SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Ketaatan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Sukabumi dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) menjadi sorotan. Berdasarkan pemantauan aplikasi Zonita Pamor, sekitar 1.000 kendaraan milik ASN Pemkot Sukabumi tercatat belum memenuhi kewajiban pajaknya. Tak tanggung-tanggung, nilai tunggakan dari kendaraan roda dua maupun roda empat tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp1 miliar. Temuan itu disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Barat, Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah Kota Sukabumi, Iwan Juanda, seusai menghadiri kegiatan di Kantor BJB Cabang Sukabumi, Senin (7/9/2026). Menurut Iwan, data tersebut diperoleh melalui integrasi Zonita Pamor (Zona Integritas Pajak Kendaraan Motor untuk ASN) yang digunakan untuk memantau kepatuhan pembayaran pajak kendaraan di kalangan ASN di Jawa Barat. Iwan mengungkapkan, kondisi berbeda terjadi pada ASN Pemprov Jabar yang berada di wilayah Sukabumi. Menurutnya, seluruh ASN Pemprov Jabar di wilayah tersebut telah menyelesaikan kewajiban pajak kendaraannya. Sementara itu, untuk ASN di lingkungan Pemkot Sukabumi, sekitar 1.000 kendaraan masih masuk kategori Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU). “Daftar nomor kendaraan penunggak pajak tersebut telah diserahkan ke Pemkot Sukabumi melalui BKPSDM dan ditembuskan langsung kepada Wali Kota Sukabumi untuk ditindaklanjuti,” ujar Iwan. Bapenda menilai persoalan tersebut tidak boleh dianggap sepele. Sebab, potensi penerimaan lebih dari Rp1 miliar itu dapat memberikan tambahan bagi pendapatan daerah melalui skema opsen pajak. Karena itu, kepatuhan ASN dinilai menjadi penting bukan hanya untuk memenuhi kewajiban sebagai wajib pajak, tetapi juga sebagai bentuk keteladanan kepada masyarakat. Terkait penyebab tunggakan, Bapenda menduga sejumlah faktor menjadi pemicunya, mulai dari kelalaian, lupa membayar, keterbatasan kemampuan keuangan hingga rendahnya kesadaran terhadap kewajiban pajak. Menanggapi temuan tersebut, Wali Kota Sukabumi mengimbau seluruh ASN yang masih memiliki tunggakan agar segera menyelesaikan kewajibannya. ASN, kata dia, semestinya berada di barisan terdepan dalam memberikan contoh kepatuhan kepada masyarakat. Di sisi lain, Bapenda memastikan hingga saat ini belum ada program pemutihan denda pajak kendaraan bermotor untuk wilayah Jawa Barat. Masyarakat juga diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum memiliki dasar resmi. Sementara wacana pembatasan layanan di SPBU bagi kendaraan yang menunggak pajak juga belum diterapkan. Bapenda menyebut skema tersebut masih dalam tahap pengkajian. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kota Sukabumi mulai menyiapkan cara baru untuk mendorong masyarakat agar lebih disiplin membayar pajak. Di tengah sejumlah target pendapatan yang dinilai belum berjalan maksimal, pola menabung untuk pembayaran pajak menjadi salah satu strategi yang kini tengah didorong. Gagasan tersebut dibahas dalam pertemuan bersama Bank BJB yang melibatkan seluruh camat, lurah, serta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Sukabumi. Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengatakan, masyarakat perlu membiasakan diri menyisihkan sebagian kecil uang secara rutin agar tidak terbebani saat kewajiban pembayaran PBB-P2 dan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tiba. Menurutnya, sistem tersebut cukup sederhana. Jika total kewajiban pajak seseorang mencapai Rp300 ribu dalam setahun, maka masyarakat dapat menyisihkan sekitar Rp6 ribu setiap minggu. “Kalau Rp300 ribu dibagi untuk ditabung selama 50 minggu, kurang lebih hanya Rp6 ribu per minggu. Jadi ketika waktu pembayaran tiba, uangnya sudah