SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dinamika kasus kematian tragis N alias RJ (13) kembali berkembang. Di tengah kuatnya opini publik yang menyudutkan TR, sang ibu tiri, kesaksian baru dari Mamat, paman korban, menghadirkan sudut pandang berbeda. Mamat merupakan satu dari 16 saksi yang telah dimintai keterangan oleh Polres Sukabumi. Ia mengaku mendampingi korban selama tiga hari terakhir sebelum bocah tersebut meninggal dunia pada Kamis (19/02/2026). Menurut Mamat, kondisi korban saat itu terus menurun. Kesadaran korban disebut mulai terganggu, disertai ucapan yang tidak terarah. “Selama tiga hari saya menginap dan menjaga. Saya pastikan tidak melihat luka bakar seperti yang ramai dibicarakan,” ujarnya, Minggu (22/02/2026). Ia juga menyinggung video yang sempat viral di media sosial. Dalam pandangannya, rekaman tersebut diambil ketika korban berada dalam kondisi kritis. “Di video itu almarhum sudah tidak sadar sepenuhnya. Bicaranya melantur,” katanya. Hal lain yang menjadi perhatian Mamat adalah kondisi fisik korban. Ia mengaku sempat memijat kaki korban atas permintaan langsung. “Luka yang saya lihat hanya kecil-kecil, tidak tampak parah,” ungkapnya. Namun, ia mengaku terkejut ketika melihat kondisi korban di rumah sakit. “Yang kami herankan, kenapa luka yang awalnya kecil terlihat jauh lebih besar saat di rumah sakit,” tambahnya. Terkait tudingan terhadap TR, Mamat menyatakan keberatan atas label negatif yang berkembang di masyarakat. Ia menilai TR selama ini memperlakukan korban dengan baik. Kini, keluarga memilih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik untuk mendapatkan kepastian penyebab kematian. Hasil uji medis tersebut dinilai akan menjadi kunci, apakah luka yang muncul berkaitan dengan dugaan kekerasan atau justru faktor medis tertentu. Di sisi lain, kasus ini turut menyoroti bagaimana derasnya arus informasi di media sosial dapat membentuk opini sebelum fakta hukum benar-benar terungkap. Spekulasi yang berkembang dinilai berpotensi memperkeruh situasi, terlebih ketika proses penyelidikan masih berlangsung. Sejumlah pihak berharap publik dapat menahan diri dan memberikan ruang bagi aparat penegak hukum untuk bekerja secara objektif. Kepastian penyebab kematian korban sepenuhnya berada pada hasil autopsi dan analisis medis forensik, bukan pada asumsi yang beredar. Penyidik sendiri masih terus mendalami seluruh keterangan saksi serta menunggu hasil pemeriksaan ilmiah guna merangkai fakta yang utuh. Temuan forensik nantinya akan menjadi dasar penting dalam menentukan arah dan kesimpulan akhir perkara ini. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Nuansa kebahagiaan dan keberkahan mulai dirasakan masyarakat seiring datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Direktur RSUD Jampangkulon, dr. Lusi Apriani, menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada umat Muslim, khususnya masyarakat Pajampangan, Jumat (20/2/2026). Dalam pernyataannya, dr. Lusi mengajak masyarakat menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas keimanan, memperkuat kepedulian sosial, sekaligus menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah puasa. “Marhaban ya Ramadhan. Atas nama keluarga besar RSUD Jampangkulon, kami mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriah. Semoga bulan penuh berkah ini menjadi sarana memperkuat keimanan, memperbanyak amal kebaikan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat selama Ramadhan. Masyarakat diimbau memperhatikan asupan gizi saat sahur dan berbuka, menjaga kecukupan cairan tubuh, serta tetap beraktivitas secara seimbang. Menurutnya, Ramadhan bukan hanya menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah spiritual, tetapi juga momentum mempererat solidaritas sosial, termasuk dalam menjaga kesehatan bersama. “Semoga di bulan suci ini, kita semua diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan ibadah. Semoga Ramadhan membawa kedamaian serta keberkahan bagi seluruh masyarakat,” katanya. Selain menyampaikan pesan Ramadhan, RSUD Jampangkulon juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Salah satunya melalui penerapan budaya kerja 5S, yaitu senyum, salam, sapa, sopan, dan santun, yang diterapkan kepada seluruh pegawai. Budaya 5S tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan pelayanan yang lebih humanis, nyaman, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. “Kami mengajak seluruh pegawai RSUD Jampangkulon untuk konsisten menerapkan 5S, baik kepada pasien maupun sesama rekan kerja. Tegur kami jika pelayanan belum sesuai dengan semangat 5S,” tegas dr. Lusi. Dengan semangat Ramadhan, RSUD Jampangkulon berharap dapat terus hadir sebagai mitra kesehatan masyarakat, tidak hanya melalui layanan medis, tetapi juga edukasi kesehatan dan kepedulian sosial selama bulan suci. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Aparat kepolisian dari Polsek Surade mengamankan 25 remaja yang diduga terlibat dalam aksi tawuran perang sarung pada Jumat dini hari (20/2/2026). Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 00.30 WIB di Kampung Cibitung, Desa Cibitung. Keributan yang melibatkan puluhan remaja itu dilaporkan warga karena dinilai meresahkan dan berpotensi mengganggu ketertiban umum. Lokasi kejadian tepatnya berada di area sekitar SMPN 1 Cibitung, yang pada malam hari kerap menjadi titik berkumpul anak-anak muda. Menindaklanjuti laporan masyarakat, petugas langsung bergerak cepat menuju lokasi. Polisi membubarkan kerumunan serta mengamankan para remaja yang berada di tempat kejadian untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Kapolsek Surade, Iptu Ade Hendra, memimpin langsung penanganan kejadian tersebut bersama sejumlah personel. “Langkah pengamanan dilakukan sebagai upaya preventif guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di Bulan Ramadhan,” kata Iptu Ade Hendra, Kamis malam (20/2/2026). Seluruh remaja yang diamankan kemudian dibawa ke Mapolsek Surade untuk dilakukan pendataan, pemeriksaan, serta pembinaan. Kepolisian menekankan bahwa perang sarung yang sering dianggap sebagai tradisi justru berisiko memicu konflik, cedera, hingga konsekuensi hukum. Pihak kepolisian juga mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama pada malam hari selama bulan Ramadan. Polisi menegaskan akan terus merespons cepat setiap potensi gangguan keamanan di wilayah hukumnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Suasana sore di Surade, Kabupaten Sukabumi, tampak lebih ramai dari biasanya. Bundaran Surade dipenuhi warga yang memanfaatkan waktu menjelang berbuka puasa untuk ngabuburit, Kamis (19/2/2026). Sejak sore hari, masyarakat dari berbagai kalangan mulai berdatangan. Anak-anak, remaja, hingga orang tua terlihat menikmati suasana sambil bersantai bersama keluarga maupun teman. Aktivitas warga menciptakan pemandangan khas Ramadhan yang penuh kehangatan. “Kami sering datang ke sini saat ngabuburit. Suasananya ramai, jadi lebih terasa kebersamaan Ramadhannya,” ujar Yanti, salah seorang pengunjung. Selain menikmati suasana, sejumlah warga juga memanfaatkan momen tersebut untuk berbelanja makanan dan minuman berbuka. Pedagang dadakan di sekitar lokasi turut meramaikan area dengan beragam takjil dan jajanan. Keramaian ngabuburit di Bunderan Surade menjadi gambaran hidupnya aktivitas masyarakat selama bulan suci. Warga berharap Ramadhan tahun ini membawa keberkahan serta mempererat kebersamaan di tengah masyarakat. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUNEWS.COM – Memasuki 1 Ramadan 1447 H, anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Erpa Aris Purnama, mengajak masyarakat untuk memperbanyak dzikir dan doa. “Ramadan adalah bulan yang penuh berkah. Mari kita isi dengan memperbanyak dzikir dan doa kepada Allah SWT,” ujarnya, Rabu (18/2/2026). Ia mengingatkan bahwa Ramadan merupakan kesempatan berharga bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, memohon ampunan, serta memperbanyak doa demi kebaikan di dunia dan akhirat. “Semoga kita semua dapat meraih pahala dan keberkahan di bulan Ramadan ini,” katanya. Selain meningkatkan ibadah secara personal, Erpa juga mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial. Menurutnya, semangat berbagi dan saling membantu perlu terus ditumbuhkan, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan. Ia menilai, makna Ramadan tidak hanya terletak pada ibadah puasa, tetapi juga pada perubahan sikap dan perilaku. Menjaga lisan, meningkatkan kesabaran, serta memperbanyak amal kebaikan menjadi bagian penting dalam menjalani bulan suci. Erpa pun berharap Ramadan tahun ini membawa suasana yang lebih tenang dan penuh kebersamaan. Ia mengajak masyarakat menjaga harmoni, meningkatkan keimanan, serta bersama-sama menciptakan lingkungan sosial yang lebih baik. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Menyongsong bulan suci Ramadhan 1447 H, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sukabumi menggelar aksi bersih-bersih di Taman Makam Pahlawan Suryakencana, Rabu (18/02/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Mashudi agar seluruh UPT Pemasyarakatan melaksanakan pembersihan fasilitas umum. Kegiatan dipimpin langsung Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono, dan diikuti pejabat manajerial, staf, regu pengamanan, CPNS, serta peserta magang. Sebagai bagian dari program pembinaan Lapas Sukabumi, sebanyak 15 warga binaan turut dilibatkan. Pelibatan warga binaan tetap mengedepankan aspek keamanan. Seluruh peserta telah melalui sidang TPP dan berada dalam pengawasan serta pengawalan ketat petugas selama kegiatan berlangsung. Budi Hardiono menegaskan, kegiatan ini merupakan implementasi motto Pemasyarakatan, “Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat Untuk Masyarakat.” “Kami ingin menunjukkan bahwa Pemasyarakatan hadir memberi manfaat nyata. Warga binaan dibina agar memiliki kepedulian sosial, rasa tanggung jawab, dan semangat gotong royong sebagai bekal saat kembali ke masyarakat,” ujarnya. Selain sebagai bentuk kontribusi sosial, kegiatan ini juga bertujuan menciptakan lingkungan makam yang bersih dan nyaman menjelang Ramadhan. Mengingat tradisi ziarah kubur yang kerap dilakukan masyarakat sebelum Ramadhan, kondisi TMP yang terawat diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan kekhusyukan bagi para peziarah. Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Sukabumi menegaskan komitmennya menghadirkan program pembinaan yang positif sekaligus memperkuat citra Pemasyarakatan sebagai institusi yang humanis dan bermanfaat bagi masyarakat. (Usep)
SUKABUMI-BIDIKASUSNEWS.COM – Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, mengajak masyarakat memanfaatkan bulan suci sebagai momentum memperkuat karakter sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Tabligh Akbar Majelis Taklim Kajian Ahad Pagi (Kahpi) di Masjid Baiturrahim, Selasa (17/2/2026). Di hadapan ratusan jemaah, Bobby menyoroti tantangan sosial di era digital, khususnya bagi generasi muda. Ia mengingatkan peran penting orang tua dalam mendampingi anak menggunakan teknologi. Menurutnya, pola pengawasan yang bijak dan sesuai usia menjadi kunci agar anak tidak terjebak dampak negatif media sosial. “Di era digital, jangan sampai generasi kita hanya menjadi pengeluh di media sosial. Pendidikan harus lugas, tetapi tetap bijak. Kita butuh generasi cerdas secara intelektual dan kuat dalam akhlak,” ujarnya. Selain isu karakter, Bobby menekankan kondisi darurat sampah. Merujuk pada fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang keharaman membuang sampah sembarangan. Bobby mengungkapkan bahwa TPA Cikundul menerima 183 hingga 187 ton sampah per hari. Dengan kapasitas yang ada, TPA diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar 1,5 tahun ke depan. “Ramadan bukan hanya membersihkan hati, tetapi juga lingkungan. Mulailah memilah sampah dari rumah. Sampah organik bisa diolah menjadi kompos, sedangkan non-organik memiliki nilai ekonomi melalui bank sampah,” ajaknya. Dalam kesempatan tersebut, Bobby juga menyinggung capaian Kota Sukabumi yang menempati peringkat pertama kota tertoleran di Jawa Barat dan keenam secara nasional. Ia menilai kerukunan umat beragama menjadi faktor penting dalam mendorong stabilitas sosial dan pertumbuhan ekonomi. “Predikat kota toleran bukan sekadar penghargaan. Ini menjadi modal besar dalam menciptakan iklim investasi dan membuka peluang usaha,” katanya. Kegiatan turut dihadiri Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda, dan ditutup tausiyah oleh Subki Al-Bughuri yang mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan fisik guna menunjang ibadah Ramadan. Pemerintah Kota Sukabumi sendiri terus menggencarkan edukasi kesadaran lingkungan, termasuk melalui program pembelajaran pengelolaan sampah bagi siswa usia dini. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kota Sukabumi kembali menegaskan pentingnya toleransi dan kerukunan sosial sebagai landasan strategis pembangunan daerah. Komitmen tersebut diperkuat seiring capaian Kota Sukabumi yang meraih peringkat pertama kota tertoleran di Jawa Barat dan posisi keenam secara nasional. Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menyatakan bahwa harmoni dalam keberagaman bukan sekadar simbol sosial, melainkan modal penting bagi stabilitas dan kemajuan kota. “Kondisi masyarakat yang rukun menciptakan rasa aman, memperkuat kepercayaan publik, dan mendorong optimisme pembangunan,” ujarnya usai menghadiri perayaan Imlek di Vihara Widhi Sakti, Senin malam (16/2/2026). Acara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Bobby Maulana, Kapolres Sukabumi Kota Sentot Kunto Wibowo, jajaran perangkat daerah, serta perwakilan organisasi lintas agama. Menurut Ayep, Pemkot Sukabumi tengah menyiapkan langkah konkret untuk memperkuat ekosistem toleransi melalui kebijakan yang lebih solid. Salah satu upaya yang ditempuh yakni mendorong regulasi terkait toleransi dan kerukunan hidup beragama agar memiliki payung hukum yang lebih kuat. “Penguatan regulasi menjadi kunci keberlanjutan program, termasuk dalam memastikan konsistensi kebijakan dan dukungan anggaran,” jelasnya. Ia menilai, stabilitas sosial yang terjaga memiliki dampak langsung terhadap berbagai sektor pembangunan, mulai dari pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas layanan publik, hingga daya tarik investasi daerah. Sementara itu, Kapolres Sukabumi Kota, Sentot Kunto Wibowo, menegaskan kesiapan jajaran kepolisian dalam menjaga kondusivitas wilayah, khususnya pada kegiatan masyarakat yang bersifat keagamaan maupun budaya. “Kami memastikan situasi keamanan tetap terkendali sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman dan aman,” tegasnya. Pengamanan kegiatan, lanjutnya, dilaksanakan sesuai prosedur standar, termasuk pengaturan arus lalu lintas dan pengawasan di sekitar lokasi acara. Dengan kolaborasi lintas sektor yang terus diperkuat, Pemerintah Kota Sukabumi optimistis mampu mempertahankan bahkan meningkatkan capaian dalam indeks toleransi di tingkat nasional. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Menjelang bulan Ramadhan, para pemuda Desa Cipeundeuy kompak menggelar aksi bersih-bersih di kawasan Pantai Kalaju Mandala Ratu, Sabtu (14/2/2026). Dengan penuh semangat, para pemuda membersihkan areal wisata sambil bercanda dan menikmati suasana kebersamaan. Kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekompakan. Usai aksi bersih-bersih, kegiatan dilanjutkan dengan memasak nasi liwet dan makan bersama di tepi pantai. Momen tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi antar pemuda. “Kegiatan ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga kebersamaan. Bersih-bersih pantai, masak liwet bareng, seru,” ujar Opik, salah satu pemuda yang terlibat. Aksi positif tersebut mendapat apresiasi dari warga dan pengunjung. Pantai terlihat lebih bersih dan nyaman, sekaligus menghadirkan suasana yang lebih menyenangkan. Kepala Desa Cipeundeuy, Bakang Anwar As’Adi, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif para pemuda. Menurutnya, kegiatan tersebut mencerminkan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan dan potensi wisata desa. Ia pun mengajak masyarakat yang hendak berlibur atau papajar menjelang puasa untuk berkunjung ke Pantai Kalaju Mandala Ratu dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Erpa Aris Purnama, mengunjungi dua keluarga korban kebakaran rumah di Kampung Cirajang Sawah, RT 01 RW 04, Desa Karangmekar, Kecamatan Cimanggu, Jumat (13/2/2026). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus memberikan bantuan dan dukungan moril kepada warga terdampak, yakni Deni dan Tajmu. Dalam kesempatan itu, Erpa menyerahkan bantuan uang tunai kepada masing-masing korban. Sebelumnya, rumah milik Deni dan Tajmu dilaporkan mengalami kebakaran pada Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Berdasarkan informasi di lapangan, kebakaran diduga dipicu arus pendek listrik. Api yang muncul dari dalam rumah dengan cepat membesar dan merambat ke bagian bangunan lainnya. Erpa Aris Purnama menyampaikan rasa prihatin atas musibah tersebut. Ia berharap para korban tetap tabah dan memastikan akan mendukung proses pemulihan pascakebakaran. “Saya turut berduka atas musibah ini. Semoga keluarga diberikan kesabaran, dan insyaallah kami siap membantu upaya pemulihan,” ujarnya. Deni dan Tajmu menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan bantuan yang diberikan. Mereka mengaku terbantu dengan perhatian serta dukungan yang diterima. Fraksi PKS menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kepedulian sosial serta mendukung warga yang mengalami musibah, termasuk korban bencana kebakaran.