JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Ribuan warga memadati kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujungbatu, Jepara, sejak pagi hari pada Senin (7/4/2025), untuk menyaksikan prosesi larungan kepala kerbau dalam rangkaian Pesta Lomban. Tradisi tahunan ini menjadi puncak pekan syawalan dan merupakan warisan budaya yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat pesisir Jepara. Sejak pukul 06.00 WIB, antusiasme masyarakat mulai terasa. Warga dari berbagai penjuru datang untuk menyaksikan momen sakral yang sarat nilai spiritual dan budaya. Prosesi diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan dari Bupati Jepara H. Witiarso Utomo, pementasan tari tradisional Sernemi, dan ditutup dengan doa bersama. Nuansa khidmat menyelimuti pembukaan acara di tengah riuhnya kegembiraan warga. Puncak perayaan ditandai dengan arak-arakan kepala kerbau yang telah dihias dan diletakkan dalam miniatur kapal. Rombongan yang terdiri dari anak-anak nelayan, tokoh masyarakat, serta pejabat daerah mengiringi arakan dari dalam TPI menuju dermaga. Setelah itu, rombongan kapal nelayan mengantar miniatur tersebut ke laut lepas untuk dilarung, sebagai simbol sedekah kepada alam. “Penting untuk dipahami, larungan bukan bentuk penyembahan, melainkan simbol syukur kepada Allah Swt. atas berkah hasil laut. Kepala kerbau yang dilarung merupakan bentuk sedekah kepada alam,” tegas Bupati yang akrab disapa Mas Wiwit. Usai prosesi larung, arak-arakan dilanjutkan menuju Pantai Kartini dan disambung dengan Festival Kupat Lepat. Dua gunungan besar berisi ketupat dan lepat menjadi rebutan warga, menciptakan suasana penuh keceriaan dan kebersamaan. Mas Wiwit juga mengungkapkan rencana pengembangan perayaan tahun depan. Ia berencana menambah kemeriahan dengan parade pasukan dan pelibatan penyelenggara acara profesional. “Kami sudah koordinasi dengan TNI dan Polri demi kelancaran kegiatan. Pesta Lomban ini harus jadi ikon budaya maritim Jepara yang bisa mendunia,” ujarnya optimis. Tradisi ini tak hanya menyimpan nilai spiritual, tetapi juga nilai sejarah yang kuat. Catatan tentang Pesta Lomban telah ditemukan dalam jurnal Tijdschrift voor Nederlandsch-Indië tahun 1868 dan koran Slompret Melajoe tahun 1893, menandakan bahwa tradisi ini telah menjadi bagian dari identitas kultural Jepara sejak abad ke-19. Lebih dari sekadar pelestarian budaya, Pesta Lomban juga menjadi sarana memperkuat solidaritas sosial dan mendongkrak sektor UMKM pesisir. Pemerintah daerah berharap, ke depan, tradisi ini mampu menjadi magnet wisata budaya yang tak hanya menarik perhatian wisatawan domestik, tetapi juga mancanegara.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-Kasusnews.com Jepara, 7 April 2025 – Semarak tradisi kembali menggema di pesisir Jepara. Masyarakat tumpah ruah di TPI Ujungbatu untuk mengikuti dan menyaksikan prosesi adat Larungan Kepala Kerbau, bagian dari rangkaian Pesta Lomban Festival Kupat Lepet yang digelar satu minggu setelah Idul Fitri. Tradisi ini bukan sekadar seremoni. Bagi masyarakat pesisir Jepara, larungan adalah warisan leluhur yang menyatukan rasa syukur, doa keselamatan, dan harapan akan hasil laut yang melimpah. Kepala kerbau dilarung ke laut sebagai simbol sedekah, bukan pemujaan, sebagaimana ditegaskan oleh Bupati Jepara, Witiarso Utomo. “Larungan adalah bentuk syukur kepada Tuhan, bukan kepada laut. Ini adalah budaya yang harus terus kita uri-uri,” ujar Bupati yang akrab disapa Wiwit, sesaat sebelum menaiki kapal untuk memimpin pelarungan. Rangkaian Pesta Lomban dimulai sehari sebelumnya, Minggu (6/4), dengan penyembelihan kerbau di RPH Ujungbatu, ziarah ke makam tokoh-tokoh bersejarah Jepara, dan ditutup