ada,” ujar Ayep, usai sosialisasi PAD di Ruper BJB, Senin (7/9). Ia berharap kebiasaan menabung tersebut dapat membantu mengurangi tunggakan sekaligus meningkatkan tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak. Ayep menegaskan, upaya meningkatkan pendapatan daerah bukan dilakukan dengan menambah beban masyarakat melalui kenaikan tarif pajak. Pemerintah justru ingin memaksimalkan potensi penerimaan dari pajak yang sudah berjalan. “Yang ingin kita tingkatkan adalah pendapatannya, bukan tarifnya. Tarif tidak ada yang naik. Kalau pola ini berjalan dengan baik, peningkatan pendapatan bisa sampai 100 persen,” tegasnya. Selain sektor pajak, Pemkot Sukabumi juga menaruh perhatian terhadap penghimpunan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas. Target penghimpunan tahun ini dipasang sebesar Rp19 miliar. Namun, Ayep mengakui pencapaian target tersebut masih menghadapi tantangan. “Target tahun ini Rp19 miliar. Mudah-mudahan tercapai, walaupun memang kelihatannya cukup berat. Banyak target yang belum tercapai,” katanya. Ia menekankan, penghimpunan zakat, infak, dan sedekah tetap harus didasarkan pada kesadaran serta keikhlasan masyarakat. Sementara itu, Pemkot Sukabumi juga masih memantau perkembangan kondisi lingkungan menyusul potensi dampak abu vulkanik. Sebagai langkah antisipasi, kegiatan belajar tatap muka bagi siswa TK, SD, dan SMP untuk sementara waktu diliburkan. Meski demikian, proses pembelajaran tetap berlangsung melalui sistem daring dengan pendampingan tenaga pengajar. Ayep mengatakan, kebijakan tersebut akan dievaluasi berdasarkan kondisi di lapangan. Jika situasi telah kembali normal dan tidak lagi ditemukan paparan debu vulkanik, kegiatan sekolah akan kembali dilaksanakan seperti biasa. “Kalau hari ini mereda dan besok sudah tidak ada lagi debu, otomatis aktivitas bisa kembali normal,” ujarnya. Selain menerapkan kebijakan pembelajaran daring, Pemerintah Kota Sukabumi juga telah melakukan pembagian masker kepada masyarakat sebagai upaya perlindungan dari dampak paparan abu vulkanik. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari respons cepat pemerintah dalam menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat di tengah situasi yang terus dipantau agar lebih diperhatikan dan mendapat atensi. (Usep).
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Persoalan rumah tidak layak huni (Rutilahu) di Kota Sukabumi bukan pekerjaan yang bisa dipikul pemerintah sendirian. Di tengah masih banyaknya warga yang membutuhkan hunian layak, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci untuk mempercepat perubahan. Semangat gotong royong itu terlihat dalam program rehabilitasi rumah warga di Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Program tersebut mendapat dukungan dari Budha Tzu Chi Indonesia dan Tzu Chi Sukabumi melalui program “Bebenah Kampung”. Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana hadir langsung dalam kegiatan penerimaan bantuan rehabilitasi Rutilahu, Minggu (6/9/2026). Kehadirannya sekaligus menjadi penegasan bahwa penanganan persoalan hunian masyarakat membutuhkan kerja bersama. Bobby mengapresiasi langkah Budha Tzu Chi yang ikut turun tangan membantu warga memiliki tempat tinggal yang lebih layak. Menurutnya, membenahi rumah warga bukan hanya soal memperbaiki dinding yang rapuh, mengganti atap bocor, atau memperkuat bangunan. Lebih dari itu, rehabilitasi rumah menyangkut upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Penanganan rumah tidak layak huni merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi berbagai pihak,” ujar Bobby. Ia menilai, dukungan berbagai lembaga sosial menjadi energi tambahan bagi pemerintah dalam mempercepat penanganan warga yang masih tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan. Program