SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM-  Masyarakat Desa Cimanggu dan Karangmekar, Kecamatan Cimanggu, kini bisa kembali menikmati akses penghubung setelah Jembatan Gantung Leuwi Sintok selesai dibangun. ‎Jembatan yang sempat hanyut akibat banjir pada Desember 2024 itu diresmikan langsung oleh Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, Senin (15/12/2025). Bupati Asep Japar mengatakan, keberadaan jembatan ini akan memperlancar mobilitas warga, termasuk akses pendidikan dan kesehatan. ‎“Semoga jembatan ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya. ‎Ia juga mengapresiasi peran Yayasan Jampang Peduli (Jampe) yang telah berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam pembangunan jembatan tersebut. Camat Cimanggu, Dusep Sadeli, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan semua pihak. “Alhamdulillah mobilitas warga kembali lancar. Warga tak perlu lagi memutar jauh atau menerobos sungai untuk ke desa seberang,” katanya. Menurutnya, keberadaan jembatan ini memangkas waktu tempuh hingga setengah jam, terutama bagi anak-anak sekolah. Kepala Desa Cimanggu, Anton Muharom, juga menyambut gembira peresmian ini.‎ “Harapan kami ke depan jembatan bisa dibangun permanen sehingga bisa dilalui kendaraan dengan beban lebih berat,” ujarnya. ‎Hal senada disampaikan Kades Karangmekar, Sarip Hidayat, yang berterima kasih karena akses antar desa kini kembali terbuka. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PDI Perjuangan, Anang, S.Pd, menggelar reses di Aula Kantor Desa Ciracap, Kecamatan Ciracap, Senin (15/9/2025). Kegiatan tersebut menjadi ajang warga menyampaikan aspirasi terkait pembangunan di wilayahnya. Di Forum tersebut warga leluasa menyampaikan keluh kesah ‎Dalam dialog, warga menyoroti dua kebutuhan mendesak yakni sarana olahraga bagi pemuda dan perbaikan infrastruktur jalan desa yang dinilai masih kurang layak. Anang Janur menegaskan akan memperjuangkan aspirasi tersebut agar masuk program pembangunan daerah. ‎“Sarana olahraga dan jalan desa adalah kebutuhan penting. Ini harus segera diwujudkan supaya manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya. ‎Kepala Desa Ciracap, Supandi, menyambut baik perhatian Anang terhadap warganya. ‎“Harapan kami, usulan ini bisa segera direalisasikan karena jalan yang baik menunjang ekonomi warga, dan sarana olahraga penting untuk generasi muda,” katanya. Reses ditutup dengan dialog terbuka, warga berharap pemerintah daerah memberi perhatian serius pada sarana olahraga dan perbaikan jalan di Ciracap. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Minggu (14/09/25), Club Motor CB COC Cicurug merayakan ulang tahun ke-16 dengan acara syukuran yang hangat dan penuh makna. Bertempat di kediaman Dio, Kampung Lio, Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, kegiatan sederhana ini menghadirkan suasana akrab yang sarat persaudaraan. CB COC Cicurug resmi berdiri pada 09 September 2009 dan sejak awal menjadi wadah para pecinta motor CB sekaligus penggerak berbagai kegiatan sosial. ‎Dalam perjalanannya, komunitas ini konsisten menebar manfaat mulai dari program peduli lingkungan, santunan yatim piatu dan dhuafa, membantu program Rutilahu. Tidak hanya itu komunitas tersebut juga mendukung pembangunan masjid, pengecatan mushola, hingga mengantar orang sakit dari keluarga kurang mampu. Tak ketinggalan, aksi peduli sampah juga menjadi agenda rutin mereka. ‎Semua kegiatan terlahir dari semangat kebersamaan. Terkadang kami patungan untuk membantu sesama, bahkan saat anniversary club di Jawa Barat maupun luar Jawa Barat, ‎”Kami biasa ngecrek bareng. Uang yang terkumpul selalu disalurkan tepat sasaran,” ujar Presiden COC dalam sambutannya, menegaskan komitmen sosial mereka. Momentum sakral ini semakin spesial karena dihadiri para pendiri COC, jajaran presiden dan wakil presiden, serta para sahabat komunitas seperti COC Purwakarta, Kuda Besi Purwakarta, dan berbagai komunitas motor klasik dari Cicurug dan Sukabumi. Ketua CB COC Cicurug, Azay, menegaskan pentingnya menjaga nama baik komunitas. “Saya berharap semua anggota tetap solid, saling menghormati, dan menjaga marwah CB COC Cicurug di manapun berada,” pesannya. ‎Perayaan ini bukan sekadar ulang tahun, tetapi peneguhan kembali semangat solidaritas, kebersamaan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. ‎CB