Bidik-kasusnews.com Jakarta, 25 November 2025 — Pimpinan Redaksi Bidik-kasusnews.com, Guswanto, menyampaikan penghormatan dan apresiasi mendalam kepada seluruh guru di Indonesia dalam momentum peringatan Hari Guru Nasional sekaligus Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Ucapan tersebut disampaikan langsung dari kantor redaksi yang beralamat di Jl. Percetakan Negara IX RT 005/RW 004, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Dalam keterangannya, Guswanto menegaskan bahwa profesi guru memiliki peran strategis dalam membangun peradaban bangsa, terutama di era digital yang penuh dengan tantangan baru. Perubahan zaman yang cepat membuat tugas guru semakin luas, bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga pembentuk karakter dan pendamping perkembangan siswa. > “Guru adalah pondasi bangsa. Mereka bekerja dengan ketulusan dan penuh dedikasi di tengah tantangan zaman yang terus berubah. Di Hari Guru Nasional ini, kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua guru di Indonesia,” ujar Guswanto. Ia juga menekankan bahwa peringatan HUT ke-80 PGRI menjadi momentum penting untuk mengingat kembali perjuangan panjang para pendidik serta organisasi guru dalam memperjuangkan mutu dan kesejahteraan pendidikan. Selain itu, Guswanto menyerukan agar seluruh pihak — mulai dari pemerintah, masyarakat hingga lembaga pendidikan — semakin memperhatikan kebutuhan guru dan memberikan ruang bagi mereka untuk terus berkembang. > “Apresiasi kepada guru tidak boleh hanya saat peringatan Hari Guru. Kita semua wajib ikut serta mendukung peningkatan kesejahteraan dan kualitas mereka. Tanpa guru, cita-cita memajukan bangsa tidak mungkin terwujud,” tegasnya. Pimpinan Redaksi Bidik-kasusnews.com itu menutup pesannya dengan harapan agar momentum peringatan ini menjadi penyemangat bagi para guru dalam mengemban tugas mulia mencerdaskan anak bangsa.(Wely)
JATENG – Bidikkasusnews.com – Pati – Satpolairud Polresta Pati kembali melaksanakan giat inovatif SI POLA CEKAL (Polisi Polairud Cegah Kebakaran Kapal) sebagai upaya pencegahan dini terhadap potensi kebakaran di kawasan pelabuhan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (24/11/2025) pukul 10.00 WIB hingga selesai di atas KM Wahyu Dadi Rahayu GT 75 serta area tambat labuh, yang dipimpin Ps. Kanit Patroli Ipda Sunardi, S.H., bersama personel patroli lainnya. Patroli difokuskan pada pengawasan area pekerjaan panas seperti pengelasan dan penggerindaan yang dilakukan oleh para pekerja kapal. Personel memberikan imbauan keselamatan kepada pekerja, termasuk edukasi mengenai risiko percikan api dan pentingnya prosedur mitigasi. “Pekerjaan panas memiliki risiko tinggi, sehingga pengawasan harus dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Kasat Polairud Polresta Pati, Kompol Hendrik Irawan mewakili Kapolresta Pati. Kegiatan patroli menyasar pekerja, anak buah kapal, hingga teknisi galangan. Para personel memastikan pekerja telah menyiapkan alat proteksi dini seperti APAR, karung goni basah, hingga pompa air. “Setiap pekerja wajib memahami bahwa pencegahan kebakaran dimulai dari kesiapan alat dan kedisiplinan prosedural,” tegas Kompol Hendrik. Selain patroli, petugas juga memberikan peringatan langsung kepada para pekerja yang sedang melakukan pekerjaan pengelasan dan penggerindaan. Imbauan diberikan secara humanis namun tegas agar standar keselamatan dapat diterapkan tanpa kompromi. “Kami tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga mengedukasi agar budaya keselamatan benar-benar tumbuh di lingkungan pelabuhan,” jelasnya. Dalam kesempatan itu, Kasat Polairud juga menekankan pentingnya koordinasi antara pekerja kapal, operator pelabuhan, dan aparat kepolisian. Menurutnya, potensi kebakaran kapal tidak hanya merugikan pemilik kapal, tetapi juga bisa berdampak pada keselamatan banyak pihak. “Pelabuhan adalah kawasan dengan aktivitas padat, jadi pencegahan harus dilakukan