Kompolnas Berharap Polda Jateng Mampu Pulihkan Kepercayaan Masyarakat Melalui Kesuksesan Dalam Pengamanan Mudik Lebaran JATENG:Bidik-kasusnews.com Polda Jateng, Kota Semarang | Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Sony Irawan, menerima kunjungan Komisioner Kompolnas, Ida Oetari Poernamasari, di Posko Terpadu Gerbang Tol (GT) Kalikangkung pada Kamis (27/3/2025) siang. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memantau kesiapan jajaran Polda Jateng dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Candi (OKC) 2025, yang difokuskan pada pengamanan arus mudik dan balik Lebaran. Dalam kegiatan itu, turut hadir Dirkamsel Korlantas Polri, Brigjen Pol Bakharudin Muhammad Syah, Kapolrestabes Semarang, serta para Kasatgas OKC 2025. Dirlantas Polda Jateng memaparkan berbagai langkah yang telah disiapkan guna memastikan kelancaran lalu lintas selama periode Lebaran, termasuk strategi pengaturan arus kendaraan dan upaya antisipasi kemacetan di jalur-jalur rawan. “Kami laporkan bahwa saat ini terjadi sedikit peningkatan arus mudik di Km 70 hingga Km 188, sehingga diberlakukan One Way lokal di wilayah Jawa Barat. Untuk wilayah Jawa Tengah, hingga saat ini kondisi lalu lintas masih terpantau normal. Namun, kami tetap menunggu instruksi dari Korlantas Polri terkait pelaksanaan One Way Nasional,” ujar Kombes Pol Sony Irawan. Dengan menggelar lebih dari 14 ribu personil di 213 pospam, posyan dan pos terpadu, Dirlantas menegaskan bahwa Polda Jateng berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam pelaksanaan OKC 2025. Salah satunya dengan memberikan pelayanan inovatif berupa Valet Ride untuk menjamin kenyamanan dan keamanan pemudik yang menggunakan sepeda motor. “Program ini adalah terobosan dan inovasi dari Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo yang belum pernah dilakukan oleh Polda lain. Dalam program ini, Polda Jateng memfasilitasi keamanan dan kenyamaan pemudik roda dua yang melintasi pantura mulai dari Brebes akan diangkut menuju Semarang naik bus ber-AC, sedangkan kendaraannya diangkut towing. Di pos keberangkatan dan kedatangan juga disediakan berbagai macam fasilitas yang sangat memanjakan pemudik demi kenyamanan mereka,” terangnya. Selain mengamankan arus mudik, pihak kepolisian juga telah mengantisipasi potensi kemacetan di berbagai objek wisata favorit, seperti kawasan Dieng. Kombes Pol Sony menjelaskan bahwa mekanisme pengaturan kendaraan telah dirancang secara matang agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di area wisata. “Jika arus kendaraan menuju Dieng masih dalam batas normal, maka akan diizinkan masuk. Namun, jika sudah padat, maka kami akan menutup sementara akses di area retribusi untuk mengurai kepadatan. Hal ini dilakukan karena tidak tersedia jalur alternatif yang cukup aman di kawasan tersebut,” jelasnya. Dirlantas menegaskan bahwa semua langkah pengamanan arus mudik dan wisata dilakukan melalui sinergi dengan berbagai pihak. Dengan koordinasi yang baik, diharapkan perjalanan masyarakat selama Lebaran dapat berlangsung dengan aman dan nyaman sesuai tagline ‘Mudik Aman, Keluarga Nyaman’. “Kami tidak bisa bekerja sendiri, perlu dukungan dari seluruh stakeholder terkait. Insyaallah, dengan kerja sama yang baik, kita bisa mewujudkan mudik yang aman dan lancar,” pungkasnya. Komisioner Kompolnas, Ida Oetari Poernamasari, menyampaikan apresiasi atas kesiapan Polda Jateng dalam mengamankan arus mudik dan balik Lebaran. Menurutnya, pengelolaan lalu lintas di masa puncak mudik adalah tugas besar yang tidak bisa ditangani Polri sendirian, sehingga koordinasi dengan berbagai pihak menjadi kunci utama keberhasilan. “Terima kasih kepada Dirlantas dan jajarannya yang telah mendesain pengamanan ini dengan baik bersama stakeholder terkait. Pekerjaan sebesar ini memang harus melibatkan