JATENG:Bidik-kasusnews.com SEMARANG – Kebijakan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, terkait pemutihan pajak kendaraan bermotor mendapat sambutan positif dari masyarakat. Hal ini terlihat dari ramainya antrean di Kantor Samsat Banyumanik II, Kamis (10/4), saat gubernur meninjau langsung pelayanan di sana. Kebijakan ini memberikan penghapusan denda serta tunggakan pajak pokok kendaraan dan denda jasa raharja, berlaku dari 8 April hingga 30 Juni 2025. Program ini menjadi angin segar bagi warga yang selama ini terbebani tunggakan pajak, terlebih dalam kondisi ekonomi yang masih menantang. Sudiran, warga Kaliwungu, Kendal, menjadi salah satu warga yang memanfaatkan program ini. Motor yang telah ia gunakan selama bertahun-tahun menunggak pajak hingga 10 tahun. Ia mengaku sangat terbantu. “Saya langsung datang begitu tahu ada program ini. Sangat meringankan,” ungkapnya sambil menunjukkan sejumlah dokumen pembayaran. Cerita serupa datang dari Ali Subana, warga Pedurungan, yang juga mengurus tunggakan pajak motornya selama tiga tahun. “Tadinya saya cek sekitar Rp650 ribu, tapi masih menunggu finalnya,” ucapnya. Tidak hanya penghapusan denda, proses pembayaran pun dinilai lebih mudah dan cepat oleh wajib pajak. Hastanti, salah satu warga, mengaku mendapat bantuan langsung dari petugas saat proses pengurusan. Gubernur Luthfi menyebutkan, program ini tidak hanya bertujuan memberi keringanan, tetapi juga sebagai cara membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya membayar pajak. Ia menegaskan, dana pajak akan dikembalikan kepada rakyat dalam bentuk pembangunan daerah. “Ini menjadi stimulus yang baik. Banyak yang menunggak 3 hingga 10 tahun, dan sekarang mereka punya kesempatan untuk mulai bersih,” katanya. Dengan program ini, pemerintah berharap bisa meningkatkan kepatuhan masyarakat serta mendorong pendapatan daerah yang berdampak langsung pada pembangunan Jawa Tengah ke depan.(Wely-jateng) Sumber:jatengprov.go.id
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara –10-Aprel-2025 Pemerintah Kabupaten Jepara meluncurkan program unggulan bertajuk “Bupati Ngantor di Desa” sebagai bagian dari 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati periode 2025–2029. Program ini akan berlangsung setiap hari Selasa mulai 15 April hingga 29 Juli 2025, menyasar 16 desa di 16 kecamatan. Program ini bertujuan mempererat hubungan pemerintah daerah dengan masyarakat desa, menjaring aspirasi, serta mempercepat pembangunan berbasis potensi lokal. Berbagai layanan publik seperti administrasi kependudukan, layanan kesehatan, perizinan mikro, hingga Posyandu akan dibuka langsung di desa. Bupati Jepara H. Witiarso Utomo menegaskan bahwa kegiatan ini bukan kunjungan seremonial semata, melainkan bagian dari strategi pembangunan desa berkelanjutan. Selain pelayanan, program juga mencakup diskusi kelompok terpumpun (FGD), peninjauan infrastruktur, dan pemberian bantuan sesuai kebutuhan desa. Program ini diharapkan menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan nyata masyarakat desa.(Wely-jateng) Sumber: Diskominfo jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com BOYOLALI – Kamis pagi (10/4/2025), suasana di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, dipenuhi pelukan perpisahan dan senyum haru. Sebanyak 3.500 perantau asal Jawa Tengah kembali diberangkatkan ke tempat kerja mereka melalui program Balik Rantau Gratis yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Bukan sekadar perjalanan pulang, bagi banyak orang program ini menjadi simbol harapan dan semangat baru. Mujiono (43), warga Boyolali yang bekerja di Bekasi, mengaku lega bisa menghemat biaya transportasi yang kian mahal. “Kalau bayar sendiri, saya dan keluarga bisa habis dua juta. Sekarang bisa hemat dan uangnya dipakai untuk keperluan Lebaran di kampung,” katanya sambil tersenyum. Cerita serupa datang dari Tari, ibu dua anak asal Sragen yang bekerja sebagai admin di Balaraja, Tangerang. “Ini