JATENG:Bidik-kasusnews.com Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mendalami kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dalam proses pengisian jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati tahun 2026.   Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan kepada Bidik-kasusnews pada Rabu (26/2/2026)via WhatsApp, penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi guna mengungkap alur dan mekanisme dugaan praktik tersebut.   Pemeriksaan dilakukan di Polrestabes Semarang dengan menghadirkan 14 orang saksi yang terdiri dari kepala desa hingga calon perangkat desa dari berbagai wilayah di Kabupaten Pati.   Para saksi yang diperiksa antara lain: ISM, Kepala Desa Purworejo, Kecamatan Margoyoso SUG, Kepala Desa Tambakharjo, Kecamatan Trangkil UNM, calon Sekretaris Desa Gadu, Kecamatan Gunungwungkal SR, calon Kasi Tata Usaha Desa Gadu KUN, calon Kasi Perencanaan Desa Gadu AF, calon Kaur Keuangan Desa Perdopo SEW, calon Kasi Perencanaan Desa Perdopo AU, Kepala Desa Sumbersari (Ketua Paguyuban Kades Kecamatan Kayen) EK, Kasi Pelayanan Desa Sumberejo WI, Kepala Desa Sekarjalak (Ketua Paguyuban) MZ, Kepala Desa Wonosekar (Ketua Paguyuban) SUK, Kepala Desa Sumberagung KUS, Kepala Desa Sumbersari SUG, Kepala Desa Banyuurip Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik mendalami keterangan para saksi terkait proses dan mekanisme pengisian jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati. Selain itu, KPK juga menelusuri adanya dugaan penyerahan sejumlah uang yang disebut dilakukan atas perintah Bupati melalui koordinator kepala desa. Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut integritas tata kelola pemerintahan desa. KPK menegaskan akan terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam praktik yang diduga merugikan masyarakat tersebut. KPK mengimbau seluruh pihak yang mengetahui informasi terkait kasus ini untuk bersikap kooperatif dan mendukung upaya pemberantasan korupsi di daerah. (Wely)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara — Upaya pembinaan berbasis psikologis terus dilakukan di Rutan Kelas IIB Jepara. Salah satunya melalui kegiatan Three Chairs Technique yang digelar pada Rabu, 25 Februari 2026, di ruang rapat rutan setempat oleh peserta magang. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana refleksi mendalam bagi warga binaan agar mampu memahami kondisi emosi, konflik batin, serta arah perubahan diri yang ingin dicapai. Dalam pelaksanaannya, peserta diajak mengeksplorasi pengalaman hidup melalui pendekatan tiga perspektif, yakni diri saat ini, sisi diri yang menyimpan luka atau konflik, dan gambaran diri di masa depan.   Melalui simulasi yang dilakukan secara bergantian, warga binaan diberikan kesempatan untuk “berdialog” dengan dirinya sendiri. Pendekatan ini dinilai efektif membuka ruang kejujuran emosional yang selama ini mungkin terpendam, sekaligus membantu peserta melihat permasalahan secara lebih utuh.   Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh keterbukaan. Banyak peserta tampak serius mengikuti setiap tahapan, bahkan tidak sedikit yang mampu mengungkapkan perasaan terdalamnya selama sesi berlangsung. Pendamping dari peserta magang turut memberikan arahan agar proses refleksi berjalan aman dan terarah.   Tidak hanya berhenti pada sesi praktik, kegiatan juga dilanjutkan dengan diskusi bersama guna memperkuat pemaknaan dari pengalaman yang telah dilalui. Hal ini penting agar setiap warga binaan dapat mengambil pelajaran serta menyusun langkah nyata untuk perbaikan diri ke depan.   Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga pada kesiapan mental dan emosional warga binaan. “Pembinaan yang menyentuh sisi psikologis seperti ini sangat penting. Kami berharap warga binaan dapat lebih mengenal dirinya, sehingga memiliki bekal yang kuat saat kembali ke masyarakat,” ungkapnya.   Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan warga binaan mampu meningkatkan kesadaran diri, mengelola emosi dengan lebih baik, serta memiliki motivasi kuat untuk menjalani perubahan positif.   Program semacam ini juga menjadi bagian dari komitmen rutan dalam menciptakan pembinaan yang lebih humanis dan berkelanjutan. (Wely) Sumber:Humas Rutan Jepara