banyak pihak, dan setiap pihak harus tahu persis perannya,” ujarnya. Ida juga menekankan pentingnya evaluasi berkala terhadap pengamanan arus mudik dan balik, terutama saat puncak kepadatan. Selain itu, ia memberikan apresiasi terhadap program Valet Ride yang digagas oleh Polda Jateng, karena dinilai sangat membantu pemudik, khususnya pengguna sepeda motor, agar dapat menempuh perjalanan dengan lebih aman dan nyaman. “Mudah-mudahan dengan keberhasilan pengamanan arus mudik pada Operasi Ketupat Candi ini dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Yang terpenting jaga kekompakan antarinstansi dan jaga mentalitas anggota untuk tetap semangat dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutupnya.(Wely-jateng) Sumber:humas polda jateng
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Polres Jepara | Kepolisian Resor (Polres) Jepara bersama tim dari penjinak Bom (Jibom) Gegana Satuan Brimob Polda Jawa Tengah melakukan pemusnahan puluhan kilogram obat mercon. Bahan pembuatan petasan yang disita tersebut merupakan hasil sitaan selama operasi penyakit masyarakat (Pekat) jelang hari raya Idulfitri 1446 H/2025 M. Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso melalui Kasatreskrim AKP M. Faizal Wildan Umar Rela mengatakan, sebanyak 10 Kg serbuk mercon yang dimusnahkan merupakan hasil penyitaan dari tiga tempat kejadian perkara (TKP) yang diamankan oleh jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jepara. “Pada hari ini, kami jajaran Satreskrim Polres Jepara bersama tim Sat Brimobda Polda Jawa Tengah memusnahkan barang bukti serbuk mercon sebanyak 10 Kg. Yang kami lakukan ini merupakan bagian dari upaya polri dalam menegakkan hukum dan mencegah penyalahgunaan bahan peledak yang berbahaya bagi masyarakat,” ujar AKP Wildan saat ditemui di lokasi pemusnahan serbuk mercon di lapangan tembak Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara, Kamis (27/3/2025). Pemusnahan dilakukan sesuai prosedur dengan metode disposal untuk memastikan penghancuran total barang bukti. Dengan pemusnahan tersebut, Polri ingin menegaskan bahwa kepemilikan bahan peledak ilegal sangat berbahaya dan dapat menimbulkan ancaman serius bagi masyarakat jika tidak ditangani dengan benar. “Pemusnahan barang bukti ini dilakukan sudah sesuai dengan prosedurnya dengan metode disposal untuk memastikan penghancuran total barang bukti. Kami ingin menegaskan bahwa kepemilikan dan penggunaan bahan peledak ilegal sangat berbahaya dan dapat menimbulkan ancaman serius jika tidak ditangani dengan benar,” ucapnya. Menurutnya, barang bukti berupa bahan peledak harus segera dimusnahkan, karena sifat bahan peledak yang tidak stabil dan berbahaya serta mudah meledak karena sebab-sebab tertentu. AKP Wildan menjelaskan, agar tidak membahayakan dan tidak mengganggu warga disekitar lokasi pemusnahan, pemusnahan 10 Kilogram serbuk mercon tersebut membutuhkan tim dan teknik khusus. “Pemusnahan dengan cara ini hanya menimbulkan efek terbakar tanpa ledakan sehingga tidak akan mengganggu masyarakat sekitar lokasi pemusnahan,” jelasnya. Pada kesempatan yang sama, Kasihumas Polres Jepara AKP Dwi Prayitna menambahkan, meski seluruh barang bukti telah dimusnahkan, jajarannya akan terus menggencarkan razia petasan. Termasuk pula razia berkait penyakit masyarakat, dan premanisme hingga lebaran. Kegiatan ini merupakan bagian dari operasi pekat yang saat ini tengah dilaksanakan jajaran Polres Jepara. “Apabila ditemukan barang bukti seperti itu lagi, maka akan dimusnahkan,” tegasnya. Razia tersebut dilakukan, kata dia, salah satunya agar ketenangan maupun kekhusyukan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, dapat terjaga. Masyarakat diimbau agar tidak menyimpan maupun memperjualbelikan bahan peledak atau bubuk petasan secara ilegal dikarenakan dapat membahayakan. Selain membahayakan, bagi warga yang memperjualbelikan bahan peledak atau serbuk mercon dapat dijerat dengan Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951. “Apalagi jika jumlahnya cukup banyak. Mari mengisi bulan suci Ramadan dengan hal-hal dan kegiatan positif,” pungkasnya.(Wely-jateng) Sumber:Humas Polda jateng