sangat membantu. Kalau harus bayar sendiri, pulang-pergi bisa habis tiga juta. Dengan program ini, saya bisa fokus ke biaya sekolah anak dan kebutuhan lain,” ujarnya. Bahkan lansia seperti Sarinem (90), turut merasakan manfaat program ini. Didampingi anaknya, Ningsih, ia naik bus dengan mata berbinar. “Kalau harus bayar sendiri, kami tidak sanggup. Program ini sangat membantu,” ucap Ningsih. Program ini mencakup berbagai titik keberangkatan di Jateng, mulai dari Boyolali, Sragen, Klaten, hingga Temanggung, dengan tujuan utama Jakarta dan Bandung. Total 85 bus disediakan, bekerja sama dengan rumah sakit daerah, BUMD, Baznas, dan pemerintah kabupaten/kota. Kepala Dinas Perhubungan Jateng, Henggar Budi Anggoro menyatakan, sasaran utama program ini adalah para pekerja sektor informal. “Mereka ini para pejuang keluarga yang perlu dukungan, agar bisa kembali bekerja tanpa terbebani ongkos mahal,” jelasnya. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, program ini tidak hanya soal transportasi. “Ini adalah bentuk empati dan gotong royong antara pemerintah, BUMD, dan masyarakat. Ke depan, kami ingin jumlah armada ditambah dan layanan makin tertib,” katanya. Selain armada bus, Pemprov Jateng juga menyiapkan transportasi kereta api untuk mendukung arus balik. Dengan langkah ini, mereka berharap tidak hanya mengurai kepadatan lalu lintas, tetapi juga memastikan para perantau bisa kembali bekerja dengan aman dan nyaman. Karena di balik setiap kursi penumpang, ada cerita perjuangan. Dan dengan satu tiket gratis, ada secercah harapan baru untuk masa depan yang lebih baik.(Wely-jateng) Sumber:jatengprov.go.id
Bidik-kasusnews.com Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) menilai pelaksanaan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2025 oleh Polri menunjukkan kemajuan signifikan. Operasi Ketupat 2025 dinilai berjalan optimal, meskipun masih diperlukan evaluasi di sejumlah titik krusial. “Jumlah pemudik tahun ini memang turun menjadi sekitar 146,48 juta orang, dari 193,6 juta tahun lalu. Meski begitu, angka ini tetap besar. Polri berhasil menjaga situasi tetap kondusif di sebagian besar wilayah,” ujar Ketua Umum PP GMKI, Jefri Gultom, Rabu (9/4/2025). Menurut Ketua Umum PP GMKI, penurunan jumlah pemudik cukup membantu aparat dalam pengendalian lalu lintas dan pelayanan keamanan. Ia juga menyoroti data Korlantas Polri yang mencatat adanya penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 30 persen selama masa Operasi Ketupat 2025. “Penurunan ini menunjukkan adanya perbaikan. Namun, kami berharap peningkatan tak hanya dilakukan pada kuantitas personel, tetapi juga pada kualitas pelayanan serta pendekatan humanis terhadap masyarakat pengguna jalan,” jelas Ketua Umum PP GMKI. Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pengamanan mudik sebaiknya tidak hanya menjadi rutinitas tahunan. Evaluasi terhadap titik rawan kemacetan, pengelolaan lalu lintas berbasis data, dan kesiapan petugas di lapangan perlu menjadi fokus utama pemerintah ke depan. “Polri sudah berada di jalur yang tepat. Namun, pembenahan sistem dan komunikasi publik tetap penting agar pengamanan mudik dirasakan secara merata, tidak hanya di kota-kota besar, tapi juga di daerah-daerah kecil yang kerap terabaikan,” tegasnya. Sebagai organisasi nasional yang konsisten mengadvokasi pelayanan publik, GMKI turut mendorong transparansi dalam pelaporan evaluasi pascamudik. Hal ini penting untuk terus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.(Wely-jateng) Sumber:Humas Polda jateng
