SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Program sosial 12 Pas terus bergulir dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Sukabumi. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki saat berkunjung di Desa Sudajayahilir dan Jayamekar Kecamatan Baros, Rabu (9/9/2026). Hadir mendampingi Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, Kepala Dinas Sosial Asep Suhendrawan, Sekretaris Dinas Sosial dr. Lulis Delawati, Camat Baros Angga Sugia Wijaya, Lurah Sudajayahilir Dendi Firmansyah, Lurah Jayamekar Ragam Zainul Alam, perwakilan Baznas, BJB para Ketua RT dan RW dan tamu undangan lainnya. Dia mengatakan, kegiatan kali ini memasuki pelaksanaan episode ke-20 dan ke-21. Di mana sebanyak kurang lebih 16 warga kembali menerima bantuan melalui program yang didukung oleh berbagai pihak tersebut. “Program 12 PAS ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial, perbankan, dan berbagai unsur lainnya dalam membantu masyarakat,” kata Ayep Zaki. Pada putaran kedua tambahnya, pelaksanaan program, para penerima manfaat mendapatkan dukungan dalam bentuk bantuan modal usaha serta bantuan melalui program 12 PAS. “Sebanyak 16 penerima manfaat tersebut berasal dari dua wilayah kelurahan tersebut,” tuturnya. Program ini mendapat dukungan dari sejumlah sponsor dan mitra, di antaranya Baznas, BJB, Telkom, Pegadaian, SCG, Indomaret, Alfamart, serta perkumpulan perbankan daerah Kota Sukabumi. Dia juga menegaskan, kolaborasi berbagai pihak menjadi kekuatan penting dalam menjalankan program sosial dan pemberdayaan masyarakat. “Keterlibatan dunia usaha, lembaga keuangan, pemerintah dan unsur masyarakat diharapkan dapat memperluas manfaat program bagi warga yang membutuhkan,” ujarnya. Pelaksanaan kegiatan juga mendapat pendampingan dari berbagai unsur. Sejumlah pihak turut terlibat mulai dari unsur DPRD, Sekretaris Daerah, para kepala dinas, PSM Sekmat, lurah, Ketua RW dan RT, PSM, hingga unsur kesejahteraan sosial Kota Sukabumi. Program tersebut kata dia menjadi salah satu upaya untuk memberikan perhatian kepada masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kemandirian ekonomi, terutama bagi penerima bantuan modal usaha. Di tengah pelaksanaan program sosial tersebut, Ayep Zaki juga menyinggung perkembangan positif kondisi ekonomi Kota Sukabumi. Ia menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Sukabumi saat ini menunjukkan capaian yang membanggakan. Berdasarkan data yang disampaikan, Kota Sukabumi berhasil menempati peringkat ke-17 terbaik dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Selain pertumbuhan ekonomi, Kota Sukabumi juga dinilai mampu menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi. Dalam capaian pengendalian inflasi, Kota Sukabumi berada di peringkat ke-9 secara nasional. Capaian tersebut menjadi optimisme bagi Pemerintah Kota Sukabumi untuk terus memperkuat berbagai kebijakan pembangunan dan program yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat. Ayep Zaki menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan warga. Karena itu, program pemberdayaan dan bantuan sosial yang melibatkan banyak pihak akan terus didorong sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih mandiri. Sementara itu, dalam kesempatan tersebut juga disampaikan mengenai agenda penting terkait TKD. Tenggat waktu untuk proses tersebut dijadwalkan pada tanggal 23. Apabila hingga batas waktu tersebut tidak terdapat hal yang masuk atau belum ada perkembangan, maka pada tanggal 24 harus segera ditentukan sejumlah poin dalam anggaran perubahan yang selanjutnya akan dibahas dan disahkan oleh DPRD. Langkah tersebut dinilai penting agar proses penyusunan dan penyesuaian anggaran dapat berjalan sesuai jadwal serta tetap mengakomodasi kebutuhan dan prioritas pembangunan Kota Sukabumi. Melalui sinergi pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial, perbankan, dan seluruh elemen masyarakat, Pemerintah Kota Sukabumi berharap berbagai program yang dijalankan mampu membuka peluang bagi masyarakat untuk tumbuh dan meningkatkan taraf perekonomiannya. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Ratusan jamaah memadati Padepokan Sapujagat di Kampung Pasirpulus, Desa Cidahu, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Perguruan Sapujagat Cabang Pajampangan. Kegiatan yang berada di bawah naungan Yayasan Al-Ikhlas Sapujagat tersebut berlangsung khidmat pada Selasa malam menjelang Rabu, bertepatan dengan 26 Maulud 1448 Hijriah atau 8 September 2026. Peringatan Maulid Nabi dipimpin Ketua Perguruan Sapujagat Cabang Pajampangan, Ustadz Yudi Pratama yang dikenal dengan sapaan Si Peci Merah Tijampang. Sejumlah rangkaian kegiatan digelar, mulai dari pembacaan Maulid, sholawat, tausiah, dzikir, doa bersama hingga silaturahmi dan makan bersama. Kehadiran Wakapolres Sukabumi Kompol Agus Susanto, S.H., M.H. menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Ia hadir mewakili Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi, S.H., S.I.K., M.H., bersama jajaran Polres Sukabumi. Turut hadir Kasat Reskrim Polres Sukabumi Iptu Dudi Suharyana, unsur Forkopimcam Cibitung yang dipimpin Camat Soleh. Turut membersamai Kapolsek Surade Iptu Ade Hendra, Kapolsek Jampangkulon AKP Muhlis, Kepala Desa Cidahu, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. Selain itu, Ketua Umum Paguyuban Jampang Tandang Makalangan (PJTM) H. Hendra Permana juga hadir didampingi Sekjen Hendrik Firmansyah serta Waka Jagaraksa yang akrab disapa Bah Dendi bersama anggota PJTM lainnya. Dalam sambutannya, Ustadz Yudi Pratama mengajak seluruh pihak untuk memperkuat persatuan dan membangun bangsa dengan menjadikan nilai-nilai agama sebagai pondasi utama. “Kita bersama-sama membangun bangsa demi keutuhan negara dengan pondasi agama yang kuat,” ujar Ustadz Yudi Pratama. Ia juga menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran Wakapolres Sukabumi beserta seluruh jajaran dan tamu undangan yang telah meluangkan waktu menghadiri peringatan Maulid Nabi tersebut. Sementara itu, Wakapolres Sukabumi Kompol Agus Susanto memberikan apresiasi kepada Perguruan Sapujagat Cabang Pajampangan atas terselenggaranya kegiatan keagamaan yang berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan. Ia berharap Perguruan Sapujagat terus menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan sekaligus mengambil peran positif dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. “Semoga Perguruan Sapujagat senantiasa mengedepankan nilai-nilai keagamaan serta turut aktif membantu menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat,” ujarnya. Suasana religius sudah terasa sejak awal acara melalui pembacaan Marhaba dan lantunan sholawat yang dipimpin langsung Ustadz Yudi Pratama bersama para santri. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat Alquran oleh Ustadz Sihabudin dari Pondok Pesantren Al-Anwar, Pelabuhan Ratu. Ketua Umum PJTM, H. Hendra Permana, dalam sambutannya turut menyampaikan apresiasi terhadap Perguruan Sapujagat. Ia berharap perguruan tersebut terus memberikan manfaat dan menjadi contoh dalam menebarkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat. Memasuki sesi tausiah, jamaah mendapat siraman rohani dari mubaligh muda Al-Ustadz Wildan Pratama, putra dari Ustadz Yudi Pratama. Tausiah kemudian dilanjutkan oleh mubaligh kondang KH. Yendi Al-Anwari, pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar dari Kecamatan Simpenan. Dalam ceramahnya, KH. Yendi Al-Anwari menyampaikan berbagai hikmah dan keteladanan dari perjalanan serta risalah Kangjeng Nabi Muhammad SAW yang menjadi pedoman bagi umat Islam dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir, ratusan jamaah tampak tetap mengikuti acara dengan penuh khusyuk. Peringatan Maulid Nabi tersebut pun menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai keagamaan, persatuan dan kebersamaan masyarakat Pajampangan. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pergerakan ekonomi Kota Sukabumi menunjukkan arah yang semakin positif. Stabilitas harga yang tetap terjaga berjalan beriringan dengan peningkatan aktivitas ekonomi daerah, memberikan optimisme bagi Pemerintah Kota Sukabumi untuk mempertahankan momentum pertumbuhan hingga akhir 2026. Berdasarkan data Pemerintah Kota Sukabumi, inflasi pada Agustus 2026 tercatat 2,77 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Sementara secara bulanan, inflasi berada di angka 0,22 persen month to month (mtm). Capaian tersebut menempatkan Kota Sukabumi di peringkat kesembilan untuk tingkat inflasi tahunan, sekaligus lebih rendah dibandingkan Kota Bogor yang mencatat inflasi sebesar 2,87 persen. Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menilai kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi perekonomian daerah. Menurutnya, pengendalian harga harus terus dilakukan agar pertumbuhan ekonomi yang sedang bergerak positif tidak terganggu oleh tekanan inflasi. “Capaian inflasi ini memberikan harapan positif bagi pertumbuhan ekonomi Kota Sukabumi. Di tengah dinamika ekonomi global, inflasi kita masih berada pada level yang terkendali. Tantangannya adalah mempertahankan stabilitas tersebut sembari terus mendorong aktivitas ekonomi daerah,” ujar Ayep Zaki, Selasa (8/9/2026). Tingkat inflasi Kota Sukabumi tersebut juga masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2026. Pemerintah menetapkan sasaran inflasi sebesar 2,5 persen dengan toleransi sekitar 1 persen. Meski demikian, sejumlah kelompok pengeluaran masih memberikan tekanan terhadap inflasi. Pada Agustus 2026, sektor transportasi dan pendidikan menjadi salah satu penyumbang dominan. Kenaikan tarif transportasi berbasis daring serta penyesuaian biaya pendidikan pada awal tahun ajaran baru ikut memengaruhi pergerakan harga. Biaya pendidikan tingkat SD dan SMP, termasuk kebutuhan bimbingan belajar, turut menjadi faktor yang diperhatikan pemerintah daerah. Untuk menjaga kondisi tersebut tetap terkendali, Pemkot Sukabumi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat berbagai langkah pengendalian harga. Salah satu upaya yang dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Gunung Puyuh, Lembursitu dan Cibeureum. GPM diarahkan untuk menjaga keterjangkauan kebutuhan pokok masyarakat sekaligus mempertahankan daya beli. Program tersebut juga terus didorong untuk diperluas ke berbagai lokasi sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah. Selain itu, Pemkot Sukabumi memperkuat komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk membuka peluang kerja sama di bidang pangan. Langkah ini dinilai penting karena ketersediaan dan harga komoditas pangan memiliki pengaruh terhadap pergerakan inflasi. Di tengah upaya menjaga stabilitas harga, indikator pertumbuhan ekonomi Kota Sukabumi juga memperlihatkan perkembangan yang menggembirakan. Pada triwulan II 2026, ekonomi Kota Sukabumi tumbuh 5,94 persen secara tahunan atau yoy. Pertumbuhan tersebut menempatkan Kota Sukabumi dalam kelompok 20 daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada periode tersebut. Kota Pekanbaru menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi sebesar 7,39 persen, kemudian Kota Batam sebesar 7,28 persen dan Kota Surabaya sebesar 7,20 persen. Pertumbuhan ekonomi Kota Sukabumi sebesar 5,94 persen juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,29 persen pada triwulan II 2026. Bagi Ayep Zaki, capaian tersebut memperlihatkan bahwa perekonomian Kota Sukabumi memiliki fondasi yang cukup positif. Karena itu, momentum tersebut harus dijaga dengan kebijakan yang mampu mendorong sektor-sektor produktif sekaligus tetap mengendalikan tekanan harga. “Capaian ini menunjukkan Kota Sukabumi sudah berada di jalur yang tepat. Ke depan, tantangannya adalah bagaimana menjaga pertumbuhan tetap kuat sekaligus menekan laju inflasi melalui kebijakan yang kreatif, terukur, dan berani. Dengan begitu, peningkatan aktivitas ekonomi dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Ayep. Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek, tetapi juga berupaya memastikan peningkatan aktivitas ekonomi memberikan dampak yang lebih luas terhadap masyarakat. Penguatan sektor ekonomi produktif, menurut Ayep, menjadi salah satu kunci agar tren positif tersebut dapat dipertahankan hingga akhir tahun. “Inflasi harus tetap terkendali, sementara sektor-sektor ekonomi produktif perlu terus diperkuat. Dua hal ini penting untuk menjaga perekonomian Kota Sukabumi tetap tumbuh hingga akhir 2026,” pungkasnya. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUS.COM – Pemerintah Kota Sukabumi bergerak cepat melakukan pemeriksaan terhadap 518 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang masuk dalam data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait dugaan aktivitas judi online. Proses pemeriksaan saat ini masih berada di meja Inspektorat. Setiap nama yang masuk list data tersebut harus melalui pendalaman untuk memastikan fakta sebelum eksekutor dalam hal ini BKPSDM mengambil langkah lebih lanjut terhadap status kepegawaiannya. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Sukabumi, Taufik Hidayah, menegaskan bahwa data PPATK belum dapat dijadikan dasar untuk langsung menyimpulkan seorang ASN melakukan pelanggaran. “Data PPATK itu disebutnya sebagai data intelijen. Yang bersangkutan apakah terbukti salah atau tidak, harus melalui proses pemeriksaan pembuktian,” kata Taufik, Selasa (8/9). Lebih lanjut ia menjelaskan, Pemerintah Kota Sukabumi memilih mengikuti seluruh mekanisme yang berlaku. Inspektorat dan BKPSDM telah mendapat arahan pimpinan untuk menangani persoalan tersebut berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Alhasil keputusan terhadap ratusan ASN tersebut tidak akan dilakukan hanya berdasarkan data awal. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui fakta sebenarnya sekaligus melihat tingkat pelanggaran apabila memang ditemukan adanya pelanggaran. Dari 518 ASN yang masuk dalam data tersebut, lebih dari 300 orang di antaranya merupakan PPPK paruh waktu. Kelompok ini menjadi perhatian khusus karena masa perjanjian kerja mereka akan berakhir pada 30 September. Kondisi tersebut membuat pemeriksaan terhadap PPPK paruh waktu diprioritaskan. BKPSDM memperkirakan terdapat sekitar 12 hari kerja yang menjadi waktu penting untuk mengejar penyelesaian pemeriksaan kelompok tersebut. “Kalau kita prioritaskan yang P3K paruh waktu karena masa perjanjian satu tahun sampai 30 September,” kata Taufik. Sementara ASN lainnya masih memiliki waktu lebih panjang sehingga tidak menjadi prioritas pertama dalam percepatan pemeriksaan. Di tengah target tersebut, proses pemeriksaan masih menghadapi kendala keterbatasan tenaga pemeriksa. Hingga pemeriksaan terakhir, baru sekitar 100 ASN yang telah dimintai keterangan dari total 518 nama. “Ya, SDM pemeriksa,” ujar Taufik ketika menjelaskan salah satu kendala dalam proses tersebut. Meski demikian, koordinasi antara Inspektorat dan BKPSDM terus dilakukan. Kedua instansi tersebut bahkan telah menggelar rapat bersama untuk menyamakan persepsi mengenai langkah penanganan. Skemanya, Inspektorat menjalankan pemeriksaan awal dan pendalaman. Setelah proses tersebut menghasilkan temuan dan rekomendasi, BKPSDM akan mengambil peran dalam tindak lanjut kepegawaian. “Inspektorat di awal, di ujung BKPSDM. Sama-sama kita,” jelasnya. Mengenai kemungkinan sanksi, BKPSDM belum menetapkan bentuk hukuman terhadap ASN yang diperiksa. Sebab, hasil pemeriksaan akan terlebih dahulu memetakan kondisi masing-masing individu. Taufik menegaskan bahwa prinsip keadilan menjadi salah satu dasar dalam menentukan tindak lanjut. Menurutnya, kadar pelanggaran setiap ASN tidak bisa disamaratakan. Dua hal yang antara lain menjadi perhatian dalam pendalaman adalah nilai deposit dan frekuensi transaksi. Ia menggambarkan, ASN yang tercatat melakukan transaksi hingga puluhan juta rupiah dengan frekuensi ratusan kali tentu memiliki kondisi berbeda dengan ASN yang nilai dan frekuensi transaksinya jauh lebih rendah. “Nanti pemetaan sesuai dengan kadar pelanggaran,” ungkapnya. Jika dalam pemeriksaan terbukti terdapat pelanggaran, kategori hukuman pun akan disesuaikan dengan tingkat pelanggarannya. Dalam disiplin ASN dikenal adanya hukuman ringan, sedang hingga berat. Namun, seluruh kemungkinan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan Inspektorat. Taufik juga mengingatkan bahwa PNS maupun PPPK sama-sama memiliki nilai dasar sebagai ASN dan berkewajiban menaati peraturan perundang-undangan. Karena itu, proses pemeriksaan 518 ASN ini menjadi momentum penting bagi Pemkot Sukabumi untuk memastikan persoalan tersebut ditangani secara objektif, proporsional dan sesuai aturan. Kini, waktu menjadi salah satu faktor yang paling diperhatikan, khususnya untuk ratusan PPPK paruh waktu yang masa perjanjian kerjanya segera berakhir. Pada prinsipnya pemerintah harus menyelesaikan proses pemeriksaan dengan cermat tanpa mengabaikan hak setiap ASN untuk memperoleh pemeriksaan dan pembuktian yang berkeadilan. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Camat Cimanggu Dusep Sadeli, S.IP., memimpin langsung kegiatan monitoring penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) serta pembangunan revitalisasi SDN 1 Cimanggu, Selasa (8/9/2026). Kegiatan tersebut melibatkan unsur Forkopimcam Cimanggu sebagai bagian dari upaya memastikan program bantuan masyarakat dan pembangunan fasilitas pendidikan berjalan sesuai rencana. Monitoring diawali di Desa Sukamaju dengan meninjau secara langsung proses penyaluran BLT DD kepada masyarakat penerima manfaat. Setelah itu, rombongan melanjutkan agenda dengan meninjau progres pembangunan revitalisasi SDN 1 Cimanggu. Dalam kunjungannya, Dusep Sadeli mengapresiasi Pemerintah Desa Sukamaju dan jajaran SDN 1 Cimanggu yang telah mempersiapkan serta melaksanakan program tersebut dengan baik. “Semoga proses pembangunan dan penyaluran bantuan ini senantiasa diberikan kemudahan serta kelancaran dalam segala sesuatunya,” ujar Dusep. Menurutnya, pengawasan langsung di lapangan menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan benar-benar tersalurkan kepada masyarakat yang berhak, sekaligus memastikan pembangunan sarana pendidikan dapat berjalan sesuai target. Kepala Desa Sukamaju, Dedih Supiandi, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kunjungan jajaran Kecamatan Cimanggu. Kehadiran Camat dan Forkopimcam dinilai menjadi dukungan serta motivasi bagi pemerintah desa dalam menjalankan program yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat. Sementara itu, pihak SDN 1 Cimanggu juga menyambut positif kunjungan tersebut. Mereka menyampaikan apresiasi atas perhatian seluruh pihak terhadap pembangunan dan revitalisasi sekolah yang saat ini tengah dilaksanakan. Dusep menegaskan bahwa pembangunan SDN 1 Cimanggu memiliki arti penting dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi Kabupaten Sukabumi yang Mubarokah, Maju, Unggul, Berbudaya dan Berkah. Pihak SDN 1 Cimanggu pun menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya program revitalisasi sekolah. Ucapan terima kasih disampaikan kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, khususnya Bupati Sukabumi, Wakil Bupati Sukabumi, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi. Dengan adanya monitoring tersebut, diharapkan penyaluran BLT DD dapat berjalan tepat sasaran, sementara pembangunan revitalisasi SDN 1 Cimanggu dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat dan dunia pendidikan. Kegiatan monitoring berlangsung tertib dan lancar dengan melibatkan jajaran Forkopimcam Cimanggu serta unsur terkait lainnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menargetkan Kota Sukabumi mampu masuk dalam jajaran 20 besar daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Target tersebut menjadi salah satu arah pembangunan ekonomi Pemerintah Kota Sukabumi melalui penguatan sektor UMKM, ekonomi kreatif, investasi serta optimalisasi berbagai potensi ekonomi yang dimiliki daerah. Hal itu disampaikan Ayep Zaki usai menghadiri kegiatan pelatihan desain batik bagi UMKM pemula di Ruper BJB, Selasa (8/9). Menurut Ayep, pertumbuhan ekonomi daerah harus terus didorong melalui berbagai kebijakan yang mampu memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. “Targetnya sekarang kita masuk kepada pertumbuhan ekonomi 20 besar di Indonesia,” ujar Ayep Zaki. Untuk mencapai target tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi terus mendorong efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran daerah. Selain itu, kekuatan konsumsi masyarakat, peningkatan investasi hingga aktivitas perdagangan juga menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Ayep menjelaskan, APBD harus mampu memberikan efek berganda terhadap perekonomian masyarakat. Anggaran pemerintah, kata dia, perlu dikelola secara tepat agar dapat mendorong perputaran ekonomi di berbagai sektor. Di sisi lain, pemerintah juga terus membuka peluang investasi untuk memperkuat perekonomian Kota Sukabumi. “Pertumbuhan ekonomi itu dipengaruhi oleh bagaimana APBD digunakan secara efektif dan efisien, konsumsi masyarakat, investasi, serta aktivitas ekspor dan impor,” ungkapnya. Tak hanya membidik pertumbuhan ekonomi, Kota Sukabumi juga mencatat capaian positif dalam pengendalian inflasi. Ayep menyebut, berdasarkan rilis Agustus secara year on year, Kota Sukabumi berhasil mempertahankan posisinya dalam jajaran 10 besar daerah dengan pengendalian inflasi terbaik di Indonesia. “Yang kedua, kita sudah bisa menjaga inflasi dan masuk 10 besar terbaik di Indonesia,” katanya. Menurutnya, pengendalian inflasi menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat. Dengan harga kebutuhan yang terkendali, masyarakat diharapkan dapat mempertahankan tingkat konsumsi, sehingga aktivitas ekonomi tetap berjalan. Salah satu sektor yang terus didorong untuk memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi adalah UMKM dan ekonomi kreatif. Pelatihan desain batik yang diikuti 75 peserta menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Sukabumi dalam menciptakan sumber daya manusia baru yang memiliki keterampilan dan kemampuan mengembangkan usaha. Ayep berharap dari puluhan peserta pelatihan tersebut akan muncul pengusaha maupun pengrajin batik baru yang mampu menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat. “Ini pelatihan desain batik untuk tingkat pemula dan UMKM. Mudah-mudahan dari 75 peserta ini ada talenta yang nantinya menjadi pengusaha dan pengrajin batik,” ujarnya. Selain batik, Sukabumi memiliki berbagai potensi ekonomi kreatif yang dapat terus dikembangkan, mulai dari kerajinan bambu hingga produk makanan dan berbagai usaha berbasis kreativitas masyarakat. Pengembangan potensi tersebut menjadi bagian dari pembinaan yang dilakukan Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag). Sementara itu, Kepala Diskumindag Kota Sukabumi Een Rukmini mengatakan, pelatihan desain batik diharapkan mampu melahirkan generasi baru pengrajin batik. Menurutnya, keberadaan pembatik baru sangat penting untuk memperkuat keberlangsungan industri batik di Kota Sukabumi. “Dengan pelatihan ini saya mengharapkan muncul pengrajin-pengrajin baru. Batik ini tidak lekang oleh waktu,” kata Een. Ia berharap para peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan dasar, tetapi juga mampu mengembangkan kreativitas dan inovasi untuk menciptakan motif batik yang memiliki karakter khas Sukabumi. Dengan berkembangnya UMKM, meningkatnya investasi, terjaganya inflasi dan semakin kuatnya aktivitas ekonomi masyarakat, Pemerintah Kota Sukabumi optimistis target masuk 20 besar pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia dapat diwujudkan. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Ide kreatif H. Asep Suparwan, Manajer Hotel Augusta Cikukulu, seperti tak pernah ada habisnya. Beragam inovasi terus lahir untuk menghadirkan pengalaman berbeda bagi para pengunjung hotel. Kali ini, sebuah ide spontan kembali mencuri perhatian. Melalui video yang diunggah di akun media sosialnya, terlihat sensasi unik menikmati durian dengan cara yang tidak biasa, yakni memetik langsung buah durian di area Hotel Augusta sebelum menyantapnya. Bukan sekadar menikmati cita rasa durian, pengunjung diajak merasakan pengalaman langsung berinteraksi dengan suasana alam dan fasilitas unik yang tersedia di kawasan hotel. Asep Suparwan mengatakan, konsep tersebut sengaja dihadirkan untuk memberikan kesan mendalam bagi setiap tamu yang berkunjung. “Ini bukan soal duriannya, tapi lebih dari itu. Pengunjung akan lebih dimanjakan dengan sensasinya. Ingatannya akan terus melekat dengan pengalaman pribadinya saat hadir dan langsung berinteraksi dengan keunikan yang kita fasilitasi,” kata Asep, Selasa (8/9/2026). Menurutnya, pengalaman menjadi salah satu nilai penting dalam dunia perhotelan. Karena itu, Hotel Augusta terus berupaya menghadirkan berbagai inovasi yang tidak hanya menawarkan tempat menginap, tetapi juga kenangan tersendiri bagi setiap pengunjung. Sensasi petik durian langsung dari pohonnya pun menjadi salah satu daya tarik yang kini mulai mencuri perhatian. Pengunjung tidak hanya datang untuk beristirahat, tetapi juga bisa menikmati pengalaman berbeda yang jarang ditemukan di tempat lain. Dengan kreativitas yang terus bermunculan, Hotel Augusta tampaknya ingin membuktikan bahwa sebuah hotel tidak harus selalu identik dengan kamar dan fasilitas biasa. Terkadang, sebuah ide sederhana dan spontan justru mampu menciptakan pengalaman yang membuat pengunjung terpukau dan ingin kembali lagi. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Menginap di hotel sambil menikmati fasilitas rekreasi mungkin sudah menjadi hal biasa. Namun, menikmati durian segar dengan cara memetik langsung dari pohonnya di area hotel tentu menjadi pengalaman yang berbeda. Sensasi unik itulah yang ditawarkan Hotel Augusta Cikukulu, yang berlokasi di Desa Cisande, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi. Tak hanya menyediakan fasilitas penginapan yang lengkap, Hotel Augusta juga menghadirkan berbagai wahana rekreasi serta sarana dan prasarana olahraga bagi para pengunjung. Namun, keberadaan pohon durian di kawasan hotel menjadi daya tarik tersendiri yang memberikan pengalaman berbeda bagi para