Amuntai, Bidik-kasusnews.com – Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, jajaran Polres Hulu Sungai Utara mengikuti kegiatan tadarus Al-Qur’an secara virtual yang terhubung langsung dengan Mabes Polri. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) yang dilaksanakan serentak oleh Polri di seluruh Indonesia. Pelaksanaan tadarus dipimpin oleh Iptu Asep HZ selaku KBO Sat Lantas yang juga menjabat Ps. Kasi Humas Polres Hulu Sungai Utara, didampingi Iptu Warsono, serta diikuti personel di lingkungan Mapolres. Program ini berlangsung setiap hari selama Ramadan melalui Zoom Meeting yang dipusatkan dari Bagbinreligi Rowatpers SSDM Polri. Mewakili Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto, AKP Misransyah menyampaikan bahwa kegiatan tadarus menjadi sarana penting dalam pembinaan spiritual anggota di tengah padatnya tugas pelayanan kepada masyarakat. “Selama bulan suci Ramadan, kegiatan tadarus dilaksanakan secara rutin agar personel tetap menjaga keseimbangan antara tanggung jawab kedinasan dan peningkatan keimanan,” ujarnya. Dalam pelaksanaannya, personel mengikuti pembacaan Al-Qur’an secara bergiliran per juz yang dipandu langsung oleh tim dari Mabes Polri. Kegiatan tersebut diikuti secara serentak oleh jajaran Polda maupun Polres di seluruh Indonesia. Di Mapolres Hulu Sungai Utara, suasana tadarus berlangsung khidmat di masjid setempat. Personel tampak menyimak lantunan ayat suci Al-Qur’an dengan penuh kekhusyukan, menciptakan nuansa religius sekaligus mempererat kebersamaan antaranggota selama Ramadan. Melalui program Binrohtal ini, diharapkan seluruh personel Polri tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat sehingga mampu memberikan pelayanan yang humanis dan terbaik kepada masyarakat. (Agus)

Bidik-kasusnews.com Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggelar kegiatan pembagian takjil hingga buka puasa bersama dengan insan pers. Acara ini merupakan bentuk silaturahmi sekaligus menguatkan sinergisitas antara Polri dengan media. “Dan ini tentunya bagian dari upaya kita untuk terus menjaga tali silaturahmi, yang tentunya ini juga menjadi salah satu kekuatan,” kata Sigit di Gedung Rupatama Polri, Jakarta Selatan, Rabu (25/2/2026). Acara dimulai dengan rangkaian berbagi takjil untuk masyarakat. Kapolri bersama pejabat utama dan para insan pers bersatu padu membagikan bingkisan sajian buka puasa untuk seluruh masyarakat yang melintas di jalan depan Kantor Mabes Polri. Masyarakat, pengendara hingga ojek online menyambut baik pembagian takjil tersebut. Kapolri dan insan pers bersatu padu membagikan bingkisan tersebut. Setelah membagikan takjil, Kapolri, PJU dan para jurnalis melanjutkan kegiatan berbuka puasa bersama. Acara ini berjalan hangat dan penuh kebersamaan. Menurut Sigit, Pers adalah mitra yang sangat strategis untuk institusi Korps Bhayangkara. Menurutnya, suara media adalah suara publik. “Dan oleh karena itu tentunya, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada teman-teman media yang terus menyampaikan informasi,” ujar Sigit. “Dan tentunya hal-hal tersebut menjadi tolak ukur, begitu media menyuarakan suara publik, artinya di situ juga lah kami harus segera bergerak dan merespons cepat. Karena kita menyadari bahwa suara media adalah suara publik yang harus didengar,” tambah Sigit menegaskan. Sigit menekankan, institusi Polri memiliki kewajiban untuk melaksanakan apa yang terus disuarakan oleh media. Mengingat, hal itu mewakili kepentingan masyarakat. “Kekuatan kita, kekuatan bangsa kita yang selalu menjaga persatuan, menjaga kesatuan untuk menghadapi berbagai macam tantangan tugas, tantangan bangsa, dan tantangan negara,” tutur Sigit. Lebih dalam, Sigit memaparkan bahwa, perkembangan teknologi informasi dewasa ini berkembang sangat pesat. Perkembangan AI hingga Deepfake melahirkan tantangan tersendiri untuk Bangsa