JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Polres Jepara Sekelompok pemuda di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng), berhasil dibubarkan aparat kepolisian lantaran nekat pesta minuman keras (miras) ketika bulan suci Ramadan pada Sabtu (22/3/2025) malam. Pembubaran tersebut terjadi setelah Tim Presisi Siraju Polres Jepara menerima laporan masyarakat melalui WhatsApp Siraju (08112894040) dan Call Center 110 Polri. Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso melalui Kasihumas AKP Dwi Prayitna mengatakan, bahwa pembubaran dilakukan Tim Patroli Polres Jepara terkait adanya aduan dari masyarakat bahwa di sekitar jembatan cinta dan Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara sering terjadi kegiatan pesta miras. Pesta Miras yang dilakukan oleh sekelompok pemuda ini menjadi sorotan setelah pihak kepolisian menerima laporan dari masyarakat sekitar maupun melalui Layanan Aduan Polres Jepara yakni WhatsApp Siraju dinomer 08112894040 dan panggilan telepon darurat Call Center 110 Polri. “Setelah tiba di lokasi, Tim Siraju langsung melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang terlibat dalam kegiatan minum-minuman keras itu,” ujarnya. Di dua lokasi tersebut, polisi pun menyita tiga botol Miras berbagai merk. “Sekelompok pemuda yang terlibat dalam pesta miras ini langsung kami didata identitas diri dan diberikan pembinaan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi,” sambung Kasihumas. “Pesta miras yang dilakukan sekelompok pemuda ini sangat mengganggu kenyamanan warga. Ini yang dikeluhkan warga. Bisa jadi terjadi keributan atau perkelahian yang dipicu miras, terlebih saat ini memasuki bulan suci ramadan,” papar dia. AKP Dwi pun mengapresiasi respons cepat dari Tim Patroli Siraju Polres Jepara dalam menindaklanjuti aduan dari warga. “Hal ini sebagai langkah antisipasi bertujuan untuk menciptakan situasi kondusif dan meminimalisir tindak kriminal, dimana perbuatan tindak pidana yang biasanya terjadi berawal dari minuman keras yang dikonsumsi pelaku,” tambahnya. Untuk itu, Kasihumas mengimbau pada warga untuk tidak melakukan aktifitas yang dapat mengganggu kamtibmas diwilayah hukum Polres Jepara seperti minum-minuman keras. “Kami akan terus melakukan patroli dan pengawasan di wilayah Kabupaten Jepara untuk mencegah terulangnya kegiatan negatif seperti ini. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk aktif melapor kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya kegiatan yang mencurigakan atau melanggar hukum,” jelasnya. AKP Dwi juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar demi terciptanya suasana yang aman dan nyaman ditengah-tengah masyarakat, terlebih saat ini bulan suci Ramadan 1446 H/2025 M. Selain membubarkan pesta miras, tim Patroli Siraju ini juga berhasil membubarkan sekelompok anak muda pengguna roda dua yang melakukan aksi konvoi dan blayer-blayer motor dikawasan Jalan Pemuda Jepara. Hal itu, berawal dari laporan masyarakat melalui WhatsApp Siraju dinomer 08112894040 dan panggilan telepon darurat Call Center 110 Polri yang menyebutkan kehadiran mereka dinilai meresahkan hingga mengganggu kelancaran lalu lintas masyarakat di sekitar lokasi tersebut. “Oleh karena itu, Tim Patroli Siraju langsung turun untuk membubarkan kerumunan secara persuasif,” ucapnya. Para pemuda pun juga diberikan imbauan untuk membubarkan diri dengan kesadaran sendiri. Berkat pendekatan yang humanis, situasi dapat dikendalikan, dan para pemuda meninggalkan lokasi tanpa insiden. Kegiatan berlangsung kondusif dan mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Selain itu, Tim Patroli Siraju jugamelakukan kegiatan patroli antisipasi aksi balap liar di wilayah SPBU Kalitekuk Tahunan hingga jalan raya Rengging-Pecangaan, hal ini untuk memastikan situasi lingkungan masyarakat tetap kondusif.