JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 22 Maret 2026 – Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah membawa kabar bahagia bagi ratusan warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara. Sebanyak 166 narapidana mendapatkan Remisi Khusus (RK) sebagai bentuk penghargaan dari negara atas perilaku baik selama menjalani masa pembinaan.   Pemberian remisi dilaksanakan pada Sabtu pagi di ruang rapat Rutan Jepara dalam suasana sederhana namun penuh makna. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Rutan Jepara Renza Maisetyo, jajaran petugas, serta para narapidana penerima remisi.   Dalam kesempatan tersebut, Renza menyampaikan bahwa remisi merupakan hak narapidana yang diberikan kepada mereka yang telah memenuhi syarat administratif dan substantif, termasuk berkelakuan baik dan aktif mengikuti program pembinaan. “Momentum Idul Fitri ini menjadi saat yang tepat untuk refleksi diri. Remisi yang diberikan diharapkan mampu menjadi penyemangat bagi warga binaan agar terus memperbaiki diri dan tidak mengulangi kesalahan di masa lalu,” ungkapnya.   Adapun rincian penerima remisi meliputi 53 narapidana mendapatkan pengurangan masa pidana selama 15 hari, 81 orang memperoleh remisi satu bulan, 31 orang menerima remisi satu bulan 15 hari, dan satu orang mendapatkan remisi selama dua bulan.   Seluruh penerima termasuk dalam kategori Remisi Khusus Sebagian (RK I), di mana mereka masih harus menjalani sisa masa pidana setelah mendapatkan pengurangan.   Kegiatan penyerahan remisi dilakukan secara simbolis kepada perwakilan narapidana, dilanjutkan dengan sesi dokumentasi dan penutupan. Seluruh rangkaian berlangsung dengan tertib dan lancar.   Melalui pemberian remisi ini, pihak Rutan Jepara berharap warga binaan dapat memaknai Idul Fitri sebagai titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, sekaligus mempersiapkan diri untuk kembali berbaur dengan masyarakat setelah bebas nantinya.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Sabtu, 21 Maret 2026 Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara berlangsung dalam suasana khusyuk dan penuh kebersamaan. Warga binaan Muslim tampak antusias mengikuti pelaksanaan Sholat Idul Fitri yang digelar di dalam lingkungan rutan dengan pengawasan petugas. Ibadah dimulai sejak pagi hari dengan pengaturan yang telah dipersiapkan secara matang guna memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga. Seluruh peserta mengikuti rangkaian sholat berjamaah hingga khutbah dengan tertib dan penuh kekhidmatan.   Dalam khutbah Idul Fitri, disampaikan pesan-pesan keagamaan yang menekankan pentingnya introspeksi diri, memperkuat keimanan, serta semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Momentum hari kemenangan ini dimanfaatkan sebagai sarana refleksi bagi warga binaan dalam menjalani proses pembinaan.   Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menegaskan bahwa kegiatan keagamaan seperti ini memiliki peran penting dalam pembinaan mental dan spiritual warga binaan. “Idul Fitri bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri dan memperkuat nilai-nilai keimanan. Kami berharap warga binaan dapat mengambil hikmah dari momen ini sebagai bekal untuk masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.   Pelaksanaan Sholat Idul Fitri ini juga menjadi wujud pemenuhan hak beribadah bagi warga binaan, sekaligus bagian dari program pembinaan kerohanian yang terus dijalankan secara berkelanjutan di Rutan Jepara. Dengan suasana yang aman, tertib, dan kondusif, kegiatan ini mencerminkan komitmen pihak rutan dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang humanis, serta mendorong perubahan positif bagi seluruh warga binaan sebelum kembali ke masyarakat.(Wely) Sumber:humas Rutan jepara

Bidik-kasusnews.com JAKARTA-Perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah membawa suasana berbeda di Rumah Tahanan Cabang K4 milik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (21/3/2026). Sejumlah keluarga tampak memadati area rutan untuk bersilaturahmi dengan para tahanan.   kunjungan keluarga sudah dimulai sejak pagi hari. Para pengunjung datang dengan membawa makanan yang kemudian dikumpulkan dan diperiksa terlebih dahulu oleh petugas sebelum diizinkan masuk ke dalam rutan.   Setelah proses pemeriksaan selesai, pihak KPK membuka layanan kunjungan sekitar pukul 10.00 WIB. Keluarga tahanan dipersilakan masuk secara bergiliran untuk bertemu, sehingga suasana tetap tertib meskipun jumlah pengunjung cukup banyak.   