JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 14 Juni 2025 — Kepala Rutan Kelas IIB Jepara menggelar pengarahan khusus kepada jajaran satuan pengamanan dalam rangka memperkuat komitmen terhadap tugas dan fungsi pemasyarakatan. Dalam pertemuan yang berlangsung penuh ketegasan tersebut, ia menyoroti pentingnya disiplin dan integritas sebagai pondasi utama dalam menjalankan tanggung jawab sebagai petugas Rutan. “Saya tidak akan mentolerir adanya keterlibatan petugas dalam peredaran narkoba maupun penggunaan handphone secara ilegal. Ini menyangkut harga diri institusi dan keselamatan semua pihak di dalam Rutan,” ujarnya dengan nada serius. Pengarahan ini juga menekankan peran penting komandan jaga sebagai pengendali lapangan. Kepala Rutan meminta agar pengawasan terhadap warga binaan terus ditingkatkan, termasuk melalui pelaporan kontrol keliling secara rutin disertai dokumentasi pagi dan sore hari. Selain itu, upaya penguatan sistem pengamanan juga menjadi fokus, dengan rencana penambahan penerangan dan CCTV di area-area yang dinilai rawan. Tak hanya itu, penempatan petugas di pos penjagaan dan titik-titik strategis akan terus dievaluasi demi memastikan tidak ada celah dalam pengawasan. Kepala Rutan juga memberikan peringatan keras terhadap keterlibatan petugas dalam praktik judi online, sebuah fenomena yang menurutnya bisa merusak fokus dan moral kerja. “Kita adalah garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Jangan nodai itu dengan perilaku menyimpang,” tegasnya. Dengan pengarahan ini, diharapkan seluruh jajaran Rutan Jepara semakin solid, disiplin, dan profesional dalam menjalankan tugasnya, sekaligus membangun iklim kerja yang bersih dan bertanggung jawab.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 14 Juni 2025 — Suasana berbeda tampak di Rumah Tahanan Kelas IIB Jepara pada Sabtu pagi (14/6). Di aula utama, sejumlah warga binaan pemasyarakatan (WBP), khususnya para lansia, tampak duduk rapi menunggu giliran mereka diperiksa oleh tim medis. Bukan sekadar rutinitas, kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata untuk memastikan kesehatan para penghuni rutan tetap terjaga. Dengan menggandeng tenaga kesehatan dari Puskesmas Jepara Kota, pemeriksaan kali ini mencakup berbagai aspek penting. Mulai dari deteksi penyakit menular seperti tuberkulosis dan ISPA, hingga pemeriksaan penyakit tidak menular seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan gangguan jantung. Bagi para WBP lansia, kegiatan ini bukan hanya tentang pemeriksaan fisik. Mereka juga mendapat sesi konseling kesehatan yang berisi edukasi tentang pentingnya gaya hidup sehat, mengelola stres, dan menjaga kondisi tubuh meski berada dalam keterbatasan. “Banyak dari mereka yang tidak menyadari kondisi kesehatannya. Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu mereka memahami pentingnya perawatan sejak dini,” ujar dokter umum yang memimpin kegiatan tersebut. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menegaskan bahwa layanan kesehatan adalah bagian dari hak dasar setiap warga binaan. “Kami tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga menjamin hak-hak dasar, termasuk hak untuk sehat. Terima kasih kepada Puskesmas Jepara Kota yang telah memberikan perhatian dan pelayanan terbaik,” katanya. Para WBP menyambut kegiatan ini dengan antusias. Salah satu WBP lansia mengaku senang bisa menjalani pemeriksaan menyeluruh. “Biasanya cuma pusing saya tahan saja, sekarang dicek semuanya. Saya merasa lebih diperhatikan,” ucapnya sambil tersenyum. Dengan adanya pemeriksaan rutin seperti ini, pihak Rutan berharap kondisi kesehatan warga binaan bisa terus dipantau, dan berbagai potensi penyakit bisa dicegah lebih awal. Di balik jeruji besi, semangat untuk hidup sehat tetap menyala. (Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 14 Juni 2025 – Sahabat Difabel (Sadifa) Jepara menyoroti keterbatasan akses pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) di Kabupaten Jepara. Dilansir dari TribunBanyumas.com, Jumat (13/6/2025), Sekretaris Sadifa Jepara, Aswin Helmi Arditianto, mengungkapkan bahwa Jepara sangat