JATENG – Bidik-Kasusnews.com | Pati, Jawa Tengah – Operasi Patuh Candi 2025 yang digelar selama 14 hari di wilayah hukum Polresta Pati berhasil mencatat 1.938 pelanggaran lalu lintas. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan sebesar 56 persen dibandingkan pelaksanaan pada tahun 2024 yang mencapai 4.389 pelanggaran. Operasi ini berlangsung dari 14 hingga 27 Juli 2025. Penurunan jumlah pelanggaran menjadi indikator keberhasilan dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap tertib berlalu lintas. Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi menjelaskan bahwa dari jumlah pelanggaran tersebut, 760 pelanggar dikenakan sanksi tilang secara langsung. Sementara itu, 58 pelanggaran terekam melalui sistem ETLE Mobile. “Sebanyak 1.120 pelanggar lainnya hanya diberikan teguran sebagai bentuk edukasi dan pembinaan di tempat,” ujarnya, Selasa (29/7). Lebih lanjut dijelaskan, mayoritas pelanggaran dilakukan oleh pengendara sepeda motor, baik karena tidak mengenakan helm, melanggar marka jalan, hingga melawan arus lalu lintas. Selain pelanggaran lalu lintas, Polresta Pati juga mencatat sebanyak 25 kecelakaan selama operasi berlangsung. Kecelakaan ini mengakibatkan 30 orang mengalami luka ringan. Kerugian materiil yang timbul akibat kecelakaan tersebut ditaksir mencapai Rp25.300.000. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 38 persen dibandingkan kerugian pada tahun lalu. Meski terjadi peningkatan pada kerugian, Kombes Pol Jaka menegaskan bahwa fokus utama operasi ini bukan hanya pada penindakan, tetapi juga pada upaya preventif dan edukatif. Selama pelaksanaan operasi, pihaknya juga menggelar sejumlah kegiatan positif seperti sosialisasi terpadu bersama dinas terkait, edukasi keselamatan di sekolah dan perguruan tinggi, serta ramp check bagi pengemudi angkutan umum. Selain itu, dilakukan juga pemeriksaan kesehatan gratis untuk sopir, pembagian minyak goreng bagi pengendara tertib, serta kegiatan sosial seperti Jumat Berkah, Safari Jumat, dan bantuan bagi korban kecelakaan. Kegiatan “Polantas Menyapa” dan “Ngopi Bareng” bersama komunitas otomotif, pengemudi ojek online, dan sopir angkutan umum turut menjadi bagian dari pendekatan humanis kepolisian kepada masyarakat. Menurut Kombes Pol Jaka, upaya penyadaran publik tidak hanya dilakukan di lapangan, tetapi juga melalui media. Sosialisasi dan imbauan terus disampaikan melalui media sosial, media online, cetak, dan televisi. “Kami ingin membangun budaya tertib lalu lintas yang berkelanjutan, bukan hanya saat operasi berlangsung. Edukasi kepada masyarakat harus terus berjalan,” tegasnya. Kapolresta Pati mengimbau masyarakat untuk tidak lengah meskipun Operasi Patuh Candi telah selesai. Kedisiplinan dalam berlalu lintas harus tetap dijaga untuk mencegah terjadinya kecelakaan. “Patuhi aturan lalu lintas yang berlaku. Jangan sampai pelanggaran kecil berujung pada musibah besar,” pungkas Kombes Pol Jaka.(Kasnadi) Sumbar(Humas Polresta Pati)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Kekerasan antar remaja kembali memakan korban jiwa. Seorang pemuda asal Desa Balong, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, berinisial MR (20) meninggal dunia sehari setelah mengalami pengeroyokan brutal di jalanan umum. Peristiwa tragis itu terjadi pada Sabtu sore (19/7/2025) sekitar pukul 16.15 WIB, saat korban dalam perjalanan pulang dari menonton pertunjukan orkes dangdut di Desa Jinggotan. Menurut keterangan dari Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso, korban