Salah satu pengunjung, Riyan Ahmad, mengungkapkan rasa syukurnya dapat bertemu sang ayah, Dicky Yuana Ruadi, di momen Lebaran. “Sekitar setengah jam bertemu, karena harus bergantian dengan keluarga lainnya,” ujarnya, seperti dikutip Sindonews 21/3/2026.   Ia juga memastikan kondisi ayahnya dalam keadaan sehat dan kunjungan berjalan tanpa hambatan. “Alhamdulillah momennya baik, tidak ada kendala, semuanya lancar,” tambahnya.   KPK memberikan waktu kunjungan hingga tiga jam bagi setiap keluarga. Sejumlah pengunjung terlihat memanfaatkan waktu tersebut hingga akhir, bahkan ada yang baru meninggalkan lokasi saat jam kunjungan berakhir sekitar pukul 13.00 WIB.   Meski berlangsung dalam keterbatasan, suasana Lebaran di Rutan KPK tetap dipenuhi kehangatan. Momen ini menjadi kesempatan berharga bagi para tahanan dan keluarga untuk saling melepas rindu serta mempererat hubungan di hari yang penuh makna.(Wely)

Bidik-kasusnews.com Jakarta — Sebanyak 67 tahanan beragama Islam di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengikuti pelaksanaan salat Idul Fitri yang digelar di Masjid Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, Jumat (20/3/2026).   Ibadah salat Id dimulai sejak pukul 06.30 hingga 08.00 WIB dan berlangsung khidmat. Kegiatan ini merupakan bagian dari pemenuhan hak beribadah bagi para tahanan yang sedang menjalani proses hukum di rumah tahanan KPK. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa pihaknya tetap mengedepankan nilai kemanusiaan dalam setiap proses penegakan hukum.   “KPK memastikan bahwa hak dasar para tahanan, termasuk dalam menjalankan ibadah keagamaan, tetap terpenuhi dengan baik,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Bidik-kasusnews.   Dari total 81 tahanan yang berada di Rutan KPK Gedung Merah Putih (K4) dan Gedung 61, sebanyak 67 orang tercatat beragama Islam dan mengikuti salat Idul Fitri tahun ini. Di antara para tahanan tersebut, terdapat nama mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, yang tengah menjalani proses hukum terkait dugaan kasus korupsi kuota haji. Selain itu, ada pula Fadia A. Rafiq yang terjerat perkara dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing.   Selain pelaksanaan salat Id, KPK juga membuka layanan khusus bagi para tahanan selama momen Idul Fitri. Layanan tersebut meliputi penerimaan hantaran makanan dari keluarga pada pukul 09.00 hingga 11.00 WIB, serta layanan kunjungan keluarga yang dibuka mulai pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.   Budi berharap, momen Hari Raya Idul Fitri ini dapat dimanfaatkan para tahanan sebagai ajang refleksi diri, sekaligus mempererat hubungan dengan keluarga yang datang berkunjung.   “Kehadiran keluarga diharapkan mampu memberikan dukungan moral dan memperkuat nilai-nilai spiritual bagi para tahanan,” pungkasnya.(Wely)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Malam takbiran di Desa Kelet, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara pada Jumat (20/03/2026) pukul 20.30 WIB berlangsung meriah. Kegiatan takbir keliling yang dipusatkan di perempatan yang dikenal warga sebagai “perempatan angker” ini diikuti oleh Pemuda Praba bersama warga RT 01/RW 01 Dukuh Ranu. Karnaval takbir keliling tersebut menampilkan berbagai kreasi, salah satunya miniatur bertema Musolah Sahbilul Huda yang dibuat langsung oleh para pemuda. Tema ini menjadi daya tarik utama karena sarat dengan nuansa religius sekaligus menunjukkan kekompakan warga dalam berkarya.   Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Jepara, Witarso Utomo, jajaran Muspika Kecamatan Keling, tokoh masyarakat, serta Kepala Desa Kelet, Anzis (Inggi). Kehadiran para pemangku kebijakan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan masyarakat yang bernilai positif.   Prosesi pembukaan dilakukan secara simbolis melalui pemotongan pita oleh Bupati Jepara sebagai tanda dimulainya pawai. Rombongan kemudian bergerak menyusuri jalan desa dengan iringan lantunan takbir yang menggema, menambah suasana khidmat sekaligus meriah.   Perwakilan Pemuda Praba, yang dikenal dengan sapaan Mas Pipik, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas partisipasi seluruh anggota dalam menyukseskan kegiatan ini. Ia menilai bahwa keterlibatan pemuda dalam kegiatan keagamaan seperti ini sangat penting untuk menjaga tradisi dan memperkuat kebersamaan.   Sementara itu, Ketua RT 01/RW 01 Dukuh Ranu, Bapak Roni, mengungkapkan apresiasinya terhadap semangat generasi muda. Menurutnya, kreativitas yang ditunjukkan Pemuda Praba menjadi contoh positif bagi lingkungan sekitar.   Antusiasme warga terlihat jelas sepanjang jalannya acara. Banyak masyarakat yang turut menyaksikan bahkan ikut memeriahkan kegiatan tersebut. Takbir keliling ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi serta menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat Desa Kelet.(Wely)

