SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Sukabumi Tahun 2027 semakin mengerucut setelah digelarnya Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Bale Pangripta Bapperida, Selasa (31/3/2026). Forum ini menjadi titik temu antara pemerintah daerah, DPRD, dan berbagai pemangku kepentingan dalam merumuskan arah pembangunan yang lebih fokus dan berdampak langsung bagi masyarakat. Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa Musrenbang merupakan tahapan penting untuk memastikan seluruh program pembangunan tersusun secara terarah dan tidak lepas dari kebutuhan masyarakat di lapangan. “Integrasi usulan dari berbagai tingkatan wilayah harus menjadi perhatian utama agar kebijakan yang dihasilkan tidak bersifat parsial, melainkan menyeluruh dan berkelanjutan,” kata Budi. Dalam proses tersebut, DPRD mengambil peran strategis dengan membawa sebanyak 2.238 usulan kegiatan yang tertuang dalam Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Tahun 2026. Usulan itu merupakan hasil penyerapan aspirasi masyarakat melalui reses dan pengawasan langsung di lapangan. Ribuan usulan tersebut dipastikan telah diselaraskan dengan prioritas pembangunan daerah serta arah kebijakan dalam RPJMD 2025–2029, sehingga memiliki relevansi kuat dalam mendukung target pembangunan jangka menengah. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menetapkan tema pembangunan tahun 2027, yakni penguatan ekosistem dan regulasi untuk mendorong sektor unggulan daerah. Ketua DPRD menilai, fokus tersebut menjadi langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, khususnya melalui pengembangan agroindustri dan sektor pariwisata yang dinilai memiliki potensi besar di Kabupaten Sukabumi. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara legislatif, eksekutif, dan seluruh elemen masyarakat dalam mengawal implementasi program agar berjalan efektif dan tepat sasaran. Melalui Musrenbang ini, diharapkan lahir rumusan prioritas pembangunan yang lebih tajam, terukur, dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah pada tahun 2027. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dinamika berbeda terlihat dalam rapat paripurna DPRD Kota Sukabumi, Selasa (31/3/2026). Tidak sekadar agenda formal, forum ini menjadi penentu arah baru kebijakan daerah setelah rekomendasi terhadap LKPJ Wali Kota Tahun Anggaran 2025 resmi dikunci menjadi keputusan DPRD yang bersifat definitif. Rapat yang berlangsung sekitar satu jam lebih itu memunculkan satu pesan utama yaitu percepatan kerja politik anggaran. Ketua DPRD Kota Sukabumi, H. Wawan Juanda, S.H., secara terbuka menilai kinerja Panitia Khusus (Pansus) tahun ini sebagai salah satu yang paling cepat, bahkan berani menyebutnya berpotensi menjadi yang tercepat secara nasional. Menurut Wawan, kecepatan tersebut bukan sekadar soal waktu, tetapi mencerminkan kematangan koordinasi antara legislatif dan eksekutif. Ia menegaskan bahwa indikator keberhasilan tidak hanya pada penyelesaian dokumen, melainkan pada kualitas rekomendasi yang dihasilkan dan kesiapan pemerintah daerah dalam mengeksekusinya. “Semua catatan strategis sudah dirumuskan. Sekarang ukurannya bukan lagi di pembahasan, tapi pada sejauh mana ini dijalankan,” isyaratnya. Di balik penetapan tersebut, tersimpan sejumlah tekanan kebijakan yang harus segera dijawab pemerintah daerah. DPRD menyoroti perlunya penguatan sektor layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan, sekaligus mendorong reformulasi strategi fiskal di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Sorotan paling tajam mengarah pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). DPRD memberi sinyal bahwa peningkatan PAD tidak bisa lagi mengandalkan pola lama, melainkan membutuhkan pendekatan yang lebih agresif, terukur, dan berbasis potensi riil. Menjawab hal itu, Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah taktis dalam waktu dekat. Salah satunya melalui penyisiran ulang sektor Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) oleh tim khusus yang akan mulai bekerja dalam waktu dekat. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari reposisi strategi pendapatan daerah. Ayep menyebut, tren PAD menunjukkan peningkatan, dengan kenaikan sekitar 9 persen pada Maret dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka sementara diproyeksikan menyentuh Rp123 miliar, mendekati target awal Rp125 miliar. Namun, ia menegaskan bahwa capaian tersebut belum menjadi titik aman. Pemerintah masih akan melakukan penyesuaian hingga batas akhir perhitungan, sekaligus membuka ruang koreksi dalam perubahan anggaran. Lebih jauh, Ayep memberikan gambaran bahwa efisiensi anggaran yang dijalankan saat ini tidak bersifat simbolik. Pemerintah mulai mengarah pada perombakan pola belanja, termasuk kemungkinan memangkas rantai distribusi dengan melakukan pembelian langsung ke produsen. “Efisiensi itu harus terasa dampaknya. Bukan hanya mengurangi biaya, tapi juga meningkatkan kualitas belanja,” ujarnya. Di sisi lain, suasana paripurna juga memperlihatkan solidnya relasi politik antara DPRD dan pemerintah kota. Tidak ada friksi terbuka, justru yang mengemuka adalah kesepahaman untuk menjaga ritme pembangunan tetap stabil di tengah tekanan fiskal. Penetapan rekomendasi LKPJ ini sekaligus menjadi penanda bahwa fase evaluasi telah selesai, dan Kota Sukabumi kini memasuki tahap eksekusi yang lebih menantang. Ayep juga memastikan akan terus mengawal implementasi rekomendasi, sementara pemerintah dituntut bergerak cepat agar seluruh catatan tidak berhenti sebagai dokumen semata. Dengan waktu yang terus berjalan menuju perubahan APBD, hasil paripurna ini menjadi fondasi awal bagi arah kebijakan berikutnya—apakah mampu mendorong lompatan kinerja, atau justru kembali terjebak pada rutinitas tahunan. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Momentum halal bihalal dimanfaatkan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, untuk menegaskan perubahan arah kebijakan di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi. Di hadapan para pejabat dan ASN, Selasa (31/3/2026), ia menyoroti pentingnya pergeseran cara kerja birokrasi agar lebih efisien dan berdampak nyata. Dalam arahannya, Ayep menekankan bahwa pengelolaan anggaran tidak boleh lagi berjalan dengan pola lama yang cenderung boros. Ia mendorong seluruh perangkat daerah untuk menata ulang sistem belanja, terutama dengan mengurangi ketergantungan terhadap pihak ketiga. Menurutnya, praktik pengadaan melalui perantara harus mulai ditinggalkan dan diganti dengan skema belanja langsung ke produsen. Langkah ini dinilai mampu menekan biaya sekaligus meningkatkan transparansi penggunaan anggaran. “Perubahan ini harus dimulai sekarang. Kita ingin anggaran benar-benar digunakan secara efektif dan langsung menyentuh kebutuhan,” ujarnya. Ia menyebut, efisiensi yang dihasilkan dari pola tersebut bisa mencapai kisaran 30 persen, khususnya pada belanja rutin seperti pengadaan barang operasional dan kebutuhan layanan publik. Untuk memastikan kebijakan berjalan sesuai aturan, Ayep meminta Sekretaris Daerah dan Inspektorat memperkuat koordinasi dengan lembaga pengawas, termasuk BPK dan BPKP, agar setiap langkah efisiensi tetap akuntabel. Selain itu, ia juga menyinggung pola kerja ASN yang harus lebih adaptif. Skema work from home (WFH) dimungkinkan, namun tidak diberlakukan penuh. Pemerintah mempertimbangkan penerapan terbatas pada hari Jumat, sementara hari kerja lainnya tetap berjalan normal guna menjaga kualitas pelayanan. Di sektor pembangunan, Ayep mengungkapkan fokus pemerintah dalam beberapa tahun ke depan akan diarahkan pada