Indonesia. “Salah satunya adalah masalah misinformasi dan disinformasi. Salah satunya itu juga yang saat ini tidak hanya berada di dalam tataran global, namun juga masuk ke situasi dalam negeri, situasi kehidupan kita sehari-hari. Dan tentunya, ini menjadi tantangan kita semua,” papar Sigit. Karena itu, Sigit berharap, media bisa menjawab tantangan tersebut. Menurutnya, insan pers harus menyajikan informasi yang jujur, akurat dan dipercaya untuk masyarakat luas. “Harapan kita tentunya media, sebagai salah satu alat kontrol, alat komunikasi yang mewakili suara publik, tentunya terus bisa mewakili publik untuk menjadi alat penghubung, alat komunikasi, khususnya bagi kami-kami, ataupun bagi institusi untuk bisa terus mendengarkan apa yang menjadi harapan masyarakat yang disuarakan melalui media,” tutur Sigit. “Dan tentunya harapan kita, dan kami menyadari bahwa media memiliki peran yang sangat luar biasa untuk turut menjaga stabilitas keamanan nasional,” kata Sigit mengakhiri. (Agus)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Guna meningkatkan kualitas keimanan dan mental spiritual Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara kembali memfasilitasi kegiatan ibadah dan penyuluhan kerohanian Nasrani. Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat pada Rabu (25/02/2026) ini difokuskan pada perenungan mendalam mengenai kehidupan setelah kematian. Pelayanan kerohanian kali ini menghadirkan sinergi lintas instansi dan pemuka agama. Hadir memberikan pelayanan adalah Pendeta Utami dari wilayah Cepogo dan Pendeta Rina dari Pecangaan. Turut hadir pula Bapak Toni Riksen Tanjung, selaku Penyuluh Agama Kristen dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kudus. Kelancaran kegiatan ini juga tak lepas dari pendampingan aktif para peserta program Maganghub Batch 2 Kementerian Ketenagakerjaan.   Fokus utama ibadah kali ini adalah mengajak warga binaan untuk merenungkan bekal apa yang harus dipersiapkan ketika kehidupan di dunia telah usai. Dalam penyampaian firman, jemaat ditekankan pada janji keselamatan, di mana siapa saja yang percaya dan menerima Yesus akan diberikan jalan untuk masuk ke dalam Firdaus (surga).   Dalam khotbahnya, Pendeta Utami memberikan penguatan iman agar para warga binaan tidak putus asa dalam memperbaiki diri.   “Kehidupan di dunia ini ada batasnya, dan kita harus memikirkan apa yang akan kita cari dan bawa setelah mati nanti. Kasih karunia Tuhan sangat besar; barangsiapa yang sungguh-sungguh percaya kepada Yesus, Ia akan memberikan jalan keselamatan untuk masuk ke dalam Firdaus. Jadikan waktu di tempat ini sebagai momen untuk mendekatkan diri dan mengumpulkan bekal rohani,” terang Pendeta Utami di hadapan para jemaat.   Mewakili pihak Rutan Jepara, Renza Maisetyo menyambut positif kolaborasi pelayanan rohani ini. Ia menilai bahwa pemahaman eskatologis (akhirat) sangat efektif untuk menyentuh hati dan mengubah perilaku warga binaan menjadi lebih baik.   “Kami sangat mengapresiasi kehadiran Ibu Pendeta Utami, Ibu Pendeta Rina, dan Bapak Toni dari Kemenag Jepara. Tema tentang kehidupan setelah mati ini menjadi alarm pengingat yang sangat baik bagi kita semua, khususnya warga binaan. Kami berharap melalui pembinaan yang berkesinambungan ini, mereka memiliki fondasi iman yang kuat dan benar-benar siap menjadi pribadi yang baru saat kembali ke masyarakat,” tegas Renza Maisetyo.   Kegiatan pembinaan rohani ini ditutup dengan doa bersama, memberikan harapan dan kedamaian bagi warga binaan dalam menjalani masa pidana mereka. (Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Rabu, 25 Februari 2026 Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara menggelar rapat klasikal terkait tindak lanjut pembentukan Tim Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Tahun 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Rapat diikuti oleh seluruh jajaran pejabat struktural serta pegawai yang akan terlibat dalam struktur tim Zona Integritas. Dalam forum tersebut, dibahas pembagian tugas, penetapan koordinator pada masing-masing area perubahan, serta strategi percepatan pemenuhan data dukung.   