dengan pagelaran Wayang Kulit Dewa Ruci, simbol pencarian jati diri dan kebijaksanaan. Yang istimewa tahun ini adalah kembalinya Tradisi Kupat Lepet, yang sempat absen tahun lalu. Sebanyak 4.000 ketupat dan lepet disusun membentuk dua gunungan besar, melambangkan kebersamaan dan kelimpahan. Kepala Disparbud Jepara, Moh Eko Udyyono, menyebutkan bahwa tradisi ini telah berlangsung ratusan tahun dan menjadi identitas budaya masyarakat nelayan Ujungbatu. “Dengan Pesta Lomban, kita tidak hanya menjaga budaya, tetapi juga memberi semangat baru bagi sektor pariwisata dan perekonomian lokal,” ujar Eko. Pesta Lomban bukan sekadar ritual, tetapi momentum mempererat ikatan sosial dan spiritual masyarakat pesisir. Tradisi ini membuktikan bahwa kearifan lokal tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Pati -7-Aprel-2025 Polda Jateng | Kapolresta Pati bersama rombongan Pejabat Utama (PJU) Polresta Pati melaksanakan pemantauan di Waduk Gunung Rowo di Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati pada Minggu (6/4/2025) sore. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 16.00 WIB hingga selesai ini bertujuan untuk memantau situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta kondisi pengunjung di obyek wisata tersebut. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan, terutama pasca perayaan Hari Raya Idul Fitri 1446 H yang masih dalam suasana liburan. Kapolresta Pati, Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama menjelaskan pengecekan ke beberapa titik di Waduk Gunung Rowo, termasuk storeng (pintu air), limpasan air, serta berinteraksi dengan para pengunjung di tepi waduk untuk memastikan keamanan waduk tersebut, jelasnya. “Kami ingin memastikan keamanan masyarakat Pati” terangnya. Lebih lanjut Kapolresta Pati menambahkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan pengunjung selama libur lebaran ini, untuk itu kami akan selalu mendampingi masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban, tambahnya. Pada kesempatan tersebut rombongan Kapolresta Pati ditemani oleh pengurus wisata Waduk Gunung Rowo. “Terima kasih Pak Kapolresta telah atensi terhadap keamanan di tempat kami” terang salah satu pengurus wisata Waduk Gunung Rowo. Polresta Pati mengimbau kepada seluruh masyarakat yang sedang menikmati libur lebaran untuk bersama sama menjaga keamanan serta melaporkan tindak kriminalitas di lokasi wisata ke kantor polisi terdekat atau melalui call center 110.(Kasnadi) Sumber:humas Resta pati

JATENG:Bidik-kasusnews.com Pati – 7-Aprel-2025 Bupati Pati Sudewo menggelar acara selamatan menempati rumah dinas di Pendopo Kabupaten Pati, Minggu (6/4/2025). banner 336×280 Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Pati, Forkopimda, Ketua DPRD Kabupaten Pati, Sekda Kabupaten Pati, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pati, hingga para Kepala OPD, Camat, Kepala Desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta kerabat dan keluarga besar Bupati dan Wakil Bupati Pati. Dalam kesempatan tersebut, Sudewo menyampaikan bahwa tujuan dari acara ini adalah untuk memohon doa keselamatan, ketenangan, dan kelancaran dalam menjalankan tugas pemerintahan. “Hari ini saya mulai menempati rumah dinas ini, dan saya berharap agar bisa lebih optimal dalam bekerja untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Pati. Sesuai dengan tradisi Jawa dan ajaran agama Islam yang saya anut, kami melakukan selamatan dan doa agar rumah dinas ini membawa berkah bagi kita semua, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Pati,” ungkap Sudewo. Dalam acara yang diawali dengan khataman Quran dan dilanjutkan dengan selamatan ini, Sudewo juga berharap agar keberadaan rumah dinas ini menjadi tempat yang membawa kedamaian dan memberikan kontribusi positif dalam menciptakan suasana yang kondusif dan sejahtera bagi masyarakat Kabupaten Pati. “Semoga dengan doa dan harapan yang kita panjatkan hari ini, Kabupaten Pati akan semakin maju, damai, dan sejahtera, serta masyarakat merasa tenteram,” tambahnya. Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pati, Jumani, yang juga hadir di acara tersebut berharap agar acara ini bisa menjadi momentum untuk mendukung Bupati dalam menjalankan tugasnya dengan lebih optimal, Acara selamatan ini diakhiri dengan ramah tamah, silaturahmi, serta halal bihalal antara seluruh tamu undangan dan pejabat Kabupaten Pati. Selain itu, kesempatan ini juga digunakan untuk mempererat hubungan antara pemimpin daerah dengan tokoh masyarakat serta untuk menciptakan suasana kebersamaan yang penuh kedamaian. Jumani menyampaikan bahwa rumah dinas ini akan digunakan dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Mudah-mudahan Bapak Bupati dalam mengemban amanah ke depan, tentunya dengan menempati rumah dinas ini bisa lebih optimal dalam menjalankan tugas. Kemudian, nanti masyarakat dapat semakin bisa merasakan apabila Bapak Bupati adalah bapaknya masyarakat Pati sehingga nanti bisa menyampaikan apapun masukan kepada beliau,” tutupnya. (Kasnadi)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Pati – 7-Aprel-2025 Bupati Pati Sudewo menggelar acara selamatan menempati rumah dinas di Pendopo Kabupaten Pati, Minggu (6/4/2025). banner 336×280 Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Pati, Forkopimda, Ketua DPRD Kabupaten Pati, Sekda Kabupaten Pati, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pati, hingga para Kepala OPD, Camat, Kepala Desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta kerabat dan keluarga besar Bupati dan Wakil Bupati Pati. Dalam kesempatan tersebut, Sudewo menyampaikan bahwa tujuan dari acara ini adalah untuk memohon doa keselamatan, ketenangan, dan kelancaran dalam menjalankan tugas pemerintahan. “Hari ini saya mulai menempati rumah dinas ini, dan saya berharap agar bisa lebih optimal dalam bekerja untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Pati. Sesuai dengan tradisi Jawa dan ajaran agama Islam yang saya anut, kami melakukan selamatan dan doa agar rumah dinas ini membawa berkah bagi kita semua, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Pati,” ungkap Sudewo. Dalam acara yang diawali dengan khataman Quran dan dilanjutkan dengan selamatan ini, Sudewo juga berharap agar keberadaan rumah dinas ini menjadi tempat yang membawa kedamaian dan memberikan kontribusi positif dalam menciptakan suasana yang kondusif dan sejahtera bagi masyarakat Kabupaten Pati. “Semoga dengan doa dan harapan yang kita panjatkan hari ini, Kabupaten Pati akan semakin maju, damai, dan sejahtera, serta masyarakat merasa tenteram,” tambahnya. Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pati, Jumani, yang juga hadir di acara tersebut berharap agar acara ini bisa menjadi momentum untuk mendukung Bupati dalam menjalankan tugasnya dengan lebih optimal, Acara selamatan ini diakhiri dengan ramah tamah, silaturahmi, serta halal bihalal antara seluruh tamu undangan dan pejabat Kabupaten Pati. Selain itu, kesempatan ini juga digunakan untuk mempererat hubungan antara pemimpin daerah dengan tokoh masyarakat serta untuk menciptakan suasana kebersamaan yang penuh kedamaian. Jumani menyampaikan bahwa rumah dinas ini akan digunakan dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Mudah-mudahan Bapak Bupati dalam mengemban amanah ke depan, tentunya dengan menempati rumah dinas ini bisa lebih optimal dalam menjalankan tugas. Kemudian, nanti masyarakat dapat semakin bisa merasakan apabila Bapak Bupati adalah bapaknya masyarakat Pati sehingga nanti bisa menyampaikan apapun masukan kepada beliau,” tutupnya. (Kasnadi)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Polres Jepara | Kepolisian Resor (Polres) Jepara, Polda Jawa Tengah, menyiagakan ratusan personel untuk amankan jalannya pesta lomban di kabupaten Jepara, pada Senin (7/4/2025). Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso mengatakan, bahwa ada 513 personel gabungan yang terdiri Polri/TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, BPBD, Basarnas dan stakeholder lainnya mengawal jalannya Pesta Lomban. Mereka berjaga sepanjang jalannya pesta. Mulai dari penyembelihan hewan kerbau, ziarah makam leluhur, pertunjukan wayang TPI Ujungbatu. Hingga rangkaian lomban di TPI Ujung Batu, perairan Jepara dan festival kupat lepet di Pantai Kartini. “Kita akan siapkan petugas di titik strategis atau titik kumpul warga,” ujar AKBP Erick saat ditemui usai kegiatan apel pengamanan kesiapan Pesta Lomban di halaman Kantor Syahbandar Dermaga Perintis Jobokuto Jepara, Senin (7/4/2025) pagi. Salah satu yang menjadi penekanan Kapolres Jepara, adalah saat prosesi pelarungan. Ia berharap semua personel memperhatikan masyarakat atau pengunjung yang menaiki kapal. “Perhatikan kapasitas kapal dan lengkapi sarana keselamatan seperti life jacket atau pelampung. Standar keselamatan kapal harus diutamakan,” ucapnya. Sementara itu, Kasihumas AKP Dwi Prayitna juga meminta dan mengimbau warga yang hendak mengikuti pesta lomban kupatan di laut Jepara, agar memakai jaket pelampung (life jacket) sebagai upaya antisipasi. “Prosedur keselamatan tetap harus menjadi prioritas, sehingga ketika ikut naik perahu harus memakai jaket pelampung,” tuturnya. Ia juga meminta para pemilik perahu yang ikut pesta lomban kupatan untuk menyediakan jaket pelampung. “Dengan jaket pelampung jauh lebih menjamin keselamatan ketika terjadi kecelakaan di laut daripada benda lain ketika kapal tenggelam atau terbalik,” kata AKP Dwi Prayitna. Selain mengingatkan warga terkait pentingnya alat keselamatan, polisi juga melakukan pengecekan rute yang nanti dilalui para peserta lomban kupatan di laut Jepara. Seperti diketahui, Pesta lomban kupatan sendiri digelar pada 7 April atau sepekan setelah Lebaran 2025. Aparat gabungan juga ikut serta dalam pengamanan agar tradisi tahunan tersebut bisa terlaksana dengan lancar dan aman. Tradisi lomban kupatan ditandai dengan pelarungan kepala kerbau di laut. Kemudian, diperebutkan para nelayan dan airnya digunakan untuk memandikan perahunya. Tradisi larung lomban tersebut sebagai ungkapan syukur masyarakat Jepara khususnya warga pesisir atau nelayan setelah setahun melakukan kegiatan pelayaran menangkap ikan dan mendapat limpahan rezeki dari Allah SWT. Melalui tradisi tersebut, para nelayan juga berharap selama melaut tahun ini mendapatkan keselamatan.(Wely-jateng) Sumber:humas polres jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com – Pati- Jateng – Polda Jateng | Polresta Pati menunjukkan komitmen tinggi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayahnya, terutama di lokasi-lokasi yang menjadi tujuan wisata selama libur lebaran 1446 H. Pada Sabtu (5/4/2025) sore, Kapolresta Pati bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polresta Pati melakukan kunjungan dan pemantauan langsung ke sejumlah obyek wisata populer di Kec. Gunungwungkal, Kab. Pati. Fokus utama dalam kegiatan yang berlangsung dari pukul 15.30 WIB hingga selesai ini adalah dua destinasi favorit di Desa Jrahi, yaitu J Kopi dan GMJ Coffee. Kedua tempat ini terpantau ramai dikunjungi wisatawan yang masih menikmati suasana libur