SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM — Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, Zainul Munasichin, bersama Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Minggu (1/3/2026) di GOR Surade, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan BGN Ramzi, S.STP, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi H. Dadang Hermawan, kader PKB se-Dapil VI, serta masyarakat setempat. Sosialisasi ini bertujuan memastikan implementasi program berjalan sesuai ketentuan, khususnya di wilayah Dapil VI. Dalam pemaparannya, Zainul menyampaikan bahwa pihaknya menerima sejumlah keluhan masyarakat terkait menu MBG selama Ramadan. Ia menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh agar kualitas makanan tetap terjaga. “Badan Gizi Nasional melakukan sosialisasi terkait pelaksanaan program makan bergizi gratis di wilayah Dapil VI. Kita ingin melihat langsung implementasinya di lapangan, apalagi ada komplain masyarakat soal menu Ramadan,” ujarnya. Menurutnya, selama Ramadan menu yang dibagikan berupa makanan kering dan didistribusikan dua hari sekali. Namun, muncul keluhan terkait kualitas, komposisi, hingga harga yang dinilai belum sesuai standar. Zainul menegaskan, BGN akan terus melakukan evaluasi serta memberikan peringatan keras kepada pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar tidak mengurangi kualitas makanan, termasuk dari sisi anggaran. Ia juga mengingatkan agar pengelola SPPG bersikap terbuka terhadap kritik. Program ini, kata dia, harus dijalankan secara transparan dan responsif terhadap aspirasi masyarakat. “SPPG harus welcome terhadap kritik dan saran. Jangan alergi. Kalau ada komplain, beri ruang dialog. Siapa tahu setelah dijelaskan masyarakat bisa memahami,” tegasnya. Terkait sanksi, Zainul menyebut tindakan tegas layak dipertimbangkan apabila pelanggaran terjadi berulang dan tidak ada perbaikan dalam jangka waktu tertentu. “Kalau satu-dua hari ada kekurangan dan langsung diperbaiki masih bisa dimaklumi. Tapi kalau sudah diingatkan dan seminggu tidak berubah, patut dipertimbangkan sanksi,” ujarnya. Ia berharap program MBG ke depan tidak hanya berfokus pada kualitas menu, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian warga melalui pelibatan dalam rantai pasok bahan baku. “Jangan sampai masyarakat hanya jadi penonton. Potensi ekonominya besar jika mereka dilibatkan sebagai pemasok,” tandasnya. Sementara itu, Ramzi dari BGN menegaskan pihaknya membuka ruang pengaduan seluas-luasnya bagi masyarakat yang menemukan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan program. Aduan dapat disampaikan kepada Kepala SPPG, KPPG, maupun melalui media sosial resmi. Ia juga menyebut masyarakat dapat melapor melalui layanan Sahabat Gizi (SAGI) di hotline 127 yang terhubung langsung ke BGN pusat. “Kami butuh pengawasan dari masyarakat untuk memastikan program MBG berjalan sesuai ketentuan,” ujarnya. Terkait sanksi, Ramzi mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah ada 47 SPPG di berbagai wilayah yang dihentikan operasionalnya berdasarkan aduan masyarakat yang terbukti. Melalui sosialisasi ini, DPR RI bersama BGN berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Sukabumi semakin optimal, transparan, dan partisipatif dengan dukungan pengawasan aktif dari masyarakat. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PKS, Erpa Aris Purnama, menyapa warga Kampung Cibojong, Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, Minggu (1/3/2026). Dalam kegiatan tersebut, Erpa membagikan takjil kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan di bulan suci Ramadan. Agenda kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama serta salat tarawih di masjid setempat. “Alhamdulillah, kami bisa berbagi takjil dan buka bersama dengan warga. Semoga kita semua dapat merasakan kebahagiaan dan keberkahan di bulan Ramadan ini,” ujar Erpa. Kehadiran wakil rakyat itu disambut hangat oleh warga. Mereka mengapresiasi perhatian yang diberikan serta berharap silaturahmi dan sinergi antara masyarakat dan DPRD terus terjalin. “Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi kegiatan ini. Semoga kebersamaan seperti ini terus berlanjut demi kebaikan masyarakat,” kata Imas, salah seorang warga. Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di bulan penuh berkah. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Aksi solidaritas pascakebakaran yang menghanguskan rumah milik Atih Atikah (70) di Kelurahan Sukakarya, Sabtu (28/2/2026), terus mengalir. Lurah Sukakarya Kecamatan Warudoyong, Lina Yuliana Supriatin, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun kembali rumah korban agar segera layak dihuni. Dia menegaskan, dalam waktu dekat pihak kelurahan bersama jajaran, relawan, serta berbagai komunitas akan bergotong royong memperbaiki rumah yang porak-poranda akibat amukan api tersebut. “Alhamdulillah, bantuan terus berdatangan, termasuk dari para dermawan yang ikut merasakan duka korban. Ini bukti kepedulian masyarakat Sukakarya sangat luar biasa,” ujar Lina, Minggu (1/3/2026). Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Sukabumi yang telah bergerak cepat dengan mengutus OPD terkait untuk melakukan asesmen serta menyalurkan bantuan awal bagi korban. Dukungan konkret datang dari PT Nura Travel. Perwakilannya, Agus, menyatakan pihaknya siap membantu pembangunan bagian atap rumah yang menjadi kebutuhan mendesak saat ini. “Kami akan fokus memperbaiki bagian atap sesuai permintaan Ibu Lurah. Alhamdulillah, pimpinan sudah menyetujui,” katanya. Sementara itu, perwakilan Komunitas Siaga Bencana Persatuan Islam (Persis), Rudi Harlan, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai unsur, termasuk BPBD Kota dan Kabupaten Sukabumi, untuk mempercepat proses perbaikan. “Saat ini kami masih melakukan asesmen kebutuhan. Kami ingin memastikan bantuan tepat sasaran dan pengerjaan bisa segera dimulai,” ucap Rudi. Ia menambahkan, komunitasnya siap mengambil peran sesuai kebutuhan di lapangan. Pengalaman membangun rumah korban bencana di wilayah Kabupaten Sukabumi tahun lalu menjadi bekal untuk bergerak lebih cepat. Hal senada disampaikan Ketua Yayasan Yatim Piatu Dhuafa Zakaria yang menegaskan komitmennya membantu pembangunan rumah warga kurang mampu. “Kami terbiasa membantu pembangunan rumah yatim dan dhuafa. InsyaAllah kami akan turut berkontribusi. Tidak banyak janji, yang penting bergerak,” ujarnya. Aksi gotong royong ini menjadi potret kuatnya solidaritas sosial di tengah musibah. Harapannya, rumah Atih Atikah dapat segera berdiri kembali dan menjadi tempat berteduh yang aman serta nyaman. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) Jawa Barat Usep Mulyana menyerahkan bantuan yang berasal dari donasi jajaran Redaksi dan wartawan. Usep mengatakan, bantuan tersebut diterima langsung oleh korban Atih Atikah warga Kampung Tegalwangi RT 04 RW 02 Kelurahan Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi, Minggu (1/3/2026). Dia menambahkan, bantuan tersebut sebagai bentuk rasa empatik dari media online BIDIK-KASUSNEWS.COM kepada korban yang baru saja mengalami cobaan di pagi hari kemarin. “Saya sampaikan dukacita mendalam atas musibah yang dialami oleh bu Atih. Semoga beliau diberikan kekuatan dan ketabahan menerima cobaan ini,” kata Usep. Dia juga berharap kepada semua pihak yang mengetahui informasi ini untuk segera mengulurkan bantuan baik dalam bentuk materi, tenaga dan pikiran untuk membantu meringankan beban yang dipikul korban. “Alhamdulillah, sehari setelah kejadian, bantuan datang silih berganti baik dari pemerintah setempat yang diinstruksikan langsung oleh pak wali lewat dinas terkait,” ujarnya. Sementara itu, Atih, mengungkapkan rasa syukur terhadap Allah SWT dan menyatakan terimakasih yang tak terhingga kepada semua pihak termasuk pemerintah, para relawan dan donatur. “Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang memberikan perhatian dan bantuan untuk membangun kembali rumah yang hancur karena kebakaran,” pungkasnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIKKASUSNEWS.COM – Suasana pagi yang semula tenang di Kampung Tegalwangi RT 04 RW 02, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi mendadak gempar. Sebuah rumah milik lansia, Atih Atikah (70), ludes dilalap si jago merah, Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. Ironisnya, kebakaran terjadi saat rumah dalam keadaan kosong. Atih tengah mengikuti tadarus Alquran di masjid tak jauh dari kediamannya ketika api mulai berkobar. “Alhamdulillah saya sedang tadarus di masjid saat kejadian,” ujarnya lirih, menahan kesedihan melihat rumahnya porak-poranda. Perempuan lanjut usia itu mengetahui musibah tersebut dari pengumuman melalui pengeras suara masjid. Warga mengabarkan bahwa rumah berukuran sekitar 4×3 meter miliknya terbakar hebat. Bangunan dua lantai itu tak mampu diselamatkan dari amukan api. Lantai pertama yang difungsikan sebagai ruang keluarga dan lantai dua atau loteng yang menjadi kamar anaknya hangus terbakar. Tak hanya bangunan, sejumlah dokumen penting ikut musnah. Surat rumah, KTP, KK hingga kartu BPJS tak tersisa. Kerugian material pun ditaksir cukup besar. Saksi mata di lokasi, Asep, menyebut api pertama kali terlihat dari bagian atap rumah. Ia menduga kebakaran dipicu korsleting listrik, mengingat kondisi atap dan instalasi yang sudah termakan usia. “Api cepat sekali membesar. Lokasinya di gang sempit, jadi warga sempat kesulitan membantu pemadaman,” katanya. Beberapa menit kemudian, tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung berjibaku memadamkan api serta melakukan sterilisasi untuk mencegah kebakaran merembet ke rumah lain. Kanit Binmas Polsek Warudoyong, Iptu Bambang Sujana, mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama dengan rutin memeriksa instalasi listrik. “Periksa kabel dan stop kontak secara berkala. Instalasi listrik juga ada masa pakainya,” tegasnya. Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya di bulan Ramadan, untuk lebih berhati-hati saat memasak sahur dan berbuka agar tidak lalai mematikan kompor setelah digunakan. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki menegaskan akan berupaya memutus mata rantai penyanyi sosial dengan membangun ekosistem sosial berkelanjutan. Hal itu disampaikan dalam kegiatan Hari Bhakti Sosial dengan mengundang 20 anak yatim di ruang pertemuan Kelurahan Baros Kecamatan Baros, Jumat (27/2/2026). ‘Kita akan membangun sebuah ekosistem sosial untuk menyelesaikan permasalahan sosial yang ada di tengah masyarakat,” kata Ayep. Ia juga menegaskan bahwa kehadiran pemerintah tidak boleh sekadar seremonial tapi jauh dari itu memberikan secercah harapan pada masyarakat untuk menyongsong kehidupan lebih baik lagi ke depan. Dia bertekad, akan menyelesaikan persoalan sosial seperti kemiskinan, pengangguran, stunting, hingga rumah tidak layak huni benar-benar ditangani sampai ke akar. “Kita tidak bisa bergerak setengah-setengah. Ini bukan program sesaat, tapi gerakan berkelanjutan. Kita ingin memutus rantai masalah sosial secara bertahap dan terukur,” ujarnya. Menurut Ayep, membangun kota bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga membangun harapan dan optimisme pada warganya. Karena itu, Pemkot Sukabumi merancang langkah terintegrasi melalui dua jalur, yakni penguatan program pemerintah dan kolaborasi dengan elemen masyarakat. Salah satu wujud nyatanya adalah pemberian beasiswa rutin sebesar Rp500 ribu per bulan kepada enam siswa sekolah dasar. Meski jumlahnya belum besar, ia menyebut langkah itu sebagai ikhtiar menjaga mimpi anak-anak agar tidak padam karena keterbatasan ekonomi. Tak hanya pendidikan, sektor ekonomi kecil pun disentuh. Program pinjaman tanpa bunga (qardul hasan) sebesar Rp250 ribu tanpa potongan digulirkan dengan biaya administrasi satu persen. Pada Maret ini, sebanyak 400 warga menjadi penerima manfaat, dengan target total 1.600 orang. Bagi sebagian warga, nominal itu mungkin kecil, namun bagi pelaku usaha mikro, suntikan tersebut bisa menjadi penopang dapur keluarga. Di bidang ketenagakerjaan, Pemkot melalui Dinas Tenaga Kerja mulai merilis laporan rutin penempatan tenaga kerja migran. “Sudah ada warga yang diberangkatkan ke luar negeri. Ini bagian dari membuka akses dan peluang yang lebih luas,” kata Ayep. Seluruh rangkaian program itu disebutnya sebagai konsep “pohon wakaf” — sebuah gagasan