SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Rencana pembangunan jaringan listrik tegangan menengah di sepanjang jalan kabupaten yang melintasi Kampung Tegallaja hingga Cikaramat, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, disambut antusias warga Desa Buniwangi. ‎Ratusan warga Buniwangi yang memiliki lahan di wilayah tersebut berencana pindah dan membangun rumah di tanah miliknya masing-masing. ‎ ‎Selama ini mereka tinggal di permukiman padat penduduk di Kampung Ciherang, Ciranca, Cibuntu, dan Curugmalang, Desa Buniwangi, yang sudah tidak memiliki ruang lagi untuk pembangunan rumah baru. ‎ ‎“Satu-satunya harapan warga adalah bisa membangun rumah di lahan miliknya yang berada di antara Tegallaja–Cikaramat. Bahkan, sudah ada beberapa warga yang memesan alat berat untuk meratakan tanah,” ujar Asep Rohmatulloh, salah satu tokoh masyarakat setempat, Sabtu (8/11/2025). ‎ ‎Kepala Desa Cipeundeuy, Bakang Anwar As’adi, membenarkan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan resmi kepada PLN untuk pembangunan jaringan listrik tegangan menengah tersebut. Jalur yang diusulkan akan melintasi Kampung Cikaramat, Tegallaja, hingga berakhir di Kampung Cimandala. ‎ ‎“Pengajuan ini berdasarkan aspirasi masyarakat. Dari hasil pendataan, ada sekitar 145 warga yang sudah mengajukan permohonan sambungan listrik,” ungkap Bakang. ‎ ‎Lebih lanjut, Bakang menjelaskan bahwa jaringan listrik ini juga sangat dibutuhkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), yang akan membangun kantor, gerai, dan gudang di Kampung Cicadas di atas lahan kas desa yang berada di antara Kampung Tegallaja dan Cikaramat. ‎ ‎“Pembangunan fasilitas koperasi ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden agar segera direalisasikan. Namun saat ini terkendala karena jaringan listrik belum tersedia,” jelasnya. ‎ ‎Ia menegaskan, keberadaan jaringan listrik tegangan menengah akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta memperkuat aktivitas usaha di kawasan Cimandala dan sekitarnya. ‎ ‎“Jika jaringan listrik ini terealisasi, bukan hanya membantu warga, tapi juga mempercepat terwujudnya program Jabar Ca’ang,” pungkas Bakang. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Serah terima jabatan (sertijab) dan pisah sambut Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Surade berlangsung khidmat di aula sekolah setempat, Jumat (7/11/2025). ‎ ‎Kegiatan ini menjadi bagian dari proses rotasi dan penyegaran pimpinan dalam dunia pendidikan di sekolah tersebut. ‎ ‎Dalam sertijab tersebut, Suhendi, S.Pd., M.Pd., resmi menyerahkan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Kepala SMA Negeri 1 Surade kepada penggantinya, Hardika, S.Pd. ‎ ‎Sebelumnya Hardika menjabat Kepala SMA Negeri 1 Kalibunder. Sementara itu, Suhendi akan mengemban amanah baru sebagai Kepala SMA Negeri 2 Kota Bekasi. ‎ ‎Acara dihadiri oleh jajaran wakil kepala sekolah, kepala tata usaha, staf TU, ketua komite sekolah H. Hendra Permana, S.Sos., M.M., guru, serta seluruh siswa SMA Negeri 1 Surade. ‎ ‎Rangkaian kegiatan dimulai dengan sambutan Kepala Sekolah lama dan baru, dilanjutkan penyampaian pesan dari komite sekolah. ‎ ‎Saat bersamaan juga dilakukan penyerahan cinderamata sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian Suhendi selama lebih dari tiga tahun memimpin SMA Negeri 1 Surade. ‎ ‎Suasana haru mewarnai momen perpisahan tersebut. Keluarga besar SMA Negeri 1 Surade menyampaikan terima kasih dan doa terbaik bagi Bapak Suhendi agar sukses dan amanah di tempat tugas yang baru. ‎ ‎Di sisi lain, kehadiran Bapak Hardika disambut dengan penuh semangat dan harapan baru untuk membawa SMA Negeri 1 Surade semakin maju dan berprestasi. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Sukabumi menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada 56 kelompok tani guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi sektor pertanian daerah. ‎ ‎Penyerahan dilakukan dalam kegiatan Rapat Koordinasi Pendistribusian dan Pengelolaan Alsintan di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Kamis (6/11/2025), yang dihadiri Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas. ‎ ‎Bantuan tersebut meliputi 30 unit traktor dan 129 unit hand sprayer. Wabup Andreas menegaskan, dukungan alsintan menjadi bukti komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani. ‎ ‎“Dengan alat pertanian ini, petani bisa bekerja lebih mudah dan cepat. Produksi meningkat, efisiensi juga bertambah. Pemerintah berkomitmen agar petani sejahtera, mulai dari alat, pupuk, hingga bibitnya,” ujar Andreas. ‎ ‎Ia juga menyoroti besarnya perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pertanian melalui program subsidi pupuk. “Subsidi pupuk dari pemerintah pusat luar biasa besar, dan harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” tambahnya. ‎ ‎Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, menjelaskan bahwa proses penginputan data penerima pupuk bersubsidi tahun 2026 melalui aplikasi e-RDKK telah rampung. ‎ ‎Sebanyak 208.405 petani terdaftar dengan total kebutuhan pupuk urea 68.378 ton, NPK 67.513 ton, dan pupuk organik 750 ton. ‎ ‎Menurut Aep, terjadi penurunan jumlah penerima dibanding tahun sebelumnya, yang dinilai positif karena memastikan penyaluran lebih tepat sasaran. ‎ ‎“Petani yang terdaftar benar-benar memenuhi kriteria, memiliki lahan maksimal dua hektare, dan membutuhkan pupuk subsidi,” jelasnya. ‎ ‎Adapun sepanjang tahun 2025, pemerintah telah menyalurkan berbagai bantuan alsintan, di antaranya traktor roda empat sebanyak 6 unit, traktor roda crawler (rotavator) 2 unit, combine harvester besar 5 unit, traktor roda dua 24 unit, power thresher 35 unit, dan hand sprayer 13 unit. ‎ ‎“Ke depan, kami juga akan menyalurkan bantuan tambahan dari Kementerian Pertanian secara bertahap, berupa 30 unit traktor roda dua, 421 unit hand sprayer, dan 122 unit pompa air,” pungkas Aep. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kota Sukabumi meluruskan kabar yang beredar di kalangan aparatur sipil negara (ASN) terkait isu pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) untuk menutup temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pemerintah menegaskan, informasi tersebut tidak benar dan tidak berdasar. Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, H. Andang Tjahjandi, mengatakan bahwa hingga kini tidak ada kebijakan ataupun rencana pemotongan TPP ASN pada tahun 2025. Seluruh pembayaran dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dan akan diberikan penuh selama 12 bulan. “Tidak ada pemotongan apa pun. Hak pegawai tetap dibayarkan secara utuh, bahkan Pemkot juga sudah menyiapkan pembayaran TPP ke-13 dan ke-14,” ujar Andang, Kamis (6/11/2025). Menurutnya, pemberian TPP diatur dalam Peraturan Wali Kota Sukabumi Nomor 7 Tahun 2023 tentang Kebijakan Pemberian TPP Berbasis Kinerja. ‎Aturan itu menegaskan bahwa TPP merupakan hak ASN berdasarkan kinerja dan disiplin kerja, sehingga tidak bisa digunakan untuk menutup pos anggaran lain, termasuk hasil temuan audit. Andang menambahkan, setiap temuan BPK memiliki mekanisme penyelesaian tersendiri, yaitu melalui pengembalian ke kas daerah oleh pihak yang bertanggung jawab. “Jadi prosesnya administratif dan sama sekali tidak ada kaitan dengan TPP pegawai,” jelasnya. Ia juga meminta seluruh ASN agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya. “Kalau ada kabar seperti ini, sebaiknya konfirmasi dulu ke pimpinan OPD atau sumber resmi pemerintah. Jangan sampai isu seperti ini menimbulkan keresahan,” tuturnya. Sekda menegaskan, Pemkot Sukabumi berkomitmen menjaga keterbukaan dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah. Ia memastikan setiap kebijakan yang menyangkut hak pegawai akan selalu didasarkan pada regulasi dan kemampuan keuangan daerah. “Pemkot berkomitmen menjalankan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan. Kami berharap seluruh ASN tetap fokus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkas Andang. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat “Jabar Ca’ang”, warga bersama Pemerintah Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, berharap PLN segera membangun jaringan listrik tegangan menengah menuju wilayah Kadusunan Cimandala. ‎ ‎Harapan itu muncul karena kawasan Cimandala kini terus berkembang dan dinilai layak mendapatkan pasokan listrik. Dua tokoh masyarakat, H. Baroy dan H. Emuh, menyebut Cimandala memiliki posisi strategis dan potensi besar untuk menjadi kawasan padat penduduk. ‎”Wilayah Cimandala bersentuhan langsung dengan sejumlah objek wisata pantai dan danau. Sekarang juga sudah ada lokasi wisata Kalaju yang mulai ramai dikunjungi wisatawan,” ujar H. Emuh, Kamis (6/11/2025). ‎ ‎Ia menuturkan, dirinya tengah melakukan uji coba pengolahan sampah di wilayah Cimandala, namun terkendala karena belum adanya aliran listrik PLN. “Ke lokasi saya belum ada jaringan listrik sama sekali, jadi kegiatan masih terhambat,” katanya. ‎ ‎Kepala Desa Cipeundeuy, Bakang Anwar As’adi, mengonfirmasi bahwa pihaknya sudah mengajukan permohonan resmi pembangunan jaringan tegangan menengah kepada PLN. ‎ ‎Rencana jalur tersebut akan melintasi Kampung Cikaramat, Kampung Tegallaja, hingga berakhir di Kampung Cimandala. ‎ ‎“Pengajuan ini berdasarkan aspirasi masyarakat. Dari hasil pendataan, ada sekitar 145 warga yang telah mengajukan permohonan sambungan listrik,” ujar Kades Bakang. ‎ ‎Selain untuk kebutuhan warga, jaringan listrik juga dibutuhkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang berencana membangun kantor, gerai, dan gudang di Kampung Cicadas lokasi di antara Kampung Tegallaja dan Kampung Cikaramat di atas lahan kas desa. ‎ ‎“Pembangunan fasilitas koperasi ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden agar segera direalisasikan. Namun saat ini terkendala karena jaringan listrik belum tersedia,” jelas Bakang. ‎ ‎Ia menambahkan, keberadaan jaringan tegangan menengah akan mendukung pertumbuhan ekonomi warga dan memperkuat aktivitas usaha di wilayah Cimandala. ‎ ‎“Jika jaringan listrik ini terealisasi, bukan hanya membantu warga, tapi juga mempercepat terwujudnya program Jabar Ca’ang,” pungkasnya. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kebakaran hebat melanda sebuah kandang ayam di Kampung Cipeuncit, RT 05/06, Desa Cikembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Rabu (5/11/2025) malam sekitar pukul 22.30 WIB. ‎ ‎Dikabarkan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Berdasarkan pantaun di lapangan puluhan ribuan ayam serta fasilitas kandang hangus terbakar. ‎ ‎Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Cikembar, Leni Nurliah, menjelaskan kebakaran diduga kuat dipicu oleh kebocoran tabung gas di area kandang. ‎ “Kebakaran berawal dari kebocoran gas yang kemudian menyambar material bangunan kandang yang mudah terbakar. Api dengan cepat menjalar ke seluruh bagian kandang,” ujar Leni, Kamis (6/11/2025). ‎ ‎Kandang dua tingkat tersebut diketahui milik Ibu Maria, dengan ayam ternak milik Heri. Informasi yang diterima sekitar 20 ribu ekor ayam serta seluruh peralatan peternakan hangus dilalap api. Kerugian sementara ditaksir mencapai Rp480 juta. ‎ ‎Api baru dapat dipadamkan sekitar pukul 24.56 WIB setelah warga, perangkat desa, dan tiga unit armada Damkar Cibadak turun ke lokasi membantu proses pemadaman. ‎ ‎“Api berhasil dipadamkan setelah sekitar dua jam. Tidak ada korban jiwa, namun aktivitas peternakan terhenti total,” tambah Leni. ‎ ‎Pemerintah Desa dan Polsek Cikembar langsung melakukan pengecekan lokasi serta berkoordinasi untuk penanganan pascakebakaran. ‎ ‎Cuaca cerah saat kejadian turut membantu proses pemadaman, meski seluruh bangunan kandang sudah ludes. ‎ ‎Pemerintah Kecamatan Cikembar mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dalam penggunaan peralatan berbahan bakar gas, khususnya di area usaha yang berpotensi mudah terbakar. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, kembali menggelar kegiatan Syahriahan tingkat desa sebagai upaya mempererat silaturahmi dan membangun sinergi antara ulama, umaro, dan masyarakat, Rabu (5/11/2025) malam. Kegiatan yang berlangsung di aula Kantor Desa Cipeundeuy diawali dengan pembacaan tawasul oleh Ustadz Iman, dilanjutkan barzanji oleh Ustadz M. Ridwan dan Ustadz Didin secara bergantian, serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Mahmud. Ketua MUI Desa Cipeundeuy, Ustadz Sahudin, menjelaskan bahwa syahriahan merupakan agenda rutin bulanan. Kali ini, penceramah yang dihadirkan adalah KH. Muhammad Usman dengan tema “Iman, Islam, Ihsan.” “Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Kepala Desa Cipeundeuy Bakang Anwar As’Adi, unsur BPD, LPM, Linmas, Karang Taruna, para RT-RW, tokoh ulama, serta tokoh masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Desa Cipeundeuy Bakang Anwar As’Adi menegaskan bahwa kegiatan keagamaan seperti ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga sarana mempererat kerja sama antara pemerintah desa dan masyarakat. “Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap sinergitas antara ulama, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa semakin kuat. Semoga setiap program desa berjalan lancar demi terwujudnya Cipeundeuy yang agamis, aman, damai, dan sejahtera,” ungkapnya. Ia menambahkan, syahriahan juga menjadi wadah penting untuk menumbuhkan semangat gotong royong dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat Desa. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki membuka kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Efektif Pimpinan Organisasi Unggul bagi pejabat eselon III angkatan I di lingkungan Pemerintah Daerah Kota Sukabumi. ‎ ‎Kegiatan ini diikuti 25 peserta dan akan dilaksanakan secara rutin tiga kali dalam setahun. Ayep menjelaskan, peningkatan kapasitas ASN menjadi kunci dalam memperbaiki kualitas pelayanan publik. ‎ ‎“Jika kualitas SDM meningkat, dampaknya akan terasa terhadap proses pembangunan. Ini juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan PAD, dan memperkuat fiskal daerah,” kata Ayep, Rabu (5/11/2025). ‎Menurutnya, tren positif pembangunan akan diikuti dengan penurunan angka stunting, kemiskinan, dan pengangguran. ‎ ‎Namun demikian upaya ini membutuhkan waktu tiga hingga lima tahun agar hasilnya dapat dirasakan secara nyata. ‎ ‎Ayep juga menyoroti efisiensi anggaran belanja pegawai yang saat ini masih mencapai 49 persen dari total belanja daerah. ‎ ‎“Sungguh disayangkan, dana sekitar Rp220 miliar yang seharusnya bisa digunakan untuk pembangunan justru habis untuk membiayai belanja pegawai,” katanya. ‎ ‎Ia menekankan pentingnya efektivitas kerja aparatur. Pekerjaan yang seharusnya bisa diselesaikan satu orang, jangan dikerjakan lima orang. ‎ ‎”ASN harus bekerja secara profesional, terorganisir, mengikuti arahan pimpinan, dan fokus pada hasil,” tegasnya. ‎ ‎Lebih lanjut, Ayep menuturkan bahwa pejabat eselon II di setiap perangkat daerah harus mampu menurunkan kinerja pelayanan hingga ke lapisan masyarakat terbawah dan secara rutin mengekspos hasilnya. ‎ ‎“Setiap enam bulan akan kami evaluasi, terutama terkait capaian penyerapan anggaran dan inovasi pelayanan publik,” jelasnya. ‎ ‎Ia menutup dengan penegasan bahwa regulasi dan anggaran bukanlah tujuan akhir, melainkan alat untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat. ‎ ‎“Anggaran habis tapi sampah masih menumpuk berarti ada yang salah. Diperlukan inovasi nyata untuk menyelesaikan masalah seperti ini,” pungkasnya. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pengurus Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, menggelar Konferensi Cabang sekaligus pemilihan pengurus baru periode 2025–2030 di halaman Gedung PGRI Kecamatan Ciracap, Rabu (5/11/2025). ‎ ‎Konferensi ini menjadi ajang penyampaian laporan pertanggungjawaban program masa bakti 2020–2025 sekaligus memilih kepengurusan baru. ‎ ‎Kegiatan tahun ini mengusung tema “Guru Bermutu Indonesia Maju dan Guru Hebat Indonesia Kuat.” ‎Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PGRI Kabupaten Sukabumi Jajat Sudrajat, Camat Ciracap Iwan Muchdiawan, para Ketua PGRI se-Wilayah VI, serta perwakilan guru dari berbagai sekolah di Kecamatan Ciracap. ‎ ‎Ketua PGRI Kabupaten Sukabumi, Jajat Sudrajat, menjelaskan bahwa konferensi cabang dan pemilihan