JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 13 Oktober 2025 – Dalam rangka memastikan terpenuhinya hak dasar warga binaan, Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, turun langsung meninjau proses pengolahan dan penyajian makanan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Senin (13/10/2025). Pengecekan dilakukan di dapur Rutan Jepara, meliputi pemeriksaan bahan mentah, kebersihan area dapur, cara pengolahan, serta uji rasa dan kelayakan makanan sebelum dibagikan kepada WBP. Langkah ini merupakan bentuk komitmen Rutan Jepara untuk memastikan seluruh menu yang disajikan tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga aman dan layak konsumsi. Dalam kesempatan tersebut, Karutan Jepara, Renza Maisetyo, menegaskan pentingnya kontrol langsung terhadap proses pengolahan makanan agar hak dasar warga binaan benar-benar terpenuhi. > “Kesehatan dan kelayakan makanan adalah hak setiap warga binaan. Kami memastikan seluruh proses pengolahan dilakukan secara higienis, bergizi, dan sesuai standar pelayanan yang telah ditetapkan,” ujar Renza. Selain memantau kondisi dapur dan kebersihan peralatan masak, Karutan juga berdialog dengan petugas dapur serta pengelola makanan. Ia menekankan pentingnya disiplin dalam menjaga kualitas bahan pangan, ketepatan waktu distribusi, serta kebersihan lingkungan kerja. Kegiatan tersebut turut didampingi oleh Kasubsie Pelayanan Tahanan, Yusril Arinaldy, serta Pengelola dan Pengolah Makanan, Thohir Azis, yang memastikan seluruh tahapan pengolahan berjalan dengan baik dan sesuai prosedur. Langkah pengawasan ini sejalan dengan Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), khususnya dalam peningkatan kualitas layanan dasar bagi warga binaan, meliputi aspek kesehatan, gizi, dan sanitasi lingkungan Rutan. Dengan pelaksanaan pengawasan rutin seperti ini, Rutan Jepara menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik, menjaga integritas, dan memastikan bahwa setiap hak dasar warga binaan benar-benar terpenuhi sesuai prinsip “Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat Untuk Masyarakat.”(wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 11 Oktober 2025 — Dalam rangka memastikan keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan tetap terjaga, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara melaksanakan razia gabungan bersama jajaran Polres Jepara, Sabtu (11/10). Kegiatan ini merupakan langkah preventif guna mencegah peredaran barang terlarang serta potensi gangguan keamanan di dalam rutan. Razia dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, dan melibatkan puluhan personel gabungan dari unsur Rutan, Polres, serta tim pengamanan internal. Petugas dibagi ke dalam beberapa tim untuk menyisir area hunian pria dan wanita, termasuk blok-blok tahanan serta ruang penunjang lainnya. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mencakup setiap bagian kamar mulai dari bawah tempat tidur, lemari, rak penyimpanan, hingga sela-sela dinding. Barang-barang pribadi warga binaan seperti pakaian, alat mandi, dan perlengkapan harian turut diperiksa guna memastikan tidak ada benda mencurigakan seperti ponsel, senjata tajam, kabel listrik, maupun obat-obatan terlarang. Kepala Rutan Jepara menyampaikan bahwa kegiatan razia seperti ini merupakan bagian dari upaya rutin dalam menjaga situasi di dalam rutan agar tetap aman dan kondusif. “Kami ingin memastikan Rutan Jepara benar-benar bersih dari barang-barang terlarang. Ini juga menjadi bentuk sinergi yang baik antara Rutan dan aparat kepolisian dalam menjaga keamanan bersama,” ujar Renza. Selain pemeriksaan fisik, kegiatan ini juga menjadi momentum bagi petugas untuk memberikan edukasi kepada warga binaan agar tetap menaati aturan dan tidak mencoba membawa atau menyimpan barang yang dilarang. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, serta mendukung proses pembinaan bagi para warga binaan. Pihak Rutan dan Polres Jepara berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan dan memperkuat koordinasi agar potensi gangguan dapat dicegah sejak dini.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Suasana malam di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara pada Jumat (10/10/2025) tampak lebih sibuk dari biasanya. Sekitar pukul 21.30 WIB, jajaran petugas Rutan bersinergi dengan Polres Jepara dan Kodim 0719/Jepara melaksanakan razia gabungan untuk memastikan lingkungan pemasyarakatan tetap aman dan terbebas dari barang-barang terlarang. Razia dilakukan di beberapa kamar hunian, di antaranya Kamar 14 dan 17 Blok A serta Kamar 4 dan 7 Blok B. Petugas memeriksa satu per satu warga binaan dan menyisir setiap sudut kamar guna memastikan tidak ada barang mencurigakan seperti alat komunikasi, benda tajam, maupun barang terlarang lainnya. Kegiatan diawali dengan apel bersama di halaman Rutan yang dipimpin oleh Kepala Rutan Kelas IIB Jepara. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antarinstansi penegak hukum dalam menjaga keamanan di lingkungan pemasyarakatan. “Kami tidak ingin lengah. Kegiatan ini adalah bagian dari upaya pencegahan dini terhadap gangguan keamanan. Dukungan dari TNI dan Polri menjadi bukti bahwa sinergitas aparat penegak hukum di Jepara berjalan dengan baik,” ujar Kepala Rutan. Pelaksanaan razia melibatkan Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR), Kasubsi Pengelolaan, Komandan Jaga, serta jajaran staf dan CPNS Rutan. Dua personel dari Polres Jepara dan dua anggota TNI Kodim 0719/Jepara turut bergabung dalam kegiatan tersebut. Selama penggeledahan berlangsung, suasana tetap kondusif. Petugas menjalankan tugas dengan teliti dan humanis, memastikan seluruh prosedur dilakukan tanpa mengganggu kenyamanan warga binaan. Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, kegiatan berakhir pukul 22.30 WIB dengan hasil aman dan tertib. Kepala Rutan menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini. Menurutnya, razia gabungan tidak hanya menjadi langkah pencegahan, tetapi juga bentuk pembinaan kedisiplinan dan kesadaran bagi warga binaan agar tetap mena.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Cerahnya cuaca menyatu dengan semangat gotong royong di halaman Rutan Kelas IIB Jepara. Pagi itu, Jumat (10/10), bukan sekadar rutinitas di balik jeruji. Ada yang istimewa: “Jumat Berkah”, sebuah gerakan sosial yang kini menjadi napas baru di lingkungan Rutan, diinisiasi langsung oleh Kepala Rutan, Renza Maisetyo. Di tengah keterbatasan ruang dan waktu, kegiatan yang sederhana ini justru menghadirkan makna yang besar baik bagi warga binaan, petugas, maupun masyarakat sekitar.. Kegiatan “Jumat Berkah” mencakup pembagian paket nasi kepada warga masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di sekitar Rutan. “Ini bukan soal jumlah yang dibagikan, tapi nilai yang ditanamkan. Bahwa hidup selalu punya ruang untuk peduli,” tambah Renza. Sejak menjabat sebagai Kepala Rutan, Renza Maisetyo dikenal sebagai figur pembina yang tegas namun humanis. Ia membawa pendekatan baru dalam pemasyarakatan bukan hanya penegakan aturan, tetapi juga penyembuhan jiwa. Program seperti pembinaan spiritual, pelatihan keterampilan, pendirian perpustakaan untuk warga binaan, hingga program Rutan Bersinar (Bersih dari Narkoba) terus digalakkan. Namun di antara semua itu, Jumat Berkah menjadi salah satu kegiatan yang paling menyentuh hati. “Kami ingin agar setiap Jumat jadi momentum untuk merenung, bersyukur, dan berbagi. Tidak hanya bagi yang di luar, tapi juga yang di dalam,” ungkapnya. Kehangatan yang tercipta setiap Jumat membuktikan bahwa lembaga pemasyarakatan tak melulu identik dengan dinding tinggi dan stigma kelam. Di tangan pemimpin seperti Renza, Rutan Jepara mulai menjadi rumah kedua yang menumbuhkan, bukan sekadar menghukum. “Jumat Berkah bukan hanya agenda. Ia adalah ruang harapan. Di tempat yang paling tidak diduga, ternyata masih banyak cinta yang tumbuh.”(Wely-jateng)
