JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 26 Maret 2025 – Pemerintah Kabupaten Jepara terus berupaya mengenalkan seni ukir khas daerahnya ke kancah internasional. Salah satu langkah besar yang tengah diperjuangkan adalah mencatatkan seni ukir Jepara sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) di United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Langkah ini diharapkan dapat semakin memperkuat identitas budaya serta meningkatkan daya saing seni ukir Jepara di dunia. Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo, dalam pertemuan silaturahmi dengan Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, pada Selasa (25/3/2025) menyampaikan bahwa upaya pencatatan seni ukir Jepara sebagai WBTB UNESCO akan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Prof. Ismunandar, mantan Duta Besar/Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO yang kini menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Kebudayaan Bidang Hubungan Antar Lembaga RI. Upaya Bersama dalam Pencatatan WBTB UNESCO Salah satu strategi yang akan ditempuh dalam pencatatan WBTB ini adalah melalui mekanisme Join Nomination dengan Bosnia dan Herzegovina. Negara tersebut sebelumnya telah berhasil mencatatkan seni ukir kayu Konjic (Konjic woodcarving) sebagai WBTB pada tahun 2017. Dengan kerja sama ini, peluang seni ukir Jepara untuk mendapatkan pengakuan dari UNESCO semakin terbuka lebar. “Nantinya yang turut membantu memperjuangkan ukir Jepara menjadi WBTB di UNESCO adalah Bu Rerie (Lestari Moerdijat) dan Prof. Ismunandar,” ujar Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo. Lestari Moerdijat juga menyatakan komitmennya dalam mendukung proses ini. Menurutnya, seni ukir Jepara adalah kekayaan intelektual bangsa yang harus mendapatkan pengakuan dunia. “Bu Rerie sudah menyiapkan naskah akademik dan bahan lainnya termasuk nanti pengusulan ke UNESCO,” tambahnya. Keunikan dan Nilai Seni Ukir Jepara Seni ukir Jepara telah lama menjadi identitas budaya yang melekat di Kabupaten Jepara. Karya-karyanya dikenal memiliki nilai estetika tinggi, dengan motif yang sarat akan filosofi dan sejarah. Keahlian para pengrajin dalam mengolah kayu menjadi ukiran bernilai seni tinggi telah diwariskan turun-temurun selama berabad-abad. Pada era 1980-an hingga 1990-an, ukiran Jepara sangat populer dan banyak digunakan dalam berbagai acara serta ruangan bergengsi. Hingga kini, produk-produk ukiran dari Jepara masih menjadi primadona dalam industri mebel dan kerajinan, baik di dalam negeri maupun pasar ekspor. Dalam webinar “Mengukir Masa Depan: Legenda Ukiran Jepara” yang digelar dalam ajang Jepara International Furniture Buyer Weeks (JIFBW) 2025 pada 12 Maret lalu, Lestari Moerdijat menegaskan bahwa Jepara telah dikenal sebagai penghasil ukiran berkualitas tinggi. Dampak Pencatatan WBTB bagi Jepara Jika seni ukir Jepara berhasil mendapatkan pengakuan UNESCO, hal ini akan membawa dampak positif bagi perkembangan ekonomi dan pariwisata di Jepara. Pengakuan sebagai WBTB akan meningkatkan daya tarik wisata budaya, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi para perajin untuk memasarkan karyanya ke pasar global. Pemerintah Kabupaten Jepara bersama para pemangku kepentingan terus mengawal proses ini dengan serius. Dengan dukungan dari berbagai pihak, harapannya seni ukir Jepara dapat segera mendapatkan status sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, sehingga warisan leluhur ini semakin dikenal dan dihargai oleh dunia.(Wely-jateng) Sumber: Diskominfo jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Polres Jepara | Dalam suasana penuh kebersamaan dan kepedulian, Kepolisian Resor (Polres) Jepara, Polda Jawa Tengah, kembali menggelar buka puasa bersama anak yatim dan kaum dhuafa di aula Bhayangkari Jepara, pada Selasa (25/3/2025). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Jepara Ny. Dessy Erick Budi Santoso, pejabat utama dan anggota Polres Jepara, Kapolsek jajaran, Bhayangkari serta anak yatim piatu dan kaum dhuafa. Kegiatan ini diawali dengan pembagian 300 takjil gratis kepada pengguna jalan di seputaran jalan Karel Sasuit Tubun 2 Jepara, sebagai wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat di bulan suci Ramadan. Dalam sambutannya, Kapolres Jepara AKBP Erick mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Polres Jepara terhadap masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan. “Melalui kegiatan ini, kami ingin semakin mendekatkan diri dengan masyarakat, membangun kebersamaan, serta memberikan manfaat bagi warga yang membutuhkan,” ujarnya. Selain itu, AKBP Erick menegaskan, kegiatan ini merupakan komitmen nyata Polres Jepara mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi mereka yang kurang beruntung. “Semoga kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya untuk ikut peduli terhadap sesama, terutama kepada anak yatim dan kaum dhuafa,” kata AKBP Erick. Mantan Kapolres Banjarnegara ini berharap, buka puasa bersama dapat memberikan manfaat serta memperkuat ikatan sosial antara kepolisian dan masyarakat. “Semangat kebersamaan dan kepedulian yang ditunjukkan ini diharapkan dapat terus berlanjut, tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya. Bakti sosial dan buka puasa bersama kemudian diisi ceramah agama yang memberikan pesan-pesan kebaikan di bulan Ramadan. Polres Jepara turut menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan santunan kepada 15 anak yatim serta 10 kaum dhuafa yang berasal dari Kecamatan Tahunan sebagai bentuk dukungan nyata bagi mereka.(Wely-jateng) Sumber:Humas polres jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara,- Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadan, Klabangkoro, perusahaan yang bergerak di bidang jasa keamanan, mengadakan kegiatan sosial berupa pembagian takjil dan santunan bagi anak yatim serta kaum dhuafa. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, 23 Maret, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama dan upaya untuk mempererat tali silaturahmi di masyarakat.(23/03/2025) Sebanyak 200 bungkus takjil dibagikan kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa. Selain itu, Klabangkoro juga memberikan santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa, sebagai wujud kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan. Ketua klabangkoro Abdul Rohim, menyampaikan kepada wartawan Rabo(26/03/2025) bahwa acara ini merupakan bagian dari komitmen sosial Klabangkoro untuk terus berkontribusi kepada masyarakat. “Kami ingin berbagi kebahagiaan dan membantu mereka yang membutuhkan, terutama di bulan penuh berkah ini,” ujarnya. Kegiatan berbagi ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat sekitar. Banyak yang mengapresiasi inisiatif Klabangkoro dalam memberikan bantuan kepada mereka yang kurang mampu. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan semakin banyak pihak yang terinspirasi untuk berbagi dan peduli terhadap sesama. Semoga kegiatan sosial seperti ini dapat terus berjalan dan menjadi ladang kebaikan bagi semua yang terlibat. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang meningkatkan kepedulian serta berbagi kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkan.(Wely-jateng) –