membutuhkan tambahan Sekolah Luar Biasa (SLB) negeri untuk menekan angka anak tidak sekolah (ATS) difabel. Aswin menyebut, hingga saat ini Jepara hanya memiliki satu SLB negeri yang berlokasi di Desa Senenan, Kecamatan Tahunan. Lokasi tersebut dianggap kurang strategis karena sulit dijangkau oleh anak-anak difabel yang tinggal di wilayah terpencil atau jauh dari pusat kota. > “SLB Jepara hanya ada satu, orangtua merasa kasihan karena harus mengantar anaknya ke sekolah dengan jarak yang cukup jauh. Apalagi ketika musim hujan, kasihan yang tidak punya mobil,” ujar Aswin.dikutip dari tribunbanyumas.com 13/6/2025 Selain persoalan jarak, minimnya akses transportasi juga menjadi kendala utama yang menyebabkan banyak ABK di Jepara terpaksa tidak bersekolah. Sadifa pun mendorong adanya pendirian SLB negeri baru di wilayah utara dan timur Jepara. Di wilayah utara, Aswin mengusulkan agar SLB dibangun di Kecamatan Kembang atau Bangsri, agar bisa melayani ABK dari Kecamatan Keling dan Donorojo. > “Minimal, dibuatkan SLB di daerah utara, biar teman-teman berkebutuhan khusus juga tidak terkendala jarak,” jelas Aswin. Lebih lanjut, Aswin juga menekankan pentingnya kehadiran SLB di wilayah timur dan selatan Jepara, seperti Pecangaan, Kalinyamatan, Mayong, dan Welahan. Dengan demikian, anak-anak difabel dari kawasan tersebut tidak perlu lagi menempuh perjalanan puluhan kilometer hanya untuk bersekolah. Selain faktor jarak dan fasilitas, ia juga menyoroti tantangan bagi orangtua ABK. Sebab dalam sistem pendidikan ABK, umumnya anak harus didampingi langsung oleh orangtua selama proses belajar mengajar. Hal ini menyulitkan bagi keluarga yang memiliki keterbatasan waktu atau harus bekerja. Sadifa berharap pemerintah daerah segera merespons kebutuhan ini, demi memberikan akses pendidikan yang merata dan adil bagi seluruh anak di Jepara, tanpa terkecuali.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 16 Juni 2025 — Wujud solidaritas dan kepedulian sosial ditunjukkan oleh keluarga besar PAC Squad Nusantara Bangsri dengan mengadakan kegiatan penjengukan terhadap salah satu anggotanya yang mengalami kecelakaan lalu lintas. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa malam, pukul 18.30 WIB, bertempat di Rumah Sakit Islam Ngasirah, Jepara. Anggota yang dijenguk diketahui bernama Dayu, warga Desa Bondo RT 2 RW 3, yang tengah menjalani perawatan intensif akibat kecelakaan yang dialaminya. Dalam kesempatan itu, Ketua PAC Bangsri, Bapak Gayor, memimpin langsung rombongan kunjungan. Beliau turut didampingi sejumlah anggota PAC Bangsri serta perwakilan dari Srikandi DPC Squad Nusantara Jepara. Kunjungan ini menjadi bentuk nyata kepedulian dan rasa kekeluargaan antaranggota Squad Nusantara. Selain memberi semangat dan doa, para anggota juga membawa bingkisan sebagai tanda perhatian dan dukungan moril. “Kegiatan seperti ini penting untuk terus dilakukan agar ikatan kekeluargaan dalam Squad Nusantara semakin kuat. Kami hadir bukan hanya saat senang, tapi juga saat saudara kami sedang diuji,” ujar Ketua PAC Bangsri, Pak Gayor. Semangat gotong royong dan kekompakan yang ditunjukkan PAC Bangsri mendapat apresiasi dari keluarga pasien dan pihak rumah sakit. Kegiatan ini juga menjadi teladan bagi organisasi lain dalam membangun rasa empati dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.(Wely-jateng)
Bidik-kasusnews.com Jakarta, 12 Juni 2025 – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menunjukkan komitmen dalam memulihkan kerugian negara akibat tindak pidana korupsi. Bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), KPK sukses menggelar lelang serentak di 14 kota pada 11–12 Juni 2025, dengan nilai penjualan mencapai Rp24,86 miliar. Lelang ini dilaksanakan secara daring melalui situs resmi lelang.go.id. Dari total 82 lot barang rampasan yang ditawarkan, 39 lot barang bergerak laku terjual senilai Rp732 juta, sedangkan 7 lot barang tidak bergerak menyumbang Rp24,1 miliar. Persaingan Ketat di Dunia Maya Meskipun dilakukan secara online, antusiasme peserta tetap tinggi. Di KPKNL Jakarta III, suasana lelang berlangsung sengit dengan sesi