SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Memanfaatkan momentum Ramadan 1447 Hijriah, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PKS, Hj. Leni Liawati, S.Si, menggelar kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) di Masjid Al-Ikhlas, Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kamis (26/02/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) 1. Kehadiran Leni disambut antusias oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, dan jamaah setempat. Dalam kesempatan itu, Leni menegaskan bahwa Tarling bukan sekadar agenda seremonial Ramadan, melainkan ruang komunikasi yang efektif antara wakil rakyat dan masyarakat. “Ramadan adalah waktu yang tepat untuk mempererat kebersamaan. Melalui kegiatan ini, saya ingin mendengar langsung kebutuhan dan harapan warga, sehingga perjuangan di DPRD benar-benar sesuai dengan aspirasi masyarakat,” ujarnya. Ia pun melaksanakan salat Tarawih berjamaah bersama warga, dilanjutkan dengan dialog santai yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan, Leni turut menyerahkan bantuan mushaf Al-Qur’an kepada pengurus Masjid Al-Ikhlas. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan tadarus dan pembelajaran Al-Qur’an bagi anak-anak maupun orang tua di lingkungan Desa Cikahuripan. Kegiatan ditutup dengan ramah tamah, memperkuat hubungan emosional antara masyarakat Cisolok dan wakilnya di parlemen daerah. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Aparat Polres Sukabumi terus mendalami kasus kematian NS (12), pelajar SMP asal Kampung Cimandala, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade. Dalam perkembangan terbaru, penyidik menetapkan TR (47) sebagai tersangka setelah melalui serangkaian proses pemeriksaan. Kapolres Sukabumi AKBP Samian menyatakan bahwa langkah hukum tersebut diambil berdasarkan temuan awal yang dinilai memenuhi syarat penyidikan. “Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengumpulkan alat bukti awal. Proses ini masih berjalan dan terus kami kembangkan,” ujarnya, Rabu (25/2/2026). Kasus ini menyita perhatian publik menyusul kondisi korban saat ditemukan. Penyidik bergerak cepat melakukan pendalaman, termasuk meminta keterangan sejumlah pihak yang berkaitan dengan lingkungan korban. Selain itu, polisi juga menelusuri riwayat kejadian sebelumnya. Dari hasil pendalaman sementara, ditemukan adanya laporan terdahulu yang sempat masuk ke aparat penegak hukum, namun tidak berlanjut ke tahap persidangan. “Kami melihat seluruh rangkaian informasi untuk mendapatkan gambaran utuh peristiwa,” jelas Kapolres. Terkait dugaan motif, tersangka memberikan keterangan bahwa tindakannya berkaitan dengan upaya pendisiplinan. Meski demikian, penyidik menegaskan bahwa setiap perbuatan akan dinilai berdasarkan fakta hukum. “Semua keterangan akan diuji. Fokus kami tetap pada pembuktian unsur pidana,” tegasnya. Saat ini, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan forensik lanjutan. Polisi menyebut proses tersebut membutuhkan waktu karena melibatkan analisis laboratorium. “Kami mohon masyarakat bersabar menunggu hasil resmi tim forensik,” katanya. Polisi juga membuka peluang pengembangan perkara apabila ditemukan fakta baru selama penyidikan berlangsung. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan terhadap anak serta peran lingkungan dalam mencegah potensi kekerasan. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Momentum Ramadhan dimanfaatkan Anggota DPRD Kota Sukabumi, Anita Fajarianti, untuk menggerakkan semangat ekonomi kerakyatan. Melalui bazar takjil yang digelar di kawasan Cipanengah, Dapil 3 Kota Sukabumi, puluhan pelaku UMKM kembali mendapatkan ruang usaha sekaligus dukungan nyata. Sebanyak 25 pedagang UMKM dilibatkan dalam kegiatan yang rutin digelar setiap tahun tersebut. Mereka menjajakan aneka makanan untuk berbuka puasa. Bagi Anita, Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga kesempatan strategis untuk memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat kecil. “Ramadhan harus menjadi energi bagi UMKM. Ketika mereka bergerak, ekonomi warga ikut hidup,” dalam sebuah wawancara, Rabu (25/2/2026). Tak berhenti pada penyediaan stand bazar, Anita juga mendorong perputaran usaha dengan membeli langsung produk para pedagang. Takjil yang dibeli kemudian dibagikan kepada masyarakat dan masjid di sekitar lokasi kegiatan. Langkah ini dinilai bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga strategi sederhana untuk memastikan para pelaku UMKM merasakan dampak ekonomi secara langsung. Menurut Anita, penguatan ekonomi lokal membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk peran wakil rakyat. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus menumbuhkan optimisme pelaku usaha kecil di tengah berbagai tantangan ekonomi. “Kita ingin UMKM tetap percaya diri. Sekecil apa pun usaha mereka, itu adalah kekuatan ekonomi daerah,” tegasnya. Kegiatan yang mendapat sambutan positif warga tersebut menjadi gambaran bagaimana Ramadhan dapat menghadirkan nilai ibadah sekaligus keberdayaan ekonomi masyarakat. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengungkapkan rencana pemanfaatan Perumahan Royal Kabandungan Residence yang merupakan bagian dari aset barang rampasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah diserahkan kepada Pemerintah Kota Sukabumi. Bangunan tersebut akan difungsikan sebagai rumah singgah untuk tamu-tamu Pemkot Sukabumi dari luar daerah yang memiliki keperluan dinas. Ayep menyebutkan, sebelum digunakan, aset tersebut akan terlebih dahulu melalui proses perbaikan agar layak ditempati. “InsyaAllah akan segera diperbaiki dan dimanfaatkan untuk rumah singgah tamu Pemkot Sukabumi,” kata Ayep menjawab pertanyaan awak media, Selasa (24/2/2026). Meski telah menerima aset, Ayep mengaku belum mengetahui detail teknis bangunan, termasuk kapasitas serta jumlah kamar yang tersedia. “Saya belum cek langsung. Nanti akan dilihat bersama pengelola aset,” katanya. Selain Royal Kabandungan Residence, Pemkot Sukabumi juga menerima total 15 bidang tanah dari KPK. Aset tersebut memiliki karakteristik beragam, mulai dari bangunan, lahan kosong, hingga kebun. Ayep menegaskan, pemerintah daerah tidak mengetahui secara rinci aset tersebut berasal dari perkara korupsi apa. “Yang kami tahu, Pemkot Sukabumi menerima 15 bidang aset dari KPK,” jelasnya. Serah terima aset tersebut dilakukan di Subang, dalam penandatanganan yang turut dihadiri Dedi Mulyadi. Dalam konteks nasional, Ayep menyampaikan bahwa Bandung menjadi daerah penerima hibah terbesar dari sisi nilai aset yang diserahkan KPK, sementara Sukabumi memperoleh aset dengan bentuk yang variatif. Saat ini, Pemkot Sukabumi tengah melakukan inventarisasi dan kajian pemanfaatan agar seluruh aset tersebut dapat memberikan manfaat optimal bagi kepentingan pemerintahan. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus memperkuat strategi pengendalian inflasi melalui Program Sabilulungan untuk Harga Stabil (SABUMI). Program ini dirancang sebagai instrumen intervensi cepat ketika harga kebutuhan pokok mulai menunjukkan tren kenaikan. Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Sukabumi, Yana Chefiana, menjelaskan bahwa SABUMI merupakan turunan langsung dari kebijakan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Kehadirannya tidak sekadar operasi pasar rutin, melainkan bagian dari sistem pengaman daya beli masyarakat. “Ketika harga di pasaran mulai mendekati atau bahkan melewati Harga Eceran Tertinggi, program SABUMI langsung hadir di tengah masyarakat,” ujarnya, Selasa (24/2/2026). Berbagai komoditas strategis disediakan dalam program tersebut, agar kebutuhan masyarakatnya dapat terpenuhi dengan harga terjangkau. Beberapa komoditas itu antara lain beras SPHP, terigu, gula pasir, minyak goreng, bawang putih, telur, gula semut, hingga beras merah dan hitam. Seluruh kebutuhan pokok dijual dengan harga di bawah pasaran. Dia mencontohkan minyak goreng. Bahan pokok tersebut dipasarkan Rp31 ribu per 2 liter atau sekitar Rp15.700 per liter. Sementara harga gula pasir dan terigu juga berada di bawah HET, memberikan ruang belanja lebih hemat bagi masyarakat di tengah fluktuasi harga. Antusiasme warga terlihat dari pelaksanaan di Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng. Sebanyak 400 liter minyak goreng habis terjual dalam waktu singkat, menandakan tingginya kebutuhan sekaligus respons positif masyarakat. Dalam setiap