Bidik-kasusnews.com Jakarta – Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM-Pidum), Prof. Dr. Asep N. Mulyana, S.H., M.Hum., menerima kunjungan dari Tim Advokat Penegak Hukum Anti Premanisme (TUMPAS) pada Rabu, 4 Juni 2025, di Ruang Rapat JAM-Pidum, Kejaksaan Agung RI. Pertemuan ini bertujuan mempererat kerja sama antara Kejaksaan dan kalangan advokat dalam melawan praktik premanisme yang marak terjadi di masyarakat, khususnya yang bersembunyi di balik nama organisasi kemasyarakatan (ormas). Audiensi ini dihadiri oleh 29 orang anggota dan pengurus TUMPAS, dipimpin langsung oleh Ketua Tim, Saor Siagian, S.H., M.H. Dalam pertemuan tersebut, TUMPAS menyampaikan dukungannya terhadap Kejaksaan RI, khususnya dalam penegakan hukum yang tegas terhadap premanisme. “Kami melihat premanisme sudah menyusup ke berbagai sektor, bahkan di pemerintahan. Ini tidak hanya meresahkan masyarakat, tapi juga menghambat investasi dan pembangunan. Kami ingin Kejaksaan mengambil peran aktif dalam pencegahan dan penindakan,” ujar Saor. Menanggapi hal itu, JAM-Pidum menyampaikan apresiasi atas dukungan dari kalangan advokat. Ia menjelaskan bahwa Kejaksaan RI terus berupaya memperkuat penanganan premanisme melalui berbagai langkah strategis. Salah satunya lewat penyusunan rencana aksi oleh Persatuan Jaksa Indonesia (PERSAJA) yang akan diteruskan ke bidang intelijen untuk langkah selanjutnya. Namun, JAM-Pidum juga menekankan bahwa ada batasan kewenangan dalam tugas Kejaksaan. “Kami hanya bisa menangani perkara yang sudah disidik oleh Kepolisian. Tanpa SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan), Kejaksaan tidak bisa bertindak,” jelasnya. Selain isu premanisme, TUMPAS juga menanyakan soal penempatan personel TNI di lingkungan Kejaksaan. JAM-Pidum menjelaskan bahwa hal tersebut sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 dan didukung oleh kerja sama resmi antara Kejaksaan dan TNI. Penempatan itu dilakukan demi perlindungan jaksa dan pengamanan institusi Kejaksaan. Menutup audiensi, kedua pihak sepakat untuk terus membuka ruang komunikasi dan kolaborasi. Kerja sama antara aparat penegak hukum dan masyarakat sipil, khususnya advokat, dinilai penting untuk menciptakan lingkungan hukum yang lebih aman, adil, dan tertib. Hadir dalam pertemuan tersebut jajaran pejabat eselon II di lingkungan JAM-Pidum, antara lain Direktur A Nanang Ibrahim Soleh, S.H., M.H., Direktur D Agus Sahat, S.H., M.H., Plt. Direktur E Dr. Desy Meutia Firdaus, S.H., M.Hum., serta Koordinator Abdullah Noerdeny, S.H., M.H.(Wely)

Bidik-kasusnews.com Jakarta, 5 Juni 2025 – Upaya pemberantasan korupsi kembali menjadi sorotan publik setelah Kejaksaan Agung Republik Indonesia memeriksa sejumlah saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). Salah satu saksi yang diperiksa dalam perkara ini adalah seorang pegawai berinisial SBY, yang menjabat sebagai anggota tim teknis analisa kebutuhan perangkat TIK untuk sekolah dasar dan menengah pada tahun anggaran 2020. Pemeriksaan dilakukan oleh tim Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) dalam rangka mendalami keterlibatan berbagai pihak dalam proyek digitalisasi pendidikan tersebut. Selain SBY, penyidik juga memeriksa MLS, yang kala itu menjabat sebagai Direktur Sekolah Menengah Pertama sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) tahun 2020. Keduanya dianggap memiliki posisi strategis dalam proses perencanaan dan pelaksanaan program yang kini tengah diusut akibat dugaan penyimpangan anggaran. Menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Harli Siregar, pemeriksaan ini merupakan bagian dari rangkaian penyidikan terhadap 28 orang saksi yang telah dimintai keterangan sejak kasus ini mencuat. Namun hingga kini, belum ada mantan menteri atau pejabat eselon I yang ikut terseret. > “Belum ada eks Menteri yang diperiksa dari 28 saksi yang dimintai keterangan,” ujar Harli kepada awak media, Rabu (4/6/2025) malam.   