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Suasana penuh semangat dan kekhidmatan mewarnai peringatan Hari Jadi ke-476 Kabupaten Jepara yang digelar di Alun-Alun 1 Jepara, Kamis (10/4/2025). Ribuan peserta dari berbagai elemen—mulai dari pelajar SMP dan SMA, anggota TNI-POLRI, hingga ASN Pemkab Jepara—turut ambil bagian dalam upacara tersebut. Bupati Jepara H. Witiarso Utomo memimpin langsung upacara sebagai inspektur, didampingi Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar, jajaran Forkopimda, dan pimpinan perangkat daerah. Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Wiwit menekankan pentingnya peringatan ini sebagai ajang refleksi serta penguatan komitmen untuk membangun Jepara ke arah yang lebih baik. “Momentum ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk mengevaluasi apa yang telah dilakukan, dan memperbaiki yang masih kurang. Selaras dengan semangat candra sengkala ‘Trus Karya Tataning Bumi’, kita harus terus berkarya dan membangun,” tegas Wiwit. Bupati juga mengungkapkan sejumlah capaian penting. IPM Kabupaten Jepara saat ini berada di angka 74,32, naik 0,47 poin dari tahun sebelumnya. Angka kemiskinan pun menurun menjadi 6,09%, capaian terendah dalam beberapa dekade terakhir. Tak hanya pencapaian, Wiwit juga menekankan arah pembangunan ke depan yang terangkum dalam visi “Jepara Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius” melalui lima pilar utama yang dikenal dengan istilah 5 MULUS: birokrasi, pendidikan dan kebudayaan, ekonomi, kesehatan, serta infrastruktur. “Kami sudah mulai bergerak cepat. Dari target 101 km perbaikan jalan, 60 km telah kami tangani dalam 1,5 bulan ini. Hal ini penting demi mendukung mobilitas warga, apalagi di masa mudik dan libur lebaran lalu,” tambahnya. Sebagai bagian dari transformasi pelayanan publik, Pemkab Jepara juga meresmikan layanan e-Ticketing destinasi wisata dan Mobil Layanan Samsat Keliling. Inovasi ini diharapkan mendorong efisiensi layanan sekaligus peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). “Digitalisasi adalah kunci. Layanan seperti e-Ticketing bisa mempermudah wisatawan dan berdampak langsung pada peningkatan PAD,” jelas Wiwit. Dengan semangat baru dan komitmen kuat, Jepara menatap masa depan dengan optimisme. Peringatan Hari Jadi ke-476 ini bukan sekadar seremoni, melainkan penanda tekad bersama untuk menjadikan Jepara sebagai kabupaten yang maju dan berdaya saing tinggi.(Wely-jateng) Sumber: Diskominfo jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Polres Jepara | Menjelang Hari Jadi ke-476 Kabupaten Jepara, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara beserta jajaran Forkopimda menggelar kirab dan melakukan prosesi buka luwur di Kompleks Makam Mantingan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, pada Rabu (9/4/2025). Diketahui, kegiatan ini dipimpin oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo dan Wakil Bupati M. Ibnu Hajar dengan ini dihadiri langsung oleh Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Jepara Ny. Dessy Erick Budi Santoso. Sebelum prosesi buka luwur, Bupati dan wakil Bupati Jepara beserta jajaran forkopimda menyerahkan santunan kepada anak yatim piatu dan shalat ashar di Masjid Mantingan. Bupati Jepara yang akrab disapa Wiwit menyampaikan, bahwa kegiatan buka luwur merupakan serangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Jepara dan bentuk memperingati perjuangan Ratu Kalinyamat. “Makna buka luwur merupakan suatu kegiatan rutin nguri-nguri budaya, dengan harapan membuka harapan baru dan mendapatkan doa dari leluhur kita, sehingga perjuangan kita ke depannya bisa mendapatkan ridho dari Allah SWT,” ujarnya. Dalam momentum Hari Jadi ke-476 Kabupaten Jepara, Wiwit berharap pemerintah dan masyarakat setempat bisa kompak dalam membangun Jepara menjadi lebih baik lagi. “Terima kasih atas partisipasi masyarakat Jepara sehingga acara ini bisa sukses. Mudah-mudahan bisa membawa berkah untuk kita semua, dan program Jepara MULUS (makmur, unggul, lestari, dan religius) bisa terealisasi secepatnya,” pungkasnya.(Wely-jateng) Sumber:humas polres jepara
