung memberikan dukungan di tengah situasi sulit. Dengan adanya kegiatan sosial seperti ini, diharapkan semangat gotong royong dan kebersamaan dalam tubuh Squad Nusantara terus terjaga, serta mampu menjadi contoh positif bagi masyarakat di sekitar Kecamatan Keling.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif, Kepala Unit Pembinaan Ketertiban Sosial Satuan Pembinaan Masyarakat (Kanit Bintibsos Satbinmas) Polres Jepara, IPDA Rofiqoh, melakukan cek kamar hunian warga binaan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara pada Senin (6/10/2025). Kunjungan ini menjadi bagian dari koordinasi aktif antara Polres Jepara dan Rutan Jepara dalam hal pembinaan serta pengawasan terhadap warga binaan. Didampingi langsung oleh Petugas Blok, IPDA Rofiqoh meninjau langsung blok-blok hunian warga binaan untuk memastikan kondisi keamanan, kebersihan, serta ketertiban di lingkungan rutan. Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata dukungan Polres Jepara terhadap pelaksanaan tugas pemasyarakatan. “Kami ingin memastikan bahwa kondisi di dalam rutan tetap aman dan terkendali. Ini adalah bagian dari sinergi yang harus terus dijaga antara kepolisian dan pihak pemasyarakatan,” ujar IPDA Rofiqoh. Dalam kunjungan tersebut, Kanit Bintibsos Satbinmas Polres Jepara juga berinteraksi dengan sejumlah warga binaan serta petugas jaga, memberikan imbauan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat), dan menyampaikan pentingnya menjaga perilaku positif selama menjalani masa pidana. Ka. KPR Rutan Jepara, Benny Apridona menyambut baik kunjungan tersebut dan menyampaikan bahwa kerja sama antara Rutan dan Polres Jepara selama ini berjalan sangat baik. Ia mengapresiasi dukungan Polres dalam menjaga keamanan, terutama dalam upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtib. “Kunjungan seperti ini sangat kami apresiasi. Ini menunjukkan kepedulian dan perhatian Polres Jepara terhadap pembinaan di dalam rutan. Kami berharap sinergi ini terus terjaga demi menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan manusiawi,” ungkap Benny. Selama kontrol berlangsung, tidak ditemukan adanya pelanggaran atau gangguan keamanan. Situasi di dalam blok hunian terpantau tertib, dan warga binaan menunjukkan sikap kooperatif selama proses pengecekan berlangsung. Kegiatan ini ditutup dengan dialog singkat antara petugas Rutan dan tim dari Polres Jepara guna membahas langkah-langkah penguatan koordinasi ke depan, termasuk rencana pembinaan bersama, pengawasan terpadu, dan kegiatan penyuluhan hukum. Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan kolaborasi antara Rutan Jepara dan Polres Jepara semakin solid dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang aman, tertib, dan humanis.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Dalam rangka memperkuat sinergitas dan kolaborasi antar instansi penegak hukum, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara menggelar apel pagi gabungan bersama Kepolisian Resor (Polres) Jepara pada Senin (6/10). Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Upacara Rutan Jepara dan diikuti oleh petugas Rutan dan personel dari Polres Jepara serta warga binaan Rutan Kelas IIB Jepara. Apel pagi gabungan tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Bintibsos Satbinmas Polres Jepara, Ipda Rofiqoh. Dalam amanatnya, Kanit Bintibsos Satbinmas Polres Jepara, menyampaikan pentingnya membangun komunikasi dan kerja sama yang erat antara Rutan dan kepolisian guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif, khususnya di lingkungan Rutan maupun wilayah hukum Kabupaten Jepara. “Apel gabungan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mempererat sinergitas antar aparat penegak hukum. Kolaborasi yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan pengawasan, pengamanan, serta pelayanan publik yang lebih optimal,” ujar Ipda Rofiqoh dalam sambutannya. Ia juga menekankan bahwa Rutan Jepara terus berkomitmen menjaga keamanan internal dengan tetap menjalin koordinasi yang solid bersama Polres, terutama dalam menghadapi potensi gangguan keamanan seperti pelarian warga binaan, peredaran narkoba, maupun ancaman lainnya. Apel pagi gabungan ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antara personel Rutan dan Polres, sebagai simbol kekompakan dan komitmen bersama dalam melayani masyarakat dan menjaga keamanan. Kegiatan seperti ini rencananya akan digelar secara berkala, sebagai bagian dari strategi penguatan sinergi lintas sektoral antara lembaga pemasyarakatan dan aparat kepolisian di daerah.(Wely-jateng)