Meski demikian, penyidik terus melakukan pengembangan, termasuk menelusuri barang bukti hasil penggeledahan yang dilakukan di tiga lokasi berbeda—yakni kediaman tiga mantan staf khusus Menteri Nadiem Makarim, yaitu Ibrahim Arief, Fion Handayani, dan Juris Stan. Dari penggeledahan tersebut, tim penyidik menyita berbagai dokumen penting dan perangkat elektronik yang diduga terkait dengan dugaan korupsi pengadaan laptop untuk digitalisasi sekolah. Program pengadaan laptop ini merupakan bagian dari inisiatif besar pemerintah untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan. Namun, realisasinya kini menghadapi sorotan tajam setelah muncul dugaan mark-up harga dan ketidaksesuaian spesifikasi barang. Kejaksaan belum mengungkap siapa calon tersangka dalam kasus ini, namun penelusuran terhadap aliran dana dan tanggung jawab pengambilan keputusan akan menjadi kunci untuk mengurai siapa aktor utama di balik skandal ini. Publik menantikan kelanjutan penyidikan, terutama apakah kasus ini akan menyeret pejabat tinggi yang saat itu berperan dalam program digitalisasi pendidikan. Kasus ini menunjukkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam proyek-proyek berskala nasional. Pendidikan digital adalah masa depan, namun masa depan itu tak boleh dikotori oleh praktik korupsi.(Wely) Sumber:Suara.com

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Polres Jepara | Dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional, Kepolisian Resor (Polres) Jepara, Polda Jawa Tengah, menggelar Panen Raya Jagung Serentak Tahap II di lahan pertanian Desa Srobyong, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, pada Kamis (5/6/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari peran aktif Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri dan dilaksanakan serentak secara virtual melalui Zoom langsung dengan Presiden RI Prabowo Subianto. Acara ini dihadiri oleh Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso yang diwakili oleh Wakapolres Jepara Kompol Edy Sutrisno, unsur Forkopimda, jajaran TNI-Polri, masyarakat, kelompok tani, hingga para petani setempat. Wakapolres Jepara Kompol Edy Sutrisno menegaskan, bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mendukung program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. “Panen raya ini adalah bukti komitmen dan kontribusi nyata Polri dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Kita ingin hadir, tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga menjaga ketersediaan pangan rakyat,” tegas Kompol Edy Sutrisno. Kegiatan panen serentak ini juga dilakukan di Desa Srobyong, Kecamatan Mlonggo, dengan pelaksanaan virtual terpusat di Bengkayang Kalimantan Barat. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama serta sambutan dari Wakapolres Jepara. Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi panen raya oleh Wakapolres Jepara bersama jajaran Forkopimda serta tamu undangan lainnya. “Ketahanan pangan adalah pondasi utama bagi kemajuan bangsa. Jika kita bisa swasembada jagung, padi, dan hasil pertanian lainnya, itu adalah titik balik kemandirian Indonesia,” pungkasnya. Panen raya ini diharapkan mampu menginspirasi masyarakat untuk memaksimalkan lahan produktif demi mendukung produksi pangan lokal. Selain meningkatkan kesejahteraan petani, kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi dan kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat sektor pertanian di Kabupaten Jepara. (Wely-jateng) Sumber:humas polres jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 5 Juni 2025 — Dalam rangka mempererat hubungan antarlembaga dan meningkatkan sinergitas dalam pelaksanaan tugas, Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, melakukan kunjungan silaturahmi ke Markas Komando Distrik Militer (Kodim) Jepara. Kunjungan ini disambut langsung oleh Komandan Kodim Jepara beserta jajaran. Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Dandim. Dalam kesempatan tersebut, Renza Maisetyo menyampaikan pentingnya memperkuat kerja sama antara Rutan dan Kodim, khususnya dalam hal pengamanan dan pembinaan warga binaan. “Sinergi dan Harmonisasi antar instansi merupakan kunci keberhasilan dalam menjalankan tugas negara. Kami berharap Kodim Jepara dapat terus menjadi mitra strategis dalam menjaga stabilitas dan ketertiban di lingkungan Rutan,” ujar Renza. Dandim Jepara menyambut baik kunjungan tersebut dan menyatakan komitmennya untuk mendukung program-program Rutan Jepara yang sejalan dengan misi pembinaan dan keamanan. Ia juga menegaskan bahwa TNI siap berkolaborasi dalam berbagai kegiatan positif, baik di dalam rutan maupun dalam bentuk penguatan wawasan kebangsaan bagi warga binaan. Pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk berdiskusi mengenai langkah-langkah konkret yang dapat dilakukan bersama, termasuk pelatihan kedisiplinan, pembekalan bela negara, serta peningkatan koordinasi dalam hal kontinjensi keamanan. Kunjungan diakhiri dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama sebagai simbol terjalinnya hubungan baik antarinstansi. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Rutan Jepara dalam membangun kolaborasi lintas sektor guna menciptakan sistem pemasyarakatan yang lebih humanis, aman, dan berkelanjutan. (Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 5 Juni 2025 – Baru seratus hari menjabat, duet kepemimpinan Bupati Jepara H. Witiarso Utomo dan Wakil Bupati M. Ibnu Hajar sudah menunjukkan langkah nyata menuju perubahan. Di bawah visi besar Jepara Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius (MULUS), pasangan ini memulai gebrakan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Dalam acara pemaparan capaian 100 hari kerja di Sokorame Kafe Jepara, Rabu (4/6), Mas Wiwit – sapaan akrab Bupati Jepara – menegaskan bahwa perubahan tidak cukup hanya dengan janji. Perubahan harus hadir melalui kerja konkret dan kebijakan yang berpihak pada rakyat. Bupati Ngantor di Desa: Pemimpin Hadir di Tengah Rakyat Salah satu program yang paling menyita perhatian adalah “Bupati Ngantor di Desa.” Dalam 100 hari, Mas Wiwit dan perangkat daerah hadir langsung di delapan desa untuk menyerap aspirasi warga. Bukan sekadar seremoni, kegiatan ini menjadi wadah nyata bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan, usulan, hingga keluhan. Hebatnya, program ini menjadi yang pertama dan satu-satunya di Jawa Tengah. Tak heran jika apresiasi mengalir dari berbagai kalangan. Menjalin Harmoni Lewat Jumat Berangkat Tak hanya menyapa umat Islam di masjid, program “Jumat Berangkat” juga menyentuh tempat ibadah umat lain, seperti vihara dan gereja. Gus Wabup, sapaan akrab Wakil Bupati, menegaskan komitmennya membangun Jepara yang religius dan menjunjung tinggi toleransi. “Jepara harus menjadi rumah yang damai bagi semua keyakinan,” ungkap Gus Hajar. Tiga Kartu, Tiga Harapan Baru Di bidang kesejahteraan sosial, trio kartu diluncurkan: Kartu Kader Kesehatan Sejahtera (K3S) untuk 7.227 kader desa. Kartu Guru Sejahtera yang tahun ini sudah menyasar 10–11 ribu guru dari total 17 ribu. Kartu Sarjana Jepara untuk mahasiswa kurang mampu, bekerja sama dengan 12 kampus dan sudah mencetak 139 penerima. Target tahun depan? 2.000 sarjana baru. Jepara Tanggap 112: Satu Nomor, Semua Darurat Pada 19 Mei 2025, layanan Jepara Tanggap 112 resmi diluncurkan. Masyarakat kini bisa melapor darurat – dari kebakaran hingga bencana – secara cepat dan gratis. Ini adalah langkah krusial untuk membangun sistem penanganan yang responsif dan profesional. Jalan Mulus, Ekonomi Tancap Gas Tak bisa dimungkiri, infrastruktur jalan adalah urat nadi perekonomian. Dalam 100 hari, sebanyak 123,8 km jalan kabupaten berhasil diperbaiki, termasuk 2,7 km ruas baru dan 35 km jalan provinsi. Klinik Jalan bahkan mencatat realisasi 128 km dari target 101 km, dan tahun ini ditargetkan menembus 300 km perbaikan. “Masyarakat berhak menikmati jalan yang aman dan nyaman,” ujar Mas Wiwit. Lapangan Kerja & UMKM Jadi Prioritas Program Jepara Karya mempertemukan 27 perusahaan dengan 2.600 pencari kerja. Hasilnya, 518 orang langsung diterima. Sementara itu, program UMKM Naik Kelas memberi pelatihan, akses modal, sertifikasi halal, hingga legalitas usaha. “UMKM adalah tulang punggung ekonomi rakyat. Tugas kami adalah membuat mereka naik kelas,” tegas Bupati. Pariwisata Digital, Pendapatan Meroket Langkah digitalisasi destinasi wisata lewat e-ticketing pun mulai berbuah manis. Dalam lima bulan, pendapatan daerah dari sektor wisata melonjak 19,9% – dari Rp1,86 miliar menjadi Rp2,23 miliar. Menatap Ke Depan: Bersama Kawal Jepara MULUS Mas Wiwit menutup pemaparannya dengan ajakan terbuka: masyarakat diajak terus mengawal, mengkritik, dan memberi masukan lewat kanal partisipatif seperti Wadul Bupati. “Kita wujudkan Jepara yang makmur dan berkeadilan bukan hanya lewat program, tapi lewat kolaborasi,” pungkasnya.