SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus mendorong perluasan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai bagian dari upaya meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengajak seluruh relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi peserta aktif BPJS Kesehatan. Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, saat membuka Sosialisasi Program JKN bagi Relawan SPPG se-Kabupaten Sukabumi di Pendopo Sukabumi, Kamis (16/7). Dalam sambutannya, Ade Suryaman meminta seluruh pengurus yayasan SPPG segera mendaftarkan para relawan agar memperoleh jaminan kesehatan melalui Program JKN. Menurutnya, perlindungan kesehatan merupakan hak setiap relawan yang selama ini berkontribusi dalam pelayanan kepada masyarakat. Ia menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 402 yayasan SPPG yang tersebar di Kabupaten Sukabumi. Apabila setiap yayasan memiliki sekitar 50 relawan, maka terdapat potensi puluhan ribu orang yang perlu mendapatkan perlindungan melalui BPJS Kesehatan. “Terdapat sekitar 402 yayasan SPPG yang terdaftar di Kabupaten Sukabumi. Jika diasumsikan satu yayasan memiliki 50 anggota, maka ada potensi puluhan ribu relawan yang harus dilindungi kesehatannya,” ujar Ade. Ade menegaskan, langkah tersebut bukan sekadar mendukung program pemerintah atau BPJS Kesehatan, melainkan sebagai bentuk nyata menghadirkan perlindungan kesehatan bagi masyarakat sekaligus mempercepat pencapaian target Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Sukabumi. Berdasarkan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), cakupan kepesertaan JKN ditargetkan mencapai 98 persen dengan tingkat keaktifan peserta di atas 80 persen. Sementara itu, Kabupaten Sukabumi saat ini baru mencatat cakupan kepesertaan sebesar 92,97 persen, dengan tingkat keaktifan peserta masih berada di angka 62,96 persen. “Karena itu, sinergi dengan berbagai pihak, termasuk yayasan SPPG, sangat dibutuhkan agar target UHC dapat segera tercapai,” katanya. Pada kesempatan yang sama, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kabupaten Sukabumi, Ahmad Sanusi Budi Permana, menjelaskan bahwa Program JKN dibangun berdasarkan prinsip gotong royong, sehingga keaktifan peserta menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan program. Lebih jauh dia menjelaskan, relawan SPPG dapat mendaftarkan diri melalui skema Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri kelas 3. Untuk mempermudah proses tersebut, BPJS Kesehatan juga akan memberikan pendampingan teknis kepada seluruh yayasan SPPG agar proses pendaftaran dapat dilakukan secara kolektif. Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap jumlah peserta aktif JKN terus meningkat sehingga target UHC dapat segera tercapai dan para relawan SPPG memperoleh jaminan kesehatan saat menjalankan tugasnya di lapangan. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepengurusan baru Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Sukabumi resmi dilantik dalam sebuah rangkaian acara yang meliputi pelantikan Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab), Ketua Kwarcab, jajaran pengurus, hingga Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Gerakan Pramuka Kota Sukabumi, Rabu (15/7). Pelantikan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat peran Gerakan Pramuka sebagai mitra strategis pemerintah dalam membina karakter generasi muda sekaligus mendukung pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045. Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran penting dalam mendukung program pembangunan melalui pembentukan sumber daya manusia yang unggul dan peduli lingkungan. “Gerakan Pramuka harus hadir membantu pemerintah dan masyarakat. Tidak hanya membangun karakter generasi muda, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Hari ini kita memulai dengan penanaman pohon dan penebaran 5.000 benih ikan sebagai bagian dari gerakan berkelanjutan,” ujarnya. Ia menjelaskan, pembinaan anggota Pramuka di Jawa Barat akan diarahkan pada penguatan karakter melalui konsep “Pancawaluya Ngajati Diri”, yang diharapkan mampu melahirkan generasi muda berintegritas, tangguh, dan siap menjadi pemimpin masa depan. Herman juga menyampaikan apresiasi atas bergabungnya Laksamana TNI (Purn) Taufik sebagai Wakil Ketua Mabicab Kota Sukabumi. Menurutnya, pengalaman Taufik yang pernah aktif di Pramuka hingga sukses meniti karier di TNI Angkatan