open bidding yang dipandu langsung oleh pejabat lelang dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu dan disaksikan perwakilan KPK. “Saya melihat peserta sangat luar biasa antusias. Bahkan, ada barang yang diperebutkan oleh lebih dari 20 peserta, dan penawaran masih berlangsung hingga detik-detik terakhir,” ungkap Mungki Hadipratikto, Direktur Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti, dan Eksekusi KPK. Barang Unik Laku dengan Harga Fantastis Sejumlah barang mencatat harga jual mengejutkan. Kemeja sutera yang dibuka seharga Rp5.700 laku hingga Rp5,67 juta. Mobil VW Caravelle yang dibuka Rp17,9 juta, terjual hingga Rp123,9 juta. Barang-barang mewah lainnya seperti tas Louis Vuitton, sepeda motor Triumph, dan sepeda lipat Brompton juga laku keras setelah sebelumnya gagal terjual. “Contohnya sepeda motor perkara Rafael Alun, alhamdulillah laku juga. Begitu juga mobil VW dan tas LV. Semuanya akhirnya terjual. Ini capaian luar biasa,” ujar Mungki. Lonjakan Peserta Lelang hingga 300 Persen Fungsional Pelelang Ahli Muda KPKNL Jakarta III, Muhammad Firmansyah, mengungkapkan bahwa minat masyarakat terhadap lelang meningkat tajam. Verifikasi KTP peserta naik dari sekitar 800 menjadi lebih dari 1.700. Di Jakarta saja, lebih dari 300 peserta ikut serta dalam lelang berbagai jenis barang rampasan. “Beberapa barang bahkan laku 200–300 persen di atas harga limit, menandakan sistem lelang daring tetap kompetitif,” jelasnya. Kinerja Pemulihan Aset Meningkat Sejak awal tahun 2025, KPK telah menyetorkan lebih dari Rp53 miliar ke kas negara, termasuk dari hasil lelang dan denda wanprestasi. Program lelang ini menjadi bukti nyata bahwa pemberantasan korupsi tidak hanya berhenti pada vonis hukum, tetapi juga menyasar pemulihan keuangan negara secara konkret. “Dengan mengikuti lelang ini, masyarakat turut membantu negara. Ini bukan hanya tentang membeli barang dengan harga murah, tapi juga kontribusi nyata terhadap penerimaan negara bukan pajak (PNBP),” tutup Mungki. Informasi lengkap dan daftar lelang bisa diakses melalui situs resmi www.kpk.go.id dan media sosial @official.kpk serta @lelangkpkofficial.(Wely-jateng) Sumber:kpk.go.id
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 13 Juni 2025 – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara mengadakan sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) guna membahas usulan remisi tambahan dan remisi dasawarsa bagi sejumlah narapidana. Sidang ini merupakan bagian dari proses evaluasi pembinaan yang rutin dilakukan sebagai bentuk penilaian terhadap narapidana yang menunjukkan perilaku baik. Remisi tambahan diusulkan bagi narapidana yang menjalankan tugas sebagai tamping pemuka, yaitu narapidana yang membantu kegiatan internal rutan, mulai dari kebersihan hingga pembinaan teknis. Sementara itu, remisi dasawarsa diberikan kepada narapidana yang telah menjalani masa pidana selama 10 tahun penuh dan memenuhi syarat administratif serta substantif. Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa pemberian remisi merupakan bentuk penghargaan kepada narapidana yang mampu menunjukkan perubahan positif selama masa pembinaan. “Pemberian remisi diharapkan menjadi motivasi bagi narapidana lainnya untuk ikut aktif dalam kegiatan pembinaan dan tetap menjaga perilaku baik,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa Rutan Jepara terus mengembangkan program pembinaan berbasis keterampilan, termasuk bagi warga binaan perempuan. Pelatihan-pelatihan yang akan diberikan ke depan diharapkan menjadi bekal produktif bagi narapidana setelah bebas nanti. Sidang TPP ini tidak hanya berfungsi sebagai forum penilaian, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada perubahan dan reintegrasi sosial. Melalui pemberian remisi yang selektif dan terukur, Rutan Jepara berupaya menciptakan lingkungan pembinaan yang adil dan bermartabat.