kegiatan, volume distribusi sembako tergolong besar. Minyak goreng mencapai 400 liter, beras SPHP 5 kuintal, bawang putih 200 kilogram, gula pasir 200 kilogram, serta komoditas lain rata-rata 200 kilogram per jenis. Selama Ramadan, Pemkab Sukabumi menargetkan 20 kali pelayanan SABUMI. Sepuluh titik akan terintegrasi dengan rangkaian Muhibah Ramadan, sementara sepuluh lainnya langsung menyasar desa-desa berdasarkan permohonan. “Kini tersedia dua unit mobil operasional SABUMI yang siap bergerak menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan,” jelas Yana. Program ini dipastikan tidak berhenti setelah Ramadan. Pemerintah daerah menegaskan SABUMI akan berjalan berkelanjutan, terutama untuk membantu stabilitas harga di desa-desa terpencil. “Sabumi tidak berakhir di bulan Ramadan. Insyaallah akan terus kami lanjutkan,” tegasnya. Bagi pemerintah desa yang ingin menghadirkan SABUMI, mekanisme pengajuan dibuat sederhana. Desa cukup mengajukan permohonan melalui konfirmasi WhatsApp, selanjutnya distribusi akan dijadwalkan sesuai kebutuhan wilayah. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pengelolaan limbah cair di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini menjadi fokus penguatan pengawasan di Kota Sukabumi. Satgas MBG setempat menemukan seluruh 46 SPPG masih menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) manual atau alami berdasarkan hasil pemantauan lapangan terbaru. Kepala Satgas MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan, mengatakan temuan tersebut diperoleh melalui pengecekan bersama Dinas Lingkungan Hidup. Pemeriksaan diarahkan pada kelengkapan sarana pendukung operasional dapur, terutama sistem pengolahan limbah cair. Menurut Andri, penggunaan IPAL alami tidak otomatis melanggar ketentuan. Namun, aspek keamanan dan efektivitasnya tetap harus dibuktikan melalui pengujian teknis. DLH dijadwalkan melakukan uji laboratorium guna memastikan kualitas air limbah dari masing-masing SPPG. Sejauh ini, enam SPPG telah melakukan peningkatan dengan beralih ke IPAL tank. Penyesuaian tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut rekomendasi teknis DLH untuk memperkuat stabilitas dan kontrol pengolahan limbah. “Hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar IPAL dibangun secara mandiri. Sesuai arahan DLH, sistem manual diminta beralih ke IPAL tank agar pengendalian limbah lebih terukur,” ujar Andri, Senin (23/2/2026). Ia menegaskan, rekomendasi tersebut bertujuan meningkatkan standar lingkungan, mengurangi potensi pencemaran, serta memastikan operasional dapur MBG berjalan sesuai kaidah sanitasi. Satgas MBG bersama DLH kini mendorong percepatan penyesuaian di seluruh SPPG. Penguatan pengawasan juga sejalan dengan instruksi Badan Gizi Nasional yang meminta evaluasi menyeluruh fasilitas pendukung program MBG. Pengawasan mencakup kesiapan dapur, sanitasi, hingga sistem pengolahan limbah. Satgas MBG menekankan setiap SPPG wajib memenuhi standar operasional yang telah ditetapkan. Mekanisme penindakan akan dilakukan secara bertahap jika ditemukan ketidaksesuaian. “Pendekatan dimulai dari peringatan dan pembinaan. Jika tidak ada perbaikan, sanksi hingga penutupan dapat diberlakukan sesuai prosedur,” kata Andri. Sebagai langkah prioritas, Satgas MBG Kota Sukabumi menitikberatkan pembinaan dan pendampingan teknis. Upaya ini diarahkan agar penyesuaian fasilitas dapat dilakukan tanpa mengganggu keberlanjutan program. “Kami mengedepankan langkah korektif. Program harus tetap berjalan, tetapi kepatuhan terhadap standar lingkungan juga tidak bisa ditawar,” tandasnya. Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, Yelly Yumaeli mengungkapkan, peringatan HPSN 2026, berangkat pada sebuah peristiwa masa lalu yakni longsornya TPA Leuwi Gajah. “Melalui peringatan HPSN ini, mengingatkan masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah mulai dari sumbernya. Artinya masyarakat bisa memilah sampah organik jadi kompos dan anorganik bisa dijual atau digabung,” kata Melly. Dia juga mengatakan, limbah dari sampah yang dibuang ke TPA itu adalah berbentuk residu. Tema tahun ini adalah Kolaborasi untuk Indonesia Asri Aman Resik Sehat dan Indah. “Imbauan kami masyarakat melaksanakan korve seperti yang diinstruksikan oleh Presiden Prabowo. Di mana korve itu untuk melaksanakan kebersihan di lingkungan masing-masing. Ke depan fungsi TPS3R akan lebih dioptimalkan,”tegasnya. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Apel pagi di lingkungan Polres Sukabumi, Senin (23/2/2026), tak sekadar menjadi rutinitas seremonial. Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolres Sukabumi, AKBP Dr. Samian, itu dirangkai dengan tes urine bagi personel sebagai bagian dari pengawasan internal. Dalam arahannya, Kapolres menegaskan pentingnya menjaga stabilitas kamtibmas sekaligus memperkuat disiplin dan profesionalisme anggota. “Personel diminta tetap siaga, responsif, dan adaptif terhadap berbagai potensi gangguan keamanan di wilayah hukum Polres Sukabumi,” kata AKBP Samian. Usai apel, seluruh personel yang telah dijadwalkan mengikuti tes urine. Langkah ini disebut sebagai upaya deteksi dini sekaligus penegasan komitmen institusi dalam menjaga integritas aparat penegak hukum. Kapolres menekankan bahwa pelanggaran terkait narkotika merupakan pelanggaran serius yang berdampak langsung pada kepercayaan publik. “Integritas anggota adalah fondasi utama pelayanan kepolisian,” tegasnya. Kegiatan tersebut juga menjadi pesan internal bahwa pengawasan dan pembinaan akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Tidak ada ruang toleransi bagi tindakan yang mencederai nama baik institusi. “Dengan penguatan disiplin dan kontrol internal, Polres Sukabumi berharap kinerja pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga, profesional, dan berintegritas,” pungkasnya. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kota Sukabumi mempertegas komitmen memperkuat ekosistem demokrasi melalui kolaborasi dengan KPU Kota Sukabumi. Langkah tersebut diwujudkan lewat penandatanganan Nota Kesepakatan yang berlangsung di Balai Kota Sukabumi, Senin (23/02/2026). Kesepakatan ini menandai penguatan kerja sama lintas kelembagaan pada masa nontahapan pemilu, dengan fokus pada pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, pendidikan politik masyarakat, serta peningkatan partisipasi warga. Pemerintah daerah dan penyelenggara pemilu sepakat bahwa stabilitas demokrasi harus dirawat secara konsisten, tidak hanya menjelang kontestasi. Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menyampaikan bahwa kualitas demokrasi daerah sangat dipengaruhi oleh kesiapan sistem dan kesadaran masyarakat. Karena itu, sinergi kelembagaan dinilai menjadi kunci untuk menciptakan proses pemilu yang lebih partisipatif dan kredibel. “Demokrasi yang sehat lahir dari proses yang kuat. Kolaborasi ini memastikan kesiapan tetap terjaga sekaligus mendorong keterlibatan publik,” ujarnya. Ketua KPU Kota Sukabumi, Imam Sutrisno, menegaskan bahwa masa di luar tahapan bukan periode pasif. Menurutnya, fase ini merupakan ruang strategis untuk konsolidasi kelembagaan, penguatan basis data pemilih, serta perluasan edukasi demokrasi. “Pemutakhiran data dan pendidikan politik berjalan terus. Dukungan pemerintah daerah memperkuat efektivitas program yang kami jalankan,” jelasnya. Penandatanganan Nota Kesepakatan turut dihadiri Wakil Wali Kota Bobby Maulana, Sekretaris Daerah Andang Tjahjandi, jajaran komisioner KPU, serta pejabat di lingkungan Setda Kota Sukabumi. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat fondasi demokrasi lokal yang lebih transparan, adaptif, dan berkelanjutan. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Apel Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2026 dimanfaatkan Pemerintah Kota Sukabumi sebagai ruang penegasan arah perubahan. Di Lapang Apel Setda Kota Sukabumi, Senin (23/2/2026), Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menyuarakan pesan yang melampaui isu kebersihan semata. Di hadapan peserta apel yang terdiri dari unsur perangkat daerah, camat, lurah, hingga pimpinan BUMD/BLUD, Ayep Zaki menekankan bahwa persoalan sampah tidak bisa lagi dilihat secara konvensional. Ia mendorong perubahan paradigma, menempatkan isu sampah sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan dan efektivitas pembangunan. “Kota yang bersih tidak hanya diukur dari minimnya sampah di jalanan, tetapi juga dari