Bidik-kasusnews.com Jakarta. Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) mengapresiasi kinerja pemerintah, Polri, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan dalam penanganan arus mudik Lebaran 2025. Keberhasilan mudik ini merupakan hasil sinergi antara Polri, TNI, Kementerian Perhubungan serta stakeholders lainnya. “Penanganannya bagus. Tahun ini lebih bagus ya karena terlihat koordinasinya bagus, jadi lancar,” ungkap Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin, Minggu (13/4/2025). Ia mengatakan arus lalu lintas di perjalanan terpantau lancar. Salah satunya berkat penerapan kebijakan one way yang dinilai efektif. “Alhamdulillah lancar. Dengan adanya kebijakan one way jalur arah balik luar biasa membantu kelancaran lalu lintas,” ujar Ketua Umum GP Ansor. Selain itu, GP Ansor juga membantu dengan posko-posko yang tersebar di sejumlah daerah. Sejumlah anggota GP Ansor turun ke lapangan untuk membantu kelancaran mudik. “Kami pun dengan posko posko Banser yang banyak membantu di lapangan sangat terasa,” ujar Ketua Umum GP Ansor. Berdasarkan data Korlantas Polri, secara nasional angka kecelakaan turun sampai 30 persen dibanding tahun lalu. Penurunan angka ini berkat kontribusi petugas yang mengamankan jalur selama periode operasi, juga kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas kian meningkat. Dari sisi petugas kepolisian, keberhasilan penanganan mudik ini terkait erat dengan skema rekayasa lalu lintas yang dikendalikan secara terpusat. Rekayasa itu antara lain dengan penggunaan sistem ganjil genap, contraflow, one way lokal hingga one way nasional. Operasi ini didukung peralatan mutakhir seperti monitoring CCTV, body worn camera, algoritma road safety, e-Turjawali, GPS ranmor Korlantas, Jasamarga integrated digital map hingga integrated road safety management system.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara; Squad Nusantara PAC Bangsri kembali melaksanakan kegiatan rutinnya pada Sabtu malam, 12 April 2025. Kegiatan yang digelar setiap bulan ini menjadi momen penting bagi seluruh anggota untuk menyatukan visi, memperkuat solidaritas, serta menyusun langkah strategis dalam menjalankan peran organisasi kemasyarakatan (ormas) secara aktif dan bertanggung jawab. Ketua PAC Bangsri Squad Nusantara Anto Menyapaikan kepada wartawan Minggu(13/04/2025) Kegiatan ini terdiri dari rapat rutin dan musyawarah yang dihadiri oleh seluruh anggota. Dalam suasana penuh keakraban dan semangat persaudaraan, forum tersebut dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi terbaru terkait program kerja sosial, budaya, dan keagamaan yang akan dilaksanakan oleh organisasi.ujar anto Selain menjadi ajang komunikasi internal, kegiatan rutin ini juga berfungsi sebagai sarana mempererat hubungan antaranggota. Nilai-nilai persatuan, kesantunan, dan kepedulian sosial menjadi landasan utama yang terus ditekankan dalam setiap pertemuan. Para anggota mendapatkan arahan tentang pentingnya kontribusi nyata di tengah masyarakat serta bagaimana menjaga nama baik organisasi melalui perilaku yang beretika dan bermoral.tambanya Musyawarah ini juga memberikan ruang bagi anggota untuk menyampaikan aspirasi, berdiskusi, dan berkontribusi dalam pengambilan keputusan bersama. Dengan demikian, seluruh anggota merasa memiliki peran dan tanggung jawab yang sama dalam menjalankan roda organisasi. Dari hasil kegiatan tersebut, terlihat peningkatan pemahaman anggota mengenai tugas serta fungsinya dalam kehidupan sosial. Komitmen terhadap visi dan misi Squad Nusantara semakin menguat, seiring dengan semakin solidnya kekompakan internal. Dengan mengadakan kegiatan secara konsisten, Squad Nusantara PAC Bangsri menunjukkan eksistensinya sebagai ormas yang aktif, progresif, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat. Melalui semangat kebersamaan dan pengabdian, organisasi ini terus bergerak membawa perubahan positif di tengah kehidupan bermasyarakat.