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 26 Maret 2025 – Dalam suasana penuh kebersamaan, Squad Nusantara PAC Kota menggelar acara buka puasa bersama di Café Andani, Pengkol, Kabupaten Jepara. Acara ini menjadi ajang silaturahmi bagi para anggota sekaligus memperkuat solidaritas dalam organisasi. Buka bersama ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting dalam Squad Nusantara, di antaranya Ketua PAC Kota Bapak Aji beserta anggotanya, Ketua DPC Bapak Eko Basuki, serta Ketua Harian 1 dan 2 DPC Bapak Wawan dan Bapak Sugeng. Turut hadir pula Ketua Srikandi Ibu Riana Shofa serta Wakil Bidang Sosial Ibu Dian. Acara semakin bermakna dengan kehadiran Penasihat DPC Bapak Harno, yang memberikan pesan motivasi kepada seluruh anggota. Dalam sambutannya, Bapak Harno berharap agar seluruh anggota terus mendukung dan membesarkan Squad Nusantara di Jepara. Ia menekankan pentingnya kebersamaan dan kekompakan dalam menjalankan organisasi. “Organisasi ini akan semakin maju jika kita tetap solid dan bekerja sama. Mari kita jaga kekompakan agar Squad Nusantara semakin berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.(26/03/2025) Suasana penuh kehangatan terasa sepanjang acara, di mana para anggota saling berbincang dan berbagi cerita. Selain berbuka puasa bersama, acara ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antaranggota serta membahas rencana dan kegiatan organisasi ke depan. Melalui momen ini, diharapkan Squad Nusantara di Jepara semakin solid dan terus berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Polda Jateng -Kota Semarang| Memasuki hari keempat Operasi Ketupat Candi 2025, arus lalu lintas di Jawa Tengah mulai menunjukkan peningkatan yang signifikan, terutama di jalur Tol Trans Jawa. Berdasarkan data Traffic Accounting, terjadi lonjakan volume kendaraan di beberapa titik utama, termasuk ruas Tol Pejagan dan Tol Trans Jawa Brebes-Solo. Pada pukul 08.00 WIB, jumlah kendaraan yang melintas per jam sudah mencapai 4.706 unit. Diperkirakan, dalam 5-6 jam ke depan, volume kendaraan akan semakin meningkat dan memasuki wilayah Tol Trans Jawa Jawa Tengah. Jika di Gerbang Tol Cikampek Utama (Cikatama) volume kendaraan mencapai 6.000 unit per jam, maka potensi kepadatan di jalur tol Jawa Tengah harus diwaspadai. Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Sonny Irawan, menyatakan bahwa telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk mengatasi lonjakan arus mudik ini. “Sesuai prediksi, arus mudik akan mulai meningkat pada 26-29 Maret, baik di jalur arteri maupun jalur tol menuju Jawa Tengah. Kami telah menyiapkan berbagai skema pengaturan lalu lintas, termasuk rekayasa one way jika diperlukan. Selain itu, kami mengimbau para pemudik untuk memastikan kondisi kendaraan prima dan memanfaatkan rest area secara bijak agar perjalanan tetap aman dan lancar,” ujar Kombes Pol Sonny Irawan. Sebagai bentuk kesiapan, Polda Jateng telah menyiagakan personel di titik-titik rawan kepadatan serta melakukan koordinasi dengan Jasa Marga dan Dishub untuk memastikan kelancaran arus mudik. Selain itu, pemantauan lalu lintas secara real-time juga dilakukan melalui CCTV Command Center guna mengidentifikasi potensi kemacetan dan segera mengambil langkah penanganan. Polda Jawa Tengah mengimbau para pemudik untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas, menghindari perjalanan pada jam-jam puncak, serta selalu mengutamakan keselamatan dalam perjalanan menuju kampung halaman.(Wely-jateng) Sumber:Humas Polda jateng
