JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Dalam rangka memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan pengadaan bahan makanan bagi warga binaan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara mengikuti kegiatan arahan langsung dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Zoom Meeting, Jumat (05/12/2025). Kegiatan daring yang diikuti oleh seluruh satuan kerja pemasyarakatan se-Indonesia tersebut menjadi forum penting untuk menyampaikan kebijakan terbaru, penguatan regulasi, serta evaluasi menyeluruh terkait mekanisme pengadaan bahan makanan di lingkungan pemasyarakatan. Pegawai Rutan Jepara mengikuti arahan ini dari ruang rapat utama dengan penuh perhatian. Dalam arahannya, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H. menekankan bahwa pengadaan bahan makanan merupakan salah satu aspek krusial dalam penyelenggaraan layanan pemasyarakatan. Oleh karena itu, seluruh jajaran wajib memastikan bahwa proses pengadaan dilakukan sesuai standar operasional, teliti dalam perencanaan, dan bebas dari potensi penyimpangan. “Pengadaan bahan makanan bukan sekedar memenuhi kebutuhan dasar warga binaan, tetapi juga merupakan wujud tanggung jawab negara. Maka, transparansi, akuntabilitas, dan ketepatan anggaran harus menjadi prioritas utama,” tegas Menteri dalam arahannya. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam proses pengadaan, mulai dari perencanaan kebutuhan, pengajuan anggaran, pemilihan penyedia, hingga pelaporan hasil pelaksanaan. Hal ini diharapkan mampu meminimalkan celah kesalahan administrasi dan meningkatkan kecepatan serta ketepatan monitoring. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa arahan ini menjadi pedoman penting bagi Rutan Jepara untuk terus memperbaiki pola kerja di bidang pengadaan bahan makanan. “Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan kami di lapangan. Kami akan memperkuat koordinasi internal dan memastikan setiap tahapan pengadaan berjalan sesuai regulasi dan prinsip akuntabilitas,” ujarnya. Selain itu, Rutan Jepara juga berkomitmen meningkatkan pengawasan internal terhadap kualitas bahan makanan yang diterima, memastikan distribusi yang tepat, serta melakukan evaluasi berkala terhadap penyedia agar pelayanan terhadap warga binaan tetap optimal. Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan penegasan komitmen seluruh jajaran pemasyarakatan untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam mewujudkan tata kelola yang bersih, profesional, dan berintegritas. Dengan mengikuti arahan ini, Rutan Jepara berharap dapat semakin meningkatkan kualitas layanan pemenuhan kebutuhan dasar warga binaan sekaligus memperkuat akuntabilitas dalam setiap proses kerja yang dijalankan.(Wely-jateng) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara — Rutan Kelas IIB Jepara kembali menghidupkan suasana pagi dengan kegiatan senam bersama yang melibatkan seluruh pegawai dan peserta magang, Jumat (05/12/2025). Kegiatan yang digelar di Aula “Ratu Kalinyamat” ini menjadi salah satu agenda rutin yang terus didorong untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan kompak. Sejak pukul pagi, para peserta sudah berkumpul dan mengikuti instruksi senam yang dibawakan oleh instruktur internal. Suasana tampak penuh tawa dan semangat, terlebih dengan iringan musik energik yang membuat gerakan senam terasa lebih menyenangkan. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, mengatakan bahwa senam bersama bukan sekadar aktivitas menjaga kesehatan, tetapi juga wadah memperkuat kebersamaan antara pegawai dan peserta magang. “Kami ingin membangun interaksi positif. Peserta magang perlu merasa menjadi bagian dari tim, karena mereka juga turut mendukung kelancaran tugas selama berada di Rutan Jepara,” jelasnya. Renza menambahkan, kehadiran peserta magang dari berbagai jurusan menjadi energi baru bagi lingkungan kerja Rutan. Melalui kegiatan sederhana seperti senam pagi, diharapkan tercipta komunikasi yang lebih efektif dan tercipta suasana kerja yang lebih cair. Sementara itu, antusiasme juga terlihat dari para peserta magang. Salah seorang dari mereka menyampaikan bahwa kegiatan tersebut membuat proses adaptasi menjadi lebih cepat. “Senam pagi seperti ini membuat kami lebih akrab dengan pegawai. Kami jadi tidak sungkan dan bisa belajar dengan lebih nyaman,” tuturnya. Setelah rangkaian gerakan senam selesai, acara dilanjutkan dengan ramah tamah singkat dan kerja bakti membersihkan area aula sebagai bentuk kebersamaan. Para peserta terlihat saling membantu dan bekerja sama tanpa sekat. Kegiatan-kegiatan nonformal seperti ini menjadi perhatian penting bagi Rutan Jepara untuk membangun lingkungan kerja yang harmonis. Selain menjaga kesehatan, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat solidaritas dan meningkatkan motivasi dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Dengan semangat kebersamaan tersebut, Rutan Jepara menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program yang mendukung kenyamanan dan kekompakan seluruh insan Rutan, termasuk bagi para peserta magang yang sedang menimba pengalaman.(Wely-jateng) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-Kasusnews.com Pati – Gelaran Penilaian Lomba Satkamling Jogo Pati Tahun 2025 berlangsung semarak pada Rabu malam (3/12/2025). Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB hingga 23.00 WIB tersebut menyedot perhatian masyarakat di sejumlah kecamatan. Empat lokasi poskamling yang mewakili Polsek Jakenan, Pucakwangi, Tambakromo dan Gabus menjadi titik penilaian tim dari Polresta Pati. Penilaian dilakukan oleh dua tim. Tim pertama dipimpin Wakasat Lantas AKP Muhari Supaat, sedangkan tim kedua dikomandoi Kompol Sunar. Mereka bergerak simultan menyambangi pos-pos Satkamling untuk menilai kesiapan, sarana prasarana, kedisiplinan, dan partisipasi masyarakat. “Penilaian ini bukan sekadar lomba, tapi upaya menghidupkan kembali semangat ronda di tengah masyarakat,” kata Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi. Di tiap titik, kegiatan disambut hangat para Kapolsek beserta jajaran, Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa, dan warga. Mereka antusias memperlihatkan kesigapan Satkamling dalam menjaga keamanan lingkungan. “Kami senang melihat warga begitu kompak. Ini menunjukkan semangat gotong royong masih tertanam kuat,” ujar Kapolresta menanggapi tingginya partisipasi masyarakat. Selain menilai kelayakan Satkamling, tim juga memberikan edukasi kamtibmas kepada warga. Materi yang disampaikan meliputi pencegahan kejahatan, peningkatan kewaspadaan malam hari, hingga mitigasi bencana. “Warga harus paham bahwa keamanan bukan hanya tugas polisi, tapi tanggung jawab bersama,” tegas Kapolresta. Kapolresta juga mengapresiasi desa-desa yang melakukan inovasi dalam mengembangkan poskamlingnya. Beberapa pos telah dilengkapi alat komunikasi darurat, sistem shift ronda terjadwal hingga pelatihan evakuasi bencana. “Langkah-langkah seperti ini sangat kami dukung, karena makin terlatih, makin kuat pula keamanan lingkungan,” jelasnya. Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta memastikan bahwa hasil penilaian tidak hanya dijadikan perlombaan, tetapi juga dasar evaluasi pembinaan. Setiap desa akan mendapatkan masukan teknis guna memperbaiki kekurangan di poskamling masing-masing. “Evaluasi ini penting sebagai bahan perbaikan, supaya Satkamling tidak hanya aktif saat lomba,” tambah Kapolresta. Warga tampak antusias mengikuti rangkaian acara, mulai dari pembukaan, sambutan-sambutan hingga sesi penilaian inti. Semangat itu terlihat dari kesiapan perlengkapan ronda, barisan petugas jaga malam, hingga kekompakan pemuda desa yang turut terlibat. “Saya bangga dengan antusiasme masyarakat. Ini bukti bahwa kesadaran menjaga lingkungan semakin kuat,” pungkas Kapolresta. “Manfaatkan layanan Call Center 110 sebagai sarana pelaporan cepat dan gratis selama 24 jam untuk berbagai keadaan darurat, mulai dari tindak kriminal, kecelakaan, kekerasan, penipuan, hingga situasi bencana alam seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, maupun pohon tumbang. Masyarakat juga diminta tidak melakukan panggilan iseng atau laporan palsu agar layanan tetap optimal bagi warga yang membutuhkan pertolongan sesungguhnya”.(Kasnadi) Sumber:(Humas Resta Pati)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Rutan Kelas IIB Jepara kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Ketahanan Pangan Berkelanjutan melalui optimalisasi perawatan tanaman di lahan pertanian binaan. Kali ini, fokus diarahkan pada tiga komoditas utama yang sedang dibudidayakan, yakni cabai, kemangi, dan jahe, yang menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Sebagai salah satu satuan kerja yang aktif mengembangkan sektor pertanian internal, Rutan Jepara terus melakukan pemantauan intensif terhadap proses pemupukan dan pengendalian hama. Pemberian pupuk secara terukur dan penggunaan insektisida yang tepat sasaran menjadi strategi utama untuk memastikan tanaman tumbuh optimal, sehat, dan produktif. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan hasil panen, tetapi juga memberikan pelatihan praktik pertanian bagi warga binaan agar memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah mereka bebas nanti. “Pemupukan yang teratur dan pengendalian hama yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas tanaman. Cabai, kemangi, dan jahe adalah tanaman yang membutuhkan perhatian khusus. Dengan melibatkan warga binaan secara langsung, kami ingin memberikan keterampilan nyata sekaligus meningkatkan kemandirian pangan rutan,” ujarnya. Proses pemupukan dilakukan menggunakan kombinasi pupuk organik dan kimia dengan dosis yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan tiap tanaman. Tanaman cabai mendapatkan pemupukan lanjutan untuk merangsang pertumbuhan buah, sementara kemangi diberikan pupuk nitrogen untuk menjaga kesegaran daun. Adapun tanaman jahe difokuskan pada penambahan nutrisi tanah guna mempercepat pembentukan rimpang. Selain itu, petugas pembina kemandirian bersama warga binaan juga melakukan penyemprotan insektisida secara berkala untuk mencegah serangan hama seperti kutu daun, ulat, dan jamur yang berpotensi menghambat produktivitas tanaman. Semua proses dilakukan dengan pengawasan ketat agar tetap aman dan sesuai standar pertanian ramah lingkungan. Warga binaan yang terlibat dalam kegiatan ini mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru. Mereka dibimbing untuk memahami waktu pemupukan, jenis pupuk yang tepat, cara meramu larutan insektisida, hingga teknik penyemprotan yang efektif. Kegiatan pertanian ini sekaligus menjadi wadah rehabilitasi yang bermanfaat dan menambah wawasan. Dengan langkah-langkah ini, Rutan Jepara berharap dapat menjaga pasokan pangan internal, mengurangi ketergantungan terhadap pembelian dari luar, sekaligus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Budidaya cabai, kemangi, dan jahe diproyeksikan menjadi salah satu potensi unggulan yang dapat dikembangkan lebih luas ke depannya. Program ketahanan pangan ini menjadi bukti bahwa pembinaan di Rutan Jepara tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk berkembang melalui kegiatan yang produktif, edukatif, dan berkelanjutan.