tamu. Saat musim durian tiba, pengunjung berkesempatan menikmati buah durian langsung dari area perkebunan yang berada di lingkungan hotel. Pengalaman memetik dan menikmati durian segar tersebut menjadi salah satu sensasi yang sulit ditemukan di tempat penginapan lainnya. Manajer Hotel Augusta, H. Asep Suparwan, mengatakan keberadaan kebun durian di kawasan hotel menjadi salah satu keunikan yang terus menarik perhatian para pengunjung. Menurutnya, Hotel Augusta tidak hanya ingin memberikan kenyamanan bagi tamu yang menginap, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata yang lebih berkesan. “Hotel Augusta memiliki fasilitas penginapan, wahana rekreasi dan sarana olahraga. Namun yang menjadi pengalaman tersendiri bagi para tamu adalah ketika mereka bisa menikmati durian langsung dari kawasan hotel,” ujar H. Asep Suparwan, Senin (7/9). Keunikan tersebut menjadikan Hotel Augusta Cikukulu sebagai salah satu pilihan destinasi menginap sekaligus berwisata di Kabupaten Sukabumi. Perpaduan antara fasilitas hotel, wahana rekreasi, sarana olahraga, serta suasana alam dengan keberadaan kebun durian menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan maupun masyarakat yang ingin menikmati cita rasa buah yang memiliki wangi yang khas. Bagi pecinta durian, sensasi menikmati buah yang dipetik langsung dari pohonnya tentu menjadi pengalaman yang berbeda. “Bukan sekadar menginap, tetapi juga menikmati kekayaan alam yang tumbuh langsung di kawasan Hotel Augusta Cikukulu,” pungkasnya. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Upaya menjaga kesehatan aparatur sekaligus mendorong budaya deteksi dini terus dilakukan di Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi. Puskesmas Jampangkulon menggelar pemeriksaan kesehatan gratis atau Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi jajaran Forkopimcam dan seluruh pegawai di lingkungan Kecamatan Jampangkulon. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Jampangkulon, Senin (7/9/2026), dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Pemeriksaan dipimpin langsung dr. Aldi bersama tim Puskesmas Jampangkulon. Sejumlah indikator kesehatan diperiksa, mulai dari tekanan darah, kadar gula darah, indeks massa tubuh (IMT), hingga konsultasi kesehatan umum. Menurut dr. Aldi, pemeriksaan tersebut menjadi langkah penting untuk mendeteksi sejak dini berbagai risiko penyakit, khususnya penyakit tidak menular yang kerap berkembang tanpa menunjukkan gejala berarti. “Melalui pemeriksaan ini, kami berupaya melakukan deteksi dini terhadap berbagai kondisi kesehatan. Kami berharap masyarakat, termasuk para pegawai, dapat memanfaatkan layanan ini secara rutin sebagai langkah preventif guna mewujudkan pola hidup sehat,” ujar dr. Aldi. Kegiatan tersebut diikuti Camat Jampangkulon Dading bersama jajaran staf. Sejumlah unsur lainnya juga turut ambil bagian, di antaranya Pendamping Sosial, UPTD Dalduk Kecamatan Jampangkulon, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Jampangkulon, serta pegawai dari berbagai instansi. Camat Jampangkulon Dading mengapresiasi langkah Puskesmas Jampangkulon yang secara langsung memberikan layanan pemeriksaan kesehatan kepada para aparatur dan pegawai. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan bukan sekadar mengetahui kondisi tubuh, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan harus dimulai sebelum munculnya penyakit. “Pemeriksaan gratis ini tidak hanya untuk mengetahui kondisi kesehatan para pegawai, melainkan juga menjadi bagian dari upaya menjaga kebugaran dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Aparatur yang sehat akan melahirkan pelayanan yang optimal bagi masyarakat,” kata Dading. Ia menilai kondisi kesehatan aparatur memiliki kaitan erat dengan kualitas pelayanan publik. Dengan kondisi fisik yang prima, para pegawai diharapkan mampu menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal. Kegiatan CKG berlangsung tertib dan lancar. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa kesadaran terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala mulai mendapat perhatian di lingkungan pemerintahan. Puskesmas Jampangkulon pun mendorong agar pemeriksaan kesehatan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan hidup sehat dan upaya pencegahan penyakit secara berkelanjutan. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Inspektorat Kota Sukabumi terus menelusuri aktivitas transaksi 518 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tercantum dalam data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait dugaan keterlibatan judi online. Nilai transaksi yang menjadi perhatian mencapai sekitar Rp1,8 miliar. Namun, Inspektorat menegaskan angka tersebut belum bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan seluruh ASN dalam daftar tersebut terlibat judi online. Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap fakta di balik setiap transaksi, termasuk aktivitas yang dilakukan, rekening yang digunakan hingga sumber dana yang masuk dalam catatan PPATK. Inspektur Pembantu Bidang Pencegahan dan Investigasi Inspektorat Kota Sukabumi, Agus Rhamdan Darojatun, mengatakan seluruh ASN yang tercantum masih dalam tahap klarifikasi. “Belum bisa menyatakan mereka seluruhnya positif terpapar judol. Makanya kita lakukan klarifikasi dulu. Setelah hasil klarifikasi dituangkan dalam berita acara, nanti kita sampaikan modusnya seperti apa,” ujar Agus, Senin (7/9/2026). Dari total 518 ASN, kelompok P3K paruh waktu menjadi yang paling banyak tercantum dalam data tersebut. Jumlahnya mencapai 339 orang. Sementara ASN berstatus PNS sebanyak 131 orang dan P3K sebanyak 48 orang. Kondisi itu membuat Inspektorat memprioritaskan pemeriksaan terhadap P3K paruh waktu sebelum melanjutkan proses klarifikasi kepada kelompok ASN lainnya. Hingga 4 September 2026, sekitar 100 ASN telah menjalani pemeriksaan. Dengan target pemeriksaan sekitar 20 orang setiap hari, Inspektorat memperkirakan seluruh proses klarifikasi dapat diselesaikan dalam waktu kurang lebih 25 hari kerja. Data PPATK yang tengah didalami mencatat aktivitas transaksi sepanjang 2024 hingga 2025. Aktivitas transaksi terbanyak terjadi pada tahun 2025. Nilai transaksi yang tercatat juga cukup beragam. Ada ASN yang memiliki catatan transaksi sekitar Rp20 ribu, namun terdapat pula transaksi dengan nilai mencapai Rp140 juta. Menurut Agus, nilai transaksi tersebut menjadi salah satu aspek yang akan didalami, terutama apabila jumlah uang yang tercatat dianggap tidak sebanding dengan kemampuan finansial ASN bersangkutan. Hal itu salah satunya terjadi pada sejumlah P3K paruh waktu yang memiliki catatan transaksi dalam jumlah cukup besar. “Kalau misalnya ada P3K paruh waktu sampai ratusan juta, kita melakukan pendalaman dari mana anggarannya. Sedangkan gajinya saja upah bulanan, kalau ditotal setahun tidak sampai segitu. Kita perlu pendalaman, apakah ada bisnis yang lain,” jelasnya. Dalam pemeriksaan, Inspektorat menemukan beragam keterangan dari ASN yang dipanggil. Sebagian mengakui pernah melakukan aktivitas yang berkaitan dengan judi online. Namun, sebagian lainnya membantah dan menyebut rekening atau akun yang tercatat digunakan oleh pihak lain, seperti anak maupun teman. Setiap alasan tersebut tidak langsung diterima begitu saja. Tim pemeriksa akan melakukan pendalaman untuk memastikan siapa yang sebenarnya melakukan transaksi dan dari mana dana tersebut berasal. Pemeriksaan dilakukan berdasarkan perangkat daerah atau SKPD tempat ASN bertugas. Materi klarifikasi meliputi sejumlah pertanyaan terkait aplikasi atau platform yang digunakan, pola transaksi hingga sumber dana. Jika ditemukan adanya keterangan atau transaksi yang membutuhkan penelusuran lebih lanjut, pemeriksa akan mengajukan pertanyaan tambahan. Agus mengakui, keterbatasan jumlah personel menjadi salah satu tantangan dalam menyelesaikan pemeriksaan terhadap ratusan ASN tersebut. Tim pemeriksa terdiri dari auditor dan Pejabat Pengawas Urusan Pemerintahan Daerah (PPUPD), yang di tengah proses klarifikasi juga tetap menjalankan tugas pengawasan lainnya. Setelah seluruh pemeriksaan rampung, hasilnya akan disampaikan kepada Wali Kota Sukabumi selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK). “Untuk PNS, apabila terbukti berdasarkan hasil pemeriksaan, Inspektorat akan merekomendasikan pemberian sanksi disiplin sesuai ketentuan yang berlaku,” terang Agus. Sementara bagi P3K dan P3K paruh waktu, hasil pemeriksaan akan menjadi bahan rekomendasi bagi Wali Kota dalam menentukan kelanjutan perjanjian kerja. “Keputusan tetap ada di Pak Wali selaku PPK. Apakah perjanjian kerjanya diperpanjang atau tidak, itu diserahkan ke Pak Wali. Tapi Pak Wali juga pasti melihat rekomendasi yang diberikan Inspektorat,” tandasnya. (Usep)