COC Cicurug menegaskan siap terus melaju – bukan hanya di jalanan, tetapi juga dalam membawa kebaikan di setiap langkahnya. (Reno)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Komunitas Barudak Kuliner Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, kembali menggelar Gerakan Ahad Bersih di area kuliner Alun-Alun Jampangkulon, Minggu (14/9/2025). Kegiatan ini menjadi bukti komitmen mereka menjaga kebersihan sekaligus kenyamanan pasar oleh-oleh Jampang. Dengan penuh semangat, para anggota Barudak Kuliner membersihkan area kuliner agar tetap asri dan layak dikunjungi. Pemerhati lingkungan Yuda Firmansyah menilai kegiatan ini penting untuk membangun kesadaran masyarakat. “Ahad Bersih bukan hanya menjaga kebersihan, tetapi juga menghidupkan semangat gotong royong yang menjadi tradisi Barudak Kuliner,” ujarnya. Menurut Yuda, keberlanjutan kegiatan ini penting karena Alun-Alun Jampangkulon merupakan jantung dan wajah kota. “Kami akan terus melaksanakan Ahad Bersih setiap minggu demi kenyamanan pedagang dan pengunjung,” tambahnya. Barudak Kuliner berharap gerakan ini menginspirasi masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama. Selain membersihkan area kuliner, para anggota juga menata kembali lapak-lapak dagangan agar terlihat rapi dan nyaman untuk pengunjung. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik alun-alun sebagai pusat kuliner sekaligus ruang publik yang representatif bagi warga. ‎Kegiatan rutin ini juga menjadi ajang mempererat kebersamaan antaranggota Barudak Kuliner. Seusai bersih-bersih, mereka biasanya berdiskusi santai membahas ide-ide kreatif untuk mengembangkan wisata kuliner Jampangkulon agar semakin diminati. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Buron kasus korupsi kredit Bank BRI senilai Rp1,77 miliar, Rihandani bin Adin Marpudin, akhirnya berhasil dibekuk tim Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi.(12/9/2025) ‎Tersangka yang sempat menghilang itu ditangkap di Jalan Sunan Giri, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, pada Jumat (12/9/2025) sekitar pukul 19.50 WIB. Rihandani sebelumnya ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) karena dua kali mangkir dari panggilan penyidik pada 27 Agustus dan 2 September 2025. Plt. Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota Sukabumi, Hadrian Suharyono, S.H., mengatakan penangkapan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Membawa (PRINT-1897/M.2.13/Fd.1/09/2025) dan Surat Perintah Penangkapan (PRINT-1896/M.2.13/Fd.1/09/2025) yang diterbitkan sehari sebelum penangkapan. ‎“Usai diamankan, tersangka dititipkan di Rutan Salemba, Cabang Kejari Jakarta Selatan. Pada Sabtu pagi, ia kami bawa ke Sukabumi untuk diserahkan ke penyidik Pidsus dan menjalani pemeriksaan. Penahanan dilakukan selama 20 hari ke depan,” jelas Hadrian, Sabtu (13/9/2025). Kasus ini bermula dari dugaan penyalahgunaan kredit yang dilakukan tersangka di BRI Unit Situmekar dan BRI Unit Sukabumi Utara pada periode 2021–2023. Perbuatan itu merugikan negara hingga Rp 1.770.097.675. ‎Rihandani dijerat Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 ayat (1) huruf b UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP, dan secara subsider Pasal 3 jo. Pasal 18 ayat (1) huruf b UU Tipikor jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP. Hadrian menegaskan Kejari Kota Sukabumi akan menuntaskan kasus ini hingga tuntas. “Tidak ada toleransi untuk pelaku korupsi. Proses hukum akan terus berjalan sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Organisasi Wajah Pribumi bersama para pejuang kesadaran menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Mushola At-Toharoh, Komplek Kampung Pasir Dalem RT 04/01, Sabtu (13/09/2025). Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri tokoh agama, warga setempat, dan puluhan anak yatim-piatu yang telah terdata untuk menerima santunan. Ketua Wajah Pribumi, Riki (Tohir), mengatakan kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan semangat kepedulian sosial. ‎“Peringatan Maulid bukan hanya seremonial, tapi ajang berbagi. Semoga Wajah Pribumi tetap eksis dan terus menebar kebaikan,” ujarnya. Kehadiran Ketua Cabang Sapujagat Cicurug Pusat menambah semarak kegiatan. Ia berharap Maulid seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin. “Semoga Wajah Pribumi konsisten menebar manfaat,” tuturnya. ‎Ketua DKM Mushola At-Toharoh, H. Uci, merasa bersyukur mushola menjadi pusat kegiatan mulia tersebut. “Mudah-mudahan membawa keberkahan bagi semua jamaah dan masyarakat sekitar,” ungkapnya. Apresiasi datang dari warga. Ina, salah seorang peserta, mengaku bangga dan terharu. “Manfaatnya nyata. Semoga kegiatan seperti ini semakin besar dan rutin dilakukan,” ucapnya. Dalam tausiah, Ustad Awang menekankan pentingnya menyantuni anak yatim sebagai amalan yang mendatangkan keberkahan hidup. Ia juga membuat suasana ceria dengan memberikan kuis seputar ilmu agama kepada anak-anak. Mereka yang menjawab benar diberi hadiah, menambah semangat sekaligus kebahagiaan mereka. ‎Rangkaian acara meliputi doa bersama, tausiah, penyerahan santunan, hingga momen penuh haru ketika anak-anak yatim tersenyum menerima bantuan. Suasana kebersamaan terasa begitu hangat dan penuh makna. Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama agar menjadi ladang amal jariyah bagi semua pihak yang berkontribusi. ‎Panitia berharap agenda serupa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang demi memperkuat silaturahmi dan membawa keberkahan bagi masyarakat Babakan Pari dan sekitarnya. (Reno)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Puluhan kelompok tani di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, menggelar Syukuran Bumi selama tiga hari, Kamis–Sabtu (11–13/9/2025). ‎Acara bertema “Ngahiji Ngajagi Tradisi, Ngaraksa Budaya Bangsa, Binarung Rasa Syukur ka Hiyang Widi” ini dihadiri anggota DPR RI Drs. Slamet (PKS), Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi H. Dadang Hermawan (PKB). Selain itu turut hadir Camat Ciracap Drs. Iwan Muhdiawan, Kepala Desa Pasir Panjang Mamat Slamet (Ade Onyod), Ketua Umum PJTM H. Hendra Permana, serta jajaran penyuluh pertanian, tokoh masyarakat, karang taruna, dan warga. ‎Kepala Desa Pasir Panjang, Mamat Slamet (Ade Onyod) mengatakan, syukuran bumi merupakan wujud rasa syukur atas hasil panen sekaligus sarana mempererat hubungan antarpetani dan masyarakat. ‎Ia menekankan, acara ini juga menjadi momentum untuk memecahkan tantangan utama petani, yakni minimnya pasokan air di sawah tadah hujan. ‎“Jika kemarau panjang, kami kesulitan air bahkan untuk minum. Tapi melalui pendampingan PPL dan Gapoktan, produktivitas padi kini meningkat. Hasil panen per patok naik dua kali lipat, dari sekitar 200 kilogram menjadi 400 kilogram,” ujar Onyod. ‎Ia berharap sinergi antara petani, penyuluh, dan pemerintah desa terus berlanjut agar kesejahteraan masyarakat meningkat. “Dengan kebersamaan, Pasir Panjang akan semakin maju,” tambahnya. ‎Ketua Umum PJTM, H. Hendra Permana, mengapresiasi komitmen para petani yang terus menjaga tradisi syukur bumi sebagai wujud sujud syukur kepada Allah SWT atas limpahan hasil bumi. ‎Senada, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, H. Dadang Hermawan, menyebut kegiatan ini menjadi contoh positif bagi desa-desa lain. Ia berharap acara serupa terus dilaksanakan setiap tahun, sekaligus mendorong pengembangan agrowisata. “Kolaborasi pertanian dan pariwisata dapat menjadi daya tarik wisatawan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya optimistis. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sukabumi kembali menggelar aksi di depan Balai Kota Sukabumi, Jumat (12/9/2025). ‎Mereka menuntut pencabutan Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 2 dan 3 Tahun 2025 tentang tunjangan DPRD. Massa menilai penerbitan Perwal tersebut tidak bijak di tengah kebijakan efisiensi pemerintah pusat, tingginya inflasi, dan melemahnya daya beli masyarakat. Mereka meminta regulasi itu diganti dengan aturan yang lebih berpihak kepada kepentingan publik. Aksi berlangsung panas ketika Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, akhirnya menemui massa. Mahasiswa menyayangkan wali kota baru merespons setelah lima kali aksi serupa. Ayep menegaskan kebijakannya tidak melanggar aturan perundang-undangan. ‎Ketua DPC GMNI Sukabumi, Aris Gunawan, menyatakan dana sebesar Rp6,3 miliar seharusnya dialokasikan untuk program pengentasan kemiskinan dan pembangunan infrastruktur. “DPRD sudah menyanggupi memanggil pihak terkait soal TKPP dan rangkap jabatan. Sekarang tinggal bagaimana wali kota menindaklanjuti,” tegasnya. Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Rojab Asyari, menyebut tuntutan mahasiswa akan dibahas dalam rapat dengar pendapat. “Tuntutan apa pun harus sesuai peraturan perundang-undangan. Soal tunjangan ini isu nasional yang juga berpengaruh di daerah,” jelasnya. Menanggapi hal itu, Wali Kota Ayep Zaki berkomitmen mengevaluasi kebijakan yang menjadi kewenangan eksekutif. Namun, ia menegaskan persoalan tunjangan DPRD harus dibahas bersama DPRD dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Lebih baik saya fokus meningkatkan PAD agar pembangunan tetap berjalan. Saya tidak bisa memutuskan masalah tunjangan DPRD sendiri,” tandasnya. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Kepala Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Bakang Anwar As’adi, bersama Kepala Puskesmas Buniwangi, Yogianto, dan jajaran, mengunjungi tiga warganya yang tengah sakit, Jumat (12/9/2025). ‎Bakang menegaskan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen pemdes dalam menjamin kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. “Jika ada warga yang sakit, segera laporkan melalui ketua RT agar kami bisa tindak lanjuti. Jangan sampai muncul anggapan pemdes melakukan pembiaran,” ujarnya. ‎Ia juga mengingatkan warga agar segera melengkapi administrasi kependudukan untuk memudahkan proses penanganan. ‎“Kami siap hadir dalam setiap kondisi warga, khususnya terkait kesehatan dan kesejahteraan,” tandas Bakang. Senada, Kapus Buniwangi Yogianto menyebut kunjungan ini mencerminkan sinergi antara pemdes dan layanan kesehatan. “Pasien yang kami tangani salah satunya memiliki riwayat epilepsi dan perlu dirujuk karena ada indikasi penyakit penyerta,” jelasnya. Adapun tiga pasien yang dikunjungi yakni Santi (25) penderita epilepsi dan Ani (28) yang mengalami gangguan kejiwaan, keduanya warga Kampung Cicariu RT 08/03, serta Unel, warga Kampung Kebon Jambe yang juga mengalami gangguan kejiwaan. Selain melakukan kunjungan, tim medis dari Puskesmas Buniwangi memberikan pemeriksaan awal dan obat-obatan yang diperlukan. ‎Bagi pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan, pihak puskesmas akan membantu proses rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap. ‎Bakang berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi perangkat desa dan warga untuk lebih peduli terhadap sesama. “Kami ingin membangun budaya gotong royong dan kepedulian sosial. Jangan ragu untuk saling membantu, karena ini bagian dari menjaga kekompakan warga desa,” katanya. ‎Ke depan, Pemerintah Desa Cipeundeuy berencana memperkuat program pelayanan kesehatan berbasis desa dengan menggandeng kader posyandu dan RT/RW agar dapat memantau kondisi kesehatan warga secara rutin, ‎tambahnya. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Hujan deras yang mengguyur Kota Sukabumi pada Kamis siang (11/9/2025) memicu ambruknya Tembok Penahan Tanah (TPT) di RT 01/07, Gang Ojo, Kelurahan Citamiang, Kecamatan Citamiang. Peristiwa terjadi sekitar pukul 13.20 WIB dan menimpa dua rumah warga. Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Novian Rahmat, menuturkan pemilik lahan, Ibu Ida, mendengar dentuman keras sebelum melihat TPT sepanjang 15 meter, lebar 3 meter, dan tinggi 5 meter roboh. “Material longsoran merusak dinding rumah milik Pupud hingga jebol setinggi 3 meter dengan panjang 5 meter dan menghancurkan sejumlah perabot. Di rumah Gunawan, air dari saluran pembuangan merembes masuk hingga menggenangi ruang tamu dan kamar,” ungkap Novian. BPBD Kota Sukabumi langsung menurunkan regu piket sekitar pukul 13.40 WIB untuk melakukan assesmen di lokasi, mengevakuasi material longsoran, mendata korban terdampak, berkoordinasi dengan aparatur wilayah, serta menyalurkan bantuan darurat berupa terpal dan paket sembako. Novian menjelaskan, penyebab longsor diduga akibat curah hujan yang cukup tinggi, kondisi TPT yang sudah lama mengalami retakan, serta konstruksi tembok yang tidak dilengkapi sloof sehingga mudah roboh. Akibat kejadian ini, dua kepala keluarga terdampak, yaitu keluarga Pupud (2 jiwa) dan keluarga Gunawan (4 jiwa). Nilai kerugian materil masih dalam proses perhitungan tim BPBD. BPBD Kota Sukabumi mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terutama saat hujan deras, mengingat potensi longsor masih mungkin terjadi di kawasan dengan kontur tanah rawan. (Usep)