JATENG: Bidik-Kasusnews.com. Pati;Bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Bupati Pati Sudewo, Rabu (9/4/2025), menghadiri Halalbihalal Dinas Kesehatan. Turut hadir pula dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati, Sekda, DPRD, Kepala Dinkes beserta staf, Ketua TP PKK Kabupaten Pati, Direktur RSUD Sowondo Pati, Kepala Puskesmas Se-Kabupaten Pati dan para tamu undangan. Bupati Pati Sudewo dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya menjaga tali persaudaraan diantara sesama pegawai pemerintah dan masyarakat, serta memperkuat komitmen untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di daerah. “Halalbihalal ini bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga momentum untuk mempererat hubungan antarindividu dan memperkuat semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas-tugas negara, khususnya di bidang kesehatan,” ujar Sudewo. Acara dilanjutkan dengan sesi saling memaafkan dan doa bersama. Para peserta juga tampak antusias berinteraksi dan berbincang santai setelah saling memaafkan, dalam suasana yang penuh kebersamaan. Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Dinas Kesehatan yang telah bekerja keras untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di wilayahnya. “Kami terus berupaya agar pelayanan kesehatan di daerah ini dapat lebih baik dan lebih merata bagi seluruh masyarakat,” tambahnya. Kegiatan halalbihalal ini, imbuh Bupati, diharapkan dapat menjadi salah satu cara untuk menguatkan sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat, serta menjadi semangat baru dalam melaksanakan tugas-tugas pelayanan publik, terutama di sektor kesehatan. “Mari manfaatkan momentum ini untuk menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada mereka sekaligus memberikan semangat kepada semua jajaran Dinas Kesehatan untuk bekerja secara serius dan lebih detail memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Pati dan nanti saya akan turun juga di Puskesmas-Puskesmas untuk mengecek sejauh mana kerja pelayanan mereka kepada masyarakat”, pungkasnya.(Kasnadi)
JATENG:Bidik-kasusnews com SEMARANG – Kolaborasi nyata antara pemerintah daerah dan wakil rakyat dari Jawa Tengah mulai menunjukkan arah yang lebih terstruktur. Melalui Forum Senayan Peduli Jawa Tengah, Gubernur Ahmad Luthfi berhasil mengumpulkan seluruh legislator dari Dapil Jateng yang duduk di DPR RI, MPR RI, dan DPD RI dalam satu panggung untuk menyatukan visi pembangunan provinsi. Forum ini bukan sekadar ajang silaturahmi politik. Di dalamnya, para legislator menyatakan komitmennya untuk mengawal program-program prioritas Jateng melalui peran strategis mereka dalam penganggaran dan legislasi di tingkat nasional. Wakil Ketua MPR RI, Bambang Wuryanto, menyebut forum ini sebagai inisiatif cerdas. “Ini forum yang patut diapresiasi. Menyatukan semua wakil rakyat dari Jateng dalam satu agenda besar untuk membangun daerahnya adalah langkah yang luar biasa,” ujarnya. Hal serupa disampaikan oleh Novita Wijayanti dari DPR RI. Ia menilai Forum Senayan dapat menjadi jembatan komunikasi antara pemda dan pusat. “Pemprov bisa menyampaikan prioritas pembangunan, dan kami siap mengawalnya di komisi masing-masing,” ucapnya. Langkah konkret pun mulai disusun. Forum besar ini direncanakan akan ditindaklanjuti dalam bentuk pertemuan-pertemuan kecil berbasis komisi DPR RI. Dengan cara ini, pembahasan bisa lebih mendalam sesuai dengan bidang kerja masing-masing komisi, seperti infrastruktur, pendidikan, hingga ketahanan pangan. Ahmad Luthfi, Gubernur Jateng yang juga mantan Kapolda Jateng, menegaskan pentingnya sinergi ini. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Keterbatasan anggaran daerah harus diimbangi dengan dorongan dari pusat. Forum ini menjadi solusi untuk menjembatani kebutuhan daerah dan peluang dukungan APBN,” paparnya. Tahun 2025, Pemprov Jateng memfokuskan pembangunan pada tiga sektor utama: infrastruktur jalan, pendidikan, dan swasembada pangan. Dengan kolaborasi lintas lembaga ini, harapannya pembangunan di Jateng akan berjalan lebih cepat dan merata. (Wely-jateng) Sumber:jatengprov.go.id