rehabilitasi tersebut juga sejalan dengan program 12 PAS (Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial) yang tengah dijalankan Pemerintah Kota Sukabumi melalui gerakan Ayeuna Waktuna Ngawangun Imah 12 PAS. Melalui gerakan itu, Pemkot Sukabumi bersama berbagai mitra sosial berupaya menghadirkan tempat tinggal yang lebih aman, sehat, nyaman, dan manusiawi bagi masyarakat yang membutuhkan. Sekretaris Dinas Sosial Kota Sukabumi, dr. Lulis Delawati, mengatakan program Ayeuna Waktuna Ngawangun Imah menjadi salah satu bagian penting dalam penanganan Rutilahu melalui program 12 PAS. Menurut Lulis, kolaborasi dengan Budha Tzu Chi menjadi dorongan besar untuk memperluas jangkauan rehabilitasi rumah warga. “Alhamdulillah kami mendapatkan bantuan dari mitra sosial, yaitu Budha Tzu Chi Indonesia dan Budha Tzu Chi Kota Sukabumi,” ujarnya. Dalam program tersebut, sebanyak 80 rumah warga direncanakan mendapatkan bantuan renovasi. Nilai bantuan yang disiapkan mencapai sekitar Rp30 juta untuk seti. Tahap awal program kini mulai berjalan. Sebanyak 31 rumah telah masuk dalam proses pelaksanaan. Sebelum pembangunan dimulai, para penerima manfaat telah menandatangani komitmen bersama dengan pihak Budha Tzu Chi. Selanjutnya, pembangunan dilakukan setelah seluruh proses asesmen, survei lapangan, dan administrasi dinyatakan siap. Lulis menegaskan, proses penentuan penerima bantuan tidak dilakukan secara sembarangan. Setiap rumah terlebih dahulu melalui pemeriksaan kondisi di lapangan untuk memastikan bantuan benar-benar diberikan kepada warga yang membutuhkan. Dinas Sosial juga tidak bekerja sendiri. Penyusunan rencana anggaran biaya atau RAB untuk setiap rumah mendapat dukungan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR). Sementara proses verifikasi dan pendampingan melibatkan pemerintah kecamatan, kelurahan, serta relawan Budha Tzu Chi yang turun langsung melihat kondisi rumah warga. “Assessment dan survei sudah dilakukan. Relawan Budha Tzu Chi turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi masing-masing rumah. Data administrasi dan kondisi riil di lapangan juga disesuaikan dengan bantuan kelurahan dan kecamatan,” jelasnya. Program rehabilitasi ini menjadi bukti bahwa persoalan Rutilahu membutuhkan gerakan bersama. Pemerintah hadir melalui koordinasi dan pendataan, sementara lembaga sosial ikut memperkuat upaya percepatan pembangunan. Kolaborasi inilah yang diharapkan mampu menjangkau lebih banyak warga yang selama ini masih tinggal di rumah yang belum memenuhi standar kelayakan. “Bagi penerima manfaat, renovasi rumah bukan sekadar mengganti genteng, memperbaiki dinding, atau membangun kembali lantai yang rusak,” pungkasnya. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Warga Kota Sukabumi diminta tidak lengah menyikapi laporan dugaan munculnya sebaran abu vulkanik tipis di sejumlah titik wilayah. Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda, menilai kewaspadaan harus dibangun sejak dini agar masyarakat tidak baru mengambil langkah perlindungan ketika kondisi sudah memburuk. Wawan yang akrab disapa Kang Wanju menegaskan, masyarakat tidak perlu panik. Namun, informasi mengenai potensi paparan abu vulkanik harus menjadi perhatian serius, terutama bagi warga yang masih harus beraktivitas di luar rumah. “Jangan panik, tetapi jangan juga lengah. Kewaspadaan dan langkah antisipasi mandiri harus kita tingkatkan bersama,” ujar Kang Wanju, Minggu, (6/9/2026). Menurutnya, partikel abu vulkanik yang sangat halus dapat terbawa angin dan berpotensi masuk ke saluran pernapasan maupun mengenai mata. Kondisi tersebut perlu diantisipasi karena dapat memicu gangguan kesehatan pada sebagian masyarakat. Kang Wanju pun meminta warga yang beraktivitas di luar rumah mengenakan masker sebagai perlindungan dasar. Pengendara sepeda motor juga diingatkan tidak berkendara tanpa perlindungan mata. Helm dengan visor tertutup atau kacamata pelindung dinilai penting untuk mengurangi risiko mata terkena partikel debu yang terbawa angin. “Partikelnya sangat halus. Kalau terhirup atau mengenai mata secara langsung, tentu bisa menimbulkan keluhan. Karena itu, lebih baik kita mencegah daripada mengabaikannya,” tegasnya. Ia juga mengimbau masyarakat mulai mengurangi aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak. Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki sensitivitas terhadap gangguan pernapasan. Tak hanya melindungi saluran pernapasan, masyarakat juga diminta menjaga makanan dan air bersih dari kemungkinan paparan debu. Tempat penyimpanan air harus ditutup rapat, sedangkan makanan dan bahan pangan perlu dicuci bersih sebelum dikonsumsi. Di tengah munculnya informasi tersebut, Kang Wanju meminta warga tidak mudah terpancing kabar yang belum terverifikasi. Masyarakat diharapkan menjadikan informasi dari pemerintah daerah, BPBD, dan instansi berwenang sebagai rujukan utama. Menurutnya, kecepatan memperoleh informasi sekaligus kedisiplinan masyarakat dalam melakukan langkah pencegahan menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi dampak bencana. “Kami akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan BPBD untuk memantau perkembangan kondisi, termasuk arah angin dan kemungkinan sebaran debu. Masyarakat tetap tenang, tetapi harus siap dan saling mengingatkan,” pungkas Kang Wanju. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Tahapan menuju Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di wilayah Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, mulai menjadi perhatian masyarakat. Namun, hingga kini geliat politik desa masih relatif sepi, termasuk di Desa Cipeundeuy yang belum mencatatkan adanya figur yang secara terbuka menyatakan diri siap bertarung. Belum munculnya bakal calon membuat peta persaingan Pilkades di Desa Cipeundeuy masih sulit diprediksi. Sejumlah tokoh yang berpotensi maju pun belum terlihat mengambil langkah politik secara terbuka. Kepala Desa Cipeundeuy petahana, Bakang Anwar As’Adi, saat dikonfirmasi mengenai kemungkinan kembali mencalonkan diri, memilih belum memberikan kepastian. Ia menegaskan, saat ini dirinya masih memprioritaskan penyelesaian tugas hingga akhir masa jabatannya. “Saat ini saya masih fokus bekerja menyelesaikan sisa masa jabatan saya sebagai Kepala Desa definitif,” ungkap Bakang. Menurutnya, Pilkades merupakan bagian dari proses demokrasi di tingkat desa yang harus memberikan ruang kepada masyarakat untuk menentukan sosok terbaik yang akan memimpin ke depan. Karena itu, Bakang menyatakan tidak menutup peluang bagi warga yang ingin tampil sebagai calon kepala desa. Ia bahkan memastikan akan memberikan dukungan terhadap siapa pun warga yang memiliki niat membangun dan memajukan Desa Cipeundeuy. “Jika di antara warga ada yang berniat maju dan mencalonkan diri sebagai bakal calon kepala desa, kami akan memberikan dukungan penuh,” ujarnya. Sementara ketika ditanya mengenai kemungkinan dirinya kembali maju apabila masyarakat masih menginginkan kepemimpinannya, Bakang menyerahkan keputusan tersebut kepada kepercayaan warga. “Jika warga masih membutuhkan dan masih mempercayai, Insya Allah bismillah,” katanya. Hingga kini, dinamika Pilkades di Desa Cipeundeuy masih menunggu kemunculan sejumlah figur yang siap menawarkan gagasan dan program kepada masyarakat. Kondisi serupa juga terlihat di sejumlah desa lainnya di Kecamatan Surade. Dengan tahapan Pilkades yang terus berjalan, masyarakat kini tinggal menunggu siapa saja tokoh yang akan mengambil langkah dan secara resmi menyatakan kesiapan untuk ikut dalam kontestasi. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terus dilakukan jajaran Polsek Jampangkulon, Polres Sukabumi. Melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), polisi menertibkan peredaran minuman keras ilegal sekaligus penggunaan knalpot brong yang dinilai mengganggu kenyamanan warga. Kegiatan yang dipimpin Kapolsek Jampangkulon AKP Muhlis tersebut berlangsung pada Sabtu malam menjelang Minggu, 5 September 2026, dengan menyasar sejumlah titik yang dinilai rawan di wilayah hukum Polsek Jampangkulon. Hasilnya, petugas mengamankan 7 botol minuman keras dari berbagai merek dan 14 unit knalpot brong yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Kapolsek Jampangkulon AKP Muhlis mengatakan, KRYD merupakan langkah preventif untuk menekan berbagai potensi gangguan keamanan sekaligus merespons keresahan masyarakat. “KRYD merupakan langkah preventif yang akan terus kami lakukan secara berkelanjutan guna menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Mapolsek Jampangkulon,” tegasnya, Minggu (6/9). Menurut Muhlis, penertiban tersebut juga menjadi tindak lanjut atas informasi dan keluhan masyarakat mengenai peredaran miras serta suara bising yang ditimbulkan kendaraan berknalpot brong. Ia menegaskan, kepolisian akan terus meningkatkan kegiatan patroli dan penertiban sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Selain mengandalkan patroli kepolisian, Muhlis mengajak masyarakat ikut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan. Salah satunya dengan menghidupkan kembali kegiatan ronda atau siskamling di tingkat RT. “Apabila menemukan potensi gangguan Kamtibmas, segera laporkan kepada pihak kepolisian agar dapat segera kami tindaklanjuti,” tandasnya. KRYD tersebut menjadi bagian dari langkah Polsek Jampangkulon dalam mencegah penyakit masyarakat dan menekan potensi gangguan keamanan sejak dini. Kepolisian memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan di wilayah hukumnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – operasi di Kota Sukabumi didorong untuk tidak berhenti pada pola pengelolaan konvensional, tetapi berani melakukan transformasi agar mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan ekonomi dan teknologi yang semakin cepat. Dorongan tersebut disampaikan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, Een Rukmini, dalam puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 tingkat Kota Sukabumi yang digelar di Dekopinda Kota Sukabumi. Menurut Een, peringatan Hari Koperasi tidak semestinya hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi bahan evaluasi sekaligus dorongan bagi pengurus dan pengawas koperasi untuk meningkatkan kapasitas organisasi. “Pengurus dan pengawas koperasi harus terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Jangan sampai koperasi tertinggal oleh perubahan zaman,” ujar Een. Ia menilai perkembangan teknologi digital justru membuka peluang besar bagi koperasi untuk meningkatkan daya saing. Pemanfaatan platform digital dapat digunakan untuk memperluas pemasaran, meningkatkan pelayanan kepada anggota maupun konsumen, serta mendukung tata kelola yang lebih efektif dan profesional. Karena itu, Een meminta gerakan koperasi di Kota Sukabumi mulai melihat digitalisasi bukan sebagai tantangan semata, melainkan sebagai kebutuhan dalam pengembangan usaha. “Koperasi harus kreatif, inovatif dan adaptif. Perubahan teknologi harus kita manfaatkan sebagai peluang untuk mengembangkan koperasi,” katanya. Puncak Hari Koperasi ke-79 tersebut diikuti sekitar 1.000 peserta dan turut dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana. Berbagai kegiatan digelar, mulai dari jalan santai, gowes, pemberian santunan kepada anak yatim dan lansia hingga