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 25 Maret 2025 – Rasa kebersamaan dan solidaritas kembali ditunjukkan oleh keluarga besar Squad Nusantara. Melalui Srikandi Squad Nusantara, bantuan diberikan kepada Sekretaris DPC Squad Nusantara, Ahmad Baidon Safii (Pii), yang saat ini tengah menjalani perawatan pasca operasi ginjal di RS Graha Jepara. Aksi kepedulian ini dipimpin langsung oleh Ketua Srikandi, Riana Shofa, bersama Bendahara Ibu Dian, serta didampingi Ketua Harian 2, Bapak Sugeng. Turut hadir dalam kesempatan tersebut anggota Srikandi dari PAC Keling dan Bangsri, yang menunjukkan dukungan penuh kepada rekan seperjuangan mereka. Bantuan berupa sejumlah dana diberikan sebagai bentuk perhatian dan dukungan moral bagi Ahmad Baidon Safii agar dapat menjalani proses pemulihan dengan lebih tenang. Meski nominal bantuan tidak disebutkan, namun kehadiran para anggota Squad Nusantara di rumah sakit menjadi bukti nyata bahwa kekeluargaan dalam organisasi ini begitu erat. Ketua DPD Squad Nusantara, Eko Basuki, yang akrab disapa Mbah So, menyampaikan apresiasi atas gerakan sosial yang dilakukan oleh para anggotanya. “Saya sangat bangga dengan kepedulian yang ditunjukkan oleh Srikandi Squad Nusantara. Ini membuktikan bahwa solidaritas dalam organisasi ini tidak hanya sebatas kata-kata, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata. Saya berharap Mas Pii segera pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” ujar Mbah So. Aksi sosial ini berlangsung pada Selasa, 25 Maret 2025, pukul 13.00 WIB. Tidak hanya sebagai bentuk kepedulian kepada anggota yang sedang sakit, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan gotong royong adalah nilai utama yang selalu dijaga oleh Squad Nusantara. Dengan semangat kebersamaan, Squad Nusantara terus berkomitmen untuk selalu hadir di tengah-tengah anggotanya, baik dalam suka maupun duka. Semoga kepedulian ini dapat menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk selalu membantu sesama.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 25 Maret 2025 – Dalam rangka meningkatkan keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara menggelar razia kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Selasa, 25 Maret 2025. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggandeng unsur TNI dan Polri, sebagai bentuk sinergi dalam mencegah peredaran barang-barang terlarang di dalam Rutan Kepala Rutan Jepara Bapak Anton,melalui Kepala Satuan pengamanan Bapak Beny saat Dikonfirmasi wartawan Selasa(25/03/2025)Menyapaikan Razia ini didasarkan pada beberapa regulasi, antara lain: 1. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, yang mengatur pengelolaan dan pengamanan lembaga pemasyarakatan serta rutan. 2. Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 33 Tahun 2015 tentang Pengamanan Lapas dan Rutan. 3. Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Tahun 2021 dan 2023, yang menekankan langkah progresif dalam penertiban jaringan listrik, penggunaan handphone ilegal, serta pencegahan peredaran narkoba dan tindakan kriminal lainnya di dalam Rutan dan Lapas. 4. Instruksi dalam rangka Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-61 Tahun 2025, yang mengamanatkan pelaksanaan razia serentak di seluruh Indonesia.ujarnya Pelaksanaan Razia Kegiatan razia berlangsung dari pukul 13.00 hingga 14.00 WIB. Petugas dari Rutan Jepara bersama tim gabungan dari Kodim 0719 Jepara dan Polres Jepara melakukan penggeledahan di beberapa kamar hunian, yaitu: Blok A: Kamar 13 dan 15 (dihuni oleh tahanan). Blok B: Kamar 4 dan 8 (dihuni oleh narapidana). Blok Wanita: Kamar 1 (dihuni oleh tahanan wanita). Sasaran utama razia ini adalah penyitaan barang-barang terlarang seperti narkoba, alat komunikasi, senjata tajam, serta benda lain yang berpotensi mengganggu keamanan.tambanya(25/03/2025) Hasil Razia Dari penggeledahan yang dilakukan, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam kamar hunian, antara lain: Barang berbahan kaca: 4 botol kaca besar, 7 botol kaca kecil, dan 1 cermin. Benda logam dan tajam: 3 sendok stainless, 1 gunting, 5 alat cukur jenggot, 2 alat gunting kuku, serta 1 pisau kecil/cutter. Barang lain yang berpotensi membahayakan: tali/kabel (3 buah), amplas (2 lembar), korek api, resleting, tali