tiba-tiba diserang oleh sekelompok pemuda di Jalan Raya Jepara-Kembang, tak jauh dari lokasi acara. Diduga kuat, pemicu keributan adalah kesalahpahaman saat menyaksikan hiburan musik tersebut. > “Korban diserang oleh tiga pelaku yang sudah kami identifikasi, yaitu BB, FQ, dan DK, yang semuanya warga Kecamatan Kembang,” jelasnya saat konferensi pers di Mapolres Jepara, Rabu (30/7/2025). Korban sempat dibawa pulang ke rumah dalam kondisi tidak sadarkan diri. Sayangnya, ia meninggal dunia keesokan harinya, Minggu (20/7/2025) pukul 11.00 WIB, akibat luka parah di bagian kepala. Tersangka Ditangkap, Polisi Dalami Pelaku Lain Ketiga pelaku kini telah diamankan di Rutan Polres Jepara dan menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satreskrim. Dari hasil pemeriksaan, peran masing-masing pelaku dalam aksi kekerasan tersebut telah diungkap: BB: Menyerang kepala dan dada korban. FQ: Memukul dan menginjak kepala korban. DK: Ikut memukul korban dari belakang. > “Kami menjerat mereka dengan Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP, karena melakukan pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara,” tegas AKBP Erick. Pihak kepolisian juga menyita barang bukti, termasuk satu unit sepeda motor milik korban dan hasil autopsi dari RSUD RA Kartini. Polisi Serius Tangani Kekerasan Jalanan Kasihumas Polres Jepara AKP Dwi Prayitna menambahkan, pihaknya telah meminta masyarakat aktif melaporkan segala bentuk kekerasan atau konflik di wilayah mereka. > “Kami tidak akan mentolerir tindakan main hakim sendiri. Masyarakat bisa menghubungi Call Center 110 atau WhatsApp Siraju Polres Jepara di 08112894040 jika melihat potensi gangguan kamtibmas,” ujarnya. Penyidik Satreskrim saat ini masih terus melakukan pengembangan kasus untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut.(Wely-jateng)

JATENG- Bidik-Kasusnews.com |Semarang | Polda Jateng menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) terhadap tiga pejabat utama (PJU) dan lima Kapolres jajaran. Upacara ini dilaksanakan di Gedung Borobudur Mapolda Jateng pada Selasa (29/7/2025) siang pukul 13.30 WIB. Dipimpin langsung oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, upacara sertijab yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh Wakapolda Jateng Brigjen Pol Latief Usman, para PJUPolda Jateng, para Kapolres jajaran, serta pengurus Bhayangkari Daerah Jawa Tengah. Adapun pejabat yang mengikuti sertijab antara lain: Dirpolairud Polda Jateng : Pejabat lama : Kombes Pol Hariadi Pejabat baru : Kombes Pol Raspani Kabidkum Polda Jateng : Pejabat lama : Kombes Pol Johanes Setiawan Widjanarko Pejabat baru : Kombes Pol Zainal Rio Chandra Tangkari Kayanma Polda Jateng : Pejabat lama : AKBP Umi Mariati Pejabat baru : AKBP Aris Hardiatno Kapolres Brebes : Pejabat lama : AKBP Achmad Oka Mahendra Pejabat baru : AKBP Lilik Ardiansyah Kapolres Pekalongan : Pejabat lama : AKBP Doni Prakoso Widamanto Pejabat baru : AKBP Rachmad Christiyan Yusuf Kapolres Sragen : Pejabat lama : AKBP Petrus Parningotan Silalahi Pejabat baru : AKBP Dewiana Syamsu Indyasari Kapolres Wonogiri : Pejabat lama : AKBP Jarot Sungkowo Pejabat baru : AKBP Wahyu Sulistyo Kapolres Pemalang : Pejabat lama : AKBP Eko Sunaryo Pejabat baru : AKBP Rendy Setia Permana Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, dalam keterangan usai kegiatan menjelaskan bahwa mutasi jabatan ini merupakan bagian dari pola pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Polri. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian dinamika organisasi Polri yang terus bergerak seiring tantangan zaman. “Mutasi ini adalah bagian tour of duty dan tour of area, sebagai upaya pengembangan karier, penyegaran organisasi, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sertijab ini juga langkah strategis Polda Jateng untuk menjawab dinamika tantangan tugas yang terus berkembang di wilayah hukum Polda Jateng,” ujarnya. Selain sebagai bentuk regenerasi, kegiatan ini juga menjadi bentuk kepercayaan institusi terhadap para pejabat yang ditunjuk. Dengan adanya rotasi dan promosi jabatan ini, diharapkan semangat baru dan ide-ide segar dapat terus mendorong optimalisasi kinerja, khususnya dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Di akhir keterangannya, Kabid Humas turut berharap agar para pejabat yang baru dapat segera beradaptasi dan melanjutkan program-program strategis di wilayah tugas masing-masing. Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk terus mendukung kinerja Kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban demi terwujudnya Jawa Tengah yang aman, nyaman dan damai. “Polri, khususnya Polda Jateng, akan terus hadir secara humanis dan profesional dalam melayani, mengayomi, dan melindungi masyarakat. Dukungan dan sinergi dari seluruh elemen masyarakat sangat kami harapkan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif,” pungkasnya. (Kasnadi)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 29 Juli 2025 – Suasana di Rutan Jepara mendadak berbeda pagi ini. Beberapa petugas keamanan tampak memasuki blok hunian warga binaan dengan langkah sigap. Tanpa pemberitahuan sebelumnya, razia mendadak dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan masuknya barang-barang terlarang ke dalam area hunian. Dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR), razia ini turut melibatkan tim Satoppatnal, CPNS, serta regu pengamanan lainnya. Pemeriksaan dilakukan secara acak terhadap sejumlah kamar, termasuk pemeriksaan barang pribadi dan pemeriksaan badan para warga binaan. Langkah ini diambil sebagai bentuk pengawasan rutin sekaligus deteksi dini terhadap potensi ancaman keamanan di dalam rutan, seperti penyelundupan narkoba, benda tajam, alat komunikasi ilegal, atau barang berbahaya lainnya. Kepala KPR menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif yang harus dijalankan secara konsisten untuk menciptakan suasana rutan yang tertib, bersih, dan aman. > “Razia ini bukan hanya soal penegakan aturan, tetapi juga bagian dari proses pembinaan dan perlindungan semua pihak yang ada di dalam lingkungan rutan,” ujarnya. Petugas bekerja secara profesional dan humanis dalam menjalankan tugas. Tak ditemukan barang-barang mencurigakan dalam razia kali ini, namun kegiatan tersebut tetap menjadi pengingat penting bagi seluruh warga binaan agar senantiasa mematuhi tata tertib. Selain sebagai kontrol internal, razia juga bertujuan membangun kesadaran kolektif warga binaan terhadap pentingnya disiplin, keterbukaan, dan keamanan sebagai bagian dari proses pembinaan dan reintegrasi sosial. Rutan Jepara berkomitmen akan terus melaksanakan kegiatan serupa secara berkala dan menyeluruh demi menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan mendukung program pembinaan yang berkelanjutan.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnewa.com Jepara – Sebuah kegiatan penuh makna dan kepedulian sosial digelar di Kecamatan Donorojo, Jepara. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat dan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Donorojo sukses menyelenggarakan acara santunan untuk 346 anak yatim, Minggu (27/7/2025), bertempat di Ranting Fatayat III, Desa Tulakan, Dukuh Drojo. Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI), Fitroh Rohcahyanto, yang sekaligus memberikan Mauidhotul Hasanah dalam rangkaian pengajian umum. Turut hadir pula Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar (Gus Hajar), mewakili Bupati Jepara H. Witiarso Utomo (Mas Wiwit), serta jajaran Kepala Perangkat Daerah dan Forkompincam Kecamatan Donorojo. Santunan tersebut menyasar anak-anak yatim yang merupakan perwakilan dari seluruh Ranting Fatayat NU se-Kecamatan Donorojo. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian, dan nilai-nilai filantropis di tengah masyarakat. Ketua PAC Muslimat NU Donorojo, Dra. Hj. Zamilatul Mila, menyampaikan rasa syukurnya atas suksesnya kegiatan ini. Ia mengapresiasi seluruh panitia dan donatur yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara. > “Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara ini. Semoga semangat berbagi dan peduli terhadap sesama ini dapat terus tumbuh di lingkungan Fatayat dan Muslimat NU, serta masyarakat luas,” ujarnya. Dalam tausiyahnya, Wakil Ketua KPK RI Fitroh Rohcahyanto mengingatkan pentingnya rasa syukur dan peran sedekah dalam kehidupan sosial. Ia menekankan bahwa berbagi kepada sesama, khususnya kepada anak yatim, merupakan wujud nyata ketaatan kepada Allah SWT. > “Mengeluarkan sebagian harta untuk zakat, infak, atau sedekah bukan hanya kewajiban, tapi juga bentuk syukur kita kepada Allah SWT. Segala yang kita miliki hanyalah titipan, dan dengan berbagi, kita belajar menjadi manusia yang bersyukur dan bertanggung jawab,” tegasnya. Fitroh juga menyampaikan bahwa nilai syukur dan kepedulian sosial adalah dua pilar utama dalam membangun masyarakat yang berintegritas dan berkeadilan. Acara berlangsung khidmat dan hangat, dengan antusiasme tinggi dari para jamaah dan masyarakat yang hadir. Santunan ini tidak hanya memberi manfaat langsung kepada anak-anak yatim, tetapi juga menguatkan jalinan ukhuwah Islamiyah antarwarga dan organisasi keagamaan di Jepara, khususnya di Kecamatan Donorojo. (Wely-jateng) Sumber: Diskominfo jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – 27-juli-2025-Suasana sore yang tenang di Desa Mambak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Jepara, mendadak berubah mencekam. Sebuah truk pengangkut kayu melaju kencang dan kehilangan kendali, menghantam tiga kendaraan sekaligus hingga menyebabkan seorang balita mengalami luka di bagian kepala. Kejadian itu berlangsung pada Minggu, 27 Juli 2025, sekitar pukul 15.15 WIB di depan Toko JEJEBAG, yang terletak di tepi Jalan Raya Jepara–Bangsri. Empat Kendaraan Terlibat Kanit Laka Polres Jepara, Ipda Arianto, saat dikonfirmasi Bidik-kasusnews Minggu 27/7/2025 menyebutkan bahwa kecelakaan melibatkan empat kendaraan: 1. Truk Kayu No. Pol: K 9793 AC 2. Daihatsu Sigra No. Pol: B 2086 BKN 3. Toyota Calya No. Pol: K 1225 VL 4. Sepeda Motor Honda Vario No. Pol: K 4360 GQ Truk yang dikemudikan oleh Yanto (52), warga Mlonggo, Jepara, diketahui melaju dari arah Jepara menuju Bangsri dengan kecepatan tinggi. Sesampainya di lokasi kejadian, truk tiba-tiba oleng ke kanan dan menabrak mobil Sigra yang datang dari arah berlawanan. Tidak berhenti di situ, truk terus melaju ke luar badan jalan dan menghantam dua kendaraan yang sedang terparkir di halaman