pengurus baru merupakan amanat organisasi sesuai AD/ART. ‎ “Sesuai amanat konstitusi, setiap periode harus dilakukan konferensi dan pemilihan pengurus baru. Ini merupakan bagian dari upaya penyegaran dalam tubuh organisasi,” ujarnya. ‎ ‎Dalam pemilihan tersebut terdapat 62 pemegang hak suara dengan dua calon yang bersaing, yakni Unang Junaedi, S.Pd. dan Yana, S.Pd. Hasilnya, Unang Junaedi terpilih sebagai Ketua PGRI Cabang Ciracap periode 2025–2030. ‎ ‎Usai terpilih, Unang menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. ‎ “Terima kasih atas amanah dan tanggung jawab ini. Melalui wadah PGRI, kami akan terus memperjuangkan hak-hak guru serta berkomitmen mencetak tenaga pendidik yang berkualitas menuju Indonesia cerdas,” ungkapnya. ‎ ‎Sementara itu, Camat Ciracap Drs. Iwan Muchdiawan memberikan apresiasi kepada pengurus lama dan berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat. ‎ ‎“Selamat kepada pengurus baru. Semoga kerja sama dan sinergitas yang sudah baik selama ini dapat semakin ditingkatkan ke depannya,” pungkasnya. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – DPRD Kabupaten Sukabumi melalui Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) terus mematangkan agenda pembentukan regulasi daerah tahun depan. ‎ ‎Hal itu terlihat dalam rapat kerja yang digelar di Kantor Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DKUKM) Kabupaten Sukabumi pada Selasa (4/11/2025). ‎ ‎Dalam forum tersebut dibahas finalisasi daftar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang akan masuk dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2026. ‎ ‎Rapat dipimpin oleh Ketua Bapemperda DPRD Kabupaten Sukabumi, Bayu Permana, dan diikuti para anggota Bapemperda bersama mitra kerja dari BPKAD, Dinas Pekerjaan Umum, Bagian Organisasi Setda, Bagian Perekonomian Setda, serta Bagian Hukum Setda. ‎ ‎Suasana rapat berlangsung dinamis dengan fokus utama pada penyelarasan prioritas antara DPRD dan perangkat daerah. ‎ ‎Menurut Bayu Permana, hasil pembahasan telah menghasilkan kesepakatan terhadap 13 Raperda yang akan diusulkan ke dalam Propemperda 2026. Dari jumlah tersebut, lima di antaranya merupakan inisiatif DPRD, sedangkan delapan lainnya berasal dari perangkat daerah. ‎ ‎Raperda inisiatif DPRD meliputi sejumlah bidang penting yang digarap oleh empat komisi dan satu oleh Bapemperda sendiri. ‎ ‎Komisi I mengusulkan Raperda tentang Perubahan Perda Desa, Komisi II mengajukan Raperda Penataan Kawasan Kumuh, Komisi III mengusulkan Raperda tentang Rumah Potong Hewan (RPH). ‎ ‎Sedangkan Komisi IV mendorong Raperda tentang Perubahan Tenaga Kerja. Adapun Bapemperda menginisiasi Raperda tentang Perlindungan Perempuan. ‎ ‎Sementara itu, delapan Raperda dari perangkat daerah mencakup tiga regulasi wajib berkaitan dengan keuangan daerah, yaitu APBD Murni, APBD Perubahan, dan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD). ‎ ‎Lima lainnya merupakan usulan dari sejumlah OPD, antara lain mengenai irigasi, penyertaan modal di sektor pariwisata, serta penyertaan modal di sektor agro. ‎ ‎Seluruh usulan tersebut telah disusun berdasarkan prioritas pembangunan dan kebutuhan hukum daerah, dengan rincian tercantum dalam lampiran hasil rapat. ‎ ‎Bayu menegaskan, ke-13 Raperda ini diharapkan dapat memperkuat arah pembangunan daerah serta menjadi instrumen penting dalam mendukung percepatan pencapaian visi dan misi Bupati Sukabumi. ‎ ‎Ia menilai, kehadiran regulasi yang tepat dan responsif akan membawa manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam peningkatan kesejahteraan dan pelayanan publik. ‎ ‎Lebih lanjut, Bayu menyebut bahwa Raperda yang belum dapat diakomodir pada Propemperda tahun ini masih berpeluang masuk dalam Propemperda Perubahan Tahun Anggaran 2026. ‎ ‎Untuk itu, ia mengimbau kepada anggota DPRD maupun perangkat daerah agar mempersiapkan usulan yang bersifat urgen dan strategis. ‎ ‎Dengan demikian, seluruh isu penting dan kebutuhan masyarakat di berbagai sektor dapat terfasilitasi melalui produk hukum yang adaptif dan berpihak pada kepentingan publik. (Dicky)