percepatan infrastruktur. Sejumlah titik prioritas seperti Jalan Gudang, Jalan Otista, dan kawasan depan Stukpa direncanakan mulai dikerjakan dalam waktu dekat. Langkah tersebut, kata dia, menjadi bagian dari upaya menghadirkan hasil pembangunan yang dapat langsung dirasakan masyarakat, sekaligus menandai momentum Hari Ulang Tahun ke-112 Kota Sukabumi. Sementara itu, Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menyampaikan bahwa rangkaian peringatan HUT kota telah disiapkan dengan berbagai kegiatan. Mulai dari ziarah ke taman pahlawan, apel dan rapat paripurna DPRD, hingga karnaval pada 18 April sebagai puncak acara. Selain itu, akan digelar car free day, pertunjukan musik, serta rencana kunjungan duta besar negara sahabat. Rangkaian peringatan dijadwalkan berakhir pada awal Mei dengan festival kaligrafi tingkat anak-anak, sebagai bagian dari upaya membangun nilai budaya dan religius di tengah masyarakat. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menunjukkan peran aktifnya dalam memperkuat sinergi antar daerah saat menghadiri kegiatan silaturahmi bersama Gubernur Jawa Barat, Senin, 30 Maret 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman depan Gedung Sate, Bandung. Dalam forum tersebut, Budi Azhar Mutawali terlibat langsung dalam membangun komunikasi dan koordinasi dengan para pimpinan daerah lain se-Jawa Barat. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kelembagaan antara DPRD Kabupaten Sukabumi dengan pemerintah provinsi maupun daerah lainnya. Menurutnya, forum silaturahmi seperti ini memiliki peran penting dalam menciptakan keselarasan kebijakan serta mendorong efektivitas pembangunan di daerah. Ia menilai, komunikasi yang intensif antar pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks. “Kami memandang kegiatan ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi. DPRD Kabupaten Sukabumi siap bersinergi dan mendukung arah kebijakan pembangunan yang sejalan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya. Lebih lanjut, Budi Azhar juga menegaskan komitmen DPRD Kabupaten Sukabumi dalam mengawal berbagai program pembangunan agar berjalan optimal dan tepat sasaran. Ia menilai, dukungan terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi bagian penting dalam percepatan pembangunan di tingkat daerah. Melalui keikutsertaannya dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi berharap hubungan koordinatif antar daerah semakin solid, sehingga mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Warga Kampung Babakan RT 05 RW 03, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat di aliran Sungai Cijambe, Senin (30/3/2026). Peristiwa tersebut dengan cepat dilaporkan kepada aparat Polsek Warudoyong. Petugas kepolisian bersama tim terkait langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi di tempat kejadian perkara (TKP). Kapolsek Warudoyong, Kompol Ana Ratnadewi, mengatakan pihaknya segera melakukan penanganan dengan berkoordinasi bersama tim Inafis dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Sukakarya. Proses evakuasi pun dilakukan sebelum jasad korban dibawa ke RSUD R. Syamsudin S.H untuk penanganan lebih lanjut. Berdasarkan keterangan sementara dari pihak keluarga, korban diketahui bernama Enan, 60 tahun yang sehari-hari bekerja mencari rumput. Istri korban menyebutkan bahwa aktivitas tersebut rutin dilakukan setiap pagi. “Menurut keterangan istrinya, korban memang biasa pergi mencari rumput. Namun korban juga memiliki riwayat sakit di bagian kaki yang sudah cukup lama,” ujar Kompol Ana di lokasi. Dari dugaan awal, korban kemungkinan terpeleset saat berada di sekitar aliran sungai hingga akhirnya terjatuh dan hanyut. Saat ditemukan, posisi korban dalam keadaan tertelungkup. “Di sekitar lokasi juga ditemukan barang milik korban berupa parang dan karung, tidak jauh dari tubuhnya,” tambahnya. Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab pasti kematian korban. Saat ini, proses penyelidikan masih menunggu hasil autopsi dari rumah sakit. “Untuk penyebab pastinya, kami masih menunggu hasil autopsi,” tegasnya. Sementara itu, warga setempat yang pertama kali menemukan korban menyebutkan, jasad tersebut ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB dalam kondisi sudah tidak bernyawa dan mulai kaku. Penemuan tersebut langsung dilaporkan kepada warga lainnya dan aparat setempat, sehingga penanganan dapat segera dilakukan oleh pihak berwenang. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Keluarga besar Ormas Manggala Garuda Putih (MGP) DPC Pajampangan menggelar kegiatan Halal Bihalal yang berlangsung di kawasan wisata Pantai Taman Pandan, Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Minggu (29/3/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan aksi bakti sosial berupa santunan kepada 100 anak yatim, serta pagelaran seni budaya yang turut menyemarakkan suasana. Acara dipandu oleh Arif Rahman Hakim sebagai pembawa acara dengan gaya khas yang diselingi canda. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua MGP DPC Pajampangan Sudirman Geheng, para Ketua PAC MGP se-Pajampangan, sesepuh DPC MGP Ustadz Asep Mustofa yang akrab disapa Aa Bentang, para pengasuh paguron, puluhan anggota Manggala, serta tamu undangan lainnya. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antar anggota, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yatim di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi. Ketua panitia, Ade Bima, menyampaikan bahwa selain santunan, kegiatan juga diisi dengan pagelaran seni tradisional seperti pencak silat dan kuda lumping yang ditampilkan oleh Padepokan Layung Mekar. “Kegiatan ini bukan sekadar halal bihalal, tetapi juga wujud nyata kepedulian kami kepada masyarakat. Santunan anak yatim dan pelestarian seni tradisional menjadi bagian penting dari jati diri Manggala Garuda Putih,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa seluruh pembiayaan kegiatan berasal dari swadaya anggota tanpa mengajukan proposal bantuan kepada pihak lain. “Alhamdulillah, kegiatan ini terlaksana dari hasil iuran anggota. Ini menjadi bukti kebersamaan dan kekompakan kami dalam berorganisasi,” tambahnya. Lebih lanjut, Ade Bima menyebutkan bahwa Manggala Garuda Putih selama ini tidak hanya fokus pada penguatan organisasi, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemanusiaan. “Selama ini kami rutin terlibat dalam kegiatan bakti sosial, santunan, hingga membantu masyarakat dalam kondisi darurat. Kami ingin terus hadir memberikan manfaat nyata,” jelasnya. Sementara itu, Ketua DPC MGP Pajampangan, Sudirman Geheng, mengapresiasi kerja keras panitia sehingga kegiatan dapat berjalan lancar dan sukses. Menurutnya, kegiatan tahunan ini bukan sekadar rekreasi di kawasan pantai, melainkan sarana mempererat silaturahmi antar anggota dan pengurus. “Alhamdulillah, setiap tahun kegiatan ini kami laksanakan untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota, sehingga tercipta budaya silih asah, silih asih, dan silih asuh,” ungkapnya. Acara juga diisi dengan tausiah keagamaan yang disampaikan oleh Ustadz Asep Mustofa (Aa Bentang) yang memberikan pesan-pesan moral dan spiritual kepada seluruh peserta yang hadir. Panitia pun menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang turut hadir dan meramaikan kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan sosial dan pelestarian budaya di wilayah Pajampangan, Kabupaten Sukabumi. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Ratusan alumni Sekolah Teknik Negeri (STN) 2 Sukabumi dari berbagai generasi memadati Gedung Juang 45 dalam kegiatan reuni akbar yang digelar Minggu (29/3/2026). Kegiatan ini mempertemukan para lulusan dari angkatan 1967 hingga 1994 dalam suasana penuh keakraban dan kenangan masa sekolah. Pemerintah Kota Sukabumi turut memberikan perhatian melalui kehadiran perwakilan Wali Kota Ayep Zaki yang diwakili Sekretaris Daerah Andang Tjahjandi. Ketua panitia, Ayi Hamdani atau yang dikenal sebagai Kang Omen, menyebut reuni ini menjadi momentum berharga bagi para alumni untuk kembali menjalin komunikasi yang sempat terputus oleh waktu. “Banyak yang sudah puluhan tahun tidak bertemu. Bahkan ada guru kami yang masih hadir, ini jadi momen yang sangat mengharukan,” ungkapnya. Menurutnya, dari total sekitar 150 undangan yang disebar, sebanyak 130 alumni berhasil hadir. Ia menilai antusiasme tersebut menunjukkan kuatnya ikatan emosional antar lulusan STN 2. Reuni ini sendiri merupakan agenda rutin yang digelar setiap tiga tahun sekali. Tahun 2026 menjadi pelaksanaan keempat sejak pertama kali diadakan. Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi cerita perjalanan hidup para alumni, termasuk mengenang masa pendidikan yang telah membentuk mereka hingga saat ini. UM
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kiprah membanggakan ditorehkan talenta muda asal Sukabumi dalam ajang Fashion Show Idol Kids International 2026 yang digelar di Hanoi, Vietnam, pada 21–23 Maret 2026. Di panggung internasional tersebut, dua peserta berhasil menunjukkan kualitas terbaiknya dan membawa pulang gelar juara. Nadia Putri Ramadhani pelajar SDN Cipanengah CBM tampil menonjol hingga berhasil meraih Grand Winner Kategori C, sebuah capaian tertinggi yang menegaskan kemampuannya bersaing dengan peserta dari Sembilan negara. Penampilannya dinilai kuat dari sisi teknik, ekspresi, hingga penguasaan panggung. Selain itu keduanya didukung dengan tangan sentuhan tangan dingin desainer Harririan. Sementara itu, Rafa Elviana Supriatna yang menempuh pendidikan di SD PASIM juga berhasil mencatat hasil positif dengan meraih Juara II. Konsistensi performa serta kepercayaan diri menjadi kunci keberhasilannya menembus posisi terbaik di ajang tersebut. Dalam kompetisi ini, Indonesia mengirimkan empat perwakilan, terdiri dari dua peserta asal Bali dan dua dari Sukabumi. Seluruh peserta tampil membawa karakter dan identitas masing-masing di hadapan dewan juri internasional. Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai rangkaian penilaian yang menuntut kesiapan fisik, mental, dan kreativitas. Mulai dari sesi catwalk hingga penampilan kostum, seluruh aspek menjadi perhatian utama dalam menentukan pemenang. Keberhasilan wakil Sukabumi tidak lepas dari dukungan tim pelatih serta konsep penampilan yang dipersiapkan secara matang. Perpaduan antara teknik dan karakter visual menjadi faktor penting dalam menarik perhatian juri. Ajang ini menjadi momentum penting bagi para peserta untuk menambah pengalaman sekaligus mengukur kemampuan di level global. Selain meraih prestasi, mereka juga mendapatkan wawasan baru terkait standar industri modeling internasional. Sebelumnya, keduanya sempat mengikuti ajang serupa di tingkat nasional sebagai bagian dari proses pembinaan di bawah Manajemen Lamatapo Indonesia Persada (Mas Bram) Namun, hasil di Hanoi menjadi pencapaian yang memperkuat posisi mereka sebagai talenta muda yang patut diperhitungkan. Prestasi ini diharapkan mampu memotivasi generasi muda lainnya, khususnya di Sukabumi, untuk terus mengembangkan potensi dan berani tampil di panggung internasional. Kedua orang tua model penuh talenta tersebut Ucup Supriatna dan Evi Sumanti mengungkapkan kekaguman dan rasa bahagia atas raihan prestasi putri-putri mereka. “Tentu saja ini prestasi yang membanggakan. Karena mereka berdua telah mengerahkan segala kemampuan yang dimiliki dan berhasil mendapatkan predikat juara,” ujaUsep, Sabtu (28/3/2026). (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jampangkulon menggelar kegiatan halal bihalal bersama keluarga besar dan para mitra, Sabtu (28/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kebersamaan pasca Hari Raya Idul Fitri. Direktur RSUD Jampangkulon, dr. Lusi Apriani, menyampaikan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga wujud rasa syukur atas nikmat yang diberikan serta ajang untuk saling memaafkan. “Momentum ini dimanfaatkan untuk melebur segala khilaf dan membangun hubungan yang lebih harmonis antarpegawai dan mitra kerja,” ujarnya. Selain dihadiri internal rumah sakit, kegiatan ini juga melibatkan sejumlah unsur mitra, mulai dari tokoh keagamaan, unsur pemerintah kecamatan, hingga aparat keamanan. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi simbol kuatnya sinergi lintas sektor dalam mendukung pelayanan kesehatan di wilayah Jampangkulon. Rangkaian acara diisi dengan tausiah, diskusi ringan, serta silaturahmi bersama para pemangku kepentingan, termasuk perwakilan MUI, kepala puskesmas wilayah, unsur Forkopimcam, pemerintah desa, hingga jajaran TNI dan Polri. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa sepanjang kegiatan berlangsung. Halal bihalal ini ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, sebagai simbol persatuan dan kebersamaan. Melalui kegiatan ini, RSUD Jampangkulon berharap semangat kebersamaan dan kekompakan terus terjaga dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Sejumlah wartawan di Kabupaten Sukabumi mengecam keras pernyataan akun media sosial @Rere Said Subakti yang dinilai merendahkan profesi jurnalis. Unggahan tersebut menyebut wartawan yang menyoroti persoalan tiket masuk kawasan wisata Tenda Biru Ujunggenteng sebagai “wartawan bodrex”. Dalam postingan yang beredar, akun itu menuding wartawan hanya mencari sensasi demi popularitas di media sosial, tanpa benar-benar memahami situasi di lapangan. Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi dari kalangan insan pers yang merasa unggahan itu merendahkan martabat wartawan. Salah seorang wartawan media online, Maulana Yusuf Kuncir, menyatakan kekecewaannya dan menilai ucapan tersebut telah melecehkan profesi jurnalis. “Kami menyayangkan pernyataan itu. Kami akan mengonfirmasi langsung kepada yang bersangkutan. Jika diperlukan, kami siap menempuh jalur hukum karena ini sudah masuk ranah pelecehan profesi,” tegasnya, Kamis (26/3/2026). Ia menegaskan, tugas wartawan adalah menyampaikan informasi kepada publik sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial, termasuk mengkritisi kebijakan atau pengelolaan objek wisata yang menyangkut kepentingan masyarakat luas. Sejumlah jurnalis lainnya juga menilai kritik terhadap kebijakan, seperti tarif atau tiket masuk wisata, merupakan bagian dari kerja jurnalistik yang dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Dari sisi hukum, pernyataan yang mengandung unsur penghinaan atau pencemaran nama baik dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) junto UU Nomor 19 Tahun 2016. Dalam Pasal 27 ayat (3), diatur larangan mendistribusikan informasi elektronik yang bermuatan penghinaan atau pencemaran nama baik. Selain itu, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) juga mengatur soal penghinaan melalui Pasal 310 dan 311 terkait pencemaran nama baik dan fitnah, baik terhadap individu maupun kelompok. Para wartawan berharap pihak yang bersangkutan segera memberikan klarifikasi serta permintaan maaf secara terbuka guna meredam polemik. Namun jika tidak ada itikad baik, langkah hukum disebut akan menjadi opsi lanjutan. Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, serta tetap menghormati profesi lain, termasuk wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik demi kepentingan publik. (Dicky)