bersama-sama,” tambahnya. Petugas juga mengingatkan pekerja agar selalu menempatkan alat pemadam dalam posisi siap pakai serta memastikan area sekitar pekerjaan panas benar-benar aman dari material mudah terbakar. “Kami inginkan setiap pekerjaan dilakukan dengan penuh kewaspadaan, karena satu percikan saja bisa menjadi masalah besar jika tidak ditangani,” ungkap Kompol Hendrik. Di sela giat, personel turut melaksanakan APP sebelum dan sesudah kegiatan sebagai bagian dari evaluasi harian. Evaluasi ini penting untuk menilai efektivitas patroli sekaligus memetakan potensi kerawanan. “Setiap hari kami lakukan analisis dan evaluasi agar kegiatan SI POLA CEKAL semakin tepat sasaran dan bermanfaat,” ucapnya. Secara keseluruhan, kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Para pekerja juga terlihat kooperatif serta telah memenuhi standar kesiapsiagaan. “Respons masyarakat sangat positif. Ini menunjukkan bahwa kesadaran keselamatan di pelabuhan semakin meningkat,” tutup Kompol Hendrik Irawan.(Kasnadi) Sumber:(Humas Resta Pati)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 24 November 2025 — Program Magang Nasional 2025 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara resmi dimulai. Sebanyak 40 peserta yang dinyatakan lolos seleksi tiba di Rutan Jepara dan mendapatkan sambutan resmi dari Kepala Rutan, Renza Maisetyo, dalam kegiatan pembekalan awal pada Senin pagi (24/11). Sejak pagi, para peserta telah berkumpul di aula Rutan Jepara. Kegiatan dimulai dengan perkenalan singkat sebelum masuk ke sesi pengarahan. Dalam pembekalannya, Karutan menegaskan bahwa magang di lingkungan pemasyarakatan bukan sekadar pengalaman kerja, tetapi juga proses pembentukan karakter. “Kami ingin adik-adik bukan hanya belajar tentang administrasi pemasyarakatan, tetapi juga memahami bahwa tugas pelayanan publik memerlukan komitmen moral, integritas pribadi, serta sikap profesional dalam setiap tindakan,” tutur Renza. Renza menjelaskan bahwa peserta magang akan diperkenalkan pada berbagai bidang kerja, mulai dari pengamanan, registrasi, pelayanan tahanan, hingga bagian pembinaan. Ia meminta agar seluruh peserta mampu menjaga kedisiplinan, menghormati aturan yang berlaku, serta menunjukkan semangat belajar selama berada di Rutan Jepara. Setelah sesi sambutan, tim pengelola magang memberikan paparan lebih detail mengenai tata tertib, mekanisme pelaporan, teknis pendampingan, hingga pembagian kelompok sesuai bidang penempatan. Penjelasan mengenai struktur organisasi serta budaya kerja di Rutan juga menjadi bagian penting dari orientasi awal. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi, menandai awal perjalanan mereka dalam program magang yang akan berlangsung selama beberapa waktu ke depan. Banyak dari mereka berharap dapat memperluas wawasan, memperoleh pengalaman praktis, sekaligus memahami dinamika lembaga pemasyarakatan secara langsung. Dengan dimulainya program ini, Rutan Jepara kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan SDM nasional melalui penyediaan ruang belajar yang nyata, terarah, dan bermanfaat bagi generasi muda.(Wely-jateng) Sumber:humas Rutan Jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 24 November 2025 — Desa Jlegong, Kecamatan Keling, menjadi pusat perhatian pada Senin pagi saat pelaksanaan peletakan batu pertama pembangunan Koperasi Desa Koperasi Merah Putih (KDKMP). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini diharapkan menjadi titik awal terbentuknya pusat ekonomi kerakyatan yang mampu memperkuat kesejahteraan masyarakat desa. Ketua DPC Squad Nusantara Jepara, Eko Basuki (Mbah So), hadir secara langsung dan dipercaya untuk melakukan peletakan batu pertama secara simbolis. Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan terhadap program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang diinisiasi melalui pembangunan KDKMP. Acara tersebut juga dihadiri oleh berbagai tokoh penting dan unsur Forkopimcam Keling, di antaranya: Dandim 0719 Jepara, Danramil 08 Keling Bpk. CK Wibisono, Sekcam Keling, Kapolsek Keling yang diwakili Aiptu Achmadi, Petinggi Desa Jlegong, Petinggi Desa Kaligarang, Petinggi Desa Damarwulan, Ketua dan pendamping Koperasi Merah Putih. Dalam sambutannya, para pejabat yang hadir menyampaikan apresiasi atas inisiatif pendirian koperasi ini. Mereka menilai KDKMP bukan sekadar sarana ekonomi, namun juga simbol semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat desa. Koperasi ini diharapkan dapat membuka peluang usaha baru, mempermaju sektor UMKM, serta memperkuat fondasi perekonomian desa di Kecamatan Keling. Prosesi peletakan batu pertama berjalan lancar dan penuh khidmat. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar pembangunan koperasi berjalan sukses dan memberikan manfaat luas. Pembangunan KDKMP di Desa Jlegong menjadi langkah strategis yang dinantikan masyarakat. Dengan dukungan berbagai pihak, koperasi ini diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi yang mandiri, inklusif, dan berkelanjutan bagi warga desa dan sekitarnya.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 23-November-2025 — Ketua DPC Squad Nusantara Jepara, Eko Basuki, melaksanakan kegiatan Turun Gunung ke Ranting Mlonggo pada Selasa (23/11/ 2025) sekitar pukul 13.00 WIB. Agenda ini merupakan bagian dari program DPC dalam mempererat tali silaturahmi, memperkuat koordinasi, serta memotivasi anggota di seluruh ranting Squad Nusantara Kabupaten Jepara. Sesampainya di wilayah Mlonggo, Ketua DPC disambut hangat dan penuh antusias oleh Ketua Ranting Mlonggo, Bpk. Sulistiyo, beserta jajaran pengurus. Sulistiyo menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kehadiran DPC dalam menyapa langsung para anggota di ranting. “Kami sangat berterima kasih kepada Ketua DPC dan jajaran yang sudah turun gunung ke Ranting Mlonggo. Kehadiran ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus aktif menjaga kebersamaan dan menjalankan roda organisasi,” ujarnya. Dalam sesi ramah tamah, Eko Basuki memberikan arahan kepada seluruh anggota ranting. Ia menegaskan bahwa setiap kader Squad Nusantara harus memiliki jiwa solidaritas, menjunjung tinggi kebersamaan, serta terus melangkah dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. “Saya berharap seluruh anggota Ranting Mlonggo terus memelihara jiwa Squad Nusantara. Jaga kebersamaan, perkuat solidaritas, dan tetap peka terhadap kondisi sosial di sekitar kita,” pesan Eko Basuki. Turut hadir mendampingi Ketua DPC dalam kegiatan tersebut, Ketua Harian DPC Bpk. Wawan dan Bidang Olahraga DPC Bpk. Yogi, yang memberikan dukungan penuh terhadap jalannya program turun gunung. Ketua Ranting Mlonggo, Bpk. Sulistiyo, mengharapkan kegiatan seperti ini dapat menjadi program berkelanjutan dari DPC. Menurutnya, kunjungan langsung ke ranting sangat penting untuk mempererat hubungan antaranggota serta meningkatkan soliditas Squad Nusantara Kabupaten Jepara. Dengan adanya kegiatan turun gunung ini, diharapkan komunikasi antara DPC dan ranting semakin kuat, serta mampu melahirkan berbagai program sosial yang lebih nyata bagi masyarakat luas. Squad Nusantara Mlonggo pun siap mendukung penuh setiap langkah positif organisasi ke depan.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 23 Oktober 2025 — Dalam rangka memperkuat konsolidasi dan membangun sinergi antarlembaga, Ketua DPC Squad Nusantara Jepara, Eko Basuki, bersama jajaran pengurus DPC melakukan kunjungan resmi ke Baskem Squad Nusantara Ranting Bangsri pada Rabu (23/10) pukul 11.00 WIB. Kunjungan ini merupakan agenda lanjutan setelah terlaksananya Deklarasi 100 Hari Squad Nusantara DPC Jepara, yang menjadi momentum pengurus DPC untuk “turun gunung” dan menyapa seluruh ranting secara langsung. Hal ini dilakukan guna mempererat hubungan, menyamakan langkah organisasi, serta memastikan setiap ranting merasakan dukungan penuh dari kepengurusan kabupaten. Rombongan