SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi terus memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar berjalan sesuai standar nasional. Program nasional yang menitikberatkan pada perbaikan gizi anak tersebut merupakan salah satu prioritas nasional yang digulirkan oleh Presiden Prabowo. Keseriusan tersebut ditunjukkan melalui peninjauan langsung oleh Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, bersama Wakil Wali Kota Bobby Maulana dan Ketua Satgas MBG, Andri Setiawan, ke dua titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada Selasa (7/10/2025). Kunjungan dilakukan ke SPPG Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, dan SPPG Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunungpuyuh. Dalam kesempatan itu, rombongan meninjau proses pengolahan, penyajian, hingga distribusi makanan bergizi bagi ribuan penerima manfaat. “Kami ingin memastikan setiap tahapan berjalan sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN), mulai dari seleksi bahan baku, kebersihan dapur, hingga higienitas petugas di lapangan,” ujar Wali Kota Ayep Zaki saat meninjau lokasi di Karang Tengah. Ia menjelaskan, Pemkot Sukabumi telah membentuk Satuan Tugas MBG yang bertugas mengawasi pelaksanaan program di 41 titik SPPG. Dari jumlah tersebut, 35 titik sudah beroperasi, sementara sisanya masih dalam tahap penyesuaian. Selain itu, Pemkot juga menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) untuk menjamin keamanan pangan melalui pengujian kandungan pestisida dan pemeriksaan kualitas bahan makanan. “Setiap SPPG wajib memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai pemenuhan standar nasional,” tegas Ayep Zaki. Sementara itu, Pengelola SPPG Karang Tengah, Arif Pujiyanto, mengatakan pihaknya melayani sekitar 3.000 penerima manfaat yang terdiri dari ibu hamil, bayi, balita, dan pelajar. Semua bahan pangan, kata Arif, diperoleh dari produsen lokal Sukabumi untuk menjaga kualitas sekaligus mendukung ekonomi daerah. Dengan pengawasan ketat dan sinergi lintas sektor, Pemkot Sukabumi menargetkan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan berkelanjutan dan memberi dampak nyata terhadap peningkatan gizi masyarakat. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Pemerintah Kota Sukabumi bersama sejumlah kementerian dan lembaga tengah mendorong pengembangan kebudayaan serta pariwisata daerah melalui kegiatan One Stop Culture Museum yang digelar selama tiga hari. Kegiatan tersebut melibatkan Kementerian Kebudayaan, BRIN, Bappeda, dan Dinas Pariwisata, dengan fokus pada kebijakan, penelitian, serta penguatan potensi wisata budaya. Salah satu topik utama yang menarik perhatian publik adalah hasil penelitian tim BRIN di Gunung Tangkil, yang menyimpan jejak peradaban megalitik bernilai sejarah tinggi. Dari penelitian tersebut ditemukan sejumlah artefak seperti arca batu, batu dakon, menhir, hingga struktur punden berundak. Pimpinan Ponpes Dzikir Modern Al-Fath, KH Fajar Laksana, menjelaskan bahwa penelitian lanjutan dilakukan selama lima hari dengan dukungan teknologi pemetaan udara untuk mendeteksi kemungkinan struktur bawah tanah di kawasan tersebut. “Hasil foto udara akan memberikan gambaran jelas mengenai bentuk asli situs Gunung Tangkil pada masa lalu. Para ahli yang akan menyimpulkan, saya hanya ikut menyaksikan,” ujar Kiai Fajar, saat diwawancarai wartawan, Selasa (7/10/2025). Ia menambahkan, Gunung Tangkil saat ini masih berstatus kawasan hutan lindung di bawah Kementerian Kehutanan sehingga belum ditetapkan sebagai situs cagar budaya. Namun, jika hasil penelitian udara menunjukkan bukti kuat, langkah berikutnya adalah koordinasi lintas kementerian agar kawasan itu dapat dilindungi secara resmi sebagai situs budaya nasional. Selain sesi