JATENG:Bidik-kasusnews.com Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab dengan mencatut nama KPK. Penipuan ini semakin marak, terutama di daerah, sehingga KPK telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) agar informasi ini dapat disebarluaskan ke seluruh pemerintah daerah. Modus Penipuan yang Sering Terjadi Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menjelaskan bahwa ada berbagai cara yang digunakan pelaku untuk menipu masyarakat dengan mengatasnamakan KPK. Berikut beberapa modus yang kerap terjadi: 1. Dokumen dan Identitas Palsu Pelaku membuat surat, kartu identitas, atau dokumen lain yang menggunakan logo atau nama KPK untuk menipu korban. 2. Penipuan Melalui Telepon dan Media Sosial Oknum yang mengaku sebagai pegawai KPK menghubungi korban melalui telepon atau media sosial dan meminta uang atau data pribadi dengan dalih menangani perkara tertentu. 3. Mengaku sebagai Penyidik KPK Penipu berpura-pura menjadi penyidik KPK yang sedang menangani sebuah kasus dan meminta sejumlah uang agar kasus tersebut dihentikan. 4. Penyalahgunaan Atribut KPK Seragam, lencana, dan atribut berlogo KPK sering digunakan pelaku untuk menipu atau mengintimidasi korban. 5. Mengaku Sebagai Mitra Resmi KPK Ada pihak yang mengatasnamakan organisasi atau lembaga sebagai mitra resmi KPK untuk menggalang dana atau menawarkan bantuan hukum palsu. 6. Lowongan Kerja Palsu Pelaku menawarkan rekrutmen pegawai KPK palsu dan meminta biaya administrasi kepada korban. Penegasan KPK: Jangan Mudah Tertipu! KPK menegaskan bahwa dalam menjalankan tugasnya, pegawai KPK selalu dilengkapi dengan surat tugas dan identitas resmi. Selain itu, KPK tidak pernah meminta atau menerima imbalan dalam bentuk apa pun dari masyarakat. KPK juga tidak membuka kantor cabang di daerah dan tidak bekerja sama dengan media atau pihak lain yang menggunakan nama KPK untuk kepentingan tertentu. Dalam menangani perkara, KPK tidak menunjuk pihak lain untuk mengurus atau menyelesaikan suatu kasus. Semua layanan dan perangkat sosialisasi dari KPK diberikan secara gratis. Laporkan Jika Menemukan Penipuan! Jika masyarakat menemukan indikasi penipuan yang mengatasnamakan KPK, segera laporkan ke: Direktorat Pelayanan Laporan dan Pengaduan Masyarakat (PLPM) di Gedung Merah Putih KPK, Jl. Kuningan Persada Kav. 4, Setiabudi, Jakarta 12950. Call Center KPK: 198 Website: https://www.kws.kpk.go.id WhatsApp: 0811 959 575 Email: pengaduan@kpk.go.id Dengan meningkatkan kewaspadaan dan melaporkan tindakan mencurigakan, masyarakat dapat membantu memberantas praktik penipuan yang mencoreng nama baik KPK serta melindungi diri dari kerugian. Jangan mudah percaya dengan pihak yang mengaku sebagai KPK tanpa bukti yang jelas!(Wely-jateng) Sumber:www.kpk.go.id.(25/03/2025)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 26 Maret 2025 – Pemerintah Kabupaten Jepara terus berupaya mengenalkan seni ukir khas daerahnya ke kancah internasional. Salah satu langkah besar yang tengah diperjuangkan adalah mencatatkan seni ukir Jepara sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) di United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Langkah ini diharapkan dapat semakin memperkuat identitas budaya serta meningkatkan daya saing seni ukir Jepara di dunia. Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo, dalam pertemuan silaturahmi dengan Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, pada Selasa (25/3/2025) menyampaikan bahwa upaya pencatatan seni ukir Jepara sebagai WBTB UNESCO akan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Prof. Ismunandar, mantan Duta Besar/Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO yang kini menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Kebudayaan Bidang Hubungan Antar Lembaga RI. Upaya Bersama dalam Pencatatan WBTB UNESCO Salah satu strategi yang akan ditempuh dalam pencatatan WBTB ini adalah melalui mekanisme Join Nomination dengan Bosnia dan Herzegovina. Negara tersebut sebelumnya telah berhasil mencatatkan seni ukir kayu Konjic (Konjic woodcarving) sebagai WBTB pada tahun 2017. Dengan kerja sama ini, peluang seni ukir Jepara untuk mendapatkan pengakuan dari UNESCO semakin terbuka lebar. “Nantinya yang turut membantu memperjuangkan ukir Jepara menjadi WBTB di UNESCO adalah Bu Rerie (Lestari Moerdijat) dan Prof. Ismunandar,” ujar Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo. Lestari Moerdijat juga menyatakan komitmennya dalam mendukung proses ini. Menurutnya, seni ukir Jepara adalah kekayaan intelektual bangsa yang harus mendapatkan pengakuan dunia. “Bu Rerie sudah menyiapkan naskah akademik dan bahan lainnya termasuk nanti pengusulan ke UNESCO,” tambahnya. Keunikan dan Nilai Seni Ukir Jepara Seni ukir Jepara telah lama menjadi identitas budaya yang melekat di Kabupaten Jepara. Karya-karyanya dikenal memiliki nilai estetika tinggi, dengan motif yang sarat akan filosofi dan sejarah. Keahlian para pengrajin dalam mengolah kayu menjadi ukiran bernilai seni tinggi telah diwariskan turun-temurun selama berabad-abad. Pada era 1980-an hingga 1990-an, ukiran Jepara sangat populer dan banyak digunakan dalam berbagai acara serta ruangan bergengsi. Hingga kini, produk-produk ukiran dari Jepara masih menjadi primadona dalam industri mebel dan kerajinan, baik di dalam negeri maupun pasar ekspor. Dalam webinar “Mengukir Masa Depan: Legenda Ukiran Jepara” yang digelar dalam ajang Jepara International Furniture Buyer Weeks (JIFBW) 2025 pada 12 Maret lalu, Lestari Moerdijat menegaskan bahwa Jepara telah dikenal sebagai penghasil ukiran berkualitas tinggi. Dampak Pencatatan WBTB bagi Jepara Jika seni ukir Jepara berhasil mendapatkan pengakuan UNESCO, hal ini akan membawa dampak positif bagi perkembangan ekonomi dan pariwisata di Jepara. Pengakuan sebagai WBTB akan meningkatkan daya tarik wisata budaya, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi para perajin untuk memasarkan karyanya ke pasar global. Pemerintah Kabupaten Jepara bersama para pemangku kepentingan terus mengawal proses ini dengan serius. Dengan dukungan dari berbagai pihak, harapannya seni ukir Jepara dapat segera mendapatkan status sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, sehingga warisan leluhur ini semakin dikenal dan dihargai oleh dunia.(Wely-jateng) Sumber: Diskominfo jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Polres Jepara | Dalam suasana penuh kebersamaan dan kepedulian, Kepolisian Resor (Polres) Jepara, Polda Jawa Tengah, kembali menggelar buka puasa bersama anak yatim dan kaum dhuafa di aula Bhayangkari Jepara, pada Selasa (25/3/2025). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Jepara Ny. Dessy Erick Budi Santoso, pejabat utama dan anggota Polres Jepara, Kapolsek jajaran, Bhayangkari serta anak yatim piatu dan kaum dhuafa. Kegiatan ini diawali dengan pembagian 300 takjil gratis kepada pengguna jalan di seputaran jalan Karel Sasuit Tubun 2 Jepara, sebagai wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat di bulan suci Ramadan. Dalam sambutannya, Kapolres Jepara AKBP Erick mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Polres Jepara terhadap masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan. “Melalui kegiatan ini, kami ingin semakin mendekatkan diri dengan masyarakat, membangun kebersamaan, serta memberikan manfaat bagi warga yang membutuhkan,” ujarnya. Selain itu, AKBP Erick menegaskan, kegiatan ini merupakan komitmen nyata Polres Jepara mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi mereka yang kurang beruntung. “Semoga kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya untuk ikut peduli