(Wely-jateng) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG | bidik- kasusnews.com,Pati – Aksi pencurian yang menyasar Toko Emas Kelapa di Komplek Pasar Ngablak, Kecamatan Cluwak, Rabu (3/12/2025), langsung ditangani cepat oleh Tim Pamapta Polresta Pati setelah laporan masuk melalui Polsek Cluwak. Respons sigap itu membuat proses penanganan awal dan olah tempat kejadian perkara dapat dilakukan tanpa hambatan. Pemilik toko, Thomas Maradona Arsianto, pertama kali menemukan kejanggalan sekitar pukul 07.30 WIB saat hendak membuka toko. Ia mendapati plafon ruko sudah jebol dan kondisi brankas rusak. Thomas segera menuju Polsek Cluwak untuk melapor. “Begitu menerima laporan, anggota langsung bergerak menuju lokasi,” tegas KA SPKT Polresta Pati IPDA Sismiyarto mewakili Kapolresta Pati. Setibanya di lokasi, Polsek Cluwak berkoordinasi dengan Pamapta Polresta Pati untuk melakukan pengamanan awal. Tim segera memasang garis polisi dan menutup area TKP guna menjaga status quo. “Pengamanan awal ini krusial agar tidak ada jejak yang hilang,” jelasnya. Tidak berselang lama, Pamapta melakukan koordinasi lanjutan dengan Unit Reskrim dan Tim Inafis Polresta Pati untuk melakukan pemeriksaan mendetail di area ruko. “Setiap elemen bergerak cepat sesuai fungsi masing-masing, sehingga olah TKP dapat dilakukan secara komprehensif,” katanya. Hasil penelusuran Inafis menunjukkan bahwa pelaku masuk melalui toko baju milik Lasono yang berada tepat di samping toko emas. Gembok dirusak, plafon dijebol, lalu pelaku masuk dengan cara memanjat rak baju. Pelaku gagal membobol brankas, tetapi membawa kabur timbangan emas serta uang koin Rp100 ribu. “Metode masuknya cukup rapi, namun tetap meninggalkan jejak penting yang kini kami analisis,” ujar IPDA Sismiyarto. Meski nilai kerugian relatif kecil, perbuatan pelaku tetap menjadi perhatian jajaran kepolisian karena membahayakan keamanan toko-toko di area pasar. Oleh sebab itu, Pamapta menekankan bahwa masyarakat harus segera menghubungi layanan darurat setiap kali menemukan potensi kejahatan. “Segera telepon Call Center 110 bila melihat aktivitas mencurigakan. Kecepatan laporan sangat menentukan keberhasilan penanganan,” imbuhnya. Ia juga memastikan bahwa penyelidikan terus berjalan dan polisi memburu pelaku yang hingga kini masih dalam tahap lidik. “Kami pastikan penanganan kasus ini maksimal. Kolaborasi antara Pamapta, Polsek, Reskrim, dan Inafis menjadi kunci pengungkapan,” pungkasnya.(Kasnadi) sumber(Humas Resta Pati)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Terbaru, Rutan Jepara menghadirkan mini aviari di area layanan kunjungan sebagai sarana hiburan dan penyejuk suasana bagi keluarga warga binaan. Mini aviari yang berisi berbagai jenis burung hias tersebut menjadi sentuhan baru dalam konsep layanan kunjungan yang lebih humanis. Kicauan burung yang terdengar merdu, ditambah ayam hias dengan warna-warni bulu yang memanjakan mata, serta domba merino yang sangat lucu dan menggemaskan memberikan pengalaman berbeda bagi para pengunjung yang tengah menunggu giliran bertemu dengan anggota keluarga mereka yang sedang menjalani masa pembinaan. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, melalui keterangan resminya, menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari komitmen Rutan Jepara untuk menciptakan ruang layanan yang ramah, nyaman, dan lebih berorientasi pada pendekatan psikologis. Menurutnya, suasana yang positif sangat penting agar proses kunjungan berjalan tertib, lancar, dan penuh makna. “Mini aviari ini kami hadirkan sebagai bentuk upaya menciptakan suasana yang lebih tenang dan menyenangkan bagi pengunjung. Selain untuk mempercantik area layanan, kehadiran burung-burung ini juga diharapkan mampu membantu mengurangi ketegangan dan memberikan efek relaksasi,” ungkapnya. Para pengunjung merespons positif hadirnya aviari ini. Banyak dari mereka mengaku bahwa suasana ruang tunggu kini terasa lebih hidup, asri, dan tidak menegangkan seperti yang sering dibayangkan ketika memasuki lingkungan rutan. Beberapa anak pengunjung pun tampak antusias melihat burung-burung yang beterbangan di dalam kandang khusus tersebut, serta anak-anak dapat memeberikan pakan pada domba merino tersebut. Tak hanya memberikan hiburan, mini aviari ini juga menjadi simbol bahwa proses pembinaan di rutan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada nilai-nilai kemanusiaan. Rutan Jepara terus mendorong terciptanya hubungan yang baik antara warga binaan, keluarga, dan petugas, sehingga tercipta lingkungan pembinaan yang lebih sehat dan harmonis. Dengan hadirnya inovasi ini, Rutan Jepara berharap layanan kunjungan dapat memberikan pengalaman yang lebih positif bagi masyarakat. Ke depan, tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan fasilitas-fasilitas lain yang mendukung suasana ramah dan humanis di lingkungan rutan. Mini aviari ini kini resmi menjadi bagian dari wajah baru pelayanan publik di Rutan Jepara — sebuah langkah kecil namun berarti dalam menghadirkan layanan yang lebih menyentuh hati.(Wely-jateng) Sumber:Humas Rutan jepara
JEPARA:Bidik-kasusnews.com Jepara — Rumah Tahanan (Rutan) Jepara kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas mental dan spiritual para warga binaan melalui program pembinaan kerohanian lintas agama, yang digelar secara rutin setiap pekan. Kegiatan ini diikuti oleh warga binaan baik Muslim maupun non-Muslim, dalam suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan. Dalam pembinaan kerohanian bagi warga binaan Muslim, kegiatan diisi dengan kajian keagamaan, pembacaan Al-Qur’an, ceramah motivasi, serta pembekalan akhlak yang dibawakan oleh ustaz dari Kantor Kementerian Agama Jepara. Para warga binaan tampak antusias mengikuti kegiatan, yang tidak hanya memberikan pemahaman agama, tetapi juga membangun mental positif untuk menghadapi masa depan. Sementara itu, pembinaan bagi warga binaan non-Muslim dilakukan dalam bentuk bimbingan rohani, diskusi nilai-nilai moral, pembacaan kitab suci, hingga pelayanan pastoral dari pendamping rohani yang bekerja sama dengan lembaga keagamaan setempat. Pendekatan ini dilakukan agar semua warga binaan mendapatkan dukungan spiritual tanpa membedakan latar belakang keyakinan. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian ini merupakan bagian penting dari proses reintegrasi sosial. “Pembinaan ini bukan hanya untuk memperdalam pemahaman agama, tetapi juga untuk membentuk karakter, menumbuhkan sikap saling menghargai, serta membantu warga binaan lebih siap kembali ke masyarakat,” ujarnya. Program ini juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan antar-warga binaan, karena materi yang diberikan banyak menekankan nilai toleransi, kedamaian, dan saling menghormati. Dengan atmosfer yang kondusif, kegiatan keagamaan di Rutan Jepara diharapkan mampu menjadi pondasi bagi perubahan perilaku yang lebih baik. Melalui pembinaan kerohanian yang inklusif ini, Rutan Jepara terus berupaya membuktikan bahwa pemasyarakatan bukan sekadar menjalani masa hukuman, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri dan menata kehidupan baru.(Wely-jateng) Sumber:Humas Rutan jepara