kolor, tutup gelas stainless, serta 3 tusuk kayu kecil. Meski ditemukan sejumlah benda yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, hasil razia menunjukkan tidak ditemukan narkoba maupun handphone di dalam kamar hunian. Barang-barang hasil razia tersebut akan segera dimusnahkan sesuai prosedur. Kesimpulan dan Harapan Pelaksanaan razia ini berjalan lancar, aman, dan tanpa adanya perlawanan dari WBP. Kegiatan ini dipantau langsung oleh Kepala Rutan Jepara dan melibatkan pejabat struktural, regu jaga, serta tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal Pemasyarakatan (Satops Patnal). Razia ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, bersih dari barang terlarang, serta mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran narkoba dan tindak kejahatan di dalam rutan. Ke depan, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala guna menciptakan kondisi pemasyarakatan yang lebih tertib dan kondusif.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara –25-maret-2025 Menyambut arus mudik Lebaran 2025, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar melakukan monitoring ke sejumlah posko pengamanan pada Selasa (25/3/2025). Beberapa posko yang dikunjungi meliputi Posko Terpadu Alun-Alun Jepara, Posko Pelabuhan Kartini, dan Posko Pengamanan Mayong. Dalam kunjungannya, Wakil Bupati didampingi oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jepara, termasuk Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso, Komandan Kodim 0719/Jepara Letkol Arm Khoirul Cahyadi, Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna, Kepala Kejaksaan Negeri Jepara RA Dhini Ardhany, dan Ketua Pengadilan Agama Jepara Abd Halim Zailani. Kesiapan Posko Pengamanan dan Antisipasi Kemacetan Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati menyoroti titik-titik rawan kemacetan, terutama di Pelabuhan Kartini dan Perempatan Pasar Mayong. Ia menekankan pentingnya koordinasi antarpetugas untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pemudik serta arus kendaraan dari masyarakat lokal yang masih beraktivitas. Di Perempatan Pasar Mayong, pemudik diperkirakan akan bercampur dengan kendaraan pekerja yang masih beraktivitas menjelang libur Lebaran. Untuk mengatasi kemacetan, kepolisian telah menyiapkan rekayasa lalu lintas, termasuk penerapan sistem 2-1 jika terjadi kepadatan kendaraan. Selain itu, Hajar juga mengingatkan pemudik yang hendak menyeberang ke Karimunjawa agar selalu memantau kondisi cuaca dan waspada terhadap kemungkinan gelombang tinggi. “Sesuai arahan Pak Gubernur, jalan provinsi maksimal H-15 harus sudah siap dilintasi. Perbaikan sudah kami lakukan,” kata Hajar. Perbaikan Infrastruktur Jalan Sebagai bagian dari upaya kelancaran arus mudik, pemerintah Kabupaten Jepara telah melakukan perbaikan jalan provinsi dan jalan kabupaten. Dari total 200 km jalan kabupaten yang menjadi prioritas dalam 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati, sekitar 60 km telah diperbaiki. Meskipun belum seluruhnya rampung, perbaikan jalan yang telah dilakukan diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi para pemudik yang melintas di wilayah Jepara. Prediksi Puncak Arus Mudik Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso menyampaikan bahwa hingga saat ini, volume kendaraan menuju Jepara belum menunjukkan peningkatan signifikan. Namun, analisis lalu lintas menunjukkan mulai adanya kendaraan berplat luar daerah yang masuk ke Jepara. “Puncak mudik diperkirakan terjadi pada Kamis, Jumat, dan Sabtu mendatang,” ujar Erick. Ia menjelaskan bahwa karena letak geografisnya, Jepara merupakan daerah tujuan mudik, bukan jalur perlintasan utama. Hal ini membuat arus kendaraan tidak sepadat daerah lain di Jawa Tengah yang menjadi jalur utama pemudik dari Jakarta dan sekitarnya. Namun demikian, pihak kepolisian tetap