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Semarang-12-April-2025 Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menaruh perhatian besar terhadap sektor kuliner sebagai salah satu potensi unggulan daerah. Dalam pelantikan pengurus baru Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (DPD APJI) Jawa Tengah yang digelar di Gradhika Bhakti Praja, Sabtu (12/4), Luthfi mendorong APJI untuk berperan aktif dalam pengembangan wisata kuliner sekaligus mendukung program pemerintah di bidang pemenuhan gizi masyarakat. Menurut Luthfi, kekayaan kuliner di Jawa Tengah bukan hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga peluang besar dalam menggerakkan roda ekonomi. Ia menilai, industri makanan dan minuman merupakan sektor yang tangguh, bahkan tetap tumbuh di tengah pandemi. “Usaha kuliner ini tidak pernah mati. Justru saat pandemi, banyak muncul inovasi baru di bidang kuliner. Ini membuktikan bahwa kuliner adalah sektor yang sangat adaptif,” ujarnya. Lebih lanjut, Luthfi menyampaikan bahwa perkembangan usaha kuliner mampu memberi dampak luas terhadap sektor lain, seperti pertanian, perikanan, dan peternakan. Para pengusaha jasaboga, kata dia, dapat menjadi penghubung antara produsen lokal dengan konsumen, sehingga memperkuat rantai pasok pangan di tingkat daerah. Tak hanya soal pariwisata, Gubernur juga melibatkan APJI dalam program nasional makan bergizi gratis (MBG). Ia mengatakan, APJI akan dilibatkan dalam penyediaan layanan dapur melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sedang disiapkan pemerintah daerah. “Kita sudah berkoordinasi dengan Ketua Umum DPP APJI dan jajarannya. Mereka siap terlibat dalam pelaksanaan program MBG agar bisa berjalan optimal di Jawa Tengah,” jelasnya. Ketua Umum DPP APJI Jawa Tengah, Tashya Megananda Yukki, mengapresiasi dukungan Gubernur dan menyatakan komitmen penuh APJI dalam dua program besar tersebut. Selain mendukung MBG, APJI juga merancang penyelenggaraan festival kuliner guna mempromosikan potensi kuliner khas daerah. “Kami sangat antusias dan siap bersinergi. Festival kuliner ini akan menjadi ajang promosi produk lokal sekaligus memperkuat jaringan pengusaha jasaboga di Jawa Tengah,” ujar Tashya. Melalui kolaborasi ini, diharapkan kuliner tidak hanya menjadi kekayaan budaya yang dilestarikan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.(Wely-jateng) Sumber:Jatengprov.go.id
JATENG:Bidik-Kasusnews.com Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, mengapresiasi Polri dan seluruh pemangku kepentingan yang telah mengawal arus mudik dan balik Lebaran 2025. Ia menilai keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara Polri, TNI, Kementerian Perhubungan, dan pihak terkait lainnya. “Secara objektif, saya mengakui penanganan mudik tahun ini sangat prima,” ujar Sahroni, Sabtu (12/4/2025). Menurutnya, Polri, Kemenhub, dan instansi lain menunjukkan keseriusan tinggi dalam mengelola arus mudik tahun ini. Ia juga menyoroti kerja keras seluruh pihak yang bahkan melebihi tahun-tahun sebelumnya. “Polisi bersama Kemenhub dan instansi lain terlihat sangat serius bekerja,” katanya. “Selain kerja keras, penggunaan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) terbukti membawa hasil signifikan,” tambahnya. Bendahara Umum DPP NasDem itu pun berharap metode dan strategi yang digunakan tahun ini bisa dipertahankan dan diterapkan kembali tahun depan. “Pertahankan metode ini agar bisa diterapkan kembali,” ujarnya. Berdasarkan data Korlantas Polri, angka kecelakaan secara nasional turun hingga 30 persen dibanding tahun lalu. Penurunan ini tidak lepas dari kontribusi petugas di lapangan serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Dari sisi kepolisian, keberhasilan pengelolaan arus mudik ini didukung rekayasa lalu lintas terpusat, seperti sistem ganjil-genap, contraflow, one way lokal maupun nasional. Operasi ini juga ditunjang teknologi mutakhir, seperti monitoring CCTV, body worn camera, algoritma road safety, e-Turjawali, GPS ranmor Korlantas, peta digital Jasamarga, hingga sistem manajemen keselamatan jalan terintegrasi. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menegaskan bahwa pengamanan tidak hanya difokuskan pada arus mudik, tetapi juga di destinasi wisata. Saat memantau jalur mudik Trans Jawa, ia menyebutkan ada 227 objek wisata yang perlu dijaga pasca-mudik.(wely-jateng)
Bidik-kasusnews.comKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengungkap praktik korupsi di sektor energi nasional. Kali ini, giliran transaksi jual beli gas antara PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan PT Inti Alasindo Energi (IAE) yang menjadi sorotan. Dua orang ditetapkan sebagai tersangka dan resmi ditahan karena diduga merugikan negara hingga Rp252,2 miliar. Dua nama yang kini harus mengenakan rompi oranye KPK adalah Iswan Ibrahim, mantan Komisaris PT IAE selama hampir dua dekade, dan Danny Praditya, eks Direktur Komersial PT PGN periode 2016–2019. Keduanya diduga memainkan peran kunci dalam skema yang berlangsung antara tahun 2017 hingga 2021. Penahanan dilakukan sejak 11 April 2025, dan keduanya akan mendekam di rumah tahanan Klas 1 Jakarta Timur setidaknya hingga 30 April 2025 untuk proses penyidikan lebih lanjut. Asep Guntur dalam konferensi pers menyampaikan bahwa penyidikan ini bukan perkara kecil. Sebanyak 75 saksi telah diperiksa, termasuk para ahli dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Delapan lokasi strategis juga sudah digeledah—mulai dari rumah hingga kantor-kantor pihak terkait. Dari sana, penyidik menyita dokumen penting, barang bukti elektronik, serta uang tunai senilai satu juta dolar AS. Menurut hasil audit investigatif BPK yang diterbitkan pada 15 Oktober 2024, negara mengalami kerugian sebesar 15 juta dolar AS akibat transaksi jual beli gas tersebut. Laporan tersebut menjadi dasar kuat bagi KPK untuk menjerat para tersangka dengan Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Dugaan korupsi ini menunjukkan celah besar dalam pengawasan proyek energi yang melibatkan BUMN dan perusahaan swasta. Kasus ini juga menjadi peringatan keras bahwa praktik kolusi dalam industri vital seperti gas alam bisa berdampak langsung pada keuangan negara dan kepercayaan publik. KPK menegaskan bahwa penyidikan belum selesai. “Kami akan terus mendalami peran pihak-pihak lain yang mungkin terlibat,” kata Asep. Dengan temuan ini, publik kembali diingatkan bahwa transparansi dan integritas masih menjadi tantangan utama dalam tata kelola sektor energi di Indonesia.(Wely-jateng) Sumber:Disway.id(11/04/2025)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Semarang – 11 April 2025 Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendapat dukungan penuh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional Jawa Tengah dalam upayanya membangun perekonomian daerah dan memperkuat ketahanan pangan. Dukungan ini disampaikan langsung oleh Kepala OJK Jateng, Hidayat Prabowo, saat beraudiensi dengan Gubernur di Kantor Gubernur Jawa Tengah. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi mengungkapkan keinginannya untuk membentuk forum perbankan dan industri keuangan sebagai wadah kolaborasi guna mempercepat pembangunan di Jawa Tengah. “Tadi Pak Gubernur minta ada forum dengan perbankan dan industri keuangan, karena beliau semangatnya adalah kolaborasi. Itu sangat sejalan dengan OJK. Kita tidak bisa jalan sendiri, OJK tidak bisa jalan sendiri. Tentu sinergi dan kolaborasi sangat bermanfaat,” ujar Hidayat. Hidayat juga menegaskan bahwa sinergi antara OJK dan Pemprov Jateng selama ini sudah berjalan dengan baik dan akan terus diperkuat. OJK berkomitmen mendukung seluruh program pembangunan pemerintah provinsi, khususnya dalam pengawasan dan pemberdayaan lembaga keuangan. Tak hanya fokus pada sektor keuangan, OJK juga aktif berkontribusi dalam bidang ketahanan pangan. Pada tahun 2024, OJK telah menginisiasi program pemberdayaan dan pengelolaan keuangan bagi petani jagung dan padi di wilayah Grobogan dan Kendal. Model ini dinilai berhasil dan akan direplikasi ke seluruh daerah di Jawa Tengah. Menindaklanjuti keberhasilan tersebut, OJK akan memperluas program serupa kepada masyarakat nelayan. Tahun ini, OJK bersama Pemprov Jateng akan fokus pada sektor rajungan di Jepara yang memiliki potensi ekspor tinggi. “OJK di sini berperan untuk menyinergikan, mengoordinasikan, dan membangun ekosistem. Baik itu ekosistem produksinya, maupun ekosistem sektor keuangan,” lanjut Hidayat. Gubernur Ahmad Luthfi dikenal konsisten mengedepankan kolaborasi lintas sektor dalam membangun Jawa Tengah. Sejak awal masa jabatannya, ia telah menjalin sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota, 44 perguruan tinggi melalui Forum Rektor, serta anggota legislatif baik di tingkat provinsi maupun pusat melalui Forum Berlian Ngopeni Nglakoni dan Forum Senayan. Dengan adanya dukungan penuh dari OJK, diharapkan program-program strategis yang dicanangkan Pemprov Jateng akan semakin kuat dan memberikan dampak signifikan bagi pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan.(Wely-jateng) Sumber:jatengprov.go.id
JATENG:Bidik-kasusnews.com Dewan Pers mengakui bahwa ucapan terima kasih patut diberikan kepada Polri atas pengamanan mudik dan balik Lebaran 2025 yang berjalan lancar, aman, serta nyaman. Ia juga menyampaikan bahwa apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran kepolisian, terutama kepada yang bertugas di lapangan. Jajaran Polri telah mengorbankan waktu bersama keluarga di hari raya Idulfitri 1446 hijriah, untuk mengabdi pada negeri dengan mengamankan jalannya mudik. “Saya Ninik Rahayu Ketua Dewan Pers ingin mengucapkan selamat kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia yang telah berhasil melakukan pengamanan, memberikan rasa aman bagi para pemudik dan arus balik kembali ke Jakarta atau ke daerah di wilayah, di 38 provinsi negara Republik Indonesia kita tercinta,” ungkap Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu, Jumat (11/4/25). Lebih lanjut diungkapkannya, lebih dari 1.300.000 pemudik melakukan perjalanan ke berbagai wilayah. Namun, pengamanan itu tak terlepas dari kontribusi yang sangat luar biasa dari jajaran aparat keamanan. Terbukti, ujarnya, ada penurunan angka kecelakaan sampai 30%. Capaian ini tentu memberikan kontribusi yang sangat positif karena bisa menjamin keselamatan dan ketenangan para pemudik dan arus balik. “Sekali lagi terima kasih kepada Kapolri dan seluruh jajaran teman-teman kepolisian di pusat maupun di daerah terutama yang bekerja di lapangan, di lantas ya. Selamat bekerja kembali untuk keselamatan warga masyarakat kita,” ujarnya. Diketahui, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2025 sebagai sebuah prestasi besar. Sebab, mudik berjalan lancar, aman, dan nyaman. Diakui Presiden Prabowo, arus kendaraan tahun ini dilaporkan lebih besar dari tahun lalu. Namun, hal itu bisa diatasi oleh Kementerian Perhubungan, Polri, TNI, dan stakeholder terkait lainnya. “Merupakan suatu prestasi, yang dilaporkan kepada saya, arus mudik yang terbesar selama ini, lebih besar dari tahun lalu,tapi tanpa kemacetan yang berarti,” ujar Presiden, Selasa (8/4/25). Menurut Presiden, angka kecelakaan selama periode arus mudik maupun balik Lebaran 2025 juga menurun drastis hingga 30 persen.