DPC disambut hangat oleh Ketua Ranting Bangsri, Anto (Gayor), bersama para pengurus ranting. Dalam pertemuan yang berlangsung penuh kekeluargaan ini, kedua pihak membahas perkembangan organisasi, evaluasi kegiatan, serta rencana program ke depan. Ketua DPC Squad Nusantara Jepara, Eko Basuki, menegaskan bahwa kunjungan ke ranting-ranting merupakan komitmen nyata untuk memperkuat struktur organisasi di tingkat bawah. > “Kami ingin memastikan tidak ada jarak antara DPC dan ranting. Dengan turun langsung, kami bisa mendengar aspirasi, masukan, dan kebutuhan dari ranting agar langkah organisasi semakin solid dan terarah,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Ranting Bangsri, Anto (Gayor), menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. > “Kehadiran Ketua DPC dan pengurus merupakan motivasi besar bagi kami. Ini menunjukkan bahwa ranting benar-benar diperhatikan dan menjadi bagian penting dalam tubuh organisasi,” ungkapnya. Pertemuan diakhiri dengan diskusi ringan, penguatan komitmen bersama, serta foto bersama sebagai simbol kekompakan antara DPC Squad Nusantara Jepara dan Ranting Bangsri. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan hubungan antarlembaga dalam struktur Squad Nusantara semakin solid dan siap menghadapi berbagai program organisasi ke depan. (Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 20 November 2025 – Sebuah kasus dugaan perundungan (bullying) menimpa seorang santri berusia 13 tahun berinisial RAFD, siswa Wustho Kelas II Pondok Pesantren Bukhoiriyyah Jepara, Raguklampitan. Peristiwa ini menimbulkan trauma mendalam bagi korban dan membuat keluarga mempertimbangkan langkah hukum setelah mediasi dengan pihak pondok dinyatakan gagal. Kronologi Kejadian Berdasarkan keterangan keluarga, peristiwa dugaan bullying terjadi pada Rabu, 12 November 2025, di ruang kelas Madrasah Wustho saat jam istirahat. Korban diduga dikeroyok oleh 4 hingga 5 teman sekelasnya, sehingga mengalami sejumlah luka memar pada kepala, bibir, punggung, dan dada. Korban kemudian menjalani visum di Puskesmas Pakisaji sebagai bukti medis. Menurut informasi, setelah kejadian tersebut korban mendapat ancaman dari teman-temannya agar tidak melapor kepada pengurus pondok maupun orang tuanya. Dalam kondisi ketakutan dan tidak mampu menahan tekanan, korban memilih kabur dari pondok pada Kamis dini hari (13/11/2025). Korban berjalan kaki dari Raguklampitan menuju rumahnya di Lebak dan tiba sekitar pukul 08.30 WIB. Saat tiba di rumah, korban tampak ketakutan dan hanya terdiam, hingga akhirnya orang tua memaksanya bercerita mengenai apa yang dialaminya. Upaya Klarifikasi dan Mediasi Berujung Gagal Pada Kamis siang, orang tua korban mendatangi pihak pondok untuk meminta klarifikasi. Namun, menurut keluarga, mereka hanya menerima janji bahwa pihak pondok akan mempertemukan mereka dengan orang tua para terduga pelaku. Malam harinya, mediasi diadakan di lingkungan pondok pesantren. Sayangnya, proses tersebut dinyatakan gagal setelah salah satu orang tua terduga pelaku yang berasal dari Mindahan justru menantang keluarga korban untuk melaporkan kasus ini ke polisi, sebagaimana disampaikan keluarga korban kepada Bidik-Kasusnews pada 19- November 2025. Sorotan Terhadap Pengawasan Pondok Keluarga menilai pihak pondok dan yayasan kurang memberikan pengawasan terhadap perilaku santri, terutama terkait kekerasan dan budaya bullying. Mereka menilai kondisi ini tidak layak bagi lembaga pendidikan yang ingin memperoleh atau mempertahankan akreditasi. “Yayasan tidak pantas mendapat akreditasi jika membiarkan budaya bullying dan lemahnya pengawasan terhadap perilaku menyimpang berupa kekerasan di lingkungan pondok,” ungkap pihak keluarga. Respons Ketua Yayasan Ketua Yayasan Ponpes Bukhoiriyyah, Gus Dimas, saat dikonfirmasi Bidik-Kasusnews pada 20 November 2025, hanya menyampaikan singkat: “Njih mas, ada yang bisa saya bantu?” Pihak yayasan hingga kini belum memberikan penjelasan lebih rinci mengenai dugaan perundungan maupun langkah penanganannya. Keluarga Pertimbangkan Aksi Hukum Melihat anak mereka mengalami trauma, luka fisik, serta gagalnya mediasi, keluarga tengah mempertimbangkan membawa permasalahan ini ke pihak kepolisian. Kasus ini menambah daftar panjang dugaan kekerasan terhadap santri di lembaga pendidikan berbasis pesantren. Publik berharap agar pondok pesantren dapat memperbaiki pengawasan internal serta memastikan lingkungan yang aman bagi seluruh santri.