JATENG;Bidik-kasusnews.com Jepara – Persidangan kasus dugaan penipuan dengan terdakwa Supriyanto kembali mengalami penundaan. Agenda yang seharusnya digelar di Pengadilan Negeri Jepara, Kamis (9/10/2025), harus ditunda lantaran terdakwa kembali dikabarkan sakit. Sidang yang berlangsung di Ruang Cakra pukul 10.00 WIB itu tercatat dengan nomor perkara 82/Pid.B/2025/PN Jpa. Majelis hakim dipimpin Erven Langgeng Kasih, S.H., M.H. bersama hakim anggota Parlin Mangatas Bona Tua, S.H., M.H. dan Afrizal, S.H., M.Hum. Dalam persidangan, hadir Jaksa Penuntut Umum Dian Mario serta penasihat hukum terdakwa, Bambang Budiyanto, S.H.. Agenda kali ini sejatinya menjadwalkan pemeriksaan saksi a de charge, yaitu saksi yang diajukan pihak terdakwa untuk memberikan keterangan yang dapat meringankan. Namun, rencana tersebut urung terlaksana karena Supriyanto tidak hadir. Dari pihak Rutan Jepara disampaikan surat keterangan sakit yang menyebutkan bahwa kondisi terdakwa tidak memungkinkan mengikuti persidangan. Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Jepara, Dian Mario, mengungkapkan kekhawatirannya atas kondisi tersebut. Menurutnya, ini bukan kali pertama sidang ditunda dengan alasan sakit yang sama. > “Sudah dua kali sidang tidak bisa berjalan karena alasan kesehatan. Untuk memastikan kebenarannya, kami berencana menghadirkan dokter dari RSUD Kartini Jepara agar memeriksa kondisi terdakwa secara langsung,” ujar Dian Mario. Langkah itu diambil guna memastikan keabsahan keterangan medis dari pihak Rutan serta menjamin proses peradilan tetap berjalan sesuai ketentuan. Hingga kini, jadwal ulang persidangan pada hari Selasa 14/10/2025.(Wely-jateng) –
JATENG:Bidik-kasusnews.com Blora, Dalam semangat kebersamaan dan tekad kuat untuk mewujudkan lingkungan Pemasyarakatan yang bebas dari narkoba, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara turut serta dalam kegiatan Penandatanganan Komitmen Bersih dari Narkoba (Bersinar) bersama seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Karesidenan Pati, yang digelar di Aula Rutan Blora, Selasa (07/10/2025). Kegiatan bertajuk “Bersatu Lawan Narkoba: UPT se-Karesidenan Pati Teken Komitmen Bersinar” ini dihadiri oleh Kepala BNNP Jawa Tengah Brigjen Pol. H. Agus Rohmat, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Jawa Tengah Mardi Santoso, Wakil Bupati Blora, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Blora. Acara diawali dengan penayangan video deklarasi Bersinar yang menggambarkan komitmen dan langkah nyata jajaran Pemasyarakatan dalam memberantas peredaran narkoba di lingkungan Lapas dan Rutan. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar Bersinar dan penandatanganan komitmen oleh seluruh Kepala UPT Pemasyarakatan se-Karesidenan Pati, termasuk Rutan Jepara sebagai bagian aktif dari gerakan kolektif ini. Dalam arahannya, Kepala Kantor Wilayah Kemenimipas Jawa Tengah, Mardi Santoso, menyampaikan apresiasi atas kekompakan dan kesungguhan seluruh jajaran UPT Pemasyarakatan di wilayah Karesidenan Pati. > “Ini merupakan bukti nyata dari kesungguhan kita dalam memerangi peredaran narkoba. Kolaborasi dan konsistensi antarsatuan kerja menjadi kunci keberhasilan program Bersinar,” tegasnya. Sementara itu, Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Pol. H. Agus Rohmat, menegaskan bahwa Lapas dan Rutan memiliki peran strategis tidak hanya sebagai tempat menjalani hukuman, tetapi juga sebagai ruang pembinaan dan pemulihan. > “Petugas Pemasyarakatan adalah garda terdepan dalam menyukseskan