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 13 Juni 2025 – Suasana di Polres Jepara tampak berbeda sejak Kamis (12/6/2025). Sebanyak 17 Taruna tingkat I Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 59 Batalyon Bhayangkara Dharma mulai menjalani Latihan Kerja (Latja) selama 10 hari ke depan. Program ini menjadi bagian dari kurikulum pendidikan Akpol, yang bertujuan untuk membekali para taruna dengan pengalaman langsung di lapangan serta membentuk karakter dan kedisiplinan sebagai calon perwira Kepolisian Republik Indonesia. Wakapolres Jepara, Kompol Edy Sutrisno, yang menerima langsung kehadiran para taruna di Aula Mapolres Jepara, menegaskan bahwa Latja bukan sekadar formalitas, melainkan momen penting untuk belajar langsung dari realita tugas Kepolisian di masyarakat. “Di sini bukan hanya belajar teori, tapi kalian akan melihat langsung bagaimana kami menangani permasalahan di masyarakat. Ini bagian dari pembentukan karakter kalian sebagai calon pemimpin,” tegasnya. Dalam arahannya, Kompol Edy mengingatkan bahwa selama latihan kerja, para taruna tidak boleh hanya terpaku pada satu fungsi saja. Menurutnya, banyak aspek dalam organisasi Kepolisian yang perlu dipahami secara menyeluruh, mulai dari fungsi Samapta, Binmas, Lalu Lintas, hingga Reskrim dan Intelkam. Ia juga menekankan pentingnya etika dan kedisiplinan selama bertugas. “Latihan kerja ini singkat, tetapi akan sangat menentukan bagaimana kalian bersikap ketika sudah berdinas kelak. Maka manfaatkan setiap detik, dan jangan segan untuk bertanya,” tambahnya. Polres Jepara sendiri siap memberikan pendampingan maksimal agar para taruna benar-benar mendapatkan gambaran utuh tentang dinamika pelayanan kepolisian di daerah, termasuk interaksi dengan masyarakat serta penanganan berbagai kasus hukum. Latja ini diharapkan tak hanya memperluas wawasan para taruna, tetapi juga memperkuat semangat pengabdian dan kepedulian sosial sebagai pilar utama dalam tugas kepolisian ke depan.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 13 Juni 2025 – Rutan Kelas IIB Jepara terus berinovasi dalam menciptakan pola pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada keamanan, tetapi juga pada pembentukan karakter. Salah satu terobosan yang terus dijalankan adalah kegiatan olahraga rutin yang melibatkan seluruh warga binaan. Olahraga tak sekadar menjadi aktivitas pengisi waktu luang. Di tangan Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, kegiatan ini disulap menjadi alat pembinaan mental, disiplin, dan kerja sama. “Kami ingin warga binaan tidak hanya sehat secara fisik, tapi juga tumbuh secara sosial dan emosional,” tutur Renza. Cabang olahraga yang diminati di antaranya voli, bulu tangkis, tenis meja, dan sepak takraw. Setiap harinya, lapangan di dalam Rutan tampak hidup dengan semangat kompetitif namun sportif dari para peserta. Uniknya, kegiatan ini turut melibatkan petugas Rutan, sehingga tercipta interaksi yang lebih hangat dan setara. Menurut Renza, pendekatan ini bertujuan untuk menghilangkan sekat antara petugas dan warga binaan. “Kami ingin membangun suasana kebersamaan. Ketika mereka merasa dihargai sebagai manusia, proses pembinaan akan lebih efektif,” ujarnya. Untuk memacu semangat, Rutan Jepara juga rutin mengadakan turnamen internal. Dari ajang ini, beberapa warga binaan mulai menunjukkan potensi sebagai atlet yang menjanjikan. Lebih dari sekadar olahraga, kegiatan ini mencerminkan perubahan pendekatan dalam sistem pemasyarakatan—dari yang bersifat menghukum menjadi membina dan memberdayakan. Harapannya, warga binaan dapat menyongsong masa depan yang lebih cerah dengan bekal karakter yang kuat, sehat, dan siap kembali ke tengah masyarakat.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 13 Juni 2025 – Semangat gotong royong dan kepedulian sosial ditunjukkan oleh PAC Squad Nusantara PAC Kembang, Kabupaten Jepara, melalui aksi bersih-bersih masjid yang digelar di Desa Sumanding, Kecamatan Kembang, Jumat (13/6/2025). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus menjaga kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini bersinergi dengan Kodim 0719 Jepara yang diwakili oleh Koramil Bangsri, dipimpin langsung oleh Kapten Purwanto beserta jajarannya. Tak hanya itu, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Polsek Bangsri, serta dihadiri oleh Ketua PAC Kembang, Bapak Kusno, bersama para anggota PAC Squad Nusantara. Warga Desa Sumanding pun turut serta dalam aksi ini, menunjukkan antusiasme dan kebersamaan yang luar biasa. Kapten Purwanto menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. > “Kegiatan seperti ini sangat positif. Selain menjaga kebersihan lingkungan, juga mempererat sinergi antara TNI, masyarakat, dan organisasi kepemudaan,” ungkapnya. Sementara itu, Ketua PAC Kembang, Bapak Kusno, menyatakan bahwa kegiatan sosial semacam ini akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan. > “Kami ingin hadir di tengah masyarakat dengan aksi nyata. Masjid sebagai pusat ibadah harus dijaga kebersihannya, dan ini adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya. Warga Desa Sumanding menyambut baik inisiatif ini dan berharap kegiatan serupa terus digalakkan. Selain mempererat hubungan antarwarga, kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan generasi muda. Dengan semangat kebersamaan, aksi bersih-bersih masjid ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara masyarakat, aparat keamanan, dan organisasi kepemudaan dalam membangun lingkungan yang bersih, nyaman, dan harmonis.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 13 Juni 2025 — Masyarakat Jepara kembali dikejutkan oleh kasus peredaran uang palsu yang mencoreng ketenangan warga. Kali ini, kejadian menimpa seorang pedagang keliling di Desa Suwawal Barat, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara. Pedagang tersebut menjadi korban penipuan setelah menerima uang palsu pecahan Rp100.000 dari pembeli yang hanya membeli makanan seharga Rp10.000. Peristiwa ini menjadi viral setelah diunggah oleh akun Facebook Muklas Adip Fahrurozi melalui grup Info Seputar Jepara. Dalam video berdurasi pendek tersebut, terlihat sang pedagang menunjukkan uang pecahan Rp100.000 yang diduga palsu. Ia juga memperlihatkan ciri-ciri fisik yang berbeda dari uang asli, seperti tekstur, warna, dan detail desain yang mencurigakan. Unggahan video tersebut disertai narasi peringatan: > “Waspada lur, duit palsu sudah beredar. Iki loh konco-konco wes korbane loro (2), ketok nyolok perbedaannya, Iki karo Iki.” Pernyataan itu menunjukkan bahwa setidaknya sudah ada dua korban yang mengalami kejadian serupa dalam waktu dekat. Modus Lama, Masih Efektif Pelaku diduga memanfaatkan modus klasik: menggunakan uang palsu bernilai besar untuk membeli barang murah. Dalam kasus ini, uang palsu digunakan untuk membeli makanan ringan seharga Rp10.000, sehingga pelaku mendapatkan kembalian tunai yang jauh lebih besar. Pedagang kecil menjadi sasaran karena biasanya tidak memiliki alat deteksi keaslian uang. Menariknya, dalam video yang beredar, tampak pelat nomor kendaraan yang digunakan pelaku dengan kode K YL, yang memang merupakan pelat kendaraan untuk wilayah Jepara. Ini memperkuat dugaan bahwa pelaku adalah warga lokal atau setidaknya berasal dari daerah sekitar. Reaksi Warga dan Upaya Pencegahan Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya menyatakan keprihatinannya kepada media: > “Kasihan, Mas. Pedagang itu sudah keliling panas-panasan, malah ditipu. Semoga pihak berwenang segera turun tangan.” Sebagai langkah preventif, perangkat desa dan tokoh masyarakat mulai mengimbau warga untuk lebih berhati-hati dalam bertransaksi. Edukasi mengenai cara membedakan uang asli dan palsu juga mulai disebarkan melalui grup WhatsApp dan media sosial lokal. Berikut adalah tiga cara sederhana mendeteksi uang palsu: 1. Raba – Uang asli memiliki tekstur kasar di beberapa bagian, seperti angka nominal dan gambar utama. 2. Terawang – Terdapat benang pengaman dan watermark (gambar bayangan) yang hanya terlihat saat diterawang ke cahaya. 3. Putar – Uang asli menunjukkan efek kilau atau perubahan warna pada bagian tertentu jika diputar. Penutup Kasus ini menjadi pengingat bahwa kejahatan bisa datang dalam berbagai bentuk dan menyasar siapa saja, bahkan mereka yang berjuang di tengah terik matahari demi rejeki harian. Dukungan masyarakat dan kesigapan aparat sangat dibutuhkan untuk mencegah kasus serupa terulang.(Wely-jateng) Sumber:Akun Facebook