(Wely-jateng) Sumber:humas polres jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Karimunjawa memiliki potensi besar dalam sektor budi daya rumput laut. Selain menjadi sumber ekonomi utama bagi masyarakat pesisir, sektor ini juga berpeluang dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis maritim. Pemerintah Kabupaten Jepara berkomitmen untuk mendukung pengembangan budi daya rumput laut agar lebih produktif dan berkelanjutan. Dukungan Penuh dari Pemerintah Kabupaten Jepara Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo, menegaskan komitmennya dalam mengembangkan budi daya rumput laut di Karimunjawa. Saat berdiskusi dengan para pembudidaya di Dukuh Mrican, Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, pada Sabtu (22/3/2025), ia menargetkan peningkatan hasil panen dan kesejahteraan masyarakat. “Saya ingin program rumput laut di Karimunjawa ini dan di Jepara wajib hukumnya sukses berkelanjutan,” ujar Bupati, yang akrab disapa Mas Wiwit. Menurut warga setempat, budi daya rumput laut di Karimunjawa telah berlangsung selama 25 tahun. Melihat potensi besar ini, pemerintah berencana memberikan bantuan berupa bibit dan peralatan guna mengembangkan lahan seluas lebih dari 500 hektare. Mas Wiwit meminta pembudidaya mengajukan proposal agar bantuan dapat disalurkan secara merata. “Saya sudah berbincang dengan Pak Petinggi, kira-kira ada lebih dari 500 hektare yang bisa kita kelola untuk pengembangan budi daya rumput laut di Kemujan. Silakan ajukan proposalnya agar bantuan dapat disalurkan,” tambahnya. Potensi Budi Daya Rajungan dan Solusi Kendala Pembudidaya Selain rumput laut, pemerintah juga melihat potensi budi daya rajungan yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir. Pemkab Jepara berencana memberikan bantuan berupa kompartemen budi daya rajungan dengan kajian bahan yang lebih ramah lingkungan. Namun, tantangan utama yang dihadapi para pembudidaya adalah faktor cuaca dan hama. Untuk mengatasi kendala ini, Mas Wiwit mengusulkan agar pembudidaya belajar dari daerah lain yang lebih maju dalam sektor ini, seperti Wakatobi. “Jika para petani rumput laut ingin belajar ke Wakatobi, kami siap memfasilitasi. Dengan begitu, sebelum investasi dari Pemerintah Pusat datang, kita sudah memiliki pengalaman, termasuk dalam pengendalian hama,” jelasnya. Integrasi dengan Wisata Edukasi Selain meningkatkan produksi, pengembangan industri berbasis rumput laut juga menjadi perhatian. Pemerintah ingin menjadikan budi daya rumput laut sebagai daya tarik wisata edukasi, di mana wisatawan dapat melihat langsung proses pembudidayaan, panen, hingga pengolahan rumput laut. “Saya ingin nanti wisatawan yang datang ke sini tidak hanya menikmati pantai, tapi juga bisa melihat langsung proses budi daya, pemanenan, hingga pengolahan rumput laut. Dengan begitu, sektor wisata dan perikanan bisa saling mendukung,” kata Mas Wiwit. Dengan konsep ini, diharapkan ada peningkatan nilai ekonomi bagi masyarakat setempat serta menarik lebih banyak wisatawan ke Karimunjawa. Target Kontribusi untuk Produksi Nasional Mas Wiwit menegaskan bahwa program ini harus berkelanjutan dan bukan sekadar seremoni. Pemerintah daerah menargetkan kontribusi 10 persen dari total 10 ribu hektare yang dicanangkan secara nasional. “Kemarin saya menjanjikan akan mengecek berapa hektare yang siap dikelola. Pemerintah Pusat mencanangkan 10 ribu hektare, kalau saya bisa mencapai seribu, itu berarti 10 persen dari target nasional. Harapannya, Jepara bisa menjadi penyumbang utama komoditas rumput laut,” tegasnya. Antusiasme masyarakat terhadap program ini cukup tinggi. Mereka mengapresiasi upaya pemerintah dalam menjembatani komunikasi dengan kementerian serta membuka peluang pasar yang lebih luas. “Terima kasih sudah menjembatani ikhtiar kami agar sukses. Dengan adanya dukungan ini, kami optimis bisa meningkatkan produksi dan kesejahteraan,” ujar salah satu pembudidaya.