terhadap sesama, terutama kepada anak yatim dan kaum dhuafa,” kata AKBP Erick. Mantan Kapolres Banjarnegara ini berharap, buka puasa bersama dapat memberikan manfaat serta memperkuat ikatan sosial antara kepolisian dan masyarakat. “Semangat kebersamaan dan kepedulian yang ditunjukkan ini diharapkan dapat terus berlanjut, tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya. Bakti sosial dan buka puasa bersama kemudian diisi ceramah agama yang memberikan pesan-pesan kebaikan di bulan Ramadan. Polres Jepara turut menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan santunan kepada 15 anak yatim serta 10 kaum dhuafa yang berasal dari Kecamatan Tahunan sebagai bentuk dukungan nyata bagi mereka.(Wely-jateng) Sumber:Humas polres jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara,- Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadan, Klabangkoro, perusahaan yang bergerak di bidang jasa keamanan, mengadakan kegiatan sosial berupa pembagian takjil dan santunan bagi anak yatim serta kaum dhuafa. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, 23 Maret, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama dan upaya untuk mempererat tali silaturahmi di masyarakat.(23/03/2025) Sebanyak 200 bungkus takjil dibagikan kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa. Selain itu, Klabangkoro juga memberikan santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa, sebagai wujud kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan. Ketua klabangkoro Abdul Rohim, menyampaikan kepada wartawan Rabo(26/03/2025) bahwa acara ini merupakan bagian dari komitmen sosial Klabangkoro untuk terus berkontribusi kepada masyarakat. “Kami ingin berbagi kebahagiaan dan membantu mereka yang membutuhkan, terutama di bulan penuh berkah ini,” ujarnya. Kegiatan berbagi ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat sekitar. Banyak yang mengapresiasi inisiatif Klabangkoro dalam memberikan bantuan kepada mereka yang kurang mampu. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan semakin banyak pihak yang terinspirasi untuk berbagi dan peduli terhadap sesama. Semoga kegiatan sosial seperti ini dapat terus berjalan dan menjadi ladang kebaikan bagi semua yang terlibat. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang meningkatkan kepedulian serta berbagi kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkan.(Wely-jateng) –
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 25 Maret 2025 – Rasa kebersamaan dan solidaritas kembali ditunjukkan oleh keluarga besar Squad Nusantara. Melalui Srikandi Squad Nusantara, bantuan diberikan kepada Sekretaris DPC Squad Nusantara, Ahmad Baidon Safii (Pii), yang saat ini tengah menjalani perawatan pasca operasi ginjal di RS Graha Jepara. Aksi kepedulian ini dipimpin langsung oleh Ketua Srikandi, Riana Shofa, bersama Bendahara Ibu Dian, serta didampingi Ketua Harian 2, Bapak Sugeng. Turut hadir dalam kesempatan tersebut anggota Srikandi dari PAC Keling dan Bangsri, yang menunjukkan dukungan penuh kepada rekan seperjuangan mereka. Bantuan berupa sejumlah dana diberikan sebagai bentuk perhatian dan dukungan moral bagi Ahmad Baidon Safii agar dapat menjalani proses pemulihan dengan lebih tenang. Meski nominal bantuan tidak disebutkan, namun kehadiran para anggota Squad Nusantara di rumah sakit menjadi bukti nyata bahwa kekeluargaan dalam organisasi ini begitu erat. Ketua DPD Squad Nusantara, Eko Basuki, yang akrab disapa Mbah So, menyampaikan apresiasi atas gerakan sosial yang dilakukan oleh para anggotanya. “Saya sangat bangga dengan kepedulian yang ditunjukkan oleh Srikandi Squad Nusantara. Ini membuktikan bahwa solidaritas dalam organisasi ini tidak hanya sebatas kata-kata, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata. Saya berharap Mas Pii segera pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” ujar Mbah So. Aksi sosial ini berlangsung pada Selasa, 25 Maret 2025, pukul 13.00 WIB. Tidak hanya sebagai bentuk kepedulian kepada anggota yang sedang sakit, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan gotong royong adalah nilai utama yang selalu dijaga oleh Squad Nusantara. Dengan semangat kebersamaan, Squad Nusantara terus berkomitmen untuk selalu hadir di tengah-tengah anggotanya, baik dalam suka maupun duka. Semoga kepedulian ini dapat menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk selalu membantu sesama.