Deklarasi Bersinar. BNN bersama Ditjen PAS akan terus bersinergi melakukan rehabilitasi dan pencegahan agar para pengguna dapat pulih dan kembali diterima di tengah masyarakat,” ujarnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari 13 Program Akselerasi Pemasyarakatan, salah satunya menciptakan satuan kerja yang Bersih dari Narkoba (Bersinar). Acara ditutup dengan penyerahan penghargaan oleh Kepala BNNP Jawa Tengah kepada UPT Pemasyarakatan se-Karesidenan Pati, diikuti dengan sesi foto bersama yang menandai komitmen bersama dalam menjaga integritas dan profesionalitas jajaran Pemasyarakatan. Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan ini, Rutan Jepara meneguhkan langkahnya sebagai bagian dari barisan garda terdepan dalam perang melawan narkoba — menjaga nilai kemanusiaan, memperkuat sinergi, dan menyalakan semangat Pemasyarakatan yang Bersinar.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara menerima penghargaan sebagai Satuan Kerja Terbaik dalam Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) tahun 2025 untuk pagu sedang dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kudus. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, dalam acara evaluasi kinerja anggaran yang digelar oleh KPPN Kudus pada awal Oktober 2025. Dalam kesempatan tersebut, KPPN Kudus memberikan apresiasi kepada satuan kerja mitra yang dinilai berhasil menunjukkan kinerja pengelolaan anggaran yang baik, transparan, dan akuntabel. Rutan Jepara dinilai unggul dalam beberapa aspek penilaian, antara lain: ketepatan waktu penyerapan anggaran, kepatuhan terhadap peraturan, serta kelengkapan pelaporan keuangan. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas penghargaan ini. “Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim di Rutan Jepara. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja, khususnya dalam tata kelola anggaran yang efisien dan akuntabel,” ujar Renza. Pencapaian ini sekaligus menjadi motivasi bagi jajaran Rutan Jepara untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas layanan, tidak hanya dalam bidang pengelolaan anggaran, tetapi juga dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan secara keseluruhan.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Perumda Kabupaten Jepara melakukan monitoring perkembangan budidaya tanaman cabai yang dilakukan oleh warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Jepara. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan keberhasilan program budidaya cabai dan memberikan dukungan kepada warga binaan dalam meningkatkan keterampilan dan kemandirian. Dalam kegiatan monitoring, tim dari Perumda Kabupaten Jepara melakukan pengecekan langsung ke lahan budidaya cabai di Rutan Jepara. Mereka memantau kondisi tanaman, memberikan saran dan bimbingan kepada warga binaan tentang cara budidaya cabai yang baik dan benar. Program budidaya cabai ini memiliki beberapa tujuan, untuk meningkatkan keterampilan, memberikan keterampilan kepada warga binaan tentang cara budidaya cabai yang baik dan benar, meningkatkan kemandirian, membantu warga binaan menjadi lebih mandiri dan memiliki kemampuan untuk meningkatkan taraf hidup, mendukung ketahanan pangan, meningkatkan produksi cabai dan mendukung ketahanan pangan di wilayah Jepara. Perumda Kabupaten Jepara berkomitmen untuk terus mendukung program budidaya cabai di Rutan Jepara. Mereka akan terus memantau perkembangan budidaya dan memberikan bantuan yang dibutuhkan untuk memastikan keberhasilan program. Dengan adanya program ini, diharapkan warga binaan Rutan Jepara dapat memiliki keterampilan dan pengetahuan yang cukup untuk menjadi mandiri dan produktif setelah bebas dari Rutan.