JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Dalam rangka menjaga kesiapsiagaan dan profesionalisme dipengamanan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara melaksanakan kegiatan perawatan senjata api pada Kamis, 18 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya preventif untuk memastikan seluruh perlengkapan pengamanan berfungsi optimal dan aman digunakan. Perawatan senjata api dilaksanakan oleh jajaran Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Jepara dengan penuh ketelitian dan mengedepankan aspek keamanan. Setiap senjata diperiksa secara menyeluruh, mulai dari kondisi fisik, kebersihan komponen, pelumasan, hingga uji kelayakan fungsi. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan risiko gangguan teknis serta memastikan senjata siap digunakan sesuai standar operasional prosedur. Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Kelas IIB Jepara, Benny Apridona, S.H., menegaskan bahwa perawatan senjata api merupakan wujud komitmen petugas pengamanan dalam menjaga stabilitas keamanan di lingkungan rutan. Menurutnya, kesiapan sarana pengamanan yang didukung oleh kedisiplinan petugas akan menciptakan rasa aman serta mendukung kelancaran pelaksanaan tugas pemasyarakatan. Selain perawatan teknis, kegiatan ini juga disertai dengan pendataan dan pengawasan administrasi senjata api. Seluruh inventaris dicatat dan diawasi secara tertib guna memastikan penggunaan senjata dilakukan secara bertanggung jawab serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Melalui kegiatan perawatan senjata api ini, Rutan Jepara terus berupaya meningkatkan kualitas pengamanan secara berkelanjutan. Dengan sarana yang terawat dan petugas yang profesional, Rutan Jepara berkomitmen mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan humanis. (Wely-jateng) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Kepedulian terhadap lingkungan ditunjukkan oleh masyarakat Desa Guyangan RT 01 RW 04 melalui pembangunan pondasi saluran air yang dilaksanakan pada Rabu, 17 Desember 2025. Pembangunan tersebut dilakukan secara swadaya dengan menggunakan iuran masyarakat dan tidak memakai anggaran dana desa. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat saluran air agar aliran tetap lancar serta mengurangi risiko genangan air saat musim hujan. Seluruh proses pengerjaan dilakukan secara gotong royong oleh warga setempat, mulai dari persiapan material hingga penyelesaian pembangunan. Menurut keterangan salah satu warga RT 01 RW 04, pembangunan pondasi saluran air ini merupakan hasil musyawarah bersama warga. Dengan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan, masyarakat sepakat melakukan perbaikan secara mandiri tanpa mengandalkan bantuan pemerintah desa. “Pembangunan ini murni dari iuran warga, tidak menggunakan dana desa sama sekali. Semua dilakukan demi kenyamanan dan kepentingan bersama,” ujarnya. Dengan adanya pondasi saluran air yang lebih kuat, diharapkan lingkungan sekitar menjadi lebih aman, bersih, dan terhindar dari masalah genangan air. Kegiatan ini juga menjadi contoh nyata semangat kebersamaan dan kemandirian masyarakat Desa Guyangan dalam membangun lingkungannya.
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan oleh warga Desa Guyangan RT 01 RW 04 melalui kegiatan pembangunan talut yang dilaksanakan secara swakelola pada Rabu, 17 Desember 2025. Pembangunan talut tersebut sepenuhnya menggunakan dana hasil iuran masyarakat tanpa melibatkan anggaran Dana Desa. Talut yang dibangun ini bertujuan untuk memperkuat tebing serta mencegah terjadinya longsor, terutama saat musim hujan tiba. Seluruh proses pembangunan dilakukan secara mandiri oleh warga setempat, mulai dari perencanaan, pengadaan material, hingga pengerjaan di lapangan. Warga RT 01 RW 04 Desa Guyangan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kesepakatan bersama warga demi kepentingan lingkungan dan keselamatan bersama. “Pembangunan talut ini murni dari iuran masyarakat. Kami sepakat untuk bergotong royong karena ini menyangkut kepentingan bersama,” ujarnya. Antusiasme warga terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Warga saling bahu-membahu, baik dalam pekerjaan fisik maupun dukungan logistik. Hal ini menunjukkan kuatnya rasa kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan RT 01 RW 04. Selain memperkuat infrastruktur lingkungan, pembangunan talut swakelola ini juga menjadi bukti bahwa partisipasi aktif masyarakat mampu menghasilkan pembangunan yang bermanfaat tanpa harus selalu bergantung pada anggaran pemerintah. Diharapkan, talut yang telah dibangun dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga serta menjadi contoh positif bagi lingkungan lain dalam mengedepankan semangat swadaya dan gotong royong.
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Squad Nusantara Ranting Kembang kembali menunjukkan kepedulian sosial terhadap anggotanya. Kali ini, bantuan disalurkan kepada Suntoro, warga Cepogo (Sawah Omboh) RT 01 RW 03, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, yang rumahnya mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon. Kegiatan penyerahan bantuan dilaksanakan pada Rabu, 17 Desember 2025, sekitar pukul 12.30 WIB. Penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Ketua Ranting Squad Nusantara Kembang, Kusno, didampingi sejumlah anggota. Bantuan diberikan secara simbolis berupa uang tunai dan diserahkan langsung oleh Ketua Ranting kepada korban musibah sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas organisasi. Ketua Ranting Squad Nusantara Kembang, Kusno, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kebersamaan dan tanggung jawab moral antaranggota. “Squad Nusantara hadir bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai keluarga. Ketika ada anggota yang tertimpa musibah, sudah menjadi kewajiban kami untuk saling membantu dan meringankan beban,” ujarnya. Sementara itu, penerima bantuan, Suntoro, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan. “Saya sangat berterima kasih kepada Ketua Ranting dan seluruh anggota Squad Nusantara Ranting Kembang. Bantuan ini sangat berarti bagi kami di tengah kondisi sulit,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, Squad Nusantara Ranting Kembang berharap semangat gotong royong dan solidaritas antaranggota terus terjaga, sekaligus menjadi contoh kepedulian sosial di tengah masyarakat Kabupaten Jepara. (Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara-17-Desember-2025- Di balik tembok Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara, seni goresan tangan menjadi bahasa baru untuk menyuarakan perasaan. Rutan Jepara menggelar kegiatan Art Therapy yang diikuti oleh 10 Warga Binaan sebagai ruang aman untuk mengekspresikan emosi, mengelola stres, sekaligus menjaga kesehatan mental selama masa pembinaan. Melalui kegiatan ini, Warga Binaan diajak menuangkan perasaan terdalam yang selama ini terpendam ke dalam karya seni. Setiap goresan dan pilihan warna menjadi cerminan emosi, harapan, serta perjalanan batin yang mereka alami selama menjalani masa pidana. Kepala Rutan Jepara Renza Maisetyo menegaskan bahwa Art Therapy bukan sekadar kegiatan seni, melainkan bagian penting dari pembinaan kepribadian. “Kesehatan mental adalah fondasi utama dalam proses pembinaan. Dengan Art Therapy, Warga Binaan diberikan ruang untuk mengenali emosi, meredakan tekanan psikologis, dan membangun keseimbangan diri,” ungkapnya. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para peserta tampak fokus dan menikmati setiap proses hingga menyelesaikan karya masing-masing. Tak sedikit dari mereka yang mengaku merasa lebih lega dan tenang setelah menyalurkan perasaan melalui seni. Kegiatan Art Therapy ini menjadi bukti komitmen Rutan Jepara dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih humanis dan berorientasi pada pemulihan. Diharapkan, melalui pendekatan kreatif ini, Warga Binaan mampu menjalani masa pembinaan dengan kondisi psikologis yang lebih sehat dan siap kembali berperan positif di tengah masyarakat. (Wely-jateng) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara melaksanakan sosialisasi kesehatan dan pembagian susu bagi warga binaan lanjut usia (lansia) sebagai bagian dari perawatan dan perhatian khusus terhadap kelompok rentan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh jajaran pelayanan tahanan dan dipimpin oleh Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Yusril Arinaldy, Rabu (17/12). Dalam kegiatan tersebut, warga binaan lansia mendapatkan edukasi kesehatan terkait pentingnya menjaga pola hidup sehat, pengaturan pola makan, kebersihan diri, serta upaya deteksi dini terhadap gangguan kesehatan yang umum dialami oleh lansia. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran warga binaan lansia dalam menjaga kesehatannya selama menjalani masa perawatan di rutan. Sebagai bagian dari perawatan kesehatan, Rutan Jepara juga menyalurkan susu kepada warga binaan lansia guna membantu pemenuhan kebutuhan gizi tambahan. Pemberian susu ini diharapkan dapat menunjang daya tahan tubuh serta menjaga kondisi kesehatan warga binaan lansia agar tetap stabil. Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Yusril Arinaldy menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian nyata Rutan Jepara terhadap kelompok rentan. “Pelayanan dan perawatan bagi warga binaan lansia menjadi perhatian kami. Melalui kegiatan ini, kami berupaya memastikan mereka mendapatkan hak atas perawatan dan layanan kesehatan yang layak,” ujarnya. Kegiatan sosialisasi kesehatan dan pembagian susu berlangsung dengan tertib dan penuh keakraban. Para warga binaan lansia tampak antusias mengikuti kegiatan dan menyambut baik perhatian yang diberikan oleh pihak Rutan Jepara. Melalui kegiatan ini, Rutan Jepara menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan pemasyarakatan yang humanis, berorientasi pada perawatan kesehatan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, khususnya bagi kelompok rentan. (Wely-jateng) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara kembali melaksanakan razia kamar hunian warga binaan sebagai upaya pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib). Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin dan humanis ini dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Jepara, Benny Apridona. Razia kamar hunian tersebut melibatkan jajaran petugas pengamanan Rutan Jepara dengan tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan menghormati hak-hak warga binaan. Sebelum razia dimulai, petugas memberikan arahan dan penjelasan terkait tujuan kegiatan, sehingga pelaksanaan berjalan tertib dan kondusif. Ka. KPR Benny Apridona menyampaikan bahwa kegiatan razia merupakan langkah deteksi dini untuk mencegah terjadinya gangguan kamtib serta mengantisipasi peredaran barang-barang terlarang di dalam rutan. “Razia ini kami laksanakan secara rutin dengan mengedepankan sikap humanis. Tujuannya untuk memastikan lingkungan rutan tetap aman dan kondusif,” ujarnya. Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan secara menyeluruh di setiap kamar hunian. Dari hasil razia, tidak ditemukan barang-barang terlarang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Melalui razia kamar hunian yang dilakukan secara rutin ini, Rutan Jepara berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban, serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan semakin PRIMA. (Wely-jateng) Sumber:humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Transformasi layanan pemasyarakatan kini semakin dirasakan manfaatnya oleh klien. Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Jepara kembali melaksanakan serah terima klien pemasyarakatan dengan mekanisme yang lebih sederhana dan efektif, Selasa (16/12/2025). Sebanyak tiga klien pemasyarakatan secara resmi diserahkan kepada Balai Pemasyarakatan Pati melalui Pos Bapas Jepara. Kehadiran Pos Bapas tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan layanan yang lebih dekat, setelah sebelumnya klien harus menempuh perjalanan jauh menuju Bapas Pati dengan waktu tempuh mencapai dua jam. Kini, jarak antara Rutan Jepara dan Pos Bapas Jepara hanya sekitar lima menit. Kondisi ini membuat proses serah terima dapat dilakukan dengan lebih cepat tanpa mengurangi ketelitian administrasi maupun aspek keamanan. Dalam