Pembentukan tim dilakukan secara terstruktur dengan mengedepankan prinsip kolaboratif dan akuntabel. Setiap anggota tim diberikan pemahaman terkait peran dan tanggung jawab dalam mendukung enam area perubahan pembangunan Zona Integritas.   Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menegaskan bahwa pembentukan tim bukan sekadar formalitas administratif, melainkan langkah konkret menuju perubahan budaya kerja.   “Zona Integritas harus dibangun dengan kerja nyata, bukan hanya dokumen. Seluruh jajaran harus memiliki komitmen yang sama untuk mewujudkan pelayanan yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi,” tegas Renza.   Melalui rapat klasikal ini, Rutan Jepara mempertegas arah pembangunan Zona Integritas Tahun 2026 serta memastikan seluruh unsur organisasi bergerak selaras dalam mencapai predikat Wilayah Bebas dari Korupsi.   Kegiatan berlangsung secara tertib dan interaktif, menghasilkan kesepahaman bersama terkait strategi, timeline pelaksanaan, serta langkah tindak lanjut yang akan segera diimplementasikan. (Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com JAWA TENGAH – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan perkara dugaan korupsi jual beli jabatan perangkat desa (perades) di Kabupaten Pati yang menyeret nama Bupati nonaktif, Sudewo.   Dalam upaya memperkuat konstruksi perkara, tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi di Polrestabes Semarang, Selasa (24/2/2026). Pemeriksaan ini menyasar berbagai unsur pejabat daerah hingga pihak terkait lainnya.   Beberapa nama penting yang turut diperiksa antara lain Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra serta Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin.   Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa pemanggilan para saksi merupakan bagian dari strategi penyidik dalam mengumpulkan alat bukti tambahan.   “Pemeriksaan ini dilakukan untuk memperdalam dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dalam proses pengisian jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati,” ungkapnya kepada Bidik-kasusnews.   Selain kedua pejabat tersebut, KPK juga memeriksa sejumlah pihak lain, mulai dari mantan pejabat sekretariat daerah, kepala dinas, hingga kepala desa dan pihak swasta yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut.   Kasus ini sendiri diduga melibatkan aliran dana dalam proses pengisian jabatan perangkat desa, yang mengarah pada praktik pemerasan terhadap pihak-pihak tertentu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati.   Sebelumnya, KPK juga telah melakukan pemeriksaan serupa di Polda Jawa Tengah pada awal Februari 2026 sebagai bagian dari rangkaian penyidikan.   Meski demikian, KPK belum mengungkap adanya tersangka baru dalam kasus ini. Fokus penyidik saat ini masih pada penyempurnaan berkas perkara terhadap pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka.   “Untuk saat ini, kami masih fokus melengkapi berkas penyidikan,” tegas Budi. (Wely)

Bidik-Kasusnews.com JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi terus mengusut dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dalam proses pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan.   Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa pada Selasa (24/2/2026), penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi guna memperkuat konstruksi perkara.   “Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK untuk mendalami dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi K3,” ujar Budi kepada Bidik-kasusnews.   Tiga saksi yang diperiksa dalam perkara ini yakni Amarudin, pensiunan ASN Kemenaker yang pernah menjabat Koordinator Substansi Kelembagaan Pelayanan Kesehatan Kerja Direktorat BKK3 periode 2021–2024. Kemudian Asep Juhud Mulyadi, ASN yang menjabat Koordinator Bidang Akreditasi Kelembagaan dan SMK3 Tahun 2023, serta Chandrales Riawati Dewi, mantan Subkoordinator/Kepala Seksi Bidang Akreditasi Kelembagaan dan Sistem Manajemen K3 periode 2015 hingga Juli 2020.   Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik mendalami dugaan adanya aliran dana dari perusahaan jasa K3 (PJK3) yang berkaitan dengan penerbitan maupun perpanjangan sertifikat. Dana tersebut diduga tidak hanya berhenti pada pihak tertentu, tetapi juga mengalir kepada sejumlah oknum di internal Kementerian Ketenagakerjaan.   KPK menegaskan bahwa proses penyidikan masih terus berjalan. Keterangan dari para saksi akan menjadi bagian penting dalam menelusuri aliran dana serta mengungkap pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam praktik tersebut.   Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut sektor ketenagakerjaan yang seharusnya menjamin keselamatan kerja, namun justru diduga dimanfaatkan sebagai celah praktik korupsi. (Wely)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Selasa, 24 Februari 2026 Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara menggelar rapat assessment pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah strategis dalam memperkuat komitmen reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Rapat assessment diikuti oleh jajaran pejabat struktural serta tim pembangunan Zona Integritas Rutan Jepara. Dalam forum tersebut, dilakukan evaluasi terhadap pemenuhan data dukung, capaian pada enam area perubahan, serta identifikasi langkah perbaikan yang perlu segera ditindaklanjuti.   Enam area perubahan yang menjadi fokus pembahasan meliputi manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan pengawasan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Evaluasi dilakukan secara komprehensif guna memastikan seluruh indikator telah berjalan sesuai standar yang ditetapkan.   Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan perubahan budaya kerja yang berkelanjutan. “Pembangunan Zona Integritas harus dimaknai sebagai komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. WBK bukan hanya target, tetapi hasil dari konsistensi dan integritas seluruh jajaran,” tegas Renza.   Melalui rapat assessment ini, Rutan Jepara berupaya memastikan kesiapan satuan kerja dalam menghadapi proses evaluasi serta memperkuat komitmen bersama menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi Tahun 2026.   Kegiatan berlangsung dengan tertib dan produktif, serta menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis guna mempercepat capaian pembangunan Zona Integritas di lingkungan Rutan Jepara. (Wely) Sumber:humas Rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Komitmen terhadap penguatan ketahanan pangan terus diwujudkan oleh Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Jepara melalui kegiatan pemanenan kacang panjang dan cabai di lahan pembinaan Branggang. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus implementasi nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Panen yang dilaksanakan pada pekan ini berlangsung dengan penuh semangat. Warga binaan, didampingi petugas, memetik kacang panjang yang tumbuh subur menjuntai di para-para bambu serta cabai yang menghiasi batang-batang tanaman. Hasil panen tersebut tidak hanya menjadi simbol keberhasilan proses budidaya, tetapi juga bukti konsistensi pembinaan berbasis produktivitas.   Kepala Rutan Kelas IIB Jepara menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pembinaan yang berkelanjutan. “Program pertanian ini kami rancang tidak hanya untuk mendukung kebutuhan bahan pangan internal, tetapi juga untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat setelah mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.   Lahan pertanian di Branggang sebelumnya telah dipersiapkan melalui proses pengolahan tanah, penanaman bibit unggul, hingga perawatan rutin yang meliputi penyiraman, pemupukan, dan pengendalian hama secara berkala. Seluruh tahapan dilakukan dengan pendekatan edukatif, sehingga warga binaan memahami teknik budidaya hortikultura secara komprehensif. Ke depannya, program ini direncanakan untuk terus dikembangkan dengan diversifikasi tanaman produktif lainnya. (Wely) Sumber:Humas Rutan jepara