SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Peresmian Gedung Sekretariat Bersama (Sekber) di Kecamatan Sagaranten menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sukabumi Asep Japar menegaskan pentingnya menjaga harmoni dan mempererat persatuan antarwarga. Menurutnya, kerukunan merupakan fondasi utama dalam membangun daerah yang maju dan berdaya saing. “Silaturahmi harus terus dijaga agar persatuan tetap kuat, khususnya di wilayah Sagaranten,” ujarnya saat peresmian, Kamis (9/4/2026). Ia menilai keberadaan Sekber memiliki fungsi strategis, tidak hanya sebagai fasilitas fisik, tetapi juga sebagai ruang bersama untuk kegiatan sosial, keagamaan, dan kolaborasi lintas elemen masyarakat. “Gedung ini harus menjadi pusat aktivitas positif yang memberi manfaat luas bagi masyarakat,” tegasnya. Bupati juga berharap Sekber Sagaranten dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam membangun ruang kolaboratif yang memperkuat sinergi antara masyarakat dan berbagai organisasi. Selain peresmian gedung, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan milad syahriahan ke-18. Bupati mengapresiasi konsistensi masyarakat dalam menjaga kegiatan keagamaan yang dinilai mampu memperkuat nilai spiritual. “Pertahankan semangat istiqomah dalam kegiatan keagamaan sebagai pondasi moral masyarakat,” tambahnya. Sementara itu, Camat Sagaranten R. Aksan Bratadiredja menyampaikan bahwa pembangunan Sekber merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan partisipasi masyarakat sejak 2021. Ia menyebut, gedung dua lantai yang kini berdiri di kawasan sekitar kantor kecamatan tersebut menjadi simbol kebersamaan warga. “Ini bukan hanya bangunan, tapi hasil gotong royong dan komitmen bersama,” jelasnya. Dirinya berharap Sekber dapat dimanfaatkan sebagai pusat koordinasi, komunikasi, serta penguatan kerukunan antar lembaga keagamaan dan masyarakat. “Semoga Sekber ini benar-benar menjadi pusat kolaborasi untuk mewujudkan Sukabumi yang mubarakah,” pungkasnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Halalbihalal tingkat Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, yang digelar di Aula Kecamatan Jampangkulon, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat pasca Idulfitri 1447 Hijriah. Acara tersebut dihadiri unsur Forkopimcam Jampangkulon, Ketua PKK, Kepala KUA, para kepala UPTD, organisasi kemasyarakatan (ormas), organisasi kepemudaan (OKP). Turut hadir Ketua MUI, para kepala desa se-Kecamatan Jampangkulon, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta berbagai elemen lainnya. Camat Jampangkulon, Dading, dalam sambutannya menegaskan bahwa Halalbihalal bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sarana untuk membersihkan hati dan memperbaiki hubungan antarsesama. Ia mengajak seluruh peserta untuk menghadirkan ketulusan dalam saling memaafkan. “Halalbihalal bukan hanya tradisi seremonial, tetapi momentum untuk memperbaiki diri. Tidak semua orang berani meminta maaf, dan tidak semua orang mampu memaafkan. Di situlah letak kemuliaan, ketika kita mampu melakukannya dengan tulus,” ujarnya. Menurutnya, tradisi Halalbihalal merupakan kearifan lokal bangsa Indonesia yang efektif dalam meredam konflik dan mempererat persaudaraan di tengah masyarakat. “Halalbihalal mengajarkan kita untuk meluruskan yang kusut, menjernihkan yang keruh, dan melebur kesalahan agar hubungan kembali harmonis,” tambahnya. Mengusung tagline “NYATE BOS” (Nyaman, Tentram, Barudakna Someah), Dading juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai kebaikan yang telah dibangun selama bulan Ramadan, termasuk memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. “Jangan berhenti berdoa, karena doa adalah kekuatan kita dalam menjaga ketenangan dan kebersamaan,” pesannya. Dengan tema “Perekat Kebersamaan”, kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal dalam memperkuat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta mewujudkan kehidupan masyarakat Kecamatan Jampangkulon yang harmonis, rukun, dan penuh toleransi. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Peredaran obat keras terbatas (OKT) di wilayah Pajampangan, Sukabumi Selatan, kian mengkhawatirkan. Kondisi ini memicu keresahan luas di tengah masyarakat, terutama para orang tua yang khawatir anak-anak mereka terpapar pergaulan bebas akibat maraknya obat terlarang. Kekhawatiran tersebut disampaikan tokoh masyarakat Pajampangan, Yudi Pratama alias “Peci Merah”, dalam pertemuannya dengan Bupati Sukabumi, Asep Japar. Ia menegaskan, persoalan ini bukan lagi isu biasa, melainkan ancaman serius yang telah menyasar kalangan pelajar. Yudi mengungkapkan, dugaan peredaran obat keras terbatas dilakukan secara terselubung, bahkan berkedok warung kelontongan di tengah lingkungan masyarakat. “Yang resah hari ini bukan hanya satu dua orang, tapi para orang tua. Mereka khawatir karena peredaran obat-obatan terlarang sudah masuk ke lingkungan masyarakat,” ujarnya, kamis (9/4/2026). Ia mengingatkan, jika tidak segera ditangani secara serius, kondisi tersebut dapat merusak masa depan generasi muda di Sukabumi Selatan. Menanggapi hal itu, Bupati Sukabumi Asep Japar menegaskan komitmennya untuk bertindak tegas terhadap para pelaku. Ia memastikan tidak akan memberi ruang bagi peredaran obat terlarang di wilayahnya. “Atas informasi itu, kita akan tindak tegas. Siapa pun pengedarnya. Kita akan berkoordinasi dengan kepolisian, Satpol PP, Kesbangpol, dan unsur terkait lainnya,” tegasnya. Asep juga menekankan bahwa pelaku peredaran obat terlarang tidak boleh diberi toleransi karena dampaknya merusak generasi muda. “Tidak boleh ada ampun bagi yang merusak generasi,” tambahnya. Sikap tegas tersebut mendapat dukungan dari masyarakat. Mereka berharap komitmen pemerintah daerah tidak berhenti pada pernyataan, tetapi diwujudkan melalui langkah konkret untuk membongkar jaringan peredaran obat terlarang di Pajampangan. Selain itu, warga juga mengingatkan pentingnya menjaga identitas Sukabumi sebagai daerah religius dengan semangat Sukabumi Mubarokah, sehingga praktik yang merusak generasi tidak mendapat tempat. “Ini bukan hanya soal penegakan hukum, tapi menyelamatkan masa depan generasi,” tegas salah satu warga. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi mengambil langkah tegas dalam memperkuat pengawasan internal dengan mengikuti pengukuhan Satuan Tugas Operasi Kepatuhan Internal (Satops Patnal), Selasa (7/4/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid dan terpusat di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat ini menjadi titik awal penguatan sistem kontrol internal di lingkungan pemasyarakatan. Jajaran Lapas Sukabumi mengikuti prosesi secara virtual dari aula setempat. Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi Budi Hardiono dikukuhkan bersama tim yang akan menjadi ujung tombak pengawasan. Turut bergabung dalam Satops Patnal yakni Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Alexander, Kepala Sub Seksi Pelaporan dan Tata Tertib Dwiki Satya Hutama Putra, serta anggota jaga Bagus Nur Kosasih dan Yovan Ilham Riansyah. Pengukuhan dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat Kusnali, ditandai dengan penyematan atribut serta pengucapan Tri Santika Daya Saksama sebagai simbol komitmen menjaga integritas. Dalam arahannya, Kusnali menegaskan bahwa Satops Patnal memiliki fungsi vital sebagai pengawas internal yang memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan. Selain itu, satgas ini juga berperan dalam deteksi dini potensi gangguan keamanan, pelaksanaan razia, serta penindakan terhadap setiap bentuk pelanggaran tanpa pandang bulu. Satops Patnal juga akan mengoptimalkan pengumpulan dan pengolahan informasi strategis guna menjaga stabilitas keamanan di seluruh unit pemasyarakatan. Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi Budi Hardiono menegaskan bahwa pembentukan Satops Patnal menjadi langkah nyata dalam membangun budaya kerja yang bersih dan profesional. “Tidak boleh ada toleransi terhadap penyimpangan. Ini adalah bentuk keseriusan kami dalam menjaga integritas dan kepercayaan publik,” ujarnya. Dengan penguatan Satops Patnal, Lapas Kelas IIB Sukabumi menegaskan komitmennya menciptakan sistem pemasyarakatan yang transparan, disiplin, dan bebas dari praktik-praktik menyimpang. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Momentum Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 dimanfaatkan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sukabumi untuk mempertegas komitmen menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari praktik Halinar. Implementasi di lapangan diwujudkan lewat kegiatan razia gabungan kamar hunian serta tes urine yang digelar pada Senin (6/4/2026). Kegiatan dipimpin Kepala Lapas, Budi Hardiono, dengan melibatkan seluruh jajaran petugas serta dukungan aparat penegak hukum, mulai dari Koramil 0607-07 Warudoyong, Polsek Warudoyong, hingga BNNK Sukabumi. Razia dilakukan secara sistematis di setiap blok hunian warga binaan dengan tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Petugas menyisir seluruh area untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam lapas. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah barang yang tidak semestinya berada di dalam kamar hunian, seperti perangkat elektronik dan benda berbahan logam. Seluruh barang tersebut langsung diamankan sebagai bagian dari upaya penertiban internal. Temuan itu menjadi bahan evaluasi ke depan bagi Lapas Sukabumi. Tak hanya itu, penguatan pengawasan juga dilakukan melalui tes urine yang menyasar 105 warga binaan dan 35 pegawai. Hasilnya menunjukkan seluruh peserta negatif dari penyalahgunaan narkotika, menandakan lingkungan Lapas Sukabumi dalam kondisi kondusif dan bebas dari peredaran narkoba. Menurut Budi Hardiono, kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah berkelanjutan dalam menjaga integritas lembaga. Ia menegaskan, razia dan tes urine akan terus digelar secara rutin sebagai bagian dari deteksi dini serta pencegahan gangguan keamanan. “Ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan lapas tetap aman, tertib, dan bebas dari narkoba maupun praktik ilegal lainnya. Sinergi dengan aparat eksternal juga akan terus kami perkuat,” ujarnya. Dengan pelaksanaan kegiatan ini, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sukabumi menegaskan langkah nyata menuju pemasyarakatan yang bersih, profesional, dan berintegritas, selaras dengan semangat Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan Prima. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kebakaran melanda sebuah rumah warga di Kampung Cipandan, RT 042/010, Desa Cicarap, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (6/4/2026) sekitar pukul 11.12 WIB. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh korsleting listrik yang memunculkan percikan api hingga membesar dan menghanguskan bangunan. Rumah panggung berukuran 8×12 meter tersebut dilaporkan ludes terbakar. Saat kejadian berlangsung, pemilik rumah diketahui sedang berada di kebun. Alhasil, mereka tidak sempat melakukan upaya penyelamatan terhadap bangunan maupun barang di dalamnya. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini. Namun, dampak kebakaran menyebabkan satu kepala keluarga dengan dua jiwa terpaksa mengungsi akibat kehilangan tempat tinggal. Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kecamatan Ciracap segera bergerak ke lokasi untuk melakukan asesmen dan koordinasi dengan pemerintah desa, P2BK, serta unsur Forkopimcam. Selain itu, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat sekitar agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik. Sejumlah pihak turut hadir di lokasi kejadian, di antaranya Tagana, Pemerintah Desa Ciracap, serta warga setempat yang membantu proses penanganan awal. Tagana Kecamatan Ciracap, Hendra Gunawan, mengatakan pihaknya langsung merespons cepat laporan warga dengan turun ke lokasi untuk memastikan kondisi korban dan melakukan pendataan awal. “Kami bergerak cepat melakukan asesmen serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan unsur terkait agar penanganan bisa segera dilakukan,” ujarnya. Ia menambahkan, kebutuhan mendesak saat ini difokuskan pada pemenuhan logistik dasar bagi korban terdampak. “Korban membutuhkan bantuan seperti pakaian, perlengkapan tidur, makanan siap saji, serta kebutuhan harian lainnya. Kami berharap ada dukungan dari berbagai pihak agar kebutuhan tersebut bisa segera terpenuhi,” katanya. Hendra juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik. Menurutnya, pemeriksaan rutin terhadap jaringan listrik di rumah menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Saat ini, korban membutuhkan bantuan darurat berupa pakaian, kasur, tenda, makanan, perlengkapan mandi, serta kebutuhan sehari-hari lainnya untuk menunjang kehidupan pascabencana. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Gaung batu akik kembali menggema lewat gelaran Pameran Kemilau Batu Bercahaya di Gedung Juang 45, Minggu (5/4/2026). Event ini bukan sekadar ajang pamer, tapi menjadi titik temu puluhan komunitas untuk menghidupkan kembali potensi batu nusantara ke pasar yang lebih luas. Ketua panitia, Rachmi, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai langkah konkret memperkenalkan batu-batu unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi, termasuk peluang untuk menembus pasar internasional. Sebanyak 45 komunitas dari berbagai daerah terlibat, memperlihatkan kekuatan jejaring pecinta dan pelaku usaha batu akik di tingkat nasional. “Ini bukan hanya pameran, tapi upaya menyatukan potensi. Kita ingin dorong agar batu lokal punya daya saing hingga ke luar negeri,” ujarnya. Ia menyebut, sinergi juga akan diarahkan dengan berbagai sektor kerajinan lain di bawah naungan Dewan Kerajinan Nasional Daerah, agar promosi produk unggulan daerah bisa dilakukan secara terintegrasi. Pameran sehari ini pun menjadi ruang strategis memperluas kolaborasi. Komunitas-komunitas yang hadir diharapkan tidak hanya berhenti pada ajang ini, tetapi mampu mendorong lahirnya event yang lebih besar dan berkelanjutan di Sukabumi. “Ke depan kita dorong jadi agenda rutin. Bahkan memungkinkan masuk kalender event tahunan,” kata Rachmi. Di sisi lain, Ketua Komunitas Batu Akik Sukabumi, Wandi Efendi alias Kawat, melihat kegiatan ini sebagai momentum mengangkat kembali marwah batu akik yang sempat redup. Ia menilai, potensi pengrajin lokal masih sangat kuat dan perlu ruang untuk tampil. “Batu akik ini tidak pernah benar-benar mati. Aktivitas komunitas dan transaksi tetap berjalan, hanya perlu panggung seperti ini untuk kembali terlihat,” ungkapnya. Sebanyak 120 batu terbaik ditampilkan dalam kontes, mulai dari jenis Bacan hingga batu khas Garut dengan berbagai varian unggulan. Peserta datang dari sejumlah daerah seperti Sumedang, Cirebon, Tasikmalaya, Garut, Bandung, Jakarta, Bogor, dan Cianjur. Menurut Kawat, batu-batu yang masuk ke meja penilaian merupakan koleksi pilihan, mencerminkan kualitas terbaik dari masing-masing daerah. “Yang tampil hari ini adalah yang terbaik. Ini bukti bahwa kualitas batu nusantara masih sangat diperhitungkan,” pungkasnya. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Sorotan terhadap penanganan persoalan dasar di Kota Sukabumi kembali mencuat. Anggota Komisi II DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PKS, Inggu Sudeni, menegaskan bahwa pemerintah daerah harus segera bertindak atas kondisi darurat yang dialami warga. Hal itu disampaikan menyusul ambruknya rumah milik Wendi, seorang juru parkir di kawasan Tipar, Kecamatan Citamiang, pada Kamis malam (2/4/2026). Inggu yang turun langsung ke lokasi bersama pihak kelurahan dan BPBD menyebut kondisi bangunan memang sudah tidak layak dan membahayakan. “Ini bukan sekadar musibah, tapi juga soal keselamatan yang harus segera ditangani,” ujarnya. Namun, upaya penanganan masih terkendala ketersediaan anggaran. Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) disebut belum memiliki alokasi anggaran saat ini, sehingga perbaikan kemungkinan baru bisa dilakukan melalui anggaran perubahan. Kondisi tersebut, lanjut Inggu, bukan hanya terjadi di satu titik. Ia menyebut ada kasus serupa di wilayah lain seperti Kecamatan Baros, yang menunjukkan persoalan hunian layak masih menjadi pekerjaan rumah serius. “Jangan sampai warga terus menunggu tanpa kepastian,” tegasnya. Di sisi lain, korban saat ini hanya mengandalkan bantuan darurat berupa terpal dari BPBD dan bantuan spontanitas. Harapan untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak masih bergantung pada keputusan pemerintah. Tak hanya itu, Inggu juga menyoroti kerusakan parah di Jalan Ciaul Pasir yang telah memicu kecelakaan lalu lintas. Seorang pengendara motor dilaporkan terjatuh dan mengalami luka di bagian wajah akibat kondisi jalan yang berlubang. “Ini jelas membahayakan. Tidak bisa dibiarkan berlarut,” katanya. Ia mendesak Dinas PUTR segera mengambil langkah cepat, termasuk menyiapkan skema anggaran parsial untuk penanganan mendesak. DPRD, kata dia, tidak ingin persoalan ini terus tertunda dengan alasan administratif. “Begitu dana tersedia, eksekusi harus cepat. Warga butuh solusi, bukan sekadar wacana,” pungkasnya. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Aksi unjuk rasa yang digelar Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) di Balai Kota Sukabumi, Kamis (2/4/2026), mendapat respons dari Pemerintah Kota Sukabumi. Salah satu poin yang disorot adalah kebijakan pembatasan penggunaan Lapang Merdeka untuk Salat Idul Fitri. Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Andang Tjahjandi, menyatakan pemerintah memahami aspirasi yang disampaikan massa aksi, yang berasal dari PC IMM Sukabumi Raya dan BEM FIS Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Menurutnya, kebijakan yang berlaku saat ini mengacu pada Peraturan Wali Kota Nomor 19, yang menetapkan Lapang Merdeka sebagai ruang yang diprioritaskan untuk kegiatan pemerintah daerah. Selain itu, pelaksanaan Salat Id oleh pemerintah juga mengikuti hasil sidang isbat dari Kementerian Agama. “Ketentuan yang ada memang menjadi dasar kebijakan saat ini. Namun, kami juga memahami adanya dinamika di masyarakat,” ujar Andang. Sebagai tindak lanjut, Pemkot Sukabumi membuka kemungkinan untuk melakukan peninjauan ulang terhadap aturan tersebut. Wali Kota Sukabumi, kata Andang, telah memberikan arahan agar dilakukan kajian ulang guna mengantisipasi polemik serupa di masa mendatang. Pemkot berencana melibatkan berbagai pihak dalam proses evaluasi, termasuk unsur organisasi keagamaan dan kemasyarakatan. Salah satunya melalui forum diskusi kelompok terarah (FGD) untuk menghimpun masukan secara komprehensif. Sebelumnya, komunikasi juga telah dilakukan antara pemerintah daerah dan pengurus Muhammadiyah Kota Sukabumi. Dari pertemuan itu, kedua belah pihak sepakat pentingnya membuka ruang dialog dan melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai sensitif di tengah masyarakat. Pemkot berharap proses kajian ulang ini dapat menghasilkan kebijakan yang lebih inklusif, sekaligus menjaga ketertiban dalam pemanfaatan ruang publik di Kota Sukabumi. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Jembatan gantung yang menjadi akses penghubung Kampung Lingkungsari dan Kampung Cisalak, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, ambruk pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 06.30 WIB. Insiden ini diduga kuat dipicu putusnya tali seling penopang utama saat jembatan dilintasi sejumlah kendaraan secara bersamaan. Peristiwa bermula ketika lima sepeda motor melintas di atas jembatan tersebut dalam waktu hampir bersamaan. Tanpa diduga, konstruksi jembatan tiba-tiba miring ke arah kanan sebelum akhirnya roboh setelah kabel penopang tak mampu menahan beban. Akibatnya, empat sepeda motor berikut pengendaranya terjatuh ke aliran Sungai Cibugel, sementara satu unit lainnya tersangkut di bagian jembatan yang tersisa. Warga sekitar yang melihat kejadian itu langsung bergerak cepat melakukan evakuasi secara gotong royong dengan memanfaatkan perahu seadanya. Lima warga yang menjadi korban dalam kejadian tersebut masing-masing Dera (30), Sumarni (27), Dinda (6), Tutang (42), dan Fitri (35). Seluruh korban berhasil diselamatkan dan segera dibawa ke Puskesmas Tegalbuleud untuk mendapatkan penanganan medis. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya luka ringan seperti lecet dan syok,” ujar salah satu warga di lokasi. Pasca kejadian, aparat bersama unsur terkait langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen serta pengamanan area. Koordinasi juga dilakukan dengan Forkopimcam dan petugas kebencanaan guna langkah penanganan lanjutan. Jembatan gantung sepanjang sekitar 50 meter dengan lebar 1,2 meter tersebut diketahui merupakan akses vital bagi mobilitas warga antar kampung. Sebelumnya, jembatan ini sempat direhabilitasi dan diresmikan pada September 2022 oleh Pangdam III/Siliwangi. Untuk sementara waktu, warga diimbau tidak melintasi jembatan tersebut. Aktivitas penyeberangan kini dialihkan menggunakan perahu milik warga sambil menunggu perbaikan dari pihak berwenang. (Dicky)