Bidik-kasusnews.com JAKARTA:19 Maret 2026 — Peringatan Hari Raya Nyepi tidak hanya menjadi momen spiritual bagi umat Hindu, tetapi juga dimaknai oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat komitmen terhadap nilai kejujuran dan integritas.   Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa suasana sunyi dalam Nyepi memberikan ruang bagi setiap individu untuk menata kembali sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam hal menjauhi praktik korupsi. Menurutnya, keheningan Nyepi mencerminkan pentingnya pengendalian diri dalam menghadapi berbagai godaan, termasuk godaan untuk menerima gratifikasi atau menyalahgunakan jabatan. “Momentum Nyepi menjadi pengingat bahwa integritas harus dijaga setiap saat, bukan hanya ketika diawasi. Justru dalam kondisi tanpa pengawasan, karakter seseorang benar-benar diuji,” ungkap Budi kepada Bidik-kasusnews 19/3/2026.   KPK menilai bahwa pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penindakan hukum, tetapi harus dibarengi dengan pembangunan karakter yang kuat di masyarakat. Nilai-nilai seperti kesederhanaan, kejujuran, dan tanggung jawab yang terkandung dalam Nyepi dinilai mampu menjadi landasan dalam membangun budaya antikorupsi.   Lebih lanjut, KPK mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berani menolak segala bentuk gratifikasi serta tidak memanfaatkan kewenangan untuk kepentingan pribadi. Kesadaran kolektif dinilai menjadi kunci dalam menciptakan tata kelola yang bersih dan transparan.   “Perubahan besar dimulai dari langkah kecil. Jika setiap individu berkomitmen untuk bersikap jujur dan bertanggung jawab, maka upaya pemberantasan korupsi akan semakin kuat,” tambahnya.   Melalui refleksi Nyepi, KPK berharap masyarakat dapat terus menjaga integritas dalam setiap aspek kehidupan, sehingga tercipta lingkungan yang bersih, berkeadilan, dan bebas dari praktik korupsi. (Wely)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara-18-Maret-2026 Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan Hari Raya Idulfitri, Squad Nusantara Ranting Bangsri Macan Kumbang Bangsri turut ambil bagian dalam kegiatan pengamanan di Koramil Bangsri setempat. Kegiatan ini berlangsung selama sepekan, mulai tanggal 17 April hingga 24 April 2025.   Pengamanan tersebut dipimpin oleh Ketua Satgas, Agus Cahyono, yang secara langsung mengoordinasikan jalannya tugas di lapangan. Setiap harinya, para personel mulai bertugas pada pukul 18.00 WIB hingga selesai, dengan kekuatan sebanyak 2 hingga 3 anggota yang berjaga secara bergantian setiap malam.   Kehadiran Squad Nusantara Ranting Bangsri dalam kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap keamanan lingkungan, khususnya pada momen Lebaran yang identik dengan meningkatnya aktivitas masyarakat, termasuk arus mudik dan kunjungan keluarga.   Selain membantu aparat setempat, para anggota juga berperan dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif, sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan rasa nyaman dan tenang.   Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan semakin solid, serta mampu memberikan dampak positif bagi stabilitas keamanan di wilayah Bangsri dan sekitarnya. (Wely)

Bidik-kasusnews.com JAKARTA -18-Maret-2026 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengingatkan masyarakat terkait maraknya aksi penipuan yang mencatut nama pejabat di lingkungan KPK. Kali ini, pelaku menggunakan pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp (WA) dengan mengaku sebagai Deputi Koordinasi dan Supervisi.   Informasi tersebut diperoleh KPK setelah adanya laporan dari masyarakat yang menerima pesan mencurigakan dari pihak tidak dikenal. Dalam pesan tersebut, pelaku mencoba membangun komunikasi dengan pimpinan badan usaha dengan mengatasnamakan pejabat KPK.   Menanggapi hal itu, KPK memastikan bahwa tindakan tersebut tidak ada kaitannya dengan institusi resmi. KPK menegaskan bahwa setiap komunikasi resmi dari lembaga dilakukan melalui jalur formal dan dapat dipertanggungjawabkan. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengaku sebagai pegawai KPK tanpa bukti yang jelas,” ungkap juru bicara kpk Budi Prasetyo kepada Bidik-kasusnews 18/3/2026 via WhatsApp.   Lebih lanjut, KPK menegaskan bahwa seluruh kegiatan kedinasan pegawai selalu dilengkapi dengan surat tugas resmi. Jika ada pihak yang menghubungi tanpa dokumen tersebut, patut diduga sebagai penipuan.   