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 8 Oktober 2025 — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara menerima kunjungan dari perwakilan Universitas Boyolali, Jawa Tengah, dalam rangka sosialisasi Program Pengembangan Karir bagi pegawai Rutan. Kegiatan berlangsung di ruang rapat Rutan Jepara dan dihadiri oleh sejumlah pegawai yang antusias menyimak paparan dari pihak universitas. Sosialisasi ini merupakan bagian dari kerja sama strategis antara Rutan Jepara dan institusi pendidikan tinggi, dengan tujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan pemasyarakatan. Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Jepara, Benny Apridona, bersama Kepala Subseksi Pengelolaan, Mono Puswanto, turut mendampingi jalannya kegiatan. Dalam sambutannya, Benny Apridona menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini dan berharap program ini dapat menjadi jembatan bagi para pegawai untuk terus berkembang secara profesional. “Ini merupakan peluang besar bagi pegawai kami untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan karier di tengah tuntutan tugas yang semakin kompleks,” ujarnya. Perwakilan dari Universitas Boyolali memaparkan berbagai program pendidikan lanjutan, termasuk jenjang D3, S1, hingga S2, yang dirancang fleksibel dan sesuai dengan jadwal kerja pegawai pemerintahan. Tak hanya itu, program RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) juga ditawarkan untuk mengakui pengalaman kerja sebagai bagian dari kredit akademik. Sosialisasi ini disambut positif oleh para pegawai yang hadir, dengan sejumlah peserta menyatakan minat untuk segera mendaftar dan melanjutkan studi. Diharapkan, melalui program ini, kualitas pelayanan di Rutan Jepara semakin meningkat seiring dengan peningkatan kompetensi para petugasnya. Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif serta pendataan awal bagi pegawai yang berminat mengikuti program pengembangan karir dari Universitas Boyolali.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 8 Oktober 2025 — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara menerima kunjungan dari perwakilan Universitas Boyolali, Jawa Tengah, dalam rangka sosialisasi Program Pengembangan Karir bagi pegawai Rutan. Kegiatan berlangsung di ruang rapat Rutan Jepara dan dihadiri oleh sejumlah pegawai yang antusias menyimak paparan dari pihak universitas. Sosialisasi ini merupakan bagian dari kerja sama strategis antara Rutan Jepara dan institusi pendidikan tinggi, dengan tujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan pemasyarakatan. Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Jepara, Benny Apridona, bersama Kepala Subseksi Pengelolaan, Mono Puswanto, turut mendampingi jalannya kegiatan. Dalam sambutannya, Benny Apridona menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini dan berharap program ini dapat menjadi jembatan bagi para pegawai untuk terus berkembang secara profesional. “Ini merupakan peluang besar bagi pegawai kami untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan karier di tengah tuntutan tugas yang semakin kompleks,” ujarnya. Perwakilan dari Universitas Boyolali memaparkan berbagai program pendidikan lanjutan, termasuk jenjang D3, S1, hingga S2, yang dirancang fleksibel dan sesuai dengan jadwal kerja pegawai pemerintahan. Tak hanya itu, program RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) juga ditawarkan untuk mengakui pengalaman kerja sebagai bagian dari kredit akademik. Sosialisasi ini disambut positif oleh para pegawai yang hadir, dengan sejumlah peserta menyatakan minat untuk segera mendaftar dan melanjutkan studi. Diharapkan, melalui program ini, kualitas pelayanan di Rutan Jepara semakin meningkat seiring dengan peningkatan kompetensi para petugasnya. Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif serta pendataan awal bagi pegawai yang berminat mengikuti program pengembangan karir dari Universitas Boyolali.(Wely-jateng)