Lebaran, memasuki hari keenam setelah Hari Raya Idul Fitri (H+6). Kapolresta Pati melalui keterangannya menjelaskan bahwa pemantauan ini menunjukkan keseriusan pihak kepolisian dalam memastikan keamanan dan kenyamanan para pengunjung. Turut mendampingi kegiatan ini Manager J Kopi dan GMJ. Dalam kunjungannya, Kapolresta Pati dan rombongan tidak hanya berdialog dengan pengelola dan pengunjung, tetapi juga melakukan pengecekan langsung terhadap berbagai fasilitas yang ada di J Kopi, termasuk Embung Mini yang menjadi daya tarik tersendiri, serta meninjau area GMJ Coffee yang dikenal dengan suasana santainya. “Kami memastikan Situasi Kamtibmas Terjaga, pemantauan dilakukan untuk mengevaluasi kondisi keamanan dan ketertiban di sekitar J-Kopi dan GMJ Coffee, mengingat potensi keramaian pengunjung,” tambah Kapolresta Pati. Lebih lanjut, Kapolresta Pati menegaskan bahwa pengamanan ini merupakan bagian dari upaya pihak kepolisian untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan dengan kehadiran personel di lokasi-lokasi wisata. Polresta Pati mengimbau kepada seluruh masyarakat yang sedang menikmati libur lebaran untuk bersama sama menjaga keamanan serta melaporkan tindak kriminalitas di lokasi wisata ke kantor polisi terdekat atau melalui call center 110.(Kasnadi) Sumber:humas Resta pati

JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA-6-Aprel-2025 Permintaan maaf yang disampaikan oleh H. Ali Achwan menjadi sorotan positif dalam dunia jurnalisme. Pernyataan tersebut tidak hanya menunjukkan sikap rendah hati, tetapi juga mencerminkan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip dalam Kode Etik Jurnalistik (KEJ), khususnya dalam aspek tanggung jawab, profesionalisme, koreksi dan hak jawab, serta etika hubungan dengan publik. Pertama, dari aspek tanggung jawab, H. Ali Achwan Menyapaikan kepada wartawan Minggu(6/4/2025)secara terbuka mengakui pentingnya proses verifikasi dan keseimbangan informasi dalam setiap pemberitaan. Kesadaran ini menunjukkan bahwa tanggung jawab jurnalistik bukan hanya terhadap kebenaran informasi, tetapi juga terhadap masyarakat luas yang menjadi konsumen berita. Kedua, sikap profesional terlihat jelas ketika beliau mengakui bahwa berita yang telah dipublikasikan sebelumnya belum sepenuhnya melalui proses verifikasi yang lengkap. Komitmen untuk melakukan evaluasi ke depan menunjukkan adanya upaya perbaikan dan peningkatan kualitas kerja jurnalistik, yang menjadi bagian dari integritas seorang jurnalis. Ketiga, permintaan maaf ini merupakan bentuk koreksi moral sekaligus bagian dari pemenuhan hak jawab secara etis. Dalam dunia jurnalistik, memberikan ruang bagi klarifikasi atau koreksi adalah salah satu indikator media yang sehat dan bertanggung jawab. Keempat, dari sisi etika hubungan dengan publik, pernyataan yang disampaikan tanpa menyalahkan pihak manapun mencerminkan sikap yang tulus dan terbuka. Ini menunjukkan bahwa media memahami perannya sebagai bagian dari sistem kontrol sosial dan sebagai penjaga nilai-nilai demokrasi yang sehat. Secara keseluruhan, langkah H. Ali Achwan dalam menyampaikan permintaan maaf ini patut diapresiasi. Selain menjadi contoh nyata penerapan Kode Etik Jurnalistik, tindakan ini juga memperkuat kredibilitas media dan membangun kepercayaan publik terhadap kerja-kerja jurnalistik yang menjunjung tinggi kebenaran, keadilan, dan etika.