pelaksanaannya, petugas Rutan Jepara menyerahkan klien secara langsung kepada petugas Bapas Pati yang bertugas di Pos Bapas Jepara. Petugas Bapas kemudian melakukan pemeriksaan dokumen, pendataan, serta memberikan penjelasan awal terkait kewajiban, hak, dan aturan yang harus dipatuhi klien selama menjalani masa pembimbingan. Menurut petugas Bapas, Pos Bapas Jepara memiliki peran penting dalam mendukung pembimbingan yang lebih terarah dan berkesinambungan. Akses layanan yang dekat diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan klien sekaligus memperkuat proses reintegrasi sosial di lingkungan tempat tinggal mereka. Kepala Rutan Jepara menilai, optimalisasi Pos Bapas Jepara merupakan bentuk komitmen bersama dalam menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Sinergi antara Rutan dan Bapas ini juga dinilai mampu meningkatkan efektivitas pengawasan serta pembinaan klien pemasyarakatan. Kegiatan serah terima berlangsung dengan tertib dan lancar, serta memberikan manfaat nyata bagi klien melalui pelayanan yang lebih cepat, praktis, dan humanis. (Wely-jateng) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Komitmen menjaga stabilitas keamanan terus ditunjukkan oleh jajaran Polres Jepara melalui kegiatan sambang dan koordinasi lintas instansi. Pada Senin malam:15/12/2025, petugas Polres Jepara melaksanakan kunjungan ke Rutan Kelas IIB Jepara sebagai bagian dari upaya penguatan pengamanan wilayah. Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana humanis dan penuh koordinasi, dengan penerimaan langsung oleh petugas Pengamanan Pintu Utama (P2U) Rutan Jepara. Dialog singkat namun intens dilakukan untuk memastikan situasi rutan tetap aman, tertib, dan terkendali, khususnya pada jam-jam rawan malam hari. Dalam sambang tersebut, Polres Jepara menekankan pentingnya kewaspadaan bersama serta pertukaran informasi terkait potensi gangguan keamanan. Sinergi ini dinilai krusial mengingat rutan merupakan objek vital yang membutuhkan pengamanan berlapis dan koordinasi berkelanjutan. Petugas P2U Rutan Jepara sebagai lini terdepan pengamanan turut menyampaikan kesiapan dan komitmen dalam menjalankan prosedur pengamanan sesuai standar. Kolaborasi yang terjalin diharapkan mampu meminimalisir risiko serta mendukung terciptanya lingkungan rutan yang kondusif. Melalui kegiatan sambang malam ini, Polres Jepara dan Rutan Jepara menegaskan komitmen bersama dalam menjaga keamanan, sekaligus mempererat hubungan kerja antarinstansi demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan stabil di Kabupaten Jepara. (Wely-jateng) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan penanaman dan perawatan bibit padi yang dilaksanakan di lahan pertanian Rutan Jepara, Selasa, 16 Desember 2025. Kegiatan ini melibatkan petugas rutan bersama warga binaan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian. Penanaman bibit padi dilakukan dengan memperhatikan teknik pertanian yang baik, mulai dari pengolahan lahan, pemilihan bibit unggul, hingga proses tanam dilahan terbatas. Kepala Rutan Jepara Renza Maisetyo menyampaikan bahwa kegiatan pertanian ini bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus memberikan pembinaan keterampilan kepada warga binaan. “Melalui kegiatan penanaman dan perawatan padi ini, warga binaan mendapatkan pengetahuan dan pengalaman di bidang pertanian yang diharapkan dapat menjadi bekal positif setelah selesai menjalani masa pembinaan,” ujarnya. Selain penanaman, petugas bersama warga binaan juga melakukan perawatan bibit padi secara rutin, seperti penyiraman, pemupukan, dan pengendalian hama agar tanaman tumbuh optimal hingga masa panen. Program pertanian ini sejalan dengan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan di lingkungan pemasyarakatan. Rutan Jepara berkomitmen untuk terus mengembangkan kegiatan pembinaan yang produktif, bermanfaat, dan berkelanjutan. Diharapkan, hasil panen padi nantinya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan di lingkungan rutan serta memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. (Wely-jateng) Sumber:Humas Rutan jepara