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara –22-November-2025 Operasi Zebra Candi 2025 resmi digelar di seluruh wilayah Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Jepara. Operasi yang berlangsung selama 14 hari, mulai 17 hingga 30 November 2025 ini, menyasar peningkatan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan angka kecelakaan menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kasat Lantas Polres Jepara AKP Rahandani Gusti Pradana Saat dikonfirmasi Bidik-kasusnews via WhatsApp Sabtu 22/11/2025 menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Zebra tahun ini mengusung tujuan utama untuk menurunkan jumlah pelanggaran, kecelakaan, serta fatalitas korban kecelakaan lalu lintas. Selain itu, operasi ini diharapkan mampu meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berkendara di jalan raya. “Operasi Zebra tahun ini kami laksanakan untuk mewujudkan Kamseltibcar yang aman, nyaman, dan selamat bagi seluruh pengguna jalan, terutama menjelang momentum Natal dan Tahun Baru,” ujar Kasat Lantas. Pelanggaran Terbanyak: Helm, Rambu, dan Knalpot Brong Berdasarkan analisa dan evaluasi selama enam hari pelaksanaan, pelanggaran yang paling banyak ditemukan di lapangan antara lain: Pengendara tidak menggunakan helm, Pelanggaran rambu-rambu lalu lintas, Penggunaan knalpot tidak sesuai standar atau knalpot brong. Tiga jenis pelanggaran tersebut menjadi fokus penindakan lantaran berkontribusi pada meningkatnya potensi kecelakaan dan keresahan masyarakat. Edukasi Lebih Diutamakan Dibanding Penindakan Meski demikian, Kasat Lantas menegaskan bahwa Operasi Zebra 2025 tidak semata-mata menonjolkan penindakan. Polres Jepara justru lebih mengedepankan langkah pembinaan dan pencegahan. “Operasi ini kami fokuskan pada edukasi dan sosialisasi terkait pentingnya tertib berlalu lintas. Selain itu, kami optimalkan kegiatan preventif seperti pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli,” jelasnya. Langkah tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat sejak dini sehingga pelanggaran dapat ditekan tanpa harus selalu bergantung pada penindakan. Tujuan Utama: Keselamatan Masyarakat Kasat Lantas menekankan bahwa inti dari Operasi Zebra adalah keselamatan. Masyarakat diharapkan lebih sadar bahwa mematuhi aturan lalu lintas bukan sekadar kewajiban, namun juga kebutuhan demi menjaga keselamatan diri sendiri maupun orang lain. “Dengan semakin tingginya kesadaran, kita bisa menekan angka kecelakaan dan kerugian materiil maupun jiwa,” tambahnya. Harapan untuk Masyarakat Jepara Menutup penjelasannya, Kasat Lantas Jepara mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib selama operasi berlangsung. “Kamseltibcar yang aman dan kondusif hanya bisa terwujud apabila ada sinergi antara Polantas, stakeholder, dan masyarakat. Mari kita jadikan keselamatan berkendara sebagai kebutuhan, dan bersama-sama menjadikan Kabupaten Jepara kota yang aman dan selamat,” ujar kasat lantas jepara AKP Rahandi Gusti Pradana. (Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 21 November 2025 — Pengurus Ranting Squad Nusantara Tahunan kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ikatan kebersamaan antaranggota melalui kegiatan takziah yang dilaksanakan di rumah salah satu anggota Srikandi di Desa Senenan, Kecamatan Tahunan, pada Kamis sore (21/11). Takziah digelar untuk mendoakan almarhum Bp. Sudar bin Mbah Bibit, ayahanda dari