toko. Balita Jadi Korban, Luka di Dahi Dalam mobil Sigra tersebut, terdapat seorang balita perempuan bernama Lenas Safwa Naqiyul Khud (3), warga Kaliori, Rembang. Akibat benturan keras, Lenas mengalami luka robek pada bagian dahi dan langsung dilarikan ke RSI Sultan Hadlirin Jepara untuk mendapatkan perawatan. Sementara pengemudi Sigra, Supardi (44) dan penumpangnya Putriningtyas (26) selamat dari kejadian tersebut meski sempat mengalami shock. Kerusakan Parah dan Kerugian Benturan keras mengakibatkan bagian depan mobil Sigra ringsek, begitu juga Toyota Calya dan Honda Vario yang terparkir di halaman toko. Kerusakan cukup parah dan mengundang perhatian warga sekitar yang langsung memadati lokasi kejadian. Langkah Kepolisian Pihak kepolisian langsung datang ke lokasi dan melakukan olah TKP. Sopir truk telah diamankan untuk dimintai keterangan, sementara kendaraan yang terlibat dievakuasi dari lokasi kejadian. “Kami masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan. Dugaan sementara, sopir truk kehilangan kendali karena kecepatan tinggi,” ungkap Ipda Arianto. Imbauan Keselamatan Kasus ini menjadi pengingat keras akan pentingnya berkendara secara hati-hati, terlebih di jalur ramai seperti Jepara–Bangsri. Kepolisian mengimbau semua pengemudi agar selalu menjaga kecepatan dan memperhatikan kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan. (Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – 27-juli-2025-Kecelakaan maut kembali terjadi di wilayah Kabupaten Jepara. Seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia di tempat setelah terlindas truk tronton di Jalan Raya Jepara-Bangsri KM 17, tepatnya di depan rumah warga bernama Bapak Bagyo, Dukuh Cobaan, Desa Bangsri, Kecamatan Bangsri, Sabtu (26/7/2025) sekitar pukul 18.00 WIB. Korban diketahui bernama Pipit Na’liyatus Solihah (22), warga Desa Guyangan RT 01 RW 06, Kecamatan Bangsri, Jepara. Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, korban mengendarai sepeda motor Honda Scoopy dengan nomor polisi K-4207-AHC dari arah utara menuju selatan. Kanit Laka Polres Jepara, Ipda Arianto, saat dikonfirmasi Minggu 27/7/2025 oleh Bidik-kasusnews menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat korban berusaha mendahului truk tronton Isuzu No.Pol H-8431-OW dari sisi kanan. Namun nahas, jarak yang terlalu dekat membuat korban kehilangan kendali hingga terjatuh ke sisi kanan jalan dan terlindas ban belakang kanan truk. “Korban mengalami luka parah di bagian kepala dan remuk pada jari tangan sebelah kanan. Korban meninggal dunia di tempat kejadian,” terang Arianto. Kejadian tersebut mengundang perhatian warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas. Petugas kepolisian segera datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi korban. Pihak kepolisian juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor, agar lebih berhati-hati saat berkendara, terutama saat menyalip kendaraan besar di jalan raya yang ramai dan sempit.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Langkah Ary Bachtiar menuju posisi puncak birokrasi Jepara akhirnya mencapai titik penting. Sabtu (26/7/2025) sore, ia resmi dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kabupaten Jepara oleh Bupati H. Witiarso Utomo, setelah rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri turun dini hari sebelumnya. Pelantikan yang berlangsung di ruang kerja bupati ini bukan sekadar prosesi seremonial. Ini adalah titik balik penting dalam sistem pemerintahan Jepara — menyudahi