Bidik-kasusnews.com Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengumumkan perkembangan signifikan dalam penyidikan dugaan korupsi terkait pengaturan pemenang proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) di wilayah Medan. Informasi ini disampaikan oleh Juru Bicara KPK, Budi Prastyo, kepada Bidik-kasusnews via watsap pada Selasa (2/12/2025). Menurut Budi, pada Senin (1/12/2025), KPK resmi menahan dua orang tersangka setelah rangkaian penyelidikan dan penyidikan menunjukkan adanya kecukupan alat bukti. Keduanya ditahan terkait dugaan praktik korupsi berupa pengaturan pemenang pelaksana proyek strategis pada DJKA. Dua Tersangka Ditahan 20 Hari Pertama Tersangka yang ditahan adalah: 1. MHC (Muhlis Hanggani Capah) — ASN pada Direktorat Keselamatan Perkeretaapian DJKA Kemenhub RI, yang dipercaya sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Balai Teknik Perkeretaapian Medan periode 2021–Mei 2024. 2. EKW (Eddy Kurniawan Winarto) — seorang wiraswasta. Keduanya ditahan di Cabang Rumah Tahanan Negara dari Rutan Klas I Jakarta Timur, terhitung sejak 1 hingga 20 Desember 2025. Modus Dugaan Korupsi KPK menjelaskan bahwa peran MHC dalam perkara ini diduga sangat strategis. Ia diduga mengatur dan mengondisikan paket proyek Pembangunan Emplasemen dan Bangunan Stasiun Medan Tahap II (JLKAMB) agar dimenangkan oleh pihak-pihak tertentu. Beberapa poin penting dari konstruksi perkara antara lain: MHC bersama timnya melakukan pengaturan proses lelang dengan berkoordinasi dengan Pokja serta menggelar kegiatan “asistensi” untuk memastikan calon pemenang siap secara administrasi sebelum atau saat proses lelang berlangsung. MHC juga diduga bertindak sebagai perpanjangan tangan dari HT (Harno Trimadi), Direktur Prasarana, untuk menyampaikan daftar penyedia jasa yang harus dimenangkan dalam lelang. Pada akhir 2021, digelar pertemuan “asistensi” di sebuah hotel di Bandung yang dihadiri pihak DJKA dan calon pemenang lelang untuk menyiapkan dokumen prakualifikasi. Dalam pertemuan lain di Bandung, pihak rekanan dari beberapa perusahaan besar seperti PT WK, PT IPA, dan PT AK membahas dokumen metode kerja yang akan digunakan sebagai bagian dari penawaran, dipandu oleh staf DRS bernama WSN (Wisnu Argo Megantoro). Sejumlah pertemuan dan komunikasi dilakukan intensif terkait penyusunan dokumen metode pekerjaan, termasuk antara WSN dan perwakilan PT WK yaitu AFG (Afong)ungkap Budi. Aliran Fee Mengalir ke Pihak PPK dan Rekanan Berdasarkan hasil rekapan keuangan perusahaan yang dikendalikan DRS, KPK menemukan adanya aliran uang untuk memperlancar proses pemenangan proyek, antara lain: Rp 1,1 miliar yang diberikan kepada MHC pada 2022–2023, baik melalui transfer maupun tunai. Rp 11,23 miliar yang diterima EKW pada September–Oktober 2022 melalui rekening yang telah ditentukan. KPK menjelaskan bahwa pemberian fee dilakukan karena para penyedia jasa khawatir tidak dapat memenangkan tender apabila tidak mengikuti arahan pihak-pihak yang memiliki pengaruh, termasuk MHC dan EKW. Jeratan Hukum Atas dugaan tindak pidana tersebut, para tersangka disangkakan melanggar: Pasal 12 huruf a atau huruf b, atau Pasal 11 Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001, Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tambahnya. Pasal tersebut mengatur sanksi terhadap penyalahgunaan kewenangan dan penerimaan suap oleh penyelenggara negara.(Wely)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara — Suasana Pengadilan Negeri (PN) Jepara pada Senin pagi (01/12/2025) tampak lebih sibuk dari biasanya. Sebanyak 26 tahanan dari Rutan Jepara dijadwalkan menghadiri persidangan, sehingga aparat gabungan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jepara dan Polres Jepara memperketat pengamanan di seluruh area pengadilan. Tahanan diberangkatkan dari Rutan Jepara menggunakan kendaraan operasional Kejari dan tiba sekitar pukul 08.30 WIB. Setiap tahanan langsung diarahkan menuju ruang sidang dengan pengawasan ketat oleh petugas yang dilengkapi perlengkapan pengamanan standar. Penjagaan tidak hanya difokuskan pada pergerakan tahanan, tetapi juga pada pintu masuk, koridor pengadilan, hingga halaman PN Jepara. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menjelaskan bahwa pengamanan ekstra ini dilakukan sebagai langkah antisipatif, terutama karena jumlah tahanan yang mengikuti persidangan cukup banyak dalam satu hari. “Pengamanan terpadu ini merupakan bentuk kerja sama kami dengan Kejari dan Polres Jepara. Dengan banyaknya tahanan yang disidangkan, pengawasan harus betul-betul maksimal agar proses berjalan aman dan lancar,” ujarnya. Persidangan berlangsung dalam beberapa sesi untuk menghindari kepadatan di ruang sidang. Agenda yang dijalani para tahanan mencakup pembacaan dakwaan, pemeriksaan saksi, hingga tahap tuntutan, sesuai dengan perkara masing-masing. Meski pengamanan diperketat, seluruh rangkaian persidangan berjalan kondusif. Pengunjung dan masyarakat yang hadir tetap dapat memasuki area pengadilan dengan pengawasan tambahan dari aparat keamanan. Pihak Kejari dan Polres Jepara memastikan bahwa koordinasi pengamanan seperti ini akan terus ditingkatkan, terutama untuk persidangan dengan jumlah tahanan besar, demi menjaga stabilitas dan kelancaran proses hukum di wilayah Jepara.(Wely-jateng) Sumber:Humas Rutan jepara
Bidik-kasusnews.com Ponorogo — Upaya pengungkapan dugaan praktik suap pengurusan jabatan, suap proyek, dan gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo terus berlanjut. Pada Senin (1/12/2025), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi guna memperkuat bukti dalam penyidikan perkara tersebut. Informasi ini disampaikan langsung oleh juru bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada Bidik-kasusnews melalui pesan WhatsApp Senin 1/12/2025. Ia menyebutkan bahwa pemeriksaan dilaksanakan di Polres Madiun, dengan total 13 saksi dari berbagai organisasi perangkat daerah. “Tim penyidik hari ini memeriksa para pejabat dan aparatur di sejumlah dinas untuk mendalami alur dugaan penerimaan suap serta mekanisme penentuan jabatan dan proyek di lingkungan Pemkab Ponorogo,” ujar Budi. Nama-nama saksi yang dipanggil KPK antara lain: 1. BA – Kabid Aplikasi dan Informatika, Dinas Kominfo Ponorogo 2. DS – Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata, Disbudparpora Ponorogo 3. YH – Kabid Kebudayaan, Disbudparpora Ponorogo 4. LS – Kabid Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Ponorogo 5. IM – Kabid Mutasi dan Promosi, BKP SDM Ponorogo 6. YR – Kabid Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja Ponorogo 7. YS – Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, Dinsos P3A Ponorogo 8. VN – Kabid Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Ponorogo 9. AFS – Kabid Pengelolaan Sampah dan Pertamanan, Dinas Lingkungan Hidup Ponorogo 10. HS – Kabid Perekonomian dan SDA, Bapperida Ponorogo 11. MSZ – Kabid Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan Ponorogo 12. AH – Sekretaris Kecamatan Balong 13. CA – Sekretaris Kecamatan Sawoo Menurut Budi, pemeriksaan ini bertujuan mengurai rangkaian informasi yang berkaitan dengan dugaan praktik korupsi, terutama terkait keputusan strategis, proyek pemerintah, serta rotasi jabatan yang disinyalir melibatkan transaksi ilegal. “Keterangan seluruh saksi sangat diperlukan untuk memperjelas konstruksi perkara yang sedang disusun,” tambahnya. KPK memastikan proses penyidikan akan terus berjalan sesuai kebutuhan, termasuk pemanggilan saksi tambahan apabila diperlukan. Hingga saat ini, lembaga antirasuah tersebut belum mengumumkan hasil perkembangan lebih lanjut.(Wely)