pembagian hadiah dari para sponsor. Dalam kegiatan itu, Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) juga turut dilibatkan. Koperasi tersebut berpartisipasi menyediakan sejumlah kebutuhan masyarakat, di antaranya beras, minyak goreng, telur, terigu dan berbagai produk lainnya. Een menjelaskan, pengembangan KKMP di Kota Sukabumi memiliki karakteristik tersendiri karena wilayah tersebut tidak memiliki pemerintahan desa. Karena itu, pengembangannya diarahkan melalui kolaborasi dengan gerakan koperasi dan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda). “Di Kota Sukabumi tidak ada desa, sehingga Koperasi Kelurahan Merah Putih menjadi bagian dari gerakan koperasi yang terus kita dorong dan dikolaborasikan bersama Dekopinda,” jelasnya. Selain koperasi, sekitar 20 pelaku UMKM turut meramaikan kegiatan tersebut dengan memasarkan berbagai produk unggulan. Produk yang ditampilkan cukup beragam, mulai dari roti, dimsum, aneka kue hingga kerajinan dan berbagai pernak-pernik. Keterlibatan UMKM, kata Een, menunjukkan bahwa penguatan koperasi harus berjalan beriringan dengan pengembangan usaha mikro dan kecil. Keduanya dinilai memiliki peran strategis dalam membangun ekonomi masyarakat. “Koperasi dan UMKM harus terus tumbuh bersama. Keduanya memiliki peran penting dalam memperkuat perekonomian masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, kehadiran Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana turut memberikan dorongan terhadap pelaksanaan kegiatan. Bobby membuka secara resmi rangkaian kegiatan sekaligus memberangkatkan peserta jalan santai dan gowes. Antusiasme sekitar 1.000 peserta menunjukkan bahwa gerakan koperasi masih memiliki tempat penting di tengah masyarakat. Namun, Een menegaskan bahwa besarnya partisipasi masyarakat harus diikuti dengan peningkatan kualitas koperasi itu sendiri. Ia berharap momentum Hari Koperasi ke-79 menjadi titik penguatan bagi koperasi di Kota Sukabumi untuk terus melakukan pembenahan, meningkatkan profesionalisme dan berani bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. “Dengan inovasi, kolaborasi dan pemanfaatan teknologi, koperasi diharapkan tetap menjadi salah satu pilar utama dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menghadiri Soft Opening Teras Alam Riverside bertema Berbagi Berkah, Menyatu dengan Alam” yang berlangsung di Jalan Sejahtera, Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Sabtu (5/9/2026). Kehadiran Teras Alam Riverside diharapkan tidak hanya menjadi ruang usaha baru, tetapi juga mampu memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat serta membuka peluang kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan warga. Kegiatan tersebut turut dihadiri Owner Teras Alam Riverside Tan Wijaya, Jusuf Hamka, Wakapolres Sukabumi Kota Kompol Fajri Anbiya, Letkol CPM (P) Endang Agustian, H. Dadang Kuswandi dari Rumah Inspirasi. Turut hadir para ketua perkumpulan Tionghoa Sukabumi, jajaran Dispora, unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat dan tokoh agama, serta para pengemudi ojek online di Sukabumi. Dalam sambutannya, Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menegaskan bahwa pembangunan Kota Sukabumi harus dijalankan dengan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap masyarakat. Dia menuturkan, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk terus menghadirkan program yang mampu menekan angka kemiskinan dan pengangguran. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program sosial, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan pembiayaan usaha tanpa bunga yang bersumber dari dana wakaf. Program pembiayaan tersebut, kata Ayep, telah dimanfaatkan oleh ribuan masyarakat dengan nilai bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing penerima. Ia berharap program tersebut dapat menjadi salah satu jalan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil. Selain program sosial, Ayep Zaki juga menaruh perhatian terhadap pentingnya investasi sebagai bagian dari strategi pembangunan Kota Sukabumi. Menurutnya, masuknya investasi harus mampu memberikan dampak nyata melalui pembukaan lapangan kerja, penguatan UMKM, serta pengembangan kawasan perdagangan dan industri. Namun demikian, ia menekankan bahwa seluruh proses pembangunan harus tetap berlandaskan nilai kebenaran, kejujuran, dan keadilan. “Saya di sini hanya kontrak, tidak lama. Saya bukan mencari uang, tetapi ingin mengabdi dan mencintai Sukabumi. Saya ingin Sukabumi menjadi kota yang memiliki kawasan perkotaan dan industri,” ungkap dia. Wali Kota juga mengapresiasi kehadiran para pengusaha dan tokoh masyarakat yang memiliki kepedulian sosial terhadap pembangunan Kota Sukabumi. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun kolaborasi dan bersama-sama menghadirkan perubahan yang memberikan manfaat luas bagi warga. Soft Opening Teras Alam Riverside pun menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghadirkan ruang usaha sekaligus ruang kebersamaan. Dengan mengusung semangat “Berbagi Berkah, Menyatu dengan Alam”, keberadaan Teras Alam Riverside diharapkan mampu menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat Kota Sukabumi. Kegiatan kemudian ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng dan pengguntingan pita yang dilakukan Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki bersama Owner Teras Alam Riverside Tan Wijaya, Jusuf Hamka, serta perwakilan Rumah Inspirasi sebagai tanda resmi dibukanya Teras Alam Riverside. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki mengajak masyarakat untuk terus menggali dan mengembangkan potensi lokal serta kebudayaan sebagai kekuatan dalam membangun perekonomian dan kehidupan sosial di tingkat kewilayahan. Hal tersebut disampaikan Wali Kota saat menghadiri sekaligus membuka Gebyar Karnaval Kelurahan Lembursitu Tahun 2026 yang digelar di halaman Pasar Jabar Juara, Kelurahan Lembursitu, Sabtu (5/9/2026). Dia menyatakan, gebyar Karnaval menjadi wadah bagi masyarakat untuk menampilkan beragam potensi yang berkembang di lingkungan mereka. Mulai dari seni dan budaya, kreativitas warga, hingga produk ekonomi masyarakat turut meramaikan kegiatan tersebut. Berbagai agenda digelar dalam kegiatan itu, di antaranya pawai budaya, pameran hasil karya warga, bazar UMKM kuliner dan kerajinan, serta pertunjukan seni tradisional yang melibatkan RT, RW, komunitas pemuda, dan berbagai unsur masyarakat. Ayep Zaki mengapresiasi semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat Kelurahan Lembursitu dalam mempersiapkan hingga menyelenggarakan kegiatan tersebut. Dia menambahkan, keterlibatan aktif masyarakat merupakan kekuatan utama dalam menghidupkan sekaligus mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki setiap wilayah. “Gebyar Karnaval ini bukan sekadar ajang hiburan tahunan, melainkan wujud nyata kebersamaan dan kekompakan warga. Kegiatan ini sangat efektif untuk menggerakkan roda ekonomi lokal melalui UMKM sekaligus memelihara nilai-nilai kebudayaan yang ada di Sukabumi,” ujarnya. Ia menilai, kegiatan yang diawali tingkat kelurahan memiliki peluang besar untuk menyatukan kekuatan budaya dan ekonomi masyarakat dalam satu ruang bersama. Produk UMKM, hasil karya warga, kesenian tradisional hingga kreativitas generasi muda dapat diperkenalkan secara lebih luas melalui kegiatan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. “Potensi yang ada di wilayah harus terus digerakkan. Ketika masyarakat kompak, budaya tetap terjaga dan UMKM berkembang, maka dampaknya akan dirasakan