(Wely-jateng) Sumber: Diskominfo jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 23 Maret 2025 – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kunir, Dukuh Jehan RT 01 RW 04, Kecamatan Keling, mengakibatkan tanah longsor yang menutup akses jalan utama. Material berupa lumpur, tanah, dan batu membuat jalan tidak bisa dilewati oleh warga sekitar. Menanggapi kejadian ini, Squad Nusantara PAC Keling dengan sigap turun tangan untuk melakukan kerja bakti membersihkan material longsoran. Dipimpin oleh Bendahara DPC dan Wakorcam Keling, yaitu Bapak Sunajil dan Bapak Topan, tim bersama warga setempat bekerja sama untuk menyingkirkan lumpur dan bebatuan yang menghalangi jalan. Menurut salah satu anggota Squad Nusantara, aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat agar akses jalan bisa kembali digunakan. “Kami berusaha secepat mungkin membersihkan jalan supaya aktivitas warga tidak terganggu. Ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial kami,” ujarnya. Selain anggota Squad Nusantara, warga sekitar juga turut serta dalam kegiatan gotong royong ini. Dengan alat seadanya, mereka bahu-membahu mengangkut tanah dan batu yang menutupi jalan. Berkat kerja sama yang solid, jalur yang sempat tertutup akhirnya bisa kembali digunakan. Pihak berwenang mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, terutama mengingat curah hujan yang masih tinggi. Diharapkan juga adanya tindakan lanjutan dari pemerintah setempat untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang, seperti pemasangan talud atau sistem drainase yang lebih baik. Aksi cepat tanggap seperti ini membuktikan bahwa semangat gotong royong masih kuat di tengah masyarakat. Salut untuk Squad Nusantara PAC Keling dan semua pihak yang terlibat dalam kerja bakti ini!(Wely-jateng) JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 23 Maret 2025 – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kunir, Dukuh Jehan RT 01 RW 04, Kecamatan Keling, mengakibatkan tanah longsor yang menutup akses jalan utama. Material berupa lumpur, tanah, dan batu membuat jalan tidak bisa dilewati oleh warga sekitar. Menanggapi kejadian ini, Squad Nusantara PAC Keling dengan sigap turun tangan untuk melakukan kerja bakti membersihkan material longsoran. Dipimpin oleh Bendahara DPC dan Wakorcam Keling, yaitu Bapak Sunajil dan Bapak Topan, tim bersama warga setempat bekerja sama untuk menyingkirkan lumpur dan bebatuan yang menghalangi jalan. Menurut salah satu anggota Squad Nusantara, aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat agar akses jalan bisa kembali digunakan. “Kami berusaha secepat mungkin membersihkan jalan supaya aktivitas warga tidak terganggu. Ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial kami,” ujarnya. Selain anggota Squad Nusantara, warga sekitar juga turut serta dalam kegiatan gotong royong ini. Dengan alat seadanya, mereka bahu-membahu mengangkut tanah dan batu yang menutupi jalan. Berkat kerja sama yang solid, jalur yang sempat tertutup akhirnya bisa kembali digunakan. Pihak berwenang mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, terutama mengingat curah hujan yang masih tinggi. Diharapkan juga adanya tindakan lanjutan dari pemerintah setempat untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang, seperti pemasangan talud atau sistem drainase yang lebih baik. Aksi cepat tanggap seperti ini membuktikan bahwa semangat gotong royong masih kuat di tengah masyarakat. Salut untuk Squad Nusantara PAC Keling dan semua pihak yang terlibat dalam kerja bakti ini!(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 23 Maret 2025 – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Pakis Aji sejak pukul 15.00 hingga 17.30 WIB mengakibatkan tanah longsor di Desa Gronggong, Desa Tanjung. Longsor tersebut menimpa rumah salah satu warga, Bapak Agus, yang tinggal di RT 30/04. Mendengar kabar tersebut, Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara bersama anggota dan didampingi PAC Pakis Aji segera bergerak menuju lokasi untuk memberikan bantuan. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DPC Srikandi Squad Nusantara, Bapak Eko Basuki, Ketua Harian Bapak Wawan, serta anggota lainnya, termasuk Bapak Sugeng, Bapak Inggi Tanjung, dan Bapak Harianto. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Inggi menyampaikan apresiasi terhadap gerak cepat dan kepedulian yang ditunjukkan oleh Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara. Ia berharap sinergi antara anggota PAC Pakis Aji dengan masyarakat di Desa Tanjung bisa semakin erat, sehingga ke depan dapat lebih cepat dan tanggap dalam menghadapi berbagai situasi darurat. “Kami sangat bangga dengan inisiatif dan kepedulian yang ditunjukkan oleh Srikandi Squad Nusantara. Semoga para anggota di PAC Pakis Aji semakin aktif bersinergi dalam berbagai kegiatan sosial di Desa Tanjung,” ungkap Bapak Inggi. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, terutama di wilayah rawan longsor. Dukungan dan kerja sama antara berbagai elemen masyarakat diharapkan dapat membantu warga yang terdampak serta memperkuat solidaritas dalam menghadapi situasi sulit. Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara terus mengajak seluruh masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan sekitar dan selalu siap siaga dalam menghadapi bencana. Semoga kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara:23-Maret-2025 Hujan deras yang mengguyur wilayah Senggrong, Kecamatan Pakis Aji, mengakibatkan tanah longsor yang menimpa rumah salah satu warga. Kejadian yang terjadi pada Minggu sore, pukul 17.00 WIB, mengakibatkan kerusakan di rumah milik Bapak Agus yang berlokasi di RT 29/04, Dukuh Gronggong, Desa Tanjung. Longsor terjadi akibat curah hujan yang tinggi serta posisi rumah yang berada di bawah tebing. Material tanah yang longsor menyebabkan kerusakan pada bagian rumah, meski beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Mendengar kabar tersebut, Srikandi Squad Nusantara segera turun ke lokasi untuk meninjau kondisi korban dan memberikan bantuan darurat. Kehadiran tim ini menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam. Selain memberikan bantuan, tim juga melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keamanan warga sekitar serta mencegah longsor susulan Upaya Tanggap Darurat dan Imbauan Tim relawan dan warga sekitar bekerja sama untuk membersihkan puing-puing akibat longsor. Selain itu, pihak berwenang juga melakukan asesmen terhadap kondisi tanah di sekitar lokasi guna mengantisipasi kemungkinan longsor lanjutan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan longsor. Langkah-langkah pencegahan seperti menjaga kelestarian vegetasi di daerah perbukitan serta menghindari pembangunan rumah di lereng curam sangat disarankan guna mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang. Srikandi Squad Nusantara mengajak semua pihak untuk saling membantu dalam menghadapi bencana alam serta terus meningkatkan kesadaran akan mitigasi bencana demi keselamatan bersama.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo, bersama Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna, serta jajaran kepala daerah, melakukan tinjauan langsung terhadap kondisi infrastruktur di Karimunjawa pada Sabtu (22/3/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran aksesibilitas ke kawasan wisata Karimunjawa, yang semakin berkembang sebagai destinasi unggulan. Dalam tinjauan tersebut, Bupati Jepara menyampaikan bahwa pihaknya telah memeriksa kondisi jalan di Karimunjawa dan akan segera melakukan perbaikan setelah Lebaran. “Kami akan melakukan penanganan melalui klinik jalan secara menyeluruh pada ruas jalan kabupaten di Karimunjawa sepanjang 25 kilometer, dengan menggunakan material yang lebih baik dan tahan lama,” ujar Bupati saat memeriksa kondisi jalan. Selain penambalan jalan, pemerintah daerah juga telah menyiapkan proposal pengajuan perbaikan infrastruktur kepada pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah. Jika disetujui, maka perbaikan ini akan dilanjutkan dengan pengaspalan total pada tahun 2026. Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna, memberikan dukungan penuh terhadap upaya tersebut. “Kami akan mendukung langkah-langkah Bupati dalam menyelesaikan masalah infrastruktur di Karimunjawa. Tanpa infrastruktur yang baik, pengoptimalan sektor wisata akan sulit tercapai,” kata Agus Sutisna. Komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur di Karimunjawa diharapkan dapat memperlancar akses wisatawan dan masyarakat setempat. Dengan akses jalan yang lebih baik, potensi wisata Karimunjawa dapat berkembang secara maksimal, memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah serta kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Jepara juga terus berupaya mengembangkan sektor pariwisata dengan berbagai langkah strategis, termasuk peningkatan fasilitas pendukung dan promosi wisata yang lebih luas. Dengan adanya perbaikan infrastruktur yang berkelanjutan, Karimunjawa semakin siap menjadi destinasi wisata unggulan di Indonesia.