kekosongan jabatan Sekda definitif, dan mengawali babak baru kerja birokrasi yang lebih terkoordinasi. “Saya terima surat dari Kemendagri pukul 00.30 WIB, dan langsung kami ambil keputusan. Tidak ada alasan untuk menunggu lebih lama,” ujar Bupati yang akrab disapa Mas Wiwit, menegaskan urgensi dan keseriusan Pemkab Jepara dalam mempercepat jalannya pemerintahan. Ary Bachtiar sendiri merupakan sosok yang dikenal loyal dan berdedikasi. Sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR sekaligus Pj. Sekda, Ary berhasil menempati peringkat tertinggi dalam proses seleksi terbuka. Dari tiga nama yang diajukan ke Kemendagri, ia dipilih sebagai yang paling layak. Dalam pidato singkat usai pelantikan, Ary tidak banyak berbasa-basi. Ia langsung bicara tentang komitmen. “Tugas saya jelas: memperkuat koordinasi, mempercepat kerja, dan mengawal visi misi bupati sampai benar-benar terasa dampaknya ke masyarakat,” ujar Ary, yang akrab dipanggil AB oleh rekan-rekannya. Pelantikan Ary juga diiringi dengan pengangkatan Sridana Paminto sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jepara. Prosesi dilakukan secara daring, mengingat Sridana sebelumnya menjabat sebagai Kepala BKD, yang kini berubah nama menjadi BKPSDM. Acara pelantikan ini turut disaksikan Asisten I Sekda Jepara Ratib Zaini dan Plt. Asisten III Aris Setiyawan sebagai saksi resmi, serta dihadiri oleh Asisten II Hery Yulianto dan sejumlah kepala perangkat daerah lainnya. Dengan dua jabatan strategis kini resmi terisi, publik Jepara berharap roda pemerintahan dapat berjalan lebih efektif dan dinamis. Pelantikan ini bukan sekadar penunjukan jabatan, tetapi simbol dari semangat baru yang mulai tumbuh di lingkungan Pemkab Jepara. Langkah telah diambil, tugas besar menanti. Ary Bachtiar kini bukan hanya birokrat — tapi navigator utama arah pembangunan Jepara. (Wely-jateng) Sumber: Diskominfo jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – 26 Juli 2025 | Atmosfer sepak bola di Jepara kembali memanas. Persijap Jepara, tim kebanggaan Laskar Kalinyamat, akan menjamu tamu istimewa dari timur Indonesia, Persipura Jayapura, dalam laga persahabatan yang digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), Sabtu (26/7/2025). Pertandingan ini bukan sekadar uji coba antar klub, melainkan simbol persahabatan dan penghormatan antar dua tim yang memiliki sejarah panjang di dunia sepak bola Tanah Air. Persipura—yang dijuluki Mutiara Hitam—datang sebagai tamu kehormatan, sementara Persijap menyambut laga ini sebagai bagian dari rangkaian launching tim musim 2025/2026. Namun, antusiasme tinggi suporter menjadi perhatian utama. Demi memastikan jalannya laga tetap aman dan tertib, Polres Jepara menyiagakan ratusan personel gabungan dari berbagai unsur. > “Kami mengerahkan 465 personel gabungan dari Polri, TNI, Dishub, Satpol PP, hingga steward klub. Ini demi kenyamanan dan keselamatan semua pihak,” jelas AKP Dwi Prayitna, Kasihumas Polres Jepara. Pola Pengamanan 3 Ring, Suporter Diimbau Tertib Pihak kepolisian juga menerapkan sistem tiga ring pengamanan, dengan rincian: Ring 1: Area dalam stadion, dipantau steward internal. Ring 2: Sekeliling stadion, dikawal personel TNI-Polri. Ring 3: Titik akses masuk penonton, termasuk pemeriksaan barang bawaan. Koordinasi juga telah dilakukan dengan Panitia Pelaksana, Pemerintah Daerah, DPRD, hingga korlap suporter untuk memastikan laga ini berjalan lancar. > “Kami ingin pertandingan ini menjadi ajang hiburan sekaligus pemersatu. Jangan rusak