Laut dapat menjadi inspirasi bagi para anggota Pramuka. Sementara itu, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Sukabumi yang baru dilantik, Ranty Rachmatilah, menyampaikan komitmennya untuk membangun kolaborasi dengan berbagai pihak guna menghadirkan program-program kepramukaan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Dia menambahkan, pendekatan kepada Generasi Z harus dilakukan secara kreatif agar kegiatan Pramuka tetap menarik dan mampu menjadi wadah pembinaan karakter bagi kaum muda. Selain itu, Kwarcab juga akan memperkuat edukasi bagi remaja mengenai perencanaan masa depan, termasuk kesiapan membangun keluarga sebagai salah satu upaya pencegahan stunting sejak dini. “Anak-anak muda harus dilibatkan dalam setiap program. Mereka perlu dibekali perencanaan hidup yang baik agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkualitas, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ungkapnya. Dalam waktu dekat, Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Sukabumi juga akan mengikuti Jambore Nasional di Bogor dengan mengirimkan 32 peserta, terdiri dari 16 putra dan 16 putri. Seluruh peserta telah melalui proses seleksi berdasarkan kemampuan kepramukaan, kesiapan mental, dan kondisi kesehatan sehingga diharapkan mampu mengharumkan nama Kota Sukabumi di tingkat nasional. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi melaksanakan pemeliharaan rutin pada ruas jalan Kabupaten Cibarehong–Cibungur di Kecamatan Surade. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas infrastruktur jalan sekaligus memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi masyarakat yang melintas. Pekerjaan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Perjanjian Kerja (SPK) Nomor 0003.3.2/03/SPK/PRJ.28/DPU/2026 dengan Nomor Paket 28. Proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp280.297.395,06 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2026. Pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada CV Zakaria. Pelaksana Lapangan, Usman, menegaskan pihaknya berkomitmen menyelesaikan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis dengan tetap mengutamakan mutu hasil pekerjaan. “Insya Allah kami akan melaksanakan seluruh pekerjaan ini secara maksimal dengan tetap menjaga standar kualitas yang telah ditetapkan,” ujarnya, Senin (13/7). Seluruh tahapan pekerjaan mendapat pengawasan dari UPTD PU Wilayah VI Jampangkulon agar pelaksanaan berjalan sesuai perencanaan, spesifikasi teknis, dan ketentuan yang berlaku. Rampungnya pemeliharaan jalan tersebut disambut positif oleh masyarakat. Warga menilai kondisi jalan yang kini lebih baik akan mempermudah aktivitas sehari-hari, meningkatkan keselamatan berkendara, serta mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian dan perekonomian masyarakat. Agus, salah seorang warga, mengaku bersyukur karena jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan kini telah kembali mulus. “Alhamdulillah, sekarang jalannya sudah bagus dan nyaman dilalui. Kami sangat berterima kasih karena perjalanan menjadi lebih aman dan lancar,” ungkapnya. Warga juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas PU Kabupaten Sukabumi, UPTD PU Wilayah VI Jampangkulon, serta Pemerintah Kabupaten Sukabumi yang terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di berbagai wilayah. Pemeliharaan rutin ini diharapkan mampu menjaga konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepengurusan Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) Kabupaten Sukabumi periode 2026–2031 diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah. Harapan tersebut disampaikan Bupati Sukabumi H. Asep Japar saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan pengurus APSI yang dirangkaikan dengan seminar pendidikan, Senin (13/7/2026). Bupati mengatakan, pengawas sekolah merupakan salah satu unsur penting dalam menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas. Melalui pembinaan dan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, pengawas memiliki peran strategis dalam meningkatkan kompetensi kepala sekolah dan tenaga pendidik. Karena itu, menurutnya APSI harus mampu menjadi organisasi profesi yang aktif memperkuat kapasitas anggotanya sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan layanan pendidikan yang semakin baik. “Pengawas sekolah bukan hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga menjadi