mengantisipasi kepadatan kendaraan, terutama di kawasan wisata yang diperkirakan akan ramai pasca-Lebaran. Posko pengamanan telah disiapkan untuk mengawal arus wisatawan yang akan berlibur di berbagai destinasi di Jepara. Antisipasi Kepadatan di Tempat Wisata Jepara memiliki berbagai destinasi wisata yang menjadi daya tarik bagi wisatawan, terutama pantai-pantai yang kerap dipadati pengunjung pasca-Lebaran. Untuk itu, pengamanan akan difokuskan hingga H+7 Lebaran, khususnya pada perayaan Festival Lomban yang bertepatan dengan hari jadi Jepara. “Kami telah menyiapkan personel gabungan dari Polri, TNI, Dishub, dan Polair untuk memastikan keamanan, terutama di destinasi wisata pantai,” ujar Kapolres Jepara. Jaminan Keamanan Wilayah Komandan Kodim 0719/Jepara Letkol Arm Khoirul Cahyadi menegaskan bahwa situasi keamanan di Jepara saat ini dalam kondisi terkendali. Ia memastikan bahwa tidak ada indikasi gangguan keamanan yang dapat menghambat arus mudik maupun perayaan Lebaran. “Jepara dalam kondisi aman, dan kami siap menyambut pemudik dengan suasana yang nyaman dan damai,” katanya.(Wely-jateng) Sumber: Diskominfo jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara terus berupaya meningkatkan kualitas pembangunan dengan memanfaatkan data yang akurat dan terintegrasi. Dalam rangka memperkuat sistem perencanaan berbasis data, Pemerintah Kabupaten Jepara menggelar Forum Satu Data Indonesia (SDI) pada Selasa, 25 Maret 2025, di Ruang Sosrokartono. Acara ini dibuka oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Jepara, Ary Bachtiar, yang menekankan pentingnya data sebagai landasan utama dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan kebijakan pembangunan daerah. Pentingnya Data dalam Pembangunan Dalam sambutannya, Ary Bachtiar menegaskan bahwa data yang valid dan terkini sangat berpengaruh terhadap efektivitas pembangunan. Namun, ia juga mengakui masih adanya tantangan dalam ketersediaan dan kesiapan data, yang berdampak pada belum optimalnya pengambilan kebijakan di tingkat daerah. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh Perangkat Daerah untuk bersinergi dalam menyusun dan mengelola data yang lebih akurat, transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan. “Mari di forum ini kita saling bersinergi dan menguatkan semua, agar data dari semua Perangkat Daerah menjadi satu data yang terintegrasi dan mudah diakses oleh masyarakat. Itu yang terpenting,” ujar Ary. Langkah Strategis dalam Implementasi Satu Data Indonesia Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jepara, Hasanudin Hermawan, menjelaskan bahwa forum ini menjadi wadah koordinasi dan konsolidasi dalam mewujudkan data berkualitas. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan daftar data daerah yang mengacu pada dokumen perencanaan seperti Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), yang akan disahkan pada tahun 2025. Melalui penguatan Satu Data Indonesia, proses pembangunan di Jepara diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan efisien. “Dengan data yang kredibel dan tepat guna, pembangunan daerah akan lebih terarah dan sejalan dengan visi pembangunan nasional,” jelas Hasanudin. Peran BPS dalam Penyediaan Data Berkualitas Dalam era digital saat ini, data memiliki peran penting dalam menunjukkan pencapaian program pemerintah. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jepara, Isnaini, menyampaikan bahwa penyediaan data dilakukan melalui berbagai metode, seperti sensus, survei, serta data sekunder yang dikumpulkan dari berbagai lembaga pemerintahan. Isnaini menekankan pentingnya kolaborasi dan komitmen antar-stakeholder untuk memastikan data yang tersedia dapat dipertanggungjawabkan. Dengan begitu, masyarakat dapat memperoleh akses informasi yang lebih transparan mengenai capaian pembangunan daerah. Kesimpulan Implementasi Satu Data Indonesia di Jepara menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pembangunan yang lebih efektif, transparan, dan berbasis bukti. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah daerah, BPS, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Dengan data yang valid dan terintegrasi, diharapkan setiap kebijakan yang diambil dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Jepara. Pemerintah Kabupaten Jepara terus mendorong semua pihak untuk berkomitmen dalam mewujudkan sistem data yang lebih baik, sehingga pembangunan daerah dapat berjalan secara terukur dan berkelanjutan.(Wely-jateng) Sumber: Diskominfo jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara:25-maret-2025 Perayaan Idul Fitri menjadi momen penting bagi umat Muslim di Indonesia, tak terkecuali di Jepara. Tahun ini, kepolisian setempat bersama instansi terkait telah menyiapkan berbagai langkah pengamanan untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan tenang, aman, dan nyaman. Kapolres Jepara beserta jajaran kepolisian mengungkapkan sejumlah prioritas dan strategi yang akan diterapkan demi menjaga keamanan di wilayah tersebut. Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso Melalui Kasihumas AKP Dwi Prayitno Saat Dikonfirmasi wartawan Selasa(25/03/2025)menyapaikan menekankan bahwa pengamanan Idul Fitri tahun ini akan difokuskan pada beberapa area yang berpotensi menimbulkan keramaian dan kerawanan. Salah satunya adalah pengamanan arus mudik dan balik, yang diprediksi akan meningkat seiring dengan banyaknya warga yang pulang kampung. Selain itu, pusat perbelanjaan yang ramai dikunjungi oleh masyarakat untuk berbelanja kebutuhan Lebaran serta objek wisata dan objek vital (obvit) juga menjadi fokus utama pengamanan. “Arus mudik dan balik menjadi perhatian utama kami, selain itu, pusat perbelanjaan dan objek wisata juga akan dijaga ketat. Kami ingin masyarakat merasa aman saat menikmati waktu mereka, baik di jalan raya maupun di tempat-tempat umum,” ujarnya Rencana Pengamanan yang Telah Disiapkan Agar pengamanan berjalan efektif, polisi telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Anggota kepolisian akan ditempatkan di pos terpadu dan pos pengamanan (pospam) yang tersebar di titik-titik strategis. Selain itu, beberapa lokasi rawan juga akan dijaga ketat melalui strong point untuk memaksimalkan pengawasan. “Anggota akan ditempatkan di pos-pos terpadu dan pospam, serta titik-titik rawan untuk memastikan tidak ada gangguan keamanan. Kami ingin memberikan rasa aman bagi masyarakat yang sedang merayakan Lebaran,” tambahnya.(25/03/2025) Jumlah Personel yang Diterjunkan Untuk mendukung kelancaran pengamanan, sebanyak 250 personel Polri akan diterjunkan, ditambah dengan 136 personel gabungan dari instansi terkait, seperti TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan. Dengan lebih dari 380 petugas yang siap menjaga wilayah Jepara, diharapkan arus mudik dan aktivitas masyarakat selama Idul Fitri dapat berlangsung aman dan terkendali. Koordinasi dengan Instansi Terkait Kapolres Jepara juga menekankan pentingnya koordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk memastikan pengamanan berjalan sesuai rencana. Dalam waktu dekat, pihak kepolisian akan mengadakan rapat koordinasi untuk menyamakan langkah dan memastikan semua pihak terlibat dalam menjaga keamanan bersama. “Rapat koordinasi dengan instansi terkait akan dilaksanakan untuk membahas teknis pengamanan dan memastikan semua pihak bergerak dengan tujuan yang sama. Ini penting untuk memperkuat sinergi dan memastikan kesiapan setiap pihak,” terang Kapolres. Transparansi dalam Pengamanan Dalam rangka menjaga kepercayaan masyarakat, Kapolres menegaskan bahwa transparansi menjadi salah satu aspek penting dalam pengamanan. Informasi terkait kegiatan pengamanan