(Wely-jateng) Sumber: Diskominfo jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Semarang, 4 Juni 2025 – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyerahkan secara langsung Surat Keputusan (SK) pengangkatan kepada 3.947 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap I tahun 2024 di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Penyerahan SK tersebut berlangsung di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang. Dalam sambutannya, Gubernur menekankan pentingnya integritas bagi seluruh pegawai yang baru diangkat. Ia mengingatkan bahwa pengangkatan ini bukan semata-mata bentuk penghargaan atau prestasi pribadi, melainkan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. > “Kerja dengan hati, bukan terikat kepada pujian atau jabatan, tetapi bagaimana rekan-rekan bekerja dengan tulus dan ikhlas untuk memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat,” ujarnya. Selain penyerahan SK CPNS dan PPPK, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pelantikan 107 guru menjadi Kepala Sekolah di tingkat SMA, SMK, dan SLB Negeri. Gubernur menekankan bahwa proses penempatan kepala sekolah dilakukan dengan prinsip profesionalisme dan tidak boleh ada titipan atau intervensi yang tidak sesuai aturan. > “Syukuri penempatan yang ada, karena semua penugasan ini adalah amanah,” tegasnya. Ia juga menyampaikan bahwa penempatan kepala sekolah mempertimbangkan kedekatan domisili, guna mendukung efektivitas kerja dan keseimbangan kehidupan pribadi. Kepala SMK Negeri 2 Cilacap, Navy Hardiati, menyambut baik kebijakan ini dan menyatakan bahwa kebijakan tersebut sangat berdampak positif terhadap semangat kerja para guru. Sementara itu, salah satu guru yang diangkat sebagai PPPK, Rahmadi dari SMAN 6 Kota Semarang, menyampaikan rasa syukurnya. Ia telah mengabdi sebagai guru honorer selama 12 tahun dan menyatakan kesiapannya untuk bekerja lebih optimal dalam mencerdaskan siswa. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, melaporkan bahwa total formasi CPNS dan PPPK tahun 2024 yang terisi sebanyak 3.947 formasi, dengan rincian sebagai berikut: 230 CPNS umum 2 CPNS teknis 228 CPNS fungsional kesehatan 6 CPNS kedinasan STTD 2.578 PPPK guru 1.133 PPPK teknis Adapun 107 guru yang dilantik sebagai Kepala Sekolah terdiri dari: 53 Kepala SMA Negeri 50 Kepala SMK Negeri 4 Kepala SLB Negeri Gubernur berharap agar seluruh pegawai yang baru diangkat mampu menjaga integritas dan terus berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di sektor pendidikan, demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.(wely-jateng) Sumber:jatengprov.go.id

JATENG – Bidik-kasusnews.com | Pati – Kodim 0718/Pati menggelar upacara penutupan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2025 di Desa Sukobubuk, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati. Rabu (4/6/2025). Bertindak selaku Inspektur Upacara, Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Inf Jon Young Saragi, S.Sos., M.I.P., memimpin langsung jalannya prosesi penutupan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Dalam amanatnya, Dandim menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam menyukseskan program TMMD, baik dari unsur TNI, pemerintah daerah, maupun masyarakat setempat. “TMMD merupakan bentuk sinergi antara TNI dan rakyat dalam membangun desa, serta memperkuat ketahanan wilayah. Kegiatan ini tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat jiwa kebangsaan dan gotong royong masyarakat,” ujar Dandim. Selama pelaksanaan TMMD yang berlangsung selama satu bulan, berbagai kegiatan telah dilaksanakan, antara lain pembangunan jalan, renovasi rumah tidak layak huni, serta penyuluhan kepada masyarakat mengenai wawasan kebangsaan, kesehatan, dan pertanian. Program TMMD di Desa Sukobubuk ini menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah pedesaan, serta mempererat hubungan antara aparat dan warga. Upacara penutupan dihadiri oleh unsur Forkopimda Kabupaten Pati, perangkat desa, tokoh masyarakat, pelajar, serta warga setempat yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Dengan berakhirnya program ini, diharapkan hasil pembangunan yang telah dicapai dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan menjadi modal untuk terus meningkatkan kesejahteraan serta semangat kebersamaan di tengah masyarakat.