SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Aksi pencurian terjadi saat waktu salat tarawih di wilayah Kejaruan. Rumah milik Ustadz Nasrullah dibobol maling ketika ia sedang melaksanakan ibadah di masjid, Kamis (5/3/2026). Dalam kejadian tersebut, pelaku berhasil membawa kabur uang tunai puluhan juta rupiah serta sejumlah barang berharga. Berdasarkan keterangan korban, pelaku diduga masuk ke dalam rumah dengan cara mencongkel jendela. Aksi tersebut terjadi saat kondisi rumah sedang kosong karena Ustadz Nasrullah bersama keluarga pergi ke masjid untuk melaksanakan salat tarawih. Peristiwa itu baru diketahui setelah korban pulang dari masjid. Saat memeriksa kondisi rumah, ia mendapati jendela rumah dalam keadaan rusak dan sejumlah barang sudah hilang. “Alhamdulillah saya dan keluarga dalam keadaan aman. Namun uang yang diikat sekitar Rp50 juta, kemudian uang terpisah sekitar Rp8 juta, emas seberat 15 gram, satu unit handphone, serta sejumlah dokumen penting seperti KTP, STNK, dan surat-surat lainnya ikut dibawa kabur,” ujarnya. Jika dikalkulasikan, total kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp80 juta. Ustadz Nasrullah berharap pelaku pencurian tersebut dapat segera ditemukan dan barang-barang miliknya bisa kembali. Ia juga meminta bantuan masyarakat apabila mengetahui informasi terkait kejadian tersebut. “Kami berharap masyarakat yang mungkin mengetahui sesuatu dapat membantu memberikan informasi. Semoga pelaku segera ditemukan dan barang yang hilang bisa kembali,” ungkapnya. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan, terutama saat meninggalkan rumah untuk beribadah di bulan Ramadan. Warga diimbau memastikan rumah dalam keadaan terkunci dengan baik serta saling menjaga keamanan lingkungan. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengambil langkah cepat menyikapi bencana pergerakan tanah yang terjadi di wilayah Kecamatan Bantargadung. Penanganan dilakukan secara bertahap, mulai dari kebutuhan darurat warga hingga rencana relokasi bagi masyarakat terdampak. Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman menjelaskan, pemerintah daerah langsung menggelar rapat koordinasi untuk memastikan seluruh perangkat daerah terlibat aktif dalam proses penanganan bencana. Dalam tahap awal, Pemkab Sukabumi memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar warga yang terdampak, seperti penyediaan dapur umum, layanan kesehatan, serta fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) di lokasi pengungsian. “Kebutuhan dasar masyarakat harus segera terpenuhi agar warga yang terdampak tetap mendapatkan pelayanan yang layak selama masa tanggap darurat,” ujar Ade Suryaman, Kamis (5/3/2026). Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan bantuan biaya sewa rumah bagi warga yang rumahnya terdampak atau berada di area rawan pergerakan tanah. Bantuan tersebut direncanakan diberikan selama enam bulan sebagai solusi sementara bagi para korban. Pemerintah kecamatan pun diminta segera melakukan sosialisasi kepada warga agar mereka dapat mencari tempat tinggal sementara yang aman selama masa pemulihan. Di sisi lain, Pemkab Sukabumi juga mulai menyiapkan langkah jangka panjang melalui rencana relokasi permukiman warga. Saat ini pemerintah masih melakukan kajian untuk menentukan lokasi yang aman dan layak dijadikan kawasan hunian baru. “Nantinya akan disiapkan hunian sementara maupun hunian tetap bagi masyarakat terdampak. Semua akan melalui kajian agar lokasi yang dipilih benar-benar aman dari potensi bencana,” jelasnya. Ade menegaskan, penanganan bencana ini membutuhkan kerja sama dari seluruh pihak, baik pemerintah daerah, aparat wilayah, maupun masyarakat. Dengan koordinasi yang solid, diharapkan proses penanganan dapat berjalan lebih cepat dan warga terdampak segera mendapatkan solusi yang pasti. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis di SDN Kopeng I, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, kembali menjadi perhatian publik. Hal tersebut terungkap setelah ditemukan telur mentah dalam kondisi pecah di dalam paket makanan yang dibagikan kepada siswa saat Ramadan. Telur yang pecah tersebut membuat isi paket tercampur dan mengotori menu lainnya. Sejumlah orang tua siswa menyayangkan kejadian itu karena dinilai mencerminkan kurang maksimalnya pengawasan. Terutama dalam proses pengemasan, terutama untuk menu kering yang didistribusikan selama bulan puasa. Menindaklanjuti laporan tersebut, Ketua Satgas MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan, turun langsung melakukan pengecekan ke sekolah dan dapur penyedia, yakni SPPG Karang Tengah III yang saat ini menangani distribusi ke SDN Kopeng I. “Selama Ramadan paket yang dibagikan memang berbentuk menu kering termasuk telur,” kata Andri, Rabu (4/3/2026). Namun, tidak adanya keterangan yang jelas mengenai kondisi telur, apakah sudah matang atau masih mentah, memicu kebingungan di kalangan siswa. Anak-anak tidak mengetahui kondisi telur tersebut. Saat dikocok, telur pecah dan merusak makanan lain dalam kemasan. Hal ini menjadi bahan evaluasi bersama agar tidak terulang kembali. Satgas meminta perbaikan menyeluruh pada sistem pengemasan. Wadah dinilai harus lebih kokoh dan aman agar mampu melindungi bahan makanan yang rentan pecah selama proses distribusi dari dapur ke sekolah. Dari pihak dapur, Ahli Gizi SPPG Karang Tengah III menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut dan berkomitmen melakukan pembenahan sesuai standar teknis yang berlaku. “Evaluasi juga dilakukan terhadap inovasi sekaitan dengan variasi menu agar tidak menimbulkan kejenuhan di kalangan siswa. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – RSUD Jampangkulon kembali menggelar bakti sosial donor darah dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam mendukung ketersediaan stok darah sekaligus memperkuat nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat. Direktur RSUD Jampangkulon, dr. Lusi Apriani, melalui Humas Lia Desty, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah merupakan agenda rutin yang sarat nilai kemanusiaan dan menjadi bentuk kontribusi nyata rumah sakit terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat. “Kegiatan ini kami laksanakan sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, terutama di momentum Ramadan yang penuh berkah,” ujarnya kepada awak media, Rabu (4/3/2026). Donor darah dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 6 Maret 2026, mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai, bertempat di Gedung Manajemen Lantai II RSUD Jampangkulon. Pendaftaran dilakukan secara langsung di lokasi kegiatan. Kegiatan ini terbuka bagi masyarakat umum, pegawai rumah sakit, serta unsur terkait lainnya yang memenuhi persyaratan sebagai pendonor. Adapun syarat umum di antaranya dalam kondisi sehat, tidak sedang menstruasi, serta tidak mengonsumsi obat-obatan tertentu. Seluruh proses donor akan dilaksanakan sesuai standar kesehatan dan keselamatan yang berlaku. Lia menambahkan, donor darah tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga berdampak positif bagi kesehatan pendonor. Terlebih di bulan Ramadan, kebutuhan darah di fasilitas kesehatan tetap tinggi sehingga partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan. Selain aksi donor darah, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pembagian takjil dan buka puasa bersama sebagai bentuk kebersamaan. Pihak RSUD turut mengundang para Kepala Puskesmas wilayah VI Jampangkulon serta sejumlah pejabat terkait untuk berpartisipasi. “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama berbagi kebaikan. Setetes darah yang didonorkan sangat berarti bagi keselamatan dan kehidupan orang lain,” pungkasnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Komitmen memberantas peredaran narkoba di wilayah Pajampangan terus digaungkan Yudi Pratama yang dikenal dengan julukan Si Peci Merah Tijampang. Aktivis anti-narkoba tersebut menegaskan tekadnya untuk berdiri di garda terdepan melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, Rabu (4/3/2026). Di tengah berbagai tantangan dan ancaman yang dihadapi, Yudi menyatakan tidak akan surut langkah. Baginya, perang terhadap narkoba adalah tanggung jawab moral demi menyelamatkan generasi muda Pajampangan dari bahaya laten yang merusak masa depan. Perjuangannya mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat. Ketua MUI Kecamatan Surade bersama para tokoh agama, tokoh pemuda, serta Paguyuban Jampang Tandang Makalangan menyatakan sikap dan komitmen bersama untuk mendukung gerakan anti-narkoba yang digagas Yudi. “Peredaran narkoba adalah musuh kita bersama. Saya tidak akan pernah takut untuk berjuang memberantasnya,” tegas Yudi, Rabu (4/3/2026). Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat, organisasi kepemudaan, tokoh agama, dan aparat penegak hukum. Kolaborasi dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan terbebas dari ancaman narkoba. “Kami akan terus maju, tidak akan mundur, sampai Pajampangan benar-benar bersih dari narkoba,” pungkasnya penuh semangat. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM — Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai peringatan milad ke-62 pemilik Hotel Mahesa, H. Isep Dadang Sukmana. Selain dikenal sebagai pengusaha perhotelan, ia juga merupakan Ketua YFSBBP yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan di Kabupaten Sukabumi. Segenap karyawan menyampaikan doa dan apresiasi atas kepemimpinan serta perhatian yang selama ini diberikan kepada seluruh jajaran perusahaan. Perwakilan karyawan, Hj. Epa, menyampaikan harapan terbaik di momen istimewa tersebut. “Selamat ulang tahun ke-62 untuk Bapak H. Isep Dadang Sukmana. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, umur panjang, serta keberkahan dalam setiap langkah. Terima kasih atas bimbingan dan kepedulian Bapak kepada kami semua,” ujarnya, Rabu (4/3/2026). Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan, Hotel Mahesa telah menjadi bagian penting dalam mendukung geliat ekonomi dan pelayanan jasa di Sukabumi. Para karyawan mengaku bersyukur memiliki sosok pemimpin yang tidak hanya fokus pada pengembangan usaha, tetapi juga konsisten berkiprah dalam kegiatan sosial, termasuk melalui perannya sebagai Ketua YFSBBP. Pada momen milad tersebut, H. Isep juga mengundang puluhan anak yatim untuk menerima santunan. Kegiatan berbagi itu berlangsung khidmat, diiringi lantunan sholawat bersama jajaran pengurus Mahesa dan anak-anak yatim yang hadir. “Semoga santunan ini bisa sedikit meringankan beban dan membawa manfaat,” ungkapnya. Ucapan selamat turut disampaikan Bupati Sukabumi, Asep Japar. Ia mengapresiasi kiprah H. Isep, baik sebagai pengusaha maupun sebagai Ketua YFSBBP yang dinilai konsisten mendukung pembangunan dan kegiatan sosial di daerah. “Saya atas nama pribadi dan selaku Bupati Sukabumi mengucapkan selamat ulang tahun ke-62 untuk Pak H. Isep Dadang Sukmana. Semoga sehat selalu dan terus istiqomah berjuang bersama pemerintah dalam membangun Kabupaten Sukabumi,” tuturnya. Menurut Bupati, H. Isep merupakan sosok pejuang yang tak mengenal lelah dalam mendukung pembangunan serta aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Peringatan milad ke-62 ini menjadi momentum refleksi dan kebersamaan, sekaligus mempererat hubungan antara pimpinan, karyawan, dan masyarakat sekitar. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menyampaikan refleksi mendalam mengenai makna kebahagiaan dalam suasana bulan suci Ramadan, Selasa (03/03/2026). Menurutnya, kebahagiaan yang hakiki tidak lahir dari kemewahan atau pencapaian materi semata, melainkan dari keberanian menegakkan kebenaran dan menjalankan tanggung jawab dengan sungguh-sungguh. Ramadan dinilai menjadi ruang terbaik untuk melatih integritas diri sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. “Ramadan bukan hanya tentang menjalankan ibadah ritual, tetapi juga tentang konsistensi melakukan hal yang benar dan bermanfaat bagi sesama. Dari situlah kebahagiaan sejati tumbuh,” ujarnya. Ia menambahkan, setiap kebaikan yang dilakukan dengan niat tulus diyakini akan menghadirkan keberkahan, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Karena itu, bulan suci ini harus dimaknai sebagai momentum memperkuat komitmen moral dan sosial, terutama bagi para pemangku kepentingan dalam menjalankan amanah publik. Lebih lanjut, ia mengajak seluruh warga Kabupaten Sukabumi menjadikan Ramadan sebagai ajang mempererat silaturahmi dan menghidupkan kembali semangat gotong royong. Dengan solidaritas yang tetap terjaga, dampak positif Ramadan diyakini akan dirasakan secara kolektif dan berkelanjutan. “Jika nilai-nilai Ramadan kita jadikan fondasi dalam kehidupan sehari-hari, maka insyaallah Kabupaten Sukabumi akan semakin harmonis, religius, dan sejahtera sesuai cita-cita daerah yang Mubarakah,” pungkasnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kota Sukabumi mengambil langkah progresif dengan memperluas kerja sama strategis bersama Universitas Nusa Putra untuk Tahun Akademik 2026/2027. Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat Program Beasiswa Sukabumi Bercahaya, tetapi juga menghadirkan terobosan layanan Migran Care di lingkungan kampus. Penandatanganan nota kesepahaman digelar di Balai Kota Sukabumi, Senin (2/3/2026), menjadi sinyal bahwa sektor pendidikan kini diarahkan lebih terintegrasi dengan kebutuhan pasar kerja. Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan bahwa pembangunan SDM harus berdampak langsung terhadap penurunan angka pengangguran. Karena itu, perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat akademik, tetapi juga simpul penyiapan tenaga kerja profesional. “Kita ingin lulusan kampus memiliki kompetensi, karakter, dan jalur karier yang jelas. Pendidikan harus linier dengan kebutuhan industri,” tegasnya. Rektor Universitas Nusa Putra, Prof. Kurniawan, menyebut kerja sama yang telah terjalin sejak 2021 kini memasuki fase penguatan. Tahun akademik mendatang difokuskan pada peningkatan kualitas penerima beasiswa, pendampingan karier, hingga konektivitas dengan dunia usaha. Salah satu agenda utama adalah pembentukan layanan Migran Care. Program ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan bahasa asing, pemahaman regulasi kerja luar negeri, serta akses ke Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang kredibel. Selain menggandeng Universitas Nusa Putra, Pemkot Sukabumi juga memperluas kemitraan dengan sejumlah kampus lain seperti Universitas Muhammadiyah Sukabumi, STAI Syamsul ‘Ulum, STIE PASIM, Universitas Linggabuana, dan Politeknik Sukabumi. Langkah itu disebut sebagai strategi kolaboratif untuk memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus memperkuat daya saing lulusan. Di sisi pembiayaan, Pemkot turut mengoptimalkan skema Wakaf dan Qordul Hasan sebagai sumber dukungan pendidikan alternatif. Skema tersebut dinilai mampu memperluas akses pendidikan tanpa sepenuhnya bergantung pada APBD. Dengan pendekatan terintegrasi antara beasiswa, penguatan kompetensi, dan koneksi kerja global, Sukabumi menargetkan lahirnya generasi baru yang tidak hanya sarjana, tetapi juga siap bersaing di level nasional hingga internasional. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Polres Sukabumi bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Bidang Operasional Tingkat Menteri secara virtual di Aula Mapolres Sukabumi, Senin (2/3/2026). Rakor bertema “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” itu dipimpin langsung oleh Kapolri, Listyo Sigit Prabowo. Kegiatan tersebut turut diikuti jajaran Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi, anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, serta unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan lainnya. Dalam arahannya, Kapolri menegaskan bahwa Operasi Ketupat 2026 harus berjalan optimal guna menjamin keamanan dan kelancaran arus mudik maupun arus balik Lebaran. Operasi akan digelar pada 13–25 Maret 2026 dengan fokus pengamanan di masjid, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, hingga lokasi wisata. Kapolri menekankan pentingnya manajemen rekayasa lalu lintas secara matang, khususnya di ruas tol. Strategi yang disiapkan meliputi penempatan personel di titik rawan kemacetan, pengaturan arus kendaraan, serta penerapan sistem one way dan contra flow sesuai tahapan. Selain itu, akan diberlakukan pembatasan kendaraan angkutan barang sumbu tiga ke atas, sistem ganjil-genap, serta optimalisasi gardu tol berdasarkan tingkat kepadatan. Dua jam sebelum rekayasa arus diterapkan, petugas diwajibkan melakukan penyisiran untuk memastikan jalur aman. Penguatan