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-Kasusnews.com Jepara, 11 April 2025 — Rasa kebersamaan dan solidaritas keluarga besar Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara kembali tergambar dalam kegiatan bertajuk Peduli Kasih yang dilaksanakan pada Jumat (11/04/2025). Dalam kegiatan tersebut, Srikandi DPC Jepara menyalurkan bantuan berupa uang kepada anak dari Ketua DPC Jepara, Riana Shofa, sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moril. Acara ini berlangsung dengan penuh kekeluargaan dan haru, dihadiri oleh Wakil Ketua Bidang Sosial, Ibu Dian, serta perwakilan dari Bidang Perempuan dan Anak DPC Jepara, Ibu Nana. Kehadiran para anggota Srikandi DPC Jepara semakin mempererat tali silaturahmi antaranggota sekaligus menunjukkan komitmen kuat untuk saling membantu di saat dibutuhkan. “Kegiatan ini bukan sekadar bentuk bantuan materi, tetapi juga sebagai simbol kasih sayang dan persaudaraan antaranggota. Kami berharap, bantuan ini bisa memberikan semangat dan keringanan bagi keluarga Ibu Riana,” ujar Ibu Dian dalam sambutannya. Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara terus aktif dalam berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat maupun anggotanya sendiri. Kegiatan Peduli Kasih ini merupakan wujud nyata dari semangat gotong royong yang terus dijaga dan diwariskan di dalam tubuh organisasi. Dengan semangat “Dari Srikandi untuk Srikandi,” kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh anggota untuk terus menebar kebaikan dan memperkuat solidaritas dalam setiap langkah perjuangan.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Pelaku industri furnitur di Kabupaten Jepara mulai merasakan tekanan setelah Amerika Serikat resmi menerapkan tarif resiprokal sebesar 32% terhadap produk impor, termasuk furnitur asal Indonesia. Kebijakan yang diberlakukan sejak 9 April 2025 itu menjadi tantangan baru bagi eksportir, terutama bagi mereka yang bergantung pada pasar AS. Salah satu yang terdampak adalah PT Raisa Furnitur, perusahaan yang berlokasi di kawasan Bandengan, Jepara. Setiap tahunnya, perusahaan ini mengekspor hingga 12 kontainer furnitur ke Negeri Paman Sam, dengan nilai per kontainer mencapai 30 ribu USD. “Baru berjalan beberapa hari, tapi efeknya sudah terasa. Dua dari tiga kontainer yang rencananya akan dikirim terpaksa kami tunda,” ujar Hadiyatu Nasiah, Manajer Marketing PT Raisa Furnitur, Jumat (11/4/2025). Ia juga menyampaikan kekhawatirannya karena belum ada pesanan baru dari buyer AS, padahal biasanya dua pekan setelah Lebaran, order sudah mulai masuk. Ketidakpastian ini diperparah oleh kondisi ekonomi global yang sedang lesu. Pasar Tradisional Terancam, Diversifikasi Jadi Jalan Keluar AS selama ini menjadi salah satu pasar utama bagi industri furnitur Jepara. Berdasarkan data ekspor tahun 2024, dari total 589 juta USD nilai ekspor seluruh komoditas Jepara, sektor furnitur kayu menyumbang lebih dari 174 juta USD. Sebanyak 151 eksportir aktif menyalurkan produk ke 54 negara, termasuk AS. Namun kini, dengan dikenakannya tarif tinggi, pelaku usaha mulai mempertimbangkan untuk menjajaki pasar alternatif. Negara-negara seperti Belgia, Inggris, Jerman, Prancis, hingga Australia disebut-sebut sebagai tujuan ekspor potensial di tengah gejolak pasar global. Pemkab Jepara Turun Tangan Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Jepara Witiarso Utomo menyatakan akan segera menggelar pertemuan dengan para eksportir. Selain mendengarkan keluhan, pemerintah daerah juga akan mengevaluasi strategi ekspor dan membuka peluang ke pasar-pasar non-tradisional. “Kami memahami