langsung oleh warga,” ungkapnya. Pemerintah Kota Sukabumi, lanjut Ayep, berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terhadap kegiatan kemasyarakatan yang mampu memberikan dampak positif bagi kesejahteraan warga. Penguatan kebersamaan dan partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan sosial sekaligus mendorong pertumbuhan potensi ekonomi lokal. Melalui Gebyar Karnaval Kelurahan Lembursitu, masyarakat menunjukkan bahwa ruang publik di tingkat kewilayahan tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga dapat menjadi ruang produktif untuk mempertemukan kebudayaan, kreativitas, dan aktivitas ekonomi. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat pun menjadi modal penting dalam membangun Kota Sukabumi dari wilayah, dengan mengangkat potensi lokal sebagai kekuatan bersama. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Bupati Sukabumi H. Asep Japar menghadiri Wisuda ke-16 Program Magister dan Sarjana Universitas Nusa Putra Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung di Gedung Anton Soedjarwo, Jalan Bhayangkara Nomor 166, Kota Sukabumi, Sabtu (5/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Asep Japar menegaskan bahwa toga dan gelar akademik yang kini disandang para wisudawan dan wisudawati bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan dan perjuangan. Menurutnya, kelulusan justru menjadi awal bagi para lulusan untuk mengamalkan ilmu pengetahuan serta memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat. “Jadilah agen perubahan yang menjunjung tinggi etika, moral, dan integritas. Berikan kontribusi nyata untuk masyarakat dan pembangunan Kabupaten Sukabumi,” ujar Bupati. Bupati juga mengingatkan para lulusan agar tidak berhenti belajar. Perkembangan teknologi yang semakin pesat serta perubahan zaman, kata dia, menuntut setiap individu untuk terus meningkatkan kemampuan dan mampu beradaptasi menghadapi berbagai tantangan. “Ilmu yang diperoleh jangan berhenti pada gelar. Ilmu tersebut harus mampu memberikan manfaat, menjawab persoalan, dan menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat,” tegasnya. Dalam kesempatan itu, Bupati turut memberikan apresiasi kepada para orang tua dan keluarga wisudawan. Menurutnya, keberhasilan para lulusan meraih gelar akademik tidak terlepas dari doa, dukungan, pengorbanan, dan pendampingan keluarga selama menjalani proses pendidikan. “Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Amalkan ilmu yang telah diperoleh dan teruslah mengembangkan diri melalui proses belajar sepanjang hayat,” ungkapnya. Sementara itu, Rektor Universitas Nusa Putra, Assoc. Prof. Dr. H. Kurniawan, S.T., M.Si., M.M., mengatakan bahwa momentum wisuda merupakan bagian penting dari perjalanan akademik para mahasiswa. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan meraih gelar akademik bukan hanya hasil perjuangan pribadi, melainkan juga tidak terlepas dari peran besar orang tua dan keluarga. Kurniawan pun berpesan agar para lulusan tidak melupakan orang tua yang telah memberikan dukungan sejak awal hingga berhasil menyelesaikan pendidikan. “Setelah selesai wisuda ini, saya berharap adik-adik bersimpuh kepada kedua orang tua dan keluarga. Dukungan utama adalah dukungan keluarga,” pungkasnya. Selain itu, Rektor berharap para lulusan tetap membawa dan mengamalkan nilai-nilai Trilogi Nusa Putra dalam menjalani kehidupan dan perjalanan karier ke depan, terutama semangat cinta kasih kepada Tuhan, keluarga, dan sesama manusia. Wisuda ke-16 Universitas Nusa Putra ini menjadi momentum lahirnya sumber daya manusia baru yang diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter, integritas, serta kepedulian untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat dan pembangunan daerah. (Usep)