kebijakan yang bersih, program yang tepat, dan anggaran yang produktif,” tegasnya. Apel tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi Andang Tjahjandi, serta jajaran pejabat struktural di lingkungan Pemkot Sukabumi. Dalam amanatnya, Wali Kota menyoroti pentingnya menghapus apa yang ia sebut sebagai “sampah kebijakan”. Menurutnya, pembangunan daerah tidak boleh lagi menghasilkan program yang minim dampak atau kegiatan yang hanya bersifat administratif. “Kita harus berani mengubah cara berpikir. Sampah bukan hanya limbah fisik, tetapi juga segala sesuatu yang tidak memberikan nilai tambah. Program yang tidak efektif, kegiatan yang tidak berdampak, itu adalah sampah yang harus kita bersihkan,” ujarnya. Ayep Zaki menegaskan bahwa produktivitas harus menjadi kata kunci dalam setiap perencanaan pembangunan. Ia mengingatkan bahwa setiap kebijakan pemerintah harus berorientasi hasil dan manfaat langsung bagi masyarakat. “Setiap rupiah dalam APBD harus menghasilkan dampak. Tidak boleh ada ruang bagi pemborosan. Anggaran harus menjadi instrumen perubahan, bukan sekadar rutinitas tahunan,” katanya. Ia menyebut APBD Kota Sukabumi Tahun 2026 sebesar Rp1,175 triliun, dengan target peningkatan menjadi Rp1,4 triliun pada 2027. Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan mencapai Rp650 miliar pada 2026 sebagai bagian dari strategi memperkuat kemandirian fiskal. “Kemandirian fiskal adalah fondasi. Kita tidak bisa terus bergantung. PAD harus diperkuat, efisiensi harus ditingkatkan, dan belanja daerah harus benar-benar produktif,” tegas Ayep Zaki. Selain menekankan aspek kebijakan dan anggaran, Pemkot Sukabumi juga menampilkan langkah konkret melalui penyerahan tujuh unit Motor Sampah (Mosam) kepada tujuh camat se-Kota Sukabumi. Menurut Ayep Zaki, penguatan sarana pengelolaan sampah di tingkat kewilayahan menjadi bagian dari strategi mempercepat layanan kebersihan sekaligus mendekatkan sistem pengumpulan sampah ke masyarakat. “Ini bukan sekadar penambahan armada. Kita sedang memperkuat sistem. Pengelolaan sampah harus lebih responsif, lebih efisien, dan lebih terintegrasi,” jelasnya. Ia pun menegaskan bahwa perubahan tidak akan berjalan tanpa keterlibatan masyarakat. Kesadaran kolektif, menurutnya, menjadi elemen kunci dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang bersih dan sehat. “Pemerintah bisa menyiapkan regulasi dan sarana. Tapi budaya bersih hanya bisa lahir dari kesadaran bersama. Di situlah HPSN menjadi momentum refleksi sekaligus aksi,” pungkasnya. Melalui HPSN 2026, Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan pesan bahwa kebersihan lingkungan, efektivitas pembangunan, dan produktivitas anggaran merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam mendorong kemajuan kota. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Sekretaris DPRD Kabupaten Sukabumi, H. Wawan Godawan Saputra, memimpin langsung rangkaian kegiatan keagamaan dalam program Ansyithoh Ramadhan 1447 H. Kegiatan digelar Sekretariat DPRD Kabupaten Sukabumi pada Senin (23/2/2026). Program bertema “Ramadhan Maslahat Berdampak” tersebut diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari tadarus Al-Qur’an, kajian keagamaan, pengajian Ramadhan. Kegiatan lainnya berupa penggalangan donasi, perawatan rutin masjid, hingga santunan anak yatim. Seluruh rangkaian kegiatan diikuti oleh jajaran pegawai sebagai bentuk penguatan nilai spiritual selama bulan suci. “Kegiatan Ramadhan tidak sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat integritas, kebersamaan, serta semangat pengabdian aparatur,” tegasnya. Dia menambahkan, Ramadhan harus menjadi ruang refleksi dan penguatan karakter. Kami ingin membangun lingkungan kerja yang religius, harmonis, dan berdampak positif. Selain kegiatan internal, aksi sosial berupa donasi dan santunan anak yatim menjadi wujud kepedulian aparatur terhadap masyarakat sekitar. “Perawatan masjid juga menjadi salah satu fokus kegiatan untuk menjaga kenyamanan fasilitas ibadah,” terangnya. Melalui program ini, DPRD Kabupaten Sukabumi berharap semangat Ramadhan mampu memperkuat karakter aparatur yang berakhlak, profesional, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat Kabupaten Sukabumi. (Dicky)