suasana dengan tindakan yang tidak bertanggung jawab,” tegas AKP Dwi. Ajang Silaturahmi, Bukan Ajang Provokasi Laga ini diharapkan menjadi pesta sepak bola yang penuh kegembiraan. AKP Dwi juga mengingatkan agar seluruh elemen masyarakat, terutama suporter, menjaga sikap, menghormati tamu, dan tidak merusak fasilitas stadion. “Ini bukan pertandingan biasa. Ini momen silaturahmi antar klub besar. Mari sambut dengan hangat dan penuh sportivitas,” tambahnya. Dengan pengamanan maksimal dan semangat kebersamaan, laga Persijap vs Persipura diharapkan menjadi contoh bagaimana sepak bola bisa menyatukan, bukan memecah belah.(Wely-jateng) Sumber:humas polres jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Semarak budaya, spiritualitas, dan ekonomi kerakyatan menyatu dalam satu panggung besar di Alun-Alun 1 Jepara, Sabtu (26/7/2025). Ribuan warga tumpah ruah menghadiri Festival UMKM dan Sholawat Kebangsaan yang digagas oleh DPC GRIB Jaya Kabupaten Jepara, menghadirkan suasana hangat, guyub, dan penuh makna kebangsaan. Tak sekadar festival biasa, acara ini memadukan kegiatan sosial berupa santunan untuk anak yatim, bazar produk UMKM lokal yang menjadi tulang punggung perekonomian rakyat, hingga lantunan sholawat kebangsaan yang menggema dari dua tokoh kharismatik tanah air: Gus Miftah dan Habib Zaidan. Polres Jepara All Out, Ratusan Personel Diterjunkan Menyadari besarnya antusiasme masyarakat, Polres Jepara pun mengambil langkah taktis. Sebanyak 291 personel gabungan dikerahkan demi menjaga ketertiban dan keamanan selama acara berlangsung. Pengamanan melibatkan unsur TNI, Brimob Den 45, Polres Demak, Satpol PP, Dishub, Dinkes, hingga elemen mitra kamtibmas lainnya. “Ini adalah bentuk kolaborasi keamanan lintas sektor untuk memastikan masyarakat merasa aman, nyaman, dan bisa menikmati seluruh rangkaian kegiatan,” jelas AKP Dwi Prayitna, Kasihumas Polres Jepara. Strategi Pengamanan Menyeluruh Personel ditempatkan di titik-titik vital, seperti area panggung utama, jalur keluar masuk penonton, lokasi parkir kendaraan, hingga ruas jalan yang rawan macet. Sejumlah personel juga ditugaskan mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di sekitar alun-alun. “Bukan hanya mengamankan acara, tapi juga mengantisipasi gangguan-gangguan kecil yang bisa mengganggu kenyamanan masyarakat,” imbuh Dwi. Spirit Persatuan dan Kemandirian Ekonomi Festival ini menjadi simbol kuat bagaimana elemen masyarakat sipil, pelaku usaha kecil, dan tokoh agama bisa bersatu dalam satu tujuan: menumbuhkan semangat persatuan dan kemandirian ekonomi masyarakat lokal. “UMKM harus terus kita dukung. Melalui festival ini, masyarakat bisa mengenal produk-produk lokal berkualitas sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air lewat sholawat dan nilai-nilai kebangsaan,” ujar salah satu pengunjung, Rini (32), warga Jepara yang datang bersama keluarganya. Ajakan Damai dan Tertib Menutup pernyataannya, AKP Dwi Prayitna turut mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana damai dan tertib selama acara berlangsung. “Kami berharap masyarakat ikut menjadi bagian dari penjaga kamtibmas. Suasana damai adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya. Festival UMKM dan Sholawat Kebangsaan bukan hanya ajang hiburan, tapi juga panggung silaturahmi antar elemen bangsa yang rindu harmoni, persatuan, dan kemajuan. Sebuah momentum yang patut diapresiasi, tidak hanya oleh warga Jepara, tetapi juga oleh Indonesia secara luas.(Wely-jateng) Sumber:humas polres jepara