Ani Sofiah, anggota Srikandi Tahunan yang juga menjabat sebagai Bendahara 2. Kegiatan ini menjadi wujud nyata dari rasa kepedulian dan solidaritas sesama anggota. Pengurus menegaskan bahwa kebersamaan tidak hanya ditunjukkan dalam kegiatan organisasi, tetapi juga dalam situasi duka yang dialami anggota. Kehadiran langsung ke rumah duka menjadi bentuk dukungan moral dan empati. “Hal seperti ini selalu kami tekankan. Dalam keadaan apa pun, terutama saat ada anggota yang terkena musibah, kami ingin hadir dan menjadi bagian dari keluarga besar yang saling menguatkan,” ungkap salah satu pengurus. Acara takziah yang berlangsung pada pukul 16.30 WIB tersebut dihadiri oleh jajaran struktural Pengurus Ranting Tahunan, di antaranya: Ketua: H. Purwanto Wakil Ketua 1: Didik Ahmadi Wakil Ketua 2: Abdul Hadi Bendahara: Sri Ambarwati Serta beberapa perwakilan anggota lainnya. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Para anggota berharap solidaritas ini dapat terus terjaga, sehingga Squad Nusantara Tahunan tidak hanya kuat dalam organisasi, tetapi juga dalam hubungan kekeluargaan antaranggota.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 21 November 2025 — Upaya penguatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pemasyarakatan kembali menjadi perhatian Rutan Kelas IIB Jepara. Pada Jumat pagi (21/11), lembaga tersebut menerima kunjungan tim dari Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara dalam rangka sosialisasi program pendidikan yang dibuka khusus bagi para pegawai. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Rutan Jepara itu menghadirkan pemaparan detail mengenai pilihan program studi, metode pembelajaran, hingga skema kuliah yang memungkinkan pegawai tetap menjalankan tugas sambil melanjutkan pendidikan. UNISNU Tawarkan Skema Pendidikan yang Ramah bagi Pegawai Tim UNISNU menjelaskan bahwa kampus tersebut menyediakan berbagai jenjang pendidikan dengan kurikulum yang dirancang untuk menjawab kebutuhan kompetensi aparatur negara. Penjelasan mencakup sistem perkuliahan hybrid, model pembelajaran berbasis proyek, serta fleksibilitas jadwal yang dinilai cocok bagi ASN yang memiliki ritme kerja dinamis. Tak hanya itu, informasi terkait biaya pendidikan, peluang beasiswa institusi, hingga jalur pendaftaran juga dipaparkan secara rinci. UNISNU menegaskan komitmennya untuk menjalin kolaborasi dengan instansi pemerintah sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi. Kepala Rutan: Pengembangan Kompetensi Adalah Kebutuhan Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menyambut baik kegiatan tersebut dan menilai bahwa pendidikan lanjutan merupakan kebutuhan yang tak bisa diabaikan. > “Tantangan tugas pemasyarakatan semakin kompleks. Pegawai perlu dibekali wawasan dan keterampilan baru agar dapat memberikan pelayanan terbaik. Sosialisasi dari UNISNU ini menjadi peluang besar bagi peningkatan kapasitas pegawai,” ujar Renza. Pegawai Antusias, Banyak Pertanyaan Muncul Suasana sosialisasi berlangsung aktif. Para pegawai menunjukkan ketertarikan tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan, seperti bagaimana menyesuaikan jadwal kuliah dengan pola regu pengamanan, pilihan program studi yang relevan dengan bidang pemasyarakatan, serta mekanisme pengakuan pengalaman kerja dalam perkuliahan. Interaksi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan untuk melanjutkan pendidikan semakin dirasakan oleh para pegawai, sejalan dengan dorongan instansi untuk terus mengembangkan diri. Langkah Kolaboratif untuk Penguatan Pelayanan Melalui kegiatan ini, Rutan Jepara kembali menegaskan keseriusannya dalam meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan melalui pengembangan SDM. Kerja sama dengan perguruan tinggi seperti UNISNU diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang akademik bagi pegawai sekaligus mendorong terciptanya budaya belajar di lingkungan Rutan. (Wely-jateng) Sumber:humas Rutan jepara