akan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat, sehingga mereka dapat merasa tenang dan yakin bahwa segala persiapan telah dilakukan dengan baik. “Kami akan terus berkomunikasi dengan masyarakat dan memberikan informasi yang jelas mengenai pengamanan yang dilakukan. Keamanan dan kenyamanan masyarakat adalah prioritas kami,” tutup Kapolres Jepara. Kesimpulan Dengan berbagai langkah pengamanan yang matang, Jepara siap menyambut perayaan Idul Fitri 2025. Pengamanan yang melibatkan personel yang cukup besar, penempatan anggota di titik-titik strategis, serta koordinasi yang baik dengan berbagai instansi terkait, diharapkan dapat menciptakan suasana yang aman dan nyaman selama Lebaran. Masyarakat pun dapat merayakan momen istimewa ini dengan tenang, tanpa khawatir akan gangguan keamanan.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara –24-maret-2025 Pemerintah Kabupaten Jepara terus berupaya menciptakan pembangunan yang merata dan berkelanjutan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menggelar pertemuan bertajuk Harmonisasi Pemerintah Daerah dengan Tokoh Masyarakat, Organisasi Masyarakat, dan Media, yang berlangsung di Pendopo RA Kartini. Forum ini menjadi ajang komunikasi terbuka antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung program Jepara Mulus yang telah berjalan selama 100 hari.
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara- Sebuah kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual terjadi di Desa Tengguli, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara. Kejadian ini melibatkan seorang pria berinisial S (42) sebagai terlapor dan seorang perempuan berinisial M (39) sebagai korban. Korban diketahui memiliki kondisi paranoid schizophrenia, yang membuatnya lebih rentan terhadap tindakan kekerasan. Menurut laporan, pelaku diduga telah berulang kali melakukan pelecehan seksual terhadap korban dengan modus berpura-pura memijat tubuhnya. Kejadian ini akhirnya terungkap setelah pihak keluarga memasang kamera CCTV di kamar korban. Kasat Reskrim Jepara AKP M Faizal Wildan saat dikonfirmasi wartawan Senin(24/03/2025) menyapaikan Peristiwa ini terjadi pada 20 Maret 2025 sekitar pukul 20.45 WIB di rumah korban. Saat itu, korban sedang beristirahat ketika pelaku datang dan mengetuk pintu. Setelah korban membukakan pintu, pelaku masuk dan mengikuti korban ke dalam kamar. Pelaku kemudian mulai melakukan tindakan tidak senonoh dengan menurunkan pakaian korban, meraba tubuhnya, dan menggesekkan alat kelaminnya. Namun, korban berusaha menutup kembali pakaiannya, dan kejadian tersebut terekam CCTV. Pihak keluarga yang melihat rekaman itu segera datang dan membawa pelaku ke Polres Jepara untuk diproses lebih lanjut.ujar kasat(24/03/2025) Tindak Lanjut dan Proses Hukum Kasus ini telah dilaporkan ke polisi dengan dugaan pelanggaran Pasal 6 huruf c UU No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Undang-undang tersebut mengatur hukuman berat bagi pelaku yang melakukan kekerasan seksual terhadap penyandang disabilitas. Pihak berwenang telah mengamankan beberapa barang bukti, termasuk pakaian korban dan tersangka, serta mangkuk berisi minyak yang diduga digunakan dalam kejadian tersebut. Saat ini, penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku, korban, serta saksi-saksi. Pentingnya Perlindungan bagi Penyandang Disabilitas Kasus ini menjadi pengingat bahwa penyandang disabilitas, terutama mereka yang mengalami gangguan mental, sangat rentan menjadi korban kekerasan seksual. Oleh karena itu, perlu ada pengawasan lebih ketat dari keluarga dan lingkungan sekitar serta langkah hukum yang tegas agar kejadian serupa tidak terulang. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kasus kekerasan seksual dan segera melapor jika menemukan indikasi pelecehan atau tindakan tidak pantas di lingkungan mereka.(Wely-jateng)