KPK juga menyoroti beberapa pola penipuan yang kerap terjadi, seperti: 1.Mengaku bisa membantu pengurusan perkara 2.Meminta sejumlah uang dengan alasan tertentu 3.Mengatasnamakan kegiatan sosial atau sumbangan 4.Melakukan intimidasi atau pemerasan Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diminta untuk tidak memberikan data pribadi maupun informasi penting kepada pihak yang tidak jelas identitasnya.   Jika menemukan indikasi penipuan, masyarakat dapat segera melapor melalui layanan resmi KPK, yakni Call Center 198 atau email pengaduan@kpk.go.id. Laporan juga dapat disampaikan ke aparat kepolisian terdekat.   Meski dalam masa libur nasional pada 18 hingga 24 Maret 2026 layanan publik KPK berjalan terbatas, masyarakat tetap dapat mengakses layanan pengaduan dan informasi melalui email informasi@kpk.go.id.   KPK berharap kesadaran dan kewaspadaan masyarakat dapat menjadi benteng utama dalam mencegah keberhasilan berbagai modus kejahatan yang mengatasnamakan lembaga negara.(Wely)

Bidik-kasusnews.com JAKARTA-18-maret-2026 Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan larangan penggunaan kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi, termasuk kegiatan mudik Lebaran. Melalui Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pengendalian dan Pencegahan Gratifikasi Hari Raya, KPK mengingatkan bahwa fasilitas negara harus digunakan secara tepat dan sesuai fungsi. Penyalahgunaan kendaraan dinas dinilai dapat mencederai integritas serta menimbulkan konflik kepentingan.   Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa kendaraan dinas merupakan aset negara yang diperuntukkan bagi kepentingan operasional pemerintahan, bukan untuk kebutuhan pribadi. “Setiap penggunaan fasilitas negara harus dapat dipertanggungjawabkan. Kendaraan dinas bukan untuk perjalanan pribadi, apalagi untuk mudik atau liburan,” ujarnya Budi kepada Bidik-kasusnews.   Ia menegaskan, kategori kendaraan dinas meliputi Barang Milik Negara (BMN), Barang Milik Daerah (BMD), hingga kendaraan sewa yang digunakan instansi pemerintah. Seluruhnya wajib dikelola secara akuntabel dan tidak disalahgunakan.   Dalam rangka mencegah pelanggaran, KPK juga meminta seluruh pimpinan instansi, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk meningkatkan pengawasan selama masa libur Lebaran. Langkah ini dinilai penting guna memastikan tidak ada penyimpangan dalam penggunaan fasilitas negara.   Selain itu, KPK mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mengawasi serta melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan. Pelaporan dapat dilakukan melalui berbagai kanal resmi yang telah disediakan KPK.   Dengan adanya imbauan ini, KPK berharap seluruh aparatur negara dapat menjaga integritas dan disiplin, sehingga kepercayaan publik terhadap pemerintah tetap terjaga, khususnya di momentum penting seperti Hari Raya Idulfitri. (Wely)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Banjarnegara-17-Maret-2026 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Squad Nusantara Kabupaten Jepara menghadiri kegiatan buka bersama yang diselenggarakan oleh Kepala Desa (Kades) Hoho di Kabupaten Banjarnegara. Kegiatan tersebut berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan, sekaligus dirangkai dengan pembagian sembako kepada masyarakat. Acara ini dihadiri oleh anggota Squad Nusantara dari berbagai daerah se-Jawa Tengah. Momentum tersebut dimanfaatkan sebagai ajang mempererat tali silaturahmi antaranggota serta meningkatkan solidaritas dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Dari Kabupaten Jepara, DPC Squad Nusantara hadir bersama empat ranting yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Kehadiran ini menunjukkan komitmen dan kekompakan dalam mendukung kegiatan positif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.   Ketua DPC Squad Nusantara Kabupaten Jepara, yang akrab disapa Mbah So, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momen penting untuk memperkuat kebersamaan sekaligus berbagi di bulan suci Ramadan. “Alhamdulillah, kami dari Jepara bisa hadir bersama empat ranting. Ini bukan hanya soal silaturahmi, tapi juga bentuk kepedulian kepada masyarakat,” ungkapnya.   Pembagian sembako kepada warga pun disambut dengan antusias. Warga merasa terbantu dengan adanya kegiatan tersebut, terutama dalam memenuhi kebutuhan selama Ramadan.   Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial terus terjaga serta semakin mempererat hubungan antaranggota Squad Nusantara di seluruh wilayah Jawa Tengah.(Wely)