pembina, fasilitator, motivator, dan agen perubahan di lingkungan sekolah. Peran tersebut harus terus diperkuat melalui APSI,” ujar Asep Japar. Ia menambahkan, tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang menuntut adanya kolaborasi antara pemerintah, organisasi profesi, dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan sinergi yang kuat, berbagai program peningkatan mutu pendidikan diyakini dapat berjalan lebih optimal. Bupati juga mengajak seluruh pengurus APSI untuk membangun budaya kerja yang inovatif, responsif, dan profesional agar mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di Kabupaten Sukabumi. Ketua APSI Jawa Barat H. Ujang Syarip Hidayat menilai pengawas sekolah harus terus mengembangkan kompetensinya, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan digitalisasi di sektor pendidikan. Menurutnya, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu kunci agar pengawas dapat menjalankan tugas pembinaan secara efektif. Sementara itu, Ketua APSI Kabupaten Sukabumi Ahmad Yani menyatakan kepengurusan yang baru akan fokus meningkatkan kualitas sumber daya pengawas sekolah melalui berbagai program pengembangan kompetensi. Selain itu, APSI akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah agar setiap program organisasi selaras dengan arah pembangunan pendidikan di Kabupaten Sukabumi. “Kami ingin APSI menjadi organisasi yang solid, profesional, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi kemajuan pendidikan. Dengan kebersamaan dan kolaborasi, kami optimistis tujuan tersebut dapat diwujudkan,” pungkas Ahmad Yani. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Sukabumi terus melakukan transformasi layanan perpajakan dengan menghadirkan Kiosk Pembayaran Pajak Mandiri di Kecamatan Warudoyong. Inovasi ini dihadirkan sebagai upaya memberikan pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan efisien kepada masyarakat. Melalui fasilitas tersebut, wajib pajak kini memiliki alternatif untuk melakukan pembayaran secara mandiri tanpa harus melalui proses yang panjang. Kehadiran kiosk juga menjadi bagian dari pengembangan layanan publik berbasis digital yang terus didorong Pemerintah Kota Sukabumi guna meningkatkan kualitas pelayanan. Kepala BPKPD Kota Sukabumi, Sandra Utama Teguh, melalui Kepala Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Pengendalian Pajak Daerah, Rahmat Hidayat, mengatakan inovasi tersebut merupakan langkah nyata dalam menghadirkan sistem pelayanan yang lebih modern dan mudah diakses masyarakat. “Kami ingin memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Dengan adanya Kiosk Pembayaran Pajak Mandiri, proses pembayaran menjadi lebih praktis, cepat, dan efisien,” ujar Rahmat, Senin (13/7/2026). Menurutnya, transformasi layanan perpajakan tidak hanya bertujuan meningkatkan kenyamanan masyarakat, tetapi juga mendukung optimalisasi penerimaan pajak daerah. Semakin mudah akses pembayaran yang tersedia, diharapkan semakin tinggi pula tingkat kepatuhan wajib pajak. Rahmat menjelaskan, pajak daerah merupakan salah satu sumber utama pendanaan pembangunan dan pelayanan publik di Kota Sukabumi. Karena itu, BPKPD terus berupaya menghadirkan berbagai inovasi yang mampu mempermudah masyarakat sekaligus memperkuat tata kelola perpajakan yang transparan dan akuntabel. Selain menghadirkan kiosk pembayaran mandiri, BPKPD juga terus mengembangkan pelayanan berbasis teknologi informasi agar masyarakat dapat memperoleh layanan yang lebih cepat, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan di era digital. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan perpajakan melalui berbagai inovasi. Harapannya, masyarakat semakin mudah mengakses layanan dan semakin sadar akan pentingnya membayar pajak sebagai kontribusi terhadap pembangunan Kota Sukabumi,” pungkasnya. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Semangat puluhan anggota Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Sukabumi yang tengah menjalani Training Center (TC) II menuju Jambore Nasional (Jamnas) 2026 mendapat perhatian langsung dari Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas. Dalam kunjungannya ke Pondok Modern Assalam Putri, Kecamatan Warungkiara, Jumat (10/7/2026), ia memberikan motivasi agar para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membangun karakter dan meningkatkan kemampuan diri. Wabup menuturkan, keberadaan Pramuka tetap relevan di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Di saat banyak anak muda menghabiskan waktu dengan gawai, pendidikan kepramukaan justru menghadirkan ruang untuk belajar bekerja sama, berkomunikasi, serta membangun kepedulian sosial. “Penggunaan gadget hari ini banyak mengubah pola perilaku dan gaya hidup. Namun melalui Pramuka, adik-adik dilatih untuk berinteraksi secara langsung, saling membantu, dan membangun kebersamaan,” ujarnya. Ia menilai kegiatan kepramukaan bukan sekadar aktivitas luar ruang, tetapi juga menjadi sarana membentuk pribadi yang disiplin, tangguh, dan siap menghadapi berbagai tantangan. “Pramuka melatih kedisiplinan dan ketangkasan. Nilai-nilai itu akan menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam kehidupan bermasyarakat maupun ketika memasuki dunia kerja,” katanya. Andreas juga mengajak seluruh peserta untuk memahami makna organisasi yang mereka ikuti sehingga semangat pengabdian dan kecintaan terhadap Pramuka semakin kuat. “Kenali organisasi ini dengan baik. Kalau sudah memahami nilai-nilainya, tentu akan tumbuh rasa memiliki dan kebanggaan sebagai anggota Pramuka,” tambahnya. Menjelang keberangkatan ke Jambore Nasional di Cibubur pada Agustus mendatang, Wakil Bupati berpesan agar seluruh peserta menjaga kesehatan dan mempersiapkan diri sebaik mungkin. Ia berharap kontingen Kabupaten Sukabumi mampu tampil percaya diri sekaligus membawa nama baik daerah di tingkat nasional. Sementara itu, Sekretaris Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, mengatakan kontingen Kabupaten Sukabumi yang akan berangkat ke Jambore Nasional berjumlah 64 orang. Seluruh peserta telah melalui proses seleksi dan pembinaan sehingga dinilai layak mewakili daerah. “Mereka merupakan anggota terbaik hasil seleksi. Di Jambore Nasional nanti mereka akan berkumpul bersama peserta dari seluruh Indonesia. Sesuai rencana, kegiatan tersebut akan dibuka oleh Presiden Prabowo,” jelasnya. Ia berharap seluruh peserta memanfaatkan Jambore Nasional sebagai ajang memperluas persahabatan, berbagi pengalaman, sekaligus menambah wawasan tentang keberagaman Indonesia melalui kegiatan kepramukaan. “Kami ingin peserta tidak hanya pulang membawa pengalaman, tetapi juga membawa semangat baru untuk mengembangkan Pramuka di Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pembangunan rekonstruksi dan pengaspalan hotmix pada ruas Jalan Kabupaten Leuwi Cagak Hilir–Minajaya di Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, mulai dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi. Proyek yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2026 tersebut disambut antusias oleh masyarakat yang selama ini mengeluhkan kondisi jalan rusak. Keberadaan jalan yang lebih baik dinilai akan membawa dampak positif bagi aktivitas masyarakat, mulai dari kelancaran mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, hingga akses menuju fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan. Kepala Desa Cipeundeuy, Bakang Anwar As’Adi, mengaku bersyukur karena aspirasi masyarakat akhirnya mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi dan khususnya kepada Bupati Sukabumi, Bapak Asep Japar, yang telah merealisasikan pembangunan jalan ini. Ini merupakan kebutuhan yang sudah lama dinantikan masyarakat,” ujarnya, Kamis (9/7/2026). Menurutnya, kondisi jalan sebelumnya mengalami kerusakan cukup berat sehingga menghambat aktivitas warga sehari-hari. Dengan dimulainya proses rekonstruksi dan pengaspalan, masyarakat optimistis akses transportasi akan menjadi lebih aman, nyaman, dan lancar. Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV Mekar Raya Sejati dengan nilai kontrak sebesar Rp344.078.972,96. Seluruh pembiayaan berasal dari APBD Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2026. Pelaksana lapangan, Eri atau biasa disapa Bebek, memastikan pekerjaan akan dilaksanakan sesuai standar teknis yang telah ditetapkan. “Insya Allah kami berkomitmen menyelesaikan pekerjaan ini dengan mengutamakan kualitas agar hasilnya dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang,” katanya. Ucapan terima kasih juga disampaikan warga Desa Cipeundeuy. Salah seorang warga, Dili, mengaku senang karena harapan masyarakat untuk memiliki jalan yang layak akhirnya terwujud. “Kami sangat berterima kasih kepada Kepala Desa Bakang Anwar As’Adi yang terus memperjuangkan pembangunan jalan ini. Terima kasih juga kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas PU, khususnya Bapak Bupati Asep Japar. Jalan yang selama ini kami tunggu akhirnya mulai dibangun,” ungkapnya. Masyarakat berharap pembangunan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan perekonomian desa, memperlancar arus transportasi, serta menunjang berbagai aktivitas masyarakat di wilayah Desa Cipeundeuy dan sekitarnya. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – DPRD Kabupaten Sukabumi menggelar rapat paripurna dengan sejumlah agenda strategis di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi, Kamis (9/7/2026). Selain menerima laporan hasil reses kedua Tahun 2026, rapat juga menjadi momentum dimulainya pembahasan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. Dalam rapat tersebut, Bupati Sukabumi H. Asep Japar yang diwakili Wakil Bupati H. Andreas memaparkan arah kebijakan pembangunan daerah yang akan menjadi dasar penyusunan APBD Tahun 2027. Pemerintah Kabupaten Sukabumi menetapkan penguatan sektor agroindustri dan pariwisata sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi daerah. Wakil Bupati menjelaskan, penyusunan KUA-PPAS dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah, kebutuhan belanja wajib, pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta kesinambungan program-program prioritas yang telah dirancang pemerintah. “Fokus pembangunan tahun 2027 diarahkan pada terciptanya ekosistem yang mampu memperkuat sektor agroindustri dan pariwisata sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Andreas. Selain membahas kebijakan anggaran, rapat paripurna juga menghasilkan persetujuan bersama terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum, Ketenteraman Masyarakat, dan Pelindungan Masyarakat untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah. Menurut Andreas, keberadaan regulasi tersebut akan memperkuat kepastian hukum dalam penyelenggaraan ketertiban umum sekaligus meningkatkan perlindungan bagi masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi. “Peraturan daerah ini diharapkan menjadi pedoman dalam menciptakan kondisi daerah yang aman, tertib, nyaman, serta memberikan perlindungan yang lebih baik kepada masyarakat,” katanya. Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali mengatakan laporan hasil reses dari enam daerah pemilihan merupakan representasi langsung kebutuhan masyarakat yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah dalam menyusun program pembangunan maupun pengalokasian anggaran. Berbagai aspirasi yang diterima anggota DPRD, lanjutnya, didominasi usulan pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan pendidikan, pelayanan publik, hingga persoalan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat dalam berbagai forum rapat bersama organisasi perangkat daerah. “Hasil reses merupakan bentuk tanggung jawab kami untuk menyampaikan kebutuhan riil masyarakat. Seluruh aspirasi tersebut telah kami serahkan kepada pemerintah daerah agar dapat menjadi bahan penyusunan program pembangunan ke depan,” ungkap Budi. Pada kesempatan yang sama, DPRD juga mengumumkan adanya perubahan susunan alat kelengkapan dewan dari Fraksi PDI Perjuangan. Perubahan tersebut, menurut Budi, merupakan hal yang lazim dan telah sesuai dengan tata tertib DPRD karena hanya menyangkut perpindahan posisi antaranggota. Ia optimistis pembahasan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 dapat diselesaikan dalam waktu singkat melalui pembahasan bersama antara badan anggaran DPRD dan tim anggaran pemerintah daerah. “Insyaallah proses pembahasannya bisa dituntaskan dalam waktu sekitar satu minggu sebelum masuk ke tahapan berikutnya sesuai mekanisme yang berlaku,” pungkasnya. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Yudi Suseno, melaksanakan kunjungan kerja perdana ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sukabumi, Rabu (8/7). Kunjungan tersebut difokuskan pada monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan tugas pemasyarakatan sekaligus memberikan penguatan kepada jajaran pejabat manajerial dalam meningkatkan integritas, profesionalisme, dan kualitas pelayanan. Dalam agenda tersebut, Kakanwil meninjau langsung area perkantoran hingga kawasan steril menuju blok hunian warga binaan. Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh aspek pelayanan, keamanan, ketertiban, serta pelaksanaan tugas berjalan sesuai standar operasional dan ketentuan yang berlaku. Di hadapan jajaran Lapas Sukabumi, Yudi Suseno mengapresiasi kinerja seluruh petugas yang dinilai telah menjalankan tugas dengan baik. Meski demikian, ia mengingatkan agar capaian tersebut terus dipertahankan melalui peningkatan pengawasan internal, kedisiplinan administrasi, serta penguatan pengamanan, terutama pada area steril yang berdekatan dengan Pos Pintu Utama (P2U). “Monitoring dan evaluasi ini merupakan bagian dari pembinaan untuk memastikan seluruh pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan berjalan sesuai ketentuan. Saya mengapresiasi kinerja jajaran Lapas Sukabumi. Ke depan, pertahankan integritas, tingkatkan profesionalisme, perkuat pengawasan internal, dan terus berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat maupun warga binaan,” tegas Yudi Suseno. Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono, menyambut positif kunjungan perdana Kakanwil tersebut. Menurutnya, arahan yang diberikan menjadi motivasi sekaligus penguatan bagi seluruh jajaran dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas pemasyarakatan. “Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan penguatan yang diberikan Bapak Kepala Kantor Wilayah. Seluruh arahan akan kami tindak lanjuti sebagai komitmen untuk mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, berintegritas, serta berorientasi pada pelayanan publik,” ujar Budi Hardiono. Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas berbagai tantangan pelaksanaan tugas serta strategi peningkatan kualitas layanan pemasyarakatan. Kunjungan diakhiri dengan foto bersama antara Kakanwil, Kalapas, dan seluruh pejabat manajerial sebagai simbol komitmen memperkuat sinergi dalam mewujudkan pemasyarakatan yang profesional, berintegritas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Program 12 PAS yang digagas Pemerintah Kota Sukabumi kembali membuktikan fungsinya bukan sekadar menyalurkan bantuan sosial. Saat menyambangi warga di Kelurahan Gunungpuyuh dan Sriwedari, Kecamatan Gunungpuyuh, pemerintah justru menemukan berbagai persoalan yang selama ini belum sepenuhnya tertangani, mulai dari warga penderita stroke, penyakit kronis, hingga kondisi rumah yang sangat memprihatinkan. Temuan tersebut langsung mendapat respons di lapangan. Pemerintah segera mengoordinasikan penanganan dengan perangkat daerah terkait, termasuk pemeriksaan kesehatan melalui PSC 119 dan usulan perbaikan rumah yang akan diprioritaskan sesuai tingkat urgensinya. Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, mengatakan kehadiran pemerintah secara langsung di tengah masyarakat memberikan gambaran nyata mengenai kondisi warga yang tidak selalu terpotret dalam laporan administrasi. “Program ini bukan hanya soal memberikan bantuan. Yang paling penting, kami bisa melihat langsung kondisi masyarakat sehingga persoalan yang belum tertangani dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya. Pada episode ke-15 putaran kedua tersebut, sebanyak 12 warga menerima bantuan. Sepuluh di antaranya memperoleh bantuan tunai, sedangkan dua warga menerima bantuan modal usaha berupa peralatan kerja agar dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan keluarga. Pelaksanaan Program 12 PAS juga semakin kuat berkat kolaborasi berbagai pihak. Pegadaian memberikan dukungan dana sebesar Rp10 juta, Alfamart menyalurkan 100 paket sembako, sementara bantuan pangan berupa beras untuk kebutuhan keluarga selama satu bulan turut disalurkan melalui mitra program. Dukungan juga datang dari Telkom, Bank BJB, serta berbagai unsur pemerintah mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan hingga RT dan RW. Menurut Bobby, pola kolaborasi tersebut menjadi strategi penting di tengah keterbatasan fiskal daerah. Dengan mengandalkan semangat gotong royong, program sosial tetap dapat berjalan tanpa sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ia menegaskan Program 12 PAS akan terus berlanjut pada putaran berikutnya karena manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima bantuan, tetapi juga menjadi instrumen pemerintah untuk memetakan persoalan sosial secara lebih akurat. “Kami ingin semakin banyak pihak terlibat. Dunia usaha, komunitas, maupun masyarakat yang memiliki kepedulian bisa ikut bergabung melalui Dinas Sosial. Semakin banyak yang berpartisipasi, semakin banyak pula warga yang dapat dibantu. Program ini adalah gerakan kemanusiaan yang harus terus dijaga bersama,” pungkas Bobby. (Usep)