kekhawatiran para pelaku usaha. Pemerintah daerah akan memfasilitasi dialog dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menjaga daya saing ekspor kita,” ungkapnya. Meski demikian, Witiarso tetap optimistis. Ia menilai bahwa produk Jepara masih memiliki keunggulan kompetitif, bahkan dibanding beberapa negara pesaing. “Vietnam misalnya, dikenakan tarif hingga 40 persen oleh AS. Kita masih lebih ringan. Ini masih bisa menjadi celah untuk mempertahankan pasar,” ujarnya. Menanti Langkah Pemerintah Pusat Seiring meningkatnya tensi perang dagang global, pelaku industri berharap pemerintah pusat segera mengambil langkah strategis. Dukungan dalam bentuk diplomasi dagang, insentif fiskal, hingga penguatan promosi internasional menjadi harapan besar agar industri furnitur lokal tak kehilangan pasar utamanya. Jepara, yang selama ini dikenal sebagai pusat furnitur berkelas dunia, kini tengah menata langkah untuk menghadapi gelombang baru perdagangan internasional yang penuh tantangan.(Wely-jateng) Sumber: Diskominfo jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Polres Semarang_Polda Jateng. Lokasi kantong istrahat truk di Jl. Soekarno-Hatta KM 30, tepatnya di depan pabrik minuman Coca Cola digegerkan penemuan seorang driver truk pasir meninggal dunia di dalam truk Kamis Pagi, 10 April 2025. Kejadian yang diketahui pertama kali oleh Ari Antono (39 Th) warga Surakarta ini, terjadi sekitar pukul 09.00 Wib. Dimana saksi yang juga beristrahat di dalam truk yang dikemudikannya, berada tepat di depan truk korban. “Saat saya istirahat sekitar pukul 01.00 Wib, saya tidak tau kalau ada truk lain yang juga berhenti dibelakang truk saya, sekitar jam 9 saya hendak jalan namun saya turun untuk cek kondisi truk. Namun truk dibelakang saya tidak jalan, lalu saya ajak rekan untuk melihat dalam truk tersebut namun pengemudi tidak merespon, lalu saya melaporkan ke Security pabrik yang berada di seberang lokasi.” Ungkapnya. Melihat kejadian tersebut, Security pabrik langsung menghubungi Polsek Bergas. Polsek Bergas dipimpin Kapolsek AKP Harjono SH., langsung mendatangi lokasi kejadian. Dalam keterangannya AKP Harjono menuturkan bahwa, saksi tidak mengenal korban. Dan setelah kita cek identitas yang dibawa korban, diketahui korban merupakan warga Kab. Demak bernama Slamet Hidayat (60 Th) dengan truk bermuatan pasir Nopol H 8786 LE. “Kami lakukan pemeriksaan dilokasi maupun meminta keterangan saksi saksi, diketahui saksi yang menemukan pertama kali tidak mengenal korban. Dan saat istrahat di lokasi tersebut, saksi tidak tau ada truk lain parkir dibelakang truk miliknya. Merasa janggal karena tidak kunjung jalan, saksi mencoba cek truk milik korban bersama rekannya namun korban tidak respon.” Jelasnya. Setelah dilakukan pemeriksaan lokasi kejadian dan meminta keterangan sejumlah saksi, selanjutnya Polsek Bawen membawa korban ke RS. Ken Saras untuk dilakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan pihak RS. Ken Saras dr. Merdiana, AKP Harjono menuturkan hasil pemeriksaan luar bahwa dalam tubuh korban tidak ditemukan tanda tanda kekerasan. “Dugaan awal dari hasil pemeriksaan RS. Ken Saras, korban mengalami serangan jantung. Tidak ada tanda tanda kekerasan pada tubuh korban.” Tegasnya. Pihak Polsek Bergas yang selanjutnya berkoordinasi dengan Polres Demak, berhasil menghubungi keluarga korban di Demak. Diwakili anak kandung korban sebagai pihak keluarga, pihak keluarga membuat surat pernyataan menolak autopsi dan jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. “Jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga dengan membuat surat pernyataan, dan berikut barang bawaan korban juga kami serahkan lengkap kepada pihak keluarga.” Tutup AKP Harjono SH. (Wely-jateng) Sumber:humas polda jateng