penelitian dan diskusi kebijakan, kegiatan One Stop Culture Museum juga melibatkan pelajar dan guru dari berbagai sekolah di Sukabumi guna menumbuhkan kesadaran budaya sejak dini. Peserta diajak mengunjungi sejumlah destinasi unggulan seperti Kampung Naga, pemandian alam, museum, dan Situ Gunung untuk mengenalkan kekayaan budaya serta alam Sukabumi. “Sukabumi ini kecil, tapi harus jadi etalase kabupaten. Informasi, kuliner, dan pusat kebudayaan harus berpusat di kota,” tambahnya. Penelitian Gunung Tangkil sendiri dilakukan secara mandiri oleh Museum Prabu Siliwangi bekerja sama dengan BRIN. Hasil pemetaan udara ditargetkan rampung dalam satu bulan dan akan dipresentasikan dalam seminar nasional bulan depan sebagai langkah awal menuju penetapan Gunung Tangkil sebagai situs budaya resmi. (Usep).
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menegaskan bahwa pengelolaan dana Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW) harus dilakukan secara jujur, amanah, dan transparan karena dana tersebut merupakan amanat rakyat. Hal itu disampaikannya saat memberikan arahan kepada para ketua RW se-Kelurahan Lembursitu dalam kegiatan Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Program P2RW Tingkat Kecamatan Lembursitu, Selasa (7/10/2025). “Kita mulai dengan sesuatu yang baik dan tanpa korupsi, karena ada konsekuensi hukum. Uang ini bukan untuk dibagi-bagi kepada RT atau RW, melainkan untuk pembangunan kemaslahatan masyarakat,” tegasnya. Ayep mengapresiasi RW yang mampu menunjukkan integritas dan kinerja tinggi dalam membangun wilayahnya. Ia juga mengingatkan agar setiap ketua RW mengelola dana sesuai fakta integritas yang telah ditandatangani bersama. “Ini program bukan untuk kepentingan pribadi, tapi untuk membangun talud, pengelolaan sampah, jalan lingkungan, dan tempat ibadah. Jika ada hal yang tidak benar, akan diproses sesuai ketentuan,” ujarnya. Menurutnya, pembangunan yang berlandaskan kejujuran akan membawa manfaat nyata bagi warga dan membentuk pribadi yang amanah. “Kita harus kompak dan jujur. Uang itu amanat untuk masyarakat,” pungkasnya. Sementara itu, Camat Lembursitu Yudi Sutriana menambahkan bahwa bimbingan teknis kali ini lebih menekankan sosialisasi juklak dan juknis kepada setiap RW di Kecamatan Lembursitu. Dalam kegiatan tersebut, pihak kecamatan menghadirkan Inspektorat sebagai narasumber. Masih kata Yudi, dana hibah untuk program P2RW se-Kecamatan Lembursitu berjumlah Rp1,325 miliar bagi 53 RW dari 5 kelurahan. ”Tahun ini juklak dan juknisnya lebih mudah dan simpel, tidak memberatkan masyarakat. Selain itu, setiap ketua RW wajib menandatangani fakta integritas agar ada persepsi yang sama, termasuk soal pelaporan atau SPJ hibah,” jelas Yudi. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kecerdasan dan kesejahteraan masyarakat melalui dua strategi utama. Kedua strategi itu yakni menekan angka kemiskinan dan mengoptimalkan pemanfaatan anggaran pendidikan, baik dari APBD maupun sumber non-APBD. Hal itu disampaikan Ayep Zaki saat membuka kegiatan Pelatihan Klasikal Pengembangan Kompetensi Teknis bagi Jabatan Fungsional Guru di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi yang digelar di Aula BKPSDM, Selasa (7/10/2025). “Indeks Pendidikan Kota Sukabumi saat ini berada di angka 9. Pemerintah daerah akan berupaya keras untuk meningkatkannya guna mencerdaskan kehidupan warga,”ujar Ayep. Target pendidikan yang dicanangkan pemerintah adalah 12 tahun, bahkan seharusnya bisa lebih, tambahnya. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan memiliki keterkaitan erat dengan upaya menekan kemiskinan. Saat ini jumlah warga pada desil satu dan dua tercatat meningkat hingga 31 ribu orang. “Faktor-faktor tersebut mendorong pemerintah untuk menekan kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya. Untuk memperkuat pendanaan pendidikan dan ekonomi masyarakat, Ayep mengungkapkan strategi optimalisasi anggaran non-APBD melalui berbagai sumber, di antaranya qardhul hasan atau dana yang bersumber dari infak dan sedekah. “Hingga Oktober ini sudah terkumpul sebesar Rp103 juta. Dana tersebut akan diarahkan untuk mendukung kegiatan produktif masyarakat,” terangnya. Ia juga menyiapkan sejumlah insentif ekonomi agar masyarakat mampu melanjutkan pendidikan secara mandiri. “Kami akan meluncurkan program pengembangan ekonomi pada 20 Februari 2026, bertepatan dengan satu tahun saya menjabat,” ucapnya. Lebih lanjut, Ayep menekankan pentingnya membangun ekosistem pembiayaan yang sehat untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pada Februari 2026 mendatang, Pemkot Sukabumi juga akan memaparkan progres BUMD, BLUD, serta capaian kinerja seluruh OPD. Selain itu, Ayep menegaskan komitmennya dalam peningkatan kompetensi ASN di era digital. Ia meminta BKPSDM memilih dua ASN terbaik untuk dilatih khusus dalam penguasaan teknologi Artificial Intelligence (AI). “Prosesnya murni seleksi profesional tanpa titipan. ASN harus adaptif terhadap perkembangan teknologi,” tegasnya. Sementara itu, Sekretaris BKPSDM Kota Sukabumi, Taufik Hidayah, menyebutkan bahwa pemanfaatan teknologi menjadi kunci efisiensi kerja di tengah keterbatasan jumlah ASN. “Contohnya, membangun manajemen talenta secara manual bisa memakan waktu dua minggu, sedangkan dengan bantuan AI hanya dua hari,” jelasnya. Taufik menambahkan, pihaknya akan terus memperluas pelatihan teknologi bagi ASN agar semakin banyak pegawai yang kompeten menggunakan AI. Ia juga menyoroti pentingnya evaluasi kompetensi guru. “Guru memiliki standar kompetensi tertentu. Jika ada kesenjangan, perlu segera dilakukan peningkatan agar kualitas pendidikan tetap terjaga,” pungkasnya. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Suasana di Kantor Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, memanas pada Senin (7/10/2025). Ratusan warga berbondong-bondong mendatangi kantor desa untuk menuntut penjelasan terkait dugaan ketidaktransparanan dan penyalahgunaan dana desa. Aksi tersebut dipimpin oleh Agus selaku koordinator lapangan. Ia menegaskan bahwa warga datang bukan untuk membuat kericuhan, melainkan menagih tanggung jawab moral pemerintah desa agar lebih terbuka terhadap masyarakat. “Kami hanya ingin kejelasan. Banyak program yang dijalankan tapi tidak pernah dijelaskan secara terbuka. Ini uang rakyat, jadi harus transparan,” tegas Agus. Warga menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari penyaluran bantuan sosial, program ketahanan pangan, hingga pembangunan infrastruktur yang dinilai tidak jelas pelaksanaannya. Mereka menilai pemerintah desa terlalu tertutup dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Sekretaris Kecamatan Jampangkulon, Dadun, yang hadir di lokasi aksi, berupaya menenangkan massa dan memastikan aspirasi warga ditindaklanjuti. Ia menyatakan pihak kecamatan siap memfasilitasi dialog antara warga dan pemerintah desa. “Kami akan fasilitasi dialog antara warga dan pemerintah desa. Namun perlu dipahami, kecamatan hanya bersifat koordinatif, bukan sebagai pihak yang memutuskan,” ujar Dadun. Aksi sempat diwarnai ketegangan ketika warga mendesak kepala desa turun langsung memberikan klarifikasi. Namun situasi berhasil dikendalikan setelah perwakilan massa diterima untuk berdialog secara tertutup di ruang kantor desa. Warga berharap pertemuan tersebut menghasilkan kejelasan terkait pengelolaan dana desa, agar kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa dapat kembali pulih. “Kami tidak ingin ribut, hanya ingin transparansi. Kalau semuanya jelas, masyarakat juga tenang,” kata Agus. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Bupati Sukabumi H. Asep Japar meresmikan Baim Sport Center (BSC), fasilitas olahraga dan rekreasi baru yang berdiri di Jalan Marinjung Hilir RT 05/03, Desa Karangpapak, Kecamatan Cisolok, Selasa (7/10/2025). Dalam acara Grand Opening tersebut, Bupati didampingi Wakil Bupati H. Andreas. Turut hadir unsur forkopimda, forkopimcam, anggota DPR RI Komisi VII, tokoh adat Kasepuhan Sinaresmi, serta berbagai tamu undangan. Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirine dan pengguntingan pita oleh Bupati bersama jajaran, menandai resmi beroperasinya Baim Sport Center. Bupati Asep Japar menyampaikan apresiasi tinggi kepada Saeful Anwar, pemilik Baim Sport Center, atas inisiatif dan dedikasinya menghadirkan sarana olahraga yang dibangun sepenuhnya dengan dana pribadi. “Saya sangat bangga karena ini murni hasil kerja keras dan kepedulian warga terhadap kemajuan daerahnya. Semangat seperti ini patut menjadi teladan,” ujar Bupati. Menurutnya, keberadaan fasilitas seperti Baim Sport Center menjadi bukti bahwa wilayah Cisolok kini memiliki pusat olahraga dan rekreasi yang setara dengan daerah perkotaan. “Kini warga Cisolok tidak perlu jauh-jauh ke kota untuk berolahraga. Di sini sudah tersedia lapangan sepak bola, kolam renang, hingga minimarket,” ungkapnya. Lebih dari sekadar tempat olahraga, Baim Sport Center dinilainya sebagai simbol kebangkitan dan semangat gotong royong masyarakat. “Ini membuktikan bahwa dengan kreativitas dan kecintaan terhadap olahraga, kita bisa tumbuh dan maju bersama,” tambahnya. Bupati menegaskan, olahraga memiliki peran penting dalam membentuk jasmani, mental, dan karakter generasi muda. Melalui fasilitas seperti BSC, diharapkan lahir atlet berprestasi sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat. “Kami berharap Baim Sport Center menjadi ruang publik yang inklusif, tempat anak muda menyalurkan bakat dan masyarakat bersatu dalam semangat sportivitas serta kebahagiaan bersama,” pungkasnya. Sementara itu, Saeful Anwar menjelaskan bahwa pembangunan Baim Sport Center berawal dari aspirasi warga yang menginginkan sarana olahraga sekaligus ruang rekreasi dan belanja di wilayah Cisolok. “Awalnya masyarakat mendorong agar ada fasilitas seperti ini. Kami mulai dari lapangan sepak bola, dan ke depan akan terus menambah sarana lain,” ujarnya. Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan berbagai pihak hingga proyek ini dapat terwujud. “Alhamdulillah, masyarakat menyambut positif. Semoga kehadiran Baim Sport Center membawa manfaat besar dan menjadi kebanggaan warga Cisolok,” tutupnya. (Dicky)
SUKABUMi-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Kapolsek Surade Iptu Ade Hendra,S.Pd, menegaskan tidak ada larangan bagi setiap individu untuk mengekspresikan ide, gagasan, kritik dan saran lewat media sosial. Namun dengan catatan harus disampaikan dengan cara santun dan bijaksana. Karena jika dengan sengaja menyebarkan informasi tanpa didukung data-data valid, ”Sekali lagi saya tegaskan, warga harus lebih bijak dalam bermedia sosial, jangan sampai merugikan diri sendiri dan orang lain. Karena semua memiliki dampak hukum bagi setiap pelakunya,” kata Iptu Ade, selasa (7/10/2025). Dia menambahkan, peristiwa yang dialami keluarga mulyadi warga Desa Sirnasari, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, hendaknya menjadi pelajaran berharga bagi siappun. Alih-alih terkenal, pelaku malah terancam dijerat Pasal 27 ayat (1) UU 1/2024 tentang Undang-undang ITE. “Ada konsekuensi hukum bagi setiap pelanggar,” ujarnya. Kanit Reskrim Polsek Surade Aipda Rijal, orang paling sibuk melakukan rekonsiliasi antara kedua belah pihak saat kasus Salsabila mencuat di Medsos. Betapa tidak