JATENG:Bidik-kasusnews.com Komisioner Kompolnas Irjen (Purn) Ida Oetari Poernamasari menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polri atas pengamanan mudik dan balik Lebaran 2025. Pengamanan Polri itu pun menjadikan para pemudik merasa aman, nyaman, dan lancar merayakan hari libur Idulfitri 1446 Hijriah. “Saya apresiasi, terima kasih sudah berbuat, memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat sehingga masyarakat mudiknya dengan nyaman, mudik aman dan pulangnya nyaman, sehingga akan menaikkan juga kepada citra Polri,” jelas Komisioner Kompolnas itu, Rabu (9/4/25). Ia pun meminta seluruh anggota Polri tetap menggelorakan semangat untuk memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat. Kelancaran pengamanan arus mudik dan balik itu, ujarnya, tidak terlepas dari Satgas Humas Operasi Ketupat 2025 yang selalu mendistribusikan informasi kepada masyarakat. Sehingga, masyarakat selalu mendapatkan perkembangan rekayasa lalu lintas yang memberikan kelancaran arus kendaraan. “Selalu update informasi, bukan setiap hari tetapi secara berkala, waktunya 3 jam sekali, 5 jam sekali atau 2 jam sekali. Masyarakat melihat terus atau men-tag semua informasi yang Humas berikan kepada masyarakat,” ungkapnya. Di era digital ini, ungkapnya, pemberian informasi menjadi keyword yang sangat diperlukan oleh masyarakat. Jajaran Humas pun dipandang selalu memiliki spirit, walaupun tantangan dan rintangan kerap dihadapi. “That its, bagian dari tugas popok yang harus dijalani,” ujarnya. Ditambahkannya, waktu yang telah dikorbankan jajaran Operasi Ketupat 2025 pun harus diapresiasi para pimpinan. Para jajaran telah merelakan waktu yang seharusnya bisa berkumpul dengan keluarga. “Jangan lupa bagi anggota yang anggota itu juga manusia biasa, sehingga mereka juga diberikan haknya untuk cuti, kemudian diberi supaya mereka tidak burn out, jadi pimpinan Polri harus memberikan ini kepada mereka yang mereka bertugas selama di full, selama melayani masyarakat,” jelasnya.(Wely-jateng) Sumber:Humas Polda jateng
JATENG:Bidik-Kasus.com Jepara – Ribuan masyarakat Jepara tumpah ruah di sepanjang Jalan Kartini hingga kompleks Pemakaman Mantingan, Rabu (9/4/2025), untuk menyaksikan Kirab Budaya dan prosesi Buka Luwur dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-476 Kabupaten Jepara. Acara tahunan yang sarat makna budaya dan spiritual ini berlangsung khidmat dan meriah. Kirab dimulai dari Pendapa Kartini Jepara dengan pementasan sendratari Ratu Kalinyamat, yang menggambarkan semangat kepahlawanan tokoh perempuan legendaris Jepara. Setelah pertunjukan, kain luwur secara simbolis diserahkan kepada Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo atau yang akrab disapa Mas Wiwit, untuk kemudian diarak menuju Balai Desa Mantingan dan diserahkan kepada Camat Tahunan serta Petinggi Desa Mantingan. Prosesi ini menjadi pembuka tradisi Buka Luwur di kompleks Pemakaman Masjid Mantingan, yang meliputi makam Ratu Kalinyamat, Sultan Hadlirin, dan tiga tokoh lainnya. Sepanjang perjalanan kirab, perhatian masyarakat tertuju pada sosok Ratu Kalinyamat yang diperankan oleh Fatika Jovanka Syachtira (21) yang menaiki kereta kuda, menambah nuansa historis dan sakral dalam peringatan ini. Mas Wiwit menyampaikan bahwa prosesi Buka Luwur merupakan bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus doa untuk keberkahan dan kemajuan daerah. “Ini adalah bentuk menghargai leluhur. Dengan adanya Buka Luwur, kita membuka ruang dan harapan baru untuk setahun ke depan, dan semoga kita mendapat ridha dari Allah,” ujarnya. Ia juga mengajak seluruh masyarakat Jepara untuk meneladani perjuangan Ratu Kalinyamat melalui kontribusi positif di masa kini, seperti pembangunan berkeadilan, peningkatan pendidikan, dan penguatan ekonomi. “Harapan kami, visi misi OTW Jepara MULUS (Makmur, Unggul, Lestari, Religius) bisa segera terealisasi,” tambahnya. Acara tahunan ini menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan dan meneguhkan identitas budaya Jepara yang kaya sejarah dan nilai luhur.(Wely-jateng)