pos pengamanan (Pospam) dan layanan posko terpadu juga menjadi perhatian, mengingat potensi lonjakan mobilitas masyarakat selama Lebaran. Pengawasan terhadap pengemudi, termasuk pemeriksaan konsumsi alkohol, dilakukan untuk menekan angka kecelakaan. Lonjakan wisatawan ke sejumlah destinasi seperti kawasan Puncak Bogor dan kebun binatang turut menjadi atensi. Aparat diminta mengatur sistem keluar masuk kendaraan, menyiapkan kantong parkir tambahan, serta membentuk tim evakuasi di titik rawan kepadatan. Selain pengamanan arus mudik, Kapolri mengingatkan kewaspadaan terhadap potensi terorisme dan tindak kejahatan lainnya. Wilayah rawan bencana seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur diminta menyiapkan jalur alternatif serta memperkuat imbauan kepada masyarakat. Aparat juga harus menguasai tahapan penanganan mulai dari pra-bencana, saat bencana, hingga pascabencana dan pemulihan. Pemerintah daerah turut diminta aktif memantau stabilitas harga kebutuhan pokok dan memastikan distribusi berjalan lancar. Kapolri menegaskan, kunci keberhasilan Operasi Ketupat 2026 terletak pada sinergi seluruh unsur pemerintah dan stakeholder terkait. “Keberhasilan pengamanan ini adalah keberhasilan bersama. Sinergi yang kuat menjadi penentu utama,” tegasnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kota Sukabumi mulai mengakselerasi penanganan kawasan kumuh pasca disahkannya Perda Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh. Regulasi tersebut diproyeksikan bukan sekadar payung hukum, melainkan instrumen percepatan penataan kota yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan. Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Kota Sukabumi, Frendy Yuwono, menegaskan bahwa arah kebijakan kini tidak lagi bertumpu pada pola tambal sulam pembangunan fisik. “Perda tersebut mendorong pendekatan sistematis dari hulu ke hilir, mulai dari penanganan kawasan eksisting hingga strategi pencegahan agar tidak muncul titik kumuh baru,” kata Frendy, Senin (2/3/2026). Ia menjelaskan, data dalam SK Kumuh Tahun 2021 mencatat luas kawasan kumuh mencapai 260 hektare. Hingga 2025, sekitar 100 hektare telah tertangani, menyisakan kurang lebih 160 hektare yang menjadi target lanjutan. Capaian ini menunjukkan progres signifikan, namun tetap membutuhkan percepatan lintas sektor. Menurut Frendy, tantangan terbesar bukan hanya pada keterbatasan anggaran, tetapi pada menjaga konsistensi kualitas kawasan yang telah ditata. Karena itu, Perda 2025 secara tegas memisahkan dua fokus besar, yakni peningkatan kualitas dan pencegahan. Pendekatan peningkatan kualitas diarahkan pada pembenahan infrastruktur dasar seperti jalan lingkungan, drainase, dan sanitasi. Sementara pencegahan diarahkan pada penguatan tata kelola, pengawasan, serta perubahan pola pikir masyarakat agar kawasan yang sudah tertata tidak kembali kumuh. “Yang kita dorong sekarang adalah keberlanjutan. Jangan sampai selesai dibangun, lalu tidak ada pengawasan dan pemeliharaan,” tegasnya. Dalam implementasinya, pemerintah akan mengoptimalkan Forum Perumahan Kawasan Permukiman sebagai ruang kolaborasi multipihak, melibatkan perangkat daerah, unsur masyarakat, lembaga, hingga NGO. Model ini diharapkan mampu memperkuat sinergi perencanaan dan pengawasan di lapangan. Selain itu, pada setiap proyek infrastruktur yang digarap DPUTR, dibentuk Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara dari unsur masyarakat. Kelompok ini berperan sebagai garda terdepan dalam memastikan fasilitas publik tetap berfungsi dan terawat. Dukungan pembiayaan juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya untuk kawasan dengan luasan di atas 10 hektare seperti Benteng dan Cipanengah. Sementara wilayah di bawah 10 hektare tetap menjadi tanggung jawab Pemkot melalui APBD, termasuk penanganan di Kelurahan Selabatu yang tahun ini mendapat alokasi provinsi. Dengan strategi yang lebih progresif, Pemkot Sukabumi menargetkan penanganan kumuh tidak hanya berorientasi pada pengurangan luasan semata, tetapi juga transformasi kualitas lingkungan dan penguatan partisipasi warga sebagai fondasi kota yang lebih tertata dan berdaya saing. (Usep)