(Wely-jateng) Sumber: Diskominfo jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 22 Maret 2025 – Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Papasan, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, menyebabkan terjadinya tanah longsor pada Sabtu (22/3) sekitar pukul 17.15 WIB. Longsoran tanah dari tebing setinggi 7 meter mengakibatkan tembok rumah milik Ibu Suni (55 tahun) jebol. Beruntung, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Namun, pemilik rumah mengalami kerugian materil yang diperkirakan mencapai Rp. 8.500.000,-. Kepala Desa papasan saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan whatsap Sabtu(22/03/2025)Menyampekan Menurut kesaksian warga sekitar, Suluri (44 tahun) dan Sholeh (33 tahun) yang tinggal di RT 02 RW 01, kejadian ini berlangsung tiba-tiba. Saat itu, Suluri mendengar suara gemuruh dari arah rumah Ibu Suni. Merasa curiga, ia bersama Sholeh segera mengecek asal suara tersebut. Ketika mereka sampai di lokasi, tembok rumah Ibu Suni sudah dalam keadaan jebol akibat dorongan tanah longsoran. Diduga, kondisi tanah yang labil akibat curah hujan yang tinggi menjadi penyebab utama longsor tersebut.ujar kepala desa Kerugian dan Tindak Lanjut Kerugian yang dialami oleh Ibu Suni diperkirakan mencapai Rp. 8.500.000,-, mencakup kerusakan tembok rumah dan perabotan yang terkena dampak longsor. Warga setempat bersama pihak terkait segera melakukan pembersihan dan gotong royong untuk membantu korban membersihkan puing-puing. Pihak berwenang diharapkan dapat memberikan bantuan serta solusi pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang, terutama di daerah yang rawan longsor. Masyarakat juga diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi bencana, terutama di musim hujan dengan curah hujan tinggi. Kesimpulan Bencana tanah longsor di Desa Papasan, Bangsri, Jepara menjadi peringatan bagi warga yang tinggal di daerah berbukit untuk lebih memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Tindakan pencegahan, seperti memperkuat struktur tanah dan membangun sistem drainase yang baik, menjadi langkah penting guna menghindari kejadian serupa di masa depan. Semoga korban dapat segera mendapatkan bantuan, dan pemerintah setempat dapat mengambil langkah preventif untuk mengantisipasi bencana serupa.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo memimpin upacara serah terima jabatan (Sertijab) bagi empat Kapolres yang baru dilantik di Aula Lantai 2 Mapolda Jateng. Dalam kesempatan itu, Irjen Ribut memberikan pesan penting kepada para Kapolres yang baru agar segera beradaptasi dengan wilayah tugasnya, serta fokus pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat.21 Maret 2025 Irjen Ribut menekankan pentingnya peran Kapolres dalam menjaga keamanan selama perayaan Idulfitri dan arus mudik. “Saya berharap para Kapolres dapat bekerja maksimal dalam memastikan keamanan pemudik serta kelancaran perayaan Idulfitri tahun ini,” ujar Irjen Ribut. Selain itu, Kapolda Jateng juga menjelaskan bahwa rotasi jabatan di kepolisian merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja. Dia mengucapkan terima kasih kepada pejabat lama atas dedikasi mereka selama bertugas dan berharap pejabat baru dapat segera menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggung jawab yang ada. Irjen Ribut mengingatkan para Kapolres untuk memahami karakter masyarakat di wilayah masing-masing dan berpikir strategis dalam setiap pengambilan keputusan. Ia juga menyoroti kesiapan jajaran kepolisian dalam menjalankan Operasi Ketupat Candi 2025 yang bertujuan mengamankan arus mudik dan perayaan Lebaran. Dengan adanya rotasi jabatan ini, Kapolda berharap kinerja Polda Jawa Tengah semakin baik, dengan pelayanan yang lebih maksimal kepada masyarakat, terutama selama masa-masa perayaan besar seperti Idulfitri.