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 25 Maret 2025 – Dalam rangka meningkatkan keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara menggelar razia kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Selasa, 25 Maret 2025. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggandeng unsur TNI dan Polri, sebagai bentuk sinergi dalam mencegah peredaran barang-barang terlarang di dalam Rutan Kepala Rutan Jepara Bapak Anton,melalui Kepala Satuan pengamanan Bapak Beny saat Dikonfirmasi wartawan Selasa(25/03/2025)Menyapaikan Razia ini didasarkan pada beberapa regulasi, antara lain: 1. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, yang mengatur pengelolaan dan pengamanan lembaga pemasyarakatan serta rutan. 2. Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 33 Tahun 2015 tentang Pengamanan Lapas dan Rutan. 3. Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Tahun 2021 dan 2023, yang menekankan langkah progresif dalam penertiban jaringan listrik, penggunaan handphone ilegal, serta pencegahan peredaran narkoba dan tindakan kriminal lainnya di dalam Rutan dan Lapas. 4. Instruksi dalam rangka Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-61 Tahun 2025, yang mengamanatkan pelaksanaan razia serentak di seluruh Indonesia.ujarnya Pelaksanaan Razia Kegiatan razia berlangsung dari pukul 13.00 hingga 14.00 WIB. Petugas dari Rutan Jepara bersama tim gabungan dari Kodim 0719 Jepara dan Polres Jepara melakukan penggeledahan di beberapa kamar hunian, yaitu: Blok A: Kamar 13 dan 15 (dihuni oleh tahanan). Blok B: Kamar 4 dan 8 (dihuni oleh narapidana). Blok Wanita: Kamar 1 (dihuni oleh tahanan wanita). Sasaran utama razia ini adalah penyitaan barang-barang terlarang seperti narkoba, alat komunikasi, senjata tajam, serta benda lain yang berpotensi mengganggu keamanan.tambanya(25/03/2025) Hasil Razia Dari penggeledahan yang dilakukan, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam kamar hunian, antara lain: Barang berbahan kaca: 4 botol kaca besar, 7 botol kaca kecil, dan 1 cermin. Benda logam dan tajam: 3 sendok stainless, 1 gunting, 5 alat cukur jenggot, 2 alat gunting kuku, serta 1 pisau kecil/cutter. Barang lain yang berpotensi membahayakan: tali/kabel (3 buah), amplas (2 lembar), korek api, resleting, tali kolor, tutup gelas stainless, serta 3 tusuk kayu kecil. Meski ditemukan sejumlah benda yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, hasil razia menunjukkan tidak ditemukan narkoba maupun handphone di dalam kamar hunian. Barang-barang hasil razia tersebut akan segera dimusnahkan sesuai prosedur. Kesimpulan dan Harapan Pelaksanaan razia ini berjalan lancar, aman, dan tanpa adanya perlawanan dari WBP. Kegiatan ini dipantau langsung oleh Kepala Rutan Jepara dan melibatkan pejabat struktural, regu jaga, serta tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal Pemasyarakatan (Satops Patnal). Razia ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, bersih dari barang terlarang, serta mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran narkoba dan tindak kejahatan di dalam rutan. Ke depan, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala guna menciptakan kondisi pemasyarakatan yang lebih tertib dan kondusif.(Wely-jateng)