(Kasnadi)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Malam yang sepi di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, berubah tegang saat sekelompok remaja tertangkap basah mencoba membobol sebuah counter HP, Senin (2/6/2025) sekitar pukul 23.30 WIB. Aksi mereka berhasil digagalkan berkat kewaspadaan warga yang sigap bertindak. Kejadian bermula ketika Muhammad Riga Setiawan (28), pemilik counter, menutup tokonya sekitar pukul 22.00 WIB dan pergi ke acara pengajian di Desa Mantingan. Tak disangka, malam itu tokonya menjadi sasaran kelompok remaja yang nekat mencoba membongkar pintu belakang.ungkap kasat Reskrim jepara AKP Wildan Kepada Bidik-kasusnews Rabo 4/6/2025 Warga sekitar, khususnya Budi (40), mencurigai suara berisik dari arah toko. Ia langsung mengecek namun tak menemukan siapa pun. Merasa ada yang tidak beres, Budi menghubungi Riga. Bersama-sama mereka kembali ke lokasi dan menemukan pintu belakang counter dalam kondisi rusak. Puncak ketegangan terjadi ketika dua remaja, belakangan diketahui berinisial RF (16) dan WD (18), muncul di lokasi untuk mengambil motor Honda Vario Techno milik mereka yang diparkir di dekat counter. Gerak-gerik mencurigakan mereka segera menarik perhatian warga. Tak berselang lama, tiga remaja lainnya datang menyusul dengan motor Honda Beat berwarna putih-merah. Setelah diinterogasi oleh warga, kelimanya akhirnya mengakui perbuatannya — mencoba membobol counter dalam kondisi sepi.ujar wildan Identitas para terduga pelaku: RF (16) – warga Desa Ngemplak AD (15) – warga Desa Pekalongan GF (20) – warga Desa Tanah Abang WD (18) – warga Desa Kauman MR (14) – warga Desa Ngemplak Beruntung, warga tidak main hakim sendiri. Para pelaku langsung diamankan dan dilaporkan ke Polsek Batealit, yang dengan sigap mengirim petugas ke lokasi kejadian. Polisi segera melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta mendata saksi dan pelaku. Barang bukti yang diamankan: 1 unit Honda Vario Techno (K 6690 JV) 1 unit Honda Beat putih-merah (K 5932 ANC) Untuk mencegah amukan massa, kelima pelaku kini diamankan di Mapolsek Batealit. Pihak kepolisian juga memfasilitasi proses mediasi antara pelaku dan korban. Surat pernyataan telah dibuat, sebagai langkah awal penyelesaian kasus. > “Kami mengapresiasi warga yang cepat tanggap namun tetap tenang, tidak main hakim sendiri. Semua proses kami tangani sesuai hukum.tambanya Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu waspada, bahkan di lingkungan yang terlihat aman. Sementara itu, harapan besar disematkan agar para remaja yang terlibat bisa mendapat pembinaan yang layak dan tidak mengulangi kesalahan serupa.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 4 Juni 2025 — Pembangunan infrastruktur desa terus menjadi fokus utama dalam pemerataan pembangunan daerah. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut terlihat dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-124 Tahun 2025, yang dilaksanakan di Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara. Dalam program ini, pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1.490 meter menjadi proyek unggulan. Infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas warga, memperlancar konektivitas antarwilayah, serta mendorong percepatan distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi desa. Program TMMD ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Jepara. Bupati Jepara H. Witiarso Utomo (Mas Wiwit) yang diwakili oleh Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar (Gus Hajar), menghadiri Upacara Penutupan TMMD Reguler ke-124 bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jepara, di Lapangan Desa Kecapi, Rabu (4/6/2025). Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Staf Kodam IV/Diponegoro Brigjen TNI M. Andhy Kusuma, yang juga meninjau sejumlah hasil pembangunan fisik, seperti jalan rabat beton, sumur bor, embung, dan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). > “Saya sangat puas dengan hasil TMMD di Desa Kecapi, Kabupaten Jepara. Seluruh kegiatan fisik telah selesai 100 persen dan manfaatnya langsung bisa dirasakan masyarakat,” ujar Brigjen TNI Andhy Kusuma usai kunjungan lapangan. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan stakeholder lainnya dalam menciptakan pembangunan infrastruktur yang merata dan berkelanjutan. Program TMMD, lanjutnya, merupakan bagian dari dukungan nyata terhadap pencapaian visi-misi Kabupaten Jepara yang dikenal dengan akronim MULUS (Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius). Selain mendorong pembangunan fisik, TMMD juga memperkuat kemanunggalan antara TNI dan rakyat. Antusiasme masyarakat Desa Kecapi turut mewarnai suksesnya pelaksanaan TMMD. Ketua RW 08 RT 24, Sugiri, menyampaikan apresiasi atas pembangunan yang dilakukan secara gotong royong oleh TNI dan pemerintah daerah. > “Saya mewakili warga Desa Kecapi mengucapkan terima kasih kepada Bapak-bapak TNI dan Pemkab Jepara. Warga kami sangat senang, mudah-mudahan hasil pembangunan ini bermanfaat dan akan kami jaga bersama,” ungkap Sugiri. Dengan rampungnya kegiatan TMMD Reguler ke-124 ini, diharapkan Desa Kecapi semakin maju dan sejahtera, serta menjadi contoh sinergi pembangunan yang melibatkan masyarakat secara langsung.(Wely-jateng) Sumber: Diskominfo jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Semarang, 4-juni–2025- Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang bergerak cepat menanggapi video viral yang memperlihatkan aksi pemalakan terhadap seorang sopir truk di Jalan Alteri Yos Sudarso, Kelurahan Kemijen, Kecamatan Semarang Timur. Dalam video tersebut, terlihat seorang pria memaksa meminta uang parkir dari sopir truk, lalu kembali dengan membawa senjata tajam untuk mengintimidasi korban. Kejadian ini berlangsung pada Jumat (30/5/2025) sekitar pukul 11.45 WIB. Pelaku diketahui bernama Davit Johan Prakoso (25), warga Semarang Barat. Saat kejadian, korban bernama Maulana (23), seorang sopir truk asal Kota Kediri, sedang berhenti karena kendaraannya mogok. Menurut keterangan Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Agung Setiyo Budi, pelaku mendatangi korban dan memaksa meminta uang parkir. Namun karena ditolak, terjadi adu mulut antara keduanya. Pelaku kemudian meninggalkan lokasi. “Karena permintaannya tidak dituruti oleh sopir, pelaku terlibat cekcok dan kemudian pergi meninggalkan tempat,” ujar Kompol Agung dalam keterangannya. Tak lama berselang, pelaku kembali ke rumahnya untuk mengambil dua bilah senjata tajam, yakni samurai dan parang. Ia bahkan sempat mengajak temannya untuk ikut ke lokasi, meski temannya menolak. Pelaku akhirnya mengancam temannya agar ikut bersamanya. “Pelaku kemudian kembali ke lokasi kejadian dengan membawa satu bilah samurai dan satu bilah parang, dan menantang korban berduel,” lanjut Agung. Merasa terancam, korban segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Semarang Timur. Polisi langsung menindaklanjuti laporan itu dan berhasil menangkap pelaku. Dalam penangkapan tersebut, turut disita dua barang bukti berupa satu samurai sepanjang 90 cm dan satu parang sepanjang 60 cm. Atas perbuatannya, Davit Johan Prakoso dikenai Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam tanpa izin, serta Pasal 368 KUHP tentang pemerasan. “Pelaku saat ini telah diamankan dan masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut,” tutur Kompol Agung. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi di lokasi, termasuk warga sekitar yang menyaksikan langsung kejadian tersebut. Kompol Agung menegaskan bahwa aksi kekerasan seperti ini menjadi perhatian serius kepolisian. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor jika mengalami atau melihat tindakan premanisme. > “Kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika mengalami atau menyaksikan tindak premanisme,” tegasnya. (Wely-jateng) Sumber:Humas Polda jateng