(Wely-jateng) Sumber:jpnn.com(22/03/2025)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah mengadakan kegiatan Pemantapan Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya bagi Masyarakat pada Sabtu (22/3/2025) di Pendopo Kecamatan Jepara Kota. Acara ini diikuti oleh UMKM, LSM, dan organisasi masyarakat (ormas) di Jepara. Plt. Kepala Kesbangpol Kabupaten Jepara, Budi Tres, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas nasional. Ia menyoroti peran ekonomi kreatif, pemberantasan narkoba, serta pelestarian budaya sebagai pilar utama dalam memperkuat ketahanan bangsa. Salah satu narasumber, Nur Saadah, M.Pd., menekankan bahwa budaya lokal harus tetap lestari di tengah pengaruh budaya asing. Menurutnya, generasi muda perlu didorong agar tetap bangga terhadap budaya bangsa. Ia juga menyarankan pemanfaatan teknologi digital untuk mempromosikan budaya daerah agar lebih dikenal luas. Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Jepara, Sri Hartini, menyoroti peran UMKM dalam menggerakkan ekonomi lokal. Ia menegaskan bahwa pelaku UMKM harus mendapat dukungan dalam hal permodalan, pelatihan bisnis, serta pemasaran digital agar bisa bersaing di era global. Andang Wahyu Triyanto, pakar ekonomi, menambahkan bahwa pembangunan ekonomi harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Ia menekankan pentingnya pemerataan akses ekonomi, diversifikasi sektor pertanian dengan teknologi modern, serta kebijakan inklusif untuk mengatasi kesenjangan ekonomi antara perkotaan dan pedesaan. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi Jepara dalam memperkuat ketahanan ekonomi dan budaya secara berkelanjutan. Dengan adanya sinergi antara pemerintah, UMKM, dan masyarakat, diharapkan Jepara bisa menjadi daerah yang mandiri secara ekonomi dan kuat dalam menjaga warisan budaya.(Wely-jateng) Sumber: Global7.id(22/03/2025)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Sebuah insiden nahas menimpa seorang pengendara motor yang merupakan mitra pengemudi Grab di Jepara. Sutomo bin Lukijo, warga Desa Sinanggul, Kecamatan Mlonggo, tertimpa pohon mangga yang tumbang di Jalan Lingkar Mulyoharjo, dekat jembatan, pada Jumat (22/3) sekitar pukul 15.10 WIB. Saat kejadian, Sutomo sedang dalam perjalanan mengantarkan pesanan dari Gacoan menuju Spekta Bandengan. Tanpa diduga, sebuah pohon mangga di tepi jalan tiba-tiba roboh dan menimpa dirinya. “Saya sedang berkendara seperti biasa, lalu tiba-tiba pohon itu tumbang dan menimpa saya. Sepertinya ada orang lain juga yang terkena, tapi saya tidak tahu pasti bagaimana kondisinya,” kata Sutomo saat ditemui di rumah sakit pada Sabtu (23/3). Akibat kejadian tersebut, Sutomo mengalami cedera cukup serius di tangan. Hasil pemeriksaan menunjukkan salah satu jarinya mengalami patah tulang, sehingga dokter di Rumah Sakit Islam Jepara menyarankan agar segera dilakukan operasi. Selain menimbulkan korban luka, kendaraan yang digunakan Sutomo, yakni sepeda motor listrik jenis Polytron, mengalami kerusakan parah. Saat ini, motor tersebut diamankan di Polres Jepara untuk kepentingan penyelidikan. Sutomo berharap ada itikad baik dari pemilik pohon untuk membantu biaya pengobatan serta perbaikan motornya. Di lokasi kejadian, tim dari BPBD Jepara yang dibantu para relawan segera melakukan evakuasi pohon yang tumbang agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Berkat kerja sama petugas dan warga sekitar, jalan kini telah kembali normal dan bisa dilalui kendaraan. Pihak kepolisian masih menyelidiki lebih lanjut penyebab tumbangnya pohon tersebut dan siapa yang bertanggung jawab atas insiden ini. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai kemungkinan adanya kompensasi bagi korban. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya perawatan pohon di sekitar jalan agar tidak membahayakan pengguna jalan. Semoga insiden serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.(Wely-jateng) Sumber: Global7.id(22/03/2025)