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com JATENG— Seorang oknum anggota polisi yang bertugas di Stasiun Tawang, Semarang, Jawa Tengah, diduga melakukan pemukulan dan ancaman terhadap seorang wartawan. Insiden ini mendapat sorotan publik, terlebih setelah beredar informasi yang mengaitkan pelaku dengan jajaran pejabat tinggi Kepolisian. Namun, dugaan bahwa oknum polisi tersebut merupakan ajudan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dibantah. Berdasarkan informasi yang diterima, polisi tersebut adalah personel yang tengah melaksanakan tugas pengamanan di lokasi, namun diduga bertindak secara berlebihan terhadap wartawan. Sebagai bentuk tanggung jawab, oknum polisi yang bersangkutan dikabarkan akan segera menemui korban guna menyampaikan klarifikasi dan menyelesaikan persoalan dengan baik. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut angkat bicara mengenai insiden tersebut. Saat dikonfirmasi, Sigit mengaku baru mendapatkan informasi dari pemberitaan media, namun menegaskan penyesalannya apabila dugaan tersebut benar terjadi. > “Saya cek dulu, karena saya baru mendengar dari link berita ini. Namun kalau benar itu terjadi, saya sangat menyesalkan kejadian tersebut,” kata Sigit kepada Okezone, Minggu (6/4/2025). Lebih lanjut, Kapolri menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan oleh peristiwa ini. Ia menegaskan bahwa Polri selama ini menjalin sinergi positif dengan kalangan media. > “Karena hubungan kita dengan teman-teman media sangat baik. Segera saya telusuri dan tindak lanjuti. Secara pribadi saya minta maaf terhadap insiden yang terjadi dan membuat tidak nyaman rekan-rekan media,” tutupnya. Hingga saat ini, pihak kepolisian disebut masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi dan pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.(Wely-jateng) Sumber:okezone.com(6/4/2025)  

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara –5-Aprel-2025 Kesedihan mendalam menyelimuti warga Desa Bringin, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, setelah peristiwa nahas menimpa seorang anak laki-laki berusia 6 tahun yang meninggal dunia akibat tercebur ke dalam sumur tua di kebun keluarganya, Sabtu (5/4/2025) Peristiwa itu terjadi saat korban bersama sang kakek tengah berkunjung ke kebun milik ayahnya. Menurut keterangan saksi, korban berlari dan berdiri di atas penutup sumur yang terbuat dari cor semen. Tanpa peringatan, penutup sumur tersebut roboh, menyebabkan korban jatuh ke dalam lubang sedalam belasan meter. Warga yang berada di sekitar lokasi langsung bergegas memberikan pertolongan dan menghubungi pihak berwenang. Upaya evakuasi melibatkan berbagai pihak seperti BPBD Jepara, Basarnas, PMI, Polsek Batealit, serta sejumlah organisasi relawan. Setelah beberapa jam proses penyelamatan berlangsung, korban akhirnya berhasil dievakuasi pada pukul 18.30 WIB. Namun, harapan warga untuk menyaksikan sang anak selamat pupus setelah diketahui korban telah meninggal dunia. Kepala BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, menyampaikan bahwa proses evakuasi berjalan cukup menantang mengingat kedalaman dan kondisi sumur yang sempit. “Kami bekerja sama dengan banyak pihak, baik instansi pemerintah maupun relawan. Ini adalah musibah yang sangat menyedihkan,” kata Arwin. Sementara itu, Kepala Desa Bringin, Sumardi, turut menyampaikan belasungkawa dan mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap fasilitas atau bangunan yang berpotensi membahayakan, terutama di lingkungan tempat bermain anak-anak. “Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Kami juga mengimbau warga untuk segera memperbaiki atau mengamankan area-area yang berisiko,” ujarnya. Musibah ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat tentang pentingnya keselamatan anak dan pengawasan ekstra di lingkungan yang rentan terhadap kecelakaan. Di tengah duka yang mendalam, solidaritas dan kepedulian warga menjadi kekuatan yang membantu keluarga korban menghadapi cobaan berat ini.(Wely-jateng)