Aipda Rijal berusaha mempertemukan antara pihak pengadu Yayasan Gunung Gede Bersahaja dan pihak teradu Nurhayati Dewi. ”Kami sangat mengapresiasi langkah kepolisian yang bergerak cepat mempertemukan ke dua belah pihak sehingga masalah tersebut bisa diselesaikan dengan baik dan tidak berlarut-larut,” kata seorang warga. Ketua Yayasan Gunung Gede Bersahaja, Bambang Jatnika Baroy, menuturkan laporan pengaduan dilakukan karena selama ini gempuran dari kira dan kanan serta atas dan bawah selalu dibiarkan tanpa ada sanggahan apalagi perlawanan. ”Cukup kami berdiam diri selama ini. Dengan pelaporan ini kami sekarang akan melawan segala jenis informasi yang menyesatkan dan berbau hoax karena merugikan nama baik yayasan,” tegasnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Warga Desa Sirnasari, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, harus meminta maaf secara terbuka setelah unggahannya di media sosial menimbulkan kehebohan. Ia menuding kematian seorang siswi SDN 4 Citanglar, Salsabila (10), disebabkan oleh makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Unggahan tersebut dibuat oleh Nurhayati Dewi (40) melalui akun Facebook pribadinya dengan menulis, “Tos maem MBG hari Jumat, uih langsung demam muntah (Sudah makan MBG hari Jumat, pulang langsung demam muntah). Pernyataan itu segera dibantah oleh wali kelas almarhumah, Emi Sukmawijaya. Ia menegaskan, Salsabila tidak masuk sekolah sejak Jumat (3/10/2025) dan tidak menerima paket MBG sama sekali. Hal senada disampaikan ayah almarhumah, Mulyadi, yang menjelaskan bahwa putrinya meninggal akibat asma berat, penyakit bawaan yang telah lama diderita. “Anak saya meninggal karena asma berat, bukan karena makanan apa pun,” katanya. Menyesali tindakannya, Nurhayati bersama suami dan keluarganya mendatangi Polsek Surade pada Senin (6/10) malam untuk mengklarifikasi serta meminta maaf langsung di hadapan pihak SPPG Sirnasari Surade. “Saya, Nurhayati Dewi, secara terbuka meminta maaf atas komentar yang diunggah di media sosial dan menimbulkan keresahan masyarakat,” ucapnya penuh penyesalan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf khusus kepada Badan Gizi Nasional (BGN) dan Yayasan Gunung Gede Bersahaja di bawah kepemimpinan Bambang Jatnika Baroy selaku pengelola program MBG di wilayah tersebut. Nurhayati menegaskan, informasi yang disebarkannya tidak benar. “Faktanya, siswi tersebut meninggal karena sakit asma berat disertai hipoksia,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, Nurhayati menyatakan dukungannya terhadap program pemerintah. “Saya mendukung program makan bergizi gratis karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat,” tambahnya. Ia pun mengimbau masyarakat agar berhati-hati dalam bermedia sosial. Karena jika telah terekspos, akan berimplikasi luas khususnya bagi para pihak yang namanya terseret dalam konten di akun yang bersangkutan. “Saya berharap pengguna media sosial lebih bijak supaya tidak merugikan diri sendiri dan orang lain seperti yang saya alami,” katanya sambil menitikkan air mata. Kapolsek Surade, Iptu Ade Hendra, S.Pd, yang turut hadir dalam proses klarifikasi, mengingatkan pentingnya tanggung jawab digital. “Hendaklah bijak bermedia sosial. Ingat, ada Undang-Undang ITE yang mengatur penggunaannya,” tegasnya. Kasus ini menjadi pengingat bahwa verifikasi informasi sebelum dibagikan sangat penting, terutama terkait isu sensitif seperti kesehatan dan program pemerintah. Kepolisian diharapkan terus memantau potensi penyebaran hoaks serupa demi menjaga ketenangan masyarakat. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- DPRD Provinsi Jawa Barat melalui Anggota Komisi III, H. Phinera Wijaya, S.E, memperkenalkan program Bank BJB untuk menjadi Agen BJB Bisa atau yang dikenal dengan BJB Laku Pandai. Program ini dipaparkan dalam kegiatan Reses pada Senin (6/10/2025) di Sukabumi. Phinera menegaskan bahwa kegiatan tersebut sekaligus merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD Jabar. Menurutnya, Komisi III bermitra dengan sejumlah lembaga keuangan, salah satunya Bank BJB. “Alhamdulillah, saya mengundang pimpinan Bank BJB Sukabumi untuk hadir dalam acara ini, guna memberikan pemahaman langsung kepada konstituen saya,” ujar Phinera. Dalam kesempatan itu, Bank BJB menyampaikan berbagai program perbankan yang dapat diakses masyarakat. “Sebagai pimpinan cabang, Pak Reza menawarkan program kredit yang memudahkan masyarakat, salah satunya melalui Laku Pandai,” tambahnya. Phinera menjelaskan, melalui program ini masyarakat bisa menjadi agen Bank BJB secara langsung. “Respon peserta luar biasa. Tidak hanya UMKM, ada juga pengusaha besar yang antusias,” ujarnya. Ia berharap warga Sukabumi semakin banyak menjadi nasabah Bank BJB, karena BJB merupakan bank milik masyarakat Jawa Barat. Sementara itu, Pimpinan Cabang Bank BJB Sukabumi, Mochamad Reza, menuturkan bahwa Agen BJB Bisa hadir untuk meningkatkan literasi perbankan masyarakat. “Siapapun yang menjadi agen akan menjadi kepanjangan tangan bank, membantu masyarakat yang belum terjangkau layanan perbankan,” jelasnya. Reza menambahkan, ke depan perkembangan bisnis perbankan akan mengarah pada konsep “banking without bank. “Masyarakat tidak perlu lagi berduyun-duyun ke kantor cabang. Cukup melalui agen di sekitar, layanan perbankan bisa diakses sama persis dengan di bank,” tandasnya. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Kabar meninggalnya seorang siswi SD di Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, menghebohkan warga setelah beredar isu bahwa korban meninggal akibat keracunan makanan. Namun, pihak keluarga menepis anggapan tersebut dan menegaskan bahwa kondisi kesehatan korban sebelumnya memang bermasalah. Peristiwa duka ini menimpa Salsabila binti Mulyadi (10), siswi SDN 4 Citanglar asal Kampung Kalangsari RT 009/003 Desa Sirnasari. Ia mengembuskan napas terakhir di RSUD Jampang Kulon pada Senin (6/10/2025) pukul 00.30 WIB setelah sempat mendapat perawatan medis. Mulyadi ayah korban menjelaskan, sebelum meninggal, anaknya sudah mengeluh sakit perut sejak Jumat (3/10/2025) hingga tidak masuk sekolah. Untuk mengungkap penyebabnya, kemudian dibawa berobat ke klinik milik Asep, seorang tenaga medis RSUD Jampang Kulon, di Kampung Bojongsempor, Desa Sirnasari. Dari pemeriksaan diketahui korban mengalami sembelit. Kondisinya sempat membaik, namun pada Minggu (5/10/2025) sore, korban kembali mengeluh sesak napas akibat riwayat asma yang dideritanya, ditambah sakit perut yang semakin parah setelah sempat memakan potongan buah melon. ”Sesudah mengonsumsi obat, tubuh anak saya justru mengalami alergi dengan munculnya bercak merah sehingga saya kembali membawanya ke klinik untuk mendapat obat alergi,” kata Mulyadi, Senin (6/10/2025). Karena tak ada perkembangan, korban dibawa ke RSUD Jampang Kulon. Meski mendapat perawatan intensif, nyawa Salsabila tidak tertolong. Pihak keluarga menegaskan bahwa riwayat penyakit asma dan masalah pencernaan, ditambah reaksi obat yang dikonsumsi sebelumnya, menjadi penyebab utama memburuknya kondisi korban. Isu keracunan makanan yang beredar luas di masyarakat disebut keluarga tidak benar. Mereka meminta agar publik tidak berspekulasi berlebihan sebelum ada keterangan resmi dari pihak berwenang. Hingga kini, aparat terkait masih belum memberikan pernyataan resmi mengenai penyebab pasti kematian Salsabila. Sementara itu, masyarakat diminta untuk bijak dalam menyikapi informasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang semakin meluas. (Dicky)