tentang menanam kebaikan hari ini agar buah manfaatnya terus dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Sementara itu, Ketua IPSM Kota Sukabumi, Ujang Fahrudin atau Jetli, mengatakan kegiatan bakti sosial kali ini menyasar 20 anak yatim dengan total bantuan Rp3,5 juta. Ia menyadari bantuan tersebut belum menjangkau semua yang membutuhkan, namun menjadi pengingat bahwa kepedulian harus terus dirawat. “Yang terpenting bukan hanya nilainya, tapi kesinambungannya. Kita ingin ini menjadi gerakan bersama,” ujarnya. Lurah Baros Neneng Yuliani pun menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. Ia berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat terus diperkuat agar program yang dirancang benar-benar menyentuh warga hingga lapisan terbawah. Di Baros, siang itu, bukan hanya bantuan yang disalurkan. Ada optimisme yang ditebarkan — bahwa dengan kerja bersama dan langkah berkelanjutan, penyakit sosial bukan tak mungkin perlahan bisa disembuhkan. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kisruh pembangunan perumahan di Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum, memasuki babak baru. Atas temuan tersebut DPRD akan menelusuri kepastian administrasi proyek setelah menemukan indikasi aktivitas fisik di lapangan. Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Feri Astrina, menyampaikan bahwa pengawasan dilakukan sebagai respons atas aspirasi masyarakat yang mempertanyakan status perizinan pembangunan tersebut. Dalam peninjauan lapangan, DPRD mencatat adanya alat berat dan area kerja yang menunjukkan tahapan konstruksi telah berjalan. Meski tidak ada aktivitas alat saat kunjungan, kondisi itu dinilai cukup menjadi dasar untuk meminta penjelasan resmi dari perangkat daerah terkait. “Yang kami tekankan bukan soal ada atau tidaknya proyek, tetapi kepastian prosedur. Setiap pembangunan wajib memiliki landasan hukum yang jelas,” ujar Feri, Kamis (26/2/2026). Menurutnya, hingga saat ini DPRD belum menerima pemaparan formal dari dinas teknis mengenai status izin proyek dimaksud. Karena itu, klarifikasi lintas sektor akan segera dilakukan. Tiga instansi dijadwalkan hadir dalam rapat kerja, yakni DPMPTSP Kota Sukabumi, DPUTR Kota Sukabumi, dan DLH Kota Sukabumi. Forum tersebut akan menguji kesesuaian tahapan administrasi, aspek teknis tata ruang, serta potensi dampak lingkungan. Feri menegaskan, pengawasan legislatif merupakan bagian dari fungsi kontrol agar investasi dan pembangunan berjalan selaras dengan aturan. “Investasi penting bagi pertumbuhan daerah. Tapi kepatuhan terhadap regulasi adalah prasyarat utama yang tidak bisa ditawar,” tegasnya. Selain aspek legalitas, DPRD juga menaruh perhatian pada posisi geografis proyek yang berada di sekitar area pertanian. Kajian teknis dinilai perlu memastikan tidak ada potensi gangguan terhadap sistem lingkungan dan tata guna lahan. “Keseimbangan antara pembangunan dan perlindungan lingkungan harus dijaga. Itu prinsip dasar yang kami pegang,” tambahnya. DPRD memastikan hasil klarifikasi nantinya akan disampaikan secara terbuka sebagai bentuk akuntabilitas publik, sekaligus memberikan kepastian informasi bagi masyarakat sekitar. UM
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Memanfaatkan momentum Ramadan 1447 Hijriah, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PKS, Hj. Leni Liawati, S.Si, menggelar kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) di Masjid Al-Ikhlas, Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kamis (26/02/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) 1. Kehadiran Leni disambut antusias oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, dan jamaah setempat. Dalam kesempatan itu, Leni menegaskan bahwa Tarling bukan sekadar agenda seremonial Ramadan, melainkan ruang komunikasi yang efektif antara wakil rakyat dan masyarakat. “Ramadan adalah waktu yang tepat untuk mempererat kebersamaan. Melalui kegiatan ini, saya ingin mendengar langsung kebutuhan dan harapan warga, sehingga perjuangan di DPRD benar-benar sesuai dengan aspirasi masyarakat,” ujarnya. Ia pun melaksanakan salat Tarawih berjamaah bersama warga, dilanjutkan dengan dialog santai yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan, Leni turut menyerahkan bantuan mushaf Al-Qur’an kepada pengurus Masjid Al-Ikhlas. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan tadarus dan pembelajaran Al-Qur’an bagi anak-anak maupun orang tua di lingkungan Desa Cikahuripan. Kegiatan ditutup dengan ramah tamah, memperkuat hubungan emosional antara masyarakat Cisolok dan wakilnya di parlemen daerah. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Aparat Polres Sukabumi terus mendalami kasus kematian NS (12), pelajar SMP asal Kampung Cimandala, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade. Dalam perkembangan terbaru, penyidik menetapkan TR (47) sebagai tersangka setelah melalui serangkaian proses pemeriksaan. Kapolres Sukabumi AKBP Samian menyatakan bahwa langkah hukum tersebut diambil berdasarkan temuan awal yang dinilai memenuhi syarat penyidikan. “Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengumpulkan alat bukti awal. Proses ini masih berjalan dan terus kami kembangkan,” ujarnya, Rabu (25/2/2026). Kasus ini menyita perhatian publik menyusul kondisi korban saat ditemukan. Penyidik bergerak cepat melakukan pendalaman, termasuk meminta keterangan sejumlah pihak yang berkaitan dengan lingkungan korban. Selain itu, polisi juga menelusuri riwayat kejadian sebelumnya. Dari hasil pendalaman sementara, ditemukan adanya laporan terdahulu yang sempat masuk ke aparat penegak hukum, namun tidak berlanjut ke tahap persidangan. “Kami melihat seluruh rangkaian informasi untuk mendapatkan gambaran utuh peristiwa,” jelas Kapolres. Terkait dugaan motif, tersangka memberikan keterangan bahwa tindakannya berkaitan dengan upaya pendisiplinan. Meski demikian, penyidik menegaskan bahwa setiap perbuatan akan dinilai berdasarkan fakta hukum. “Semua keterangan akan diuji. Fokus kami tetap pada pembuktian unsur pidana,” tegasnya. Saat ini, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan forensik lanjutan. Polisi menyebut proses tersebut membutuhkan waktu karena melibatkan analisis laboratorium. “Kami mohon masyarakat bersabar menunggu hasil resmi tim forensik,” katanya. Polisi juga membuka peluang pengembangan perkara apabila ditemukan fakta baru selama penyidikan berlangsung. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan terhadap anak serta peran lingkungan dalam mencegah potensi kekerasan. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Momentum Ramadhan dimanfaatkan Anggota DPRD Kota Sukabumi, Anita Fajarianti, untuk menggerakkan semangat ekonomi kerakyatan. Melalui bazar takjil yang digelar di kawasan Cipanengah, Dapil 3 Kota Sukabumi, puluhan pelaku UMKM kembali mendapatkan ruang usaha sekaligus dukungan nyata. Sebanyak 25 pedagang UMKM dilibatkan dalam kegiatan yang rutin digelar setiap tahun tersebut. Mereka menjajakan aneka makanan untuk berbuka puasa. Bagi Anita, Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga kesempatan strategis untuk memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat kecil. “Ramadhan harus menjadi energi bagi UMKM. Ketika mereka bergerak, ekonomi warga ikut hidup,” dalam sebuah wawancara, Rabu (25/2/2026). Tak berhenti pada penyediaan stand bazar, Anita juga mendorong perputaran usaha dengan membeli langsung produk para pedagang. Takjil yang dibeli kemudian dibagikan kepada masyarakat dan masjid di sekitar lokasi kegiatan. Langkah ini dinilai bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga strategi sederhana untuk memastikan para pelaku UMKM merasakan dampak ekonomi secara langsung. Menurut Anita, penguatan ekonomi lokal membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk peran wakil rakyat. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus menumbuhkan optimisme pelaku usaha kecil di tengah berbagai tantangan ekonomi. “Kita ingin UMKM tetap percaya diri. Sekecil apa pun usaha mereka, itu adalah kekuatan ekonomi daerah,” tegasnya. Kegiatan yang mendapat sambutan positif warga tersebut menjadi gambaran bagaimana Ramadhan dapat menghadirkan nilai ibadah sekaligus keberdayaan ekonomi masyarakat. (Usep)